HOROR SHIFT TIGA (HANTU MERAH)
Horror
17 Dec 2025

HOROR SHIFT TIGA (HANTU MERAH)

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (87).jfif

download (87).jfif

17 Dec 2025, 09:18

download (86).jfif

download (86).jfif

17 Dec 2025, 09:18

Pagi ini Diego sengaja datang pagi-pagi untuk menemui pak Herman dan menginformasikan bahwa dia ingin tetap bekerja Di shift tiga.

"kamu yakin Diego, aku tidak ingin membuatmu tidak nyaman" ucap Pak Herman

"yakin pak, saya rasa Pieter juga tidak bermaksud jahat kepada saya, justru dari situlah saya semakin yakin kalau saya ingin terus bekerja disini" ucap Diego

"saya lega mendengarnya, jadi kita tetap bisa memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan" ucap Pak Herman lega

Setelah itu Diego berpamitan dan kembali malamnya untuk bekerja.

Seperti biasa Diego bertemu teman-teman lain yang sudah pulang dari shift dua.

"kamu anak shift tiga ya" ucap wanita bertubuh mungil dan wajah yang manis

"iya, kamu siapa? Aku sepertinya belum pernah lihat kamu" ucap Diego

"Namaku Mira, aku anak baru di shift dua" ucapnya

"oh begitu, senang kenal denganmu" ucap Diego

"iya aku juga, hati-hati ya Diego" ucap Mira

Diego melihat dari kejauhan Mira tampak menarik dengan sweater merahnya.

Dan akhirnya waktu yang ditunggupun tiba, setelah Diego menyiapkan semua alat untuk bekerja malam ini, tiba-tiba terdengar langkah kaki.

"srek..srek.."

"Hai Diego" sapanya dengan wajah pucat khasnya

"Hai Pieter" jawab Diego sambil menatap Pieter dengan tatapan yang bingung

"kamu tidak takut?" tanya Pieter

"takut kenapa?" tanya Diego

"aku tahu kamu sudah mengetahui ceritaku dari Herman" jawab Pieter

"aku tahu, tapi aku rasa kamu tidak bermaksud menyakitiku" ucap Diego bergetar

"kamu benar aku justru ingin membantu melalui kamu" ucap Pieter

"maksudmu?" tanya Diego

"kamu tahu diduniaku masih banyak hantu yang seperti aku, mereka meninggal dengan banyak misteri yang belum terselesaikan, oleh karena itu call center ini bisa menjadi media untuk mereka meminta kamu untuk menyelesaikan misteri tersebut" ucap Pieter

"kenapa aku?" tanya Diego

"karena kamu yang terpilih" ucap Pieter

"apa yang bisa kulakukan?" ucap Diego

"yang perlu kamu lakukan adalah mendengar, itu saja Diego" ucap Pieter

Suasana hening sebentar, lalu Pieter pun berdiri

"mau kopi?" tanya Pieter

"boleh" ucap Diego sambil tersenyum

Dan telepon pertama pun berbunyi

Kring...kring...

"halo" ucap Diego

"Tolong Diego" ucap suara wanita diseberang telepon

"dengan siapa ini?" jawab Diego, tapi sambil berfikir suaranya sepertinya dia kenal sambil mengingat

"aku Mira Diego" ucapnya

"Mira? Mira anak shift dua tadi" ucap Diego tenang mungkin dia butuh bantuan untuk kendaraannya fikir Diego

"kamu dimana? Apa yg terjadi?" tanya Diego sedikit panik

"aku jadi korban Begal Diego, mayatku dibuang di sungai Citarum oleh pembunuhku" ucap Mira sambil menangis

"Mira kamu bercanda kan?" ucapku masih tak percaya

"tolong aku Diego temukan pembunuhku, dan tolong bantu agar tubuhku ditemukan" ucap Mira dan telepon pun terputus

Tiba-tiba ada tangan yang mencolek pundak Diego

Saat Diego menengok ke belakang tak sengaja menyenggol gelas yang dibawa Pieter.

