HOROR KOMPLEK MAWAR
Horror
28 Dec 2025 29 Dec 2025

HOROR KOMPLEK MAWAR

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2025-12-29T071252.443.jfif

download - 2025-12-29T071252.443.jfif

29 Dec 2025, 00:13

download - 2025-12-29T071249.170.jfif

download - 2025-12-29T071249.170.jfif

29 Dec 2025, 00:13

"Selamat siang Ibu Brigita, saya Mia agen perumahan yang akan membantu anda memilih rumah di komplek Mawar ini" ucap Mia dengan blazer merah maroonnya

"Iya senang bertemu anda" jawab Brigita

"Ini adalah salah satu rumah dengan luas terbesar dan kondisi rumah yang masih sangat baik" ucap Mia

Brigita adalah gadis muda berusia 27 tahun dengan pekerjaan pelukis yang melihat iklan dikoran tentang rumah di komplek mawar tersebut.

"Kenapa komplek ini sangat sepi ya Mia?" Tanya Brigita penih keheranan

"Hampir semua komplek ini masuk dalam agen penjualan kami, dikarenakan orang tua mereka sudah meninggal dan anak anak atau ahli waris mereka tidak mau tinggal dirumah ini lagi jadi memuuskan untuk dijual" ucap Mia

"Semua rumah?" Tanya Brigita bingung

"Iya, karena usia mereka hampir sama, kamu lihat rumah cat merah disana?" Mia menunjuk rumah di pojok

"Iya" jawab Brigita

"Itu rumah nyonya Helen, usia dia 94 tahun dan dia tinggal sendirian dengan kucing kucingnya, hanya dialah penghuni lama yang masih hidup" ucap Mia

"Oh begitu, untuk rumah lainnya bagaimana?" Tanya Brigita

"Tenang saja, komplek ini sudah di tangani oleh agen penjualan kami dan sudah 80 persen terjual, bahkan unit rumah yang kita lihat ini sudah ada beberapa yang menawar, jadi kalau kamu tidak cepat, kamu tidak akan mendapatkan harga sebagus ini dengan luas rumah seperti ini" ucap Mia meyakinkan

Setelah tiba dikantor Mia, Brigita akhirnya sepakat untuk membeli rumah tersebut

Karena kontrakan Brigita habis bulan ini, maka Brigita pun mempersiapkan kepindahannya dikomplek Mawar tersebut.

Dan akhirnya hari ini Brigita sudah memindahkan semua barangnya ke rumah barunya, dan mulai hari ini dia akan pindah ke komplek Mawar.

Suasana komplek masih sepi, Mia bilang banyak yang hanya mau investasi karena harganya yang murah.

Sore itu Brigita berjalan jalan mengitari komplek, dia melihat rumah rumah tua dengan pondasi yang kokoh, sepi tidak berpenghuni.

Akhirnya Brigita melihat ny. Helen sedang menyiram tanaman di depan rumahnya.

"Selamat sore, perkenalkan saya Brigita penghuni baru disini" ucapnya ramah

Ny. Helen melihat Brigita dengan pandangan menakutkan lalu dia segera pergi kedalam tumah tanpa bersuara sedikit pun.

Brigita bingung dengan kelakuan Ny Helen yang menurut Brigita kurang sopan, akhitnya Brigita pun memutuskan pulang ke rumah.

Suasana malam yang sepi, membuat Brigita merasa mudah mengerjakan lukisannya, dan akhirnya Brigita pun mengantuk.

Waktu menunjukkan pukul 12 malam, saat Brigita mendengar suara anak anak kecil ramai tertawa.

Kebetulan rumah Brigita didepan taman komplek, Brigitapun melihat dr jendela kamarnya disana ramai dengan orang orang berkumpul dan anak anak bermain.

Aneh... fikir Brigita kalau siang tadi dia keliling komplek ini hampir sebagian rumah tidak berpenghuni, mana mungkin ada orang sebanyak ini.

Brigita pun turun kebawah dan membuka pintu rumahnya untuk keluar dan bertanya kepada salah satu dari mereka.

Ketika pintu terbuka, Brigita sangat kaget ternyata taman itu sepi, sama sekali tidak ada orang orang yang Brigita lihat tadi, mungkin tadi aku berhalusinasi, fikir Brigita.

Dia pun naik kembali ke kamarnya, tiba tiba suara itu terdengar lagi, suara tawa anak anak dan suara kerumunan orang berbicara.

Brigita kembali melihat jendela dan terlihat kembali suasana yang ramai.

Brigita ketakutan, dia menyelimuti tubuhnya di kamar, ini adalah malam pertama dia tinggal dikomplek mawar ini dan dia sudah mengalami hal yang aneh.

Akhirnya Brigitapun ketiduran, dan dia melihat matahari sudah bersinar cukup tinggi.

Brigita mandi setelah dia memakai pakaian olahraga dia keluar untuk berlari mengitari komplek, Brigita penasaran apakah penghuni lain mendengar suara malam hari tersebut, saat sampai ke rumah Nyonya Helen, Brigita melihat Nyonya Helen menyiram tanaman sambil melihat tajam ke dirinya.

"Halo nyonya Helen, saya Brigita" sapanya ramah

"Aku minta kamu pergi, jangan pernah berada disini" ucap Nyonya Helen dengan tatapan sinisnya

"Maaf, saya ingin bertanya, apakah anda mendengar suara berisik tengah malam kemarin?" Tanya Brigita

Nyonya Helen hanya tetap menatapnya sinis dan tidak menjawab sama sekali.

