Gambar dalam Cerita
Pagi ini Dera sedang mengunjungi rumah bibi Dera di daerah Bogor, kebetulan Dera sedang libur kuliahnya, dia mengajak adiknya Lea untuk main ke rumah Bibi Ane sudah lama mereka tidak kesini, kebetulan rumah Bi Ane di daerah puncak sangat sejuk dan bisa dijadikan tempat liburan yang menyenangkan.
Baru saja mereka sampai Bi Ane sangat menyambut kehadiran mereka, ditambah anak-anak Bi Ane sudah banyak yang berkeluarga jadi Bi ane hanya tinggal dengan Mang Asep saja suaminya.
"Bagaimana kabar mamah kalian?" tanya Bi Ane
"Alhamdulillah baik Bi, dia juga titip salam buat Bi Ane sama Mang Asep" jawab Dera sambil makan rengginang yang ada di meja
"Alhamdulillah senang mendengarnya, mudah-mudahan lebaran tahun ini semua bisa berkumpul ya disini" ucap Bi Dera
"Iya Bi, mama sekarang lagi banyak kerjaan dinas di luar kota" ucap Lea
"Iya mamah dan papah mu memang hebat karir mereka sukses, tidak seperti bibi dan mamang yang hanya bisa berkebun saja disini" ucap Bi Ane merendah
"Disini sangat nyaman bi, hiduppun lebih tenang" jawab Dera sambil mencivipi serabi buatan bibi
"Kalian nanti kalau mau jalan biar mang Asep saja mengantar kalian" ucap Bi Ane
"Iya Bi, beres itu mah, Bi ada singkong rebus tidak?" tanya Dera yang ternyata perutnya masih lapar
Bi Ane dan Mang Asep tertawa melihat kelakuan Dera
Sore itu Dera dan Lea diajak Mang Asep ke Curug yang dekat dengan lokasi rumah Bi Ane, pemandangannya sungguh indah dan sangat menyejukkan mata, belum lagi daerahnya masih asri belum terkontaminasi, masih sangat hijau dan suasana sejuk sangat terasa.
Karena sudah hampir malam Mang Asep mengajak mereka kembali ke rumah
"Aduh kang, kenapa baru ajak anak-anak pulang, saya khawatir kalau keburu gelap tadi" ucap Bi ane khawatir
"Iya, anak-anak pada betah dan gak mau pulang" ucap Mang Asep yang sudah membujuk mereka
"Bagus sekali Bi Ane pemandangannnya, aku sangat suka besok mau kesana lagi" ucap Dera
"Iya Bi indah banget" ucap Lea
"Iya memang bagus, tapi disana pantangannya ga boleh lewat maghrib, kalau tidak kalian bisa dibawa kedunia lain" ucap Bi Ane
"Masa sih bi, itu cuma dongeng aja kali bi, kan memang kalau orang dulu selalu bilang ga boleh keluar maghrib" ucap Lea
"Hushh jangan bicara kaya begitu, pamali kalau disini" ucap Bi Ane mengingatkan
"Bi itu selendang warnanya bagus banget" ucap Dera menunjuk selendang merah di gantung di kursi
"Itu selendang peninggalan nenek Dera mau?" tanya Bi Ane
"Mau Bi, aku suka banget" jawab Dera
"aku mana bi?"tanya Lea ga mau kalah
"Lea ini saja selendang bibi" lalu diberikannya selendag hijau dengan motif bunga
"Makasih ya bi" ucap mereka bersamaan
"Iya sama-sama apa sih yang nggak buat keponakan bibi" ucap Bi Ane sambil tersenyum
Keesokan harinya setelah ke puncak dan ke wisata Teh, mereka kembali minta diajak ke Curug kemarin dan memang sampai disana sudah jam 4 sore.
"Jangan lama-lama ya neng" ucap Mang Asep
"Iya Mang, cuma sebentar kok" ucap Dera
"Mang Dera mau lihat kesana dulu ya, siapa tahu ada yang bagus buat difoto" ucap Dera
"Mang Asep temenin ya Dera" ucap Mang Asep
"Ga usah mang" ucap Dera
"Aku capek Der, aku disini saja ya sama mang Asep" ucap Lea
"Iya, aku gak akan jauh-jauh kok" ucap Dera
Lalu Dera berjalan ke dalam kebun kecil disamping air terjun, Dera melihat ada kebun bunga yang sangat bagus, disana dia melihat ada spot yang indah untuk difoto dan Dera mengeluarkan selendang merahnya untuk menambah kesan pada fotonya nanti, dan Dera mulai melakukan selfie-selfie, entah karena asyiknya Dera tidak merasa kalau hari sudah senja dan sudah mulai gelap, Dera berusaha untuk kembali ke Mang Asep, tapi entah mengapa dia seperti berputar-putar dan hari akhirnya gelap, Dera mulai ketakutan, dia ingat perkataan Bi Ane, bahwa tidak boleh berada saat gelap didaerah ini, Dera mulai berteriak memanggil Mang Asep dan Lea.
