Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

831

Genre Romance

166

Genre Folklore

166

Genre Horror

167

Genre Fantasy

166

Genre Teen

166

Reset
A Moment
Teen
25 Nov 2025

A Moment

Suatu hari aku mau berangkat sekolah dan menunggu bus sekolah menjemput untuk berangkat sekolah. Tetapi sudah jam 06:45 bus sekolah belum menjemput disitu aku bersama laki laki yang aku tidak kenal, setelah jam 06:48 syukurlah bus sekolah sudah menjemput dan aku langsung bergegas menaiki bus itu. Dan tiba-tiba aku merasa haus dan aku mengambil air dari tas.byurr… “Aduh tumpah lagi” air minumku tumpah ke seragam laki-laki disaat busnya mengerem mendadak. “Aduh maaf ya gak sengaja,” kata Ratu. “Emm ya,” jawabnya dengan dingin. “Ehh ini pake sapu tangan aku aja untuk mengeringkan seragammu,” kata Ratu. “Emm ga usah,” kata laki-laki itu dengan cuek. “Ehh tapi itu basah banget seragammu,” kata Ratu. “Yaudah deh mana,” kata laki-laki itu.Tak terasa bus sudah tiba didepan sekolah dan disitu turun hujan sangat lebat. Dan saat aku membuka tas untuk mengambil payung, ternyata payungku tertinggal di rumah.“Aduh gimana ini mana jam masuk sekolah mau bunyi, bisa-bisa aku dihukum kepala sekolah. Tuhan tolonglah aku kirimkan satu malaikat untuk menolongku,” kata Ratu. “Ayo sama aku aja deh,” kata si laki-laki itu. “Emangnya gapapa,” kata Ratu. “Udah gapapa ayoo nanti keburu telat masuk kelas,” kata laki-laki itu.Akhirnya mereka tiba di depan kelas, dan masih ada waktu 30 menit untuk pelajaran dimulai. “Oiya kenalin nama aku Ratu dari ips 1,” kata Ratu. “Emm iya kenalin juga namaku Levin dari ips 3,” kata laki-laki itu. “Ouh okee,” kata Ratu.“Eeh oiya aku belum berterima kasih sama kamu, makasih ya Levin,” lanjut Ratu. “Oke sama-sama,” kata Levin. “Iya bagaimana kalau kamu ikut aku ke wali kelas untuk mengumpulkan tugas,” kata Ratu. “Oke lah ayoo deh,” kata Levin sambil menggegam tangan Ratu. “Tapi harus gandengan kayak gini?” tanya Ratu. “Iyaa dong,” jawab Levin dengan senyumnya.Bell masuk telah berbunyi dan aku sama Levin segera bergegas masuk kelas. “Eeh bell masuk udah bunyi tuh,” kata Ratu. “Ha iya yaudah aku anterin kekelas kamu dulu ya Ratu,” kata Levin sambil menatap Ratu. “Eeh ga usah nanti kamu telat masuk kelas gimana?” kata Ratu. “Gapapa Ratu udah gih ayo aku anterin,” kata Levin sambil tersenyum ke Ratu. “Yaudah deh ayoo,” kata Ratu.Aku dan Levin sudah sampai di depan kelasku dan aku segera bergegas masuk kelas. “Ha udah sampai,” kata Ratu. “Yaudah cepet masuk kelas,” kata Levin. “Yaudah deh kamu cepet kembali ke kelas kamu,” kata Ratu. “Iyaa deh ratu semangat yee,” kata Levin sambil tersenyum ke Ratu. “Oke kamu juga ya dada,” kata Ratu. “Okey,” kata Levin.Jam pelajaran berakhir dan istirahat pun dimulai tiba-tiba pada saat aku keluar kelas. Levin sudah menungguku didepan kelas dan mengajakku makan di kantin. “Eeh kamu ngapain disini,” kata Ratu sambil terkejut. “Ya nungguin kamu lah,” kata Levin sambil ketawa. “Emang mau kemana Vin?” kata Ratu. “Ya ngajakin kamu makan sama aku di kantin emang ga boleh?” kata Levin. “Ya boleh lah yaudah ayokk,” kata Ratu sambil tersenyum ke Levin.“Eeh iya kamu mau makan apa Ratu?” kata Levin sambil senyum ke Ratu. “Eem mau makan kentang goreng sama jus buah naga aja deh soalnya masih kenyang,” kata Ratu sambil menatap Levin. “Oke lah aku pesenin,” kata Levin sambil senyum. “Okee aku tungguin ya ditempat duduk itu,” kata Ratu sambil ketawa.“Nih makanannya tuan putri,” kata Levin sambil ketawa ke Ratu. “Eehh apaan sih udah makasih ya Levin yang baik hahaha…,” kata Ratu sambil ketawa ke Levin. “Iyaa sama-sama Ratu,” kata Levin sambil tersenyum ke Ratu.“Eeh iya tadi kamu nungguin aku lama banget ya sorry ya Levin soalnya aku tadi sama ngumpuli tugasku,” kata Ratu sambil menatap Levin. “Eeh ngapain minta maaf udah santai aja gapapa Ratu,” kata Levin sambil senyum ke Ratu. “Okee lah makasih ya Levin,” kata Ratu. “Iyaa sama-sama Ratu,” kata Levin.Jam istirahat telah berakhir aku dan Levin segera bergegas ke kelas masing-masing. Dan jam pelajaran berikutnya dimulai sehingga pelajaran berakhir. Saat aku keluar kelas tiba-tiba sudah menunggu didepan kelas.“Eh Levin, ngapain di sini?” tanya Ratu. “Ya nungguin kamu lah soalnya mau pulang bareng,” jawab Levin. “Yaudah ayo pulang,” kata Ratu.Mereka berjalan menuju ke parkiran bus sekolah sambil berbincang-bincang. “Gimana tadi pelajaranya, susah atau enggak?” tanya Levin. “Enggak susah sama sekali,” jawab Ratu. “Ohh gitu yaa, aku tadi agak susah pelajaran matematika bingung,” kata Levin. “Wah, ditambah lagi ya semangat belajarnya,” kata Ratu. “Asiap hahaha…,” kata Levin. “Yaudah ayo masuk bus, itu busnya udah nunggu,” kata Ratu. “Iya ayo,” kata Levin.Saat mereka sudah masuk bus. “Ayo sini duduk sama aku aja,” kata Levin. “Emang gapapa?” tanya Ratu. “Ya gapapa lah,” jawab Levin sambil senyum ke Ratu. “Yaudah deh hehehe…,” kata Ratu. “Nanti ikut aku ya Ratu,” kata Levin. “Kemana Vin?” tanya Ratu. “Ya ngajakin kamu jalan-jalan lah, soalnya besok kan libur,” jawab Levin. “Boleh, emang mau jemput jam berapa?” tanya Ratu. “Sekitar jam 7 an lah aku jemput, jam segitu kamu senggang atau enggak,” jawab Levin. “Iya aku jam segitu senggang kok,” kata Ratu. “Yaudah deh nanti aku jemput ya,” kata Levin.Akhirnya bus sekolah sudah sampai ditujuannya. Ratu dan Levin turun dari bus sekolah. “Yaudah aku pulang dulu ya,” kata Ratu. “Iya aku juga pulang dulu ya,” kata Levin. “Oke kamu hati-hati ya,” kata Ratu “Siap nanti aku jemput kamu ya, hati-hati di jalan juga yaa,” kata Levin sambil mengelus kepala Ratu. “Oke daa…,” kata Ratu sambil melambaikan tangannya. “Daa…,” balas Levin.Mereka pun berjalan menuju rumah masing-masing dan mereka pun sudah sampai di rumah. Setelah sampai rumah Ratu langsung bergegas menuju kamar untuk mandi. Setelah beres mandi Ratu menuju kasur untuk beristirahat, Ratu meraih handphonenya untuk melihat pesan-pesan yang masuk.Tiba-tiba ada sebuah pesan dari Levin. “Halo Ratu sudah sampai rumah?” pesan Levin. “Iya udah sampai rumah nih,” balas Ratu. “Kamu lagi apa?” pesan Levin. “Lagi tiduran Vin, kalau kamu lagi apa Vin?” tanya Ratu. “Oh, aku lagi nyantai,” balas Levin. “Ohh iya kamu udah makan?” tanya Levin. “Belum, habis ini mau makan,” balas Ratu. “Oh okee habis ini aku juga mau makan,” pesan Levin. “Yaudah aku mau makan dulu terus mau tidur siang dulu,” jawab Ratu. “Okee siap,” kata Levin.Ratu pun sudah tertidur. Dan sore hari pun datang Ratu bergegas mandi dan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan. Jam 7 telah tiba Ratu menunggu Levin dipintu gerbang rumahnya. Levin akhirnya datang dan mereka berangkat jalan-jalan. Mereka berhenti di sebuah café untuk makan.“Kamu mau pesan apa?” tanya Levin. “Mau makan steak sama minum jus buah naga aja,” jawab Ratu. “Okee bentar ya aku pesanin dulu,” kata Levin. “Iya aku tunggu disini ya Vin,” kata Ratu. “Okee deh,” kata Levin.Setelah menunggu beberapa menit makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Dan mereka mulai memakan makanannya. “Makannya sudah selesai?” kata Levin. “Iya sudah,” kata Ratu “Yaudah ayo lanjut ke tempat lainnya,” kata Levin. “Iyaa ayo,” kata Ratu. Mereka pun keluar dari café dan menuju ke sebuah taman di tengah kota.Dan mereka akhirnya sampai. “Duduk sini Ratu,” kata Levin. “Iyaa, udaranya sejuk banget ya kalau malam,” kata Ratu.“Oh ya sebenarnya aku mau ngomong sesuatu ke kamu,” kata Levin. “Ngomong apa Vin?” tanya Ratu. “Sebenernya tu aku suka sama kamu Ratu,” jawab Levin. “Terus?” kata Ratu. “Mau gak kamu jadi pacarku?” Tanya Levin dengan serius. “Yaudah deh hehehe…,” jawab Ratu sambil malu-malu. “Jadi kamu beneran mau sama aku? Apa Cuma omong kosong?” tanya Levin. “Iyaa mau beneran,” jawab Ratu. Akhirnya mereka berdua bisa bersama dengan bahagia.Tidak perlu mencari seseorang yang sempurna cukup temukan dia yang bisa membuatmu bahagia ~Ratu.

Cerita Rakyat Telaga Warna dari Jawa Barat
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Telaga Warna dari Jawa Barat

Alkisah berdiri suatu kerajaan bernama Kutatanggeuhan di Jawa Barat. Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja bernama Prabu Swarnalaya. Prabu Swarnalaya ini merupakan seorang raja yang memimpin kerajaan didampingi seorang ratu cantik bernama Ratu Purbamanah.Telaga WarnaSelama masa kepemimpinannya, Prabu Swarnalaya sangat dicintai rakyatnya. Daerah dibawah kepemimpinannya pun sangat makmur. Hanya saja, sebagaimana pepatah bahwa tak ada satu manusia pun yang sempurna, kehidupan Prabu Swarnalaya pun demikian.Ada satu perasaan terpendam yang dirasakan oleh Prabu Swarnalaya karena beliau tidak memiliki anak meski sudah lama menikah dengan sang istri. Setelah ditelusuri ternyata penyebabnya adalah karena sang prabu sendiri yang melanggar pantangan berburu rusa di Gunung Mas. Hal tersebut dikatakan oleh ahli nujum istana yang mendapat wangsit bahwa setiap rusa yang dibunuhnya menjadi simbol hilangnya keturunan dari Prabu Swarnalaya.Mendengar hal tersebut, perasaan sedih dan menyesal dirasakan oleh sang prabu. Sang prabu pun berusaha untuk memperbaiki apa yang sudah terjadi. Berangkatlah sang prabu untuk bertapa pada malam bulan pernama di sebuah goa kecil yang ada di Gunung Mas. Ia berangkat sendirian tanpa didampingi pengawal atau pun tanpa menggunakan atribut kerajaan.Telaga WarnaSelama prabu pergi, rasa cemas berkecamuk di hati sang ratu. Namun selama beberapa pekan bertapa, akhirnya penantian sang ratu berakhir. Sang prabu pun pulang. Ratu Purbamanah yang sangat khawatir dengan keadaan suaminya langsung menyambut kedatangan sang prabu. Ia menghidangkan berbagai macam makanan yang prabu suka.Beberapa bulan kemudian, Ratu Purbamanah mengandung. Prabu Swarnalaya sangat senang karena itu artinya pertapaannya membawa hasil. Sembilan bulan kemudian, Ratu Purbamanah melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan diberi nama Dewi Kuncung Biru.Karena sang puteri termasuk puteri yang sangat dinantikan, Prabu Swarnalaya dan Ratu Purbamanah cukup memanjakannya. Sang puteri pun tumbuh menjadi gadis cantik yang gemar bersolek, manja dan suka mengenakan pakaian mahal.cerita rakyat Telaga WarnaHingga suatu hari menjelang perayaan hari ulang tahunnya, Dewi Kuncung Biru meminta sang ayah menghiasi tiap helai rambutnya dengan emas dan permata agar dirinya terlihat semakin cantik. Mendengar permintaan sang puteri, tentu Prabu Swarnalaya dan sang istri Ratu Purbamanah sangat terkejut karena hal tersebut tidak masuk akal.Helaian rambut sang puteri sangat banyak, mana mungkin satu persatu akan dihias permata dan emas. Karena merasa keinginannya ditolak sang ayah, Dewi Kuncung Biru pun kesal dan marah. Kemarahan Dewi Kuncung Biru bahkan sampai terdengar keluar istana dan membuat rakyat sang prabu tergerak menyumbangkan harta mereka demi memberikan hadiah yang disukai dan diinginkan sang puteri raja.Merasa cinta rakyatnya sangat besar, Prabu Swarnalaya dan Ratu Purbamanah merasa sangat terharu. Hingga tiba di hari perayaan ulang tahun Dewi Kuncung Biru. Rakyat yang diundang ke istana menyambut perayaan dengan gembira. Kotak berisi perhiasan emas dan permata yang dihadiahkan pun diserahkan kepada Dewi Kuncung Biru sebagai hadiah.Rakyatpun senang dan sangat antusias agar Dewi Kuncung Biru membukanya. Hanya saja, ketika isinya dibuka ternyata Dewi Kuncung Biru kecewa karena perhiasan yang ia dapatkan sebagai hadiah tak seindah harapannya. Dengan sombongnya, Dewi Kuncung Biru melempar kotak berisi emas dan permata hadiah rakyat tersebut ke lantai hingga membuat isinya jatuh berserakan.Semua orang yang hadir di sana tentu tercengang termasuk Prabu Swarnalaya dan Ratu Purbamanah, orang tuanya sendiri. Dengan kesombongan Dewi Kuncung Biru, ternyata alam pun murka. Seketika gemuruh datang diikuti hujan dan badai.cerita rakyat Telaga WarnaTanah di sekitar istana pun terbelah disusul dengan air bah yang bervolume besar menenggelamkan istana megah tersebut bersama semua orang yang ada di istana ketika pesta berlangsung. Bersamaan dengan berhentinya hujan, kerajaan Kutanggeuhan menghilang dan di bekas menghilangnya kerajaan tersebut hadir telaga yang berisi ribuan ikan cantik dan beraneka warna. Telaga tersebut yang kini dikenal sebagai Telaga Warna.

Penjara Suci
Teen
25 Nov 2025

Penjara Suci

Pada pagi hari ayam jantan sudah mulai berkokok, terdengar suara adzan subuh berkumandang. Ibu menghampiri kamarku untuk membangunkanku sholat subuh.“Aliza bangun, ayo sholat subuh dulu!” kata Ibu sambil mengetuk pintu kamarku. Karena tidak ada respon dari dalam, akhirnya ibu memutuskan untuk masuk ke kamarku.“Aliza ayo bangun, sholat dulu nanti keburu habis subuhnya.” kata Ibu lagi masih dengan suara rendah. “Eumm. Ibu bentar, Aliza masih ngantuk!” jawabku masih dengan mata tertutup. “Ayo sholat dulu, nanti tidur lagi gapapa.” “Iya bu, 5 menit lagi.”Karena aku tak kunjung bangun dan banyak alasan, hal itu membuat ibu marah. “Aliza, dengar apa kata ibu tadi?” kata Ibu dengan meninggikan suaranya. Aku kaget mendengar ibu membentakku dan aku langsung bangun dari tidurku. “Iya bu dengar.” jawabku sambil menunduk.“Jadi sekarang kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?” tanya Ibu. “Sholat!” jawabku dengan suara rendah masih dengan menunduk.Jam 6 pagi sebelum berangkat sekolah aku makan bersama dulu dengan Ayah dan Ibuku. Aku adalah anak tunggal. Aku juga bukan dari keluarga yang kaya. Di dalam rumah yang sederhana ini hanya dihuni oleh tiga orang saja, Aku, Ibu, dan juga Ayah. Aku adalah anak yang sangat bandel dan nakal, tak sering mereka memarahiku karena aku membuat masalah.Suatu hari setelah pulang sekolah aku langsung pergi main bersama temanku tanpa pulang ke rumah dulu dan memberitahu orangtuaku. Diluar aku melihat balapan motor bersama mereka. Setelah itu temanku mengajakku ke suatu tempat, tetapi aku tidak mengetahui tempat apakah itu.“Guys, kita disini ngapain?” tanyaku pada mereka. “Kita disini akan bersenang-senang, kita akan minum-minum disini Lis.” jawab Dini, salah satu dari temanku. “Iya Lis, nikmati aja waktu muda kita. Jarang-jarangkan kita bisa berkumpul seperti ini.” tambah Syifa dengan sangat antusias.Entah kenapa akhirnya aku menuruti ajakan mereka yang sangat bodoh ini. Kita semua sangat menikmati ini semua. Sampe malam pun menjelang dan aku telah melupakan kewajibanku sebagai seorang muslim, yaitu sholat. Waktu menunjukkan pukul 11 malam, semua telah pulang ke rumahnya masing-masing. Sungguh, kepalaku sangat pusing karena kebanyakan minum tadi.Sesampainya di depan pintu rumah aku langsung membuka pintu, terlihat Ayah dan Ibu yang sedang menungguku pulang dengan raut wajah penuh dengan kemarahan. “Dari mana saja kamu?” tanya Ayah padaku.Karena aku tak kunjung menjawab pertanyaan dari Ayah, terlihat Ayah semakin marah padaku. “Dari mana kamu?” Ayah mengulangi pertanyaannya dengan penuh tekanan dan membuat aku semakin takut. “Ma-main Yah.” jawabku ketakutan. “Main? Dari pulang sekolah sampai malam seperti ini? Aliza, anak perempuan tidak seharusnya pulang malam seperti ini. Dan ya, kenapa sepulang sekolah tidak langsung pulang? Lupa jalan rumah? Apa udah lupa sama Ibu dan Ayah? Dan kenapa tidak kabarin Ibu atau Ayah dulu kalau mau pergi main? Kamu tahu, Ayah sama Ibu cemas nyariin kamu dari tadi. Ayah juga udah telepon kamu, tapi tidak ada respon sama sekali dari kamu. Sekarang Ayah tanya dan kamu jawab jujur, tadi di luar kamu ngapain aja?” tanya Ayah penuh dengan emosi.“A-aliza, Aliza mi-minum Yah.” “Maksud kamu minum-minuman keras?” “I-iya.” “Astaghfirullah Aliza, sejak kapan Ayah mendidik kamu untuk melakukan hal keji seperti ini? Ayah tidak pernah mendidik kamu seperti ini Aliza. Kamu tahu kan kalau minum-minuman keras itu perbuatan yang dilarang oleh agama? Dan kenapa sekarang kamu lakuin? Apakah kasih sayang dari Ibu dan Ayah untuk kamu itu kurang? Ayah tahu kamu itu anaknya bandel, tapi tidak seharusnya kamu seperti ini. Kamu sudah benar-benar keterlaluan Aliza. Ayah tidak tahu harus mendidik kamu dengan cara apa lagi agar kamu mau berubah dan kembali ke jalan Allah.” Ayah sudah frustasi menghadapi sikapku, dan tidak tahu harus dengan cara apa aku agar aku bisa berubah.Ibu menghampiriku dan menatapku dengan sendu. “Sayang! Apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa kamu melakukan itu semua? Ibu tidak menyangka kamu bisa seperti itu. Sungguh, Ibu kecewa sama kamu Aliza.”Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Aku cuma bisa menangis. Tidak seharusnya aku menuruti ajakan teman-temanku tadi. Memang penyesalan selalu datang di akhir. Aku sudah tahu, pasti setelah ini aku akan dihukum. Entah hukuman apa yang akan mereka berikan padaku. Aku cuma berharap, semoga hukuman itu tidak berat untukku.“Aliza, Ayah tidak punya pilihan lagi. Ayah akan memasukkan kamu ke pesantren. Besok lusa kamu berangkat, dan segera kemasi barang-barang kamu.” Kata Ayah dengan penuh keyakinan.Seperti tersambar, terguncang hebat, ketika kudengar kalimat yang keluar dari mulut Ayahku. “A-apa Yah? Pesantren? Nggak, aku nggak mau, Aliza nggak mau masuk penjara suci itu Yah. Aliza nggak mau masuk pesantren, Aliza nggak mau jauh dari kalian. Jangan hukum Aliza seperti ini Yah, Aliza mohon!”“Tidak, keputusan Ayah sudah bulat. Hanya dengan cara itu yang bisa Ayah lakuin agar kamu bisa berubah. Di sana kamu akan memperoleh banyak ilmu, dan kamu akan mendapatkan banyak teman yang selalu mengajak kamu dalam kebaikan.” kata Ayah menyakinkanku.Aku berfikir sejenak memikirkan kata-kata Ayahku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah aku harus menuruti kemauan mereka? Aku sudah tidak punya alasan lagi, sebaiknya aku iyakan saja kemauan mereka. “I-iya, Aliza akan turuti semua permintaan kalian. Aliza tahu, jikalau Aliza salah, mungkin ini jalan yang terbaik buat Aliza.”Hari ini aku sudah mulai untuk mondok. Penjara suci ini mungkin cocok agar aku bisa merubah diriku menjadi lebih baik lagi. Sungguh, aku menyesali semua perbuatan yang sudah kulakukan. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku harus semangat untuk menuntut ilmu di sini. Aku tidak ingin mengecewakan mereka.Hari demi hari aku jalani dengan ikhlas, semua aturan di pesantren juga aku jalani dengan baik. Saat ini aku lagi duduk di bangku taman, terlihat para santri berlalu lalang kesana-kemari. Aku teringat kata-kata ustadzah waktu itu, bahwasanya tidak ada orang yang sempurna, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, setiap kesalahan tentu harus disadari dan diperbaiki. Hidup kita akan berubah lebih baik jika kita bersedia untuk merubah diri kita terlebih dahulu.

