Melodi
Teen
17 Dec 2025

Melodi

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2025-12-17T223623.766.jfif

download - 2025-12-17T223623.766.jfif

17 Dec 2025, 15:40

download - 2025-12-17T223620.743.jfif

download - 2025-12-17T223620.743.jfif

17 Dec 2025, 15:40

Namaku Dimas Prasetyo Anggara, biasa dipanggil Angga namun orang tuaku memanggilku Dimas.

Aku orang yang cukup populer disekolahan, bisa dibilang salah satu Mostwanted sekolah.

Aku cukup percaya diri, karna aku memang tampan sejak dini, banyak perempuan yang ingin menjadi kekasihku, namun aku tidak pernah tertarik dengan mereka.

Aku orang yang bebas, dan malas terkekang oleh sebuah hubungan.

Aku banyak belajar dari temenku yang bernama Reno, ia punya pacar yg namanya Sinta yang rempongnya bikin darah tinggi, terlalu posesive dan Aku merasa ngeri jika punya pacar sepertinya.

Hari ini, aku berniat keruang eskul musik untuk mengambil barangku yang tertinggal, sekolah nampak sunyi,karna semua siswa telah pulang kerumah masing masing.

Langkahku terhenti, ketika mendengar nada nada piano di ruang musik, itu membuatku penasaran siapa yang bermain piano sore sore begini?

Setelah nada nada intro itu, sebuah suara langsung menggetarkan hatiku,

Gila, sangat merdu.

Bait bait lirik dari lagu "someone like you" yang diciptakan oleh Adele terasa sangat merdu dinyanyikan olehnya, apalagi suaranya yang berirama dipadukan dengan ritme ritme piano yang sangat indah.

Perfect"

Aku tak tau siapa orang didalam sana, ia menghadap kebelakang, jadi aku hanya dapat melihat punggungnya, juga tangannya yang lihai memainkan note note piano.

Gila, ternyata sekolah ini juga punya siswa yang berbakat sepertinya? Namun setahuku, belum ada seseorang yang segitu mahirnya bermain piano seperti gadis didepanku ini.

Aku terlalu fokus tekagum kepadanya, hingga tampa sadar nyanyiannya berakhir, didalam sana terdengar gaduh, sepertinya gadis itu ingin pulang?

Aku segera pergi keruangan sebelah ruang musik, agar aku tak tertangkap basah mengintipnya bermain.

Beberapa menit kemudian, ruangan itu terasa sunyi

Apakah dia udah pergi?"batinku bertanya tanya, dan perlahan aku memberanikan diri untuk keluar dari persembunyianku.

Perlahan, aku masuk kedalam ruang musik, Pianonya sudah rapi kembali, aku menghela nafas pelan,lalu mengambil gelangku yang ketinggalan tadi diruang itu

Esoknya

Aku celingak celinguk mencari seseorang kemarin, punggung kecil dengan tangan yang cantik.

Walaupun mustahil aku bisa menemukannya di banyaknya murid yang bersekolah disini.

Namun setidaknya aku ingat postur tubuhnya.

Aku menghela nafas, ternyata mencari seseorang itu tidak segampang itu, hingga Rion temanku menghampiriku bersama Reno.

Woy, Angga! Cari apa loh? Cari gebetan yah?"goda Reno padaku.

Aku langsung menabok kepalanya,

Kepo lo!"ucapku sambil melanjutkan aksiku mencari gadis itu, entah kenapa aku begitu ingin tau siapa dia.

Cari apasi?"tanya Rion yang mulai penasaran denganku.

Mendengar pertanyaan temanku, aku menghela nafas pelan,

Lo tau nggak cewe yang jago nyanyi sama main piano disini?"tanyaku pada Rion dan Reno.

Rion dan Reno saling pandang,lalu mereka mengindikan bahunya pelan tanda tidak tau.

"Perasaan disini nggak ada murid yang kayak gitu"ucap Rion dan diangguki oleh Reno.

Kenapa si? Lo mau gebet ya?!"tuduh Reno membuatku menghela nafas kembali, dan memilih mengacuhkannya.

Dasar lambe turah !" sindirku pada Reno, karna bukan apa apa Reno begitu kepo, Reno ini paling nggak bisa diajak bicara sesuatu yang private, soalnya mulutnya sangat Lambe sekali, semenit dapet informasi 1 jam kemudian seluruh sekolah pada tau.

Aku meninggalkan mereka berdua dengan malas, sepertinya aku akan menunggunya kembali keruang musik.

Aku naik ke rootof untuk tidur dan mengatur alarmku hingga jam pulang, kebetulan sekali guru guru sedang ada pertemuan sesama guru jadi anak anak disuruh pulang cepat.

Pukul 03.00 aku terbangun karna suara dering Alarm.

Aku menetralkan fikiranku, agar tidak pusing, lalu kembali turun ke lantai bawah diruang musik.

