HOROR KELAS KOSONG
Horror
17 Dec 2025

HOROR KELAS KOSONG

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (85).jfif

download (85).jfif

17 Dec 2025, 09:16

download (84).jfif

download (84).jfif

17 Dec 2025, 09:16

Lea sudah tiba disekolah barunya, SMA Purnama, Lea langsung melihat papan pengumuman untuk mengetahui dia dapat dikelas mana, tiba-tiba dia merasa seseorang menepuk pundaknya.

"Lea, kamu sudah datang? Dapat kelas berapa?" tanya Puri yang ternyata sahabat Lea dari SMP

"Puri... Kita ga sekelas" ucap Lea sedih

"Ya sudahlah ya, mudah-mudahan temen baru kita asyik-asyik" ucap Puri

Ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama, Lea dan Puri memiliki banyak teman baru di SMA ini.

Ada Dinda teman sekelas Lea anaknya mungil dan memiliki wajah yang imut.

Ada juga Melan temen sekelas Puri yang sedikit tomboy dan cuek.

Setiap pulang sekolah mereka selalu pulang berempat.

Hari itu, saat sudah selesai sekolah, kelas Puri dan Melan masih belum keluar dari kelas, karena ada ulangan tambahan dari Bu Ina yang kemarin tidak masuk karena sakit, terpaksa Lea dan Dinda menunggu dikantin

"Dinda kamu gapapa nunggu Melan sama Puri pulang terlambat" tanya Lea

"Gapapa Lea asal nunggunya sama kamu, tapi kalau aku nunggu sendirian ga janji deh" jawab Dinda

"memang kenapa kalau nunggu sendirian? Ini kan masih siang" tanya Lea

"Memang kamu ga denger gosip dari kakak kelas kita, kan sekolah kita serem kalau sudah sepi"

"Masa? Aku belum denger Din, memang ceritanya kenapa?"

"Dulu ada anak SMA Purnama yang bunuh diri, gara-gara diomelin sama bu guru dan distrap sendirian saat pulang sekolah" ucap Dinda serius

"Serius kamu Din? Ko bisa diomelin bu guru sampai kaya gitu" tanya Lea penasaran

"iya Lea, karena ternyata bu guru tidak informasikan kepada penjaga sekolah kalau ada murid yang distrap, dan akhirnya penjaga sekolah mengunci semua ruang kelas, dan murid tersebut tidak bisa keluar dan karena ketakutan dia akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri" ujar Dinda

"Ruang kelas mana Din?" tanya Lea

"Itu lho yang dipojok dekat tangga" ucaap Dinda sambil menunjuk ruangan tersebut

"Itu kan gudang" ucap Lea

"Iya sejak kejadian itu baik murid atau guru suka diisengin Lea, jadi akhirnya pihak sekolah menjadikan kelas itu gudang" ucap Dinda sambil menunjukkan wajah ketakutan.

Tidak lama Melan dan Puri segera menghampiri mereka

"Maaf ya menunggu lama" ucap Puri

"Iya nih, Bu Ester rese banget, masa ulangan soalnya susah-susah banget" Ucap Melan menimpali

"Aku makan dulu ya laper" ucap Puri

"iya aku juga lapar" ucap Melan kembali

"ya udah kalian pesen makan aja dulu, daripada kalian pingsan" ucap Dinda dikantin

"Aku mau ke toilet dulu ya" ucap Lea

Saat Lea menuju toilet, dan melewati tangga tidak sengaja dia melihat ke arah jendela kelas kosong tersebut, betapa kagetnya ternyata ada seorang gadis berseragam SMA purnama yang ada dikelas tersebut, dan gadis itu tersenyum padanya.

Bulu kuduk Lea merinding, dia segera berjalan cepat menuju ke toilet, tapi tiba-tiba gadis itu sudah ada dibelakangnya

"kenapa kamu berjalan cepat?" ucap gadis itu

"tidak apa-apa kok" jawab Lea gugup

"namaku Anggun, aku tadi disuruh bu Ester ambil buku digudang" ucapnya

"Oh.. Aku fikir kamu..." Lea tidak melanjutkan omongannya

"kenapa kamu fikir aku hantu" ucap Anggun sambil tertawa geli

"Iya.. Gara-gara cerita temanku tadi, aku jadi ketakutan" ucap Lea

"Oiya kamu bisa bantuin aku gak, kan gudangnya berantakan, aku butuh teman untuk cari barang tersebut" ucap Anggun ramah

"aduh, ga bisa minta tolong yang lain ya, aku mau pipis dulu" jawab Lea

"Kan semua murid sudah pulang, udah sepi gapapa aku tunggu kamu pipis aja" jawab Anggun

Akhirnya Lea pun tidak bisa menolak Anggun, setelah selesai dari toilet dia pun menuju ke gudang untuk membantu Anggun mencari barang tersebut.

Saat mencari, Anggun melihat ke arah Lea

"memangnya temen kamu cerita apa sama kamu sampai ketakutan begitu" tanya Anggun

"Katanya diruang kelas ini dulu ada siswi yang bunuh diri karena distrap bu guru" jawab Lea

Anggun menatap Lea

"Kamu percaya siswi itu bunuh diri?" tanya Anggun

"lho ceritanya memang begitu kok" jawab Lea

"bagaimana kalau sebenarnya siswi itu tidak bunuh diri, tapi di bunuh" tanya Anggun

"ya tidak mungkinlah, kan dia distrap sendirian lalu dia gantung diri, ga mungkin dia dibunuh" ucap Lea menimpali

Anggun pun berjalan ke arah Lea, dan dia memegang tangan Lea, entah mengapa Lea seperti keluar dari raganya, dia melihat ruang kelas ini sudah bersih tidak seperti gudang.

