Gangguan Tidur
Horror
17 Jan 2026

Gangguan Tidur

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-17T234205.855.jfif

download - 2026-01-17T234205.855.jfif

17 Jan 2026, 16:42

download - 2026-01-17T234202.893.jfif

download - 2026-01-17T234202.893.jfif

17 Jan 2026, 16:42

Beberapa bulan yang lalu, aku dan temanku yang bernama Yoko pergi ke rumah seorang gadis untuk menginap. Aku tidak terlalu mengenal gadis itu. Namanya Emi, ia adalah teman Yoko. Mereka bersekolah di tempat yang sama saat kanak-kanak.

Emi merupakan gadis yang aneh. Ia sangat pendiam dan jarang sekali mengatakan sesuatu. Orang tuanya sedang pergi keluar pada malam itu, sehingga kami tinggal sendirian di rumah. Kami memakai piyama dan duduk melingkar untuk menceritakan cerita-cerita tentang hantu. Masalahnya, kami tidak terlalu tahu banyak.

Tiba-tiba, Emi menyeletuk, "Aku tahu sebuah website yang bagus."

Ia membuka laptopnya dan meng-klik di salah satu halaman. Kami berkumpul di sekelilingnya untuk melihat website tersebut. Website itu memiliki banyak sekali cerita seram dari seluruh dunia, termasuk Jepang. Emi mengarahkan mouse-nya ke halaman bawah sementara kami menatap layar monitor.

Yoko menunjuk salah satu cerita. Ia lalu bertanya, "Apa ini?"

Selama beberapa saat, wajah Emi berubah menjadi serius. "Kau tidak disarankan membaca yang satu ini," katanya. "Ini berbahaya."

"Isi website ini mengerikan," kataku.

"Apakah ini boleh dibaca oleh anak kecil?" tanya Yoko.

"Tidak," balas Emi dengan suara serius. "Ini bukan untuk anak kecil. Beberapa cerita dan permainan di dalamnya benar-benar berbahaya... seperti yang satu ini."

Ia meng-klik salah satu tautan untuk membuka cerita. Halamannya terlihat sangat aneh. Ada gambar seorang wanita dengan rambut hitam yang panjang, tapi wajahnya mengerikan. Hal itu membuatku tidak nyaman.

Teks di dalamnya tertulis, "Orang yang menulis cerita ini bukan manusia."

"Kau tidak disarankan untuk mendengarkan cerita ini," kata Emi.

"Jadi, jangan dengarkan," jawab Yoko.

"Yah, mari pergi tidur," kataku.

Aku memiliki perasaan yang aneh tentang situs ini. Maksudku, dari mana mereka mendapatkan semua cerita menyeramkan ini? Lalu, mengapa mereka mengumpulkan cerita macam begitu? Siapa yang membuat situs seperti ini? Ada sesuatu yang sangat mengganggu.

Emi tidak memperhatikan kami. Ia menekan tombol untuk memainkan video. Kami mulai mendengar cerita. Segera setelah mendengar suara aneh itu, aku menjadi takut. Aku menutup telingaku dengan kedua tangan dan pergi dari kamar. Yoko mengikutiku. Kami menunggu di dalam kamar mandi sampai selesai. Aku tidak ingat cerita itu tentang apa, tapi aku ingat kalau ceritanya sangat pendek. Itu hanya seperti puisi dibandingkan dengan cerita, tapi tidak berima.

Saat kami kembali masuk ke kamar, Emi memasang wajah aneh.

"Lihat kan, tidak ada yang terjadi," katanya.

Tak lama setelah itu, kami memutuskan untuk pergi tidur. Kami sangat mengantuk. Emi naik ke ranjangnya, sedangkan aku dan Yoko berbaring di atas futon. Kami mematikan lampu dan mulai tidur.

Aku selalu memiliki gangguan tidur saat menginap di rumah orang lain. Pada tengah malam, aku terbangun oleh suara aneh. Setelah beberapa menit, aku menyadari itu suara Emi. Ia membuat suara berisik dalam tidur seperti... hmm... hmm... hmm.

