Wisnu hari ini sedang bermain bola ditaman depan rumah, Ida melihatnya dari jendela di dalam rumah, melihat Wisnu yang tumbuh dengan baik pada usia 5 tahun membuat Ida merasa bahagia. Ari suami Ida senang dengan anak laki - lakinya yang satu ini, karena dia selalu ceria dan banyak pola gayanya.
"Wisnu, papah ayu masuk dulu ke rumah ini mendung nanti takut hujan" ucap Ida melihat cuaca sudah mulai gelap
"Iya mah sebentar lagi" jawab Ari
Wisnu tidak menghiraukan panggilan Ida, dia terus menendang bola ke arah papahnya. Saat rintik hujan mulai turun, Ari langsung mengangkat Wisnu masuk kedalam rumah.
"Aduh kalian susah ya, dibilangin masuk dari tadi malah tidak mau, lihat kan Wisnu jadi kehujanan" ucap Ida kesal
"Iya mah, maafin ya" rayu Ari
"Mah, Wisnu masih mau main bola" rengek Wisnu
"Nanti lagi ya dek, kalau kamu main hujan nanti kamu sakit sayang" jawab Ida menenangkan Wisnu
"Tapi aku masih mau main bola" jawab Wisnu
"Sudah - sudah, kita main bolanya didalam rumah saja, tapi kamu jangan kencang - kencang ya nendang bolanya" ucap Ari supaya Wisnu tidak menangis
Sambil melihat Ari dan Wisnu bermain, Ida menyiapkan cemilan untuk mereka berdua, baso kuah kesukaan Wisnu.
"Ayo berhenti dulu main bolanya, baksonya sudah matang sini" ucap Ida
"Hore...." jawab Wisnu kegirangan
Setelah habis memakan bakso, Wisnu nonton sebentar di depan Televisi, dan akhirnya dia tertidur pulas.
Tengah malam ini, Ida terbangun dia mendengar suara merintih
"Mahh.... mahhh..." rintih suara
Ida terbangun, dan melihat Wisnu menggigil, dan mengigau memanggil namanya, lalu Ida menempelkan tangannya di dahi Wisnu
"Ya ampun, badan kamu panas banget dek" ucap Ida kaget
"Pah.. bangun pah, Wisnu sakit" ucap Ida kepada Ari
"Kenapa mah?" tanya Ari
"Badan Wisnu sangat panas pah, dia mengigau juga, aku takut pah, ayo cepat kita pergi ke dokter" ucap Ida
Lalu Ari segera bangun dan memegang dahi Wisnu, Ari pun terlihat kaget dengan suhu badan Wisnu yang demam tinggi
"Ayo mah, kita siap - siap ke rumah sakit" ujar Wisnu dengan kondisi panik
Dan berangkatlah mereka ke Rumah Sakit, ternyata setelah diperiksa Wisnu mengalami radang pada tenggorokannya, dan Dokter memberikan obat untuk Wisnu.
Pagi ini Wisnu masih naik turun demamnya, Ida terpaksa harus menemani Wisnu dikamar, kondisinya cukup lemah belum bisa keluar kamar.
"Mah..."rintih Wisnu
"Iya dek, dedek mau makan apa?" tanya Ida
"Dedek takut mah" kata Wisnu
"Takut apa sayang" Tanya Ida
"Sama itu mah" tunjuk Wisnu ke dinding dekat jendela pintu kamar
"Memang ada apa sayang? kenapa takut?" tanya Ida
"Dia mau deketin Wisnu mah, Wisnu takut mamah jangan tinggalin Wisnu ya mah" ucap Wisnu
Ida berfikir mungkin Wisnu mengalami halusinasi karena demam tingginya, jadi Ida mengiyakan saja perkataan Wisnu
"Iya sayang, mamah disini jagain kamu" ucap Ida
Akhirnya Wisnu pun tertidur lelap, melihat Wisnu yang sudah pulas, Ida segera keluar kamar untuk membereskan rumah, dan tidak terasa waktu cepat berlalu sudah hampir maghrib, Ida baru saja menyelesaikan setrikaan yang menumpuk.
Ida agak heran kenapa dari tadi Wisnu sepertinya belum terbangun, karena tidak ada suara ataupun rintihan yang terdengar dari kamar Wisnu.
Lalu Ida pun segera melihat kondisi Wisnu di kamar dan betapa kagetnya Ida melihat Wisnu tidak ada di kasurnya.
"wisnu" panggil Ida dan Ida semakin panik karena tidak menemukan Wisnu dimanapun disudut rumahnya
"Wisnu" Ida mulai mencari keluar rumah dan bertanya kepada beberapa tetangga apakah ada yang melihat Wisnu.
