Cinta Abadi CEO & MAFIA
Romance
09 Jan 2026

Cinta Abadi CEO & MAFIA

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (18).jfif

download (18).jfif

09 Jan 2026, 16:54

download (17).jfif

download (17).jfif

09 Jan 2026, 16:54

Di rumah mewah yang besar, terdapat 4 anggota keluarga bermarga 'Pratama'. Yah, rumah itu adalah rumah CEO terkenal, siapa lagi kalau bukan Adara, Rasya, dan Mami Papinya.

"ADARAA RASYAA, SINI SAYANG KITA MAKAN SIANGG, SEKALIAN ADA YANG MAU PAPI BICARAIN SAMA KALIAN" Teriak wanita itu, dia adalah Nadia, sang Mami Rasya dan Adara.

"IYA MAA, BENTAR LAGI RASYA TURUN, LAGI BANGUNIN SI ADARA NIHH" Balas Rasya sambil teriak juga di atas sana.


(DIKAMAR ADARA)

"Woi kebo, bangun egekk" Ucap Rasya pada Adara.

"Ishh bisa diem gak?!" Omel Adara dengan mata yang masih tertutup.

"Suruh mami makan siang adarott" Ejek Rasya.

"Duluan aja sih kakk ya Allah masi ngantuk ihhh!" Ucap Adara sedikit kesal.

"Heh kata Papi dia mau ngomong sesuatu ADARAA" Ujar Rasya sedikit menekan nama Adara.

"Aaaa yauda deh tar ade kesana" Ucap adara.

"Yaudah gue kedapur duluan ya dek" Balas Rasya dan Adara hanya mengangguki nya.

(DIDAPUR)

"Mana Adara nya sya?" Tanya Ryan, papi Adara dan Rasya.

"Bentar lagi katanya pi" Jawab Rasya.

Dan terdengar dari atas ada suara seseorang yang menuruni anak tangga, siapa lagi kalau bukan Adara.

"Adara sini, papi mau bilang sesuatu sama kalian berdua" Ujar Ryan.

"Ada apa sih pi? Kayaknya serius bingitt" Tanya Adara sembari mengangkat satu alisnya.

"Udah nyimak aja sih dek" Sahut Rasya dan Adara malah memandang sinis kepada Rasya.

"Jadi gini, kita mau pindah sekarang, karena papi juga kerja nya pindah, yang itu mau di renovasi, dan papi udah beli kok rumah yang gak kalah besar dari ini, bahkan lebih nyaman" Jelas Ryan kepada mereka berdua.

"Jadi, kapan kita pindah?" Tanya Rasya.

"Sekarang, sore ini" Jawab Ryan Adara dan Rasya pun terkejut mendengar jawaban papi nya itu.

"What pi? Masa mendadak sihh, kan barang adara banyak pi" Ucap Adara dengan raut wajah kesal.

"Iya pi kenapa gak dari kemaren² aja, terus kalau kita pindah Rasya sama Adara juga pindah sekolah pi?" Tanya Rasya.

"Iyalah dar, sya, Maaf papi gak tau kalau kita mau pindah, jadi gimana kalau kalian pindah ke Mega Genius High School itu?" Jelas Ryan.

"Hmm oke deh pi" Jawab adara sambil ragu² tetapi rasya hanya berdehem.

"Yaudah makan dlu habisin, tar langsung beresin barang² kalian oke?" Sahut Nadia yang sedaritadi hanya menyimak perbincangan mereka.

Adara dan Rasya pun mengangguk.

Kini mereka telah menghabiskan makanan nya, lalu spt yang di katakan mami nya, mereka langsung pergi kekamar packing barang² mereka.

(Skip aja yahh, author males ngetik wkwk😭🤣)

Hari sudah sore, mereka pun menaiki mobil untuk pindah ke rumah baru mereka yang ada di Depok. Butuh 3 jam untuk sampai ke rumah baru itu.

Para bodyguard dan pembantu² Family Pratama akan menyusul nanti malam, sebagian menyusul dari belakang mobil yang dinaiki Rasya Adara dan orang tua mereka.

(SKIP RUMAH BARU)

"Adeee bangun woii uda nyampe kebo" Ajak Rasya pada Adara yang daritadi ternyata tertidur karena kelelahan menyiapkan barang² nya.

"Eughh hoaam cepat banget dehh" Ucap Adara sambil menggesek² mata nya.

"Lu aja yang tidur, org 3 jam lebih, dasar kebo tadi siang aja udah tidur skrg tidur lagi" Ejek Rasya dan membuat Adara kesal.

"Ihhh kak Rasya, adek kan capek daritadi beresin barangg, huhh!!" Adara mendengus kesal.

"Lah gue aja yang beresin barang barang juga gak tidur tuh, wleee" Rasya mengejek Adara lagi sambil menjulurkan lidahnya, tetapi adara menghiraukannya sembari bertatap sinis.

Sementara itu Ryan dan Nadia hanya terkekeh dan menggelengkan kepala mereka saat melihat sifat kedua anak nya itu.

"Udah, ayo turun" Ajak Ryan.

Mereka semua terkejut melihat rumah baru mereka, bahkan lebih besar dari yang sebelumnya, rumah yang sebelumnya memang 3 tingkat, tetapi rumah barunya sekarang 4 tingkat, lega dan lebar! Wahh bagus sekali yah?!.

"WAHH OH MAY MAY INI LEBIH DARI RUMAH KITA YANG SEBELUMNYA PI!!" teriak adara takjub.

Mereka semua terkekeh melihat tingkah

gadis lucu itu.

"Haha iya dong, pasti kalian juga betah" Ujar Ryan.

"Pasti dong pii!" Jawab Adara dan Rasya bersamaan.

"Ihh kakak kenapa ikutin adekk!!" Ucap Adara sembari menirukan gaya anak kecil.

"Dihh adek kali yang ikutin kakak" Balas Rasya tak mau kalah.

Nadia dan Ryan hanya tertawa melihat mereka.

"Udah udah ayo masuk, pasti gak sabar kan?" Tanya Nadia dan diangguki oleh mereka.

Mereka pun masuk kedalam rumah yang super mewah itu..

"Wahhh dari luar aja udah mewah banget, dalemnya lebih mewah!!, oh ya btw kamar adek yang mana?" Tanya Adara sembari tersenyum bahagia.

"Diatas sayang, sini Papi anter kalian ke kamar masing²" Ajak Ryan kepada mereka semua.

Mereka semua naik ke lantai atas yang ke 3, mereka masuk ke kamar Adara terlebih dahulu yang bernuansa pink ungu dan biru pastel, karena adara menyukai warna pastel.

"Aaaa kamar adek aesthetic bingitzz" Ucap Adara dengan mata yang berbinar².

"Iya dongg kan papi tau kesukaan kamu apa" Ujar Papi Adara yang bahagia karena melihat tingkah Adara yang lucu.

"Timaaci Papiii" Ucap Adara sembari menirukan gaya omongan anak kecil.

"Sama sama sayang" Jawab Ryan.

"Ayo pi rasya mau liat kamar Rasya, pasti lebih bagus kan daripada kamar adek" Ucap Rasya memancing emosi Adara.

"Ishhh kakak! Apa sih pasti bagusan kamar adek" Adara mendengus kesal dan Rasya dia hanya tertawa geli melihat Adara.

