Gambar dalam Cerita
Hari ini Ghea dan teman-temannya Lea dan Abigail berencana untuk liburan setelah ujian semester ini, mereka mau liburan kali ini mereka pergi ke tempat yang baru, belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.
"Menurut kamu kita harus ke pantai atau ke gunung ya temen-temen?" tanya Ghea bingung
"Kalau pantai kita sudah sering" jawab Lea
"Tapi gunung juga udah sering" jawab Abigail
"Terus rencananya mau kemana dong?" tanya Ghea bingung
"Bagaimana kalau kita ke pulau kecil, disana cari yang deket pantai sama yang banyak aktivitas outdoornya" ucap Lea bersemangat
"Good idea Lea" ucap Ghea
"Iya aku setuju" jawab Abigail menimpali
"Coba kamu googling dulu pulau-pulau wisata yang sesuai budget sama kita" ucap Ghea kepada Abigail
"Guys, ada beberapa pilihan nih, masuk kok ke budget kita"
Setelah melihat beberapa saat beberapa tempat yang bisa mereka kunjungi
"Kok aktivitasnya rata-rata cuma aktivitas pantai aja ya Ghea" ucap Abigail
"Iya ya, maksud kita kan yang beda dari yang biasa kita liburan kan Ghe?" tanya Abigail lagi
"Ya sudah gapapa Abi, coba kamu cari lagi alternatif yang lain" jawab Ghea
Seharian itu mereka tetap tidak menemukan tempat yang sesuai dengan keinginan mereka
Hari ini sudah hari terakhir ujian semester, tetapi rencana mereka masih belum terlaksana karena mereka masih mencari tempat yang cocok untuk liburan mereka, tiba-tiba saat Ghe masuk ke gang kecil dekat kampusnya, ada brosur yang terbawa angin mengenai dirinya.
Saat Ghea melihatnya
"Pulau Rindu Buat Yang Mau Liburan Seru" dengan view bukit kecil dan pantai yang jernih di sekeliling pulau tersebut.
Ghea melihat dengan seksama brosur tersebut
Paket Wisata yang ditawarkan :
Paket Pantai dan Paket Outbound selama 3 hari 2 malam dan harga yang ada di paket tersebut juga cocok dengan budget Ghea dan teman-teman.
Lea dan Abigail mampir ke rumah Ghea hari ini, karena Ghea menelepon mereka dan bilang ini sangat penting.
"Kenapa sih Ghea gak besok aja kumpulnya, aku masih capek banget nih abis ujian" ucap Lea mengeluh
"Iya Ghea kaya gak ada hari lain aja" ucap Abigail menambahkan
"Aduh kalian ini penting banget, lihat deh brosur ini" ucap Ghea
Lea dan Abigail pun melihat ke brosur tersebut
"Wih keren banget Ghea tempatnya" ucap Lea
"Iya semua kativitas yang kita mau ada di sana" ucap Abigail
"Okeh, besok aku akan telepon nomor kontaknya kita booking buat hari senin besok ya" ucap Ghea bersemangat
Dan hari yang ditunggu pun tiba, mereka sudah tiba dipelabuhan untuk pergi naik kapal fery ke pulau tersebut.
Hampir 5 jam mereka menunggu dari jadwal yang sudah ditetapkan, tetapi kapalnya belum juga datang, kata petugas pelabuhan sedang ada masalah pada kapal sehingga ada keterlambatan,
Dan jam 6 petang ini akhirnya mereka melihat kapal yang mereka tunggu sudah tiba, menyebabkan mereka akan malam sampai ke tempat pulau tersebut.
Suasana laut itu sangat buruk dan ombak pasang beberapa kali, Ghea dan teman-teman sangat tegang akan kondisi tersebut, beberapa kali nahkoda juga berusaha mengupayakan agar kapan seimbang dengan baik.
