HOROR TERSESAT DI GUNUNG ABADI
Horror
28 Dec 2025

HOROR TERSESAT DI GUNUNG ABADI

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2025-12-29T064001.572.jfif

download - 2025-12-29T064001.572.jfif

28 Dec 2025, 23:40

download - 2025-12-29T063956.636.jfif

download - 2025-12-29T063956.636.jfif

28 Dec 2025, 23:40

Rinto, Dendi, Ricky dan Hendra adalah grup pecinta alam di kampusnya, mereka sudah beberapa kali naik gunung didaerah puau Jawa, dan mereka merencanakan bahwa di bulan ini setelah puasa mereka akan naik lagike Gunung Abadi, gunung paling tinggi yang ada dipulau tersebut, tetapi banyak juga yang tidak menyetujui rencana untuk naik ke gunung Abadi, karena banyak kisah-kisah menyeramkan yang beredar tentang gunung tersebut.

"Sudahlah gunung yang lain saja, jangan gunung Abadi" ucap Hendra

"Tapi kita tinggal ke sana saja yang belum, gunung yang lain hapir smeua sudah kita daki" ucap Rinto

"Menurut kamu bagaimana Rik?" tanya Dendi

"menurutku semua gunung sama saja" ucap Riki

"Ya sudahlah kita tetap lanjutkan pendakiannya, kalau kamu adarasa raghu lebih baik kamu tidak ikut dra" jawab Dendi bijakasana

"Bukan takut, aku hanya merasa gunung Abadi itu terlalu tinggi untuk kita daki" uap Hendra tidak terima dibilang takut

"Berarti sudah bulat kita akan tetap mendaki kesana minggu depan" ucap Dendi

akhirnya semua pun menyetujuinya.

Saat mau berangkat mereka semua berjanji akan bertemu di terminal, Dendi, Ricky dan Hendra sudah datang dan mereka masih menunggu Rinto.

Tiba-tiba Rinto menuruni angkot dan dia tidak sendiri, dia bersama Anya pacarnya di kampus.

"Maaf ya teman-teman menunggu lama, maaf Anya sedang ditinggal Orang tuanya keluar ota, dan dia memaksa mau ikut kita naik gunung" ucap Rinto merasa bersalah dengan raut wajah teman-temannya yang tidak menyukai hal tersebut.

"Kamu ada-ada saja sih Rin, kamu tahu gunung Abadi ini pendakian kita yang paling sulit malah kamu ajak perempuan lagi, nanti cuma ngerepotin kita saja Rin" ucap Hendra kesal

"Kenapa sih dra, Anya ini pacar aku, nanti aku yang tanggung jawab sama dia, aku kan gaminta tolong kamu juga buat jaga dia" ucap Rinto kesal

"Rinto kan memang bucin sejak pacaran sma Anya" ucap dendi kepada Ricky yang mengangguk berarti diapun menyetujuinya.

Karena sudah merencanakan lama, akhirnya merekapun tetap berangkat ke gunung Abadi pagi itu.

diawal pendakian semua berjalan mulus dan tidak ada yang mengkhawatirkan, sampai mereka sore itu di pos 3 tempat mereka akan mendirikan tenda, ternyata kehadiran Anya lumayan membantu terutama karena Anya membawa bekal logistik yang enak dan memasaknya untuk anak-anak.

Anya masak mie bakso dan juga daging bakar yang dibawanya, mungkin inilah pendakian dengan makanan terenak, fikir Ricky.

Karena waktu sudah malam, mereka pun setelah makan memutuskan untuk tidur di tenda masing-masing, tenda besar diisi oleh Rinto, Anya dan Ricky dan tenda satunya untuk Hendra dan Dendi.

Entah mengapa Ricky kebangunan malam itu untuk pipis, dia pun keluar untuk mencari tempat untuk membuang hajatnya tersebut, sekitar lima belas menit Ricky mau masuk ke tendanya lagi, dia mendengar ada suara kecupan didalam tendanya, fikrian Ricky tidak salah suaranya semakin jelas pasti Rinto dan Anya sedang bermesraan. Mendengar hal tersebut Ricky sampai tidak enak untuk masuk ke dalam tenda lagi tiba-tiba Ricky melihat di balik pohon ada macan putih melihat ke arahnya, tetapi hanya beberapa detik saja macan putih itu langsung menghilang, seketika itu juga Ricky merasa ada yang tidak enak di pendakian kali ini.

Ricky sengaja tidak menceritakan hal kejadian kemarin kepada teman-temannya yang lain, karena itu adalah etika selama berada di pegunungan. Dia pun sungkan untuk menegur Rinto dan Anya takut nanti Rinto tidak terima dengan perkataannya.

Jam 3 Pagi itu akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat lagi ke Puncak agar mereka bisa melihat sunrise di waktu yang tepat, cuaca malam itu sangat dingin, dan juga sangat gelap ketika mereka dalam perjalanan ke puncak tiba-tiba Ricky melihat macan putih itu lagi dibalik pepohonan, Ricky menepuk pundak Hendra.

"Dra coba kamu lihat dipohon itu ada macan" ucap Ricky

Hendrapun menoleh dan melihat tidak ada apa-apa

"gak ada apa-apa kok Rick" ucap Hendra merasa aneh dengan kelakuan Ricky

Tiba-tiba ada angin yang kencang menerpa mereka, sampai mereka pun terjatuh karena angin tersebut

Dan saat itu juga mereka sudah ada didepan pohon yang sangat besar, yang sebelumnya tidak terlihat.