"Yaudah ayo kita ke kamar kakak" Ajak Nadia.

Lalu mereka pun memasuki kamar Rasya yang aesthetic juga, bernuansa biru tua dan ada gambar Astronot beserta planet yang indah. Sungguh menakjubkan.

"Ihh kamarnya bocil hahaa" Ledek Adara kepada Rasya.

"Apaan sih bagusan kamar Kakak wlee'' balas Rasya sambil menjulurkan lidahnya seolah olah meledek adiknya.

Adara yang melihat itu mendengus kesal karena kakaknya, mereka kadang akur kadang bertengkar, sungguh tidak bisa ditebak.

"Yasudah ayo kita makan malam terlebih dahulu, sudah disiapkan oleh bibi. Kalau soal barang² nanti sama Bi Siti dan Bi Inah yang bereskan" Ucap Ryan dan diangguki oleh mereka semua.

(Oh yahh, bi Siti dan bi Inah itu adalah ART dirumah ini yahh hehe..)

Back to story.

(DI DAPUR RUMAH BARU MEREKA)

"Kalian mau makan apa?" Tanya Nadia kepada Rasya dan Adara.

"Mamii aku mau ayam tapi gak mau makan sayur" Jawab Adara sembari memasang baby face (wajah bayi).

"Adara gak boleh gitu sayang.. Kamu harus makan sayur, biar daya tahan tubuh kamu kuat sayang.." Bujuk Nadia agar Adara memakan sayur.

"Tau tuh letoy juga hahaa" Yah, dan lagi lagi Rasya mengejek Adara, sungguh tidak kelar² yahh..

(Pasti kalian juga selalu bertengkar kan sama adik/kakak kalian? Hehe candaaa😁.)

"Adara ayo dong, sudah berapa hari kamu tidak makan sayur, tar kamu kecapean, ayo makan sayur nya, nanti besok Papi beliin boneka Unicorn dehh..." Ryan membujuk lagi..

"Hmmm kalau bukan demi boneka Adek gak bakal makan sayur" Adara dengan pasrah menjawabnya.

"Tapi adek mau nya boneka lotso aja pii, boneka Unicorn udah adaa" Lanjut Adara.

"Iya deh asal janji makan sayur sama buah nya" Ucap Ryan.

"Pi masa Adek doang Rasya juga mau lah pi" Ujar Rasya sambil pura pura merajuk.

"Iya dong, Papi juga bakal beliin kakak sepatu baru untuk sekolah baru besok" Sahut Ryan.

"Kakak ikut ikut adek mulu huhh" Ucap Adara dengan kesal.

"Serah kakak dong" Balas rasya sementara Adara hanya mendengus kesal.

"Udah dong habisin dulu makanannya, bilang apa dulu sama Papi???" Ucap Nadia.

"Makasih papi" Jawab Adara dan Rasya bersama.

*skipp selesai makan*

"Papii mami adek bobo dulu yahhh, good night semuaa" Ucap Adara sambil menggesek matanya karena mengantuk.

"Rasya juga yah mi, pi, good night" Ucap Rasya.

"Iya sayang, good night juga" Jawab Nadia dan Ryan bersamaan.


" Papii mami adek bobo dulu yahhh , good night semuaa " ucap Adara sambil menggesek kedua matanya karena mengantuk.

"Rasya juga yah mi, Pi, good night" ucap Rasya.

"Iya sayang, good night juga" ucap Nadya dan Ryan bersamaan.

****

Keesokan harinya...

(DIKAMAR RASYA)

"Syaa, ayo kita bangun, ini hari pertama kamu sekolah disini.. Yuk bangun kak.. " Ajak Nadia kepada Rasya yang masih tidur.

" Iya mami, rasya bangun " Ucap Rasya sambil menggesekkan mata nya.

" Nanti sehabis mandi kamu bangunin adek kamu dulu yahh.. Setelah itu makan, sarapan " Ucap Nadia.

" Oke mii rasya mandi dulub" Jawab Rasya sambil bangun dan mengambil handuknya.

(DIKAMAR ADARA)

"ADEKKKK BANGUN UDAH SIANGGG!!!.." Teriak Rasya yang mendekatkan mulutnya ke telinga Adara, tentu saja itu membuat dia kaget dan terbangun dari tidurnya. Sungguh menyebalkan sekali!!.

"KAKAKK ADE KAGETT TAU GAK SIHH?! KAKAK RESE!!!" Balas Adara sambil teriak juga kepada Rasya.

"Makanya lu jadi orang jangan kebo kebo amat" Ejek Rasya dengan wajah yang membuat Adara semakin kesal.

"Ihhh kakakk udah sana pergi!! Adek mau mandii" Ucap Adara "bagus deh yaudah kakak ke dapur duluan awas lo tidur lagi" Ujar Rasya dan diangguki oleh Adara yang semakin bete karena perkataannya.

Rasya pun keluar pergi meninggalkan adara ke dapur.

"Huhh punya kakak rese nyebelin!!" Batin Adara.

****

*Skipp di dapur*

"Adara ayo sini makan" Ajak Ryan.

"Iyah pii" Jawab Adara dengan wajah malas.

"Kamu kenapa? Kok kayak bete gitu?" Tanya Nadya karena dia memerhatikan wajah malas Adara.

"Itu mi kak rasya tadi pagi aku lagi mimpi indah eh pas indah indahnya kak rasya malah teriakin aku buat bangun, kan nyebelin mi, pi, aku ga suka kakak rasya!!" Jelas Adara sambil memasang muka kesalnya.

"Ya iyalah lu kan keboo" Ejek Rasya lagi dan lagi. Entah kapan mereka bisa akur, selalu saja bertengkar.

"Sudah² ayo kita makan dahulu, setelah itu Pak Riza akan antarkan kalian ke sekolah baru kalian" Ucap Ryan agar Rasya dan Adara berhenti bertengkar.

"Baik pii'' jawab adara dan rasya bersamaan.

(Skipp selesai makan)

" Ayo adara rasya kalian naik ke mobil " Ajak Ryan.

"Oke pi ,mi assalamu'alaikum" Ucap Adara dan Rasya kompak tersenyum ria sambil menyalami tangan kedua orang tuanya.

"Waalaikumsalam, hati hati dan semoga dapat banyak teman baru" Jawab Nadya dan Ryan sambil mengecup kening adara dan rasya setelah mereka bersalaman.


****

(SEKOLAH BARU 'MEGA GENIUS HS')

Terimakasih pak riza" Ucap adara. "Makasih ya pak kita ke kelas dulu" Susul Rasya.

"Sama sama non, den, yasudah bapak pulang dulu ya, nanti bapak jemput lagi" Jawab pak Riza dan diangguki oleh Adara Rasya.



"Eh eh i-itu kan.. Emmhh.. I-itu Putra dan Putri CEO terkenal.. " Ucap salah satu murid seolah olah dia merasa kaget dan tidak percaya.

"Eh i-iya, a-apa mereka murid baru nya yah.." Ujar salah satu murid yang disebelahnya tadi.

Adara dan Rasya itu tidak sombong walaupun mereka dinobatkan sebagai Putra Putri CEO terkaya, tercantik dan tertampan menurut fans fanatik mereka.

"Haloo" Sapa Adara dan Rasya tersenyum manis.

