'Azura Arsyila' nama seorang gadis yang akan Abyan halalkan hari ini
Sesungguhnya perjalanan Abyan tidak lah mudah ia akan menikah dengan seorang gadis bercadar yang bahkan tidak pernah ia kenal sama sekali
Abyan menikahi gadis itu bukan karena rasa cinta melainkan karena tali perjodohan, beberapa menit lagi ijab kabul akan di laksanakan
Tetapi Abyan belum melihat calon istrinya sama sekali
Tapi beberapa menit kemudian Abyan melihat ada seorang perempuan bercadar turun dari tangga dan di dampingi oleh dua seorang perempuan
"Apa itu calon istri ku??" Tanya Abyan dalam hati
"Baik sudah bisa kita mulai acara ijab Kabul nya" ucap penghulu tersebut
Tangan Malik (Abi Azura) sudah berjabatan dengan tangan Abyan
Keringat Abyan mulai bercucuran kemana-mana rasanya sangat gugup sekali
"Saudara Abyan Athala bin bapak Iqbal Ady Pratama. Saya nikahkan dan saya kawin kan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Azura Arsyila, dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat serta uang sebesar 1 Miliyar di bayar tunai!" Ucap Malik
Abyan mengambil nafas panjang terlebih dahulu setelah itu ia mengucapkan nya
"Saya terima nikah dan kawinnya Azura Arsyila, dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" Ucap Abyan dengan suara yang lantang dan tegas
Setelah semua para tamu mengucapkan kata 'SAH' tanggung jawab Abyan sudah bertambah sekarang ia tidak hanya mengurus perusahaan besar tapi ia akan mengurus gadis bercadar yang sekarang sudah 'SAH' menjadi istri nya
Dari kejauhan Azura melihat sambil Menangis terharu
Azura mendekat di sebelah Abyan
"Zura cium tangan Abyan" bisik fayda (Umma Azura) di telinga azura
Tangan Azura ingin meraih tangan Abyan tetapi Azura menarik nya lagi rasa nya gugup untuk berpegangan tangan dengan lawan jenis
Tapi pada akhirnya Azura meraih tangan Abyan Azura mencium punggung tangan Abyan
Dan Abyan yang mencium kening Azura jantung Abyan dan Azura kini berdegup sangat cepat
Setelah menandatangani surat-surat dan melayani para tamu yang datang akhirnya Azura dan Abyan beristirahat
"Abyan kamu yakin nggak tidur di sini dulu?" Tanya Sonia (bunda Abyan)
"Ya sudah Bun Abyan tidur sini" jawab Abyan
"Nah gitu dong kamu dari tadi bimbang banget jawab nya" balas Sonia senang melihat menantu nya akan tidur sini
"Azura sini sayang" ucap Sonia kepada Azura
"Iya ada apa Bun?" Tanya Azura
"Gak papa bunda cuma pengen meluk kamu aja kok, sebenarnya bunda pas hamil Abyan pengen punya anak perempuan eh pas sudah lahir malah laki-laki jadi bunda senang banget punya mantu kaya kamu" cerita Sonia
"Oh ya kalian harus progam hamil ya bunda pengen cepet-cepet punya cucu" ucap Sonia tanpa beban Abyan yang sedang minum kaget mendengar ucapan bunda nya
"Nggak bisa Bun, kan zura masih muda bisa di tunda dulu hamil nya" jawab Abyan
"Kok di tunda sih byan? Azura kan sudah umur 23 tahun jadi gak papa hamil lagian kalian juga sudah nikah" balas Sonia marah, ia pengen segera punya cucu eh Abyan malah mau nunda
Cukup lama Sonia bertengkar dengan Abyan mungkin sekitar 20 menit
"Udah Bun sabar, Abyan bawa zura ke kamar pasti dia capek" Iqbal berusaha untuk menenangkan Sonia
Abyan melirik ke sebelah nya ternyata Azura tertidur Dengan sangat pulas
Secara perlahan Abyan menggendong Azura ala bridal style, Abyan membawa Azura ke kamar