Cerita Roro Jonggrang
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Roro Jonggrang

Dahulu kala, di Desa Prambanan, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Baka. la memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang.Suatu ketika, Prambanan dikalahkan oleh Kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Bandung Bondowoso. Prabu Baka tewas di medan perang. Dia terbunuh oleh Bandung Bondowoso yang sangat sakti.Bandung Bondowoso kemudian menempati Istana Prambanan. Melihat putri dari Prabu Baka yang cantik jelita yaitu Roro Jonggrang, timbul keinginannya untuk memperistri Roro Jonggrang.Roro Jonggrang tahu bahwa Bandung Bondowoso adalah orang yang membunuh ayahnya. Karena itu, ia mencari akal untuk menolaknya. Lalu, ia mengajukan syarat dibuatkan 1.000 buah candi dan dua buah sumur yang dalam. Semuanya harus selesai dalam semalam.Bandung Bondowoso menyanggupi persyaratan Roro Jonggrang. Ia meminta pertolongan kepada ayahnya dan mengerahkan balatentara roh-roh halus untuk membantunya pada hari yang ditentukan. Pukul empat pagi, hanya tinggal lima buah candi yang belum selesai dan kedua sumur hampir selesai.Mengetahui 1.000 candi telah hampir selesai, Roro Jonggrang ketakutan.“Apa yang harus kulakukan untuk menghentikannya?” pikirnya cemas membayangkan ia harus menerima pinangan Bandung Bondowoso yang telah membunuh orangtuanya.Akhirnya, ia pergi membangunkan gadis-gadis di Desa Prambanan dan memerintahkan untuk menghidupkan obor-obor dan membakar jerami, memukulkan alu pada lesung, dan menaburkan bunga-bunga yang harum. Suasana saat itu menjadi terang dan riuh. Semburat merah memancar di langit dengan seketika.Ayam jantan pun berkokok bersahut-sahutan. Mendengar suara itu, para roh halus segera meninggalkan pekerjaan. Mereka menyangka hari telah pagi dan matahari akan segera terbit. Pada saat itu hanya tinggal satu sebuah candi yang belum dibuat.Bandung Bondowoso sangat terkejut dan marah menyadari usahanya telah gagal. Dalam amarahnya, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah arca untuk melengkapi sebuah buah candi yang belum selesai.Batu arca Roro Jonggrang diletakkan di dalam ruang candi yang besar. Hingga kini, candi tersebut disebut dengan Candi Roro Jonggrang. Sementara itu, candi-candi di sekitarnya disebut dengan Candi Sewu (Candi Seribu) meskipun jumlahnya belum mencapai 1.000.

Cinta Monyetku di SMP
Teen
25 Nov 2025

Cinta Monyetku di SMP

“Selamat pagi semua…!” Sapaan dari kepsek, Matahari menyambut pagi Ajaran baruku dengan cerah. Kini aku memasuki Tahun ajaran baru kelas 2 SMP. Yang dimana adanya peningkatan pembelajaran dari pada waktu kelas 1 dulu. Semua barisan tersusun rapi dan terpampang muka berseri-seri bagi adik-adik kelas yang memasuki Sekolah menengah pertama.Apel pun berlangsung dengan lancar dan pembagian kelas pun diumumkan. Kemudian Kepsek menyuruh untuk masuk ke kelas masing-masing yang telah ditentukan, Aku masuk kelas VIII-5 yang dimana pada masa kami, bisa dibilang Yah.. termasuk kelas buangan tapi aku senang karena mendapatkan teman-teman kelas yang cukup ramah dan menyenangkan.1 bulan berlalu berjalan, aku berusia 15 tahun dimana remaja yang menduduki masa pubernya. Ini sangat berbeda waktu kelas 1 dulu aku berumur 14 tahun, yang dulunya hanya fokus belajar dan memikirkan bagaimana aku berusaha untuk menjadi siswi yang terbaik di kelasku dulu.Tidak sengaja, teman sekelasku menabrak sepedaku yang kuparkirkan. Aku berteriak histeris..! “Woiiiii….!!!” “Kalo bawa sepeda tuh hati-hati Napa!” “Jangan kaya orang gila, tuh kan.. sepedaku rusak!” Sanking santainya ia menjawab “yaelah sorry lah, lagian aku ga sengaja” sambil merapikan rambutnya yang acakan lalu pergi begitu saja. Lalu aku terdiam dengan memendam segala emosi yang ada di kepalaku.Aku segera berlari melihat sepedaku yang oleng karena dia. Lalu aku kembali ke Kelas dan menghampiri dia. Sebelumnya aku mau deskripsikan siapa dia yang aku maksud. Teman sekelasku yang menabrak sepedaku adalah cowok, dia dipanggil Jino yang terkenal Jutek dan cuek sama semua cewek-cewek di kelas maupun di sekolah. Yahhh… menurutku sih dia memiliki tampang yang lumayan lah, tapi walaupun dia terkenal Jutek dan cuek tapi dibalik itu dia orang yang humoris.Aku berada tepat di depannya, Aku berkata berkali-kali biar dia mau memperbaiki sepedaku tapi dia tetap tidak mau dan hanya memilih untuk diam. Lalu aku kembali duduk di tempatku, selang beberapa jam kemudian lonceng jam pulang pun berbunyi. Akupun bersiap merapikan semua bukuku dan kuletakkan semuanya di dalam ranselku.Setelah itu, ku cek petugas kebersihan hari ini. ternyata sial..! Waktu tugas kebersihan kelas jadwal kami (aku dan Jino) ternyata bersamaan. Mau gak mau yah.. mau gimana lagi sudah jadwalnya, aku segera mengambil sapu dan tiba-tiba saja Jino datang dan mengambil sapu yang sudah aku pegang duluan. Sontak aku kaget! “Haduhhh Jino!!! Tolong yah jangan menambah beban pikiranku lagi, kenapa mesti sapu ini sih yang kamu pilih!” “mau gimana lagi sapunya cuma satu lagi?” “kan, ga mesti kamu nyapu lah?!” Jawabku, “Kamu kan bisa angkat kursi tuh.. sana!” Lalu dia dengan coolnya pergi gitu aja sambil melakukan pekerjaannya.“Huhhh…. dan akhirnya selesai juga!” Aku segera ke parkiran untuk mengambil sepedaku dan bersiap untuk pulang tapi sialnya sepedaku susah jalan, karena kejadian tadi pagi. Jino pun bergegas pulang tapi aku berusaha untuk memanggil Jino karena tinggal kami berdualah di sekolah, semua pada pulang.Lalu Jino pun berbalik badan, “haaaa?!” “Kenapa sih Nomi! Ada apa…?! Orang mau pulang, ada aja penghalang!!!” Dengan nada kesal. Tapi aku ga peduli, dengan nada tinggi “ini semua gara-gara kamu yah Jino sepedaku jadi gini kan susah jalan, gimana aku mau pulang kaya gini!?” “Aku ga mau tau yah kamu harus tanggungjawab bagaimana pun caranya aku ga mau kalo jalan kaki cuma gara-gara kamu..!!!”Sambil menghela napas Jino pun datang, “oke-oke aku minta maaf tadi pagi gak sengaja nabrak sepeda kamu, jadi sekarang kamu maunya gimana?” Dengan sabar aku menahan emosiku lalu menjawab.. “Yaudah aku maafin, Aku mau kamu perbaiki sepedaku apapun caranya!” “Oke tapi kan dari sekolah, bengkel sepeda jauh dari sini, gimana dong?” “Kok tanya aku?! Pikir sendiri lah!” Jawabku kesal. “Gimana kalo kita jalan kaki dari sini sampai ketemu bengkel?” dengan santai memberi solusi. Aku Udah pasrah… dari pada berlama-lama di sekolah Udah mau sore juga, jadi kita sepakat jalan kaki hingga sampai di bengkel.Singkat cerita, Udah mau memasuki semester 2 kelas 2 SMP Udah banyak waktu yang telah kita lalui dan udah banyak banget juga cerita serta kisah menarik yang terjadi sebelum memasuki semester 2 yang sangat dinantikan.Semester 2, dimana semua tugas menumpuk karena semester akhir kenaikan kelas. Banyak tugas yang harus dikerjakan berkelompok, entah kenapa 4 kali berturut-turut aku dan Jino tetap kelompoknya bersamaan agak kesal karena harus bareng kelompok sama si cowok kepala batu.Hari ini, ada pratek di lapangan tentang olahraga, Terik matahari sangat panas sehingga kuputuskan untuk masuk ke kelas untuk beristirahat dan minum air karena kehausan. Tiba-tiba hp ku berbunyi, di sekolahku tidak mengizinkan membawa hp di sekolah tapi karena praktek, kami diperbolehkan untuk mengambil dokumentasi praktek di lapangan.Aku melihat hpku, ada pesan dari nomor yang tidak dikenal “hy.. boleh kenalan?” (Isi pesan), tapi aku bodo amat gak mau bales, lagian aku gak kenal itu siapa. Tingg… berdering lagi, “eh sombong banget gak dibales ni ye” isi pesan. Sambil aku menarik napasku, berkata “apa-apaan sih ini, gak kenalpun” tapi aku tetap positif thinking siapa tau orang yang aku kenal. Jadi, aku memutuskan untuk membalas chatnya “Iyah, ini dengan siapa yah?” Dengan tidak lama kemudian dia membalas “hayo coba tebak aku siapa?” Aku semakin emosi ditambah capeknya lagi tadi panas dan siap praktek. karena dia, gak mau to the point langsung ngasi tau siapa dia. Akhirnya aku menonaktifkan hpku. Seperti biasa aku pulang ke rumah karena waktu telah menunjukkan jam pulang sekolah.Malam hari, seperti biasa rutinitasku mengerjakan tugas-tugas sekolah yang udah lumayan menumpuk. Tiba-tiba hp ku berdering lagi tapi bukan pesan chat, ini panggilan dengan nomor yang sama tadi di sekolah. Langsung aku angkat karena merasa penasaran juga siapa sih ini orang yang sukak gangguin orang malam-malam?!“Halo.. ini siapa ya?” “iyah, halo.. masa kamu ga tau?” “udahlah gak usah banyak basa-basi, kamu kasi tau kamu siapa dan ada urusan apa telpon aku malam malam kaya gini?! Kayak ga ada kerjaan aja!” “kamu ga bisa tanda suaraku?” Ini Nomi kan?” “iyah Aku Nomi, dan aku ga peduli juga mau nandain atau enggak suara kamu, bodo amat!” “hehhehe… oke oke dari pada kamu marah-marah, ya udah aku jujur deh ini aku Jino” “hah..?! Jino?!? Yang betul aja lah, jangan main-main yah! Kok bisa tau nomorku, kamu ambil dari mana?!” “selooo lah… atuh buk, ini aku ambil sama kawan sekelas kita, kamu tau kan Rina?” “oh.. iya iya aku tau, ada apa yah Jino?!” “enggak kok pengen ngobrol aja”Percakapan pun berlangsung 1 jam 20 menit 3 detik dengan semua topik yah bisa dibilang menarik, ternyata anaknya juga asik diajak ngobrol, walaupun Udah terlanjur kesel duluan sih hehehe… karena sanking batunya, eh tapi bisa cair juga ternyata.Selang beberapa menit, ingin mengakhiri pembicaraan di telepon. Dia tiba-tiba bilang gini “Nom.. aku ga tau deh ada yang beda saat aku kenal sama kamu” “beda apa yah Jino?” bingung “Iyah beda, karena kamu udah bisa buat aku nyaman!” “hahahaha.. yaelah pakek acara nyaman segala!” “aku serius Loh, kamu merasakan hal yang sama gak?!” Gugup “ummm….a paan sih, aku biasa aja kok!”“Nom..” “Iya Jino..?” “boleh aku jujur ga sama kamu?” “Iyah… boleh” jawab santai “kalo aku sebenarnya dari awal suka sama kamu!” Seketika mukaku memerah kala itu “apaan sih!! Norak tau candaannya!” “aku ga bercanda Nom, aku berkata jujur ini” Percakapan kami pun berlangsung dengan panjang lebar yang dimana akhirnya karena aku ga bisa jawab perasaan dia jadi dia kasih aku waktu 2 hari untuk menjawab.Singkat cerita, pagi hari aku ke sekolah dan Jino udah mulai care sama aku.. gak kaya biasanya yang jelas dingin banget dan kawan-kawan sekelas pun kaget seorang Jino care sama cewek, Tapi aku santai aja nanggapinya dan berusaha terlihat santai. Dia ngajak aku ke kantin, lalu kami ke kantin berdua. Tiba-tiba dia bisikin gini “aku tunggu ya jawabanmu” Langsung aku terdiam dan tidak berkata apa-apa. Tapi pertemanan kami tetap berjalan baik-baik saja. Dan mulai suka bareng kalo pulang, karena arah rumah kita searah.Kini tiba hari dimana aku harus kasi jawaban ke dia, tentang perasaan dia yang dia sampaikan melalui telepon kemarin. Aku diajak ke taman belakang sekolah, Lalu dengan pelan-pelan berkata “gimana Nom kamu Nerima aku, jadi pacar kamu?” Kemudian aku jelasin semua perasaan aku juga ke dia dimana kami sama-sama memiliki perasaan yang sama yaitu saling jatuh cinta dan saling suka.Mulai hari itu Aku dan Jino menjalin hubungan pacaran, walaupun sering cekcok hanya gara-gara masalah sepele yah namanya aja “cinta monyet”. Tapi Dia cinta pertamaku dan pacar pertamaku.Hubungan pacaran kami bertahan 7 bulan setelah itu kami putus karena dia pada saat kenaikan kelas, papa mamanya memutuskan ia pindah keluar kota, ngikut papanya pindah kerja keluar kota otomatis, sekeluarga mereka pindah. Jujur sih kata putus tidak pernah ada dalam hubungan kami tapi semakin lama hubungan kami renggang dan tidak ada komunikasi sama sekali bahkan Kontaknya pun tidak pernah tersimpan lagi, karena nomor Jino gak aktif lagi.Kini cinta monyetku berakhir di akhir kenaikan kelasku. Sedih sih rasanya apalagi kita sering ngerjain tugas bareng, ke kantin bareng, apalagi pulang bareng, kebanyakan bareng-bareng. Tapi mau gimana lagi seorang remaja tidak bisa mempertahankan masa cinta monyetnya dengan hanya status pacaran, tanpa komitmen, hehehe mau gimana komitmen, kita pun sering berantem waktu itu. Lucu juga si.., kalo diingat-ingat masa itu, Kini Aku fokus sekolah dan belajar akhirnya bisa kuliah di PTN yang aku tuju.Siapa yang tau waktu, waktu mempertemukan kami kembali. Rupanya dia kuliah di kampus yang sama lagi denganku. Tapi dengan status kami udah punya pacar masing-masing dan puji Tuhan sampai sekarang Hubungan silaturahmi kami tetap terjalin baik meskipun hubungan cinta monyet kami SMP tidak ada kejelasan. Dan sempet ngakak bareng-bareng juga pas kami ingat masa SMP kami dulu.Sekian dan terimakasih.

Kabut Asimilasi
Folklore
25 Nov 2025

Kabut Asimilasi

‎"Apalah arti dunia ini jika kau harus mati?". kaisar surgawi berkata dengan lemah, suaranya begitu sedih dan berat sedalam lautan.‎‎Di pelukannya, permaisuri surgawi terbaring kaku tak berdaya. Tubunya telah bersimbah darah seolah tercebur dalam kolam darah.‎‎Bekas luka tusukan dan goresan terdapat dimana mana.‎‎"sungguh memalukan! Orang orang memanggil ku kaisar surgawi yang tak terkalahkan, namun aku tak bisa melindungi kekasihku? Apalah arti nya itu, apalah arti hidupku ini Jika kau harus pergi yuechan... "‎‎Air mata mengalir deras bagaikan air terjun, mata kaisar surgawi telah memerah dan bengkak karena menangis.‎‎"yuechan... Andai saja aku tidak pergi, andai saja aku tidak egois dengan rahasia abbys. Andai saja aku tidak meninggalkan mu.. Yuechan... Ohh Yuechan...". Kaisar surgawi terus berandai-andai, tangis nya makin menjadi dan hujan mulai turun turut merasakan apa yang kasiar surgawi rasakan.‎‎Langit yang tadinya cerah dan biru mulai berubah menjadi ke abuabuan, awan yang tadinya putih suci berubah menjadi hitam pekat. Dunia berubah seakan akan dunia kehilangan warnanya.‎‎Kaisar surgawi memeluk erat jenazahnya, baru beberapa hari semenjak ia melihat kekasihnya itu tersenyum hangat bagaikan mentari pagi di musim semi.‎‎Ia menyesal.‎‎"jika kau tidak ada, maka dunia sudah tak berarti lagi Yuechan. Tunggulah, akan kubawa dunia ke tempat kau berada."‎‎Perlahan tubuh kaisar surgawi bangkit, dengan yuechan di pelukannya ia mulai berjalan pelan.‎‎Namun, saat ia berjalan. Ruang ruang mulai retak dan sebuah kabut misterius berwarna warni muncul dari retakan itu.‎‎Itu adalah kabut asimilasi, apapun yang terkena kabut itu akan terasimilasi dan tak ada cara untuk menghentikannya.‎‎Dari tempat kaisar surgawi membawa Yuechan, mayat mayat pendekar yang tak terhitung jumlahnya bergeletakan. Ada yang masih utuh, kehilangan anggota badan atau tak tersisa menjadi seperti bubur nasi.‎‎Ia perlahan turun dari puncak bukit yang kini bersimbah darah sembari membawa Yuechan di pelukannya. Tatapannya gelap seperti jurang tak berujung.‎‎"Kaisar surgawi! Segera hentikan perbuatan mu, dunia Chaotian akan hancur jika ini terus berlanjut!!".‎‎Daru kejauhan, beberapa pendekar tiba. mereka adalah petinggi dari aliansi pendekar dengan kekuatan yang tak kalah dari kaisar surgawi. Bersamaan dengan beberapa pendekar itu, ribuan orang dengan aura yang sangat kuat juga tiba.‎‎"Saudaraku, tolong hentikan segera perbuatan mu itu. Miliyaran orang yang tak bersalah juga akan menghilang jika kabut asimilasi tak kau hentikan". Long Di Tian, seorang sesepuh sekaligus pendiri dari aliansi pendekar memohon. Di masa lalu, ia adalah teman seperjuangan kaisar surgawi dan telah berbagi hidup dan mati bersama.‎‎"hmph! Bukanya kalian sangat ingin tau rahasia kabut asimilasi yang di teliti oleh Yuechan?? Ini! Ambillah, ku berikan kabut asimilasi kepada kalian agar kalian bisa meneliti nya sendiri!!!".‎‎Ledakan tak kasat mata pun terjadi setelah kaisar surgawi berkata. Retakan retakan dimensional mulai bermunculan dan kabut asimilasi menerobos keluar seperti air pada bendungan.‎‎"kau gila!!". Li bai, sang grandmaster tertinggi jalur pedang berteriak.‎‎"Maju!! Kaisar surgawi sudah menjadi gila!!". Qin Jiu Jin, saint dari sekte plum blossom mulai memimpin formasi untuk mencegah kabut asimilasi melebar.‎‎Serentak, rombongan orang yang bersama dengan petinggi aliansi pendekar bergandengan tangan untuk menghentikan penyebaran angin asimilasi dan melawan kaisar surgawi.‎‎Menghadapi para elit di seluruh benua, kaisar surgawi tak gentar. Dengan teknik rahasianya ia menerobos maju.‎‎"teknik summoning : Ancestral Dragon God!".‎‎Seekor naga hitam muncul dari kekosongan. Naga itu begitu besar hingga rambut rambut nya saja seperti ribuan naga kecil yang meliuk liuk.‎‎Perang pun terus berlanjut hingga titik darah penghabisan. Dari 79 elit di benua Chaotian , hanya tersia 12 yang bertahan hidup. Long Di Tian salah satunya.‎‎Medan perang telah berubah menjadi lautan darah, mayat naga raksasa bagaikan tembok raksasa yang tak berujung. Sebuah pedang raksasa tertancap dan banyak sekali kekacauan elemen akibat kekuatan sihir.‎‎Kekacauan / chaos. Dunia sudah hancur akibat perang itu.‎‎"Saudara ku, aku mohon sebagai seorang teman seperjuangan. Hentikanlah kabut asimilasi!!". Kondisinya sangat menggemaskan, rambutnya terbakar sebagian dan tubuhnya berlubang bagaikan donat.‎‎Kaisar surgawi tak menggubris ucapannya dan terus melancarkan serangannya.‎‎"Teknik pamungkas : Kelahiran dunia baru!!!".‎‎Langit pun mendadak gelap dan angin berhembus kencang. Di angkasa meteor yang besar nya melebihi apapun di dunia itu mulai turun dan menghantam dunia.‎‎Dan BOOMMM‎‎‎Dunia telah kiamat dan tersisa tanah tandus yang di penuhi oleh lahar yang mengalir dari dalam bumi.‎‎Kaisar surgawi yang masih memeluk kekasihnya Yuechan, melayang di udara melihat kehancuran dunia ini.‎‎Tak ada lagi yang tersisa, kabut asimilasi masih terus memgasimilasi dunia dan tak pernah berhenti hingga tak ada yang tersisa.‎‎Ia perlahan jatuh, dan menatap Yuechan.‎‎Menjelang ajalnya, kilas balik ingatan akan masa lalunya bersama Yuechan bergerak cepat bagaikan film yang di percepat.‎‎Kaisar surgawi mengingat kembali bagaimana kali pertama ia bertemu Yuechan di puncak gunung TaiTian. Bagaimana keseharian mereka saat masih menjadi orang asing.‎‎Tahun tahun berlalu dan saat itu adalah ketika kaisar surgawi jatuh dalam ambisinya, hanya kekuatan yang ia pedulikan. Saat itu Yuechan berkata, "pergilah sayangku, jika aku menjadi penghambat dalam tujuan mu maka tinggalkanlah aku.‎‎Aku tidak ingin menjadi rantai di kaki mu dan tidak ingin menjadi bayangan yang mengikat mu, pergilah menembus cakrawala sayang. jika kau tak pernah kembali, maka ingatlah... Cintaku akan selalu menyertai mu."‎‎Jutaan kenangan dari ribuan era terus berputar kaisar surgawi semakin jatuh dalam kesedihan dan penyesalan.‎‎"Yuechan... Andai saja aku di beri pilihan untuk mengulang lagi, aku pasti akan tetap memilih mu!". Pada detik itu, kaisar surgawi tewas.‎‎Tubuhnya kemudian di lahap oleh kabut asimilasi.

