Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

830

Genre Romance

166

Genre Folklore

166

Genre Horror

166

Genre Fantasy

166

Genre Teen

166

Reset
Cerita Rakyat Jakarta : Jagoan Betawi
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Jakarta : Jagoan Betawi

Si Pitung adalah sosok pemuda teladan dari Rawa Belong. Shalat lima waktu tidak pernah ia tinggalkan. Belajar mengaji kepada ulama setempat, Haji Naipin, tidak putus-putusnya dijalankan. Pemuda Betawi dahulu biasanya memang taat dalam agama dan pintar bersilat. Hal itu juga yang dilakukan Si Pitung. Selesai belajar mengaji, ia berlatih silat. Tidak terasa waktu berjalan, Si Pitung menjelma menjadi sosok yang lengkap dalam ilmu agama dan ilmu beladiri, yaitu pencak silat. Ia adalah gambaran pemuda Betawi pada waktu itu.Pada saat yang sama, penjajah Belanda sedang giat-giatnya mengeruk kekayaan alam Hindia Belanda (nama Indonesia sebelum merdeka) yang berpusat di Batavia. Tenaga rakyat diperas dalam kekejaman kerja paksa. Tak terhitung lagi korban yang jatuh. Sebagian lagi hidup dalam penderitaan dan kelaparan. Menyaksikan kenyataan itu, timbul rasa iba di hati Si Pitung. Keberpihakan pada rakyatnya sendiri yang mengubah takdir Si Pitung.Bersama Rais dan Ji’i, ia merampok rumah tauke dan tuan tanah kaya. Hasil rampokannya kemudian dibagi-bagikan kepada rakyat miskin. Rupanya, kegiatan si Pitung telah meresahkan kumpeni.Kumpeni melakukan berbagai cara untuk menangkap si Pitung. Mula-mula, dibujuknya orang-orang agar memberi informasi keberadaan si Pitung dengan iming-iming hadiah yang cukup besar. Kalau usahanya gagal, tidak segan-segan kumpeni memaksanya dengan kekerasan.Akhirnya, kumpeni berhasil mendapat informasi tentang keluarga si Pitung. Kelebihannya, merupakan kelemahannya juga. Keluarga sebagai sumber motivasi Si Pitung justru menjadi titik lemahnya. Kumpeni segera menyandera kedua orang tuanya dan Haji Naipin. Dengan siksaan yang berat, akhirnya terungkaplah keberadaan Si Pitung dan rahasia kekebalan tubuhnya.Kemampuan silat dan tubuhnya yang kebal terhadap peluru, mempermudah setiap aksi perampokannya. Sudah banyak rumah tauke dan tuan tanah yang dirampoknya, tetapi ia tidak juga berhasil ditangkap. Lagipula, orang-orang tidak menceritakan keberadaan Si Pitung. Ia banyak berjasa kepada rakyat kecil.Si Pitung dan Kawan-Kawan di serang pasukan kompeni belandaSi Pitung dan Kawan-Kawan di serang pasukan kompeni belandaPada suatu hari, Si Pitung dan teman-temannya berhasil ditemukan. Si Pitung berusaha melakukan perlawanan. Namun, hari itu memang hari naas baginya. Rahasia kekebalan tubuhnya yang selama ini membuatnya tetap hidup sudah diketahui pihak kumpeni. Si Pitung, pahlawan rakyat kecil itu dilempari telur-telur busuk dan ditembak berkali-kali. Akhirnya, ia pun menemui ajalnya dan Tuhan sudah menentukan takdirnya.Pesan moral dari Cerita Rakyat Jakarta : Jagoan Betawi adalah setiap perjuangan dibutuhkan pengorbanan. Terkadang, kita terpaksa melakukan kesalahan demi menolong orang banyak yang membutuhkan. Segala usaha dengan niat baik. pasti akan mendapat pahala dari Yang Maha Kuasa.

