HOROR HOTEL KENANGA
Horror
17 Dec 2025

HOROR HOTEL KENANGA

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (73).jfif

download (73).jfif

17 Dec 2025, 08:52

download (72).jfif

download (72).jfif

17 Dec 2025, 08:52

Hari ini Abigail mengambil cuti dikantornya dan dia sedang dalam perjalanan liburan ke Pantai dia berpergian hanya berdua saja dengan adiknya Andrea yang berusia 14 tahun karena minggu ini sudah masuk liburan sekolah, mereka ingin menikmati liburan kali ini ke Pelabuhan Ratu dan mereka berencana menginap disana selama beberapa hari, suasana pantai pasti bisa membuatnya lebih fresh dari rutinitas sehari - harinya dikantor.

Perjalanan dari Jakarta dirasakan tidak terlalu banyak mengalami kendala, sehingga pada jam 10 pagi ini mereka sudah sampai di Pelabuhan Ratu, saat sampai dipantai suasana terasa berbeda lebih segar, dan Abigai senang melihat laut luas dengan bunyi ombak yang bersambung.

"Aku ganti baju pantai dulu ya kak" ucap Andrea

"Iya dek, kakak tunggu disini saja ya" jawab Abigail

Tidak jauh dari tempat mereka duduk ada saung menjual makanan dan minuman yang masih sepi pengunjung.

"Bu, saya pesan es kelapa ya" ucap Abigail

"Baik teh, pesan berapa?" tanya ibu penjual

"Dua saja bu, terima kasih"

Tidak lama Andrea datang dengan kain pantai dan baju tank topnya

"Dek, kakak disini" panggil Abigail

"Iya kak" sahut Andrea sambil menuju ke saung makan tersebut

"Pengunjungnya masih sepi ya bu" tanya Abigail

"Iya neng, dulu biasanya masa liburan sekolah gini rame terus neng, tapi sudah beberapa bulan ini sepi terus neng" keluh si ibu

"Kenapa begitu bu, pantainya bagus banget kok" tanya Abigail bingung

"Mungkin karena rumor yang beredar neng, katanya pantai ini seram, jadi banyak yang takut dan khawatir datang kesini neng" jawab ibu

"Seram bagaimana bu? saya lihat pemandangan disini sangat indah, sayang banget kalau orang - orang tidak datang hanya karena rumor tersebut" ucap Abigail dengan gemas

"Iya neng, ibu juga mengharapkan pengunjungnya banyak lagi kan biar warung ibu rame neng" jawab ibu sambil tersenyum

Setelah menghabiskan es kelapa mereka, lalu Abigail dan Andrea bermain di pantai dan berjemur, tidak terasa hari sudah mulai sore, Abigail kembali ke saung si ibu, untuk memesan makanan sebelum mereka mencari penginapan.

"Bu, pesen mie rebus dua ya, sama teh manis hangat" Ucap Abigail

"Iya neng"

"Bu, saya kan berencana mau mencari penginapan di sekitar sini, ibu tahu tidak ya hotel yang bagus, tapi jangan yang terlalu mahal" tanya Abigail

"Banyak neng, tidak perlu khawatir, nanti neng kalau keluar dari pantai tinggal lurus saja kekanan disepanjang jalan semuanya hotel dan penginapan neng.

"Oh begitu bu, baik kalau gitu nanti saya kesana, besok mungkin saya kesini lagi kok bu" ucap Abigail

"Wah bagus neng, ibu mah senang kalau neng masih main lagi kesini" ucap ibu polos

Setelah itu Abigail dan Andrea menuju ke arah yang ibu penjual itu bilang, dan benar saja memang banyak pilihan penginapan di kanan dan kiri jalan, sepanjang itu mereka masih belum memutuskan hotel mana yang akan mereka pilih

"Kak, kita sepertinya semakin jauh, kenapa tadi kakak gak berhenti aja sih pas banyak hotel" keluh Andrea

"Sabar dek, kakak belum ketemu yang pas hotelnya" jawab Abigail

"Tapi ini sudah malam kak, aku juga sudah ngantuk dan kita jadi jauh ke pantainya, kembali lagi saja yu kak ke jalanan yang tadi" rengek Andrea

"Iya bawel, kalau sehabis ini kita lihat hotel, kakak akan berhenti dan menginap disana" janji Abigail

"Baru saja Andrea berniat memutar mobilnya lagi, tiba - tiba dia melihat ada bangunan besar di kiri jalan, saat mobil Abigail mendekat ternyata itu adalah hotel, dan di atas gerbang tertulis HOTEL KENANGA.

Abigail langsung masuk ke dalam hotel dan memarkirkan mobilnya.

"Kak kok hotelnya gelap banget" ucap Andrea

"Kamu kenapa rewel banget sih dek, tadi katanya sudah capek, kakak sudah pilih hotel kenanga ini untuk tempat menginap kita dek" ucap Abigail

"Iya kak, maaf" ucap Andrea

Mereka masuk kedalam hotel, dan hotel tersebut sangat sepi tidak ada resepsionis yang menyambut mereka didepan lobi. AKhirnya Abigail memencet tombol untuk memanggil petugas

Dan benar saja lima menit kemudian ada seorang wanita yang datang.