Dia melihat Anggun masuk dari pintu

Tapi tunggu dulu dia melihat Bu Ester dibelakang Anggun.

"Kamu itu kenapa sih selalu mengulang tidak membawa tugas yang sudah di sampaikan, kali ini Ibu harus menyetrap kamu supaya kamu tidak menjadi kebiasaan" ucap bu Ester

"Aduh ibu itu cerewet banget deh, namanya juga lupa masa saya harus distrap sih bu" rengek Anggun

Kamu diam disini, sambil.mengerjakan tugasmu kalau kamu sudah selesai segera keruangan ibu" ucap Bu Ester tegas

Anggun melirik kekanan dan kekiri, dia tahu bu Ester kali ini serius, tapi dia juga malas mengerjakan tugas akhirnya dia malah tertidur, lalu pak Ujang lewat sambil membawa sapu dan melihat ke arah jendela laku tiba-tiba dia mengunci ruang kelas, oadahal jelas dia melihat Anggun masih disana.

tiba-tiba Lea bergerak keluar dan mengikuti pak Ujang, disitu dia melihat pak Ujang masuk keruang guru

" Ibu ester masih disini" tanya pak Ujang

"iya pak, masih menunggu Anggun dia lagi distrap pak karena tidak mengerjakan tugas" ucap Bu Ester

"Tadi saya lihat mba Anggun sudah pulang bu sama teman-temannya" jawab Pak Ujang

Lea bingung kenapa pak Ujang berbohong, Anggun masih ada dikelas tadi

"Ruangan juga sudah saya kunci bu" ucap Pak Ujang

"Aduh aneh anak-anak sekarang ya pak, susah banget hormat sama gurunya, kalu begitu ngapain saya masih disini ya" ucap Bu Ester lalu merapihkan mejanya dan segera meninggalkan ruangan untuk pulang

Anggun membuka matanya tetapi tangannya sudah terikat dimeja dengan mulut yang sudah tertutup rapat oleh lakban

"apa-apaan ini" fikir Anggun "masa bu Ester marah sampai seperti ini" fikir Anggun

Pintu terbuka, tiba-tiba Anggun melihat Pak Ujang masuk ke ruang kelas, Anggun meminta tolong pak Ujang untuk membantunya melepaskan ikatan tali tangannya

Tapi tiba-tiba pak Ujang mendekatinyaa dan mulai mencium pipinya, Anggun berontak berusaha sekuat tenaga menjauhi PaK Ujang, tapi Pak Ujang sangat kuat, Anggun tidak dapat berteriak karena mulutnya ditutup, saat pak Ujang mulai mendekap Anggun, kaki Anggun menendang sekuat tenaga sehingga berhasil membuat Pak Ujang terjatuh, Anggun segera melarikan diri menuju pintu, tapi pintu terkunci dan kuncinya ada di Pak Ujang, saat Anggun menghadap kebelakang ternyata Pak Ujang sudah berada tepat didepannya, dan Pak Ujang memukul Anggun sampai dia pingsan.

Melihat kondisi itu pak ujang panik, dia mengambil tali yang ada di ruangan kelas dan mengambil kursi lalu memakaikan tali itu seolah-olah Anggun bunuh diri setelah Anggun terikat didepan pintu ruang kelas, pak Ujang menendang kursinya dan Anggun merasakan lehernya terikat dan perlahan-lahan nafasnya pun tercekat dan dia melihat ke arah Lea sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Lea hanya bisa melihat situasi yang ada seolah dia menonton televisi, tiba-tiba semua ruang menjadi gelap, semua teman Lea ada disana, termasuk bu Ester, mata Lea pun terbuka kembali.

"Lea kenapa kamu berani masuk ke gudang seorang diri?" tanya Bu Ester

"Aku.. Aku diajak Anggun bu" ucap Lea

Wajah Bu Ester berubah seketika menjadi ketakutan

"Anggun.. Tidak mungkin Lea, dia pasti masih dendam kepada ibu makanya dia masih mengganggu sekolah ini" ucap Bu Ester histeris

Baru saja Lea mau menceritakan apa yang terjadi, tapi dia melihat ada pak Ujang dibelakang bu Ester.

Akhirnya Lea menutupi cerita tadi dari Bu Ester, saat pulang akhirnya Lea menceritakan semuanya pada Puri,Dinda dan Melan, semua sahabatnya juga tidak percaya bahwa Lea telah bertemu hantu di kelas kosong.

Mereka memutuskan malam ini untuk datang ke rumah Bu Ester dan menceritakan semua yang Lea alami, betapa kagetnya Bu Ester karena selama ini dia merasa Anggun benar-benar bunuh diri karena membencinya.

Pagi itu tim kepolisian pun dan keluarga Anggun datang ke sekolah lalu polisi berhasil menangkap Pak Ujang dan akhirnya setelah diinterogasi pak Ujang pun memgakui perbuatannya.

Untuk mengenang Anggun, maka ruang kelas kosong dibersihkan dan dijadikan perpustakaan kecil, supaya tidak terasa menyeramkan, saat Lea dan teman-teman sedang membaca dan bersantai, Lea melihat dipojok lemari ada siswi berkepang dua sedang tersenyum padanya.

"kalian kenal gak sih cewek yang dipojok itu" tanya Lea

Teman-temannya segera melihat ke arah pojok dan seketika menarik Lea untuk keluar ruangan.

"Ada apa sih?" tanya Lea setelah keluar

"karena tidak ada siapa-siapa dipojok ruangan tadi" ucap sahabat Lea serentak

Kembali ke Beranda