Gambar dalam Cerita
Aku adalah peramal terkenal di kotaku. Dengan melihat masa depan maupun lampau, aku jadi bisa seterkenal ini, wajahku dipajang dimana-mana. Mulai dari reklame, poster, spanduk, majalah. Sungguh mereka semua percaya pada kemampuanku. Dan Akupun bangga dengan hal itu.
--
Hari ini, aku dipanggil oleh seorang kerabat yang ingin kuramal. Walaupun rumahnya sangat jauh, tapi aku tak mau menyusahkannya dengan menyuruhnya datang kerumah-ku. Karena aku tahu, ia orang yang sangat sibuk. Jadi, kuputuskan, aku yang datang kerumahnya. Aku tidak mengharapkan imbalan, tetapi lebih kepada ingin membantu.
Aku mulai mempersiapkan segala barang yang ingin ku-bawa, dan segera, aku berangkat menuju halte bis. Mobil yang terdiam manis di bagasiku, ku-hiraukan. Aku lebih memilih bis. Mungkin aku melakukan kesalahan besar dengan tidak melihat masa depan...
Setelah sampai di halte, aku menunggu kurang lebih 15 menit. Dan... "Pip-pip! " suara klakson bis terdengar lantang mengagetkan lamunanku. Aku segera naik dan tak lupa menyelipkan selembar uang ke kotak. Ku-lihat keadaan bis yang lenggang. Dan aku langsung duduk di kursi paling belakang. Tiba-tiba saja semua menjadi gelap... Kurasa, aku tertidur.
"PIIPPP... ! " suara klakson bis membuatku terbangun dari tidurku. Segera ku-buka mataku, dan ternyata bis yang ku-tumpangi ini hilang kendali, ku-dapati semua orang yang ada di bis ini ketakutan, menjerit, dan bahkan menangis. "BRRAKK... !". Bis menabrak sebuah truk pengangkut minyak, lalu meledak. Kurasakan sekujur tubuhku panas, sakit, dan semua terasa sangat nyata.
"Pak... Pak... Bisa minggir sedikit? ", suara seorang pemuda membangunkan-ku dari tidur. "Oh... Ya... Tentu ", kataku sambil duduk sedikit merapat. Kudapati aman-aman saja keadaan bis ini, walaupun perbedaannya adalah, bis ini terasa lebih sesak dengan bertambahnya penumpang.
Tapi setelah kusadari... Mimpi itu... Seperti nyata!. Kurasa ini adalah sebuah pengelihatan yang akan terjadi pada bis ini. Aku yakin, ramalanku tak akan pernah meleset. Aku harus memberitahu yang lain. Tentunya mereka akan percaya.
Namun setelah kuceritakan semuanya. Mereka hanya diam, terpaku. Apa mereka takut atau tak peduli?. Tiba-tiba pemuda yang duduk disampingku tadi tertawa sambil berkata "Kupikir kau seorang peramal hebat. Ternyata tak sehebat itu. Dengar ya... Kejadian yang kau katakan tadi sudah terjadi 5 menit sebelum kau bangun tadi... Hah " orang itu tertawa kecil, lalu melanjutkan kata-katanya "dan... Lihat kebelakang... Orang-orang sedang mengevakuasi mayat kita... " katanya dengan senyum bangga