"Selamat Datang Ibu di Hotel Kenanga" ucap wanita itu

"iya mbak, kami butuh satu kamar yang standar saja mbak" ucap Abigail langsung

"oh baik bu, kamar tersedia silahkan menunggu sebentar nanti kami akan serahkan kuncinya" jawab wanita itu

"maaf mbak, permalam berapa ya?" tanya Abigail

"250 ribu bu" ucapnya

"oh baik.. Terimakasih" lalu Abigail dan Andrea duduk dilobi yang sepi menunggu dipanggil, anehnya mereka berdua tidak melihat ada tamu yang lain dihotel tersebut dan suasana hotel sangat sepi

"kak, aku merinding sepertinya hotelnya aneh" ucap Andrea

"apa sih dek, jangan bikin kakak parno deh, kakak udah capek cuma mau tidur" jawab Abigail ketus

Tidak lama wanita itu datang menghampiri mereka dan memberikan kunci kamar

"selamat menikmati malam ini" ucap wanita itu sopan

"Terimakasih mbak" jawab Abigail

Kamar 666 berada di lantai 6, sebenernya dengan kondisi tamu yg sepi mereka tidak perlu kamar yang jauh dr lobi, tapi ya sudahlah Abigail terlalu lelah untuk protes, dan diapun membuka kamarnya dan melihat sekeliling ruangan, entahlah ada sesuatu yang aneh karena bulu kidiknya langsung berdiri.

Abigail langsung menaruh koper di dalam lemari, Andrea memutuskan ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Tidak berapa lama Abigail mendengar Andrea menjerit

"Aaaghhhh" Andrea teriak sambil keluar pintu kamar mandi dengan handuknya

"kenapa dek?" tanya Abigail

"tadi saat aku melihat kaca di cermin kamar mandi kak, ada bayangan wanita dan wajahnya sangat menyeramkan" ucap Andrea dengan wajah ketakutan

Abigail langsung ke kamar mandi dan memeriksa seluruh ruangan disana lalu keluar "tidak ada apa apa dek, mungkin kamu capek saja jadi kamu berfikir yang aneh - aneh" ucap Abigail

"Aku yakin kak" ucap Andrea sambil memakai baju tidurnya "ada yang tidak beres dengan kamar ini" ucap andrea lagi

"baik dek, kita hanya akan menginap malam ini saja besok pagi kita akan meninggalkan hotel ini lalu kita pulang kerumah ya dek" ucap Abigail

"baiklah, sepertinya aku ingin segera tertidur dan banhun esok pagi" ucap Andrea

Dan betul saja tidk lama Andrea sudah tidur dikasurnya, Abigail masih melihat handphonenya dan melihat hasil foto tadi di pantai, tiba - tiba lampu mati dan seluruh ruangan menjadi gelap

Abigail segera menyalakan senter dari handphonenya dan menelepon operator tetapi tidak ada yang mengangkat.

"bagaimana ini" fikir Abigail lalu dia berusaha untuk menutup matanya agar dia juga cepat tertidur seperti Andrea, tetapi tidak bisa dia sama sekali tidak mengantuk

Tiba - tiba lampu menyala kembali, dan benar kata Andrea. Abigail melihat ada bayangan wanita di cermin kaca lemari pakaian dikamarnya.

Abigail tidak dapat mengeluarkan suara karena ketakutan, dia langsung menutupi wajahnya dengan selimut dan memeluk Andrea

Tiba - tiba Abigail mendengar ada suara ketukan pintu di kamarnya, "oh itu pasti petigas hotel yang ingin memeriksa" dan Abigail langsung membuka pintunya, tapi...

Ternyata ada seorang laki laki berkumis tebal yang mendorong Abigail masuk ke dalam kamar sambil menutup mulut Abigail dengan tangannya.

"diam, jangan bersuara" ucap laki laki itu

"mmmmmm" Abigail berusaha memberontak dan menggigit tangan pria itu

"Awww" teriak laki laki itu

Andrea pun terbangun "ada apa i i kak?" tanyanya

"diam kamu, kalau kamu macam macam kakak mu akan aku bunuh" ucap laki laki itu

Dan andrea juga abigai di dudukan dikursi dan diikat kedua tangannya

"Apa maumu?" tanya Abigail

"Aku ingin semua baramg berharga mu dan uangmu" kata pria tadi

"bagaimana kamu bisa dengan mudah masuk ke hotel ini" tanya Abigail

"hahaha karena aku lah yang memiliki hotel ini" ucap pria tadi sombong tiba - tiba lampu mati kembali suasana menjadi gelap dan laki laki itu mengambil sesuatu di dalam lemari ternyata itu adalah lilin, dan dia menyalakannya

Tetapi saat lilin itu dinyalakan Abigail dan Andrea melihat bayangan wanita yang dicermin tadi yang semakin jelas ada di belakang pria itu.

