Hurt
Teen
10 Jan 2026 11 Jan 2026

Hurt

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-11T223117.522.jfif

download - 2026-01-11T223117.522.jfif

11 Jan 2026, 15:31

download - 2026-01-11T223110.387.jfif

download - 2026-01-11T223110.387.jfif

11 Jan 2026, 15:31


Sekitar tiga tahun yang lalu. Bertepatan dengan hari terakhir ujian nasional dilangsungkan. Syafira Putri Angelista sudah siap dengan pakaian putih birunya tidak lupa kerudung putih sebagai peutup auratnya. Dengan pikiran kalut jikalau nanti ia tidak bisa mengerjakan nya bagaimana? Namun dengan tekad yang kuat mengalahkan perasaan kalut yang hinggap di otak cantiknya. Dengan riangnya ia keluar dari kamarnya sambil menenteng tas dipundaknya dan memegang satu buku yang berada Didekapannya.

Matanya tiba-tiba berbinar melihat makanan yang tersaji dengan rapih di meja makan, coba saja ia masih mempunyai waktu yang lebih dengan senang hati ia akan menghabiskan makanan itu. Rasanya waktu seakan tidak bisa memberikan ketenangan untuknya. Mengehela nafasnya sejenak. Kaki nya mulai melangkah mendekati ke dua orang tuanya.

"Pagi," sapanya.

"Too sayang," ucap serentak kedua orang tuanya.

"Aku langsung berangkat ya, Nanti sarapannya di sekolah aja bareng Tasya." Syafira mencoba menjelaskan, ia sebenenya merasa bersalah karena tidak menghargai Mamanya.

"Gapapa ko sayang." Rania, mamanya mengelus kepala Syafira.

"Yaudah aku berangkat," ucap nya sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.

"Hati-hati nak semoga segala urusan mu Dimudahkan oleh Allah Swt." Riko, papanya mengecup kening Syafira dengan lembut.

"Amin, Assalamualaikum." Syafira Melangkahkan kaki nya keluar rumah.

"Waalaikumsalam," jawab kedua orang tuanya.

Setibanya di kelas 9i suasana sudah sangat ramai untung saja ia tidak telat bisa celaka nantinya.

Syafira menghampiri Tasya putri Salah satu sahabat yang sangat baik dan selalu ada untuk nya.

Sambil menunggu Bel masuk mereka habisnya waktu nya untuk mengobrol seputar pelajaran.

Perasaan penat, pusing bercampur menjadi satu ujian sudah berlangsung sejak 45 menit yang lalu masih ada waktu 15 menit untuk mereka mengerjakan nya.

Ujian nasional telah selesai dilangsungkan semua nya segera berucap syukur ada senang nya karena mereka akan menempuh sekolah menengah atas namun ada sedih nya karena harus berpisah dengan teman-teman yang sudah bersama selama 3 tahun.

"Syafira semoga lo kedepan nya jadi lebih baik dan bisa langgeng sama si kapten basket," ucap Tasya.

"Amin lo juga ya, terimakasih Tasya udah jadi sahabat terbaik gue, btw si kapten basket itu Arsya Putra fernando, Tasya," ucap syafira gregetan selalu saja Tasya menyebut nya tanpa embel-embel Nama.

"Sabodolah yang penting eta weh."

"Huft yaudah gue mau ke Arsya dulu ya." Tanpa menunggu jawaban sahabat nya ia melenggang pergi menuju kekasih nya.

Mata nya menangkap sosok cowok yang sedang tertawa bebas bersama teman-teman nya. Syafira mulai Mendakati sang kekasih.

"Arsya," panggilnya.

Semua teman-teman arsya pergi meninggalkan dua sejoli yang sedang dilanda kasmaran.

"Hai sini duduk." Arsya menepuk-nepuk kursi yang tepat disamping nya.

"Eh iya." Syafira pun duduk seraya menatap muka tampan yang status nya menjadi kekasih nya.

"Aku tau aku tampan tapi jangan diliatin mulu sayang." Arsya mengusap wajah Syafira yang membuat si empu merasa malu.