Pemeran Utama
Teen
25 Nov 2025

Pemeran Utama

Lirikan tajam menghunus dari mata sipit sang gadis. Suara dengkusan yang keluar dari bibir tipisnya menandakan bahwa saat ini ia sedang kesal. Bahkan keybord di depannya menjadi pelampiasan emosi yang ia rasakan. Yaa.. gadis itu adalah Adifa Adinda.Dikenal sebagai sosok yang jutek, galak, ambisius, berjiwa pemimpin namun dingin membuat ia tak begitu disukai oleh beberapa teman di kelasnya. Namun hal itu tak menjadi masalah bagi Adinda. Dia lebih memilih menutup telinga perihal gosip maupun perkataan tentang sosoknya yang misterius. Namun bila dirasa mengganggu, tak segan segan ia balas dengan peryataan sakartis dari mulut pisaunya.Hari ini, adalah pembagian hasil ulangan tengah semester yang telah dilaksanakan seminggu yang lalu. Adinda mendapat juara 3, hal tersebut membuat Adinda kesal setengah mati. Sedari kecil ia selalu berambisi untuk meraih posisi 1, Namun usaha yang dia lakukan dipatahkan oleh 2 kawannya yang bernama Fredy dan Selia.“Aduh nda, lo goblok banget sih. masa dari 36 siswa, lo cuma dapet peringkat 3. Come on nda.” gerutunya saat itu. “Yaelah, mending dapet juara daripada nggak.” ucap salah seorang temanya yang mendengar gerutuan dari Adinda. Adinda hanya melirik temannya sekilas.Ia sedang tak berminat untuk membalas ucapan orang tersebut. Karena yang pasti, akan membuatnya bertambah kesal. “Tenang nda, saingan lo cuma 2 orang kok. UAS besok lo pasti dapet juara 1.” Ucapnya untuk menyemangati dirinya sendiri. Tanpa ia sadari seseorang mengamati dan menatap Adinda secara intens. Merasa diawasi sontak membuat mata Adinda berpendar ke sekelilingya, namun perasaan tersebut lenyap seketika, Adinda kembali fokus dengan apa yang ia kerjakan di layar laptop di hadapannya, tanpa pernah menyadari siapa yang telah atau tengah mengawasinya saat ini.Tak terasa ulangan akhir semester pun tiba. waktu belajar Adinda di tambah demi terwujudnya ambisi untuk mendapat juara 1. Suara adzan isya telah berkumandang beberapa menit yang lalu. Ibunya sudah beberapa kali menegur Adinda agar melaksanakan ibadah terlebih dahulu. Namun Adinda selalu mengatakan nanti, ia masih saja berkutat dengan buku buku yang penuh dengan coretan rumus rumus yang membingungkan. Dan selalu berakhir dengan tertidur di meja belajar.Hari yang telah ditunggu pun tiba, Adinda optimis dengan hasil yang akan diperolehnya. Sambil menunggu ibunya yang mengambil rapor ia melanjutkan hobinya menulis cerita di laptop kesayangannya itu. “Nda, ayo pulang” suara lembut itu menghentikan aktifitas Adinda, ia pun hanya menurut. Saat di rumah tubuhnya mendadak lemas ketika melihat hasil yang tertera dalam raport semesternya. Ibunya yang mengetahui hal tersebut, mendekat dan memeluk Adinda “Ada apa?” tanya ibunya lembut. Adifa hanya menggeleng lemah “Maaf ma, aku ga bisa nurutin permintaan papa.” Ucapnya hampir menangis. “Gak papa Sayang, kamu udah berusaha yang terbaik” Ucap ibunya sambil mengelus rambut lurus anaknya.“Tapi ma. Kata papa aku harus jadi yang terbaik karena aku adalah pemeran utama” ucapnya saat tenggelam dalam bahu ibunya “Dan aku gagal ma” lanjutnya. “Sayang, pemeran utama tidak harus menjadi yang terbaik. Pemeran utama adalah mereka yang mampu menjadi pengaruh besar dalam hidup orang lain” ucap ibunya meyakinkan sang buah hatinya. Adinda pun hanya mampu terisak dalam pelukan hangat ibunda “Buat mama sama papa, kamu adalah anugerah terbaik yang pernah kami miliki dan bagi mama kamu tetap akan menjadi pemeran utama buat mama setelah papamu udah ga ada.” lanjutnya “Kamu tahu kenapa peringkat kamu menurun menjadi 5, padahal kamu sudah belajar keras?” tanya ibunya lembut Adinda hanya menggeleng lemah “Karena kamu terlalu fokus dengan belajar sehingga lupa ibadah kamu, sekarang mama tanya, kamu kemarin masih sering sholat tahajud?” mendengar pertanyaan mamanya. Adinda seperti ditampar oleh tangan yang tak kasat mata. Ia hanya mengangguk pelan menyadari kesalahannya.Pada malam harinya, Adinda kembali pada rutinitas dini harinya. Setelah melaksanakan sholat tahajudnya ia baru menyadari bahwa ia melupakan satu hal selain yang dikatakan oleh mamanya. “Oh ya dulu papa pernah bilang kamu dan setiap orang adalah pemeran utama dalam cerita yang tuhan tulis, jadi jangan pernah iri dengan cerita orang lain” tuturnya dengan dirinya sendiri. “Nda nda lo goblok banget seh. saingan lo bukan cuma Fredy dan Selia tapi 35 anak, Dan musuh terbesar lo adalah ego lo sendiri”. “Dan gue harap lo lebih bisa mengenal diri lo sendiri nda” monolongnya dengan dirinya sendiri “Terimakasih ya Tuhan, atas teguranmu kali ini” ucapnya mengakhiri kegiatannya.Ya.. Tuhan selalu tahu cara menyadarkan hambanya, hanya kita sendiri yang terkadang tidak peka dengan kode yang diberikan oleh-NYA. Ucap Adinda dalam hati.