"Aaaa gila gue, disapa aja dag dig dug jantung" Ucap salah satu siswa yang ada disana.

"Anjirr ini sekolah nya para CEO dan Mafia ya?? Banyak banget anak CEO dan Mafia terkenal huaaa insecure sumpahh" Murid mengoceh tak percaya melihat ini semua.

Adara dan Rasya sudah sampai diluar ruangan , dan mereka memperkenalkan diri dahulu.

Rasya di kelas 12

Dan Adara dikelas 11.

(DIKELAS RASYA)

" Anak anak , kelas ini kedatangan murid baru lohh.. Gak sabar kan???.. " Ucap guru yang bernama Pak Dion , yang mengajar dikelas Rasya.

" Siapa tuh?? "

" Kayaknya gue ketinggalan berita deh mau ada murid baru "

" Dia anak biasa atau anak dari kalangan orang kaya? Kan sekolah ini udah terkenal karena banyak org kaya , jadi kalau dia misk1n gak level sekolah disini "

Yahh itulah rata rata ocehan para siswa.

" Ayo masuk dulu perkenalkan diri kamu " Ucap Pak Dion dan diangguki ramah oleh Rasya.

Rasya pun masuk ke ruangan itu dan.. "WHATT?!" semua murid melongo melihat kedatangan murid baru itu.

" E-eh i-ini ga mimpi kan... " Tanya salah satu murid menepuk pelan pipinya.

"Halo semuanya, nama saya Rasya Galaxy Putra Pratama, pasti kalian sudah kenal kan, jadi salam kenal yahh.." Rasya memperkenalkan diri dengan senyum manis nya yang membuat semua siswa meleyott apa lagi yang perempuan.

" Aaaaa tolong guee selamatkan dari ombak manisnya...." Ucap seorang murid disana .

"Haha pasti kalian kaget banget kan melihat kedatangan murid baru ini, ya pasti kaget lah kan dia Putra CEO terkenal didunia terlebihnya" Ucap pak Dion terkekeh karena melihat ekspresi kaget semua murid yang ada di ruangan itu.

" OMG helloo, ya pasti lah pak, banyak banget anak² CEO yang sekolah disinii mana di kenal internasional lagi " Oceh murid.

" Bisa dikatakan begitu , karena sekolah ini ke banyakan dari kalangan CEO dan Mafia " Jelas Pak Dion kepada Rasya dan dia hanya mengangguk mengerti.

" Mafia?? Ihh serem gitu yah.. " Batin Rasya dengan ekspresi bergidik ngeri.

"Oh iya, Rasya kamu duduk di sebelah murid perempuan itu yahh" Tunjuk Pak Dion mengarah ke bangku perempuan itu.

" Oke Pak " Ucap Rasya

Rasya kaget dengan murid perempuan yang ditunjuk oleh Pak Dion tadi, ternyata murid itu adalah Naura, yah Naura anak CEO terkenal juga.. Banyak berita tersebar di sosmed tentang Naura, dan Rasya ternyata menyukai Naura karena dia sering melihat fotonya yang tersebar di TV ataupun di sosmed.

" Watdepuk?? Naura? Crush guee? " Batin Rasya terkejut.

Naura yang menyadari murid baru itu dia pun terkejut karena itu adalah Rasya.

Sebenarnya Naura juga menyukai Rasya karena ketampanannya menyebar di berita² TV maupun sosmed, terlebihnya ia anak CEO terkenal, sama seperti Naura.

" Ra-rasya?? Jadi murid baru itu.. " Batin Naura dan menggantungkan kata katanya.

(Waduhh mereka saling suka nihh, ayo jadian aja cepett wkwk🤣)

" Ayo Rasya kesana, kamu kenapa bengong heii?? " Tanya Pak Dion.

" O-oke Pak, maaf Pak " Jawab rasya terbata-bata.

Rasya akhirnya mendatangi Naura dan duduk disebelahnya walaupun jantungnya tidak bisa dikondisikan begitu juga Naura.

" Duhh Naura , pliss jangan sekarang saltingnya " Batin Naura.

" Syaa, lo bisa. Harus bisa kondisikan " Batin Rasya .

" Halo rasya " Sapa murid yang ada disebelah Rasya dengan centilnya.

" Emhh Halo " Jawab rasya singkat.

" Ihhh kok rasya cuek bgt sihh!!.. Gue harus dapetin dia walaupun gue cuma orang biasa!! Dan Naura, keknya dia ke ganjenan deh ama si Rasya, jijik banget sihh " Batin murid yang di sebelah rasya yang tadi menyapa nya.

" Oke anak anak, ayo kita mulai pelajaran nya " Ucap Pak Dion.

"Baik Pak" Jawab semua murid diruang kelas rasya.

(DIKELAS ADARA)

"Anak anak, kita kedatangan murid baru nihh, ayo silahkan masuk " Ucap guru perempuan bernama Salma.

" Siapa dia? "

" Cowok atau cewek orangnya? "

"

Kelas ini datang murid baru?? "

Itulah rata rata ocehan murid yang ada dikelas Adara.

Adara pun masuk seperti apa yang disuruh oleh miss Salma Tadi.

" HAAA??!!! " teriak para siswa di ruangan itu terkejut melihat kedatangan Adara.

" INI MIMPII KANN??!! " Teriak murid tak percaya.

Sementara Adara dan Miss Salma hanya terkekeh melihat ekspresi mereka.

" Yasudah Adara, ayo perkenalkan dirimu " Ajak Miss Salma.

"Hai semuanya, nama aku Adara Angeline Aurelia Putri Pratama, pasti udah tau kan hhee, salken semuanya" Adara memperkenalkan dirinya dengan anggun.

" A-adaraa??!! " Batin seseorang tidak percaya.

Dia adalah Gibran, anak dari seorang Mafia, dia hanya jahat kepada orang yang jahat ke orang yang dia sayang duluan. Dan ternyata Gibran menyukai Adara karena beritanya tersebar luas ke penjuru dunia.

" Yasudah adara, kamu boleh duduk di sebelah anak murid itu, dia Gibran " Ucap miss Salma.

" Baik miss " . Jawab Adara.

Lalu Adara juga kaget melihat orang yang ditunjuk miss salma, ternyata dia adalah Gibran, seorang Mafia terkenal didunia, adara ternyata menyukai Gibran juga?? Dia selalu menyimpan foto²nya di galeri, begitu juga dengan Gibran.

" Gi-gibran?? " Batin adara terkejut.

Adara pun duduk di bangku sebelah Gibran dan Gibran pun sontak kaget melihat Adara duduk disamping nya.

" Adara? Dia duduk di sebelah guaa?? Sungguh tidak bisa diprcaya. " Batin Gibran.

" Halo " Sapa Adara dengan suara lembutnya.

"E-eh h-halo.." Jawab Gibran dengan senyumnya.

" Eh eh eh si Gibran, dia deket sama si Adara, ihh gak bisa dibiarin " Gumam murid yang tak suka pemandangan itu.

" Nama lo Gibran kan? " Tanya Adara sembari tersenyum maniss.

" MasyaAllah, ciptaan mu Tuhan" Batin Gibran.

"Iya gue Gibran, dan.. Elo adara kan?? " Jawab Gibran sambil bertanya balik.