Legenda Sepasang Pendekar Kemayoran
Folklore
25 Nov 2025

Legenda Sepasang Pendekar Kemayoran

Alkisah pada masa penjajahan Belanda, di tanah Betawi hiduplah seorang kaya keturunan Tionghoa bernama Babah Yong. Pada suatu ketika, Babah Yong yang berdiam di daerah Kemayoran dirampok. Kejadian ini tentu saja mengagetkan warga Kemayoran. Sebagai orang yang dihormati, peristiwa nahas yang menimpa Babah Yong segera ditangani pihak keamanan.Lurah Kemayoran bersama orang Belanda penguasa daerah itu yang bernama Tuan Ruys, segera mendatangi Babah Yong di rumahnya.Tuan Ruys rupanya sudah memiliki tersangka di benaknya. Setelah mencermati jejak perampokan, ia berkata kepada sang Lurah.“Tangkap Asni..”, ujarnya yakin. “Saya yakin sekali kalau ini perbuatan Asni..”, tambahnya dengan logat Belanda yang kental.Walaupun tak yakin akan perkataan Tuan Ruys, sang Lurah tak dapat membantah. Ia hanya mengiyakan sambil menganggukan kepalanya.“Baik, Tuan Ruys”, ujarnya singkat.Asni adalah seorang pemuda yang terkenal gagah berani di Kemayoran. Sikapnya yang tegas seringkali dianggap sebagai pembangkangan oleh pihak Belanda.Ia sama sekali tak mau menunjukkan rasa hormat kepada orang orang Belanda yang berkeliaran di kampungnya. Itulah sebabnya mengapa Tuan Ruys sebagai penguasa Kemayoran senantiasa mencari cari alasan untuk menangkapnya.Pagi itu juga Asni yang sedang santai di rumahnya ditangkap.“Apa salah saya ?”, katanya sambil mencoba melawan. Asni terkejut sekali ia dituduh merampok rumah Babah Yong. “Semalam saya di rumah..”, serunya marah.“Banyak saksi yang melihat saya di rumah”, tambahnya dengan nada keras.Penjelasan Asni sia sia. Opas kemayoran yang mendapat perintah dari Tuan Ruys segera memborgol tangan Asni dan membawanya pergi.Di kantor Opas, Asni dihujani pertanyaan yang tak henti hentinya. Karena merasa dirinya sama sekali tak bersalah, Asni menjawab semua pertanyaan tanpa rasa takut sedikitpun.“Berkali kali saya bilang saya di rumah semalam..”, katanya sambil memukul meja. Wajah Asni merah padam menahan amarah. Tetangga Asni yang menyusul ke kantor Opas kemayoran juga berteriak teriak di luar.“Lepaskan Asni..!!, seru mereka. “Kita semua tahu persis dia ada di rumah semalam..”, tambah yang lain.Mereka tak rela warganya diperlakukan semena mena.Karena tak ada bukti, akhirnya Asni dilepaskan. Tuan Ruys yang merasa tak puas karena niatnya memenjarakan Asni gagal lagi, segera menghampiri Asni. “Kau boleh bebas sekarang, Asni..”, katanya sambil menatap Asni. “Tapi ingat, ada satu syarat yang harus kau penuhi..”, tambahnya lagi dengan suara berat. Meski tak menyukai Tuan Ruys, Asni mencoba menahan diri. “Syarat apa Tuan ?’, tanyanya ingin tahu. “Kau harus bisa menangkap perampok itu..”, kata Tuan Ruys. “Jika tidak, maka kau yang akan di penjara..”, tambahnya sambil menurunkan tongkat yang dikepit di ketiaknya. Meski tak setuju atas syarat itu, Asni mengiyakan saja. Ia juga ingin tahu siapa perampok yang berani mengusik ketenangan kampungnya. “Baik , Tuan Ruys”, ujarnya singkat sambil berlalu meninggalkan Tuan Ruys.Keesokan harinya Asni pergi ke Marunda, sebuah daerah yang terletak tak jauh dari Kemayoran. Niatnya ingin mencari tahu sekiranya perampok yang beraksi di rumah Babah Yong berasal dari situ. Ketika melewati perbatasan antara Kemayoran dan Marunda, Asni dihadang oleh beberapa orang penjaga kampung.“Hei anak muda, mau kemana kau ?”, tanya salah seorang penjaga mengagetkan Asni.“Maaf bang, saya mau lewat…”, jawab Asni sopan.Penjaga itu tersinggung pertanyaannya tak dijawab Asni. “saya tanya baik baik malah tidak dijawab”, katanya sambil berkacak pinggang.Asni akhirnya berhenti melangkah.“Saya mau ke Marunda, bang..”, jawab Asni singkat. Belum sempat Asni melangkah, salah seorang penjaga mendorong pundaknya agak keras sambil berkata.“Mau apa kau kemari haaa… ? mau cari gara gara..?”, ujarnya seolah menantang Asni.Semula Asni diam saja. Beberapa kali ia minta diijinkan lewat namun omongannya dianggap angin lalu. Para penjaga itu malah sibuk bertanya sambil bergantian mendorong Asni. Lama lama kesabaran Asni habis juga. Tak kala Asni terjatuh karena didorong terlalu keras, pemuda itu langsung berdiri dan balas mendorong.Akhirnya perkelahian tak terelakkan lagi. Lima orang penjaga kampung itu menyerang Asni membabi buta. Namun demikian Asni yang mahir silat dapat mengalahkan mereka dengan mudah.Lima orang penjaga kampung itupun lari tunggang langgang. Mereka segera menemui kang Bodong, seorang pendekar tersohor di Marunda. Kang Bodong yang merasa tersinggung karena warganya dikalahkan Asni, segera menemui Asni yang masih berada di sekitar pos jaga. Tanpa banyak tanya, kang Bodong langsung menyerang Asni.Asni hanya menangkis saja jika diserang kang Bodong. Akibatnya kang Bodong menyerang Asni terus terusan hingga ia merasa lelah. Usianya yang tak muda lagi membuat tenaganya gampang terkuras. Kang Bodongpun menyerah kalah.“Maksud saya kemari bukan mau mencari keributan”, kata Asni kepada kang Bodong. “Saya hanya mau mencari informasi soal perampok di rumah Babah Yong”, tambahnya lagi.Asni yakin kang Bodong tahu siapa Babah Yong. Babah Yong memang terkenal sampai ke daerah daerah lain diluar Kemayoran.Belum sempat kang Bodong menjawab, tiba tiba datang seorang gadis menyerang Asni. Sang gadis cukup lincah dengan gerakan gerakan silatnya yang menipu. Namun sayang, ketangkasan gadis itu masih terlalu mudah untuk dikalahkan Asni. Tak memakan waktu lama, Asni dapat melumpuhkan sang gadis.Gadis itu malu sekali takkala bajunya tersangkut di cabang sebuah pohon pada saat ia melompat hendak menyerang lagi. Dengan sigap, Asni menebas batang pohon itu dengan pedangnya hingga sang gadis terjatuh. Tubuhnya segera ditangkap Asni.Asni tersenyum menatap sang gadis yang kini berada dalam gendongannya.“Lumayan cantik juga..”, bisik Asni dalam hati.Sang Gadis yang masih marah karena kalah bertarung malah semakin tersinggung melihat senyuman Asni. Dengan nada tinggi ia berkata “Ada apa senyum senyum ? cepat lepaskan saya..”, ujarnya sambil meronta melepaskan diri dari gendongan Asni.“Mirah….Mirah….hahahahaha…. “, ujar kang Bodong sambil tertawa lepas. Rupanya gadis yang bernama Mirah itu adalah putrinya. “Kau berhak menikahi anak gadisku, Asni…”, kata kang Bodong sungguh sungguh sambil menatapnya.“Aku sudah berjanji akan menikahi Mirah dengan pendekar yang mampu mengalahkannya..”, katanya lagi.Asni terdiam sejenak. Ia tak menyangka tujuannya ke Marunda untuk mencari perampok malah membawanya menemukan jodoh. Asni melirik Mirah yang menunduk malu disamping ayahnya. Wajahnya yang cantik jadi terlihat tambah menarik.“Bagaimana ? setuju ?”, tanya kang Bodong mengagetkannya.“Kalau Mirah mau saya setuju saja..”, jawabnya sambil tersenyum lebar.Orang orang yang sedari tadi melihat pertarungan itu segera bersorak sorak. Mereka senang karena Mirah, pendekar dari Marunda menemukan jodoh seorang pendekar dari Kemayoran. Kang Bodong segera mengajak Asni ke rumahnya. Ia minta diceritakan apa maksud kedatangan Asni ke Marunda. Setelah mendengar cerita Asni, kang Bodong dan Mirah yakin kalau pelakunya adalah Tirta, seorang pemuda berandal di Marunda. Mereka tahu pasti kalau Tirta telah lama berniat merampok Babah Yong.Pesta pernikahan Asni dan Mirah berlangsung meriah. Banyak tamu berdatangan dari Marunda dan Kemayoran. Lurah Kemayoran, Tuan Ruys, dan Babah Yong termasuk tamu yang menghadiri pesta itu. Tak dinyana, Tirta si perampok juga datang.Ia datang bukan sebagai orang yang hendak memberi selamat kepada pengantin. Tirta datang untuk membunuh Asni. Ia sudah mendengar kabar kalau menantu kang Bodong itu berniat menyerahkannya pada opas Kemayoran.Untunglah kang Bodong yang melihat kehadiran Tirta sudah siap siaga atas kemungkinan buruk yang terjadi. Kang Bodong berhasil menahan tangan Tirta yang hendak mengambil pistol dan menembak Asni. Tarik menarikpun terjadi antara kang Bodong dan Tirta. Tanpa sengaja pistol itu meledak di kantong Tirta. Peluru yang keluar bersarang di perutnya.Suara tembakan mengagetkan seluruh undangan yang datang. Para wanita dan anak anak menjerit ketakutan. Beberapa orang yang berada disitu segera membawa Tirta yang bersimbah darah ke rumah sakit. Karena kehabisan darah, Tirta tak tertolong lagi. Ia meninggal di perjalanan.Seminggu setelah pesta pernikahannya, Asni membawa Mirah ke Kemayoran. Kini warga Kemayoran merasa jauh lebih aman setelah kematian Tirta. Lagipula Kemayoran kini mempunyai dua orang pendekar yang merupakan pasangan suami istri Asni dan Mirah.

Sahabat Jadi Cinta
Teen
25 Nov 2025

Sahabat Jadi Cinta

Ada dua anak kecil perempuan dan laki-laki yang berumur 4 tahun itu sedang bermain di taman dan didampingi oleh ibunya, mereka berdua bernama Ferro dan Hana bisa dipanggil Hana/Nana. Mereka berdua bersahabatan sejak kecil dan mereka berjanji kan terus bersahabat hingga tua, “Fello, kamu janji ya akan telus belsama nana?” Nana mengucapkan kata itu dengan pelat karena belum bisa bicara huruf R, “Iya Nana, Fero janji kok sama Nana” Fero pun mengelus rambut Nana.12 tahun kemudian, mereka sudah SMA dan bersekolah di SMA 1 HARAPAN dan juga mereka berdua jadi terkenal. “Woii Nana, sini mana aja kamu ilang mulu dah?” Ferro memanggil Hana dan Hana menuju ke Ferro “Kemana aja sih ilang mulu?” “Maaf fer, tadi disuruh Alisa ngerjain tugasnya” “Hah?! Mana dia sekarang?” “Ada di kelas fer, mau ngapain kamu cari dia?”, Ferro tak menanggapi perkataan sahabatnya itu dan pergi menuju kelas diikuti oleh Hana.Sesampai di kelas, FerRo mendapati Alisa sedang berbicara sama teman-temannyA dan mengngebrak meja “Woi, lo ngapain suruh Hana ngerjain tugas lo? Ga punya tangan lo?” Ferro emosi memuncak. “Kok Kamu belain dia sih, dia itu jelek ga kayak aku cantik”, Alisa menunjuk Hana dan memakinya. “Jaga mulut lo, dia ga tau apa-apa dan lo jadi kan dia pembantu? Sorry, dia cewe gue”, Ferro pun ke Hana dan mendekap Hana, “Jadi lo jangan gangguin Hana lagi”, Ferro menarik tangan Hanaa dengan lembut untuk pergi dari sini sedangkan Alisa kesal dan menyusun rencana untuk jadi pacarnya Ferro.Bel pulang sekolah pun berbunyi, siswa-siswi berhamburan keluar kelas “Nana mau jalan ga?” Ferro mengajak jalan dan Hana menganggukkan kepala, di perjalan Ferro sedang menyetir sepeda motor dan sekali-kali lihat spion “Nana, kok makin cantik aja sih kan jadi sayang” Ferro tersenyum. “Napa lo tersenyum ke gue?”, Hana heran “Lo itu manis seperti gula sekali lo senyum gue yang repot” “Kok lu yang repot sih?” “Iya gue yang repot cari obat biar lo makin manis”, Ferro tersenyum tipis dan pipi Hana memerah. “Bisa aja lo fer” “Bisa lah apa yang ga bisa untuk mendapatkan cintamu”, Ferro makin menggoda Nana yang sedang menahan malu, “Ga usah malu dan baper ya, aku gini supaya mood kamu naik”Sesampai di café The Galau, Ferro mempersilahkan Hana duduk Ferro pun duduk berhadapan dengan Hana serta memanggil pelayan di café ini, “Ada yang saya bantu?” “Aku pesan satu susu coklat dan kentang goreng” “Aku samakan aja mbak” Pelayan mengangguk dan pergi20 menit kemudian, mereka berdua pun memutuskan pulang takut orangtuanya khawatir. Sesampai di rumahnya Hana “Makasih Fer, udah ajak aku ke café” Ferro mengangguk dan pergi ke rumahnya.Keesokan harinya, Hana menuju ke kelasnya tapi dicegah oleh Alisa dan tiba-tiba Alisa menampar Hana, “Lo jangan dekat-dekat Ferro, lo bukan siapa-siapanya sok akrab ke pacar gue” “Gue sahabatnya wajarlah gue dekat dia”, Alisa geram dan menampar Hana tetapi dicegah oleh Ferro, “Lo jangan macam-macam ke cewek gue, singkirkan tangan najis lo” “Dan satu hal lagi jangan ganggu hidup gue lagi” Ferro pun mengajak Hana pergi dari Alisa.Alisa pun geram dan pergi, Ferro dan Hana kini sedang di kantin. Hana terus memikirkan perkataan Alisa tiba-tiba ada salah satu murid yang memanggil Hana “Hanaa, kamu dipanggil Pak Harto di gudang”, Ferro tak mau Hana pergi sendirian tapi Hana menolak dan ia pergi ke gudang.Sesampai di gudang, Hana terus mencari Pak Harto dan tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dari belakang dan pingsan.Setelah beberapa menit Hana bangun dari pingsannya “Hai pelakor” sapa seseorang. “Kamu siapa ya, jangan macam-macam sama aku” “Masa ga kenal sih” jawab seseorang, “Aku Alisa, kenapa kaget?” “Kamu mau apa hah?!” ucap Hana “Gue mau Ferro, dan gue mau lo mati” Alisa tertawa licik dan menamparDisisi lain, Ferro khawatir dengan keadaan Hanna begitupun hatinya seakaan-akan ada yang ganjal. Ferro tak tinggal diam saja, ia memutuskan ke gudang untuk memastikan keadaan Hana. Beberapa saat kemudian, Ferro sampai di gudang dan mendobrak pintu gudang.BRAKK “Ferro” Ferro langsung menghampiri Hana yang sedang memar akibat tamparan dari Alisa. “Lo lagi? Lo apain Hana sampai memar hah? Lo belum puas menyakiti Hana, dan singkirkan tangan lo, najis tau ga” ceramah Ferro dengan emosi, sedangkan Alisa diam di tempat.“Jawab hah? Lo apain Hana sampai memar”, emosi Ferro sudah memuncak. Alisa terus diam dan menggelengkan kepalanya dan berkata “Maaf” “Dengan kata maaf lo, bakalan nyelesaian masalah ini? Ga. Asal lo tau gue suka sama Hana, dan gue tau lo suka gue tapi cara lo yang salah. Sebelum bertindak pikirin dulu”, ucap Ferro sambil menarik tangan Hana ke luar gudang.Sesampai di rumah Hana, Ferro mengantarkan Hana ke rumahnya “Terima kasih Ferro” dan Hana meninggalkan Ferro begitu saja tapi dicegah oleh Ferro.“Aku mau ngomong sesuatu yang serius” “Apa itu, jangan bikin penasaran deh”, jawab Hana dengan penasaran dan Ferro mengambil sesuatu dari tas dan berkata “Will you mary me?”“Ekhemm, ciee ada yang suka nih”, ucap Bundanya Hana yang merusak suasana “Iya nih ga nyangka, ada juga ya sahabat bisa jadi cinta”, sewot Ayahnya Hana “Ih bunda ayah mah, iya udah aku terima” “Akhirnya, cinta gue diterima”, girang FerroMereka berdua bersahabat ujung-ujungnya menjadi saling suka sama lain, terkadang bisa jadi jodoh. Berawal dari saling melindungi, perhatian, saling pengertian bisa jadi saling suka lho.

