HOROR KOTA MATI
Horror
22 Dec 2025

HOROR KOTA MATI

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2025-12-22T214731.571.jfif

download - 2025-12-22T214731.571.jfif

22 Dec 2025, 14:47

download - 2025-12-22T214727.561.jfif

download - 2025-12-22T214727.561.jfif

22 Dec 2025, 14:47

Isabel hari ini sedang menyiapkan semua pakaiannya untuk pergi ke rumah neneknya di Malang, Akomodasi tiket sudah disiapkan untuk perjalanannya kali ini, karena dia hanya berdua saja dengan Rai teman sekosnya, mereka merencanakan liburan kali ini harus berpetualang ke tempat kelahirannya di Malang.

Satu Jam Isabel menunggu tetapi Rai masih belum datang, akhirnya Isabel memutuskan untuk naik bus berikutnya kali ini, kalau tidak dia bisa ketinggalan kereta api, hampir saja Isabel mengangkat kakinya, tiba-tiba terdengar suara Rai

"Isabel tunggu... tunggu..." ucap Rai ternegah engah

"Aduh Rai, untung saja hampir saja terlambat sedetik lagi" ucap Isabel geram dengan kebiasaan Rai yang jam karet

"Maaf Bel aku kesiangan" ucap Rai

"Terus kalau kamu ga jadi ikut, aku sendirian kenapa coba ga pasang alarm saja" ucap Isabel kesal

"Iya maaf... maaf..." ucap Rai

"Sudah sekarang kita fokus ke perjalanan kita saja, kamu gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Isabel

"Sepertinya gak kok, aku sudah siapin sejak malam" jawab Rai bersemangat

Akhirnya mereka berdua sampai di stasiun, tidak berapa lama kereta yang mereka naiki sudah tiba

"Wah pas sekali, coba kalau aku masih nungguin kamu, bisa gak jadi pergi kita kali ini" ucap Isabel menyindir Rai

"Kenapa sih masih bahas itu aja, yang penting kan kita sudah naik kereta tepat waktunya" ucap Rai bernada cuek

"Rumah nenek ku itu masih Asri banget Rai, rumahnya ada di tengah hutan Pinus, yang pemandangannya sangat indah saat siang, tetapi cukup mengerikan kalau kamu berjalan sendirian malam hari" cerita Isabel

"Serius Rai, terus kita kesananya naik apa?" tanya Rai

"Naik angkot sampai depan taman kota, terus kita lanjutkan naik ojeg sampai di pintu pegunungannya" ucap Isabel

"Langsung sampai dirumah nenekmu?" tanya Rai

"Ya belum lah masih jauh lagi jadi kita nanti jalan kaki masuk ke hutan pibus, kira-kira sampai sorelah kita di rumah nenek ku Rai" ucap Isabel

"wah benar-benar berpetualang banget ya Rai, tapi kamu gak mungkin nyasar kan?" tanya Rai

"Ya gak mungkinlah itukan kampung halaman nenekku" ucap Isabel sombong

Lalu mereka kan mulai menaiki angkot menuju ke tempat yang dituju, tidak terasa hari sudah mulai sore saat mereka tiba, jalanan sangat macet kondisinya, dan mereka sudah mulai keringatan saat sampai di angkot tersebut, lalu tibalah mereka dipangkalan ojek, Isabel dan Rai harus naik ojeg yang berbeda, menuju pintu gunung pinus yang dituju.

"Isabel jangan buru-buru bilangin tukang ojeknya, aku takut nyasar" ujar Rai

"Iya bawel, aku kan sudah bilang ke tukang ojek kamu berhenti di pintu gunung pinusnya" ucap Isabel

Sekitar 30 menit lewat jalan rusak dan berkelok-kelok, akhirnya samapi juga mereka berdua di pintu gunung pinus tersebut

"nenek kamu gak takut tinggal di Gunung bel?" tanya Rai penasaran setelah melihat lokasi yang sangat jauh dari perkotaan

"Gak lah Rai, kalau kamu sampai juga kamu pasti akan sangat senang dengan pemandangannya sangat damai sekali" ucap Isabel bersemangat mengingat rumah neneknya yang sangat dirindukannya

"Terus besok kita kemana?" tanya Rai

"Besok kita baru jalan jalan ke Bromo, ke kota Malangnya sekalian kita wisata kuliner" ucap Isabel

"Baik lah siap, sekarang kita istirahat dulu di rumah nenekmu kan?" tanya Rai

"Iya dong, aku kan kangen sama nenekku" ucap Isabel

mereka melanjutkan perjalanannya, tidak terasa hari mulai malam, dan sepertinya suasana mulai terasa mencekam, bahkan Isabel mulai merasa ragu dengan jalan yang ditapakinya, beberapa kali Isabel menelepon nenek, tidak ada sinyal yang didapatnya.

"Bel, kok belum sampai aku sudah capek, dan sepertinya kita sudah berjalan jauh sekali" ucap Rai

"Iya tapi aku yakin ini jalannya Rai, sabar ya" ucap Isabel menenangkan

Hampir jam tujuh malam jam ISabel menunjukkan mereka sudah berjalan selama tiga jam lebih, dan biasanya untuk mencapai rumah nenek hanya sekitar satu setengah jam saja.