"Iya gue adara, kok tau? " tanyanya.

"Siapa sih yang gak tau adara, kan nyebar banget diberita" jawab Gibran.

"Hehe iya makasih, gue juga tau lo karena nyebar juga diberita " Adara.

Gibran tersenyum manis dan mengangguk.

Ini pertama kalinya Gibran dekat dengan seorang perempuan dan mengobrol setiap pelajaran. Murid murid pun merasa aneh pada Gibran.

" Ini pertama kali gue jatuh cinta, trnyata seindah ini ya jatuh cinta di pandangan langsung " Batin Gibran.

"Akhirnya ada crush gue di depan mata gue sendiri" Batin Adara

(Waduh waduhh, Adara sma Gibran saling suka lagi nihh wkwkw🤣 ayo pepet aja sihh)

****

(Skipp istirahat)

*KRINGGGG*

Bel istirahat telah berbunyi dan semua murid pun keluar kelas.

*sementara dikelas Adara

"Dar, lo mau ke kantin gak?" Tanya Gibran

" Mau kok, sebentar lagi" Jawab Adara

"Oke" Ucap Gibran

Kemudian...

"Ayo gib, katanya mau ke kantin.." Ajak Adara

"Eh ayok" Gibran menggandeng tangan Adara.

"Eh eh, gi-gibran?? " Adara terkejut

"Shuttt, diem aja gpp sih"

"Oke oke"

Dilorong sekolah banyak yang melihat Gibran dan Adara pegangan tangan, dan itu membuat semua murid kebingungan dengan Gibran. Lalu ada salah satu murid yang menyusul Gibran dan Adara.

"WOYY!!" teriak murid yang tidak suka melihat itu.

Adara dan Gibran menoleh kebelakang karena terkejut mendengar itu.WOYY!!!" teriak murid yang tidak suka pemandangan itu.

Adara dan Gibran pun menoleh ke belakang karena terkejut mendengar itu.

****

"HEH JULEHA APASIH MAU LO?!" Balas Gibran dengan teriakan juga.

Ya, dia adalah Lea Keyla Askara, dia biasa dipanggil Lea. Dia Adik dari Kimberly

Adara pun kaget melihat Gibran marah seperti itu.

"Gib, udah gib.." Lerai Adara.

"Orang kayak gini gabisa dibiarin ra, dia ganggu hidup gue terus"

"Apaan sih, kok kamu belain dia gitu sih sayang" Ucap Lea membuat Gibran semakin marah.

"Sayang sayang pala lo peyang!!" Ujar Gibran dengan nada yang agak dinaikkan.

Adara pun terkekeh mendengar omongan Gibran tadi.

"Heh murid baru sok kaya, lo tuh gausah deketin Gibran deh dia itu udah berpemilik dan gue miliknya" Ucap Lea dengan tatapan sinis.

"DIA BUKAN SOK KAYA LEA, DIA EMG KAYA, HARUSNYA LO YANG JANGAN SOK KAYA!! DAN SATU LAGI, LO ITU BUKAN PACAR GUE DAN JANGAN NGAKU NGAKU PACAR GUE!!" teriak Gibran dan membuat Lea semakin marah kepada Adara.

"Ihhh Gibran!! Cuma gara² adara lo belain dia gitu?!" Ucap Lea.

"Emgnya kenapa? Masalah? Dia ini pacar gue dan lo gak berhak ngatur hubungan kita!" Gibran beralasan seperti itu membuat semua orang yang ada di dekatnya terkejut terlebihnya Adara dan Lea.

"Gib, tapi kan- " Belum selesai Adara bicara, tetapi Gibran langsung memotong perkataan dia.

"Shutt, ikutin gue aja" Bisik Gibran pada Adara dan diangguki oleh Adara.

"G-gibran.. Kamu pacaran sama Adara? Sejak kapan?? Ishh ini gak bisa dibiarin!!" Geram Lea.

"Apa lo cemburu?" Ucap Gibran.

"IHH DASAR CEWEK PEREBUT!!" Ujar Lea sembari ingin memukul Adara tapi dihentikan oleh Gibran.

"Gue pawangnya, dan kalau lo mau macam² sama Adara, gue pastiin hidup lo ga bakal tenang" Ucap Gibran dengan santainya.

Semua Murid terkejut dengan Pandangan yang mereka lihat sekarang, Gibran mengaku bahwa dia pacar Adara, walaupun ada rasa tidak suka dan cemburu, tetapi mereka memilih diam karena takut jika Gibran marah.

"HEY, ADA APA INI?!" Teriak Rasya menghampiri Gibran Adara dan Lea.

"Kakakk" Ucap Adara sambil pergi menghampiri Rasya dan memeluknya.

"Kamu kenapa Ra?" Ucap Rasya dengan raut wajah khawatir.

"Apa lo itu Rasya, kakak nya Adara?" Tanya Gibran.

"Iya gue Rasya, kakak Adara" Jawab Rasya. "Apa lo Gibran?" Tanya rasya pada Gibran.

"Yes, gue Gibran dan ada yang mau gue omongin sama lo" Ucap Gibran dan Rasya dia hanya mengangkat satu alisnya yang artinya dia bertanya.

"Tadi tuh si Lea mau celakain Adara, langsung gue hindari deh, emang dasar tuh juleha kalsium" Gerutu Gibran menunjuk dan menatap sinis pada Lea.

"HEHH, LO APAIN ADEK GUE HAH??!!" geram Rasya kepada Lea.

"Udah kak udah" Lerai Adara memisahkan Kakaknya.

"Tapi ra, kamu itu adek nya kakak, jadi ini udah tanggung jawab kakak buat lindungin kamu" Jelas Rasya.

"Tapi kak-" Belum selesai Adara bicara, ada seseorang yang menghampiri keributan itu.

"HEHH, JANGAN MACAM² YA LO KE ADEK GUE" Ternyata orang yang menghampiri mereka adalah Lisa, kakak Lea.

"Kakakk, lihat deh mereka mau mukul aku" Ucap Lea berbohong.

Yahh, siapa yang tidak greget dengan perilaku Lea? Sungguh menyebalkan!!.

"Maksud kalian semua apa hahh??!! " Geram Lisa.

"Itu tuh kak, yang namanya Adara sama Rasya, dia mau celakain aku terus si Adara mau ngambil Gibran dari akuu" Sekali lagi Lea berbohong.

"LEA, JAGA OMONGAN LO BANGSATT!! ADARA GAK SALAH APA APA!!" Gibran marah.

Sementara Lea, dia hanya terkekeh jahat melihat Adara.

"GUE GAK PERCAYA, DAN LO ADARA HABIS LO DITANGAN GUE, DASAR ANAK CEO GATAU DIRI!" Balas Lisa sambil teriak juga.

"Kebalik, yang harusnya habis itu lo sama adek lo, bener gak sih guys?" Tanya Rasya santai kepada semua murid yang melihatnya.

"BENER BANGET TUHH" Ucap semua murid yang ada disitu, namun sebagian murid tidak menjawabnya.

"Ishh, gak bisa dibiarin!!"

"KEVIN, NOAHHH!!" Panggil Lisa, yah kevin dan noah adalah saudara mereka sama sama bersekongkol melakukan kejahatan.

"Kenapa lis?" Tanya mereka berdua menghampiri nya.