"Maaf aku belum bisa jadi suami yang baik buat kamu Ra" ucap Abyan saat sudah menaruh Azura di ranjang
Entah dapat dorongan dari mana Abyan mencium kening Azura
Cup
" Selamat tidur" kata Abyan dan sehabis itu meninggalkan Azura untuk mengerjakan dokumen-dokumen yang belum ia periksa
Sekitar 2 jam lebih Abyan memeriksa dokumen tersebut tapi rasa kantuk belum menyerang
"Uhuk" Azura terbatuk-batuk sehingga membuat diri nya terbangun
Setelah mengambil minum di nakas Azura melihat Abyan sedang duduk sambil memangku laptop dan banyak kertas-kertas berhamburan kemana-mana
"Loh mas kok belum tidur?" Tanya Azura
"Sedang memeriksa dokumen" jawab Abyan dingin
"Aku buatin kopi mau?" Tawar Azura terhadap Abyan
"Nggak usah, kamu tidur aja lagi" Abyan tidak menyukai kopi makanya ia tak ingin Azura membuatkan nya kopi
"Tapi aku sudah nggak bisa tidur lagi" jawab Azura, sebenarnya Azura masih bisa tidur lagi tapi ia tidak enak kepada Abyan yang masih mengecek dokumen
"Ini masih jam 11 malam tidur aja lagi" ucap Abyan lagi
"Aku belum ngantuk" lagi dan lagi jawaban Azura sama
Abyan menghela nafas, ia tau Azura ini tidak enak jika meninggalkan nya tidur karena waktu itu Umma Azura memberi tahu kepada Abyan kalo Azura orangnya nggak enakan
Sekarang Abyan sudah berada di ranjang entah kenapa jantung Abyan dan Azura berdegup sangat kencang sekali
"Kamu mau ngapain? Sendiri malam-malam kaya gini? Saya mau tidur cepat sini tidur" ucap Abyan sedikit canggung
Azura langsung menurut ia tidur di sebelah Abyan tapi dengan jarak sedikit jauh
"Ya Allah jantung Azura kenapa sih, jadi gini rasanya tidur satu ranjang bareng suami" ucap Azura dalam hati
Jika begini Azura tidak akan bisa tidur beneran, Azura sudah berusaha memejamkan mata nya agar tertidur tapi tidak bisa
"Mas Azura mau ke kamar mandi dulu ya" sangking gugup nya Azura sampai ingin kencing bah kan ia tak menyadari jika diri nya mau kencing izin dulu dengan Abyan
Tetapi Abyan tidak menjawab ntah Abyan yang sudah tertidur atau memang Abyan tidak ingin menjawab
Setelah Azura selesai kencing ia melihat Abyan sudah tertidur dengan sangat pulas
"Pasti capek yah" ucap Azura saat melihat suaminya tertidur dengan sangat pulas
Azura ikut berbaring di ranjang dan perlahan tertidur jugaSekarang sudah menunjukkan pukul jam 3 malam Azura terbangun untuk melakukan sholat tahajud
Saat Azura terbangun cukup kaget melihat ada seorang lelaki di samping nya, 'astagfirullah Azura lupa kalo Azura sudah nikah' ucap nya dalam hati saat sadar lelaki itu adalah suami nya
Setelah melakukan sholat tahajud Azura tak lupa untuk membaca Al-Qur'an
Beberapa jam kemudian adzan subuh berkumandang, Azura menaruh Al-Qur'an di dalam lemari dan berjalan ke arah ranjang untuk membangun kan Abyan
"Mas bangun sholat subuh" ucap Azura dengan sangat lembut
"Iya" jawab Abyan dengan nada yang serak
Abyan sebenarnya sudah bangun dari tadi tapi ia pura-pura tidur lagi
Azura sudah mengambil wudhu terlebih dahulu setelah itu Abyan juga menyusul mengambil wudhu
Azura sedang mempersiapkan alat sholat dan Abyan sudah keluar dari kamar mandi
"Mau aku imamin?" Tanya Abyan dengan gugup karena saat ini Azura tidak memakai cadar nya
" Istri siapa sih ini cantik bener" kata Abyan dalam hati
"Mau" balas Azura senang, jantung Azura selalu berdegup sangat kencang jika berdekatan dengan Abyan
