Gambar dalam Cerita
James saat ini mulai memasuki koridor loby yang panjang, dia akan memulai hari barunya sebagai staf Akuntan di Bondan Law and Firm, kantornya sangat bonafid terletak di area strategis di wilayah Sudirman, gedung tinggi menjulang sampai 78 lantai, dan James melihat banyak profesional dengan pakaian yang sangat elegan hilir mudik di perkantoran tersebut.
Dan James memasuki Lift menuju Lantai 13 kantor barunya berlokasi disana, saat pintu lift terbuka, James melihat koridor sepi lagi yang ada disana, dan James pun berjalan melewati koridor hingga sampai di ruangan dengan pintu bening dan disana sudah ada resepsionis yang menyambut James dengan ramah, dan saat James menunjukkan surat penugasannya, Resepsionis itu mengantarkan James ke ruangan HRD.
"Silahkan Pak James, ini ruangan Pak Andrew Manager Akuntan disini" ucap Lisa sang Resepsionis
"Baik Terimakasih mbak" ucap James sopan
Pak Andrew menyambut kedatangan James dengan ramah
"Silahkan duduk James, selamat saya ucapkan lebih dahulu atas keberhasilan bapak sudah bergabung diperusahaan kami" ucap Pak Andrew
"Terima kasih pak, saya harap saya dapat memberi kontribusi yang baik pada perusahaan ini" jawab james
"Pasti, saya sangat menyambut kamu dengan baik, karena memang saya kehilangan staf saya beberapa bulan ke belakang dan banyak pekerjaan yang menumpuk dan butuh diselesaikan" ucap Pak Andrew menaruh harapan kepada James untuk membantunya.
"Baik Pak" ucap james bersemangat
Dan Pak Andrew mengantrakan James ke ruangannya yang terletak di pojok sudut gedung, sambil memperkenalkan rekan-rekan lainnya.
Dan hari itu dilewati James dengan cukup baik, rekan-rekan sekantornya cukup ramah dan banyak membantunya dalam mempelajari ruang kerja barunya. Dan betul kata Pak Andrew James harus sudah siap dengan banyaknya laporan yang belum terselesaikan.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan jam 5 sore, semua karyawan bersiap-siap untuk pulang, dan James masih melihat banyaknya kertas yang menumpuk di mejanya sehingga dia urungkan untuk pulang tepat waktu seperti mereka.
"james ayu pulang" sapa Mira rekan kerjanya yang duduk di seberang James
"Nanti saja Mir, sebentar lagi aku selesaikan pekerjaan hari ini dulu" ucap James sambil tersenyum
"Santai sajalah hari ini hari pertama kamu, jangan terlalu keras" ucap Mira menghampiri James
"Iya mir tidak apa-apa kok" jawab James sambil tersenyum lagi
"James, kamu masih baru, kamu belum tahu ada apa saja dikantor ini, sebaiknya kamu pulang jangan terlalu malam nanti" ucap Mira dengan nada khawatir
"Baik Mir, aku usahakan sebelum gelap aku sudah pulang" ucap James bersemangat
Entah mengapa hampir semua rekan-rekan James menatap James aneh dan mendekati Mira dan mereka sepertinya membicarakan James kepada rekan lainnya.
"Apakah aku terlalu bekerja keras, mungkin aku terlalu terlihat aneh saat ini" fikir James
"Hai James" sapa Pak Andrew
"Iya pak" jawan James
"Aku lihat kamu sangat bersemangat, aku senang sekali dengan energi baru seperti kamu" ucap Pak Andrew
"Iya pak, emang benar kata Bapak banyak sekali pekerjaan yang tertumpuk" ucap James
"Semangat kamu James aku sangat menyukainya, lanjutkan ya, tapi hari ini aku sangat tidak fit jadi aku harus pulang sekarang" ucap Pak Andrew
"Baik pak hati-hati" ucap James
"Justru kamu yang harus hati-hati" ucap Pak Andew dengan nada misterius
"Baik pak" entah mengapa sepertinya kata-kata hati-hati itu menjadi nada yang ditekankan oleh Pak Andrew
Waktu sudah menunujukkan jam 9 malam, sebentar lagi laporan tersebut akan selesai.
Tiba-tiba mesin fotokopi menyala sendiri
dan ruangan Pak Andrew nyala tiba-tiba, James merasa ada yang tidak beres disini, dia mulai berjalan ke arah koridor dan melewati ruangan ke arah mesin foto kopi.
Dan tiba-tiba dia melihat di tempat mesin foto kopi ada seorang gadis sedang mengahadap mesin foto kopi, James lega berrarti dia tidak sendiri di ruangan ini, dan masih memiliki teman, dan James menghampirinya.
"Mbak, maaf kamu lembur juga ya?" tanya James
Tiba-tiba gadis itu menghadap ke arah James dan yang membuat James kaget adalah gadis itu tidak memiliki muka smeua polos.
James langsung lari ke arah ruangannya, badannya sangat gemetar dan keringat dingin pun mengucur, dan James mengambil tasnya dan lari ke arah pintu, dan menuju liftnya.
Tiba-tiba gadis tanpa muka itu sudah ada didalam lift saat pintu lift terbuka
"Kamu... mau apa?" tanya James
Gadis itu hanya diam menatap James dan tiba-tiba tubuh James tertarik untuk masuk kedalam Lift
"Tolong jangan ganggu aku" ucap James ketakutan
Dan gadis itu membuat lift terasa sangat ringan dan membawa James kembali ke ruangannya dengan gadis itu, James melihat ada gadis yang berpakaian sama sedang memfoto kopi tapi gadis ini memiliki wajah yang cantik, dia hanya seorang diri sepertinya teman yang lain sudah pulang.
