5 Eksperimen Ekstrem Yang Hampir Memusnahkan Dunia
Folklore
19 Jan 2026

5 Eksperimen Ekstrem Yang Hampir Memusnahkan Dunia

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-19T073346.436.jfif

download - 2026-01-19T073346.436.jfif

19 Jan 2026, 00:34

download - 2026-01-19T073343.628.jfif

download - 2026-01-19T073343.628.jfif

19 Jan 2026, 00:34

Secara etimologi, kata 'manusia' berasal dari bahasa sansekerta “ manu” dan “mens” (Latin) yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).


Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah berbekal akal pikiran untuk berkarya di muka bumi. Kepada manusia diberikan-Nya akal dan dipersiapkan untuk menerima bermacam-macam ilmu pengetahuan dan kepandaian; sehingga dapat berkreasi (berdaya cipta) dan sanggup menguasai alam dan binatang.


Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas. Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta.


Setiap hubungan harus berjalan selaras dan seimbang. Namun, apa jadinya jika kecerdasan dan rasa keingintahuan manusia yang terlampau tinggi justru digunakan untuk tujuan eksploitasi dan pada akhirnya berpotensi memusnahkan dunia?


Berikut adalah 5 eksperimen ekstrem yang pernah dirancang dan dilakukan oleh manusia dengan potensi bahaya sangat tinggi untuk memusnahkan segala peradaban di dunia. Beberapa eksperimen di bawah pernah menjadi kontroversi besar sehingga sebagian proyek ada yang ditunda atau dihentikan.


1. Kola Superdeep Borehole



Proyek dimulai pada tahun 1970an dan pada tahun 1994, bor mereka sudah mencapai kedalaman 12.000 kilometer. Tempat ini dijuluki sebagai tempat terdalam di permukaan bumi. Peristiwa ini pada akhirnya menjadi sejarah pengeboran paling dalam yang pernah dilakukan oleh manusia. Mereka sempat berambisi untuk mencapai lapisan mantel dalam bumi.


Sayangnya, bumi bereaksi dengan menciptakan sebuah gaya tekan ke atas yang kuat. Ketakutan, akhirnya pengeboran ini dihentikan. Para ilmuan khawatir jika sesuatu yang buruk akan menimpa mereka jika proyek ini diteruskan. Mereka mulai menyadari kenyataan bahaya dari penggalian bumi yang bisa saja memicu kehancuran bumi.


2. Trinity Test



0.06 - 0.127 ms setelah ledakan



Ledakan yang kasat mata


Trinity test adalah uji coba bom nuklir selama proyek Manhattan. Peledakan itu dilakukan di Alamogordo (New Mexico), pada tanggal 16 Juli 1945. Berat bom 19 kiloton , menghasilkan daya ledak setara 80 terajoule (sama dengan peledakan TNT seberat 19.000 ton ), melebihi panas permukaan matahari.


Merupakan peledakan bom atom pertama yang bermuatan plutonium dan sama modelnya dengan yang dijatuhkan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Peledakan dilakukan di Alamogordo Bombing Range, sebuah tempat yang berada di antara Carrizozo dan Socorro, New Mexico.


Bom tersebut digantung di menara baja berketinggian 20 meter untuk simulasi penjatuhan dari pesawat. Ledakan meninggalkan kawah dengan kedalaman 3 m dan selebar 330 m. Awan jamir setinggi 16.000 m, dan gelombang kejut yang terasa dalam radius 160 kilometer.


Kawah tersebut melumerkan gurun pasir dan mengubahnya menjadi lapisan kaca hijau tipis yang disebut trinitit. Kawah tersebut segera terisi kembali, dan sekarang daerah ini dilindungi. Di tempat peledakan itu didirikan tugu setinggi 3,65 m dan kawasan itu masih mengandung unsur radioaktif.


