Dark Souls
Horror
02 Jan 2026

Dark Souls

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-02T082908.473.jfif

download - 2026-01-02T082908.473.jfif

02 Jan 2026, 01:29

download - 2026-01-02T082905.600.jfif

download - 2026-01-02T082905.600.jfif

02 Jan 2026, 01:29

Malam ini cuaca tidak begitu bersahabat. Suara guntur yang terus-menerus bergemuruh diiringi tiupan angin kencang membuat siapapun akan merasa tidak nyaman, terlebih aku. Jadi, kuputuskan untuk memesan segelas kopi hangat untuk menghangatkan diriku dari dinginnya cuaca malam ini.

"Ini nona... ada yang bisa kami bantu lagi?" kata pelayan kafe.

"Oh... tidak... terima kasih... " ujar ku sambil memberikan sejumlah uang ke pelayan kafe tersebut. Lalu pelayan kafe itu berlalu...

Aku memeriksa isi tas ku dan mengambil sebuah boneka usang dari dalamnya. Ku ingat kejadian tadi sore ketika aku pulang dan menemukan boneka usang ini di bawah pohon, aku memilih untuk membawanya pulang karena kurasa boneka ini tidak terlalu buruk, hanya terdapat beberapa noda merah yang tidak ku ketahui asalnya. Aku menyeruput kopi hangat itu dan menatap boneka itu lagi.

"Pemilik mu pasti sangat ceroboh dengan meninggalkan mu di bawah pohon itu," kataku sambil membersihkan noda di boneka itu.

Aku rasa tidak ada salahnya membawa boneka itu pulang dan membersihkannya... namun aku salah.

~~~

"Dia tidak akan pergi sebelum mendapatkan jiwamu... " Teriak seorang gadis yang tidak kuketahui dari mana asalnya.

Aku langsung terbangun dari tidur ku dan memeriksa ke sekeliling kamar untuk mencari asal suara itu. Keringat membasuhi tubuhku, detak jantung ku semakin tidak beraturan.

"Kurasa hanya mimpi... " kataku mencoba menenangkan diri.

Aku pun mencoba untuk kembali tidur tanpa menghiraukan mimpi yang mengganggu ku tadi, sembari memeluk boneka tadi yang sebelumnya sudah ku cuci.

"Good night Teddy," kataku sebelum akhirnya tenggelam dalam tidur ku.

~~~

"Creekk...Crreeekkk"

Aku terbangun di pagi hari dan mendengar suara seperti suara cakaran di dinding kamar ku. Aku lalu bangkit dari tempat tidur dan memeriksa setiap dinding, lalu kutemukan bekas cakaran dalam jumlah banyak di diniding kamar ku.

"Siapa yang melakukannya?" tanyaku dalam hati sambil meraba permukaan dinding yang terdapat bekas cakaran itu.

"Kurasa ada seseorang yang menyelinap masuk ke kamar ku tadi... ini tak bisa dibiarkan, aku harus lapor polisi." kataku dalam hati.

~~~

"Kami sudah memeriksa seluruh rumah Anda, dan tidak ada seorang pun di rumah anda nyonya... mungkin saja kau yang melakukan nya tanpa kau sadari," kata pak polisi kepadaku.

"Tidak mungkin, saya tidak pernah melakukannya. Saya ingat sekali tadi pagi saya mendengar suara itu dan saya langsung bangun untuk memeriksanya. Jadi tidak mungkin saya yang melakukannya." bantah ku.

"Tapi, kami sudah mencari disetiap sudut rumah Anda, tetap tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan,"

"Kalau begitu apa yang harus saya lakukan?"

"Pergi ke psikiater,"

"Tapi, saya tidak gila!"

"Saya rasa anda harus memeriksanya terlebih dahulu dan jika ada masalah hubungi kami lagi... ,"

Polisi itu pun masuk ke dalam mobilnya dan pergi. Aku hanya bisa duduk termenung menatap Teddy yang duduk manis di atas lemari, aku tidak tahu lagi apa yang harus ku lakukan. Kurasa polisi itu benar, tidak ada salahnya aku mencoba.

~~~

"Dari hasil test, kau dinyatakan tidak mengalami gangguan apa pun. Hanya saja kau mungkin terlalu lelah, cobalah untuk meluangkan waktumu untuk beristirahat dengan begitu tubuhmu akan merasa lebih baik... "

"Ya... baik... aku akan melakukannya... terima kasih..."

"Tak masalah... " ujarnya sambil menyunggingkan senyuman di bibirnya.