Tiba-tiba ada empat orang mendekati dia diantaranya Mira
"Bela, kamu itu selalu cari muka sama atasan dengan lembur seperti ini, kamu tahu gara-gara kamu sekarang kami tidak bisa pulang tepat waktu" ucap Mira
"Tapi aku hanya ingin menyelesaikan tugasku" ucap Bela dengan wajah ketakutan
"Tidak apa-apa kalau itu tidak merugikan kita, tapi kelakuan kamu itu membuat kita semua sekarang harus ikut lembur seperti kamu" ucap Roy laki-laki dengan tubuh gempal
"Lalu kenapa kalian menyalahkan aku?" tanya Bela
"memang ini semua salahmu" ucap mereka beramai-ramai, dan tanpa sadar Mira membenturkan wajah Bela ke mesin foto kopi sampai Bela tidak sadarkan diri
"Bagaimana ini" tanya Mira
"Kalau dia lapor Pak Andrew kita pasti dikeluarkan" ucap Roy
kita bersihkan darahnya, dan kita harus membawa dia ke tempat lain, dan mereka segera ergi membawa Bela ke taman belakang gedung, dan dengan teganya mereka memukul wajah Bela sampai wajah Bela hancur dan Bela tidak bernafas lagi.
mereka menguburkan Bela di taman belakang itu, dan sampai saat ini tidak ada yang tahu apa yang diperbuat oleh mereka.
"Hai James, kamu pulang jam berapa tadi malam?" tanya Mira ke James pagi ini
James melihat Mira ketakutan "Aku... aku hanya sampai sore saja kok mbak Mira" ucap James gugup
"Oh baiklah bagus, awas saja" ucap Mira tidak menyelesaikan kalimatnya seperti ada nada ancaman
Seharian ini James tidak tenang mengetahui dia bekerja dengan rekan-rekan yang telah membunuh Bela karena kesalah pahaman.
Ada niat James untuk memberitahu Pak Andrew tentang masalah ini, saat James berjalan ke ruangan Pak Andrew tiba-tiba dia melihat Mira ada disana
"Dia berbohong sayang, pasti dia juga karyawan yang cari muka, masa dia bilang dia pulang sore padahal di CCTV dia pulang hampir jam sembilan malam" ucap Mira
"Jangan sampai bos besar tahu tentang hal ini" ucap Pak Andrew
"Lalu bagaimana jika kita berbuat hal yang sama seperti kepada Bella kalau dia macam-macam" ucap Pak Andrew
"Coba kita lihat malam ini" ucap Mira
Tiba-tiba James shock mendengar apa saja yang baru saja dibicarakan
Dia berjalan kembali ke mejanya, dan disitu dia melihat kertas sudah bertumpuk kembali di mejanya dengan note : besok di kumpulkan
James kehilangan akalnya bagaimana bisa Pak Andrew terlibat hal seperti ini
Waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, semua rekan - rekan pamit dan James mulai ditinggalkan sendirian, keringat bulir James mengucur deras, tapi dia mengalihkan semua ketakutan kepada pekerjaannya.
Dan kejadian itu terulang, mesin foto kopi yang menyala sendiri, dan juga lampu ruangan pak Andrew yang berkedap -kedip, James mulai membayangkan Bela ada di mesin foto kopi
tetapi tiba-tiba lampu gelap gulita, semua mati total tidak ada yang menyala
Ada seberkas cahaya terlihat, seperti sinar dari handphone
"Siapa... siapa kamu?" tanya James
Ada dua orang bertopeng mendatanginya, "James kami sangat benci dengan orang yang cari muka" ucap suara wanita yang dikenalnya seperti suara Mira
"Aku tidak cari muka, tapi aku hanya bertanggung jawab terhadap pekerjaan ku" ucap James
"Dasar orang-orang seperti kamulah yang membuat karir saya tidak bisa naik, hanya diam ditempat saja" ucap suara laki-laki yang James kenal suara Pak ANdrew
Tapi tiba-tiba listrik menyala, pak Andrew dan Mira sangat kaget, ternyata mereka membawa senjata tajam ditangannya
Dan tiba-tiba Mira terpental jauh ke sudut
Pak Andrew sangat kaget dibuatnya
"Kamu... kamu bagaimana kamu ada disini" ucap Pak Andrew
Dan disitulah James melihat Bela di Hantu tanpa muka ada disana
"Kalian memang orang jahat" ucap Bela dengan wajah amarah yang membabi buta
Pak Andrew pun terlempar jauh ke sudut ruangan
"Ampun Bela" ucap Mira
"Kami tidak bermaksud seperti itu" ucap Mira
Tetapi Bela semakin menjadi murka "Kalian harus bertanggung jawab, muka kalian harus sebagai ganti untuk mukaku"
"Jangan Bela, Jangan tolong jangan kamu balas dendam kepada kami" ucap Mira bersuara ketakutan
Dan tiba- tiba mereka berdua terlempar ke jendela dan jatuh ke lobi bawah gedung.
James sangat kaget dan ketakutan melihat kejadian tersebut, dia benar - benar tidak bia menggerakkan tubuhnya, sehingga datang security kantor yang menghampirinya, dan setelah itu James menjadi saksi kepada polisi atas apa yang terjadi hari itu.
Saat semua polisi sudah menginterogasi JAmes, James pun keluar dan menuju koridor kantornya dan menuju lift, dan ternyata di dalam lift, ada HAntu bela tapi kali ini dia sudah memiliki wajah Mira.