Suksesnya percobaan ini menjadi tonggak sejarah dalam terciptanya bom atom dan nuklir yang sangat mematikan. Hingga kini, peristiwa apapun yang terkait dengan nuklir seperti bencana kebocoran reaktor dan uji coba nuklir selalu menjadi kontroversi.


3. Hadron Collider


 

Penumbuk raksasa Hadron Collider adalah kompleks pemercepat partikel berenergi tinggi terbesar yang ada di dunia. Berfungsi untuk menabrakkan dua buah pancaran partikel proton dengan energi kinetis yang sangat besar. LHC dibuat oleh Badan Riset Nuklir Eropa (CERN).


Proyek ini dimulai sejak tahun 1995 dan merupakan proyek terbesar yang pernah dilakukan oleh Manusia dengan menggunakan peralatan paling rumit di dunia, serta memakan biaya lebih dari USD 10 Miliar dengan waktu penyelesaian lebih dari 14 tahun.


Terletak 91 meter dibawah perbatasan Franco-Swiss dekat Geneva, Switzerland, mesin yang berbentuk terowongan sepanjang 27 kilometer ini dibangun oleh 10000 ilmuwan dan insinyur, dari lebih 100 negara, serta didukung oleh ratusan universitas dan laboratorium.


Proyek ini murni untuk kemajuan ilmu pengetahuan, tapi dampaknya dinilai bisa membuat membuat kehidupan di bumi mengalami kematian. Hadron Collider adalah eksperimen raksasa yang salah satu tujuan utamanya mensimulasikan Black Hole mikroskopis dan meneliti fenomenanya.



Namun, penelitian yang kontroversi ini dihentikan sementara (delay). Penyebabnya antara lain disebabkan kekhawatiran kalau lubang hitam yang terbenruk dapat tumbuh besar dan mampu mengonsumsi benda di sekitarnya. Jika dibiarkan, maka kehidupan di bumi bisa terancam.


4. Starfish Prime



Bagi kalian yang pernah browsing aau mempelajari tentang lapisan atmosfer bumi, kita mengenal kalau lapisannya dibagi menjadi lima. Agar lebih mudah, perhatikan gambar dan fungsi masing-masing bagian.



Lapisan Magnetosfer terletak diatas lapisan Ionosfer yang terletak antara Termosfer dan Eksosfer. Magnetosfer adalah medan magnet bumi yang menjangkau ribuan kilometer ke antariksa, ibarat perisai yang mampu melindungi bumi dari badai dan radiasi matahari yang ekstrem.



Bayangkan saja jika bagian itu rusak, bahkan dirusak! Maka manusia dapat punah. Mirisnya, Amerika pernah melakukan peledakan di lapisan Magnetosfer. Adapun kekuatan ledakan sebesar 1,8 megaton yang diperkirakan hampir 100x kali lebih besar dari Trinity Test!


Misi aslinya untuk mengganggu satelit milik Rusia, tapi dampaknya luar biasa. Jalur komunikasi sempat mati di beberapa wilayah secara bersamaan. Terlebih, dampak badai matahari yang mampu menjangkau bumi. Untungnya, Amerika kemudian membuat satelit anti radiasi untuk menambal lubang di Magnetosfer yang pernah mereka rusak itu.


5. Seti



Seti adalah program yang ditujukan untuk mencari kehidupan lain selain di bumi. Penelitian ini semakin menunjukkan hasil ketika peneliti mendapat semacam gelombang frekuensi dari planet-planet terdekat terutama Mars. Hingga akhirnya, SETI semakin gencar melakukan kontak hingga sekarang denan berbekal peralatan yang semakin canggih.


Beberapa peneliti berpendapat kalau rasa penasaran dan keingintahuan manusia akan kehidupan lain selain di bumi tidak perlu dilanjutkan. Tentu saja ketakutan mereka didasari oleh teori invasi alien yang mungkin terjadi. Bumi berpotensi kiamat dan manusia akan punah. Mengingat tingkat teknologi alien dan kita seringkali digambarkan terpaut jauh.

Kembali ke Beranda