HOROR LORONG RUMAH SAKIT
Horror
17 Dec 2025

HOROR LORONG RUMAH SAKIT

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (69).jfif

download (69).jfif

17 Dec 2025, 08:48

download (68).jfif

download (68).jfif

17 Dec 2025, 08:48

Hari ini aku merasakan sakit di sekitar perutku, rasanya sangat sakit luar biasa, dan sepertinya aku sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang hampir membuatku pingsan, dan aku langsung maju ke depan kelas dan memberitahu Bu Dewi yang sedang mengajar di kelas, bahwa aku sangat tidak sehat hari ini.

"Bu Dewi, mohon maaf, perutku sangat sakit" ucapku dengan keringat yang mengalir deras

"Kenapa Din? kamu terlihat sangat pucat" ucap Bu Dewi

Dan segera Bu Dewi membawaku ke ruang UKS, dan disana aku bertemu Pak Mamat penjaga sekolah.

"Pak Mamat tolong antarkan Dini ke ruang UKS, dan biarkan dia istirahat disana dulu lalu saya akan menelepon orang tua Dini" ucap Bu Dewi

"Baik Bu" Jawab Pak Mamat tegas

"Halo dengan Ibu Mira?" ucap Bu Dewi

"Iya betul" jawab Bu Mira diseberang telepon

"Maaf bu, saya mau memberitahu bahwa Dini hari ini sakit disekolah, bisakah pihak keluarga ada yang menjemput Dini diruang sekolah" Ujar Bu Dewi dengan lembut

"Oh, baik Bu guru, saya akan langsung ke sekolah" Ucap Bu Mira

"Dini, kamu sangat pucat nak" ucap Ibu saat melihat kondisiku saat ini

"Bu, aku gak kuat, perutku seperti ditusuk - tusuk mah" ucap Dini sambil menangis

"Sabar ya, ibu akan membawa kamu ke rumah sakit terdekat" ucap Ibu

Dan akhirnya aku meninggalkan sekolah, dan aku dengar ibu mulai memarkirkan mobil di duatu rumah sakit, dan disana aku lihat Rumah sakit dengan Gedung yang sangat tua, tidak jauh dari sekolah, nama rumah sakit itu Rumah Sakit Jaya Purnama.

Setelah Ibu mengurus adminisitrasi Rumah sakit, ibu langsung membawa aku ke ruang UGD dan setelah aku diperiksa oleh Dokter aku dibawa dengan kursi roda ke arah lift, dan disana aku sudah tidak memiliki tenaga.

Akhirnya aku masuk ke kamar perawatan intensif di lantai 3, dan aku dibaringkan di kamar yang berisi dua tempat tidur, dan hanya aku yang mengisi tempat tidur dikamar tidur itu sekarang.

Ternyata setelah diperiksa sakit usus buntu, dan aku masih harus menjalani operasi di esok hari, dan ibu sama sekali tidak membawa persiapan bahwa aku harus menginap di rumah sakit.

"Din, Ibu sebentar pulang ke rumah ya, Ibu mau ambil baju ganti kamu dan peralatan lainnya" ucap Ibu

"Iya bu" jawabku

Dan akhirnya aku ditinggal sendirian di kamar ini, entah mengapa aku merasa tidak nyaman dengan rumah sakit ini.

Sekitar jam 3 sore ibu sudah datang kembali ke rumah sakit, dengan tas koper besar penuh dengan baju dan makanan serta selimut, dan ibu juga membawa bantal kesayanganku, setelah melihat ada ibu, perasaanku sedikit tenang.

"Bu, aku baru lihat Rumah Sakit ini, padahal tiap hari aku ke sekolah aku tidak pernah lihat kalau ada rumah sakit" ucapku

"Iya karena kamu tidak memperhatikan saja" jawab Ibu

Dan akhirnya berganti malam, Ibu menelepon Bapak untuk langsung ke Rumah Sakit, tetapi Bapak hari ini ada urusan kantor yang tidak bisa di tinggal.

"Din, ibu khawatir Bapak tidak bisa menjaga kamu di Rumah sakit, sedangkan Andi di rumah sendirian" ucap Ibu terlihat gelisah

Andi adalah adikku, dia memang masih berusia sepuluh tahun, dan sepertinya dia tidak akan bisa tanpa ibu ada di rumah

"Tapi ini sudah malam bu, nanti aku bagaimana?" rengek ku

"Kan ada suster Din, kamu harus berani ya kan kamu sudah besar" ucap ibu menenangkan ku

Akhirnya aku ikhlaskan ibu untuk pulang

"Tok... tok..." suara di depan pintu

Dan suster berperawakan gemuk masuk ke kamar ku, sambil membawa alat tensi dan jarum suntik

"Ibu maaf besok pagi mulai puasa ya, karena sore besok Ibu harus Operasi" ucapnya

"Baik sus" ucapku, dan setelah aku mendapatkan suntikan rasa sakit di perutku sedikit hilang

"Oh iya, Mba gak ada yang jaga?" tanya susternya

"Tidak sus, Ibu dan ayahku ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan" jawabku lemah

"Oh begitu, baik kalau perlu apa - apa tinggal pencet tombolnya, aku akan datang" ucap Suster itu, ternyata suster itu cukup baik dan ramah.