Cerita Rakyat Si Pitung dari Betawi
Teen
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Si Pitung dari Betawi

Di era penjajahan Belanda, lahir seorang anak bernama Pitung yang merupakan anak dari pasangan Pak Piun dan Bu Pinah. Pasangan ini terkenal sangat baik dan ramah kepada semua orang.Ketika tumbuh dewasa, Pitung terkenal baik seperti orang tuanya. Pitung juga terkenal rajin dan ahli ibadah sebagaimana ibadah yang diajarkan orang tua yang memeluk agama Islam. Suatu hari ia pulang membantu ayahnya di kebun kemudian mendapati seorang keturunan China bernama Babah Liem sedang memarahi dan memukuli rakyat jelata yang bekerja kepadanya.Melihat kejadian tersebut, Pitung geram namun ia saat itu tak bisa berbuat apa – apa. Pitung pun berguru kepada Haji Naipin yang dikenal memiliki keahlian ilmu bela diri yang sangat super. Melihat niat Pitung yang ingin belajar bela diri untuk menumpas kejahatan, Haji Naipin pun bersedia mengajari Pitung sampai mahir.Berbagai jurus diajarkan kepada Pitung. Setiap hari, pitung berlatih ke rumah Haji Naipin setelah selesai kegiatannya membantu sang ayah. Setelah merasa ilmunya mumpuni, Pitung menantang kejahatan Babah Liem dan mengatakan kalau Babah Liem tidak boleh semena – mena kepada rakyat jelata.Merasa tersinggung, Babah Liem mengajak Pitung berkelahi. Babah Liem dibantu pengawalnya, namun kekuatan mereka kalah dengan Pitung. Kekalahan tersebut disampaikan kepada pihak Belanda.Belanda yang membela Babah Liem geram kepada Pitung. Sementara Pitung dibela oleh rakyat. Pitung pun berhasil membuat perguruan bela diri yang mengajarkan agama Islam juga di dalamnya. Di perguruan yang didirikannya. Pitung menyusun banyak rencana bersama rakyat.Salah satu rencananya adalah merampok tuan tanah yang jahat dan semena – mena. Hasil rampokan tersebut akan dibagikan kepada rakyat yang kelaparan. Pitung sendiri tak sepeserpun menikmati hasil rampokannya.Rencana tersebut berjalan lancar, hingga suatu hari Pitung tertangkap basah. Pemilik rumah pun melaporkan upaya perampokan Pitung kepada kompeni Belanda.Pejabat belanda Schout Heyne pun sangat marah kepada Pitung hingga mereka menangkap Pitung. Karena tak berhasil ditangkap, tentara Belanda menculik ayah dan guru si Pitung agar si Pitung menyerahkan diri.Kabar tersebut terdengar sampai di telinga Pitung namun ia tak serta merta langsung menyerahkan diri. Pitung mengirimkan surat kepada Belanda meminta agar ayah dan gurunya dilepaskan. Belanda pun tak kalah taktik.Mereka melepaskan ayahnya, namun tidak dengan gurunya. Gurunya yaitu Haji Naipan baru akan dilepaskan setelah Pitung menyerahkan diri. Akhirnya Pitung pun mengajukan syarat agar tidak dipenggal. Pitung berjanji mengembalikan harta yang telah dicurinya.Cerita Rakyat Si Pitung dari BetawiSyarat tersebut diiyakan oleh Belanda, namun nyatanya setelah Pitung menyerahkan diri Belanda mengingkari perjanjian yang sudah diiyakan sebelumnya. Belanda menembak tubuh Pitung dengan banyak peluru.Hingga saat ini kuburan Pitung masih terawat baik, begitu juga dengan rumahnya yang berarsitektur adat Betawi khas masih dirawat dengan baik sebagai bentuk menghargai Pitung yang telah berjuang untuk rakyat Betawi dalam menumpas penjajah yang menjajah rakyat kecil pada masanya.

Hantu Bergaya Bebas
Teen
25 Nov 2025

Hantu Bergaya Bebas

Suasana ramai aula di pagi hari, gerombolan siswa yang saling menyerobot satu sama lain. Mereka mengelilingi sebuah papan besar yaitu papan pengumuman yang lebih dikenal sebagai mading utama sekolah di SMA Garuda Unggulan, salah satu dari kumpulan ribut itu adalah seorang lelaki bernama Gemilang Alvaro yang nampak paling bersemangat dari pada anak anak yang lain.Alasan dari keributan itu adalah poster besar yang nampak masih baru berwarna biru gelap yang nampak menarik perhatian. Namun visual poster yang bagus tidak cukup menjadi alasan dari semangat seluruh siswa dan warga sekolah melainkan Isi dari poster tersebut yang bertuliskan festival olahraga persahabatan antara 2 SMA. 2 sekolah unggulan yang terkenal akan rivalitas yang tinggi, dan acara ini adalah acara yang paling ditunggu baik pihak murid karena kesenangannya maupun pihak guru dengan keinginannya untuk membuktikan kemampuan antar sekolah.Gemilang adalah seorang atlet olahraga di cabang renang, renang adalah hobinya, renang adalah mimpinya, renang adalah hidupnya. Dia sangat menanti nanti akan diadakannya lomba ini selama satu tahun terakhir, dan begitu pendaftaran dibuka dia segera meregistrasikan dirinya dengan sigap. Lomba itu akan dimulai 2 Minggu lagi, waktu yang cukup untuk Gemilang berlatih dan mempersiapkan diri.Hari harinya tiap sore demi sore ia habiskan untuk berlatih berenang di kolam umum disekitar sekolahnya. Ia memiliki bara api panas di dalam jiwanya untuk unjuk kemampuannya di perlombaan itu.Satu Minggu berlalu, hari ini adalah sore biasa seperti keseharian Gemilang. Berlatih berenang untuk perlombaan. Namun, hari ini adalah hari yang mengubah pandangan Gemilang. Gerombolan siswa sekolah lain memasuki kolam, dari seragam yang dikenakan Gemilang tau bahwa mereka adalah anak dari SMA Pelita yang merupakan calon lawan Gemilang di lomba minggu depan.Pandangan sinis dan merendahkan terlukis di wajah siswa siswa itu. Sepertinya mereka tau bahwa lelaki yang dihadapan mereka adalah calon lawan mereka di perlombaan.Mereka menantang Gemilang untuk bertanding dengan perenang unggulan mereka, Dion namanya. Lelaki berbadan kekar dan mata yang tajam bak mata elang. Gemilang dengan percaya diri menerima tantangan itu. Namun hasilnya benar benar diluar dari ekspektasi lelaki kurus itu.Iya tertinggal jauh dari Dion dan berakhir ditertawakan oleh kelompok siswa itu, pulang dengan rasa malu dan sedikit air mata. Ia memutuskan untuk duduk di kursi taman yang jaraknya cukup dekat dengan sekolah dan kolam umum itu.Merenung cukup lama, seorang menepuk punggungnya dengan tiba tiba: “Hei, merenung dan bersedih seperti itu tidak pernah mengubah keadaan”, seorang berkulit pucat bibir kering dan mata kantuk berambut lurus dan berpakaian serba putih menampakkan diri dari belakang.Gemilang terkaget dan sontan melompat dari bangku taman lalu terjatuh. “Si-siapa kau?!”, bingung Gemilang sembari menunjuk nunjuk si lelaki pucat dengan tangan Tremor sedikit bergemetar. “Owh iya, Aku belum memperkenalkan diri.”, lelaki berambut menyerupai mangkok itu menembus bangku dengan santai seakan itu adalah hal biasa baginya.Gemilang berteriak kaget bercampur takut, diusianya yang mengajak 16 tahun ini. Hari itu adalah kali pertamanya berjumpa dengan entitas lain di alam yang berbeda.“Hei hei, suaramu terlalu nyaring sebagai laki laki.”, ucap si hantu.Gilang berdiri, lelaki dengan rambut semi basah itu menenangkan dirinya dan kembali duduk di atas bangku. Diikuti oleh si hantu yang kemudian mulai melakukan obrolan ringan.Hantu itu bernama Sadam, seorang atlet renang tahun sebelumnya yang telah meninggal akibat kecelakaan di jalan sehari sebelum acara festival olahraga dibuka. Sadam menceritakan bahwa kecelakaan yang dialaminya adalah suatu kesengajaan dari pihak lawan mengetahui Sadam juga dikenal sebagai genius di air.Begitupun sebaliknya, Gemilang bercerita akan kekalahannya terhadap Dion sebagai calon lawannya di lomba. Empati keduanya terhubung, Sadan memutuskan untuk melatih Gemilang dalam perlombaan renang.Hari hari mereka lewati bersama, walaupun itu adalah hubungan yang tidak normal antara manusia dan makhluk alam lain. Namun pertemanan mereka begitu erat dengan rasa solidaritas yang tinggi. 1 hari menjelang lomba, Sadam menceritakan akan kerinduannya terhadap kolam dan air ketika ia hidup. Ia sama seperti Gemilang, seorang remaja idealis yang sangat bersemangat dalam apa yang ingin ditujunya. Terbawa suasana Gemilang berjanji kepada Sadan untuk memenangkan perlombaan besok.Hari itu, di pagi hari. Kedua kubu bersebelahan. Gemilang dan Dion melakukan beberapa gerakan pemanasan dan pelenturan pada otot dan sendi mereka. Panitia dan wasit memasuki daerah sekitar kolam, seorang membawa sebuah bendera dan peluit untuk memulai perlombaan. Lelaki berbadan besar berseragam lengkap hitam putih seperti zebra dilengkapi dengan topi hitam yang merupakan pemulai lomba.Peluit yang hendak ditiup, bendera yang dinaikan.“1, 2 MULAI”, ucapnya dengan keras.Dion dan Gemilang melesat seperti jet yang terbang diatas langit biru. Keduannya saling salip menyalip dengan sengit. Dan begitupun sampai mendekati garis akhir.Sore hari di pantai pasir putih yang membentang cukup luas, Gemilang duduk di sebuah bangku kayu sambil meminum sekaleng minuman energi. Sadam datang dari tiupan angin sore di pantai, tenang dan santai. Keduanya saling melihat dan kemudian tertawa dengan keras. Tawa itu berasal dari medali yang dipegang oleh Gemilang, mereka berdua berpelukan di bawah pohon kelapa yang rindang.“Dengan begini, kau bisa istirahat dengan tenang kan”, bisik Gemilang dengan mata yang berkaca. “Iya, terima kasih. Temanku”Setelah mengucapkan itu, Sadam mulai memudar dan perlahan kemudian menghilang. Tangis air mata tembus di mata Gemilang, kemudian ia melihat langit biru dan berteriak.“Lihatlah, Aku akan menjadi atlet renang nomer 1 di dunia. Lihat saja Sadam”Cerita berakhir

Satu Tahun Yang Tak Pernah Kusangka
Teen
25 Nov 2025

Satu Tahun Yang Tak Pernah Kusangka

Siang yang terik sekali kala itu, dengan awan yang selalu ikut menghiasi langit menjadi lebih indah berada diatas gedung sekolahku. Dan tepat pada pukul 12.00 terdengar suara bell berbunyi dari arah lorong-lorong kelas dengan keras.“KRINGGGGG..” saatnya murid-murid dan para guru untuk beristirahat. Aku, via dan lia langsung bergegas lari keluar dari kelasnya untuk segera membeli makanan seperti biasa saat jam istirahat dimulai. Kita adalah tiga sahabat yang selalu bersama-sama di sekolah maupun diluar sekolah. Aku dan teman-temanku masih kelas 11 SMA.Ketika kita sudah memesan makanan kita lalu duduk di bangku kantin dengan bersendau gurau agar sedikit menghiasi keadaan untuk bisa saling melepas letih. Setelah menunggu lama makanan yang dipesan, makananpun akhirnya sudah siap terbungkus dan kita segera kembali ke kelas.Namun saat jalan munuju kelas aku melihat ada anak baru di sekolah yang baru saja pindah dan dia sedang berjalan tepat disampingku. Anak baru itu masih menggunakan pakaian seragam sekolah lamanya, yang di lengan baju sebelah kirinya ada logo kota yang dulu anak itu tempati, namun aku tak mau berfikir panjang akhirnya aku melanjutkan perjalananku menuju kelas untuk segera memakan makananku dan siap melanjutkan kegiatan belajar sampai sore.Waktupun telah berlalu dengan sangat cepat, bell pulang akhirnya berbunyi itu artinya kita sudah boleh pulang ke rumah. Di jalan saat aku sedang pulang dan sudah dekat dengan daerah rumahku, aku melihat anak baru itu lagi dia sedang menyeberang dan akan berbelok ke arah komplek dekat rumahku. Aku sedikit penasaran kalau rumah dia benar ada di komplek itu. Dan sampai lah aku dirumah, mama yang tahu aku sudah pulang langsung menghampiri aku di kamar.“di sekolahmu ada anak baru ya?” “iya tadi ada anak baru, mama tau darimana?” “sebentar” Mama meninggalkan aku dan menuju kamarnya. Ternyata dia mengambil seragam batik sekolahku dan menyuruhku untuk menaruhnya lagi di lemari.“tadi ada teman ayah yang kerumah sama istri dan anaknya, mereka pinjam rokmu katanya mau cari bahan buat seragam celana anaknya biar sama kaya kaya yang lain.” “lohhh jadi anak baru itu anaknya temen ayah?” “iya, mereka baru aja pindah dari Sumatera kesini karna suatu hal katanya.” “oh gitu.” “kamu udah kenalan belum sama anak itu?” “ya belum lah ma masa cewe yang ajak kenalan cowo duluan” “oh iya mama lupa yaampun…” lalu dia sedikit tertawa dan meninggalkan aku. Aku lanjut membersihkan badan, makan dan langsung beristirahat.Hari esok telah tiba aku langsung bergegas berangkat ke sekolah dan segera menuju kelas karna aku sedikit telat. Tidak lama kemudian anak baru itu berjalan di depan kelasku dengan teman-temannya, lalu aku membicarakan dia kepada temanku bahwa anak baru itu adalah anak teman ayahku. Dia berasal dari Sumatera tapi aku belum tau dari kota mana jelasnya. Lalu karna kita bertiga ingin tau asal-usulnya, kita langsung ke perpustakaan untuk melihat data dia dikelasnya. Dan ternyata nama anak itu adalah putra.Sejak itu aku dan teman-temanku mulai memanggilnya putra. Saat aku dan lia sedang berjalan menuju masjid sekolah, dia tampak sedang memakai sepatu dengan temannya.“eh si putra tuh li” ucapku, “oh iya, dia kenapa ya diantara semua temennya itu dia yang paling sering diam terus cuma main handphone?” “mungkin karna emang pendiam li kalo engga masih malu buat liat sekitar”. Namun aku tidak menghiraukannya lagi. Semakin lama aku tau dia, aku dan teman-temanku semakin sering meledek dia dibelakangnya diam-diam tanpa dia tau. Karna sifatnya yang menurutku sedikit aneh tapi lucu dan pendiam, itu membuatku semakin penasaran.1 Tahun berlalu… Dan aku sudah naik ke kelas 12 SMA. Masih sama, aku dan kedua temanku masih sering meledek putra diam-diam ketika dia lewat di depan kelasku. Lalu sehari setelah aku meledeknya, aku tak menyangka putra memfollow salah satu media sosialku dan ternyata dia juga mengirim pesan.“kamu anak kelas sebelah?” “iya, emang kenapa?” “gapapa, kemarin kamu kan yang senyumin aku? Senyumnya manis banget” “hah? Senyum?” “iya kamu kan senyumin aku kemarin” “iya kali, ngga tau aku lupa.” Aku heran mengapa dia bisa bertanya seperti itu, padahal kemarin aku tidak memberinya sebuah senyuman ketika dia lewat. Dan aku juga tidak tahu kalau memang ternyata dia melihatku waktu itu. Atau memang dia yang kepedean.Dari situ aku dan putra mulai sering chattingan, dari pagi ketika akan berangkat sekolah hingga malam seperti itu setiap hari. Putra yang ingin sekali tahu tentang aku dia selalu berusaha mencari topik obrolan agar tidak membosankan.Seminggu sudah aku dan putra berkenalan dan kita semakin akrab. Selalu saling menyemangati satu sama lain ketika akan berangkat sekolah. Sehingga ada satu hari, saat aku sedang asik duduk di depan kelas bersama teman-temanku tiba-tiba dia menghampiriku untuk mengajakku pulang bersamanya nanti.“hai, maaf yah ganggu. Kamu mau ngga nanti pulang sama aku?” Aku kaget dan sedikit malu karena teman-temanku mendengar dia berbicara apa padaku, dan mereka langsung meledekku. “eh iya ngga ganggu kok put. Mmm iya boleh aku mau” (tapi aku ragu karena aku tidak pernah sebelumnya diantar pulang oleh teman cowo) “yaudah kalo gitu nanti aku tunggu di parkiran yah” “iya.” Ucapku Namun via dan lia yang sangat senang aku diajak pulang oleh putra, mereka langsung meyakiniku agar aku yakin bisa aman pulang dengan dia.Saat pulang sekolah telah tiba, kedua temanku mengantarku ke parkiran dengan memberiku semangat pulang dengan anak baru yang dulu sering aku ledek. “semangaaaaat. Ayo dong senyum jangan gelisah gitu, tenang aja nanti kita kawal kok pakai ojek kita hahaha” ucap via “iya iyaaaaa.”Lalu tidak lama putra langsung menghampiriku dengan mengendarai motornya. Dan kembali mengajaku agar aku segera memboncengnya. Kedua temanku menertawaiku dengan sangat puas dan mereka menyuruh putra untuk menjagaiku. “jagain luna ya putraaaaaaa.” Ucap lia dengan tertawa sangat keras “jangan ngebut-ngebut bawa lunanya nanti jatuh.” Saur via, agar putra dapat lebih berhati-hati saat mengantarku pulang.Aku hanya tertawa kecil karena aku malu banyak teman-teman lain yang melihat. Putra berusaha mengajakku bercerita di motor dan aku juga bertanya sedikit demi sedikit tentang dia. Tidak lama setelah bercerita kita sampai di rumahku, aku berterima kasih padanya dan dia langsung pamit untuk pulang.Dari situ aku menjadi suka bercerita tentang putra dengan teman-temanku. Dan kita menjadi lebih dekat dan saling memberi rasa nyaman. Saling memberi perhatian-perhatian kecil, yang aku rasa sangat menyenangkan. Aku menjadi berfikir bahwa orang yang selama ini aku bully justru itu adalah orang yang paling membuatku senang setiap saat dan yang paling selalu ada ketika teman-temanku mulai sibuk dengan dunianya masing-masing.