Legenda Cerita si Pitung – Pendekar dari Betawi
Folklore
25 Nov 2025

Legenda Cerita si Pitung – Pendekar dari Betawi

Dahulu di Betawi, ada seorang pendekar bernama Pitung. Ia adalah anak dari Bang Piun dan Mpok Pinah.Ia sering dipanggil dengan sebutan Bang Pitung.Bang Pitung adalah pendekar yang baik hati, patuh kepada agama, dan selalu menolong sesama.cerita si pitungcerita si pitungBang Pitung pun memiliki kesaktian yang luar biasa. Ia tak mempan ditembus senjata.Tetangga-tetangga Bang Pitung hidup serba kekurangan. Bang Pitung pun merasa iba.Apalagi orang-orang yang kaya justru semakin kaya, tanpa memedulikan rakyat yang miskin.“Aku harus melakukan sesuatu untuk membantu masyarakat,” ucap Bang Pitung.Bang Pitung pun mengumpulkan pemuda-pemuda di kampungnya. Mereka merampok harta milik orang-orang kaya. Harta itu kemudian dibagikan kepada rakyat miskin.Meskipun Bang Pitung suka merampok, tapi ia tidak suka dengan perampok yang merampok untuk kepentingan pribadi. Ia justru selalu memberi pelajaran kepada mereka.Aksi Bang Pitung pun akhirnya terdengar oleh kompeni Belanda yang menguasai daerah itu.“Kita harus menghentikan Pitung, agar kompeni Belanda tidak resah dengan keberadaannya,” ucap kepala polisi kompeni Belanda.Berbagai upaya dilakukan. Namun, Bang Pitung selalu bisa lolos dari pasukan kompeni Belanda. Berkali-kali kompeni Belanda mencoba menembaknya, tapi Pitung tak terluka sama sekali. Kepala kompeni Belanda hampir putus asa.“Bagaimana cara menangkap Pitung? Apakah ia tidak memiliki kelemahan?” tanya kepala kompeni Belanda, merasa kesal.Akhirnya, ia menemui guru si Pitung, yaitu Haji Naipin. Karena merasa nyawanya terancam, Haji Naipin pun membocorkan kelemahan Si Pitung.“Akhirnya aku tahu kelemahanmu Pitung!” ucap kepala kompeni Belanda dengan geram.Setelah beberapa lama, kompeni Belanda mengetahui persembunyian si Pitung. Tanpa membuang waktu, mereka Iangsung menyergap si Pitung. Kompeni Belanda yang sudah mengetahui kelemahan Pitung pun dengan mudah melumpuhkan Pitung, yaitu dengan cara mengambil jimatnya saat dia mandi di sungai.Akhirnya Pitung meninggal karena luka tembak peluru emas. Sesudah Si Pitung meninggal, makamnya dijaga oleh tentara karena percaya bahwa Si Pitung akan bangkit dari kubur.

