Waktu Singkat untuk Salma
Teen
16 Jan 2026 16 Jan 2026

Waktu Singkat untuk Salma

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download (93).jfif

download (93).jfif

16 Jan 2026, 16:20

download (92).jfif

download (92).jfif

16 Jan 2026, 16:20

download (97).jfif

download (97).jfif

16 Jan 2026, 16:29

download (96).jfif

download (96).jfif

16 Jan 2026, 16:29

Ku pandangi seluruh penjuru kelas, tak ada Fahri. Aku duduk dan menghela nafas berat, kemana anak itu? “Salma?" Ucap seseorang aku menengok ke sumber suara, dia Lisa temanku bukannya menyahut aku hanya diam, dia lalu mengerutkan dahi lalu menghampiriku sambil tangan nya mencubit pipi cabi ku.

Aku berusaha melepaskan tangan nya dari pipi ku bisa bisa semakin melebar jika di biarkan terus begini. “Galau terus kerjaan nya" ucap Lisa sambil duduk di sampingku, aku hanya diam rasanya sangat malas untuk bicara. “karena Fahri?" tanya Lisa saat keadaan hening beberapa saat. Tapi aku tetap diam tanpa ekspresi, rasanya tak perlu dijawab toh Lisa pasti tahu.

“Sabar Sal, mungkin Fahri izin karena ada acara keluarga atau semacam nya." Aku masih saja diam, walau aku sadar ucapan Lisa ada benar nya, tapi semua ini tak adil seperti ada hal yang aneh, tapi aku sendiri tak tahu.

~~~

“Bunda Salma pulang." Ucap ku sambil mendorong pintu rumah, ku lihat Bunda sedang memasak sesuatu di dapur. Aku datang dan mencium punggung tangannya, lalu duduk di kursi sambil tanganku melonggarkan dasi di leherku. Bunda menengok ke arah ku “kenapa muka kok di tekuk gitu" tanya bunda heran.

“Fahri gak masuk lagi bun" Ucap ku dengan nada merendah mirip rengekan anak kecil, bunda terkejut. “Kok Fahri jadi jarang masuk ya?" Tanya bunda, aku mendengus kesal, bila aku tahu aku juga tak akan gelisah seperti ini. Aku hanya menggeleng, lalu beranjak menuju kamar meninggalkan bunda yang menunggu jawabanku "Dasar Salma." Ucap bunda.

~~~

Aku diam dan duduk memandangi jam dinding, tak punya kerjaan. Tiba tiba aku mendengar sebuah ketukan di pintu, ini pasti bunda membawakan ku makan siang, karena aku tak mau makan dari pagi. “Masuk aja gak di kunci kok," ucapku tanpa beranjak dari kursi. Pintu terbuka mataku melebar tak percaya dengan penglihatanku, dia bukan bunda tapi Fahri.

Aku berdiri dan berjalan ke arahnya, dia terseyum lebar dengan jaket abu abu yang Ia kenakan. Senyum ku hilang seketika saat aku ingat aku sedang marah dan kesal padanya, aku berbalik dan duduk di kursi. Fahri mengerutkan kening, dan ikut duduk di sampingku aku diam tanpa ekspresi. “Salma kau kenapa?vmarah padaku?" Tanya Fahri.

“Tidak." Jawabku cepat “Syukurlah." Ketus nya, aku jadi semakin kesal Fahri ini sangat tidak peka. “Fahri..." Ucap ku dengan wajah masam “Apa?" Tanya nya, aku menghela nafas “Aku marah, kenapa kau tak peka? dasar lelaki." Ucapku ketus. Fahri malah tertawa “Tadi ku tanya katanya gak marah, dasar wanita." Ucapnya sambil tertawa, aku tak ikut tertawa tak ada yang lucu.

“Baiklah kenapa kau marah Salma?" Tanya Fahri menyadari raut wajah ku “Kau selalu menghilang" ucapku. Seketika aku dapat melihat perubahan raut wajah nya “Adikku sakit Sal" ucap nya aku kaget dan mengerti “Fahri kenapa kau tak memberi tahu ku? masa aku temanmu saja tak kau beri tahu." Ucap ku cepat.