Cerita Rakyat Pendek dari Banten : Legenda Asal Mula Cikaputrian
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Pendek dari Banten : Legenda Asal Mula Cikaputrian

Pada jaman dahulu kala hiduplah seorang putri raja yang dikarunia wajah yang sangat menawan. Amat cantik jelita rupa wajahnya. Namun tidak seperti wajahnya yang cantik, tabiat perilaku sang putri sangat buruk dan tidak terpuji. Marasa dirinya merupakan putri Raja, sang Putri sangat manja. Segala keinginannya harus dituruti. Jika tidak dituruti ia akan merajuk dan marah-marah. Sang Putri juga dikenal sebagai orang yang sangat pemalas. Ia kerap menghabiskan waktunya untuk berhias dan kemudian mengagumi kecantikannya sendiri. Satu sifat buruk lain dari Sang Putri adalah kesombongannya. Sang Putri merasa dia adalah perempuan sempurna, selain putri seorang raja dia juga memiliki paras yang sangat cantik.Sang Raja pernah memberikan sebuah puri yang indah untuk putrinya itu setelah putrinya itu meminta dengan memaksa. Puri itu sangat indah, terletak di kaki gunung. Selain luas lagi megah bangunannya, puri itu juga dilengkapi dengan taman yang sangat asri. Berbagai tanaman bunga ditanam di taman yang indah itu. Serasa untuk melengkapi keindahannya, terdapat sebuah danau di dekat puri itu.Danau di dekat puri berair sangat jernih serasa dapat digunakan untuk berkaca. Jika sang Putri berada di purinya, sang Putri kerap mandir di danau itu. Sang Putri tidak memperbolehkan siapapun juga untuk mandiri di danau itu tanpa izin langsung darinya. Sang Putri akan meminta ayahandanya untuk menjatuhkan hukuman yang berat kepada siapapun yang mandi di danau itu tanpa izinnnya.Pada suatu hari sang Putri berada di Purinya seperti biasanya, sang Putri mandi di danau itu seorang diri. Dayang-dayangnya bahkan tidak diperbolehkan untuk mendekati danau tersebut. Sang Putri seperti ingin menguasai sepenuhnya danau itu sendirian. Dia enggan berbagi dengan siapapun juga.Ketika sang Putri tengah mandi, seorang perempuan tua berpakaian kumal lagi compang-camping datang ke danau itu. Entah darimana asal si perempuan tua karena mendadak dia muncul dekat danau. Sepertinay dia ingin mandi atau mencuci muka di danau itu.Sang Putri sangat terperanjat mendapati kehadiran si perempuan tua berpakaian compang-camping. Dia segera mendatangi dan bertolak pinggang di hadapan si perempuan tua. Katanya dengan wajah menyiratkan kemarahan dan jari telunjuk kanan teracung ke arah si perempuan tua.” Hei peempuan tua, siapa engkau?”Si perempuan tua terperanjat, Dia hanya terdiam dan menatap heran pada sang Putri.“Mau apa engaku ke danau ini? Mau mandi?”Si perempuan tua masih tetap terdiam. Dia seperti kebingungan dan keheranan mendengar bentakan sang Putri.“Hai perempuan tua! Tulikah engaku hingga tidak mendengar pertanyaanku?” kedua mata sang Putri melotot ke arah si perempuan tua.” Atau jangan-jangan engkau buta pula sehingga tidak tahu jika danau ini adalah milik prribadiku. Danau ini hanya khusus untukku, putri raja, bukan untuk perempuan tua dekil seperti engkau.”Si perempuan tua tetap terdiam. Bibirnya tampak gemetar seperti sedang menahan amarah.Mendapati si perempuan tua tetap terdiam dan juga tidak beranjak pergi, Sang Putri kembali menghardik dengan kasar.” Perempuan dekil, lekas engkau pergi menjauh dari danau ini! Pergi! Air danau yang jernih ini akan kotor terkena tubuhmu yang dekil dan bau!”“Betapa sombongnya engkau ini.” Akhirnya keluar juga ucapan dari si perempuan tua.“apa katamu.” Sang Putri langsung menyela.” Lancang sekali mulutmu! Apakah engkau tidak tau saat ini tengah berhadapan dengan siapa?”“Aku tahu. Aku tengah berhadapan dengan seorang Putri Raja.” Jawab si perempuan tua.” Namun apakah karena engkau Putri raja lantas engkau dapat bertindak semaumu terhadap orang lain?”“Apa pedulimu?” Sang Putri bertambah marah.” Aku Putri raja, aku bebas berbuat apapun yang aku suka, termasuk mengusirmu! Pergi engkau hai perempuan dekil buruk rupa.”“Engkau memang putri raja, namun tidak seharusnya seorang putri raja bebas mengumbar ucapan kesombongan! Meski putri raja engkau tetaplah seorang manusia adanya. Ucapan kasar lagi sombongmu itu tidak layak keluar dari mulut seorang manusia. Ucapanmu sungguh berbisa dan hanya ular hitam berbisa saja yang memiliki mulut seperti itu.”Seketika si perempuan tua selesai berucap, tiba-tiba terjadilah keajaiban. Langit mendadak berubah menjadi gelap. Mendung tebal bergulung-gulung , sangat menakutkan untuk dilihat. Tiba-tiba cahaya menyilaukan mata menerangi kegelapan disusul petir yang menggelegar menghantam tubuh sang Putri. Seketika tubuh sang Putri terpental dan berubah wujud menjadi seekor ular hitam berbisa!Sang Putri raja kena kutukan menjadi ular hitam berbisa karena kesombongannya.Ular hitam jelmaan Putri raja terlihat sangat sedih. Airmatanya bercucuran. Airmata penyesalan. Mulutnya terlihat bergerak-gerak dan suaranya mendesis seolah meminta maaf atas perlakuan buruknya kepada si perempuan tua. Namun, airmata penyesalan tinggallah air mata dan penyesalannya karena wujud sang Putri raja berubah menjadi ular.Dari langit tiba-tiba terdengar suara yang tertuju pada ular hitam berbisa jelmaan sang Putri raja.” Karena kesombonganmu, engkau memang tidak pantas menjadi manusia. Engkau hanya pantas menjadi ular berbisa untuk selama-lamanya!”Kutukan telah jatuh dan tetap untuk sang Putri raja.Meski menggunung penyesalannya, tetap sang Putri Raja berwujud ular hitam berbisa. Wujudnya tidak dapat kembali lagi seperti semula. Dengan air mata yang terus mengucur, ular hitam itu memasuki danau. Karena dia sangat malu dengan wujudnya saat ini, dia bersembunyi di dasar danau yang dapat digunakan sebagai tempat persembunyian baginya.Terkenanya sang Putri Raja oleh kutukan hingga berubah wujud menjadi ular hitam berbisa diketahui oleh pada penduduk sekitar danau. Mereka lantas menamakan danau itu dengan nama Cikaputrian yang artinya danau tempat sang Putri mandi.

Cerita Rakyat Banten : Pangeran Pandeglang dan Putri Cadasari
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Banten : Pangeran Pandeglang dan Putri Cadasari

Pada suatu hari di Bukit Manggis terlihat seorang putri yang sangat cantik duduk terpaku. Tatapan matanya kosong, ia terlihat sedih. Melintaslah seorang laki-laki separuh baya dengan memilkul karung diatas pundaknya.Laki-laki itu terdiam sejenak ketika melihat sang Putri. Terlihat di wajah lelaki itu dia khawatir dengan kondisi sang putri, “Sampurasun…,” sapa laki-laki paruh baya itu, “Maaf apabila saya telah membuat Tuan Putri terkejut, ada apa gerangan yang membuat Tuan Putri terlihat bersedih hati?” Ucap Laki-laki itu sambil menundukkan kepalanya.“Rampes,” jawab sang putri. Sang Putri tidak segera menjawab. Dia memperhatikan penuh seksama lelaki yang berdiri di hadapannya. Putri merasa yakin, lelaki itu adalah lelaki baik. “Aku pikir tiada guna aku menceritakan masalah pribadiku kepada orang lain.” Jawab Sang Putri Cantik“Jika demikian, mohon maafkan aku yang telah ikut campur masalahTuan Putri,” ucap laki-laki itu. Dia kemudian bersiap berlalu.“Sebentar, tuan!” Sang Putri mencegah. Tiba-tiba Sang Putri sambil berurai air mata. “Siapakah nama anda Kisanak?”“Aku adalah orang yang membuat gelang. Pande gelang. Banyak orang memanggil nama saya dengan Ki Pande,” jawab lelaki paruh baya itu, “Lantas siapakah nama sang Putri?” tanya Ki Pande.“Namaku Putri Arum,” jawab sang Putri. Lalu ia mulai bercerita tentang dirinya yang saat ini sedang dilanda permasalahan. Dia dilamar oleh seorang pangeran tampan yang bernama Pangeran Cunihin. Walaupun parasnya elok rupawan, Pangeran Cunihin sangat bengis dan kejam. Semua orang takut kepada pangeran Cunihin karena memilki kesaktian yang sangat tinggi. Semua keinginan Pangeran Cunihin harus dipenuhi, jika tidak dipenuhi dia tidak segan-segan memberikan hukuman yang sangat berat.Contoh Dongeng Sunda Pendek Dari BantenContoh Dongeng Sunda Pendek Dari BantenPangeran Cunihin ingin menjadikannya sebagai istri. Namun sang Putri tentu tidak menginginkannya. “Aku mendapatkan petunjuk dari penasihat kerajaan, agar bertafakur di Bukit Manggis ini. Nanti akan ada orang yang mampu menolong permasalahanku. Saya sangat sedih karena sepertinya nasihat itu tidak membuahkan hasil. Tiga hari kedepan Pangeran Cunihin akan tiba dan memaksaku untuk menikah dengannya,” ucap sang Putri sedih.Ki Pande mendengarkan cerita Putri Arum dengan seksama, dia mengangguk-angguk tanda paham dengan keadaan yang melanda sang putri. “Putri, terima dulu permintaan Pangeran Cunihin itu namun dengan satu syarat Pangeran Cunihin harus melubangi batu keramat supaya bisa dilalui manusia. Kemudian batu tersebut harus diletakkan di pesisir pantai. Semuanya harus dikerjakan tidak Iebih dan tiga hari,” Ki Pande menjelaskan.“Bukankah syarat itu sangat mudah dilakukan oleh Pangeran Cunihin?” tanya sang Putri.“Tapi tidak semua orang mau melakukannya. Sebab dengan melubangi batu keramat, setengah dari kemampuan orang tersebut akan hilang.” Ki Pande menjawab ke khawatiran Sang PutriMendengar seluruh penjelasan Ki Pande, akhirnya Putri Arum menyetujui. Ki Pande kemudian mengajak Putri Arum ke tempat tinggalnya, sambil membawa karung yang berisi alat-alat membuat gelang. Perjalanan menuju tempat tinggal Ki Pande sangat melelahkan Putri Arum. Sudah hampir setengah hari perjalanan, rnereka belum juga sampai. Putri Arum pun jatuh pingsan di atas sebuah batu cadas.Ki Pande Membawa Putri Arum ke rumah salah seorang penduduk dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Salah seorang sesepuh kampung mengatakan bahwa Putri Arum bisa segera pulih jika minum air gunung yang memancar melalui batu cadas.Beberapa orang kampung bergegas mencari sumber mata air batu cadas. Dan keajaiban pun terjadi, Putri Arum kembali sehat setelah meminum air yang berasal dari batu cadas itu. Penduduk kampung lalu memanggil Putri Arum dengan sebutan baru yaitu Putri Cadasari.Sementara itu, Ki Pande tengah menyiapkan rencana baru. Dia membuat gelang yang sangat besar, yang bisa dilalui manusia. Gelang tersebut akan dipasang pada Iingkaran lubang batu keramat yang dibuat Pangeran Cunihin. Waktu yang ditentukan Pangeran Cunihin pun tiba. Dia datang menemui Putri Cadasari dan menagih jawaban. Putri Cadasari pun mengajukan syarat kepada Pangeran Cunihin. Pangeran Cunihin menyanggupinya.Pangeran Cunihin berhasil menemukan batu keramat yang disyaratkan. Batu keramat itu kemudian dibawanya ke sebuah pesisir yang sangat indah. Ki Pande dan Putri Cadasari diam-diam mengikuti dari kejauhan. Di tempat yang terlindung mereka bersembunyi, menyaksikan apa yang dilakukan Pangeran Cunihin. Sesaat kemudian batu keramat itu pun retak dan berjatuhan.Sungguh ajaib, sebuah lubang yang sangat besar tercipta di tengah bath keramat itu, “Nah…, aku berhasi! Tuan Putri akan segera menjadi permaisuriku!” seru Pangeran Cunihin segera berlari mencari Putri Cadasari.Kesempatan itu tak disia-siakan Ki Pande untuk memasang gelang besar pada batu keramat yang telah berlubang ltu. Namun rupanya Pangeran Cunihin telah datang bersama Putri Cadasari dan memergokinya.“Hei kau tua Bangka! Rupanya kau sedang mengagumi mahakaryaku. Bukankah aku pernah mengatakan kepadamu bahwa kau tidak pantas menjadi pemenang. Kau hanya pantas menjadi pecundang! Hahaha!” Pangeran Cunihin tertawa puas. “Lihatlah, sang Putri telah menjadi milikku. Kau tidak bisa lagi memilikinya!”Putri Cadasari terkejut mendengar omongan Pangeran Cunihin, seakan-akan telah mengenal Ki Pande. Belum selesai keheranan itu terjawab, Pangeran Cunihin telah menarik tangan Putri Cadasari untuk melihat batu keramat yang telah berlubang itu. Putri Cadasari berusaha bersikap tenang dan mencoba menunjukkan kegembiraan, walau di dalam hatinya dia merasa sangat takut impian buruknya menjadi pendamping Pangeran Cunihin akan menjadi kenyataan.“Apabila Putri tidak percaya dengan ucapanku, aku akan melangkah melewati batu keramat ini sebagai bukti,” ucap Pangeran Cunihin. Tidak berpikir panjang, Pangeran Cunihin lalu melangkah melewati lubang batu keramat yang telah dilobanginya. Namun tiba-tiba Pangeran Cunihin merasakan kesakitan amat sangat. Dia berteriak keras. Suaranya menggetarkan bumi. Kemudian semua kesaktiannya pun sirna. Dia terjatuh Iemah, tak mampu berdiri. Pelan-pelan, Pangeran Cunihin terlihat perubahan pada diri Pangeran Cunihin. Dia menjadi seorang tua renta yang lemah, seakan-akan sudah melewati lorong waktu.Sementara itu, Ki Pande pun berubah menjadi seorang pemuda tampan. Putri Cadasari terkejut melihat keanehan itu. Kemudian Ki Pande yang telah berubah menjadi pemuda tampan itu menceritakan.“Pangeran Cunihin lah yang telah membuat rupa saya seperti itu. Dahulu kami adalah dusa sahabat. Namun setelah memperoleh kesaktian, dia mencuri semua kesaktianku, kemudian menjadikan ku sebagai seorang yang tua renta. Namun ada satu yang dapat menyembuhkan keadaan itu, yaitu apabila Pangeran Cunihin melewati gelang buatan tanganku,” jelas Ki Pande.“Kini aku telah kembali menjadi diriku yang sebenarnya. lni semua adalah berkat bantuan dari Tuan Putri. Karena hal tersebut aku ucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” ucap[ angeran Pande Gelang, sambil memegang tangan sang Putri Cadasari.“Seharusnya aku yang berterima kasih, Pangeran. Ternyata Petunjuk yang aku terima dari penasihat istana itu memang benar,” Kemudian, keduanya meninggalkan batu keramat berlubang itu.Bersama berjalannya waktu mereka pun menikah dan hidup bahagia. Wilayah dimana memperoleh batu keramat itu dikemudian hati dikenal dengan sebutan kampung Kramatwatu sedangkan batu besar berlubang di pesisir pantai kini menjadi objek wisata Pantai Karang Bolong.Tempat sang Putri melaksanakan wangsit di Bukit Manggis, kini orang mengenalnya dengan kampung Pasir Manggu. Sedangkan wilayah Putri disembuhkan dari sakitnya hingga saat ini dikenal dengan nama Cadasari di wilayah Pandeglang, tempat dimana Pangeran Pande Gelang membuat gelang.

Persahabatan Kami
Teen
25 Nov 2025

Persahabatan Kami

Namaku Angel, aku mempunyai 2 sahabat yang sangat baik, namanya Nabila dan Vini. Kami bersahabat sejak kecil, Persahabatan kami terbentuk karena kami bertetangga. Usia kami sebenarnya berbeda. Aku paling muda di antara Nabila dan Vini. Usiaku 4 tahun lebih muda dari mereka. Kali ini aku akan menceritakan kisah persahabatan kami.Nabila adalah orang yang keinginannya selalu bisa terpenuhi, Semua barang yang ia inginkan bisa ia beli. Dia adalah anak seorang pengusaha beras, yang terkenal di desa kami. Namun, Nabila dan keluarganya sangat ramah dan tidak sombong. Sedangkan, aku dan Vini dari keluarga sederhana saja. Seringkali aku dan Vini bermain di rumah Nabila karena ia punya banyak mainan. Aku dan Vini sering diberi kue atau makanan yang tidak bisa kami beli, seperti Kentucky, burger dll. Tentu saja itu membuat aku dan Vini senang.Pada suatu hari kami berangkat ke sekolah bersama, Jika ada salah satu dari kami ada yang belum selesai bersiap, kami akan sabar menunggu. Setelah pulang sekolah, kami selalu selalu bermain bersama. Oh iya, Nabila dan Vini sudah kelas 6 SD dan aku masih kelas 3 SD.Waktu berlalu sangat cepat, hingga tak terasa Nabila dan Vini telah lulus SD dan masuk ke SMP kelas 1, sementar aku masih berada di bangku SD. Setelah mereka masuk bangku SMP, kami jadi jarang sekali ada waktu untuk bermain bersam. Hampir tidak pernah malah. Hal itulah yang justru memunculkan konflik di antara kami.Pada suatu hari ada tetanggaku yang bernama Anik. Anik adalah tetangga kami. Ia berusia 30-an tahun. Ia pengangguran dan hobinya ngerumpi. Dan kali ini Anik mulai mengecohku dengan perkataannya. “Angel tumben sendirian, di mana teman-temanmu?” tanyanya tiba-tiba. “Mereka sedang sibuk dengan sekolahnya” jawabku sekenanya. “Aku kemarin melihat Nabila dan Vini main bersama teman-teman SMP-nya kelihatan sekali gembira” katanya mulai memprovokasiku. Aku tahu bahwa Anik berniat memprovokasiku. Namum, perkataannya tak urung semakin membuat panas kupingku. Lalu aku bergegas meninggalkan Anik.Meski aku tahu sikap Anik memang suka sekali memprovokasi orang lain, Namun tetap saja hatiku sakit. Aku terpengaruh oleh kata-kata Anik bahwa Nabila dan Vini punya teman baru dan meraka mengabaikanku. Perasaan itu sungguh mengusik hati dan pikiranku.Tanpa kusadari karena hasutan Anik, membuatku menjauh dari Vini dan Nabila. Bukan satu atau dua kali saja. Setiap kami berpapasan berangkat sekolah, aku selalu selalu mencoba menghindar. Begitu pun pulang sekolah saat berpapasan di jalan Vini dan Nabila tampak sangat gembira bersepeda dengan teman SMP mereka. Ada yang terasa sakit di dada ini melihat kegembiraan mereka.Hari minggu pun datang, Tiba-tiba pintu rumahku ada yang mengetok sambil memanggil namaku. Lalu aku bergegas membuka pintu. “Loh kenapa kalian ke sini?” Tanyaku pada Vini dan Nabila sambil membuka pintu. “Memangnya tidak boleh kami berdua main ke rumahmu?” tanya Vini “Boleh saja silahan masuk!” ajakku.“Angel, aku mau bertanya sesuatu tentang pertemanan kita” kata Vini. “Ya, ada apa dengan pertemanan kita?” aku menjawab pura-pura tidak tahu, padahal dalam hatiku mulai terasa deg-degan. “Kenapa sekarang kamu sering sekali menghindar dari kami? Seolah-olah kamu tidak mau lagi berteman bersama kami?” tanya Vini “Hah, bukannya kalian ya yang sudah bahagia dengan teman kalian yang baru?” jawabku jadi sinis “Lah, bukanya kamu Angel? Aku setiap pulang dan berangkat sekolah selalu menyapa kamu loh! tetapi kamu malah mengabaikan kami!” jawab Vini sedikit marah. “Masa sih! bukanya kalian yang asik sendiri sampai tidak melihatku!” imbuhku. “Ya ampun Angel! Kami tidak pernah seperti itu! Siapa yang bilang kami mengabaikanmu?” ujar Nabila. “Tuh, Anik tuh yang bilang!” jawabku semakin marah. “Angel… Angel… Anik kok di percaya! Seperti tidak kenal dia saja! Dia kan tukang ngomporin orang!” Sahut Nabila sambil tertawaMandengar perkataan Nabila membuatku sadar bahwa aku termakan hasutan Anik. Aku jadi malu sendiri. Aku pun meminta maaf kepada Vini dan Nabila. “Kamu benar! Aku yang terhasut perkataan Anik. Aku minta maaf ya!” kataku tersipu malu. “Iya, aku juga minta maaf sampai membuat kamu tersinggung dengan sikap kami.” kata Nabila. “Aku juga!” sahut Vini“Jadi sekarang kita berteman lagi ya!” kata Nabila sambil memeluk pundakku. Aku pun mengangguk. Sejak saat itu persahabatan kami semakin erat. Aku percaya komunikasi yang baik adalah kunci eratnya persahabatan.

