Pulang
Teen
12 Jan 2026

Pulang

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (41).jfif

download (41).jfif

12 Jan 2026, 15:48

download (40).jfif

download (40).jfif

12 Jan 2026, 15:48


Matahari nampak malu-malu menampakkan cahaya nya, justru embun pagi yang menyeruak membuat pagi itu terasa lebih dingin. Seorang gadis terbangun dari tidur nya saat mendengar gedoran jendela yang semakin lama semakin berisik.

"Siapa sih pagi-pagi ganggu tidur aja." Gadis itu membatin kesal.

Akhirnya dia pun membuka jendela. Betapa terkejut nya dia melihat lelaki yang sedang menyengir tak berdosa.

"Astaghfirullah, Devan lo ngapain pagi-pagi datang ke rumah gue?" tanya Aira.

"Ya mau ngajak lo jalan pagi, gue tau lo orang nya mageran parah," jawab Devan dengan santai.

"Yaudah bentar gue mau siap-siap dulu, tunggu aja," ucap Aira dengan kesal.

Raka dan Aira adalah sahabat dari kecil entah satu dari mereka menaruh perasaan nya atau sama-sama punya rasa, hanya tuhan dan mereka yang tahu.

Mereka menyusuri taman bermain yang sangat ramai di pagi hari. Devan melihat di samping taman ada tukang bubur, dia pun menarik tangan Aira untuk berjalan di samping nya sambil menuju tukang bubur tersebut.

"Kita makan dulu ya, ntar lanjut jalan-jalan lagi," ucap Devan.

"ya deh," jawab Aira.

Sembari menunggu bubur nya disiapkan, Aira melihat Devan yang raut mukanya seperti gelisah. Aira menepis pikiran itu lalu beralih ke bubur yang baru saja datang.

Mereka makan dalam diam. Setelah selesai mereka kembali ke taman dan duduk di salah satu bangku taman.

"Ra, kalo suatu saat gue ga ada di samping lo gue mohon lo tetep bahagia," ucap Devan sambil menatap dalam mata Aira.

"Kenapa Dev? Tumben banget lo ngomong kaya gini, seakan akan lo bakal ninggalin gue," ucap Aira sambil menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh.

Devan enggan menjawab, mereka menangis dalam diam.

"Lo udah janji buat ga ninggalin gue, tapi kenapa arghh," tangis Aira pecah.

Devan pun memeluk Aira yang masih dalam keadaan menangis.

Devan melepaskan pelukannya, mengangkat kepala wanitanya.

"Gue bakal ke Jerman besok, untuk ngelanjutin sekolah gue di sana. Bunda di sana sendirian Ra, gue harus jagain dia di sana." Devan menjelaskan sambil memegang tangan Aira.

Setelah itu tidak ada lagi yang mengeluarkan suara, sibuk dengan pemikiran masing-masing.

Devan berdiri sambil menatap lurus ke depan, dia tak sanggup lagi menatap Aira yang sedang menangis.

"Gue harap lo bakal ikut ngantar gue ke bandara, kalo engga juga gapapa gue ngerti. Gue cuma mau bilang kalo selama ini sebenarnya gue sayang bahkan cinta sama lo. Maaf banget baru ngucapin sekarang."

Devan pergi, ya dia pergi dengan segala kenangan nya. Meninggalkan tanpa tau jawaban apa yang akan di berikan gadis itu.

“ Manusia akan datang dan pergi, singgah di suatu tempat tapi pasti akan kembali ke rumah. Rumah adalah tujuan akhir .”

[ E N D ]


Kembali ke Beranda