“Maaf Sal," ucap Fahri dengan raut tak bisa di tebak.

~~~

“Apa? jadi adiknya Fahri sakit?" Tanya Lisa saat aku selesai curhat tentang Fahri kemarin.

Aku mengangguk "Fahri memang kakak yang baik ya." Ucap Lisa, aku mrngangguk menandakan setuju dengan nya. “Gimana kalo kita ngejengukin adik nya?" Tawar Lisa "Ide bagus" Ucapku antusias. “Ada apa nih?" Suara Fahri tiba tiba. “Kita mau nengokin adikmu Fah" jawab Lisa seketika, aku hanya mengangguk.

"Eh serius? Yaudah Salma nanti ku jemput ya?" Tawar Fahri dengan seyuman khas nya, aku melihat ke arah Lisa. “Iya aku setuju soal nya aku mau berangkat sama kak Elang, kakak ku." Ucap Lisa, aku dan Fahri berpandangan.

“Aku tak mau." Ucap ku pada Fahri,dia kaget dan melihat ke arah ku,“Kenapa?" Tanya nya.

“Kamu selalu berbohong, kemarin kau berjanji akan masuk sekolah buktinya? tidak ada." Jawab ku ketus. Lisa hanya diam tak menanggapi. “Itu karena adikku kemarin sakit Salma." Jawab Fahri, aku diam memang benar.

Fahri menghela nafas, kami sudah saling mengetahui sifat masing masing “Aku janji kali ini aku akan datang, aku akan berusaha." Ucap Fahri dengan sungguh sungguh. Aku bingung, bukan kah hanya menjemputku hingga berusaha? apakah sulit? Aku berbicara dalam hati, tapi tak apa lah mungkin bagi Fahri menepati janji adalah hal yang sulit,aku tak berfikir panjang.

~~~

“Sal? kamu di mana?" Suara Fahri dalam telepon, aku mendengus kesal,dia ini dari tadi ditunggu dan sekarang baru menelepon?

“Aku di rumah, kamu di mana? kan janji jam 19.00 sekarang udah jam 19.34, dari tadi di tugguin." Ucap ku dengan helaan nafas, bosan Fahri selalu mengingkari.

“Maaf tadi abis pulang sekolah, aku gak pulang ke rumah langsung aja ke rumah sakit, ehh itu Lisa udah dateng ke sini, tungguin aku jemput kamu." Ucap Fahri.

“Iya,cepetan." Ucap ku.

“Okeee waktu singkat." Ucap Fahri lalu mematikan telepon aku tak mengerti, waktu singkat?

~~~

Aku berjalan mondar mandir di teras rumah menunggu Fahri yang tak kunjung tiba, dia itu selalu saja begini. Ku putuskan ku tunggu dia 5 menit lagi,jika dia tak datang maka aku akan memilih tudur, dari pada menuggu dia yang tak pasti.

Lima menit berlalu Fahri tak datang juga, aku kesal. Benar kata orang, orang yang mudah berjanji adalah orang yang mengingkari. Aku berjalan menuju rumah, ku lihat ada Fahri berjalan ke arah rumah ku dia berjalan kaki dengan wajah menunduk, aku tak menghiraukan nya.

Aku masuk saja ke rumah ku. Dan mengurung diri di kamar, kesal sangat kesal ku tunggu Fahri tapi dia tak mengetuk pintu sama sekali, ahh Fahri aku semakin kesal, aku diam saja tapi Fahri tak juga mengetuk pintu atau memanggil namaku.

Ponselku tiba tiba bergetar, ada panggilan masuk,tertera nama Lisa di layar. “Halo?" Ucap ku. Lisa tak berbicara apa pun, tapi aku dapat mendengar suara isakan tangis, Lisa menangis.

“Sal..." ucap Lisa di sela isakan nya. “Lis, kamu kenapa?" Tanya ku dengan tangan bergetar. “Fahri Sal, Fahri " ucap Salma, aku terkejut bukan kah Fahri ada di sini?

“Fahri kecelakaan dan meninggal di perjalanan ke rumahmu." Ucap Lisa dengan suara getar. Aku diam perlahan air mata jatuh menetes, dan ku buka jendela kamar ku untuk melihat ke teras, tak ada Fahri di sana. Apakah halusinasi ku sendiri?

Fahri, kau memang tak menjemputku tapi kau datang, untuk terakhir kali nya, ini kah yang kau sebut sebagai waktu singkat? dan itu untukku?

~~~

end.


Kembali ke Beranda