Ida sudah benar - benar panik tidak ada satu orangpun yang melihat Wisnu, dan Ida mulai merasa lemas dia menelepon Ari yang sedang berada di kantor dan menceritakan kejadian hilangnya Wisnu.
Sekitar satu jam, Ari datang dan dia memeluk Ida yang sudah menangis kencang ditemani ibu - ibu lain dirumahnya.
"Sabar ya mah" ucap Ari
"Wisnu pah, aku salah, aku teledor, aku ga bisa menjaga Wisnu, dia sakit pah kasihan" jawab Ida sambil berderai airmata
"Sabar mah, aku tahu ini bukan salah kamu" kata Ari menenangkan Ida
Polisi pun datang malam ini, dan meminta Ida menjelaskan secara detail, kronologis kejadian Wisnu hilang, setelah itu Polisi itu terlihat mencatat.
"Tunggu pak" ucap Ida saat polisi itu mau pergi
"Ada yang Wisnu ucapkan sebelum tidur, dia menunjuk ke dinding kamarnya dan dia bilang ada yang mau mendekatinya, tapi saya lihat tidak ada apa - apa disitu pak" ucap Ida mengingat perkataan Wisnu tadi
"Aneh" kata Ari jadi Wisnu berkata seperti itu sebelum tidur, tapi kamu tidak melihat apa - apa mah?" tanya Ari bingung
"Sepertinya kita harus memanggil orang pintar" ucap Ari setelah polisi meninggalkan rumah, Ari segera menelepon Bi Dedeh, kerabatnya yang memang dikenal memiliki keahlian dengan mahluk gaib.
Pagi ini Bi Dedeh sudah sampai dirumah Ida dan Ari, dia sangat mengerti kondisi Ida dan Ari yang terlihat lelah dan tidak tidur.
"Coba perlihatkan saya kamarnya" ucap Bi Dedeh
Lalu Ari membawa Bi Dedeh ke kamar Wisnu "ini Bi" jawab Ari
Bi Dedeh segera mengambil air wudhu, dan mengaji di kamar Wisnu, khusyu sekali, sekitar empat puluh lima menit Bi Dedeh keluar menemui Ari dan Ida
"Wisnu dibawa mahluk gaib, tinggalnya dekat pohon tua daerah disini, dia menyukai Wisnu dan ingin membawa Wisnu ke alam mereka, tapi kalian beruntung karena langsung menelepon saya, kita masih bisa menemukannya" ucap Bi Dedeh
"Pohon tua dekat dari sini" fikir Ari
"Pohon Beringin pah" kata Ida
"Pohon Beringin di taman kota mah?" tanya Ari
"Iya pah, itu kan pohon tua pah, bahkan tidak dapat ditebang saat taman mau direnovasi" ucap Ida
"Ayo kita kesana" ucap Ari, mengajak Ida dan Bi Dedeh
Dan mereka segera pergi kesana, dan akhirnya sampai di depan pohon beringin tua
Tidak ada siapa-siapa, bahkan tidak ada seorangpun yang terlihat siang itu di taman kota ini
Bi Dedeh langsung mengambil air minum yang dibawanya, dan dia membacakan bacaan surat sambil, khusyu berdoa memohon kepada Tuhan untuk membantunya, lalu setelah itu dilemparkan air tadi ke batang pohon dan akarnya. sambil terus didoakan, dan tiba - tiba.
"Duk..." tiba - tiba terdengar suara
"Wisnu" ucap Ida kaget melihat Wisnu jatuh dari atas pohon
"Wisnu" ucap Ari sambil menghampiri Wisnu dan menggendongnya
"Coba ceritakan Wisnu apa yang terjadi" tanya Bi Dedeh
"Aku dipaksa ikut sama orang berbadan besar dan hitam, aku sudah ga mau, tapi aku digendong dan dipaksa pah untuk ikut, aku sudah lihat mamah lagi setrika, aku udah panggil tapi mamah gak denger pah" cerita Wisnu sambil menangis
"Ya Allah nak, mamah tidak tahu nak" ucap Ida sambil menangis
"Alhamdulillah, Wisnu sudah ketemu, kalian harus lebih sering sholat dan tingkatkan keimanan kalian supaya rumah kalian tidak dijadikan umpan bagi mereka" ucap Bi Dedeh bijaksana.
Saat mereka mau meninggalkan Pohon Beringin itu, tiba-tiba ada suara
"Duk...."
Mereka melihat ke belakang
Ada gadis kecil berponi yang jatuh dari atas pohon beringin tadi