Setelah selesai sholat Azura mencium tangan Abyan dan Abyan mencium kening Azura
" Yaallah kenapa jantung Azura berdegup nya kencang banget" ucap Azura dalam hati
Yang merasakan hal itu tidak Azura saja Abyan juga merasakan itu jantung mereka sekarang sedang tidak baik-baik saja
"Em zura mau kebawah dulu mas bantu bunda masak" ucap Azura canggung
"O-oh ya sudah kalo begitu" balas Abyan dengan nada yang patah-patah
Azura langsung turun kebawah dan menetralkan jantung nya terlebih dahulu
"Loh bi bunda mana?" Tanya Azura kepada bi inem
"Ibu belum kedapur non masih di kamar" balas bi inem dengan senyum ramah
"Oooo, bi jangan panggil Azura non ya panggil aja zura atau apa senyaman bibi aja tapi jangan panggil non" ucap Azura merasa tidak nyaman jika di panggil seperti itu
"Ehh iya non eh maksudnya neng" balas bi inem
Bi inem juga tidak enak jika memanggil Azura dengan sebutan zura jadi ia memanggil Azura dengan sebutan neng
Azura hanya menanggapi dengan anggukan saja sekarang Azura sedang membuka kulkas untuk mencari bahan apa yang akan ia masak hari ini
"Biar saya aja bi yang masak, bibi duduk aja dulu" Ucap Azura saat sudah mendapatkan bahan-bahan yang akan ia gunakan untuk memasak
"Eh nggak usah neng biar bibi bantu" kata bi inem
"Ya sudah deh, bi inem bantu kupasin bawang aja" Azura hanya geleng-geleng sambil tersenyum melihat bi inem tidak ingin duduk saja
"Loh zura kok kamu yang masak sayang?" Tanya Sonia heran melihat menantu nya sudah stand Stan by di dapur
Azura menoleh kebelakang ternyata itu suara mertua nya
"Eh bunda, gak papa bun biar zura aja yang masak kalo zura bisa kenapa harus orang lain yang masak bunda duduk aja ya" balas Azura
"Ya sudah deh, bunda penasaran sama masakan menantu kesayangan bunda" Ucap Sonia tidak sabar merasakan masakan menantu nya
Setelah 1 jam akhirnya semua masakan yang Azura masak sudah selesai
"Azura panggil Abyan untuk sarapan ya" kata Sonia Azura mengangguk dan beranjak untuk memanggil Abyan
Sedangkan Sonia ia juga memanggil suaminya yang masih berada dalam kamar
"Mas sarapan dulu" ucap Azura kepada Abyan
Respon Abyan hanya menoleh dan menganggukkan kepala nya sebagai jawaban
Azura turun ke bawah dan Abyan yang mengekor di belakang
"Abyan cepat sini!! Coba kamu lihat enak-enak semua nih makanan nya bunda sudah nggak sabar deh buat makan" ucap Sonia saat melihat anak nya baru menuruni tangga
"Eh bi inem mau kemana? Sini makan bareng nggak usah malu biasanya juga bareng" kata Sonia saat melihat bi inem menjauh
"Eh iya Bu" balas bi inem sedikit canggung
"Mau yang mana mas? Biar Azura Ambil kan" tawar Azura kepada abyan
"Ayam rica-rica aja" balas Abyan
•~~~~•
"Hati-hati ya di jalan, sering kesini ya Ra" ucap Sonia dengan sedih melihat anak dan menantunya akan pergi
"Insyaallah Bun kalo Azura waktu nya luang main ke sini" balas Azura dengan senyuman di balik cadar nya
"Ya sudah kalo gitu Abyan sama Azura mau berangkat, assalamualaikum"
Azura dan abyan Salim kepada Iqbal dan Sonia
"Iya hati-hati di jalan, jaga istri kamu baik-baik" ucap Iqbal kepada anak nya
"Iya yah" balas Abyan
Abyan dan Azura hanya diam saat diperjalanan tak ada satupun yang mengeluarkan perkataan
Jarak dari rumah Iqbal ke rumah Abyan cukup jauh memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke rumah Abyan