"Hajar mereka, karena mereka bertiga mau celakain kita berdua" Lisa beralasan.

"Kurang ajar lo ya!" Gerutu Kevin kesal.

"Apa lo mau berantem? Gass!" Ucap Gibran menerima tantangan mereka.

"Dek tunggu sini" Ucap Rasya pada Adara dan adara pun mengangguk.

Perkelahian itu pun terjadi

Gibran melawan Kevin

Dan Rasya melawan Noah.

Melihat mereka babak belur, Adara langsung menghampiri mereka.

"KAK ASYA, GIBRAN, UDAH STOPP!!!" Lerai adara untuk menghentikan perkelahian mereka.

Dan..

BUGHHH!!!

satu pukulan mengenai Adara karena Kevin tidak melihat Adara di depannya.

"Arrgghhh" Adara meringis kesakitan.

"ADARAAA!!!" Teriak Rasya dan Gibran dengan raut wajah khawatir.

Tak lama itu, adara langsung pingsan dan jatuh ke pelukan Gibran.

"Ra, adara, adaraaa!!" Panggil Gibran sambil menepuk pelan pipinya.

"Adekk, kamu kenapa dekk" Ucap rasya dengan nafas terengah karena perkelahian tadi.

"Gib, ayo bawa Adara ke UKS" Ajak rasya.

Dan Kevin Noah Lisa dan Lea hanya tertawa jahat melihat semua ini.

Gibran pun menggendong Adara ke UKS dan Rasya masih didekat Kevin dan Noah.

"Urusan kita belum selesai, gue pastiin kalian semua gak akan selamat" Geram Rasya lalu menyusul Gibran dan Adara ke UKS.

"Serah deh" Noah.

"Haha palingan modus" Kevin terkekeh

"Pokoknya aku harus dapatin Gibran!" Ucap Lea.

"Iya dek, gue tau gue bakal bantu lo deket sama gibran dan musnahin si Adara, tapi ada syaratnya.. Kalian juga harus bantu gue deket sama si rasya, dan musnahin si Naura centil itu" Lisa.

"Sipp, apasih yang nggak buat saudara kita" Ucap Kevin.

Lisa Noah dan Lea terkekeh geli dan mereka semua kembali ke ruang kelas.

(DI UKS)

"Bu tolong Buu" Ucap Gibran.

"Iya ada apa?" Jawab Guru UKS.

"Ini ada yang pingsan" Rasya.

"Eh ayo ayo bawa ke brankar sini" Ajak guru UKS itu.

Gibran pun menidurkan adara ke brankar.

"Apa kalian boleh keluar dulu?" Guru UKS.

"Oke bu, tapi pastiin Adara baik baik aja ya bu" Ucap Rasya dan diangguki oleh Guru UKS.

Gibran dan Rasya menunggu diluar lalu mengobrol satu sama lain.

"Eh, apa lo mafia itu ya? " Tanya Rasya.

"Iya, dan lo anak CEO itu kan?" Gibran tanya balik ke rasya dan diangguki olehnya.

"Apa lo suka sama Adara? Gue liat, tadi pandangan lo ke Adara itu gak biasa, apa bener gib? " Tanya Rasya.

"Apa Lo gak akan marah?" Bukannya menjawab Gibran malah bertanya balik.

Rasya terkekeh mendengar ucapan Gibran.

"Untuk apa gue marah? Yang ada gue itu dukung, Kalau itu kebahagiaan Adara ya gue setuju aja" jelas Rasya sambil menepuk pelan bahu Gibran.

"Thanks kak,sebenarnya gue ini fans fanatik Adara,karena beritanya tersebar luas" Gibran.

"Heh, lu tau gak sih kalau Adara juga fans fanatik lu , foto galeri dia hampir penuh karena foto lu" ucap Rasya sambil tertawa kecil.

"Bener kak?" Ucap Gibran sambil tersenyum bahagia.

"Iya lah,ngapain gue bohong , jadi Pepet aja Adara nya" usul Rasya.

"Secepetnya deh kak" Gibran

"Oke gue tunggu yahh" Rasya.

"Tapi, apa Kaka tau kesukaan Adara apa saja?" Tanya Gibran.

"Hmm Adara tuh Suka es krim, cokelat, buah buahan yang manis apalagi durian dia suka, dan dia itu orangnya manja,sensitif , ngeselin tapi ngangenin , ramah dan penyayang orang nya" Jelas Rasya .

"Oke kak thanks" ucap Gibran dan Rasya tersenyum

Kemudian tak lama seorang guru UKS tadi yang memeriksa Adara menemui Gibran dan Rasya.

"Bu, gimana Bu keadaan adik saya??" Tanya Rasya.

"Iyh Bu gimana keadaan Adara?" Tanya Gibran.

"Alhamdulillah dia baik baik saja, tetapi mohon dijaga dan suruh dia beristirahat sampai sembuh total" Usul guru UKS tsb.

"Baik dok kami akan jaga" ucap Rasya dan Gibran bersamaan.

*KRINGGGG*

Bel masuk telah berbunyi

"Kak, ke kelas aja duluan, gue mau jaga Adara aja.. dan tolong bilang ke guru kelas kita apa yang terjadi sama Adara" Gibran.

"Oke gib tenang" Rasya

Rasya pun pergi ke kelas Adara dan Gibran terlebih dahulu dan menceritakan apa yang terjadi pada Adara , lalu pergi ke kelas nya.

*Sementara di UKS*

"Ra, bangun dong.."

CUPP

Satu kecup ciuman melayang di pipi kanan Adara, dan tak lama sehabis itu Adara pun langsung sadar.

"Eughh"

"Ra, akhirnya Lo sadar juga"

"G-gibran? Lo ngapain disini, dan.. gue juga kenapa bisa ada disini?"

"Tadi kan Lo dipukul sama Kevin"

"Oh iya,gue lupa serius"

"Yaudah, Lo istirahat dulu aja gih, kata guru UKS nya harus istirahat total"

"Ciee perhatian"

"Kan gue kasian sama Lo"

"Hmm iya dehh.. eh btw Lo kenapa jaga gue? Kan bisa kak asya , kenapa Lo gak masuk aja ke kelas?"

"Gue lebih milih jagain Lo Ra"

"Hmm terserah Lo aja sih "

"Yaudah , Lo mau makan gak?"

"Boleh tuh , gue laper nih"

"Kebetulan tadi dikasih bubur sama gurunya , gue suapin yah"

"Jantung gue harus dikondisikan oke" Batin Adara

"Yaudah terserah Lo aja gib"

Gibran pun mengambil bubur nya dan menyuapi Adara dengan penuh kasih sayang.

"Nih aaa"

"Makaciii"

"Dar, gausah semanis itu bisa?" Batin Gibran.

(Skipp udah pulang)

*KRINGGGG*

Bel pulang telah berbunyi

Rasya dan temannya Gibran Adara ikut menemui mereka di UKS. temannya adalah Naura, Violetta, Irsyad.

"Assalamualaikum" ucap Rasya dan segerombolan temannya mengucapkan salam.

"Waalaikumsalam" ucap Adara dan Gibran.

"Haii" Naura

"Eh haii,ini temennya kakak yahh?" Adara

"Iya dek, dia Naura" Rasya.