"Maaf ya Rai sepertinya aku benar-benar kehilangan jejak, kita tersasar" ucap Isabel jujur ditengah-tengah hutan pinus

"Isabel kok bisa? terus suasananya seram banget lagi, terus kita bagaimana?" ucap Rai panik

"Kita menginap disini dulu ya sampai besok pagi, aku tidak berani jalan lebih jauh lagi" ucap Isabel sambil memandangi sekeliling tetapi tiba-tiba secercah harapan datang, didepan mereka terlihat ada pemukiman yang terang dengan banyak cahaya lampu

"Rai lihat" ucap Isabel

"Apa bel?" jawab Rai lelah

"itu ada pemukiman, mungkin malam ini kita kan menginap disana dulu" ucap Isabel

"Baiklah terserah kamu saja" ucap Rai pasrah

Mereka berjalan masuk ke gerbang kota sekelilingnya masih terlihat ramai orang berlalu lalang

"Maaf pak, boleh kami numpang menginap disini?" tanya ISabel kepada seorang bapak tua yang berjalan didepannya

Bapak tadi hanya melihat saja tanpa menjawab pertanyaan Isabel, tetapi tangannya meminta mereka berdua untuk mengikutinya

Berjalan sebentar, akhirnya Isabel dan Rai sampai ke rumah gaya klasik jawa, mereka masuk kedalam ruangan yang gelap hanya ditemani lampu lilin saja.

"Terimakasih ya pak, kami sudah boleh menginap disini" ucap Isabel melihat kebaikan bapak tua tadi kepada mereka

tapi seperti biasa bapak tua itu hanya tersenyum saja dan tidak berbicara sama sekali

"Tidak menyangka ya di tengah hutan begini ada kota juga ya Bel" ucap Rai

"Iya Rai, tapi anehnya setiap aku kesini aku belum pernah melihat kota ini" ucap ISabel bingung

"Tapi tidak apa-apa deh ini saja sudah lumayan, daripada kita menginap di hutan sendirian" ucap Rai

Setelah masuk kekamar kecil yang ditunjukan oleh si Bapak tua tadi Isabel dan Rai menaruh tas yang dibawa mereka, mereka sudah bersiap-siap untuk tidur karena rasa lelah yang dijalani hari ini.

Baru saja Rai dan ISabel mau rebahan, tiba-tiba terdengar suara ramai banyak sekali orang didepan rumah, mereka mengintip dari jendela kamar

Ada Api Unggun besar, dikelilingi hampir semua warga, sepertinya ada upacara yang berlangsung dan mereka terlihat sangat gembira, si Bapak TUa tadi juga terlihat seperti memimpin upacara.

Isabel dan Rai hanya melihat satu sama lain

"Rai aku sudah ngantuk tidur saja yuk, biarin saja mereka sedang upacara" ucap Isabel

"Iya Bel, aku juga tidak mau melihat acara itu, mending aku tidur saja"

Dan akhirnya mereka terlelap

Isabel tersentak terbangun merasa ada yang aneh dia membuka matanya, ternyata Dia dan Rai sudah diikat di papan kayu dekat api unggun.

"Loh kok kami dibawa kesini?" tanya Isabel "Rai.. bangun.. Rai bangun" teriak ISabel kepada Rai

Tetapi itulah Rai dia adalah anak yang pelor, tidak mudah untuk dibangunkan, sangat tidak mungkin untuk Rai bangun mendengar suara yang ramai seperti ini.

Bapak tua tadi hanya melihat ISabel sambil tersenyum dan melanjutkan upacara nya kali ini.

Isabel merasa ada sesuatu yang tidak beres, dia merasa semua warga disini memiliki wajah yang pucat dan sangat kaku, bahkan banyak beberapa wajah yang memiliki wajah yang cacat seperti luka bakar, dan penuh darah.

"Tolong....tolong..... " teriak Isabel tetapi sepertinya saat ini tidak akan ada seorangpun yang akan menolongnya.

Tiba-tiba warga membawa papan kayu Isabel dan Rai ke tengah-tengah api unggun

"Tidaaakkkkkk.... tolong.... tolong kasihani kami" teriak Isabel

dan mereka masuk kedalam api unggun Isabel berteriak sekencang mungkin

"Tolongggggggggggggggggggggggg nenekkkkkk" teriak ISabel

TIba-tiba Isabel melihat semua warga dan bapak tua tadi menghilang yang ada hanya hutan pinus kosong dengan banyak reruntuhan rumah dan kuburan yang ada didalam hutan pinus tadi

"Rai... bangun... Rai" teriak Isabel

matahari sudah mulai terbit, dan Suasana menjadi lebih terang

"Kenapa sih Bel? kamu teriak teriak gitu, pusing tau aku mendengarnya" ucap Rai sambil membuka matanya

"Syukurlah kamu akhirnya bangun juga Rai" sapa Isabel lega

"Kok kita ada di sini? rumah bapak tua tadi mana? dan kenapa kita tidur ditanah seperti ini?" banyak pertanyaan yang diajukan Rai

"Nanti aku ceritakan, sekarang kita harus ke rumah nenek dulu" jawab Isabel

"iya" ucap Rai

Setelah 30 menit mereka berjalan akhirnya mereka berdua menemukan rumah nenek Isabel, dan sampai disana akhirnya Isabel menceritakan semua yang terjadi kepada nenek, dan Rai sangat ketakutan ketika mendengarnya.

"Iya dulu ada perkotaan di gunung ini yang dijadikan perumahan seperti vila, dan banyak yang sudah menghuni dan tinggal disana, tetapi pada suatu malam terjadi kebakaran yang sangat hebat semua vila disana terbakar habis dan semua penduduk disana meninggal semua" cerita nenek

"Ya ampun, hampir saja kita jadi korban dari warga dikota mati tersebut" ucap Rai dengan nada ketakutan

dan saat melewati hutan pinus tersebut, tiba-tiba dikejauhan Isabel melihat bapak tua tadi melihatnya dari pohon pinus diatas bukit.

Kembali ke Beranda