Saat sudah sampai di rumah Abyan Azura cukup kagum melihat rumah Abyan ini sangat besar
"Kenapa beli rumah nya besar betul mas?" Tanya Azura kepada Abyan
"Biar nanti kalo sudah punya anak nggak beli rumah lagi" ucap abyan setelah itu ia langsung pergi membawa koper milik Azura
Azura yang mendengar perkataan abyan cukup salah tingkah, anak?? Apa kah abyan ingin memiliki anak dari rahim Azura
Tak terasa waktu terlalu cepat berlalu Azura sedang di rumah sendiri dan hanya bermain bersama kucing liar yang datang ke rumah nya eh rumah nya tapi kan rumah suami rumah istri juga
di mana Abyan mengapa Azura sendiri di rumah? Abyan sedang mengadakan meeting di perusahaan nya jadi harus meninggalkan Azura sendiri
"Ya Allah kok zura sudah lapar lagi ya?" Tanya Azura
"Hem kira-kira masak apa untuk makan malam nanti" ucap Azura sedang berpikir masak apa ia untuk makan malam nanti
Azura melihat kucing liar yang tadi ia ambil tertidur di pangkuan nya dengan perlahan Azura memindahkan kucing tersebut ke sofa
Azura berjalan kedapur untuk melihat bahan-bahan apa saja yang ada di kulkas agar bisa di olah menjadi makanan
'cuma kangkung sama tempe' ucap Azura dalam hati
Bagi yang bertanya di mana pembantu nya?? Azura tidak ingin ada pembantu jika diri nya sendiri bisa melakukan pekerjaan tersebut
Selama beberapa menit Azura memasak kangkung dan tempe akhirnya selesai makanan nya tidak istimewa tapi Azura yakin abyan akan menyukai masakan nya
"Kok lama banget mas abyan pulang"gumam nya melihat jam yang berada di dapur sudah menunjukkan pukul setengah delapan
Kucing liar yang tadi menghampiri nya entah kemana saat dia balik ke ruang tamu kucing tersebut sudah hilang
Sampai adzan isya berkumandang Abyan belum juga pulang, Azura segera ke kamar untuk melaksanakan sholat isya setelah itu ia turun lagi ke bawah menunggu Abyan
"Huaaaaah" Azura sudah merasa mata nya mulai berat rasa lapar yang tadi menyerang nya sekarang sudah hilang dan tergantikan dengan rasa kantuk
Tak sadar Azura tertidur di ruang tamu abyan pulang pada jam sepuluh malam
"Assalamualaikum" ucap abyan saat memasuki rumah nya
Sunyi tidak ada yang membalas salam nya saat dia melewati ruang tamu abyan melihat ada seseorang yang sedang tidur
Perlahan abyan menggendong Azura tanpa sadar Azura memeluk abyan dengan kuat, Abyan hanya melotot kaget melihat Azura memeluk nya
Abyan hanya berharap Azura tidak terbangun karena suara jantung nya yang sedang berdegup sangat kencang
•~~~~•
"Mas" ucap Azura terhadap abyan
"Iya kenapa?"balas Abyan
"Coba kamu liat deh masa ada yang baca tapi nggak vote, jahat banget mereka" ujar Azura
"Kok bisa sih mereka nggak vote" ucap abyan heran
"Nggak tau tuh, coba marahin mereka biar vote cerita nya" kata Azura sambil tertawa kecil
"Heh cepat pencet vote nya, kalo nggak aku bunuh kamu" ancam abyan terhadap Readers
"Ihhh jangan galak-galak" ucap Azura
"Maaf" cicit abyan
Setelah memindahkan Azura ke kamar abyan merasa badan nya lengket dan bau tak ambil pusing abyan segera mandi
Abyan menghela nafas panjang saat melihat tumpukan kertas
"Perasaan ni pekerjaan kantor nggak ada selesai nya selalu aja numpuk" ujar Abyan pusing melihat pekerjaan kantor yang tak ada habis nya perasaan kemarin ia sudah menyelesaikan tapi kenapa sekarang numpuk lagi??