"Eh eh kak,ini Naura yang kakak crushin itu yahh di sosmed" Adara.

Semua yang ada di UKS kaget mendengar omongan Adara

"Adara" pekik Rasya

"Hehe maaf kak keceplosan" Adara

"Kebiasaan tau kamu tuh" Rasya

"Yee sorry" Adara

"Apa benar yang dikatakan Adara? Oh my my, gak nyangka Rasya crush gue suka sama gue juga" batin Naura.

* Dertt .. dertt .. dertt ..*

Suara Telpon ponsel berbunyi di iPhone Adara.

Dan ternyata itu adalah papi nya, Ryan.

"Eh kakak papi nelpon" Adara

"Duh gimana cerita ke papinya " Rasya

"Tenang aja kak , aku bakal sembunyiin semuanya"

"Gak yakin sih Kalau kamu bakal jaga itu" Rasya

"Ihhh kakak!!!" Adara

"Iya ih maaf bercanda" Rasya

Semua seisi ruangan tertawa melihat sikap Adara dan Rasya.

"Yaudah angkat Ra" Gibran

"Oke" Adara

"Eh dek di lord speaker yah kakak juga mau dengar" Rasya

"Iya iya"

Adara pun mengangkat telpon tersebut

(PERBINCANGAN TELPON ADARA DAN PAPINYA)

Assalamualaikum Pi, ada apa?

Waalaikumsalam, kamu dimana sih sayang? Kata pak Riza dia daritadi nunggu kamu SM kakak di gerbang dan gak muncul², emangnya kemana?

Eehh anu Pi, Adara main dulu sama kak asya ke rumah teman baru, boleh nggak Pi?

Hmm iya deh boleh, tapi jangan lama-lama yah.. jangan sampai malam

Siap pii, eh tolong telponin pak Riza dong Pi, pulang duluan aja gitu yah..

Iya adee, papi juga mau telfon nihh

Eh eh papi dikantor kan? Adek nitip sesuatu dongg, pizza sama es cappucino mathca nya ya pii

Iya adee insyaAllah, yaudah yaa..

Eh eh papi curang, masa kakak gak dibeliin

(Ucap Rasya tiba tiba menimbrung)

Haha iya kakak, pasti nya papi juga inget ke kakak dongg..

Apaan sih kakak ikut aja gak modal

(Adara)

Dihh biarin Ade juga ngacaa!

(Rasya)

Hey hey kenapa pada ribut? Sudah, nanti papi belikan satu satu, yaudah papi matiin dulu ya bye Ade, kakak..

Okee piii, babayyy

(Adara)

Bye pii

(Rasya)


*Tut Tut Tut..*

Saluran telpon terputus.

Semua di UKS ricuh mendengar perkataan Adara dan Rasya tadi , sungguh menggemaskan!!

"Eh kita belum kenalan lohh" vio

"Kita juga" Irsyad

"Gausah kenalan kali , aku udah tau kalian siapa kan berita nya tersebar luas" Adara

"Itu vio, dan itu Irsyad" lanjut Adara menunjuk vio dan Irsyad.

"Haha, iya dong kami juga selaku mendengar berita kalian berdua, Adara dan Rasya , kalian begitu terkenal" Violetta

"Iya haha" Irsyad

"Eh diliat liat kalian cocok banget sih" Adara

"Pasti dong , mereka kan duo bucin" Naura

"Hah? Jadi mereka berpacaran? Wahh, kenapa tidak beritahu publik?" Adara

"Yahh begitulh, jika diberi tahu publik makin ricuh ocehan dari warganet" Violetta

"Yah benar, kau benar sekali" Adara

"Eh yasudah kita pergi dari UKS , ayo pulang" ajak Gibran

"Eh iya lupa" ucap Adara.

"Eh nongkrong ke Caffe Yo, mau ga?" Tanya Mala.

"GASSS!!!" Teriak mereka semua kompak.

Mereka pun pergi meninggalkan UKS dan memutuskan untuk bermain sebentar agar lebih mengenal , mereka memilih Caffe Star untuk bermain sebentar."Eh nongkrong ke Caffe Yo, mau ga?" Tanya Mala.

"GASSS!!!" Teriak mereka semua kompak.

Mereka pun pergi meninggalkan UKS dan memutuskan untuk bermain sebentar agar lebih mengenal , mereka memilih Caffe Star untuk bermain sebentar.

****

(DI CAFFE STAR)

"kalian mau mesen apa?" Rasya

"Aku sih spaghetti carbonara aja, sama minumannya jus alpukat" Adara

"Kita mah samain aja" ucap semua nya

"Yaudah kalau gitu , mbak sini" panggi Rasya kepada pelayan Caffe

"Ya , ada yang bisa saya bantu?" Pelayan

"Emm ini mbak kita mau mesen spaghetti carbonara nya 6 dan jus alpukat nya juga 6" Rasya

"Oke akan Kami siapkan segera" pelayan

"Oke mbak" Rasya

Mereka semua mengobrol satu sama lain sambil menunggu pelayan membawakan pesanan mereka.

Disitu Rasya hanya melamun dan memandang Naura dengan wajah polosnya.

Mereka yang menyadari itu langsung berniat ingin mengejutkan Rasya

"KAK ASYAA!" teriak Adara yang membuat Rasya kaget

"Naura Naura" reflek Rasya berkata seperti itu karena dikagetkan oleh Adara, huhh sungguh jahil!

Semua yang mendengar itu juga terkejut terlebih nya Naura sendiri..

"Eh ra-rasya??" Naura

"Ha e-enggak , cuma kaget doang keceplosan" Rasya

"Keceplosan atau keceplosaaann" ejek Adara

"Adek!!" Geram Rasya

"Sorry kakak" Adara hanya memasang wajah polosnya

"Gue salting parah cuyy" batin Naura

"Aduduhh gimana nih , si Adara make kagetin segala , makin malu gue" batin Rasya

" Kak ayoo" bisik Adara

"Ha apaan sih dekk" jawab rasya sambil berbisik juga

"Ungkapin aja kak" Adara

"What? Kakak malu lah Ra mana banyakan gini" Rasya

"CK, Cemen!" Adara

"Berani ya sama kakak?" Rasya

"Ngapain takut" Adara

"Dih punya adek ngelunjak banget sih" Rasya

"Biarin , adek gabakal ngelawan Kaka lagi kalau kakak udah tembak kak Naura"Adara

"Huh reseee! , Iya nanti kakak ungkapin" Rasya

"Wahh Beneran kan??" Adara

"CK iya"Rasya

"Okeyy dehhh" Adara

Tak lama sehabis itu pelayan pun datang membawa 6 spaghetti carbonara dan 6 jus alpukat untuk mereka.

"Makasih yah mbak" ucap mereka semua serentak

"Sama sama" jawab pelayan tersenyum

Mereka semua memakan makanan dan minuman yang mereka pesan..

"Udah gede masih cemong aja makannya , kayak bayi aja" ucap Gibran sambil mengelap makanan yang berantakan dimulutnya.

Blushhh..!!!

Pipi Adara memerah karena perilaku Gibran tadi!

Semua yang melihat kejadian itu pun baper! Sungguh lucuu!!!