Prakkk

"maaf Pieter" ucap Diego sambil membersihkan pecahan gelas kopi itu

"kamu kenapa Diego?" ucap Pieter

"Mira Pieter, kita harus menolongnya" ucap Diego panik

"sabar, ada satu peraturan untuk shift tiga ini kamu tidak bisa meninggalkan ruangan ini sampai kamu selesai di shift tiga kamu" ucap Pieter

"lalu Mira bagaimana?" tanya Diego

"ingat kata-kataku kamu harus mendengar apa yang dikatakan seperti hari kemarin" ucap Pieter

Diego segera mengambil kertas dan menulis semua informasi yang disebutkan Mira tadi

Akhirnya sampai juga di akhir shift tiga, Diego segera ingin mencari tahu kondisi Mira, dan dia buru-buru absen

Brukk

Tak sengaja Diego menubruk pak Herman

"kenapa Diego, kamu sepertinya terburu-buru, apakah Pieter mengganggumu" ucap Pak Herman

"tidak pak... Pieter sangat baik" ucap Diego

"Pak Herman" ucap Diego

"Iya Diego" jawab Pak Herman

"Mira, anak baru di shift dua apakah dia benar baru masuk kantor kemarin?" tanya Diego

"oh iya benar, dia baru saja selesai training dan bekerja kemarin" ucap pak Herman

"dia membawa kendaraan apa ya pak?" tanya Diego

"saya kurang faham, tapi pos keamanan mencatat semua kendaraan karyawan mereka pasti tahu" jawab pak Herman

"oh baiklah, terimakasih pak Herman" ucap Diego

Dan Diego pun menuju ke parkiran, dan mampir ke pos security

"maaf pak, mau tanya" ucap Diego

"iya mas Diego bisa dibantu" jawab laki-laki pelontos berseragam hitam bernama santoso

"bapak tau anak baru shift dua namanya Mira?" ucap Diego

"yang mana ya mas?" tanya pak Santoso bingung

"anaknya kecil kemarin pakai baju merah" ucap Diego

"oh iya mas, saya ingat dia bawa motor mas, ada kok catatannya dibuku" ucap pak Santoso

Lalu Diego melihat buku log book pak santoso dan mencatat no polisi Mira dan Mencatat identitas Mira dari fc ktpnya yang ada dipos.

Langkah pertama Diego menuju ke rumah Mira, saat hampir sampai kerumahnya tiba-tiba Diego melihat motor Mira sedang diparkir didepan warung dipinggir jalan.

Diego berhenti dan mengecek lagi benar sekali no polisinya sama

Diego berpura-pura jajan ke warung dan memarkirkan motornya

Dia melihat dua pemuda sedang bicara sambil minum kopi.

"gila lo ji, sekarang gimana kalau kita ketahuan" tanya laki laki berambut panjang dengan jaket hitam

"tenang aja mat, ga ada yang tahu juga" jawab laki laki botak dengan Tato bunga ditangannya.

Setelah selesai ngopi mereka pergi dengan motor Mira

Diegopun membuntutinya, dan agak menjauh supaya tidak dicurigai.

Dan akhirnya mereka pun berhenti disebuah rumah diperkampungan, dan disana Diego ke warung terdekat dan menanyakan identitas pembegal tsb.

Setelah identitasnya lengkap, Diego segera meninggalkan tempat itu dan menuju rumah Mira, setelah tiba dirumah Mira, Diego menceritakan semua nya kepada orangtua Mira yang terlihat sangat khawatir dan sedih karena anaknya tidak pulang dan dikabarkan dibunuh

Tidak berapa lama Diego dan orangtua Mira melaporkan ke kantor polisi, dan Diego menginformasikan lokasi rumah pembegal tsb dan setelah itu mereka berdua ditangkap

Setelah mendapat pengakuan, polisi mencari mayat Mira dan menemukannya di pinggir sungai Citarum tersangkut pohon besar.

Akhirnya Diego sudah menjalankan amanat Mira, dan pulang kerumah untuk istirahat.

Begitu jam 7 malam Diego sampai lagi di tempat kerja, baju merah lewat.

"hi diego" ucapnya

"hi Mira" jawab diego pucat

--------

Kembali ke Beranda