Gambar dalam Cerita
Saat Ryoko pergi kuliah, ia pindah ke asrama kampus. Itulah awal mulanya ia bertemu dengan Yukie, seorang gadis berumur 20 tahun yang berbagi kamar dengannya. Yukie merupakan orang yang aneh, sejenis bayangan. Ia tidak banyak bicara, tidak pernah tersenyum, dan selalu sendirian. Ada rumor yang beredar bahwa ia kehilangan pacarnya beberapa tahun sebelumnya.
Pada larut malam, Ryoko mendengar Yukie bangun dari ranjang dan keluar ruangan. Awalnya, Ryoko berpikir bahwa Yukie hanya pergi ke toilet. Jadi, ia tidak menaruh perhatian. Namun demikian, setelah beberapa waktu, ia menyadari bahwa Yukie sering mengendap-endap keluar pada tengah malam. Yukie tidak kembali selama berjam-jam lamanya. Akhirnya, Ryoko menjadi sangat curiga.
Pada suatu malam, Ryoko memutuskan untuk mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan teman sekamarnya yang aneh. Ia berpura-pura tidur, menunggu Yukie keluar dari kamar. Seperti biasanya, Yukie bangun dari tempat tidur dan keluar kamar. Ryoko menunggu selama beberapa menit, lalu mengikutinya. Ryoko menjaga dirinya tetap di bawah bayangan sehingga tidak terlihat oleh Yukie.
Setelah berjalan kira-kira 30 menit, Yukie berhenti di sebuah pemakaman. Ia lalu masuk ke dalam. Ryoko gemetar ketakutan, memaksa dirinya agar tidak melarikan diri. Ia mengintip melalui dinding dan melihat Yukie bersimpuh di depan sebuah makam. Gadis itu memeluknya. Ada kegembiraan yang luar biasa di wajahnya hingga ia tertawa histeris.
Ryoko telah cukup melihat. Ia berbalik ketakutan dan lari kembali ke asrama. Saat ia sampai di kamarnya, ia melompat ke atas ranjang dan berpura-pura tidur sambil menunggu Yukie kembali. Namun demikian, teman sekamarnya tidak juga kembali. Segera, Ryoko jatuh tertidur.
Saat ia bangun pada pagi berikutnya, Ryoko mendengar berita yang mengerikan. Rupanya, Yukie memutuskan untuk bunuh diri pada malam sebelumnya. Ia mengiris pergelangan tangannya sampai kehabisan darah di pemakaman. Ia ditemukan terbaring di depan makam pacarnya. Ryoko sangat ketakutan.
Yukie tidak memiliki keluarga. Tidak ada satu pun orang yang datang untuk mengambil barang-barangnya. Setelah tiga hari, Ryoko menjadi penasaran. Ia mulai membersihkan ruangan dan mengaduk-aduk isi tas Yukie. Ia menemukan sebuah buku harian. Ia membuka dan membaca tulisan dalam halaman-halaman buku harian tersebut. Saat ia telah sampai pada halaman terakhir, ia membeku.
Di sana, ada kata-kata yang ditulis dengan darah. Bunyinya:
"Aku tahu kau melihatnya!"