"Mang Asep" Teriak Dera
tapi suasana sangat hening, bahkan tidak ada suara binatang yang terdengar, tiba-tiba ada hembusan angin yang cukup kencang, dan selendang Dera menutupi wajah Dera, saat Selendang Dera menutupi wajahnya, mata Dera melihat ramai sekali orang didepannya, bahkan dia melihat ada dimana-mana, tetapi wajah mereka sangat menyeramkan, dan mereka seperti cerita-cerita yang Dera lihat di televisi, ada yang seperti pocong, ada yang seperti kuntilanak, genderuwo, buru-buru Dera melepaskan selendangnya, dan keadaan kembali normal, tidak ada apa-apa disini, lalu Dera memakai kembali lagi selendangnya dan kembali semua wajah itu muncul bahkan tambah banyak, Dera lepas lagi dan kembali sepi, selendang ini sangat aneh fikir Dera.
Dera akhirnya pasrah setelah lelah berjalan, dia memutuskan untuk istirahat di sebuah pohon besar, ketakutan dia luar biasa melihat kejadian yang dialaminya, sepertinya tempat ini adalah tempat untuk mahluk lain yang berada di dunia gaib.
Tiba-tiba angin kencang membuat selendang menutupi wajahnya, saat selendang itu ada di wajahnya dia melihat sosok nenek-nenek didepan wajahnya dan tangannya meminta Dera untuk mengikutinya. Entah mengapa wajah itu seperti dikenal Dera, dan Dera mulai mengikutinya, saat mengikuti nenek-nenek itu banyak mahluk yang ingin menggapai Dera, tetapi nenek tadi memelototi mereka, dan merka tidak berani mendekati Dera.
"Nek kita mau kemana?" tanay Dera
Nenek hanya melihat tapi tidak menjawab sama sekali, sampai akhirnya Nenek itu membawa Dera ke tempat cahaya terang, ada ketakutan pada diri Dera, tempat apakah itu? apakah dia harus mengkuti nenek tua itu atau dia tetap memeilih di tempat ini, saat sudah sampai ke titik cahaya, nenek itu melambai ke Dera meminta Dera cepat pergi kesana.
Saat Dera ragu dia melihat ke belakang dan disana dia melihat banyak sosok yang menyeramkan mulai menuju ke arahnya, dan dia melihat ke nenek tadi, dan dia memutuskan untuk pergi ke cahaya tadi.
"Deraaaaaaaaa" teriak Lea
"Alhamdulillah Dera kamu ketemu" ucap Mang Asep
Saat Dera membuka matanya, sudah ada Lea, Mang Asep dan beberap abapak-bapak tidak dikenalnya
"Aduh Dera, kamu bikin kami khawatir, kan tadi Mamang sudah bilang jangan lama-lama dan jangan jauh-jauh" ucap Mang Asep
Setelah Dera beristirahat sebentar dan minum minuman hangat yang diberikan oleh Lea, akhirnya Dera dibawa kembali pulang, saat diperjalanan menuju ke mobil tiba-tiba angin meniup knecang dan membuat selendang menutupi wajah Dera, Dera melihat wajah nenek itu sedang tersenyum melihat Dera telah menemukan kembali keluarganya.
Saat sampai dirumah Bi Ane memberikan wejangan kepada Dera karena rasa khawatirnya tadi, tapi ternyata Dera tidak fokus dan melihat satu foto di dinding dengan wajah yang dikenalnya.
"Ini siapa Bi?" tanya Dera
"Itu nenek kamu Dera, dia meninggal pas kamu baru berusia dua tahun" ucap Bi Ane
"Dia yang selamatin aku Bi Ane, dia yang menunjukkan jalan aku pulang" ucap Dera
"Nenek?" tanya Bi Ane
Lalu Dera menceritakan semuanya ke Bi Ane ada rasa bingung, takut dan senang karena yakin nenek akan selalu menjaga anak cucunya.