Cerita Legenda Situ Bagendit
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Legenda Situ Bagendit

Pada zaman dahulu kala, di sebelah utara kota Garut, terdapat sebuah desa yang penduduknya kebanyakan adalah petani. Karena tanah di desa itu sangat subur dan tidak pernah kekurangan air, maka sawah-sawah mereka selalu menghasilkan padi yang berlimpah ruah. Namun meski begitu, para penduduk di desa itu tetap miskin kekurangan. Hal tersebut disebabkan oleh ulah seorang tengkulak bernama Nyai Bagendit.Hari masih sedikit gelap dan embun masih bergayut di dedaunan, namun para penduduk sudah bergegas menuju sawah mereka. Hari ini adalah hari panen. Mereka akan menuai padi yang sudah menguning dan menjualnya kepada Nyai Bagendit.Nyai Bagendit adalah orang terkaya di desa itu. Rumahnya mewah, lumbung padinya sangat luas karena harus cukup menampung padi yang dibelinya dari seluruh petani di desa itu. Ya! Seluruh petani. Dan bukan dengan sukarela para petani itu menjual hasil panennya kepada Nyai Bagendit. Mereka terpaksa menjual semua hasil panennya dengan harga murah kalau tidak ingin cari perkara dengan centeng-centeng suruhan wanita itu. Lalu jika pasokan padi mereka habis, mereka harus membeli dari Nyai Bagendit dengan harga yang melambung tinggi.“Wah kapan ya nasib kita berubah?” ujar seorang petani kepada teman nya.”Tidak tahan saya hidup seperti ini. Kenapa yah, Tuhan tidak menghukum si lintah darat itu?”“Sssst, jangan keras-keras, nanti ada yang dengar!” sahut temannya. “Kita mah harus sabar! Nanti juga akan datang pembalasan yang setimpal bagi orang yang suka berbuat aniaya pada orang lain. Tuhan tidak pernah tidur!”Sementara itu Nyai Bagendit sedang memeriksa lumbung padinya.“Barja.” kata Nyai Bagendit pada centengnya.”Bagaimana? Apakah semua padi sudah dibeli?”“Beres Nyi.” jawab Barja. “Lumbung sudah penuh diisi padi, bahkan beberapa masih kita simpan di luar karena sudah tak muat.”“Ha ha ha ha…! Sebentar lagi mereka akan kehabisan beras dan akan membeli padiku. Aku akan semakin kaya!” Nyai Bagendit tertawa senang. “Awasi terus Para petani itu, jangan sampai mereka menjual hasil panennya ke tempat lain. Beri pelajaran bagi siapa saja yang membangkang!”Cerita Legenda Situ Bagendit Dongeng Sunda Jawa BaratCerita Legenda Situ Bagendit Dongeng Sunda Jawa BaratBenar saja, beberapa minggu kemudian para penduduk desa mulai kehabisan bahan makanan bahkan banyak yang sudah mulai menderita kelaparan. Sementara Nyai Bagendit selalu berpesta pora dengan makanan-makanan mewah di rumahnya.“Aduh Pak, persediaan beras kita sudah menipis. Sebentar lagi kita terpaksa harus membeli beras ke Nyai Bagendit.” keluh seorang penduduk desa pada suaminya. “Kata tetangga harganya sekarang lima kali lipat dibanding saat kita jual dulu. Bagaimana ini, Pak?”Pada suatu siang yang panas, dari ujung desa nampak seorang nenek yang berjalan terbungkuk-bungkuk. Dia melewati pemukiman penduduk dengan tatapan penuh iba.“Hmm, kasihan para penduduk ini. Mereka menderita hanya karena kelakuan seorang saja. Sepertinya hal ini harus segera diakhiri.” pikir si nenek. Dia berjalan niendekati seorang penduduk yang sedang menumbuk padi.“Permisi! Saya numpang tanya,” kata si nenek.“Ya, Nek ada apa ya?” jawab wanita yang sedang menumbuk padi tersebut“Dimanakah saya bisa menemukan orang yang paling kaya di desa ini?” Tanya si nenek.