Diary Terkutuk
Horror
30 Nov 2025 30 Nov 2025

Diary Terkutuk

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (14).jpeg

download (14).jpeg

30 Nov 2025, 16:23


Hai guys, perkenalkan namaku amalia fellicie camille. Aku berusia 10 tahun. Hari ini aku akan menceritakan kejadian saat ulang tahunku yang ke 9.


Jadi seperti biasa aku bangun jam 06.30, sebelum aku ke kamar mandi aku baru ingat bahwa hari ini aku sedang ulang tahun, setelah aku mandi ibuku memanggilku untuk sarapan pagi. Setiap hari aku sarapan dengan sereal rasa coklat dan susu.


Ibu dan ayahku berkata "Lia ayah dan ibu akan kerja dan pulang sekitar jam 2 siang".


"Ok ibu dan ayah" aku menjawab.


Setelah aku sarapan aku masuk kembali ke kamar dan membaca buku ku yang berjudul "Bel rumah yang terkutuk", sekitar jam 12.00 aku mendengar suara bel rumah ku berbunyi, ting tong, ting tong. Dengan perasaan takut karena sedang membaca buku yang seram, aku semakin takut dengan suara bel itu yang berulang ulang berbunyi, "Semoga itu ayah dan ibu yang datang" ucapku dalam hati, dengan perasaan takut aku membuka pintunya dan memegang erat buku yang ku baca, "Krekk, loh kok gak ada orang", akhirnya aku menutup pintu dan lari ke kamar dengan ketakutan.


Karena ku takut aku berbaring dan lama lama tertidur lelap, di dalam mimpiku aku berada di depan toko buku yang pernah kulihat di pinggiran pasar dekat danau, akhirnya aku masuk dan melihat buku buku yang sudah tidak bagus, kecuali buku diary yang berwarna ungu dan memiliki motif tetesan air bewarna merah. Karena aku tertarik aku membelinya.


Tiba tiba aku terbangun dari mimpi aneh itu, dan orangtuaku sudah pulang. "Lia, ayo kita pergi ke mall untuk membeli kado untuk ulang tahunmu sayang" kata ibuku. Karena ibuku sudah mengingati aku langsung bersiap siap untuk pergi, aku biarkan rambutku yang sepinggang ku gerai dan kuberi pita di poniku. Sebelum berangkat aku berkata kepada orangtuaku "Ibu, ayah ada tidak sih toko buku di pasar yang dekat danau?" kataku kepada ibu dan ayahku. Mereka pun menjawab "Oh, maksudmu toko buku pak siman" jawab ayah, karena ini kesempatanku mendapatkan diary itu aku meminta orangtuaku ke sana, tapi sebenarnya orangtuaku merasa aneh karena aku meminta buku diary yang ada di situ, padahal aku tidak suka menulis, tetapi akhirnya jadi ke toko tersebut karena aku memaksa.


Setelah membeli aku pergi ke mall, pada saat ku di mall aku melihat ada perempuan yang memakai topi, baju dan sepatu sama dengan diary yang aku punya, saat aku melihat wajahnya, aku kaget karena wajahnya hancur dan bola matanya putih tidak memiliki pupil mata, sejak saat itu aku merasa semakin takut, aku langsung meminta orangtuaku untuk pulang.


Saat sampai di rumah aku mengisi diary ku:


Buku harian sayang


Hari ini aku mengalami hari teraneh dan terburuk yang pernah aku alami


Seperti ada yang datang ke rumahku


Ada perempuan di mall yang tidak punya pupil mata


Semoga esok hari aku tidak mengalami hari seperti iniKeesokan harinya, saat aku di sekolah aku memberi tahu tentang kejadian kemarin kepada sahabatku yang bernama Maria Natallia Astan, yang biasa dipanggil Ria.


Sesaat ku memberi tahu ria, "Oh Lia aku tahu cara menghentikan ini, dengan cara kamu harus mencari di lembaran itu sebuah tanda tangan dan kamu membakar bukunya di bawah sinar matahari dengan mengarahkan tanda tangan itu ke sinar matahari dan membakar tanda tangan tersebut ke terakhir" kata Ria.


Saat pulang sekolah aku mencari tanda tangan tersebut, ternyata kata ria benar, ada tanda tangan di suatu lembaran. Aku langsung melakukan yang diajarkan ria padaku. Akhirnya beberapa hari kemudian tidak ada kejadian aneh lagi, aku merasa sangat lega karena sudah tidak ada yang menggangguku.


Sejak saat kejadian tersebut aku sangat menyesali perbuatanku di hari ulang tahunku, jika aku tidak melakukan itu aku tidak akan dihantui oleh diary terkutuk tersebut.


Tamat

Kembali ke Beranda