Aku menonton TV untuk membunuh kebosananku, dan aku hanya berbaring di tempat tidur.

Tiba - tiba ak umelihat ada orang yan gmelihat ke arah kamarku dari jendela

"Sus... suster" panggilku

Tapi tiba - tiba pintu kamarku terbuka lebar

Sekali lagi aku panggil "Sus... suster"

Tapi tidak ada jawaban sama sekali, Karena aku panik aku memencet tombol seperti yang di ucapkan suster tadi.

"Kenapa mba Dini?" saat Suster Ria menghampiriku

"Tadi aku melihat ada orang dijendela sus, apakah itu suster Ria?" tanyaku

"Oh bukan mbak, dari tadi saya menjaga di depan, belum sempat ke belakang ucap Suster Ria polos.

"Tapi tadi siapa ya sus? karena dia hanya memandang saya dari jendela, yang piket hari ini mungkin ada suster lain?" tanya Dini

"Tidak mungkin mbak, karena sekarang hanya saya suster jaga disini" ucap suster Ria.

"Aneh" fikir Dini

"ada lagi yang bisa saya bantu mbak?" tanya suster Ria

"Tidak sus, terima kasih" jawabku

Dan tidak lama aku mulai memejamkan mataku, aku berharap aku segera tertidur dan esok sudah pagi hari" fikirku

Dan tiba - tiba aku mendengar suara itu lagi

"Tok...Tok..." dan pintu terbuka lagi. akhirnya aku memberanikan diri untuk berdiri dan mendorong infus yang menempel di tubuhku, saat aku melihat keluar pintu, aku melihat lorong yang panjang bagiku untuk sampai ke petugas yang berjaga hari ini.

"Halooooooo..." ucapku

Aku mulai berjalan di lorong itu, karena ku melihat ada bayangan orang di ujung lorong itu, tetapi dia tidak menjawab panggilanku.

"Suster..." panggilku

Bayangan itu berjalan mendekatiku.... dan semakin dekat

"Dini..." ucap bayangan itu setelah mendekat

"Bapak..." jawabku lega

"kamu ngapain keluar malam gini" tanya Bapak

"Aku mendengar ada suara yang manggil aku pak, dan aku penasaran makanya aku keluar" jawabku

"Ayu masuk lagi, Bapak bawa makanan untuk kamu" ucap Bapak

Dan aku sangat lega ternyata malam itu ada Bapak yang menemaniku, dan sepertinya aku sangat lapar, sehingga aku memakan semua makanan yang bapak bawa apalagi nasi padang yang Bapak bawakan sangat enak sekali bumbunya dan Bapak hanya diam dan melihat aku makan.

Aku tertidur sangat lelap, dan terbangun keesokan pagi, tidurku sangat lelap

aku mencari Bapak, di ruangan tetapi sepertinya Bapk sedang keluar, dan aku coba untuk kekamar mandi karena aku ingin buang air kecil.

saat aku keluar dari kamar mandi aku terkaget karena ternyata aku lihat ibu sedang membereskan ranjang kamarku.

"Ibu.... kapan datangnya?" tanyaku

"Baru kok din, sebentar ibu rapihkan dulu ya ranjang kamu" jawab ibu

"Ibu sudah ketemu Bapak tadi?" tanyaku

"Bapak? maksudnya?" tanya Ibu

"Iya semalam Bapak yang menemani Dini disini, Dini ketemu sama Bapak dilorong depan kamar dan Bapak bawakan makanan buat Dini" ucapku

"Din, kamu pasti masih mimpi, ga mungkin Bapak kesini" ucap Ibu

"Kok ga mungkin, bener kok bu" ucapku

"Kemarin malam Bapak telepon Ibu, bilang kalau sekarang Bapak udah sampe Pekan baru untuk urusan proyek baru diperusahaannya" ucap Ibu

"Tapi Bu, Bapak nemenin Dini kok" ucap aku tidak percaya

Dan Dini melihat diatas meja masih ada bungkusan nasi padang yang dimakan bersama Bapak kemarin.

"Ini Dini kalau gak Percaya, Bapak mau bicara" ucap Ibu sambil memberikan Handphonenya kepada Dini

"Halo Dini, bagaimana kamu sudah baikan?" tanya Bapak

"Pak. kemarin Dini ketemu Bapak di Rumah Sakit, dan Bapak kemarin temenin Dini sambil bawa makanan" ucapku

"Bapak gak mungkin disana Din, orang semalem Bapak barusampe di Pekan Baru, Bapak telepon sama ibu, bilang gak bisa nengokin kamu dulu"

"Terus kemarin siapa yang dikamar Dini pak?" ucapku sambil menangis

"Sudah jangan takut din, kamu jangan lupa berdoa, nanti Bapak suruh Ibu temenin kamu, nanti Andi biar dititip dirumah nenek dulu sampai kamu sembuh" jawab Bapak menenangkan ku

saat aku berbicara dengan Bapak, aku lihat bayangan lorong itu melihat dari jendela luar ke arahku sambil tersenyum.

__________________________________**********_______________________________


Kembali ke Beranda