"Aduh ini dimana?"tanya Dendi

"Perasaan Rute pendakian tidak ada pohon besar seperti ini" ujar Hendra

dan jalanan pendakian pun sudah tidak terlihat lagi

Mereka pun berusaha untuk tetap jalan untuk mencapai ke puncak, tetapi anehnya mereka akn kembali ke pohon besar itu lagi, dan itu terjadi berkalikali, sampai Dendi untuk meyakinkan meninggalkan slaernya di pohon Besar itu, dan mereka berjalan lagi, dan ternyata benar mereka akan kembali ke pohon tadi dengan slayer yang Dendi tinggalkan.

"Sepertinya ada yang tidak beres" ujar Hendra kita hanya berputar-putar saja

"Ini salahmu Rin" ucap Ricky kesal

"Kenapa kamu nyalahkan aku?" tanya Rinto marah dan tidak terima

"kamu melanggar pantangan mendaki Rin, kamu membawa pacar kamu dan bermesraan kan kemarin malam" ujarRicky dengan wajah ketakutan

"Apa?" ujar Dendi marah

"kamu gila ya Rin" ucap hendra kesal

Anya hanya terdiam menunduk dan malu

"Maaf teman-teman aku khilaf" ucap Rinto mengakui dan merasa bersalah

"Waduh pasti penunggu gunung ini yang membuat kita tersesat karena marah Rin" ucap Hendra hampipr mau mencekik Rinto dan dihalangi oleh Dendi

"Berhenti jangan malah berkelahi, kita harus memikirkan bagaimana cara kita keluar dari sini" ucap Dendi

mereka pun akhirnya menenangkan diri.

"Bagaimana kalau kita menunggu pagi, lalu kita mulai berjalan lagi" ucap Dendi

Dan akhirnya mereka setuju

Tetapi anehnya suasana bertambah gelap seperti malam, seharusnya dengan waktu perjalanan mereka seharusnya akan mulai terlihat matahari.

Dan ternyata betul, mereka akhirnya tidak menemukan matahari lagi, hanya kegelapan, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan, tiba-tiba mereka melihat sebuah bangunan besar seperti istana, warna kuning keemasan, mereka semua mau masuk ke dalam istana tersebut tiba-tiba macan putuh yang dilihat dicky berada dihadapan mereka dan tiba-tiba berubah menjadi kakek-kakek tua.

"kalian tidak boleh pulang, kalian telah melanggar dan kalian semua harus menjadi tawanan kami" ucapnya

Mulut kami semu aseperti tidak dapat mengeluarkan suara, tiba-tiba berpuluh-puluh prajurit dengan pakaian prajurit kerajaan mendekati mereka semua dan menangkap mereka memasuki kerajaan megah tersebut.

mereka pun betemu dengan Raja Abadi, bertubuh kekar dengan paras tampan dan memakai pakaian raja kerajaan zaman dahulu kala, tetapi wajah raja Abadi sangat marah dan memelototi mereka.

"Kalian memang manusia tidak tahu diri" ucap Raja marah

mereka semua sangat ketakutan

"Tidak memiliki etika dan melanggarketentuan yang sudah ditetapkan oleh sang pencipta" ucap sang raja dengan suara menggelegar.

Kalian harus menerima hukumannya, jiwa kalian akan kami tahan disini.

lalu rajurit membawa mereka ke sebuah ruangan yang sangat gelap.

mereka semua ketakutan tetapi anehnya mereka tidak dapat mengeluarkan suara satu katapun.

tanpa makan dan minum mereka sudah merasa lemas, tetapi mereka tidak dapat melakukan sesuatu, sepertinya sudah berhari-hari yang mereka lalui.

tiba-tiba disuatu malam mereka melihat cahaya.

"Dendi... Bismillah Dendi Ibu berhara kamu dalam keadaan baik-baik saja nak" dan suara itu menikuti cahaya tersebut

Tiba-Tiba mereka melihat cahaya kedua kali ini warnanya lebih terang dari sebelumnya

"Hendra raung suara wanita tua menatap foto anaknya, Bismillah ibu kirimkan doa untuk kamu nak, semoga Allah selalu menjagamu" ucap Ibu Hendra

begitupun Ibu-ibu lainnya, doa mereka memeberikan cahaya bagi anak-anak tadi

sampai akhirnya datang macan putih menghampiri mereka

"Itulah doa-doa ibu kalian yang didengr oleh Allah, dan kami tidak boleh lagi untuk menawan kalian disini" ikutilah cahaya itu dan pulang.

Akhirnya mereka mengikuti ucapan macan putih mengikuti cahaya yang tadi sudah berkumpul dan menjadi satu, saat mereka melewati cahaya itu, tiba-tiba mereka sudah kembali ke jalan dakian pos 3 terakhir tempt mereka mendirikan tenda.

Mereka pun segera turun ke gunung dan pulang ke rumah msing-masing.

Seakan akan keluarga mereka tidak percaya anak-anak yang hilang mendaki itu sudah kembali setelah 3 bulan hilang sebelumnya dan mereka kaget karena hanya merasakan berada di istana jin tersebut beberapa hari saja. Keluarga mereka amat senang bukan kepalang terutama anak-anak itu mereka langsung menangis ke ibu masing-masing karena doa mereka lah yang menyeamatkan hingga bisa kembali ke dunia manusia lagi.

Ini menjadi pelajaran buat mereka semua untu menjaga kesopanan saat berada dimanapun, terutama untuk Rinto dan Anya.



Kembali ke Beranda