"Pak.... itu...itu..."Teriak Andrea sambil menunjuk ke arah bayangan wanita itu

Spontan Pria tadi menoleh ke belakang, dan wajah dia sangat ketakutan

"Bu Dera..... ampun bu...." ucap Pria itu sambil berjongkok dan menutup matanya "Ampun bu jangan sakiti saya" dia sepertinya sangat ketakutan

Tapi wanita itu hanya diam dan melihat ke arah pria itu tanpa bersuara

Melihat kesempatan itu, Abigail akhirnya bisa membuka tali yang mengikat tangannya, dan melepaskan tali ikatan Andrea dan mereka berdua segera kabur dari kamar itu, dan melarikan diri keluar dari hotel itu sampai dibawah lobbi, mereka bertemu dengan resepsionis tadi.

"Mbak... mbak tolong.... tolong kami" teriak Abigail

"Kenapa mbak?" tanya wanita itu

"Ada orang jahat yang ingin mencuri di kamar kami" Teriak Andrea

"Baik mbak, tenang dulu coba mbak duduk dulu dan ceritakan apa yang terjadi" ucap wanita itu

"Baik, baik mbak" lalu Abigail menceritakan seluruh kejadian yang terjadi dikamar

"Baik mbak berdua coba tenang dulu, saya akan menelepon polisi" ucap wanita itu dan segera pergi ke meja resepsionis dan menelepon.

Sekitar 5 menit, Abigail dan Andrea diajak untuk masuk keruangan kecil oleh wanita itu dan disuruh menunggu disana sampai polisi datang, tapi tiba - tiba wanita itu mengunci ruangan tersebut.

"Mbak... mbak kenapa dikunci" Teriak Andrea

Abigail masih terdiam dan tiba - tiba fikiran dia menjadi terang

"Andrea hentikan, jangan berteriak, coba kamu fikir bagaimana pria tadi bisa masuk ke kamar kita tanpa wanita itu mengetahuinya" ucap Abigai

"Jadi menurut kakak?" tanya Andrea

"Mereka pasti bekerjasama" ucap Abigail gemetar

Tiba - tiba pintu terbuka, pria tadi dan wanita resepsionis itu masuk ke dalam ruangan

"Maafkan kami, kami harus membunuh kalian, karena kalian tahu rahasia kami tenatang Ibu Dera" kata pria itu

"IbuDera? kami tidak tahu apa apa kok"Ucap Abigail ketakutan

"Tapi kalian sudah melilhat hantu Ibu Dera, dan kalian harus kami bunuh" ucap wanita itu

"Apa yang terjadi pada Ibu Dera" ucap Andrea gemetar

"Ibu Dera adalah pemilik hotel ini, karena hotel sangat sepip dia berencana memecat kami berdua, bahkan gaji dan pesangon kami tidak dia berikan, sedangkan kami saat itu membutuhkan uang untuk pernikahan kami, karena istri saya sudah hamil dan harus segera dilaksanakan" cerita pria itu

"Lalu apa yang kalian perbuat kepada Ibu Dera"

"Kami membunuhnya dan mengambil semua hartanya termasuk hotel ini" ucap wanita itu tanpa ada perasaan bersalah

"Kalian membunuhnya dimana?" Tanya Abigail

"Di kamar yang kalian tiduri tadi, dan kami menguburnya didinding kamar itu juga" ucap pria tadi dengan dingin

"Lalu apa yang kalian akan lakukan kepada kami" tanya Abigail

Sambil mendekati Abigail dan Andrea, pria itu mengeluarkan golok yang tajam "saya harus membunuh kalian malam ini juga"

Tiba - tiba ada suara angin yang besar masuk kedalam ruangan, dan semua meja dan kursi di lobi berterbangan, enath apa yang membuat situasi menjadi seperti itu, tiba - tiba bayangan wanita itu muncul, semakin mendekat dan mendekat

Melihat kondisi itu Pria tadi dan wanita itu sangat ketakutan dan lari keluar dari hotel tersebut, tiba - tiba kondisi ruangan kembali tenang, wanita itu hanya tersenyum dan akhirnya menghilang.

Akhirnya Abigail dan Andrea selamat dan mengendarai mobilnya ke arah kantor polisi terdekat, dan sesampainya disana mereka menceritakan semua kejadian di hotel tersebut.

Dan tidak memakan waktu lama untuk polisi menemukan Mang Dadang dan Teh Esih yang menjadi pelaku pembunuhan Bu Dera sang pemilik hotel, dan setelah di telusuri polisi pun menemukan mayat Bu Dera yang ada pada dinding kamar.

"Terimakasih ya Mbak Abigail dan Mbak Andrea sudah membantu kami mengungkap kasus ini" kata Pak Darman polisi disana

"Iya pak sama - sama" ucap Abigail

Mereka pun kembali ke rumah dengan pengalaman yang tidak terlupakan, saat melintasi jalanan Pelabuhan Ratu, di pinggir kiri jalan mereka kembali melihat bayangan Ibu Dera yang tersenyum memandang jauh kepada mereka.

Kembali ke Beranda