Dari pada pekerjaan nya numpuk lagi abyan segera mengecek dokumen tersebut
•~~~~•
Malam menjelang pagi Azura bangun untuk melaksanakan sholat tahajud tapi ia merasakan kalau badan nya panas
Tak menghiraukan badannya yang sedang panas Azura buru-buru mengambil wudhu dan melaksanakan kewajiban nya
Tak lama Azura selesai sholat Azura mendengar suara alarm dan tak lama juga abyan terbangun
"Loh mas kenapa bangun nya cepat banget?" Tanya Azura heran melihat abyan memasang alarm jam segini
Walaupun Abyan baru bangun tidur dan hanya bisa melihat istrinya secara remang-remang karena keadaan lampu di matikan
Tetapi abyan melihat Azura sangat cantik ia bersyukur Azura memakai cadar dan hanya diri nya yang bisa melihat kecantikan istri nya lelaki lain tidak bisa kecuali Abi nya azura
"Mas?" Tanya Azura karena Abyan tidak merespon pertanyaan nya dan malah bengong
"Eh iya kenapa?" Ucap abyan yang mulai sadar
"Kenapa bangun cepat banget? Nggak kaya biasanya" ucap Azura
"Hari ini ada meeting lagi tapi di luar kota jadi saya harus berangkat pagi biar tidak terlambat" jelas abyan
"Oo terus pulang jam berapa nanti?" Tanya Azura lagi, baru saja menikah ia sudah di tinggal pergi terus tapi nggak apa-apa Abyan juga pergi bukan untuk berfoya-foya
Abyan pergi kerja hanya untuk mencari uang dan uang itu untuk menafkahi nya serta untuk masa depan rumah tangga mereka berdua
"Belum tau, tapi insyaallah pulang jam tigaan" jawab abyan
"Ya sudah biar Azura siapkan air dan baju nya, em kalo dokumen dan file-file nya Azura nggak tau harus bawa yang mana jadi Azura cuma bisa siapkan air dan baju" ujar Azura ia tidak mengerti soal dokumen-dokumen atau file-file dari pada nanti ia salah membawa kan dokumen dan file bisa bahaya nanti
"Iya, gak apa-apa" ucap abyan dan mulai berjalan untuk menyiapkan dokumen dan file yang harus ia bawa nanti
"Oh ya, mau Azura bawakan makanan nggak??" Tanya Azura kepada Abyan
"Nggak usah, kamu istirahat aja pasti kemarin capek habis nungguin saya dan beberes rumah" balas abyan
"Cieee khawatir ya nanti kalo Azura sakit?" Goda Azura abyan langsung gelagapan karena ucapan nya tadi
"Gak" ucap abyan dengan dingin
"Gak salah lagi kan maksudnya mas?" Ucap Azura sambil tertawa karena wajah abyan memerah seperti kepiting rebus
"Apa sih Ra gak jelas" ucap abyan sambil menetralkan jantung nya
"Ahahaha lucu banget muka mas merah kaya kepiting rebus" kata Azura tak tahan lagi melihat muka abyan yang sudah memerah
Abyan yang mendengar perkataan Azura tambah gelagapan apa muka nya merah? Yang benar saja sungguh rasa nya abyan ingin menghilang dari bumi
"Ya sudah lah zura capek ketawa terus" ucap Azura dan melanjutkan memilih baju yang abyan pakai untuk meeting nanti
Azura merasa perut nya sakit karena terlalu banyak tertawa
Setelah bersiap abyan sudah mau berangkat dan di antara oleh supir pribadi Abyan
"Hati-hati di jalan ya mas, jangan lupa makan dan jangan lupa sholat lima waktu nya di jaga satu lagi pulang nya jangan lama-lama" ucap Azura merasa tidak rela di tinggal suami nya pergi
