Gambar dalam Cerita
Hari ini Sandra sedang mengikuti pelatihan Paskibraka disekolahnya, banyak sekali latihan yang harus dipelajari sebelum tampil dalam upacara di Istana negara untuk minggu depan di acara HUT Kemerdekaan.
Sandra memang memiliki postur tegap dan tinggi yang membuat dia cocok untuk masuk di tim paskibra, Dina sahabatnya biasanya menunggu Sandra selesai latihan, tapi hari ini Dina tidak bisa, dia harus mengantar ibunya berobat ke dokter.
Hari semakin sore, latihan terus dilakukan agar semua gerakan dapat terlaksana dengan sempurna, dan minim kesalahan.
Dito datang menghampiri Sandra
"San, nanti pulang sama siapa?" tanya Dito
"Gak tahu To, kayanya sendiri soalnya si Dina sudah pulang" jawab Sandra
"Nanti bareng aku aja San" ucap Dito
"Boleh to" Ucap Sandra spontan
Dan tidak terasa hari sudah mulai malam, suasana sudah mulai gelap dan sepi
satu persatu anggota paskibra yang lain sudah mulai pulang, dan sekarang hanya tinggal Sandra yang masih menunggu Dito pulang, Dito masih meeting dengan pembina paskibra yang lain.
Dan tidak lama Dito keluar
"San, maaf ya kayanya meeting nya masih lama kamu gapapa nunggu aku lebih lama" Ucap Dito
"Oh gitu ya To, kayanya aku gak bisa lama lagi To, mamaku sudah teleponin aku dari tadi, ya udah gapapa aku pulang naik angkot saja deh to" ucap Sandra
"maaf ya Dra, jadi bikin kamu kemaleman" ucap Dito merasa bersalah kali ini
"Iya gapapa To, kan bukan salah kamu" jawab Sandra
Lalu sandrapun meninggalkan sekolah dan menuju ke halte
Suasana malam yang gelap dan sepi dan belum ada angkot yang datang sampai saat ini.
Tiba-tiba saat Sandra mulai putus asa untuk kembali ke sekolah menemui Dito, ada sinar lampu menyorot ke arah halte.
Akhirnya Sandrapun menaiki angkot tersebut, suasana angkot cukup ramai ada sekitar empat orang duduk dibelakang, dua laki-laki dan dua perempuan.
dan satu orang duduk dekat supir seorang wanita dengan kerudung, saat Sandra menaiki angkot tersebut suasana sangat hening, mereka melihat Sandra tanpa suara, wajah mereka pucat dan bawah mata mereka memiliki lingkaran hitam, sepertinya ini efek lampu angkot yang membuat kulit menjadi pucat, fikir Sandra.
Mobil berjalan perlahan-lahan, supirnya sepertinya menyetir dengan hati-hati dan berjalan terus disepanjang jalan, tapi tiba-tiba Sandra merasa supir salah berbelok, dia malah menuju ke arah kebun yang sepi, apakah supir memotong jalan? fikir Sandra.
"Maaf pak, rumah saya bukan kearah sini" ucap Sandra kepada pak supir
Supir hanya melihat sekilas, dan tidak berkata apapun
Sandra menjadi gregetan "Pak rumah saya tidak lewat arah sini" ucap Sandra sekali lagi
Dan kali ini semua penumpang melihat ke arah Sandra dengan tatapan yang aneh
Bulu Kuduk Sandra berdiri, dia merinding entah mengapa situasi ini menjadi sangat aneh
"Pak.. pak saya turun disini saja" ucap Sandra
dan Mobil angkot itupun berhenti dan Sandrapun turun.
Angkot yang aneh dan supir yang aneh, fikir Sandra, lalu Sandra pun berjalan ke arah jalan raya, tapi Sandra baru sadar setelah dia menengok ke belakang angkot itu tidak ada, bahkan tidak ada jalan raya disini, hanya ada kebun kosong yang luas dan...
Kuburan, banyak kuburan disini Sandra merinding sekali lagi dan berlari menuju jalan yang terdekat.
Tiba-tiba ada sinar lampu yang meneranginya
"Sandra" ada suara yang memanggilnya
Sandra memejamkan matanya, melihat sorot lampu yang sangat meneranginya
saat kondisi mulai jelas, Sandra melihat Dito dan motor vespa hitamnya.
"Dito" ucap Sandra senang
"Aduh San, aku dari tadi berusaha kejar kamu, tapi kok kamu jalannya cepat banget sih" ucap Dito
"Maksudmu?" tanya Sandra
Iya aku itu lihat kamu nunggu di Halte, aku sudah panggil kamu tapi kamu gak denger, kamu malah jalan terus, sampai aku kehilangan kamu, kamu aneh banget sih, nagapain coba jalan malam-malam, kenapa gak nungguin aku saja tadi" ucap Dito panjang lebar
Sandra shock mendengar cerita Dito
"Jalan??" tanya Sandra sekali lagi
"Iya kamu jalan kaki cepet banget" jawab Dito
"Tapi tadi aku naik angkot Dit, dan aku berhenti disini karena dia salah belok, tapi...." Sandra berhenti bicara
"Naik angkot? aku gak lihat ada angkot lewat dari tadi San, tapi kenapa?" tanya Dito bingung
"Tapi aneh dit, supir dan penumpangnya wajah mereka pucat semua dan mereka berhenti disini, padahal inikan kuburan" ucap Sandra panik
"Ya sudah, ayu aku antar pulang, cepat" ucap Dito
Lalu Sandrapun naik motornya Dito, dan tiba-tiba ditengah jaln ban motor Dito kempes
"San, maaf ban motor ku kempes" ucap Dito lirih
"Ya Dito, aku gimana pulangnya" ucap Sandra bingung
"Itu ada angkot San, sebentar aku berhentiin dulu" ucap Dito sigap
dan angkot itu pun berhenti tepat didepan Sandra dan Dito, Sandra melihat supir dan penumpang yang sama.
"Ditoooooo..........."