Tiba-tiba didepan terlihat pelabuhan dan pulau Rindu yang mereka tuju, Ghea disambut dengan Pak Dipo penjaga villa tempat mereka menginap
"Mbak Ghea, mbak Lea dan mbak Abigail ya?" tanya Pak Dipo
"Betul pak" jawab mereka serempak saat mereka sudah tiba di pelabuhan
Tidak berapa lama akhirnya mereka tiba di Vila yang mereka tuju, dan ternyata itu adalah vila satu-satunya di pulau tersebut, suasana sangat gelap dan sepi
"Aduh pak, tadi perjalanan kesininya seram ya pak ombaknya" ucap Lea membuka pembicaraan
"Iya mbak, betul sekarang sedang pasang air laut" jawab Pak Dipo
"Pak Dipo, ada tamu selain kita ga ya?" tanya Abigail penasaran
"Maaf mbak, minggu ini kososng cuma mbak-mbak saja" ucap Pak Dipo
Akhirnya mereka sampai ke kamar, ada 3 tempat tidur yang berdekatan
"Terimakasih ya pak Dipo" ucap Ghea sopan
"Sama-sama mbak, semoga liburannya menyenangkan" ucap Pak Dipo
"Ghea kok beda banget sama gambar brosurnya" keluh Lea kesal
"Iya Ghea tempatnya seram begini" ucap Abigail tidak kalah sewot
"Aduh kalian ini bagaimana sih, katanya mau liburan yang suasananya berbeda, coba lihat hari pertama saja kita sudah dibuat deg-degan kan" timpal Ghea mengelak ucapan teman-temannya
Akhirnya mereka mandi dan berganti pakaian lalu pergi tidur
Keesokan paginya mereka mandi, dan siap-siap sarapan di vila tersebut, mereka disambut dengan Mbok Pina yang menjadi asisten rumah tangga di Vila tersebut, Mbok Pina masak bebrapa menu maskaan dan semuanya terlihat lezat, tanpa sadar Ghea, Lea dan Abigail makan banyak dan menghabiskan masakan tersebut.
Aktivitas hari pertama mereka akan naik banana boat, diving dan aktivitas di pinggir pantai
Bevan menjemput mereka saat berada dipelabuhan saat mereka sudah siap menuju aktivitas laut, mereka sangat menikmati kegiatan yang dilakukanterutama tour guide mereka Bevan sangat keren, memiliki wajah indo yang tampan.
"Wah kalau model tour guide kaya begini satu bulan lagi gue juga mau" ucap Lea menggoda
"Dasar ganjen Lea, tapi gue setuju sih" ucap Ghea dan Abigail bersamaan
Tubuh Bevan sangat atletis, dengan bertelanjang dada menambah kesan maskulin dalam dirinya.
Tidak terasa sudah hampir petang mereka pun bersiap-siap untuk kembali ke vila
"Terimakasih ya Devan" ucap ghea
Bevan hanya memberi senyuman manis kepadanya
"Iya Bevan aku juga ya" timpal Lea dan Abigail genit
Hari kedua ini juga sama saat mereka menuju ke bukit kecil saat keluar Vila, tiba-tiba Bevan sudah ada disana untuk menemani mereka naik bukit dan permainan outdoor lainnya.
Tidak disangka dengan hadirnya Bevan membuat kegiatan liburan mereka sangat menyenangkan, Ghea, Lea dan Abigail bahkan tidak ingin liburan ini cepat berlalu, aktivitas hari ini naik flying fox, naik motor cross ke arah bukit, dan flying fox.
Sama seperti kemarin petang hari ini mereka baru sampai ke Vila.
"Bevan ikut saja yuk makan malam dengan kami" ajak Ghea
seperti biasa Bevan hanya tersenyum manis kepada Ghea
"Ayu dong Bevan" Ajak Lea sambil menggandeng tangan Bevan
Tapi Bevan melepaskan tangan tersebut, dan menolak ajakan mereka
Saat masuk kedalam Vila
"Gila ya si Bevan itu cool banget jadi cowok, udah ganteng, cool lagi ga kecentilan" ucap Abigail kepad kedua temannya
"Iya, tapi kalian berdua sadar gak sih, dia itu diam banget ya selama kita jalan-jalan dari kemarin" ucap Ghea
"O iya aku juga baru sadar, tadi pas aku pegang tangannya, tangannya Bevan dingin banget tahu, apa itu karena kita abis main ke bukit ya" timpal Lea
Akhirnya mereka mandi dan makan malam, ini malam terakhir mereka karena besok pagi mereka harus pulang.