"AAA CIEE CIE GIBRAN OMG TUMBENAN SIKAP NYA GITU KE CEWEKK KIWW" heboh Violetta

"Ekhemm adeekkk.." ledek Rasya

"Ehh pipinya kayak kepiting rebus!!" Ejek Naura

"Gausah salting kalii" Irsyad

"Kalian apaan sih" Adara

"Tau , gue cuma bersihin makanan yang ada di mulut Adara" Gibran

"Gib , jangan gitu yah lain kali.. jantung gue mau copott!!.." batin Adara

"Apa gue langsung tembak Adara aja yahh" batin Gibran sambil tersenyum

"Gibb , udah kakak setuju kamu jadi adek ipar kakak" Rasya

Dan blushh..!!!

Pipi Adara kembali memerah karena omongan Rasya tadi..

Semua juga kaget dan baper mendengar perkataan Rasya

"Kakak..!!" Omel Adara

"Apasih dekk?" Rasya

"Ishhh nyebelin tau gaa??!!" Adara

"Nyebelin tapi bikin salting kaaann??" Ejek Rasya

"Tau ahhh" Adara

Naura Violetta Irsyad mereka tertawa geli melihat tingkah adik kakak yang begitu menggemaskan

"Yaudah abisin dulu aja makanan nya" ujar Rasya dan mereka semua mengangguk.

*Skipp selesai makan*

"Yaudah ayoo bayarr" Irsyad

"Let's go!" Violetta

"Kakak.." bujuk Adara dengan puppy eyes nya

"Hmm.. gausah ngomong , kakak udah tau , kebiasaan tau ga" Rasya

"Gapapa dong , kan aku adek nya kakak" Adara

"Hmm iyaa" Rasya

Mereka semua pun sudah membayar makanan nya masing² lalu memutuskan untuk pulang kerumah nya...

(DIRUMAH RASYA DAN ADARA)

"Assalamualaikum mamiii papiiii" heboh Adara bersemangat sambil menyalami tangan orang tuanya

"Assalamualaikum" singkat Rasya sambil menyalami tangan orang tuanya juga

"Waalaikumsalam , eh anak anak papi sama mami udah pulang.." ucap Nadya dan Ryan bersamaan sambil mengecup kening mereka satu satu

"Mana pii itunyaa??" Tanya Adara

"Itunya apa adek?" Tanya balik Nadya

"Itu lohh tadi adek nitip ayam geprek sama minumannya , masa gak dibeliin sihh?!!" Ucap Adara sambil mengerucutkan bibirnya

"Iya dongg papi gak lupa , yakali papi lupa sama anak anak papii" ucap Ryan membujuk Adara karena mengambek

"Wahhh mana mana??" Ujar Adara tak sabaran

"Kakak bagii, kakak juga nitip kan" sahut Rasya

"Iya bentar Napa sih" gerutu Adara

"Tapi yang kakak simpen dulu aja kan kita baru makan tadi di Caffe" ucap Rasya

"Ooh jadi kalian tadi pulangnya mampir ke Caffe dulu.." ujar Ryan

"Gimana disekolah baru nya , banyak temen nggak?" Tanya Nadya

Rasya yang khawatir jika Adara bercerita jika tadi dia dicelakai oleh Kevin menatap Adara agar tidak memberi tau kejadian tadi pagi.

"Oke adek gabakal cerita" bisik Adara dan diangguki oleh Rasya

"Emhh anu Pi, mi, yaa gitulah.. banyak kok yang temenan sama kita , baik baik lagi" ucap Adara

"I-iya pii, banyak banget yah kan dek" sahut Rasya dan Adara pun mengangguk

"Ya pasti banyak dongg, apalagi non Adara dan Aden Rasya ini kan putra putri CEO terkenal didunia , pasti banyak lah yang mau" sahut bi Ika yang tiba tiba datang memuji mereka

"Hehe bibi bisa aja" ucap Adara

"Alhamdulillah kalau banyak yang baik sama kalian.." ucap Nadya

"Iya Alhamdulillah" ujar Ryan

"Eh mami papi tau ga , si adek disekolah itu ada crush nya loh pii,mii" ejek Rasya

"Waaahh.. siapa tuuhh?" Tanya Ryan

"Cieee gadis mami udah gede" ucap Nadya

"Dihh siapa bilang , asal mami papi tau aja yahh di sekolah itu juga ada crush nya Kakak loh" balas Adara

"Hmm.. apa itu kalangan CEO juga?" Tanya Nadya

"Iya dong mi , kan Adara pernah cerita kalau kak Rasya suka sama Naura putri om aldiano itu lohhh" ejek Adara

"Apa sih dek , kamu juga suka Gibran kan?!" Balas Rasya sambil tersenyum sinis

" Gibran mana? Atau dia anak mafia terkenal itu yah?" Tanya Ryan

"Iya lah Pi , tapi papi mau tau gak kalau sikap Gibran ke Adara itu baik banget ga bohong , terus murid yang lain juga pada aneh liat sikap Gibran ke Adara kek cinta gituu.." ejek Rasya dengan tatapan mata sinis nya.

Adara mendengus kesal mendengar kata Rasya tadi lalu dia menaiki anak tangga dan pergi ke kamar nya karena kesal.

"Lah lah, tu anak malah ngambek" ucap Rasya.

"Hahah udah biarin aja deh kak, kakak juga mandi dulu sana gih nanti malem turun makan" titah mami Nadya.

"Siap boss!!" Jawab Rasya berlagak seperti hormat pada mami nya.

Nadya dan Ryan pun tertawa kecil melihat tingkah anak nya itu, gemas!!.

Adara mendengus kesal mendengar kata Rasya tadi lalu dia menaiki anak tangga dan pergi ke kamar nya karena kesal.

"Lah lah, tu anak malah ngambek" ucap Rasya.

" Hahah udah biarin aja deh kak, kakak juga mandi dulu sana gih nanti malem turun makan" titah mami Nadya.

"Siap boss !!" Jawab Rasya berlagak seperti hormat pada mami nya.

N adya dan Ryan pun tertawa kecil melihat tingkah anak nya itu, gemas!!.

****

Sementara di kamar Adara..

Adara kelelahan dan berbaring di kasur luasnya itu, dia merasa tubuhnya lengket dan sedikit bau lalu memutuskan untuk membersihkan diri, mandi.

"Hufftt capek bangett" keluh Adara.

"Hmm mandi dulu deh bau gini" ucap Adara pada dirinya sendiri.

Adara pun pergi ke kamar mandi membersihkan badannya yang sedikit bau dan lengket. Dan setelah 20 menit Adara telah selesai menjalankan ritual mandinya.

"Akhirnya wangi juga nih badan hihiii" ucap Adara memuji dirinya sendiri.

"Hmm kedapur ah laperrr, tapi males juga sihh ketemu kak Rasya" ucapnya lesu didalam hati.

"Udah deh gpp udah laper banget nihhh" lesu Adara.

Adara pun menghampiri Rasya dan kedua orangtuanya di dapur, terlihat mereka sedang menyiapkan makan malam bersama 2 asisten rumah tangga nya itu.

(DIDAPUR)

"Haii mami, papi" sapa Adara pada kedua orangtuanya.

"Halo sayang" jawab Ryan.

"Eh inces nya mami udah Dateng, ayo kita makan yuk" ajak Nadya.

"Dih mami papi doang disapa, kakak enggak" ucap Rasya pura pura merajuk.

