Gambar dalam Cerita
Bian dan Ganda sudah berjalan menyusuri Gang Pinjul ini untuk mencri kost-kostan untuk mereka berdua yang dekat dengan kampus baru mereka, karena mereka hanya diberi uang sedikit oleh orang tua mereka masing-masing setiap bulan jadi mereka juga harus mencari kost-kostan yang tidak mahal.
Hampir putus asa karena harga sewa kostan di atas satu juta perbulan semua, mereka pun mencari warung kecil untuk berisitirahat.
Sambil menyeruput teh botol nya Bian iseng bertanya sama penjaga warung.
"Bu tahu ada kostan yang sewanya 500rban ga ya perbulan?"
Ibu Warung : Rata-rata sih disini udah mahal mas, karena deket kampus"
Bian : "Gapapa bu rumahnya kecil asal bayar kostnya juga murah" tanya Bian sekali lagi untuk meyakinkan.
Ganda : "Iy bu kecil gapapa, kami sudah capek keliling dari tadi" ucapnya sambil mengelap keringatnya.
Ibu warung pun diam sesaat
"hmm sebenernya sih ada mas, tapi.........." ibu warung itu menghentikan jawabannya
"Tapi apa bu?" tanya Bian
"Tapi serem mas" ucap ibu warung itu dengan raut takut
"Serem? seremnya gimana bu?" tanya ganda
"Deket Kuburan Mas, Ga jauh sih dari sini, Kost an Pak Mijo" jawab Ibu Warung itu
"Tapi bayarnya sebulan 500 ribuan bu?" tanya Bian sekali lagi
"Tapi Bian, serem aku ga mau kalau deket kuburan" ucap Ganda
"Aduh kamu masa penakut gitu sih Da, aku udah capek kelilig lagian ga ada lagi kostan murah begitu"
"Ya sudah bu saya minta alamatnya boleh?" tanya Bian
Setelah diberi alamatnya, meerka menuju ke kostan tersebut, dan benar saja untuk menuju kostan tersebut mereka melewati kuburan tetapi memang tidak jauh dari warung tadi.
"Assalamualaikum" Bian mmeberikan salam
"waalaikumsalam" jawab Bapak tua keluar dari pintu rumah
"Saya Bian pak dan ini teman saya Ganda, kami ingin menyewa kostan pak" ucap Bian
"Oh boleh kebetulan kita hanya menyewakan dua kamar saja" ucap Bapak tua tadi mengajak Bian masuk dan berkeliling.
Rumahnya kecil dan sederhana didalam rumah hanya ada 3 kamar dan Bapak tua tadi tinggal seorang diri.
"Baik pak berapa harga sewa kostnya perbulan?" tanya Bian
"500 ribu perbulan saja mas" kata Bapa tadi " tapi saya minta fotokopi KTP kalian dan juga Uang Deposit 500 ribu masing-masing" ucapnya
"Maaf pak itu kuburan apa ya?" tanya Ganda tiba-tiba
"Oh itu kuburan keluarga besar saya kok mas, jadinya t idak menyeramkan" ucap Bapak tadi menyeringai
"Oh kuburan keluarga ya" ucap Ganda sambil mengangguk.
Dan akhirnya Ganda dan Bian pun resmi menjadi anak kost di rumah Pak Mijo.
Pak Mijo orang yang baik, kadang suamembelikan sarapan untu Bian dan Ganda, rumahnya pun selalu rapih, tidak terasa beberapa bulan mereka sudah kost disana dan suasananya menyenangkan.
Hari itu Bian pulag malam karena ada tugas tambahan dari kampus, Ganda sudah pulang lebih dahulu, melewati jalan gang ini tengah malam seperti ini memang ada perasaan aneh yang dirasakan Bian, terutama saat melewati kuburan, suasana terlalu hening sehingga patahan ranting kayu pun akan terdengar, Bianpun mengetuk pintu, tidak ada yang membukakan, perasaan takut mulai menyelimuti Bian, dan dia menjadi kebelet pipis, karena tidak tahan Bian pun mencari jalan untuk pipis didekat pohon rindang samping rumah pak Mijo.
Tiba- tiba pintu rumah terbuka.
Pak Mijo sudah bangun Bian menjadi lega dan masuk ke dalam rumah, tapi anehnya Bian tidak melihat Pak Mijo disana, tetapi karena mengantuk Bian langsung menuju kekamarnya dan tertidur.
Beberapa jam kemudian Bian merasa kebelet lagi, dia pun menuju kamar mandi anehnya sepertinya kamar mandinya berubah, letaknya di pojok belakang rumah, apa fikiran Bian saja, karena sudah kebelet Bian pun masuk kedalam kamar mandi.
Setelah selesi pipis Bian mencoba membuka pintu tetapi pintu terkonci tidak dapat terbuka, Bian menggedor pintu tetapi tidak ada yang mendengar, tiba-tiba Bian didekati oleh bayangan-bayangan menyeramkan, "Tidak,.... Tidak...." fikir Bian.
Ketakutan Bian melihat penampakan-penampakan hantu tersebut membuatnya keringat dingin, sepertinya mereka adalah mahluk yang sangat menyeramkan dan ingin menyakiti Bian, akhirnya Bian berteriak sekencangnya, tetapi mahluk-mahluk itu semakin dekat.
Dan Bian merasakan ada yang menyentu pundaknya, Bian merasa dirinya akan pingsan.
"Kamu ngapain ada disini malam malam" tanya suara yang tidak asing didengarnya yaitu Pak Mijo
"Saya di toilet pak" jawab Bian "Dan hantu-hantu tadi mengejar saya" ucapnya ketakutan
"Toilet apa? orang kamu daritadi disini" ucap Pak Mijo
Bian pun baru menyadari dia memandang sekeliling hanya ada kuburan saja, bagaimana mungkin padahal tadi dia yakin ada di dalam rumah.
Keesokan paginya Bian dan Ganda sarapan bersama Pak Mijo, dan Bian menceritakan semua kejadian malam itu
"Kamu tahu pantangan untuk pipis sembarangan terutama di tempat-tempat yang dekat dengan dunia berbeda" ucap Pak Mijo
"Kamu pun harus menghargai dunia mereka, jadi kta tidak akan saling mengganggu" ucap Pak Mijo bijaksana
"Apa kita harus pindah kostan lagi Bian?" tanya Ganda
"Tidak apa-apa Ganda, seperti yang Pak Mijo bilang aku akan belajar menghormati dunia kita masing-masing" ucap Bian kepada Ganda