Namun orang yang sedari tadi kutunggu, tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya, hingga suara derap langkah, membuatku menoleh dan langsung bersembunyi dibalik tembok.

Untuk pertama kalinya, aku melihat wajahnya, sangat manis dan cantik, kenapa aku tak pernah melihatnya?

Mungkin dia gadis yg tertutup?

Dan dari sini aku mulai penasaran siapa namanya? Dari mana dia? Dan masih banyak lagi pertanyaan tentang dia.

Aku bersandar ditembok, sembari menikmati note note piano yang disusun dengan indahnya.

Kali ini ia memainkan lagu "love your self"

Sangat indah dan aku seketika terhanyut dalam alunan musiknya.

Hingga beberapa saat keadaan terasa sunyi,

apakah dia sudah pulang?"

Namun kala aku ingin mengeceknya, langkahku terhenti ketika mendengar ritme piano yang sangat membuatku tercengang.

Bagaimana bisa?!

Ini lagu Sonata Hammerklavier opus 106 by beethoven, lagu yang sangat sulit untuk dipelajari.

Oh my good!

Aku semakin penasaran dengan dirinya.

Walaupun tidak seluruh lagu dimainkannya, tapi setengah saja sudah membuatku tercengang.

Oh perfect girl! Sepertinya dia baru belajar lagu ini, tapi bagaimana bisa?

Aku tau banyak hal tentang piano, karna keluargaku berasal dari keluarga musisi, dan pamanku adalah pemain piano yang terkenal.

Aku pulang dengan raut wajah yang berseri, bunda bahkan heran melihatku, entahlah perempuan itu menghantui pikiranku.

Aku bahkan tak tau namanya,

Oh iya, bagaimana kalau dia kupanggil melodi?

Bukankah cocok dengannya? Melodi yang mengeluarkan ritme ritme indah pada dirinya yang tersusun rapi, namun tersembunyi keberadaannya?

Sangat mengagumkan, aku menyebutnya Melodi.

Sungguh, aku ingin berkenalan dengannya, menanyakan banyak hal padanya, mengagumi keindahannya.

Melodi...

Sejak hari itu, aku mulai mengaguminya diam diam, mengikutinya kemana mana bak seorang stalker, tapi aku tak cukup berani untuk menunjukan diriku padanya,

Entah kemana hilangnya kepercayaan diriku yang tinggi itu.

Dia satu satunya perempuan yang menenggelamkan percaya diriku begitu saja.

Melodi, gadis dengan segala keindahannya yang tertutupi, bak irama yang hanya bisa didengar namun tak bisa dilihat.

Dia wanita menarik, dan aku harap dia tak sadar aku selalu melihatnya dari jauh.

Hari ini aku kembali melihatnya, bersandar didepan ruang musik, mendengarnya bernyanyi, dan aku selalu merekam nyanyiannya untuk ku dengar, ketika aku sedang rindu kepadanya.

Aneh, aku sadar aku telah jatuh cinta padanya, tapi aku bahkan tak tau namanya, aku hanya memanggilnya"melodi"

Aku selalu terhanyut ketika mendengar dia bernyanyi, lalu tampa sadar aku memejamkan mataku, menghayati setiap lagunya, hingga tampa sadar musiknya berhenti.

Aku membuka mataku perlahan dan kulihat seorang gadis yang selama ini menghantui fikiranku, tentu saja aku terkejut, aku tertangkap basah sekarang,

Dan bodohnya layar hp ku masih terus merekam.

Bodoh!

Kamu siapa?"tanyanya membuat jantungku berdetak cepat

Lihatlah, suaranya sangat merdu"batinku sambil terus menatapnya

Kamu senior kelas 3 yah? Maaf aku pake ruang musiknya"ucapnya dengan nada menyesal, sedangkan aku hanya diam dan tak menjawabnya.

Kalau begitu aku pulang dulu yah"ucapnya sambil membungkuk hormat dan melangkah pergi dari hadapanku.

Namun refleks tanganku menahan tangannya,

Jangan pergi"ucapku membuatnya bingung.

Maksudnya?

Aku Dimas Prasetyo Anggara, panggil aja Diman atau enggak Angga"ucapku sambil memberikan tanganku untuk diajak kenalan.

Ia yang awalnya bingung langsung mengangkat sudut bibirnya tanda tersenyum

Aku Rania Alexandrani panggil aja Alexa"ucapnya sambil mengambil uluran tanganku.

Salam kenal Melodi"ucapku membuat Alexa kembali mengerutkan keningnya.

Melodi?"

Iya boleh kan aku panggil kamu melodi, kamu mirip banget sama Melodi lagu ada tapi tersembunyi"ucapku membuat Alexa terkekeh.

Kamu aneh, kalau gitu aku panggil kamu em Gara? Setidaknya nyambungkan dari pada kamu enggak haha"ucap Alexa membuat aku juga tertawa.

Mau main piano bareng?"tanyaku pada Alexa

Em boleh

End

Kembali ke Beranda