Suaranya seolah-olah ia sedang mimpi buruk. Aku mengguncang-guncang tubuh Yoko untuk membangunkannya.

"Mungkin Emi seharusnya tidak membaca cerita itu sebelum tidur," bisiknya.

Aku mencoba untuk tidur kembali, tapi rintihan Emi semakin keras. Kemudian, ia mulai berbicara dalam tidurnya.

"Bagaimana kau menemukannya?" katanya.

Aku menyentuh Yoko. Kami berdua berbaring di sana untuk mendengarkannya.

"Bagaimana kau tahu?" katanya.

"Itu pasti mimpi yang aneh," kata Yoko.

Baru saja Yoko berkata begitu, Emi mendadak bangun dari tempat tidur. Ia bergerak tersentak-sentak seperti boneka kayu. Saat aku melihatnya, setetes keringat dingin menuruni punggungku.

Emi memunggungi kami. Kepalanya menunduk. Rambutnya yang hitam panjang menutupi wajahnya. Ia hanya berdiri di sana, menatap tempat tidurnya, merintih pelan. Pelan, sangat pelan, ia mulai membalikkan tubuhnya.

Kemudian, Yoko melompat panik. "Itu bukan Emi," desis Yoko.

Emi masih berbalik dengan perlahan-lahan. Yoko menatap Emi, matanya terbuka ketakutan. Aku tidak ingin melihat, tapi aku tidak bisa membalikkan tubuhku. Aku gemetar tak terkontrol. Dalam cahaya yang redup, aku bisa melihat wajah Emi saat ia berbalik. Itu wajah Emi, tapi entah mengapa seperti bukan.

Kulitnya pucat, sedangkan matanya membelalak tidak normal. Mulutnya miring seperti iblis yang menyeringai.

Itu bukan Emi...

Seolah-olah wajah Emi bercampur dengan wajah orang lain... seolah-olah orang lain sedang berpura-pura menjadi Emi.

Dalam suara yang bukan seperti manusia, ia berbisik, "Aku ingin tahu bagaimana..."

Aku tidak ingat apa yang terjadi setelah itu. Aku pikir, aku dan Yoko pingsan.

Saat aku bangun, ternyata sudah pagi. Yoko berbaring di atas futon di sebelahku. Tapi di atas tempat tidur, hanya ada sepasang piyama. Tidak ada tanda-tanda Emi dimana pun.

Kami menuruni tangga, tapi rumah benar-benar kosong. Kami sangat ketakutan karena peristiwa malam sebelumnya masih terekam jelas di benak kami. Aku dan Yoko menggenggam erat tas kami dan pergi secepat yang kami bisa.

Kami mencoba untuk menelepon ponsel Emi, tapi jawabannya di luar jangkauan. Kami mencoba lagi sepanjang siang, tapi selalu di luar jangkauan.

Malamnya, kami menelepon nomor telepon rumahnya. Ibunya yang menjawab. Ia mengatakan jika ia tidak tahu dimana Emi berada. Aku dan Yoko semakin ketakutan. Kami mengirim pesan ke seluruh teman kami, tapi tidak ada yang mendengar kabar dari Emi. Ia seperti hilang dari muka bumi.

Orang tua Emi pergi ke polisi untuk mengisi laporan orang hilang. Mereka mulai mencari keberadaan Emi. Kebanyakan orang berpikir ia lari dari rumah. Tidak ada yang bisa menemukan jejaknya. Polisi datang untuk menanyaiku dan Yoko, tapi tidak ada yang bisa kami sampaikan padanya. Kami berdua tahu Emi tidak lari dari rumah.

Pada suatu hari, Yoko datang ke rumahku. Kami membuka laptopku dan mencari situs internet seram yang telah dibaca Emi. Dengan jemari gemetar, Yoko meng-klik tautannya.

Sebuah peringatan muncul di layar. "Cerita ini telah dihapus," tulisnya. "Jangan coba mencari cerita seram ini. Terlalu berbahaya."

Kami mencari ke seluruh website, tapi kami tidak bisa menemukannya.

Sejak saat itu, aku memiliki gangguan tidur. Aku takut saat aku bangun... aku tidak ada di sini lagi.

Kembali ke Beranda