Padahal baru menikah tiga hari mengapa azura sudah merasa nyaman berada di dekat Abyan dan sebaliknya abyan merasa nyaman saat di dekat Azura
"Belum aja saya berangkat sudah mulai kangen" kali ini abyan balas dendam dan menggoda Azura
"Apaan sih mana ada Azura kangen, Azura tuh cuma bosen aja di rumah ini sendiri nggak ada teman kan kalo di rumah Umma waktu itu banyak anak-anak tetangga Azura main jadi rumah nya rame kalo di sini sepi nggak rame, kemarin aja Azura cuma di temenin kucing liar itu aja nggak lama Azura tinggal masak malah kucing nya pergi ninggalin zura" oceh Azura panjang lebar Abyan terkekeh kecil melihat Azura mengoceh tentang keseharian nya kemarin
"Makanya cepat punya anak" balas Abyan
"Gimana bisa punya anak, orang belum di buat" ucap Azura tanpa sadar tentang ucapan nya yang cukup vulgar
"Mau buat sekarang?" Tanya abyan sambil tersenyum miring
"Apa nya?" Azura malah bertanya balik
"Buat anak, kan kamu pengen punya anak" ucap abyan Azura langsung sadar tentang ucapan nya tadi pipinya langsung merah merona
Mengapa ia bisa mengatakan itu malu Azura sungguh malu, bisa kah kalian membawa Azura pergi dari bumi ini? Rasa nya Azura ingin menghilang
"Ih bukan itu maksud ku, tau ah sana sudah berangkat nanti terlambat" ucap Azura mengalihkan pembicaraan
"Ya sudah Salim dulu" kata abyan dan mengangkat tangan nya untuk di Salim Azura
Abyan hanya mengecup kening azura sekilas
"Assalamualaikum" ucap abyan
"Wallaikumsallam wrb" balas Azura
"Sejak kapan aku bisa nyaman sama perempuan" ucap abyan dalam hati
Abyan sedari dulu tidak menyukai perempuan kecuali bundanya bukan berarti ia homo karena tidak menyukai perempuan
Sedari dulu banyak sekali perempuan yang menggangu abyan mereka selalu saja mengejar-ngejar Abyan bahkan ada yang melakukan secara nekat dengan cara kotor
Tapi untungnya usaha perempuan itu gagal makanya Abyan memandang perempuan itu secara jijik tapi tidak semua perempuan ia pandang jijik
Setelah abyan berangkat Azura segera masuk ke rumah dan ia duduk di pinggir ranjang sambil memegang kepala nya yang pusing
"Apa gara-gara zura tadi malam nggak makan ya?" Tanya Azura dengan diri nya sendiri
Azura turun kebawah dan melihat makanan yang kemarin ia buat sudah basi dan berlendir (nama nya juga basi ya berlendir lah)
Azura membuka kulkas ia melihat kulkas tersebut kosong tidak ada isi nya
Azura lupa untuk memberi tahu Abyan bahwa kebutuhan dapur sudah habis
Karena tak ada makanan yang bisa ia makan Azura hanya duduk di ruang tamu sambil menonton tv
Ting
Tong
Suara bel rumah berbunyi Azura mengerutkan keningnya siapa yang datang? Tak mungkin Abyan
Tanpa berpikir panjang Azura langsung membukakan pintu tersebut ia melihat seorang perempuan dengan hijab syar'i ada di depan nya sambil memegang rentang bekal
"Maaf mba ada apa ya?" Tanya Azura
"Eh iya lupa memperkenalkan diri, nama saya Mila Oktavia panggil aja Mila saya istri dari teman sekantor nya kak Abyan" Ucap Mila memperkenalkan diri nya
"Oh ayo masuk dulu mba" kata Azura tidak enak melihat Mila hanya berdiri
