Hari ini Sita buru - buru untuk berangkat ke kantor, ada presentasi penting yang harus dihadiri hari itu dikantornya
"Sita, kok gak sarapan?" tanya ibu
"nanti aja bu dikantor, lagi buru - buru" jawab Sita
"Ya sudah hati hati ya" ucap ibu
"Iya bu, berangkat ya, Assalamualaikum" sambil menutup kembali pintu rumahnya
Sita menengok kanan kiri, biasanya banyak tukang ojek sekitar sini, karena Sita buru - buru akhirnya diapun berjalan ke gang depan, disana banyak tukang ojek pengkolan.
Dan ternyata hari itu lumayan ramai tukang ojek yang mangkal disana
"Bang ojek bang" ucap Sita
"Man... man giliran lo tuh" kata Bang Pei, ojek senior disana
"Iya bang" kata Rahman "Ayu Neng" kata Bang Rahman kepada Sita
"Ayu Bang, kantor Rajawali di kuningan ya bang, saya buru buru nih" ucap Sita
"Oh gitu neng, ya udah karena jauh pakai helm dulu neng" kata Bang Rahman
Kebetulan Sita lumayan akrab dengan tukang ojek disana, sehingga tukang ojek tidak akan memberi tarif tinggi kepada Sita
"Neng Sita, ngapaian jam segini buru - buru ke kantor?" tanya Bang Rahman sambil membawa motornya sedikit kencang
"Iya bang, saya mau ada tamu , buat presentasi" jawab Sita
"Presentasi? ngapain tuh neng?" tanya bang Rahman polos
"Hemm... Presentasi itu ngobrolin kerjaan bang, kalau sampai goal, saya kan dapat bunus bang" Jawab Sita sambil bercanda
"Wah neng Sita mah keren, udah cantik terus pinter lagi" ucap Bang Rahman
Dan akhirnya kantor Sita sudah terlihat didepan matanya, Bang Rahman memang ojek yang cekatan, dia bisa membuat Sita sampai kekantor tepat pada waktunya.
"makasih ya bang" ucap Sita sambil memberikan uang lima puluh ribuan
"Ya neng, masih pagi, abang belum ada kembalian" kata Bang Rahman
"Gak Usah dikembaliin bang, nanti bang Rahman jemput aku lagi aja ya jam satu siang" kata Sita
"Oh Gitu neng, oke deh, siapppp" kata Bang Rahman sambil tersenyum kepada Sita
"Selamat pagi mba" sapa Pak Satpam kantor kepada Sita
"Pagi juga pak" kata Sita "Pak Bowo sudah datang pak?" tanya Sita
"Baru saja mbak, sebelum mba Sita datang" ujarnya
Dan Sita masuk kekantornya, mengarah ke meja dan mempersiapkan segalanya untuk presentasinya nanti.
"Sita, kamu sudah datang?" tanya Pak Bowo dari depan pintu
"Sudah pak, semua materi presentasi sudah siap pak" jawab Sita
"Bagus" jawab Pak Bowo
Dan akhirnya pertemuan hari itu berjalan dengan lancar PT. Kharisma Tiara tertarik dengan presentasi yang Sita ajukan dan Pak Bowo sangat puas dengan hasil tersebut.
"Pak Bowo, saya izin pulang siang ya pak" ucap Sita
"Oh begitu, baiklah Sit silahkan, oh iya terima kasih ya kamu sangat baik presentasi hari ini" ucap Pak Bowo memuji.
Sita pun mengarah keluar gedung, dia sudah mencoba menelepon Bang Rahman, bahwa dia menunggu ditempat tadi, tapi beberapa kali misscall tidak diangkat - angkat
"Apa Bang Rahman lupa?" fikir Sita
Dan Sita pun mencoba sms Bang Rahman untuk mengingatkan lagi
Tidak berapa lama, sms Sita pun dibalas
"Ya, tunggu saja" sesimple itu balasan bang Rahman
dan ternyata benar saja, tidak lama dari sms tersebut Bang Rahman sudah sampai didepan Sita
"Bang Rahman lupa ya?" tanya Sita "kok lama datangnya" gerutu Sita sambil cemberut
Bang Rahman hanya diam saja tidak menjawab apa - apa, akhirnya malah Sita yang merasa bersalah, khawatir bang Rahman tersinggung dengan perkataannya
"Bang Rahman hari ini aku sukses, presentasiku berhasil" ucap Sita membuka pembicaraan
Tapi bang Rahman tetap diam saja
"Bang Rahman kita makan yuk di depan ada Restaurant sunda, nanti bang Rahman aku traktir" ucap Sita
bang Rahman juga hanya terdiam saja, dan memberhentikan motornya di depan restauran tersebut
Acara makan siang itu sangat aneh, karena bang Rahman hanya diam saja, sama sekali tidak bersuara, Sita merasa sedikit aneh, tapi mungkin itu hanya perasaan Sita saja.
Akhirnya Sita pun pulang dan sepanjang perjalanan mereka berdua hanya terdiam saja. Dan sampailah Sita didepan rumahnya.
"Makasih ya bang" ucap Sita
tetapi Bang Rahman hanya diam dan pergi begitu saja
"Assalamualaikum bu" Ucap Sita
tetapi tidak ada jawaban dirumah, ibu tidak terlihat dan karena Sita sangat lelah jadi Sita langsung masuk kekamarnya, dan tidak terasa Sita bangun setelah sore.
"Sita kamu sudah pulang dari tadi" tanya ibu didepan pintu kamar
"Iya bu, dari tadi sudah sampai kok" jawab Sita
lalu Sita bangun dari kasur dan menuju ke ruang makan
"Ibu kemana tadi, kok gak ada pas aku pulang" tanya Sita
"Ibu habis melayat" jawab Ibu
"Melayat? siapa yang meninggal bu?" tanya Sita
"Itu lho Sit, Bang Rahman tukang ojek pengkolan didepan, tadi pagi dia kecelakaan sama mobil truk didepan jalan besar sebelum komplek sini" jawab Ibu
Sita yang sedang menelan tempe, langsung tersedak
"Bang Rahman?" tanya Sita
"Iya" jawab Ibu
"bang Rahman tukang ojek bu" tanya SIta lagi meyakinkan
"Iya, bang Rahman siapa lagi yang jadi ojek kan cuma satu" jawab ibu sdikit kesal
"Tapi gak mungkin bu" jawab Sita
"Lho kok gak mungkin, gak boleh gitu Sita, itu namanya takdir apapun mungkin" jawab Ibu
"Tapi bu, tadi pagi aku diantar bang Rahman kekantor dan siangnya juga aku dijemput sama bang rahman" ucap Sita bingung dan panik
"Lho kok bisa, gak mungkin Sita, Bang Rahman meninggalnya jam sembilan pagi, atau mungkin dia kecelakaan setelah mengantarmu pagi tadi" jawab Ibu
"Tapi siangnya aku dijemput lagi bu, malahan aku ajak dia makan di restoran dulu" ucap Sita sambil mengingat kejadian tadi siang
"Tapi...."
"Tapi apa SIta?" tanya ibu
"Tapi Bang Rahman pas siang tadi memang aneh bu, dia hanya diam saja, gak bersuara sama sekali, tapi ih,,,, ibu aku jadi takut" ucap Sita
"Astagfirullah, coba kamu cepat wudhu dan sholat Sita, ibu juga jadi merinding" ucap Ibu
Dan Sita kembali kekamar untuk sholat, sebelum sholat dia melihat kembali handphonenya, disitu dia melihat sms balasan Bang Rahman tepat pukul 2 siang tadi.
____________________******************____________________________________