Sore ini setelah maghrib Brigita baru saja selesai mandi saat keluar dari pintu kamar mandi, dia mendengar suara berisik itu kembali, saat dia melihat dari jendela kamar, suasana seperti kemarin malam kembali terlihat, di taman banyak anak anak dan orang dewasa berkumpul, Brigita segera menuruni tangga dan menuju ke arah taman didepan rumah, saat Brigita membuka pintu rumah, suasana hening dan sangat sepi, Brigita merasa tidak mungkin berhalusinasi hal yang sama secara kebetulan, dia naik kembali ke atas kamar, saat tiba dikamar suara itu terdengar lagi dan saat Brigita melihat ke jendela suasana ramai kembali terlihat dan Brigita kembali ke bawah dan saat membuka pintu suasana yamg sepi dan tidak ada orang sama sekali.

Brigita tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia yakin ini sesuatu hal yang sangat mengganggunya bahkan dia tidak bisa tidur dengan suara berisik sepanjang malam.

Pagi itu tiba-tiba bel berbunyi

"Tingtong"

Brigita segera turun dan membuka pintu, ternyata itu adalah Nyonya Helen.

"Saya bawakan kamu kue bolu pandan, maafkan jika saya tidak hangat kepada kamu kemarin" ucap Nyonya Helen.

"Terima kasih" jawab Brigita

Saat Nyonya Helen ingin pergi, Brigita menahannya

"Maaf, Nyonya Helen, kalau tidak keberatan boleh menemani saya minum teh pagi ini?"

Nyonya Helen melihat ke aeah Brigita diam sejenak dan akhirnya mengangguk ajakan Brigita.

Brigitapun mengajaknya ke ruang tamu.

Suasana minum teh yang hening terjadi beberapa menit, sampai akhirnya Brigita berani menanyakan.

"Maaf Nyonya Helen, kenapa komplek ini sangat sepi sekali ya, padahal rumahnya masih dalam kondisi yang sangat bagus dan asri?"

"Karena estate perumahan ini sangat menjaga lingkungan dengan baik, dan semua rumah ini kebanyakan pemiliknya tidak tinggal disini tetapi tetap membayar iuran lingkungan dan memaintain rumah mereka dengan baik" jawab Nyonya Helen dengan anggun.

"Kenapa mereka tidak tinggal disini saja?" Tanya Brigita lagi

Nyonya Helen memandangi Brigita dengat raut wajah yang sedih

"Pertama kali saya pindah di Komplek Mawar ini pada tahun 1970, saya termasuk penghuni awal dikomplek ini, saat developer menjual komplek ini mungkin ini adalah satu satunya perumahan mewah pada saat itu, akhirnya semua rumah pun terisi dengan keluarga kecil biasanya yang baru menikah dan memiliki anak masih kecil, saya tumbuh bersama semua keluarga di komplek ini, kebersamaan kami sangat erat, bahkan setiap malam kami mengadakan acara didepan taman, anak anak akan berkumpul dan bermain dan kami para otang tua akan ngobrol dengan semua tetangga yang ada disini, para suami biasanya akan memanggang aneka makanan bakaran untuk semua" Nyonya Helen tersenyum mengingat masa indah dia di komplek ini.

"Tiba tiba waktu cepat berlalu, anak anak tumbuh begitu cepat mereka sekolah dan kuliah, hampir rata rata kami sekolahkan mereka di luar negeri, lambat laun mereka semua sudah tidak berada dikomplek ini, pertemuan kami hanya sebatas orang tua tanpa kehadiran dan tawa anak anak kami lagi" Nyonya Helen berhenti sebentar dengan raut wajah yang sangat sedih

"Kami berharap mereka akan segera menikah dan kembali ke komplek ini dengan membawa cucu cucu kami, agar suasana keceriaan anak anak akan kembali lagi, tetapi..." Nyonya Helen kali ini mengeluarkan air matanya

"Tidak ada satupun dari mereka yang kembali, bahkan menjenguk kami orang tuanya saja tidak pernah lagi, mereka semua menjadi anak anak yang sukses dan sibuk dengan dunia mereka sendiri, bahkan mereka memilih tinggal jauh dari kami" raut wajah Nyonya Helen terlihat sangat kecewa

"Akhirnya satu persatu tetangga yang tinggal dikomplek ini perlahan lahan tidak bersemangat untuk berkumpul.bersama lagi, satu persatu mereka meninggal dan hanya meninggalkan rumah yang kosong ini, hanya saya saja yang masih bertahan sampai saat ini, bahkan setiap orang yang membeli rumah disini hanya akan bertahan 2 sampai 3 hari, setelah itu mereka tidak akan pernah datang lagi" cerita Nyonya Helenpun berakhir

Brigita jadi mengerti apa yang dilihatnya 2 hari ini tentang suasana yang ramai dan orang yamg berkumpul adalah kenangan di komplek ini, mereka semua sudah meninggal tetapi kenangan itu tetap bertahan.

Awalnya Brigita merasa takut dengan kejadian kemarin, tetapi setelah mendengar cerita Nyonya Helen, setiap malam saat suara itu mulai terdengar Brigita akan melihat ke jendela, melihat anak anak bermain, orang tua berkumpul ini adalah suasana hangat yang mengingatkannya waktu dia masih kecil, dan Brigita sadar cepat atau lambat dia akan memiliki keluarga dan akan membawa suara anak anak itu kembali ke taman ini.

Tiba tiba dia melihat seorang wanita muda cantik berambut sebahu melihat kepadanya dan tersenyum

"Nyonya Helen" ucap Brigita sambil tersenyum dari jendela.

Kembali ke Beranda