Aku pun melangkah keluar dan langsung memanggil taksi yang lewat. Aku segera membuka pintu dan langsung duduk didalamnya sambil menyebutkan tujuan. Taksi pun melaju.

~~~

Kini... hanya ada kesunyian di rumahku. Hanya aku yang sedang duduk di kursi sambil termenung dan Teddy yang berada di lantai.

"oh... Teddy, sejak kapan kau terjatuh...??" ujar ku seraya mengangkat Teddy dari lantai Kurasa aku tidak sengaja menjatuhkannya tadi.

Aku tidak peduli lagi dengan gadis kecil yang ada dalam mimpiku tadi malam dan juga bekas cakaran yang ada di dinding itu... aku sudah tidak peduli lagi... mungkin benar kata psikiater, aku kurang istirahat. Sebaiknya aku membuat teh dahulu untuk menenangkan pikiran ku.

~~~

"Dia tidak akan pergi sebelum mendapatkan jiwamu, "

"AAAAA....!!!!..." Aku tersontak kaget dari tidur ku. Kurasakan tubuh yang gemetar dan sudah di penuhi keringat. Kulihat jam menunjukan jam 2 malam. Aku rasa aku bermimpi itu lagi, memang sepertinya ada yang tidak beres.

"Tik, tik, tik,"

Suara tetes air terdengar menggema, tak salah lagi suara itu berasal dari kamar mandi. Kuputuskan untuk memeriksanya.

Mataku terbelalak kaget ketika melihat Teddy di lantai kamar mandi dengan sebuah pisau di dekatnya. Dengan perlahan ku dekati Teddy dan langsung mengambilnya... kurasa, ada yang tidak beres dengan boneka ini, aku harus membuangnya!.

"Nyyiiiittttreteteteetet.."

Bunyi decit pintu menambah suasana tegang di rumahku. Tanpa pikir panjang kubuang Teddy, tidak, maksudku boneka terkutuk itu di tempat sampah dan segera ku tutup pintu. Lalu, segera ku pergi ke ruang tamu untuk menenangkan diri.

"Dia tidak akan pergi sebelum mendapatkan jiwamu, " Suara seorang gadis kecil mengagetkan ku.

"Siapa itu..!!! Keluar kau..!!! Apa yang kau inginkan dariku...!!" Teriakku sekeras-kerasnya.

"Jiwamu... Jiwamu... Jiwamu... Jiwamu... "

"Tidakk...!!! hentikan..!!! jangan ganggu aku..!!!" Teriakku diiringi isakan tangis.

"tokk... tok... tok...". Suara ketukan pintu terdengar lantang... semakin lama semakin keras diiringi suara cakaran,

dengan gemetar dan ragu ku langkahkan kaki perlahan menuju pintu. Pintupun terbuka. Dan betapa kagetnya aku ketika melihat sesosok anak kecil yang berlumuran darah sedang menggendong boneka terkutuk itu. Jantungku berdetak sangat cepat, gemetar yang hebat kurasakan disekujur tubuhku, kakiku terlalu lemas untuk melangkah.

"AAAAAa...!!!!" Aku berlari secepat mungkin menuju kamar walaupun berulang kali terjatuh tapi aku tetap berlari menjauhi gadis itu, karena kupikir itu jalan satu-satunya.

Sesampainya di kamar aku terkejut melihat kondisi kamar yang sudah berantakan, banyak noda darah dimana-mana, terdapat banyak coretan yang bertuliskan "I WANT YOUR SOUL" dengan noda darah. Tiba-tiba saja kurasakan nyeri yang sangat hebat di perutku, yang ternyata sudah tertancap pisau, aku langsung berbalik dan terjatuh melihat betapa banyaknya arwah-arwah yang mengelilingi ku dengan kondisi mengenaskan.

"Jiwamu... jiwamu... jiwamu... "

"Tidakkk... Tidakkk...!!!" Teriakku sambil merangkak menjauh, tapi tetap saja itu tidak berhasil. Sambil memegang perut ku yang sudah tertusuk aku pun bangkit dan berusaha kabur. Namun itu hanya sia-sia, mereka terus menghantui ku sampai aku sudah berbaring tak berdaya di toilet dengan tubuh berlumuran darah. Aku menyesal telah mengambil dan merawat boneka itu...

"Kumohon jangan dekati aku... " ujarku pelan sebelum akhirnya seorang gadis kecil keluar dari kerumunan arwah-arwah mengerikan itu dan berkata...

"Kami hanya mau jiwa... Jiwa yang kelam... Penuh penderitaan. Dan, berikan itu untuk kami!!" Ujarnya sebelum akhirnya menusuk ku sampai mati, dan mengambil jiwaku yang kelam.

~~~~~~

"Boneka ini bagus... Aku akan bawa pulang ini! " kata seorang gadis kecil sambil mengangkat boneka Teddy Bear yang Ia temui di taman dan berjalan pergi dengan hati gembira.

Kembali ke Beranda