"Ihkk kamu mah," rajuk Syafira.

"Uluhh pacar aku lagi ngambek nih." Dengan gerakan cepat Arsya memeluk Syafira.

Waktu singkat mereka habis kan untuk mengobrol bersama serasa dunia milik berdua yang lain cuman ngontrak.

"Gue yang duluan suka sama lo, kenapa harus sahabat gue yang dapetin sial!" ucap seseorang yang masih menatap dua sepasang kekasih yang nampak sangat bahagia.

Sepulang sekolah Syafira menghabiskan waktu nya dikamar saja rasanya ia sangat lelah dan memutuskan untuk tidur.

Dilain sisi dua sosok laki-laki dilanda kerisauan antara bingung mempertahankan atau mengikhlaskan.

"Lo tau kan gue duluan yang suka sama syafira,tapi kenapa dengan jahatnya lo ambil dia dari gue," ucap Alfian sandres.

" Iya gue tau tapi gue sangat cinta sama Syafira dan gak mungkin gue lepasin dia buat Sahabat gue, mengertilah Alfian."

Dengan susah payah Arsya menjelaskan namun Alfian enggan mendengarkan apakah harus Arsya mengalah namun ia pasti yakin Syafira akan marah padanya.

"Gue gak perduli. Cih! ternyata lo sahabat yang suka nya nusuk dari belakang ya."

"Stop Alfian gue buka orang kayak gitu."

"Oke gue akan mengikhlaskan Syafira buat lo," lanjutnya.

Malam telah tiba. Bulan menerangi langit menggantikan matahari untuk sejenak. Tidak lupa bintang yang bertaburan sebagai pelengkap. Syafira Putri Angelista kini tengah bersiap-bersiap menemui sosok yang sangat ia cintai setelah ayahnya. Tanpa berlama-lama lagi ia sudah siap, entah mengapa perasaan takut hinggap dihatinya. Pikiran kalut seakan-akan menerornya. Pasokan udara sekaan menipis dan hawa dingin menyelimuti raganya. Syafira menghela nafasnya saat matanya bertemu dengan sosok cowok bertubuh tinggi yang sedang membelakanginya.

"Arsya," panggil Syafira, merasa namanya terpanggil cowok itu memutar balik tubuhnya menghadap Syafira.

"Ada yang ingin ku sampaikan," ucap Arsya.

"Baiklah".

"Syafira Putri Angelista maaf dengan ini Arsya Putra Fernando harus memutuskan hubungan kita secara sepihak".

Bagai tersambar petir di siang bolong, Syafira nampak terkejut akan ucapan kekasihnya.

"Kenapa harus putus?" tanya Syafira dengan suara serak menahan tangis.

"Sahabatku mencintaimu, dan aku akan melepaskan mu untuk nya. Kumohon terimalah ia dan berikan hati mu untuk nya".

"Kau egois Arsya apa kau pernah mementingkan perasaanku? Aku tau Alfian suka padaku, apa kau tega menumbalkan perasaan ku untuknya?"

"Sejauh apapun kau memaksaku, jika hatiku berpihak padamu, aku tidak bisa berbuat apa-apa."

"Untuk apa kita putus, jika kita saling mencintai?"

Syafira pergi dengan perasaan hancur berkeping-keping kisah cintanya harus kandas dengan cara seperti ini. Menangis dan berteriak sekencangnya adalah hal tak terduga yang berasal dari dirinya.

Taman awal tempat kisah cinta berlabuh kini terasa menyeramkan untuk syafira awal kesedihan dah kepedihan bersatu dan menjadi tempat bersejarah saat mengenang dia.

Mencintaimu adalah Anugerah terindah

Memilikimu adalah bonus tuhan tersembunyi.

Jika tidak bisa bersama,mengapa kamu menawarkan hati ini untuk orang lain.

Perasaan bukan lah ajang bergengsi, jika mencintai mu aku bahagia mengapa kamu menawarkan hati yang baru untuk singgah. Cinta memang aneh datang dengan proses dan pergi begitu saja.

[ E N D ]


Kembali ke Beranda