Cerita Rakyat Dari Banten : Kisah Asal Muasal Gunung Pinang
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Dari Banten : Kisah Asal Muasal Gunung Pinang

Pada zaman dahulu kala, di sebuah pesisir pantai kota Banten. Hiduplah seorang janda dengan anak laki-lakinya. Anak laki-laki itu bernama Dampu Awang. Kehidupan mereka sangat miskin dan serba kekurangan.Namun, meskipun kehidupan mereka sangat miskin Dampu Awang memiliki cita-cita yang sangat tinggi. Ia ingin sekali menjadi seorang saudagar kaya raya. Tetapi, cita-cita tersebut sangat sulit untuk di raihnya. Jangankan untuk menjadi saudagar kaya raya. Pekerjaan yang tetap saja ia tidak punya.Suatu hari, ada sebuah kapal layar berlabuh milik seorang saudagar kaya yang bernama Teuku Abu Matsyah. Saudagar kaya itu akn berdagang di Banten. Melihat kapal saudagar kaya itu, timbul sebuah keinginan untuk bekerja di sana sebagai awak kapal. Ia segera kembali ke rumah dan mengutarakan keinginannya kepada sang ibu.‘’ Ibu, di pelabuhan ada kapal seorang saudagar yang sangat kaya sedang berdagang di sini. Aku ingin sekali bekerja di kapalnya. Jika aku beruntung, siapa tahu aku bisa menjadi saudagar kaya sepertinya. Bu, bolehkah aku ikut berlayar dengannya? Tanya Dampu Awang.Namun, ibunya langsung melarang.‘’ Tidak anakku! Kau tidak boleh ikut berlayar bersama sudagar kaya itu.’’ Jawab sang ibu tegas.‘’ Mengapa bu? Dengan cara aku bekerja di kapal tersebut. aku dapat membantu ibu untuk memenuhi kebuhuhan kita. Apalagi jika suatu saat nanti aku bisa menjadi saudagar kaya. Kehidupan kita akan berubah.’’ Kata Dampu Awang.‘’ Tidak Nak! Ibu sangat takut. Jika kau sudah menjadi kaya nanti. Kau pasti akan lupa dengan ibumu yang miskin ini.’’ Kata ibunya sedih.Namun, Dampu Awang terus saja merengek agar diijinkan untuk pergi berlayar. Akhirnya, dengan berat hati sang ibu pun mengalah. Sang ibu mengizinkan Dampu Awang untuk ikut berlayar bersama saudagar itu. Tetapi, sang ibu meminta Dampu Awang untuk berjanji agar ia selalu memberikan kabar. Sebelum berangkat, sang ibu menitipkan Burung kesayangan milik ayahnya.‘’ jagalah Burung itu baik-baik Nak, dan jangan lupa untuk memberikan kabar.’’ Kata ibuya.‘’ Baik bu, aku tidak akan melupakan pesan ibu.’’ Kata Dampu Awang.Sang ibu pun menangis dan memeluk anaknya dengan sangat erat. Dampu Awang pun langsung naik kapal dan siap untuk berlayar ke malaka.Selama di kapal, Dampu Awang dikenal sebagai pekerja yang sangat rajin. Ia selalu menjalankan perintah majikannya dengan baik. Saudagar Teuku Abu Matsyah sangat senang melihat semangat Dampu Awang. Jabatannya terus naik dan selalu memuaskan.Suatu hari, saudagar kaya itu memanggil Dampu Awang‘’ Ampun Tuanku! Ada keperluan apa tuan memanggil saya?’’ kata Dampu Awang.‘’ Begini Dampu Awang. Aku melihat pekerjaan mu ini sangat baik. Selama kau bekerja di sini, kau selalu menunjukkan rasa hormatmu. Aku sangat ingin menjodohkanmu dengan putriku. Siti Nurhasanah. Bagaimana? Apakah kau mau menikah dengannya?’’ ujar Teuku Abu Matsyah.Dampu Awang sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan majikannya tersebut. ia pun sangat senang.‘’ Tentu saja saya bersedia Tuan.’’ Jawab Dampu Awang.万丹的民俗Cerita Rakyat dari BantenAkhirnya, pernikahan pun dilaksanakan dengan sangat meriah. Setelah menjadi menantu saudagar kaya. Ia di percaya untuk menyimpan seluruh harta mertuanya tersebut. Setelah mereka menikah, Teuku Abu Matsyah jatuh sakit dan meninggal dunia. Dampu Awanglah yang menggatikan posisi ayah mertuanya tersebut.Setelah menjadi saudagar kaya. Ia melupakan ibunya. Ia tidak pernah lagi memberikan kabar dan terlena dengan kemewahan. Suatu hari, Dampu Awang dan istrinya berlayar ke wilayah pantai Banten. Tibalah mereka di daerah tempat tinggal Dampu Awang.Seluruh pernduduk sangat terpukau melihat kemewahan kapal Dampu Awang. Para penduduk beramai-ramai datang ke pelabuhan untuk melihat kapal layar yang sangat mewah tersebut. kabar tentang berlabuhnya kapal layar yang mewah itu terdengar oleh sang ibu Dampu Awang. Ia sangat yakin saudagar kaya itu adalah anak laki-lakinya. Ia pun langsung bergegas datang ke pelabuhan untuk bertemu dengan Dampu Awang.Setibanya di pelabuhan, ibu Dampu Awang melihat anaknya berdiri di pinggir kapal dan mengenakan pakaian yang sangat mewah. Selain itu, sang ibu pun melihat ada seorang wanita yang sangat cantik berdiri di sampingnya. Sang ibu sangat senang karena anaknya, sekarang sudah memiliki seorang istri. Ia langsung berlari ke arah kapal mendekati anaknya tersebut. Ia berlari dengan cepat dan berteriak memanggil nama anaknya.‘’ Dampu Awang anakku, kau sudah kembali Nak, ibu sangat merindukanmu.’’ Kata sang ibu menangis bahagia.Dampu Awang sangat terkejut melihat seorang perempuan tua yang pakaiannya compang-camping dan sangat dekil sekali. Ia sangat mengenal wajah perempuan yang memanggil-manggil namanya tersebut. Ia tahu bahwa perempuan itu adalah ibunya. Namun, ia sangat malu mengakui perempuan yang seperti pengemis itu ibunya.‘’ Kang, apakah perempuan tua itu adalah ibumu? Mengapa selama ini kau tidak pernah menceritakan jika masih mempunyai seorang ibu?” Tanya istrinya heran.‘’ Bukan sayang! Perempuan tua itu bukan ibuku. Ibuku sudah lama meninggal. Ia hanya seorang perempuan yang gila. Sudah abaikan saja perkataannya itu. Sungguh tidak penting!’’ kata Dampu Awang.Sang ibu terus-menerus memanggil namanya.‘’ Hei, perempuan tua! Diamlah! Kau bukan ibuku. Aku sudah tidak memiliki ibu. Ibuku sudah lama meninggal!’’ kata Dampu Awang sangat kesal.Sang ibu sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan anak laki-lakinya itu. Kini ketakutannya menjadi kenyataan. Hatinya bagaikan teriris-iris. Kini, anak kandungnya sendiri tidak mengakuinya sebagai ibunya. Air matanya pun membasahi pipinya. Tanpa sadar ia berdoa.‘’ Ya Tuhan, apakah aku salah? Jika dia bukan anakku Dampu Awang, biarkanlah dia pergi. Tetapi, jika dia anakku. Tolong berikanlah hukuman yang setimpal kepadanya!’’ doa sang ibu.Tidak lama kemudian, bumi seketika bergetar. Langit bergemuruh. Petir pun menyambar sangat dasyat. Langitpun berubah menjadi sangat gelap. Tiba-tiba, terjadilah badai. Kapal layar Dampu Awang yang sagat mewah itu terombang-ambing di lautan. Seluruh isinya porak-polanda. Dampu Awang dan istrinya sangat panik dan bingungTiba-tiba, Burung peliharaan Dampu Awang berbicara.‘’ Dampu Awang! Akuilah perempuan itu sebagai ibumu. Cepatlah akui dia!’’ kata sang Burung.‘’ Tidak, ibuku sudah lama mati.’’ Teriak Dampu Awang.Seketika, kapal layar Dampu Awang tiba-tiba terangkat ke udara dan terlempar ke sebelah selatan dan seluruh isinya. Kapal itu tertelungkup dan membentuk sebuah gunung. Dampu Awang dan istrinya tidak dapat menyelamatkan diri. Setelah itu lautan kembali seperti semula dan seolah tidak terjadi apa-apa.Gunung tersebut di kenal dengan nama Gunung Pinang. Dan hingga kini, gunung tersebut masih ada dan letaknya di antara kota Serang dan Cilegon.

Ringkasan Cerita Rakyat Nusantara : Masjid Sumpah Terate Udik
Folklore
25 Nov 2025

Ringkasan Cerita Rakyat Nusantara : Masjid Sumpah Terate Udik

Syandan di sebuah desa, ada sebuah mushola yang menjadi pusat kehidupan sosial. Selain menjadi tempat ibadah, mushola tersebut sering dipakai untuk bermusyawarah dan menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut kehidupan sehari-hari. Pengurus mushola ini bernama ustad Wahid.Pada suatu hari, terjadi perselisihan antara Pak Tio dan Pak Sidik tentang tanah. Ustad Wahid akhirnya memutuskan bahwa perkara ini akan diselesaikan di mushola. Masing-masing pihak diminta menyiapkan seorang saksi yang akan disumpah dengan memakai sehelai selendang di hadapan kitab suci al-Qur’an.“Demi Allah, tanah itu milik Pak Sidik. Saya melihat Ki Ahmad memberikan wasiatnya kepada Pak Sidik!” ucap Rahmat, saksi dari pihak Pak Sidik.“Benarkah?” tanya ustad Wahid.“Semua itu dusta, Ustad. Kami, saksi Pak Tio, membawa surat wasiat Ki Ahmad. Seseorang menemukannya di bawah kasur Ki Ahmad!” jelas Randik sembari menunjukkan surat wasiat tersebut.Akhirnya, ustad Wahid dan pengurus mesjid memenangkan Pak Tio. Pada malam harinya terdengar berita bahwa Randik jatuh sakit dan beberapa hari kemudian ia meninggal dunia. Pak Tio merasa bersalah, karena ia menyuruh Randik bersumpah palsu di mushola. Selain itu, ia juga mengaku bahwa dirinya pula yang membuat surat wasiat palsu.“Aneh, rumah Pak Tio tiba-tiba terbakar. Pak Tio tidak dapat diselamatkan. Akhirnya, sisa-sisa kekayaan Ki Ahmaddiwakafkan ke mushola. Semenjak peristiwa itu, tak pernah lagi terdengar perselisihan perkara tanah. Namun beberapa waktu kemudian dikabarkan bahwa seseorang mencuri barang-barang berharga di rumah Fatimah. Ustad Wahid berjanji akan mencari pencurinya.Keesokan harinya, ustad Wahid diundang Pak Fikar ke rumahnya, Ustad Wahid dan warga disuguhi makanan dan minuman yang lezat. Aneh, Pak Umar, hanya diam saja. Setelah acara selesai, ustad Wahid bertanya kepada Pak Umar,“Ada masalah apa, Pak Umar, dari tadi diam saja?” tanya ustad Wahid.“Begini, ustad, saya melihat emas kepunyaan istri saya dipakai oleh istri Pak Fikar. Ia juga mengenakan cincin batu peninggalan bapak saya,” jelas Pak Umar.“Jangan berprasangka buruk dulu, mungkin bentuknya sama!” ustad Wahid mengelak.Pak Umar dan beberapa temannya mendatangi rumah Pak Fikar. Mereka bercakap-cakap dengan Pak Fikar, sedangkan Pak Umar mengintip dari balik dinding tembikar.“Pak Fikar, cincin Anda sungguh indah. Dapat dari mana?”“Cincin ini pemberian kakak saya,” jawab Pak Fikar. Setelah mendapatkan keterangan, mereka kembali ke rumah masing-masing. Untuk menyelesaikan masalah itu, ustad Wahid meminta Pak Fikar bersumpah di mushola.“Saya bersumpah, demi Allah, tidak pernah mencuri di rumah Pak Umar!” sumpah Pak Fikar. Beberapa hari setelahnya, Pak Fikar sakit. Akhirnya, Pak Fikar pun meninggal dunia. Oleh karena itu, setiap ada permasalahan, warga.Ringkasan Cerita Rakyat Nusantara dari BantenRingkasan Cerita Rakyat Nusantara dari Bantenmenyelesaikannya di mushola tersebut. Sejak saat itu, warga desa menganggap bahwa mushola itu adalah tempat yang harus dijaga dan dilestarikan.Akhirnya, mushola itu diperbesar dan berubah menjadi masjid dengan nama Masjid Terate Udik, sesuai dengan nama kampungnya. Masjid Terate Udik dipercaya dapat memberi bukti tentang perbuatan salah dan benar seseorang. Tetapi, hanya orang-orang tertentu saja yang berani bersumpah di dalamnya.

Kisah Cintaku dan Dia
Teen
25 Nov 2025

Kisah Cintaku dan Dia

Kisahku berawal dari dia yang ada di kelas sebelah yang dikenalkan oleh temanku yang sekelas dengan dia. Perkenalan ini tidaklah mudah, aku harus menahan salting pada saat dia tersenyum karena senyuman bisa membuat candu.Sebelum aku kenal dengan dia aku sudah menyukainya semenjak aku pertama kali melihatnya karena aku meyukai sikapnya yang sangat pas dengan kriteriaku. Pada saat ada pertandingan voli di depan rumahku dia ternyata juga suka pertandingan voli dan aku pun memberanikan diri untuk bicara dengan dia.“Hai Anum” Sapaku. “Hai Angga” Sapanya. “Kamu suka voli juga?” Tanyaku. “Iya aku suka voli dari dulu” Jawabnya. “Kamu kesini sama siapa?” Tanyaku. “Sama temen-temenku nih” Jawabnya. “Ya udah aku mau jadi panitia dulu ya” Bicaraku sambil tersenyum. “Iya semangat ya” Jawabnya. “Iyaa” Jawabku sambil tersenyum.Pada saat aku jadi panitia voly aku kepikiran dengan kata-katanya dan senyumnya yang sangat manis. Sehingga membuat aku ngelamun hingga bola datang dan hampir mengenaiku. Pada saat pertandingan berlangsung aku melihatinya sambil senyum. Dan pertandingan pun telah selesai aku pun menemuinya dan pamit untuk pulang karena hari sudah terlalu malam.Pada malam saat lapangan voli sudah sepi aku pun juga ikut pulang. Pada saat mau tidur aku mengangan angan senyumannya yang saat manis. Senyumannya itu sangat tak bisa dilupakan dan tidak sabar untuk menemuinya lagi. Sampai terbawa ke dalam mimpiku yang sangat indah sekali.Pada saat pagi hari di sekolah aku menemuinya di parkiran sepeda. Saat masuk sekolah aku menemuinya lagi di depan kelas. Dia tersenyum kepadaku pada saat bertemu dan senyumannya membuat aku salting karena senyumnya sangat manis untuk wanita. Ingin sekali mengobrol bareng bersama dia, sangat banyak halangan yang menghalangi kita untuk mengobrol bareng saat sekolah. Salah satu yang membuat kita tidak mengobrol bareng yaitu banyak teman yang berbicara “Ciee–Ciee” kata seperti itulah yang membuat kita malu dan tidak fokus untuk mengobrol bareng.Selain kata yang diomongkan teman kita itu ada kata yang membuat kita risih yaitu “Sudah punya pacar tapi kok sama yang lain” padahal kata yang dibicarakan sungguh tidak benar. Padahal kita belum punya pasangan tapi kok teman kita bicara seperti itu, kata itu yang bikin aku heran sekaligus membuat diriku penasaran dengan kata tersebut. Kata seperti diomongkan teman kita itu aku dengar pada saat kita jalan bareng dari parkiran ke sekolahan, itupun masih jalan bareng apa lagi kita bicara bareng pasti lebih parah dari pada sekarang.

Dongeng Legenda Rakyat : Asal Muasal Telaga Warna
Folklore
25 Nov 2025

Dongeng Legenda Rakyat : Asal Muasal Telaga Warna

Suatu hari, seorang permaisuri mengandung dan melahirkan seorang bayi perempuan. Seiring waktu, sang Putri tumbuh menjadi seorang gadis cantik, Ia sangat dimanja dan semua keinginannya dituruti.Sebentar lagi, sang Putri akan berusia tujuh belas tahun. Seluruh rakyat kerajaan pun berlomba mengumpulkan hadiah. Hadiah itu dikumpulkan jadi satu dan diberikan kepada sang Raja. Hadiah yang berupa emas dan permata diolah menjadi kalung indah.Tepat pada hari ulang tahun sang Putri, sang Raja menyerahkan kalung tersebut. Namun diluar dugaan, sang Putri tidak menyukai kalung tersebut. Sang Putri hanya melirik kalung itu sekilas. Melihat hal tersebut, sang Raja membujuk sang Putri agar mau mengenakan kalung tersebut.Dongeng Telaga Warna Dari BantenDongeng Telaga Warna Dari Banten“Tidak mau,” jawab sang Putri.Mendengar jawaban tersebut, sang Permaisuri mengambil kalung tersebut lalu memakaikan di leher sang Putri. Namun sebelum terpasang, sang Putri menepis tangan sang Permaisuri hingga kalung itu jatuh. Kalung itu putus dan permatanya berserakan. Sang Putri segera bergegas masuk ke kamarnya.Melihat hal tersebut, sang Raja, sang Permasuri, beserta tamu yang lain sangat sedih. Mereka menangis. Kabar kejadian itu tersebar hingga luar, sampai seluruh rakyat mengetahui. Mereka pun mulai menangis. Mereka tak pernah mengira sang Putri akan bertindak seperti itu.Tiba-tiba, di tempat kalung jatuh muncul mata air. Mata air itu makin membesar, hingga seluruh kerajaan tergenang. Hingga akhirnya, terbentuklah sebuah danau yang luas. Hingga sekarang, penduduk menamai danau tersebut Telaga Warna.

Cerita Rakyat Bangka Belitung : Jembatan Emas untuk Putri
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Bangka Belitung : Jembatan Emas untuk Putri

Bujang Katak, begitulah ia biasa dipanggil, karena ia memang menyerupai katak. Kulitnya licin dan berwarna kehijauan, Iehernya pun pendek seperti katak. Bujang Katak adalah anak tunggal wanita tua yang miskin. Dulu, wanita itu rajin berdoa agar Tuhan mengaruniakan seorang anak padanya. Tanpa sengaja, ia berkata bahwa meskipun anak yang diberikan menyerupai katak, ia akan tetap mencintainya. Rupanya Tuhan mengabulkan doanya, dan lahirlah si Bujang Katak.Bujang Katak rajin membantu ibunya di ladang. Para penduduk desa pun menyukai Bujang Katak karena sikapnya yang ramah dan suka membantu. Akhir-akhir ini, Bujang Katak tampak murung. Ia sering duduk melamun. Ibunya yang heran melihat perubahan sikapnya pun bertanya, “Apa yang kau pikirkan, Nak? Seharian kau hanya duduk melamun.”Bujang Katak menghela napas, “Aku sekarang sudah dewasa Bu, sudah saatnya aku menikah.”Ibunya tersenyum, “Ah, rupanya kau sedang jatuh cinta. Katakan pada Ibu siapa wanita itu dan Ibu akan segera melamarnya.”“Putri Raja, Bu. Aku dengar Raja memiliki tujuh putri yang cantik-cantik. Maukah Ibu melamar salah satu dari mereka untukku?”Ibunya sangat terkejut, “Mana mungkin seorang putri raja sudi menikah dengan anakku,” pikirnya dalam hati. Namun karena sangat menyayangi anaknya, ibu itu pun mengiyakan.Esok harinya, si Ibu berangkat ke istana. Tak lupa ia membawa sedikit buah tangan untuk Raja. Sesampainya di istana, Raja segera menanyakan maksud kedatangannya.“Ampun Baginda. Maafkan hamba jika lancang. Maksud kedatangan hamba adalah untuk melamar salah satu putri Baginda untuk putra hamba,” kata Ibu dengan sedikit cemas.Raja mengernyit. Dipandangnya ibu itu dari atas sampai ke bawah.“Wanita miskin ini rupanya salah tujuan. Mana mau putri-putriku bersuamikan orang miskin?” pikirnya dalam hati. Meski berpikir demikian, karena sang Raja merupakan Raja yang bijaksana, Raja tak mau mengecilkan hati ibu Bujang Katak. Beliau lalu memanggil ketujuh putrinya untuk menemui ibu tersebut.“Putri-putriku, apakah ada dari kalian yang bersedia menikah dengan putra wanita tua ini?” tanya Raja. Serempak putri-putri itu tertawa mengejek. “Hai wanita tua, anakmu mimpi di siang bolong, ya?”Mereka lalu masuk kembali ke istana dan tak menghiraukan ibu Bujang Katak. Hanya putri bungsu raja yang tetap tinggal. Ia menghampiri ibu Bujang Katak dan berkata, “Pulanglah. Katakan pada putramu untuk datang sendiri melamarku.”“Bungsu, apakah kau benar-benar ingin menikah dengan Bujang Katak? Ia hanya pemuda miskin dan rupanya seperti katak,” kata Raja panik. Lebih dari itu Putri bungsu merupakan putri yang paling cantik dan putri yang paling baik hati diantara ketujuh putrinya. Sang Rajapun sebenarnya paling sayang dengan Putri Bungsu karena selain cerdas, putri bungsu juga anak yang bijaksana.“Jika Ayahanda mengizinkan, aku bersedia menikah dengan Bujang Katak. Aku mendengar bahwa Bujang Katak adalah pria yang baik. Bukankah aku harus mencari suami yang baik?” jawab Putri Bungsu. Raja tak bisa menjawab. Ibu Bujang Katak pun segera pulang untuk memberitahu kabar gembira ini pada Bujang Katak.Keesokan harinya, Bujang Katak pergi ke istana. “Hai Bujang Katak, kau boleh memperistri putri bungsuku, tapi ada syaratnya,” kata Raja saat Bujang Katak menghadap. Sang Raja sengaja akan memberi suatu syarat yang sangat sulit sehingga tidak mungkin dapat terwujud. Hal ini sebenarnya untuk menolak lamaran Bujang Katak secara halus.“Apa pun syaratnya, hamba akan berusaha memenuhinya,” jawab Bujang Katak mantap.“Aku ingin kau membangun jembatan emas di atas sungai yang menghubungkan istana ini dengan desamu. Suatu saat jika aku ingin mengunjungi putriku di desamu, aku tak perlu menyeberang sungai dengan perahu. Cukup dengan melewati jembatan emas itu. Apakah kau mampu memenuhinya?” tanya Raja.“Siap Baginda. Hamba akan segera membangun jembatan itu,” kata Bujang Katak dengan nada yakin dan mantap.“Ingat Bujang Katak! Jembatan itu harus siap dalam waktu satu minggu, Kalau tidak, jangan harap kau bisa menikahi putriku!” kata Raja menambahkan syarat yand diajukan pada Bujang Katak.Bujang Katak kembali ke rumahnya. Ia menceritakan permintaan Raja kepada ibunga. “Tapi anakku… kita ini hanya orang miskin. Mana mampu kita membeli emas untuk membangun jembatan itu?” Ucap Ibu Bujang Katak memelas.“Bu, dengan pertolongan Tuhan, apa pun bisa kita lakukan. Aku akan memohon pada Tuhan untuk memberi jalan kepadaku,” sahut Bujang Katak mantap. Malam itu, Bujang Katak terus berdoa dan berdoa. Ia yakin Tuhan akan menolongnya.Pagi-pagi, seperti biasa Bujang Katak bangun dan bersiap pergi ke ladang. Ketika ia mandi, keajaiban pun terjadi. Kulitnya yang tebal dan licin terkelupas. Tiap kali ia mengguyurkan air ke tubuhnya, kulitnya rontok. Perlahan-lahan, seluruh kulit tubuhnya terkelupas. Bujang Katak heran. Ia menatap onggokan kulitnya yang terkelupas. Ia segera masuk rumah untuk bercermin. Alangkah kagetnya ia, di hadapannya tampak sosok pemuda tampan dengan kulit kecokelatan! Bukan lagi pemuda yang menyerupai katak. Tak percaya, Bujang Katak terus meraba wajahnya. “Ibu… Ibu… cepat kemari… lihatlah diriku, Bu!” teriak Bujang Katak. Ibunya tergopoh-gopoh menghampiringa. “Ya Tuhan, sungguh besar cintaMu pada anakku ini,” seru Ibu sambil memeluk Bujang Katak.Bujang Katak kembali ke sumur untuk meneruskan mandinya. Sekali lagi, keajaiban terjadi. Onggokan kulit yang tebal itu telah berubah menjadi emas! Bujang Katak berteriak-teriak kegirangan, “Terima kasih Tuhan, terima kasih… Kau sudah memberikan jalan keluar untukku.”Bujang Katak menunjukkan emas itu pada ibunya. “Bu, sekarang aku sudah bisa membangun jembatan emas. Doakan aku, agar bisa menyeIesaikannya tepat waktu. Bujang Katak mulai bekerja, siang dan malam tiada henti.Hari yang ditentukan telah tiba. Bujang Katak dan ibunya menghadap Raja. Saat itu, Raja dan para putrinya sedang berkumpul. Mereka semua heran melihat sosok pemuda yang datang menghadap Raja.“Hai wanita tua, mana putramu yang seperti katak itu? Siapa pemuda ini?” tanya Sang Raja kebingungan.“Ampun Baginda, pemuda ini adalah Bujang Katak. Tuhan telah mengubah wujudnya menjadi pemuda yang tampan,” jawab ibu Bujang Katak. Mareka saling berpandangan. Putri Bungsu pun tersenyum bahagia.“Hei anak muda, meskipun kau sudah menjadi pemuda yang tampan, kau tetap harus memenuhi syaratku. Apakah jembatan emas itu sudah jadi?” tanya Sang Raja.“Tentu saja Baginda. Mari hamba antar Baginda untuk melihatnya,” jawab Bujang Katak.Pada pagi hari, jembatan emas itu sungguh indah. Warna keemasan memantul dari setiap bagian jembatan. Raja senang melihat tekad dan usaha Bujang Katak untuk menikahi putri bungsunga. “Rupanya pilihan Putri Bungsu memang tepat. Pemuda ini mau bekerja keras demi mencapai cita-citanya,” pikir Raja. “Baiklah Bujang Katak. Mari kita kembali ke istana dan membicarakan pesta pernikahanmu dengan Putri Bungsu,” ajak Raja. Bujang Katak pun mengangguk setuju. Ia mengulurkan tangannya pada Putri Bungsu. Dengan malu-malu, Putri Bungsu mengambut uluran tangan calon suaminya.