"Eh iya makasih" ucap Mila dan masuk ke dalam rumah tersebut
Setelah itu Mila bercerita kalo diri nya itu siapa, ia di suruh suami nya menemani Azura dan Alan (suami Mila) di suruh oleh Abyan
Setelah Mila bercerita ia baru sadar bahwa muka Azura terlihat pucat, walaupun Azura menggunakan cadar Mila bisa melihat dari mata azura
Dengan pelan Mila meletakkan punggung tangan nya di dahi azura
"Astagfirullah panas banget, sudah makan belum?" Tanya Mila dengan sangat khawatir
Azura hanya geleng-geleng sebagai jawaban dirinya benar-benar lemas
"Ya Allah kenapa nggak bilang dari tadi, sini makan dulu aku suapin kalo nggak kuat" ucap Mila dengan mimik wajah Yang sangat khawatir ia langsung mengeluarkan makanan yang ia bawa tadi
Azura tersenyum melihat seberapa panik nya Mila padahal mereka baru bertemu
"Makasih" ucap Azura dengan lirih
Setelah Mila menyuapi Azura Mila langsung jalan keluar untuk membeli obat
Azura langsung meminum obat yang tadi Mila belikan
"Makasih mba" balas Azura ia merasa berhutang budi kepada Mila
"Nggak usah berterimakasih sebagai manusia harus saling menolong" ucap Mila sambil tersenyum, Mila merasa sedikit tenang karena suhu badan Azura yang sedikit menurun
"Kalo engap buka aja cadar nya Ra, lagian cuma ada aku di sini" ucap Mila merasa Azura tidak nyaman
Azura langsung melepaskan cadar nya nafas nya panas tidak enak rasa nya jika memakai cadar
"Aku kompres ya biar turun lagi panas nya" ucap Mila, tanpa persetujuan dari Azura Mila langsung bertanya di mana dapur dan mulai berjalan ke arah dapur
"Aku kasih tau ke mas Alan ya Ra biar nanti mas Alan kasih tau kak Abyan" ucap Mila sambil memegang kompres tersebut
"Nggak usah mba, biar aja bentar lagi juga bakal turun panas nya maaf ya kalo zura ngerepotin" ucap Azura
"Nggak ngerepotin sama sekali kok Ra santai aja" ujar Mila ia tidak merasa di repotkan oleh Azura
"Oh iya Ra jangan panggil aku mba dong kesan nya aku tua banget panggil aja Mila lagian kita seumuran" ucap Mila lagi ia paling tidak suka di panggil mba padahal seumuran
"Hah seumuran? Kukira kamu lebih tua" ucap Azura bingung karena tadi ia pikir Mila lebih tua dari nya eh ternyata seumuran
"Iyaa Azura" balas Mila
"Tapi kok kamu nikah nya muda banget Mila?" Tanya Azura heran karena Mila juga sudah menikah
"Aku juga sama kaya kamu, aku di jodohin sama mas Alan" ucap Mila dengan jujur
"Kok kamu tau kalo aku nikah sama mas abyan karena perjodohan?" Tanya Azura lagi
"Di kasih tau sama mas Alan" balas Mila
Karena Mila sudah mengurus Azura rasa pusing dan demam yang tadi menyerang nya perlahan mulai menghilang
Tanpa di sadari mereka berdua mulai akrab layaknya seorang sahabat padahal baru bertemu hari ini
Dan saat Azura tertidur Mila mengabarkan kepada Alan kalo Azura sedang sakit dengan cepat Alan langsung memberi tahu Abyan
Abyan awalnya panik tapi karna Mila bilang panas nya sudah mulai turun Abyan tidak terlalu panik
Walaupun diri nya masih panik sekali melihat sang istri sakit tapi ia tidak bisa mengurus