"Mpok Pina, kenal sama Bevan gak Tour leader kita, tahu rumahnya gak?" tanya Ghea saat makan malam
Tiba-tiba piring yang dibawa Mpok Pina jatuh
"Maksudnya neng?" tanya Mpok Pina
"Aduk mpok baik-0baik saja" ucap ketiga cewek tadi sambil memabntu Mpok Pina membereskan piringnya.
Mpok Pina langsung kembali ke dapur
Setelah kenyang Ghea dan teman-temannya segera ke kamar karena mereka merasa sangat lelah hari ini.
"Selamat pagi" ucap Pak Dipo setelah melihat ketiga cewek tadi turun dari tangga
"Lho Pak Dipo sudah datang, kok cepet banget pak?" tanya Lea
"Cuaca cerah neng, jadi kalau naik kapal fery bisa cepat sampai ditujuan" ucap Pak Dipo
"Tapi sebentar ya pak, kita mau ketemu sama Bevan, dia suah bantuin kita dari kemarin karena jadi tour guide kita" ucap Ghea
"Apa? maksudnya gimana neng?" tanya Pak Dipo
"Iya kita mau ketemu Bevan dulu, mau ucapin perpisahan dan terimakasih sama dia udah mau bantuin kita" ucap Abigail
"Bevan? siapa dia neng?" tanya Pak Dipo
"Lho masa Pak Dipo gak kenal, dia tour guide kita" jawab Ghea
"Neng ini kan pulau kecil, kita belum ada tour guide, rata-rata semua wisatawan pergi ke tempat wisata sendiri" jawab Pak Dipo
"Tapi kemarin Bevan yang bantuin kita pak" ucap Lea masih keras kepala
"Maaf neng-neng mpok mau bicara" ucap Mpok Pina
"Kenapa mpok?" tanya Ghea bingung
"Maaf neng, sebenernya mpok mau nanya ke neng tapi takut neng takut, dari pertama neng kesini, mpok suka lihat kalian bicara sama orang, tapi orangnya ga ada" ucap Mpok Pina
"Maksudnya mpok?" tanya Abigail bingung
"Pas kemarin neng bilang Bevan, Mpok baru ngerti, ternyata kalian ketemu sama hantunya Bevan pemilik vila ini yang dulu hidup zaman belanda dulu, dia meninggal karena dibunuh orang dirumah ini, vila ini sebelum jadi vila istirahat wisatawan adalah rumah dia neng" ucap Mpok Pina
"Mpok Pina serius?" tanya Ghea
"Iya Mpok juga tahu dari orangtua mpok, dulu ibu saya kerja di rumah in" ucap Mpok Pina
Mpok Pina pun ke gudang belakang dan keluar membawa pigura
"Ini bukan yang neng pada liat" ucap Mpok Pina polos
Dan ternyata yang diucapkan Mpok Pina benar, wajah Bevan yang tampan berada di pigura tersebut denga kedua orang tuanya, Bapaknya Belanda dan ibunya sepertinya orang pribumi, dan itu lukisan dibuat sudah hampir 60 tahun yang lalu.
Tiba-tiba mereka semua merinding memikirkan bahwa selama liburan ini mereka ditemani oleh hantu Bevan.
Bahkan Pak Dipo bilang belum pernah ada kejadian seperti ini.
Saat mereka sampai dipelabuhan, mereka masih mengingat cerita Mpok Pina, saat Kapal Fery mulai berjalan, di dekat pelabuhan mereka melihat Bevan sedang tersenyum manis seperti biasa menatap mereka.
"BE,,,,, BE.... BEVANNNNNN" ucap mereka bersamaan