"Ngapain coba" jawab Adara malas.

"Nih Pi, mi, liat nih Adara udah mulai ngelunjak" adu Rasya sebal.

Nadya dan Ryan hanya menggelengkan kepalanya terkekeh geli melihat tingkah laku itu.

"Makan dulu yuk, berantem nya belakangan" ujar Ryan.

"Gak deh, kakak males berdebat sama tuh bocill" ledek Rasya sambil menunjuk Adara.

"Aku emang bocil, bocilnya ayang ibannn wleee" balas Adara meledek Rasya sambil menjulurkan lidahnya.

"Dihh berobat lu, Gibran aja belum tentu suka sama lu udah manggil ayang aja" balas Rasya.

"Kata siapa huu" dan Adara tak mau kalah.

"CK CK CK, gadis kecil papi sudah dewasa, tetapi masih manja" decak Ryan sambil menggelengkan kepalanya tertawa kecil.

"Apaan udah dewasa tapi masih kecil gitu" ejek Rasya.

"Biarin aja sih" balas Adara.

"Heii sudah sudah, ini lho bi Siti dan bi Inah sudah siapkan makanan nya, ayo dimakan jangan bertengkar terus" titah Nadya.

"Iya mi" jawab Adara dan Rasya.

Setelah beberapa menit mereka sudah menyelesaikan acara makan malam nya, kini sudah jam 8 malam, Adara pun meninggalkan dapur dan kembali ke kamarnya.

"SEMUANYAA, ADEK KE KAMAR DULU YAHHHH" teriak Adara dari atas.

"APAAN SIH GAK ADA YANG NANYA JUGA" Balas Rasya sambil teriak di bawah sembari memainkan iPad nya.

"BIARIN AJAAA" Jawab Adara di atas masih dengan nada teriaknya.

Adara pun masuk ke kamar nya yang luas dan aesthetic itu, adem sekali.

"Hmm bosen dehh, ngapain yah" tanya Adara pada dirinya sendiri.

"Main handphone aja deh" ucapnya lagi.

Adara pun mengambil iPhone nya di meja belajar nya itu, dia mengotak Atik ponselnya karena bosan ingin memainkan apa.

(SEMENTARA DIRUMAH GIBRAN)

"Huhh bosen bett, ngapain yah" ucap Gibran.

"Pengen chat Adara tapi gak tau nomornya, apa gue minta ke Rasya aja ya?" Tanya nya di dalam hati.

"Yaudah deh gue minta ke Rasya aja kan tadi udah tuker nomor sama dia" batinnya lagi.

[ Chat on]



Kakak Ipar

Assalamualaikum kak

Waalaikumsalam, kenapa gib ?

Kak minta nomor Adara boleh gak?

Ohh boleh dong, tapi buat apa?

Ya gak apa apa, butkon aja boleh kan?

Hmm butkon atau mau chatan sama diaa ?? Jujur aja Gibb wkwk

Hehe iya kak, gitu dehh .. yaudah mana nomornya?

SEND CONTACT

👤: Bocill Kesayangan🤓🤍

Thanks banget kak

Sama sama Gibb..

Yaudah assalamu'alaikum kak

Waalaikumsalam

//Read

[ Chat off]

Akhirnya bisa chatan sama Adara" batin Gibran senang.

"Chat sekarang dehh" batin nya lagi.

[CHAT ON]

Daraa 💛💫

P

Salam dulu, aku bilang mami nihh

Hehee maaff , lucu banget sihh

Apaan sih

Assalamualaikum

Nahh gitu dong, waalaikumsalam

Siapa?

SV Gibran yah

Ooh , okeyyy

Udah disave belum?

Iya udah

Di save nya kek mana??

Ya kek gitu..

Aku mau tauu kamu SV aku apa

Apaan sih aku kamu aku kamu

Hmm yaudah maaf,

boleh tau gak disave nya apaa

'GIBRAN' gitu doang

Mmm bohongg

Ihh bener lohh

Yaudah dehh, bentar yah

mau ke luar dulu sebentar aja

Iya santai aja

//Read

[CHAT OFF]

(SEMENTARA DI KAMAR ADARA)

Adara ternyata hanya diam saja karena menahan malu chatan dengan Gibran tadi.

Sebenarnya dia menamakan kontak gibran ' Ibann🤍' , namun karena malu dia berbohong padanya.

"Aaaa salbrut guee" ucap Adara yang sedaritadi hanya diam saja kini melompat lompat diatas kasurnya karena salah tingkah.

(DIRUANG TAMU ADARA)

*Tok tok tok...

"Hah? Siapa itu Pi jam 8 gini??" Tanya Rasya pada papinya.

Yapp Rasya papi dan mami nya berkumpul diruang tamu, Rasya memainkan iPad nya, dan mami papinya menonton TV diruang tamu.

"Mana papi tau kak, yaudah bukain gih" titah Ryan.

"Oke Pi" jawab Rasya.

Rasya pun menghampiri pintu depan dan membukanya, ternyata setelah dibuka pintunya ternyata...

"GIBRAN?!" Teriak Rasya kaget.

Yapp itu adalah Gibran, tadi dia meminta izin pada Adara untuk keluar sebentar bukan?? Ternyata dia malah pergi ke rumah Adara.

"Aduuuh kak jangan teriak teriak Napa" ucap Gibran.

"Abis nya Lo kenapa bisa disini? Dan mau ngapain??" Tanya Rasya pada Gibran.

"Hehee, gue mau minjem adek Lo, boleh gak kak?" Tanya balik Gibran sambil cengengesan.

"Malem² gini? Lo mau bawa Adara kemana? Mau ngapain Lo sama Adara?" Rasya bertanya lagi.

"Yahh kak gausah pikir negatif kali, gue juga mau ngajak ke taman doang main, pliss boleh yakk??" Tanya Gibran.

"Ya gue sih boleh² aja, tapi noh si mami Sama papi, dibolehin kagak" ucap Rasya.

"CK yaudah dehh" pasrah Gibran.

"Eh kak siapa??" Tanya Ryan penasaran.

"Ooh ini Pi Gibran, calon mantu papi haha" canda Rasya.

"Apaan sih" jawab Gibran malu.

"Waahh apa ini nak Gibran?? MaasyaAllah, ganteng sekali dia gak seperti kamu kak" puji Nadya pada Gibran dan mengejek Rasya di akhir katanya.

"Ishh mami apaan coba" geram Rasya tak terima.

"Bercanda kakak" bujuk Nadya.

"Ini nak Gibran? Sini masuk dulu" titah Ryan.

"Oke Tan, om" jawab Gibran dengan sopan.

Gibran pun masuk rumah mewah itu dengan sopan nya dan menyalimi tangan kedua orang tua Adara.

"Kamu mau apa kesini malam²? Tanya Ryan dengan lembut.

"Paling mau ngajak Adara ngedate lah pii" bukan Gibran yang menjawab melainkan Rasya.

"Ssstt kak.. diam dulu" tegas Nadya dan Rasya hanya bisa menurutinya.

"Eeh begini om, Tan, gibran kesini mau ajak Adara keluar di taman, boleh gak om??" Tanya Gibran dengan wajah penasaran.

"Mmm gimana yahh.." ucap Ryan bingung.

Kembali ke Beranda