Aku, Kamu dan Bola Voli
Teen
25 Nov 2025

Aku, Kamu dan Bola Voli

Haii!! Aku Feona Alexa kelas 3 SMP. Aku biasa dipanggil Alexa. Setiap sore aku mengikuti latihan bola voli di daerah Gondang. Disana ada 5 pelatih yang mengajar. Tetapi ada satu yang membuat aku semangat latihan voli setiap 1 minggu 3 kali. Namanya David Mahendra dia kelas 2 SMA. Dia pelatih yang paling muda dan sangat tampan. Dia selalu sabar saat megajarku passing bawah, passing atas, serven, smash/spike.Aku mencoba untuk chat pelatihku dengan basa basi. “Kak, besok latihan?” kataku. “Iya dek. Kenapa kamu ijin ta?” kata kak David. “Enggak mas, aku cuma tanya hehe,” kataku. “Owalah kamu jangan sampai ga masuk latihan lho yaa…,” kata kak David. “Enggak mas, sekarang aku semangat latihan karena ada kamu hehe bercanda,” kataku. “Hussst… ga boleh gitu,” kata kak David. “Eh tapi btw ya mas. Kamu itu udah punya pacar?” kataku. “Belum dek. Kenapa?” kata kak David. “Enggak, cuma Tanya hehe,” kataku. “Oke,” kata kak David (menjawab singkat).Setelah menghubungi lewat chat, kak David sering mengirim pesan kepada aku. Walaupun hanya sekedar tanya kabar ataupun tentang latihan voli. Hampir setiap hari kita chatingan pagi, siang, sore, malam. Kadang kalau malam kita sering teleponan sambil tidur istilahnya sleepcall kalau anak jaman sekarang.Hampir 3 bulan kita HTS atau hubungan tanpa status tapi aku memaklumi mungkin aku cuman buat bahan gabut. Waktu di lapangan dia tertawa bersama anak latian yang lain. Dia mengajak aku berbicara berdua saat semua lagi main.“Kamu gapapa, aku lihat dari awal tadi kamu cemberut aja?” kata kak David. “Enggak tuh biasa aja” kataku. “Kamu kenapa, semalem chat aku ga kamu bales?” kata kak David. “Gapapa, semalem aku udah tidur” kataku. “Kamu kenapa sii, kamu marah?” kata kak David. “Nanti aku anter pulang ya?” kata kak David. “Aku bawa sepeda sendiri ga usah rumah kita juga beda arah” kataku. “Aku ikutin dari belakang, aku ga mau kamu kenapa kenapa” kata kak David. “Aku bilang ga usah ya ga usah kamu tau gak sii” kataku. “Kamu kenapaaa dindaaa” kata kak David. “Gapapa, nanti aku bales chatnya” kataku. “Oke, nanti aku mau ngomong sesuatu” kata kak DavidSetelah selesai latihan aku pulang sendiri tanpa aku sadar ternyata kak David mengikuti aku di belakang sampai ke rumah. Aku Tanya katanya dia ga tega kalau aku pulang sendiri jadi aku ikuti kamu dari belakang. Dari situ aku ngerasa kalau dia sayang banget sama aku. Akhirnya aku meminta maaf kepada kak David.“Kak aku minta maaf ya kalau aku udah buat kamu kesel tadi,” kataku. “Emang kamu tadi kenapa kok marah-marah?” kata kak David. “Lagi badmood hehe,” kataku. “Lain kali jangan gitu ya, aku khawatir kalo kamu pulang sendiri” kata kak David. “Iya aku tau tadi aku berlebihan marah sama kamu, padahal kita kan bukan siapa-siapa cuma sekedar pelatih dan murid” kataku. “Maksudnya? kamu dulu kan udah pernah aku tembak tapi kamu masih ga mau takut ketahuan” kata kak David. “Oke jalanin sekarang karena aku ga mau kamu deket-deket dan aku cemburu tanpa ada status,” kataku. “Serius? Tapi aku minta private dulu ya soalnya aku mau izin ke senior dulu” kata kak David “Oke, besok aku ga latihan ga ada sepeda” kataku “Aku jemput ya” kata kak David “Tapi nanti kalau temen-temen aku curiga kalau aku bareng kamu gimana?” kataku “Nanti kamu bawa pedah vario punyaku, terus dari rumahku sampai tempat latihan kamu nyetir sendiri yaa?” kata kak David “Oke, nanti pulangnya aku minta jemput ayahku saja” kataku “Aku anter sekalian aku minta restu ke ayahmu kalau aku mau serius sama kamu” kata kak David.Setelah beberapa bulan jadian sekitar 6 bulan akhirnya kita public ke temen voli dan pelatih senior. Karena kak David udah izin ke pelatih senior untuk menjalani hubungan denganku dan diperbolehkan. Tetapi syarat pacaran waktu latihan selesai selebihnya seperti pelatih dan muridSetelah teman-temanku tau kalau aku jadian sama kak David. Mereka seperti ikut bahagia akhirnya aku ga jomblo katanya dan ga cemburu lagi kalau kak David deket sama anak lainnya karena ga ada status.Waktu istirahat setelah latihan aku pulang dianter kak David. Di perjalanan kita ngobrol “Kamu capek ga?” kata kak David “Enggak sii biasa aja, kan soalnya uda biasa latihan jadi ga kerasa kalau cape” kataku “Mau makan dulu ga?” kata kak David “Boleh, makan apa? Aku pengen yang kuah kuah nih bakso yuk” kataku “Oke boleh kamu mau bakso dimana” kata kak David “Bakso di GH situ enak disitu aja” katakuSetelah sampai di tempat bakso GH aku duduk dan kak David yang pesan baksonya. “Kamu duduk aja aku pesenin” kata kak David “Aku aja yang pesen nanti kamu gak tau aku maunya apa” kataku “Aku tau kamu minta bakso yang kecil sama sambelnya banyakkan” kata kak David sambil mengusap kepala ku “Oke sip” katakuAkhirnya 1 tahun berlalu aku jadian dengan kak David. Dan aku beruntung memilikinya yang sabar dalam menghadapiku. Kita saling menerima satu sama lain. Dan buat kalian yang masih HTS cepetan jadian dibanding nanti diambil orang hehe semangatt.END

Ke Yogyakarta
Teen
25 Nov 2025

Ke Yogyakarta

Pada pagi awal tahun saya bersiap untuk pergi sekolah. Sesaat saya sampai di sekolah aku dan teman temanku menceritakan tentang liburan sekolah.Bel masuk pun bunyi aku dan teman temanku pergi masuk kelas. Guru pun masuk dan mau menyampaikan sesuatu sebelum pembelajaran dimulai.“Assalamualaikum anak anak, Bagaimana kabarnya?” “Waalaikum salam bu, baik bu” jawab semua siswa “Anak anak sebelum pelajaran ibu mau menyampaikan sesuatu” kata bu guru “Mau menyampaikan apa bu?” Tanya temanku “Jadi hari jumat besok kita akan pergi rekreasi ke jogja” jawab guruku “hore hore hore” sontak suara temankuSetelah menyampaikan informasi itu pembelajaran pun dimulai. Setelah pembelajaran bel istirahat pun berbunyi dan semua temanku pun pergi keluar untuk menuju ke kantin.“Nanti pas kita pergi ke jogja kita duduk di belakang ya” kata temanku “Iya nanti kita duduk di belakang supaya kita bisa mabar bareng” jawab temanku “iya nanti pasti seru ya” kataku “iyaaaa” jawab temankuSetelah berbincang bincang aku pun membeli makanan dan minuman. Setelah membeli makanan dan minuman bel masuk pun berbunyi. Aku dan temanku pun pergi menuju kelas dan ternyata di kelas sudah ada guru. Aku pun pergi ke tempat dudukku dan melanjutkan pembelajaran. Setelah pembelajaran bel pulang pun berbunyi aku pun bergegas pulang untuk memberitahu ibuku tentang mau pergi ke jogja.Aku pun sampai… “assalamualaikum bu” kataku “waalaikum salam nak” jawab ibuku “Bu tadi aku di sekolah ada informasi dari bu guru” “informasi apa itu nak?” Tanya ibuku “besok jumat aku mau rekreasi ke jogja” jawabku “ooo seru pasti itu nak”Setelah aku memberitahu aku pun pergi ke kamar tidur dan menaruh peralatan sekolahku dan tidur. Aku pun bangun kesorean sampai tidak berangkat mengaji. Aku pun menyiapkan keperluanku untuk di jogja nanti dari baju dan camilan untuk di bus. Setelah menyiapkan keperluan aku mengambil untuk pergi mandi. Setelah mandi ternyata ayahku pulang dan membawa bakso aku pun memakan bakso itu dan menceritakan kalau aku mau rekreasi ke jogja.“Yah aku besok mau pergi ke jogja bersama teman temanku” kataku “Wah kok mendadak nak” kata ayahku “Ga tau yah kata bu guru emang gitu” kataku “pasti seru itu nak” kata ayahkuSetelah memberitau aku pun pergi ke pawon untuk menaruh mangkok dan mencucinya. Adzan magrib pun berkumandang aku bergegas mengambil air wudhu dan pergi sholat. Setelah sholat aku mengerjakan pr dan menonton tv. Setelah mengerjekan pr aku pergi tidur.Jumat pun tiba, aku pergi mandi dan bersiap siap umtuk pergi ke sekolah. Di Kelas ternyata teman teman sudah sampai semua. Aku menaruh tas dan menunggu guru datang ke kelas. Guru pun datang dan pembelajaran pun dimulai. setelah enam jam aku belajar bel pulang pun berbunyi dan aku bergegas untuk pulang. Setelah sampai di rumah aku pun mandi dan pergi sholat jumat. Setelah pulang jumatan aku pun langsung tidur. Aku bangun jam 6 malam dan langsung pergi mandi dan sholat. Setelah sholat aku mengecek keperluanku untuk di jogja. Setelah sholat isya aku pergi ke sekolah. Setelah sampai di sekolah aku berpamitan ke keluargaku“bu, aku pamit berangkat ya” kataku “iya nak hati hati di sana ya” kata ibuku “iya bu siap” kataku “sudah pamit ayah nak?” kata ibuku “belum bu ini mau pamitan nunggu uang saku dari ibu hehe” kataku “anak ini kalau masalah uang ga pernah lupa” kata ibukuAku pun pergi ke ayah untuk berpamitan “yah aku pamit ya” kataku “iya nak hati hati di sana dan ini uang sakumu untuk di sana”Aku pun pergi ke bus dan duduk di bus paling belakang bersama lima temanku dan satu guru. Bus pun jalan dan aku asik melihat jalan sampai aku tertidur. Setelah dua jam perjalanan bus pun berhenti di rest area. Aku dan temanku pergi ke kamar mandi untuk kencing sebentar. Setelah kencing aku pun naik bus lagi. Bus pun berjalan lagi dan aku sampai jogja jam tiga. Dan berhenti di mushola dekat pantai untuk istirahat dan sholat. Setelah sholat aku pergi ke pantai bersama temanku. Setelah dua jam aku di pantai aku naik bus lagi untuk pergi ke candi Borobudur. Bus pun sampai di Borobudur dan aku membangunkan temanku yang tertidur.“bangun bangun” kataku “sudah sampai kah?” Tanya temanku “sudah, ayo turun” katakuAku dan temanku pun turun dan di bawah ternyata banyak pedagang. Aku pun berjalan naik ke atas candi bersama teman dan guruku. Saat di bawah ternyata ada gajah“Il itu ada gajah” kata temanku “mana mana “kataku “itu di bawah candi” kata temanku “ooo iya ada satu gajah” katakuTemanku pun bertanya kepada perawat gajah itu “om, itu yang di sana gajah apa?” Tanya temanku “itu gajah Sumatra dek” jawab perawat gajah tersebut “ooo, terimaksih ya om” kata temanku “iya dek sama sama” jawab perawat tersebutAku pun melanjutkan perjalanan menuju bus setelah melihat gajah itu. Aku pun sampai di bus dan memakan cemilan yang aku bawa dari rumah. Setelah menunggu beberapa menit menunggu bus pun jalan menuju malioboro. Aku sampai di malioboro jam 15.00. Aku di sana membeli baju dan oleh oleh untuk keluarga di rumah. Setelah berbelanja aku dan rombonganku pergi menuju bus sambil membawa oleh. Saat naik bus ternyata semua sudah naik bus dan setelah bu guru mengecek rombongan bus pun jalan dan pulang.

Cerita Rakyat dari Bangka Belitung : Si Penyumpit dan Babi Hutan
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat dari Bangka Belitung : Si Penyumpit dan Babi Hutan

Si Penyumpit adalah seorang pemuda yang pandai menyumpit hewan buruan. Selain kemampuannya dalam menyumpit, dia juga pandai meramu obat-obatan. Penduduk desa sangat menyukai si Penyumpit. Hanya satu orang yang tidak suka padanya, yaitu Pak Raje, Kepala Desa yang kikir. Almarhum ayah si Penyumpit pernah berutang pada Pak Raje dan ia selalu menuntut si Penyumpit untuk melunasi utang ayahnya.Suatu hari, Pak Raje menemui Si Penyumpit. “Hai Penyumpit, untuk melunasi utang ayahmu, kau harus menjaga sawahku dari serbuan babi hutan. Sumpitlah mereka supaya tidak kembali lagi. Tapi ingat, jika kau lengah dan babi hutan itu merusak padiku lagi, kau harus membayar ganti rugi padaku,” kata Pak Raje. Tak bisa menolak, Penyumpitpun menyetujuinya.Malam itu, ia memulai tugasnya dengan waspada.”Aha, itu mereka,” bisiknya dalam hati, matanya memandang tajam ke arah sawah milik Pak Raje. Segerombolan babi hutan menuju ke sawah Pak Raje. Si Penyumpit mengeluarkan alat sumpitnya, dan huuppp… melayanglah anak sumpitnya ke gerombolan babi hutan itu. “Ngoiikkk…” seekor babi hutan terkena sumpitannya. “Ngoikkk…ngoik… ngoik…” babi hutan itu berteriak-teriak seolah memberi peringatan pada teman-temannya. Mereka semua Iari menyelamatkan diri.Si Penyumpit keluar dari persembunyiannya. Ia hendak melihat babi hutan yang disumpitnya, tapi babi hutan itu sudah pergi. “Aneh, seharusnya ia mati terkena sumpitanku.” Penasaran, si Penyumpit mengikuti jejak darah yang tercecer di tanah. Jejak itu berhenti di sebuah rumah kecil di hutan. Dari jendela, terlihat beberapa wanita cantik. “Di mana babi hutan itu?” bisiknya. Salah satu dari wanita cantik itu terluka perutnya. Si Penyumpit pun mempertajam penglihatannya. “Hei, bukankah itu mata sumpitku?” Ia heran, tadi ia menyumpit babi hutan, tapi mengapa wanita itu terluka? Tak mau berlama-lama, si Penyumpit mengetuk pintu.“Siapa kau mengapa datang tengah malam begini?” tanya wanita yang membuka pintu.“Namaku si Penyumpit. Tadi aku menyumpit seekor babi hutan. Tapi aneh, babi hutan itu hilang. Setelah aku ikuti jejak darahnya, ternyata berhenti di rumah ini.”“Oh, jadi kau yang menyumpit adik kami? Lihat, sekarang ia kesakitan. Kami tak tahu bagaimana caranya melepas mata sumpit itu,” kata wanita itu marah. Si Penyumpit bingung. “Apakah kalian ini gerombolan babi hutan tadi?” tanyanya.“Ya, kami memang siluman babi hutan. Kami menjadi babi hutan untuk mencari makan di malam hari,” jawab wanita itu.Sekarang barulah si Penyumpit mengerti. “Oh, maafkan aku. Aku tak sengaja melukai adikmu. Tapi jangan khawatir, aku akan melepaskan anak sumpit itu dan mengobati lukanya,” katanya. Wanita itu setuju.Si Penyumpit meminta beberapa helai daun keremunting yang ditumbuk. Ia akan membalutkannya ke luka tersebut. Berhasil… anak sumpit itu berhasil ditarik. Luka di perut itu kemudian dibalut dengan tumbukan daun keremunting. Darah pun berhenti bercucuran.Wanita itu lega. Ia berterima kasih pada si Penyumpit. “Meskipun kau telah menyumpit adikku, aku tetap berterima kasih padamu. Sebagai hadiah, terimalah ini,” kata wanita itu sambil mengeluarkan empat bungkusan kecil.Si Penyumpit menolak, “Sudah seharusnya aku mengobati adikmu. Tak perlu memberiku hadiah.”“Terimalah. Bungkusan ini berisi kunyit, buah nyatoh, daun simpur, dan buah jering. Anggaplah ini sebagai tanda persahabatan dari kami,” kata wanita itu memaksa. Akhirnya, si Penyumpit mengalah. Ia menerima keempat bungkusan itu.Hari sudah menjelang pagi ketika si Penyumpit sampai di rumah. Dengan hati-hati, ia membuka bungkusan tadi. Terngata isinya perhiasan emas, intan, dan berlian! Si Penyumpit gembira sekali, “Terima kasih babi hutan. Dengan begini aku mampu melunasi utang ayahku pada Pak Raje.” Gumamnya dalam hati.Si Penyumpit menjual semua perhiasan itu dan menemui Pak Raje. “Darimana kau dapat uang sebanyak ini? Jangan-jangan kau merampok?” tanya Pak Raje curiga.Si Penyumpit lalu menceritakan pengalamannya pada Pak Raje. “Jadi, sekarang utang ayahku sudah lunas, ya Pak,” kata si Penyumpit. Pak Raje hanya mengangguk. Dalam hati, ia punya rencana. Ia akan meniru pengalaman si Penyumpit. “He… he… siapa tahu babi hutan itu juga memberiku perhiasan,” tawanya dalam hati.Malam harinya, Pak Raje sudah siap dengan alat sumpitnya. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya babi-babi hutan itu datang. Persis seperti pengalaman si Penyumpit sebelumnya, ia menyumpit babi-babi hutan itu. Pak Raje juga mengikuti jejak ceceran darah babi hutan yang terluka. Ia pura-pura hendak menolong wanita siluman babi hutan itu.Pak Raje tak tahu, seharusnya ia mempersiapkan ramuan obat untuk mencegah darah bercucuran dari luka. Ketika Pak Raje mencabut anak sumpitnya, wanita itu berteriak kesakitan. Darah segar mengucur deras dari lukanya. Darah itu tak mau berhenti, sehingga mereka semua panik. Wanita-wanita itu marah. Mereka berubah menjadi babi hutan dan menyerang Pak Raje.Pak Raje kembali ke rumahnya dengan tubuh penuh luka. Putrinya sangat terkejut melihat keadaan agahnya. Ia lalu segera menemui si Penyumpit untuk meminta tolong.“Apa yang terjadi? Mengapa ayahniu terluka parah.” tanya si Penyumpit.“Aku tak tahu. Semalam Ayah bilang la mau menjaga sawah untuk menangkal babi hutan. Mungkin Ayah diserang babi hutan?” jawab putri Pak Raje, Mendengar hal itu, mengertilah si Penyumpit apa yang sebenarnya telah terjadi pada Pak Roje. Sebenarnya ia hendak menertawakan kebodohan Pak Raje, noman dia tidak tega melihat putri Pak Raje yang terus menangis.Si Penyumpit kemudian meramu obat dan mengoleskannya ke seluruh tubuh Pak Raje. Perlahan, Pak Raje mulai menggerakkan tangannya dan membuka matanya. Melihat si Penyumpit yang sedang mengobati dirinya, dia menjadi malu. “Ayah, syukurlah Ayah sudah sadar,” kata putrinya.Perlahan, Pak Raje bangun dan duduk di pembaringannya.“Maafkan aku atas sikapku selama ini. Kau memang pemuda yang baik, sedikit pun kau tidak mendendam padaku,” katanya. “Untuk membalas budi, aku akan menikahkanmu dengan putriku. Apakah engkau bersedia?” tanya Pak Roje lagi.Putri Pa k Roje tersipu malu. Si Penyumpit memandanginya. Memang sebenarnya sudah lama Si Penyumpit menyukai putri Pak Raje yang cantik dan baik hati. Tapi ia tak pernah berani mengatakannya. “Tentu aku mau Pak Raje,” jawab Si Penyumpit gembira.“Jika begitu, aya kita sebarkan berita baik ini pada penduduk desa,” kata Pak Raje dengan bersemangat.Pesta pemikahan antara si Penyumpit dan putri Pak Raje dilaksanakan dengan merioh. Semua penduduk desa diundang. Karena sudah berusia lanjut. Pak Raje meminta si Penyumpit untuk menggantikannya sebagai kepala desa. Dan si Penyumpit berhasil memimpin desa itu dengan arif dan bijaksana sehingga masyarakat hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan

Kenapa Aku Berbeda?
Teen
25 Nov 2025

Kenapa Aku Berbeda?

Masa SMA adalah masa yang selalu disebut masa yang paling indah oleh orang orang. Masa dimana para perempuan menganggap ini adalah waktu mereka untuk tampil cantik. Bertujuan untuk menarik perhatian orang sekitar, khususnya lawan jenis. Tetapi berbeda dengan jingga.Pada suatu pagi yang cerah dan hening, tiba tiba terdengar suara jeritan seorang ibu yang bangun kesiangan. “ADUH GAWAT!! MAMA TELAT BANGUN!!” Jeritnya sambil kelimpungan “Belum bikin sarapan, belum bangunin anak anak juga” lanjutnya sambil berjalan ke dapur. Saat sampai di dapur, ternyata anak anaknya sudah bangun dan rapi memakai baju sekolah. “Pagi, ma” sapa anak kedua nya. “Eh?! Semuanya sudah siap??” bingung mama. “Aku udah bikinin nasi goreng buat kita semua sarapan” “Ya ampun, kok kamu baik banget sih? Mama jadi tertolong banget!” ujar mama sambil memeluk kepala jingga. “Gapap lagian mama juga pasti capek habis kerja”Saat percakapan itu berakhir mama tiba tiba teringat sesuatu. “Oh iya, ngomong ngomong dimana kakakmu?” Tanya mama. “Kakak masih mandi tuh dari tadi. Karena kakak masih lama jadi aku berangkat duluan aja ya, jesa sekalian berangkat sama aku aja” “Kamu mau berangkat sekarang? Rambutmu masih berantakan gini, mau mama rapikan dulu?” Tawar mama sambil memegang rambut jingga. “Gak usah ma, mau dirapikan pun gak merubah aku jadi cantik” minder jingga. “Ya udah aku berangkat dulu” lanjut jingga. “Hm, anak itu nada bicaraya tegas tapi kok kata katanya tadi kayak orang minder ya?” Batin mama.Firasat seorang ibu memang tidak pernah meleset, dan memang benar di balik sifatnya yang tegas. Terdapat seorang gadis yang tidak percaya diri. Semua berawal dari kejadian di masa kecil yang tidak pernah diceritakan oleh siapapun.“Hei, jingga!” panggil seorang anak laki laki dengan kasar Jingga hanya menoleh dan memasang wajah bertanya. “Kemarin aku liat kamu di supermarket, loh! Bareng sama mamamu, kakakmu, dan adikmu!” “Mereka bertiga wajahnya sama, tapi kok cuman kamu yang beda sendiri sih?” “Aku liat mereka cantik dan kuliynya putih. Sedangkan kamu gak ada miripnya sama sekali” “Kamu tuh item, keriting, banyak bekas jerawatnya lagi!” “Hei, dengar yah!” balas jingga dengan marah. “Ini bintik bitnik, bukan jerawat, dan memang aku ini lebih mirip papaku” “Hah, masa sih? Buktinya mana?” Anak laki laki itu terus mengejek jingga dan mengeluarkan kata kata. “Papa kamu kan udah ga ada!? Jangan jangan kamu anak pungut ya?!”Waktu itu, jingga tidak diam saja dan memukul anak laki laki iti habis habisan. Tapi sejak saat itu ejekan teman temannya terus menembus di hati jingga, karena tidak mau dianggap lemah jingga menutupi rasa tidak percaya dirinya dengan bersikap galak tegas. Padahal sebenarnya jingga sangat insecure apalagi jika ada orang yang membandingkannya dengan keluarganya. Dan orang yang paling sering dibandingkan dengan dia yaitu kakak perempuannya sendiri yaitu jelita.Jelita adalah siswa popular di sekolahnya. Cantik, ceria, aktif dan temannya pun ada banyak. Tapi banyak teman dan eskul, membuat jelita hampir tidak pernah ikut mengurus pekerjaan rumah. Alhasil, jinggalah yang mengerjakan seluruh urusan rumahnya. Seperti, memasak, membersihkan rumah, dan mengantar sekolah jesa.Saat akan mengantarkan buku ke ruang guru, jingga tidak sengaja berpapasan dengan ketos, yaitu ezra yang juga keluar dari ruang guru. Yang ternyata jingga telah mengagumi ezra sejak MOS, alasan jingga mengagumi ezra karena saat MOS ada teman sekelompoknya tidak memakai atribut dan dihukum. Sebagai ketua jingga lantas menemui panitia MOS dan mengatakan bahwa ia juga melakukan kesalahan karena tidak mengingatkan teman sekelompoknya untuk memakai atribut lengkap, jingga dan seluruh teman sekelompoknya akhirnya dikenakan hukuman. Setelah melaksanakan hukuman jingga beristirahat di taman sekolah. Tiba tiba seseorang mendatanginya dan mengatakan. “Kerja bagus” ucap seseorang tersebut sambil melempar sebuah permen. Mulai saat itulah jingga mengagumi orang tersebut.Saat keluar dari ruang guru jingga bertemu dengan jelita yang ternyata memperhatikannya sedari ia masuk dan berpapasan dengan ezra. “Adikku sudah besar ya ternyata” goda jelita. “Apasih” jawab jingga. “Gausah malu malu gitu dong” goda jelita lagi. “Apasih ga jelas tau gak!” jawab jelita lagi sambil beranjak pergi dari sana. “Kamu tau aku sama ezra sekelas loh!!” kata jelita. “Gimana kalau kita taruhan buat dapetin ezra?” tawar jelita. Jingga yang mendengar itu sontak menghentikan langkahnya dan berkata. “Kamu gila ya?! Kamu kira itu cocok buat dijadiin bahan candaan?! Kata jingga sambil menoleh kepada jelita.Setelah mendengar perkataan jelita, jingga menjadi berpikir untuk mendekati ezra. Saat itu juga jingga mencari keberadaan ezra dan ternyata ezra berada di kantin. Jingga mengumpulkan keberaniannya untuk mendekatinya. Namun ternyata saat jingga berjalan mendekatinya jingga tiba tiba kehilangan keberaniannya. Hari hari berlalu, entah itu takdir atau buakan, hampir setiap hari jingga berpapasan dengan ezra. Namun saat berpapasan jingga selalu memilih untuk bersembunyi daripada menemuinya.Pada suatu hari kelas jingga sedang melakukan pelajaran olahraga di lapangan. Jingga yang saat itu sedang melamunkan perbuatannya saat bertemu dengan ezra, tiba tiba sebuah bola melayang dan mengenai kepalanya. Jingga yang saat itu sedang melamun lantas marah karena sebuah bola tersebut telah mengganggu lamunanya. “Auwsh” ringis jingga sambil menahan sakit di kepalanya. Bersamaan dengan seseorang mendatanginya dan berniat untuk mengambil bola yang mengenai kepala jingga.“Sori sori, aku kira gak ada orang disitu” ucap seseorang tersebut. Jingga yang mendengar kata kata itu sontak menoleh. “Ohh, ternyata dia” batin jingga. “Kenapa sih aku sekelas terus sama dia, mulai dari TK, SD, SMP, bahkan sampai SMA” batin jingga lagi. Ternyata orang yang melemparkan bola kepadanya adalah anak yang dulu sering mengejeknya dan membedakannya dengan keluarganya. Ya andre namanya.“Kemarin aku liat kakakmu, jelita sama ezra jalan bareng. Mereka pacaran ya?!” tanya andre. Para siswi yang mendengar itu pun langsung bisik bisik membicarakan mereka. “Emang iya ya?” “Kayaknya sih emang iya, kemarin salah satu teman kita juga liat mereka sih!!” “Kalau beneran iya sih gapapa, toh mereka juga cocok. Sama sama good looking” “Beneran ndre? Kamu gak bohong kan?!” tanya salah seorang dari mereka. “Beneranlah!! Ngapain juga aku bohong. Orang aku liat sendiri kok” jawab andre. “Apasih, jangan ngarang kamu?!” kaget jingga dengan nada yang sewot. “Kenapa, kok kamu jadi sewot sih?” tanya andre. “Jangan jangan kamu suka ya sama ezra?” tanya andre lagi. “Gak lah ngapain aku suka sama ezra” bohong jingga. “Iya sih, ngapain juga kamu suka sama ezra” jawab andre. “Lagian ezra juga lebih cocok sama jelita daripada sama kamu. Jelita cantik, pinter, tinggi. Sedangkan kamu, udah jelek, pendek, banyak jerawatnya lagi”Jingga yang mendengar perkataan yang andre lontarkan seketika membuat hatinya menjadi sakit dan ia kembali mengingat seluruh perkataan menyakitkan yang selalu andre lontarkan kepadanya. Jingga yang hatinya merasa sakit dan air matanya seketika turun. Jingga kemudian membalikkan badan dan beranjak pergi meninggalkan mereka semua dengan berderai air mata.“Kamu sih ndre, kasian tau dia” kata salah satu teman mereka. “Ya mana aku tau, aku kan gak sengaja” kata andre tanpa rasa bersalah.Malam harinya jelita dan jesa, adik jingga dan jelita, mereka sedang menonton TV di ruang tengah. Tak lama kemudian mama mereka pulang. “Assalamualaikum” salam mama. “Waalaikumsalam” jawab jelita dan jesa. “Kalian udah makan?” tanya mama. “Udah ma” jawab mereka. Setelah mengatakan itu mama kemudian pergi meninggalkan mereka untuk pergi ke kamar. Tak lama kemudian mama kembali bergabung dengan mereka.Tiba tiba mama teringat sesuatu. “Oh iya, jingga dimana?” tanya mama. “Jingga di kamar ma, dari tadi dia gak keluar kamar. Aku tawarin makan juga dia gak mau” jawab jelita “Oh iya?! Kalu gitu biar mama aja yang tanya!” kata mama sambil beranjak menghampiri jingga ke kamarnya.Sesampainya di kamar jingga “Jingga” panggil mama. “Ayo makan, kamu belom makan loh dari tadi” ajak mama.Setelah memanggil jingga berkali kali, akhirnya jingga pun keluar dari kamarnya. Dengan mata yang sembab. “Kamu kenapa?!” tanya mama dengan perasaan khawatir. “Ma, kenapa aku berbeda?” tanya jingga sambil menangis. “Kenapa? Kenapa aku beda dari kalian, Kalian cantik sedangkan aku, aku jelek dan hitam??” tanya jingga. Mama yang mendengar itu langsung menarik jingga dalam rengkuhannya.“Jingga, kamu tau? Kamu itu mirip dengan papamu. Jadi jangan mengatakan bahwa kamu beda dengan kita” jawab mama. “Sejujurnya semua yang ada pada tubuh kita itu adalah pemberian tuhan. Jadi jingga jangan kamu merasa bahwa kamu itu berbeda dari kita. Kita semua sama” nasihat mama. “Tapi ma, anak di sekolahku selalu mengataiku berbeda dengan kalian” jawab jingga. “Itu kan penilaian mereka, bagi mama di keluarga ini kamu yang paling cantik” kata mama sambil mengusap air mata yang ada di pipi jingga.“Nak mulai sekarang, kamu jangan insecure, karena bagi mama kamu yang paling cantik” kata mama lagi.Mulai saat itu jingga tidak merasa insecure. Dan berkat perkataan, mama jingga menjadi kembali percaya diri lagi. Setiap ada seseorang yang mengatainya jelek dan hitam, ia tidak lagi memperdulikannya dan memilih untuk memperbaiki fisiknya.

Cinta Dalam Diam
Teen
25 Nov 2025

Cinta Dalam Diam

Menceritakan kisah percintaan yang susah mengungkapkan namanya “Cinta”. Masa SMP merupakan masa-masa yang terindah bagiku. Masa-masa dimana aku tertarik dengan lawan jenisku.Oh iya, Perkenalkan namaku Handika prima saputra biasanya dipanggil Prima dan wanita idolaku bersama Cantika putri salsabila. Cantika tipikal wanita yang baik, pintar dan cantik sesuai dengan namanya. Dia juga sedikit cuek, kulitnya yang putih bersih dan perawakannya tinggi sesuai dengan ukuran seorang wanita pada umumnya. Perkataan lembut dan kalem meskipun aku tidak pernah berbicara dengannya. Aku tau perkataannya lembut dan kalem karena aku sering memperhatikannya ketika dia berbicara dengan temannya. Aku lihat para lelaki yang ingin berkenalan dengannya. Wajar saja ada wanita cantik, Para lelaki lansung berbondong-bondong minta kenalan dengannya, tapi tidak dipedulikan dengan Cantika. Aku ingin sekali berkenalan dengannya dan mengajaknya berbicara. Tapi aku takut dianya malah cuek. Bisa-bisanya aku trauma untuk berkenalan dengan cewek lagi. Tapi aku akan mencoba berkenalan dengannya tidak dengan hari ini, mungkin esok atau lusa.Pada hari senin dengan suasana pagi hari, dimana hari itu upacara bendera berlangsung. Aku dan temanku bernama Rayan, sedang baris di barisan yang paling belakang. Dan alangkah terkejutnya ketika aku melihat Cantika yang baris di belakang juga. Dia terlihat begitu cantik hari ini. Aku pun terus memperhatikannya dari kejahuan dan kita berdua tidak sengaja bertatap mata. Dan aku langsung memutuskan tatap mata tersebut dan berpura-pura memperhatikan sekitar. Disitu aku salting brutal.Setelah upacara selesai dan barisan dibubarkan, ada kejadian yang sangat memalukan. Kejadian dimana aku tidak sengaja menabrak Cantika. Cantika pun terjatuh dan aku segera menolongnya. “Eh, kamu gapapa? Sini aku bantu berdiri”, kataku dengan khawatir. “Gapapa kok, makasih yaa”, katanya dengan lembut. Disitu aku melihat Cantika yang terluka karena tergores. Aku pun bergegas untuk membawa ke UKS. Disitu perasaanku campur aduk. Salting, khawatir dan sedih menjadi satu.Sesampainya di UKS, “kamu duduk dulu disini, biar aku aja yang ngobatin kaki kamu”, kataku dengan canggung. Aku segera mengambil kota P3K dan mengobati kaki Cantika. Pada saat mengobati kaki Cantika, aku langsung saja mengajaknya mengobrol dan berkenalan dengannya. Lalu aku menjelaskan namaku dan kami ngobrol banyak sekali hingga tak terasa jam udah siang dan aku pun mengantarnya ke kelas. Ngomong-ngomong kita beda kelas yaa. Sebenarnya kita berkenalan tadi aku sedikit takut jika dia akan cuek denganku akan tetapi tidak, dia sangat hangat. Dan kami pergi ke kelas masing-masing.Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 dan waktunya istirahat. Waktu istirahat ini aku gunakan untuk memaandang wajah Cantika yang sembunyi-sembunyi. Malu juga ketahuan memperhatikannya. Bagiku dia begitu sempurna. Aku membayangkan bisa memilikinya kelak. Widdihh, aku terlalu tinggi menghayal.Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Aku dan Cantika sudah mulai akrab. Pada saat berangkat sekolah, ke kantin, pulang sekolah, kita selalu bersama. Aku sudah tidak merasa canggung ketika di dekatnya bahkan bercanda dengannya. Sejak awal aku sudah memendam perasaanaku padanya akan tetapi hingga saat ini aku tidak berani mengungkapkannya. Aku takut pada saat aku mengunggkapkan perasaanku dia tolak. Hingga akhirnya aku pendam rasa ini tanpa sepengetahuannya. Tersiksa memang, tapi aku tidak mempunyai kekuatan super seperti superman. Wajahku tak setampan Al-Gazali. Beda laki-laki yang menyukai Cantika. Laki-laki itu mempunyai wajah seperti model. Aku tidak mau tersiksa dengan perasaanku sendiri dan aku memutuskan untuk menjauhinya.“PRIMA” panggil Cantika sambil berjalan ke arahku. “kamu kenapa sih?” tanyak Cantika semakin mendekat. “aku gapapa kok”. Jawabku “kamu kayaknya menjahui aku yaa?. Emang aku punya salah sama kamu, Prim?” tanya Cantika dengan heran. “Ah, enggak kok, itu mungkin cuman perasaanmu aja Can. Sudah ya aku mau pulang nih. Soalnya di rumah sibuk”. Tanpa basa basi lagi, aku pun bergegas meninggalkan Cantika disana. “tunggu Prima, kamu belum menjawab pertanyaanku… Prima… Prima”, teriak Cantika kepadaku.Keesokan harinya aku berjanji pada diriku sendiri jika aku akan melupakan Cantika dan aku juga berjanji tidak akan pernah menceritakan bagaimana perasaanku yang sebenarnya padanya. Sulit memang melupakan orang yang sebenarnya kita cintai, tapi mau tak mau aku harus move on. Memang salahku, aku mencintainya tapi tidak berani mengungkapnya. Aku memang orang pecundang.Waktu itu aku benci dengan diriku sendiri. Seiring berjalannya waktu hubungan Cantika dengan laki-laki itu semakin erat saja hingga kelulusan mendatang. Dan aku setelah lulus, aku tidak tau hubungan mereka aku serta tidak pernah berhubungan kontak dengan Cantika kini aku mulai belajar…BILA MENYUKAI LAWAN JENISMU, UNGKAPKAN AJA LANGSUNG JANGAN DIPENDAM-PENDAM KARENA SELAGI ADA WAKTU YANG LUANG MENYATAKAN CINTAMU KEPADANYA

Menampilkan 24 dari 831 cerita Halaman 28 dari 35
Menampilkan 24 cerita