HOROR PANTAI TELAGA HITAM
Horror
24 Dec 2025

HOROR PANTAI TELAGA HITAM

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2025-12-24T232133.295.jfif

download - 2025-12-24T232133.295.jfif

24 Dec 2025, 16:21

download - 2025-12-24T232129.695.jfif

download - 2025-12-24T232129.695.jfif

24 Dec 2025, 16:21

Adisti dan teman sekampusnya sedang travelling, hari ini mereka baru saja selesai mendaki Gunung, di tengah perjalanan mereka merasa sangat kelelahan dan memutuskan untuk mampir ke warung indomie di pinggir jalan, mereka pun memarkirkan mobil mereka, dan turun karena perut mereka sangat lapar.

Saat mereka menunggu pesanan indomie mereka, tiba-tiba Mario salah satu teman Adisti menanyakan kepada pelayan yang sedang memasak indomie.

"Mas ada pantai gak ya di dekat sini"tanyanya

"Ndak ada mas" jawab pelayan itu

"Oh begitu pantai yang terdekat dari sini, sekitar berapa menit lagi ya?" tanya Mario lagi

"Ini daerah pegunungan mas, tidak ada pantai dekat sini" ucap pelayan tadi dengan tatapan mata sinis

Selesai makan mereka kembali ke mobil meneruskan perjalanan mereka. tetapi sebelumnya saat Adisti ingin membayar makanan tadi kepada pelayan tersebut, dia membisikkan sesuatu kepada Adisti

"Kalau mbak lihat ada pantai jangan berhenti jalan terus" bisiknya

Adisti bingung dengan ucapan mbak tersebut, katanya tadi tidak ada pantai, tetapi Adisti acuh dan menuju ke mobil.

Beberapa kilometer ada tanda perbaikan jalan, dan sepertinya habis ada longsor, jadi jalan buntu, Mario membuka kaca dan bertanya pada beberapa bapak tua yang berada disana

"Maaf pak, kalau jalan ini tidak bisa, ada jalan alternatif lain tidak ya?"

"Ada mas, ambil jalan setapak kecil tapi muat satu mobil di samping kanan jalan, sambil menunjukkan jalan tersebut" ucap Bapak tua tersebut.

Dan mereka melanjutkan perjalanan, dari jalan tersebut mereka masuk ke hutan-hutan dan jalan setapak itu menjadi satu-satunya jalan alternatif yang ada.

sekitar satu jam mereka masih berada di hutan, sampai akhirnya mereka melihat jalan yang terbuka dan lebar.

"Akhirnya ketemu jalan besar" ucap Adisti

Begitu mereka ke jalan besar mereka melihat pemandangan yang luar biasa, dengan pantai yang indah di sepanjang jalan tersebut.

"Lho kata mbaknya disini ga ada pantai" protes Mario

Tiba-tiba Adisti teringat perkataan mba tadi

"Asyikkk kita mampir dulu ya, sekalian petualangannya biar seru" jawab Mario antusias, dan diikuti persetujuan Wawan dan Mira

"Tunggu, hari sudah mulai malam, lebih baik kita ga usah mampir" jawab Adisti ketakutan mengingat ucapan mbak tadi sangat misterius

"Aduh lo ga seru banget si Dis, kita kan punya tenda tinggal nginep disini aja jawab Mario santai

"Iya Dis, ayulah pantainya bagus banget" ucap Wawan dan Mira

Akhirnya Adisti terpaksa sepakat dengan sahabat-sahabatnya, selain itu pantai nya memang sangat indah berwarna biru jernih dengan pasir putih yang bersih, akhirnya mereka memarkirkan mobilnya.

"Wihhh... ga rugi tadi jalan kita dialihkan" ucap wawan

"Tapi kok pantainya sepi banget ya? padahal kan indah banget pemandangannya" ucap Mira

"Iya ya aneh masa gak ada satu orang pun yang kesini" fikir Adisti dalam hati.

Tidak terasa hari hampir sore, mereka sudah siapkan tenda dan mulai menyiapkan perbekalan mereka.

Suasana sunset juga sangat indah, mereka tidur dipasir yang hangat dan menikmati pemandangan itu sampai akhirnya langit mulai gelap dan mereka membakar api unggun.

"Dis, masakan kamu enak aku jadi kenyang, bikin aku ngantuk" ucap wawan

"Alasan, bilang aja kamu itu kebluk" ucap Adisti menggoda Wawan

"Iya betul Dis, wawan dimanapun pasti tidur" timpal Mario

Dan Wawan memang akhirnya masuk ke dalam tenda dan siap-siap tidur, hanya tinggal Adisti dan Mira diluar

"Mir, pantainya sangat indah, tapi ada yang aneh gak menurut kamu?" tanya Adisti

"Aneh gimana?" tanya Mario

"Tadi sebelum kita berangkat mbak warung tadi sudah ingatkan jangan berhenti kalau ada pantai, aku jadi merasa aneh saja kenapa dia bilang seperti itu" ucap Adisti

"Mungkin pantai yang lain bukan yang ini" ucap Mira

"Entahlah, mungkin saja aku salah dengar" ucap Adisti berusaha untuk berfikir positif

Tiba-tiba pantai yang tadinya tenang ombaknya mulai menggulung perlahan-lahan, Adisti dan Mira awalnya tidak merasakan dan menganggap hal itu hal yang biasa karena angin malam ini, tiba-tiba ombaknya semakin meninggi dan lebih tinggi lagi

"Mir, ombaknya lihat" ujar Adisti

"Iya Dis, kita harus ke tenda bilang ke teman-teman yang lain" ucap Mira sambil berlari ke tenda

"Wawan ayo bangun, ombaknya semakin besar" teriak Mira

Wawan bangun dengan mata sedikit mengantuk

"Ada apa sih" tanya Wawan masih bingung

Tapi terlambat, ombak sudah sangat tinggi dan menggulung mereka

Adisti perlahan-lahan membuka mata, dia melihat semuanya seperti mimpi, dia berada di air dan melihat sahabat-sahabatnya sudah tidak bernyawa, Adisti berusaha untuk bertahan tetapi dia melihat ada pusaran hitam yang besar dan mulai menariknya tiba-tiba semuanya gelap.

Keesokan hari terlihat kerumunan orang di sungai telaga hitam, ternyata mobil Adisti telah ditemukan terpelest dalam ke jurang dan tenggelam di sungai ini.


Kembali ke Beranda