“Oh, maksud nenek rumah Nyai Bagendit?” kata wanita itu. “Sudah dekat, Nek. Nenek tinggal lurus saja sampai ketemu pertigaan, lalu belok kiri. Nanti akan terlihat rumah yang sangat besar. Itulah rumahnya. Memang nenek ada periu apa sama Nyai Bagendit?”“Saya mau minta sedekah,” kata si nenek.“Ah percuma saja nenek minta sama dia, tidak akan dia memberinya. Kalau nenek lapar, makanlah di rumah saya, tapi hanya seadanya.” kata wanita itu.“Tidak usah, terima kasih” jawab si nenek. “Saya hanya mau tahu reaksinya kalau ada pengemis yang minta sedekah. Oya, tolong beritahu penduduk desa lainnya agar siap-siap menqungsi. Karena sebentar lagi akan ada banjir besar.”“Nenek bercanda, ya?” kata wanita itu kaget.”Mana mungkin ada banjir di musim kemarau?”“Aku tidak bercanda,” kata si nenek.”Aku adalah orang yang akan memberi pelajaran pada Nyai Bagendit. Maka dari itu segera mengungsilah, bawalah barang berharga milik kalian,” kata si nenek. Setelah itu si nenek pergi meninggalkan wanita tadi yang masih berdiri mematung.Sementara itu Nyai Endit sedang menikmati hidangan yang berlimpah, demikian pula para centengnya. Si pengemis tiba di depan rumah Nyai Endit dan langsung dihadang oleh para centeng.“Hei pengemis tua! Cepat pergi dari sini! Jangan sampai teras rumah ini kotor terinjak kakimu!” bentak centeng.“Saya mau minta sedekah. Mungkin ada sisa makanan yang bisa saya makan. Sudah tiga hari saya tidak makan,” kata si nenek.“Apa peduliku,” bentak centeng. “Kalau mau makan ya beli, jangan minta! Sana, cepat pergi sebelum saya seret.”Tapi si nenek tidak bergeming di tempatnya. “Nyai Endit keluarlah! Aku mau minta sedekah. Nyai Bagendiiit …!” teriak si nenek.Centeng-centeng itu berusaha menyeret si nenek yang terus berteriak-teriak, tapi tidak berhasil.“Siapa sih yang berteriak-teriak di luar,” ujar Nyai Endit. “Mengganggu orang makan saja!”“Nei, siapa kamu nenek tua? Kenapa berteriak-teriak di depan rumah orang?” bentak Nyai Bagendit.“Saya hanya mau minta sedikit makanan karena sudah tiga hari saya tidak makan,”kata nenek.“Tidak ada makanan di sini! Cepat pergi, nanti rumahku kotor.”Namun, sang nenek bukannya pergi tapi justru menancapkan tongkatnya ke tanah lalu memandang Nyai Endit dengan penuh kemarahan.“Bagendit! Selama ini Tuhan memberimu rezeki berlimpah tapi kau tidak bersyukur. Kau kikir! Sementara penduduk desa kelaparan kau malah menghambur-hamburkan makanan” teriak si nenek berapi-api. “Aku datang kesini sebagai jawaban atas doa para penduduk yang sengsara karena ulahmu! Kini bersiaplah menerima hukumanmu.”“Ha ha ha .. Kau mau menghukumku? Tidak salah nih? Kamu tidak lihat centeng-centengku banyak! Sekali pukul saja, kau pasti mati,” kata Nyai Endit.“Tidak perlu repot-repot mengusirku,” kata nenek. “Aku akan pergi dari sini jika kau bisa mencabut tongkatku dari tanah.”“Dasar nenek gila. Apa susahnya mencabut tongkat. Tanpa tenaga pun aku bisa!” kata Nyai Endit sombong. Lalu hup! Nyai Endit mencoba mencabut tongkat itu dengan satu tangan. Ternyata tongkat itu tidak bergeming. Dia coba dengan dua tangan. Hup hup! Masih tidak bergeming juga.“Sialan!” kata Nyai Endit. “Centeng! Cabut tongkat itu! Awas kalau sampai tidak tercabut. Gaji kalian aku potong!”Centeng-centeng itu mencoba mencabut tongkat si nenek, namun meski sudah ditarik oleh tiga orang, tongkat itu tetap tak bergeming.“Ha ha ha. kalian tidak berhasil?” kata si nenek. “Ternyata tenaga kalian tidak seberapa. Lihat aku akan mencabut tongkat ini.”Brut! Dengan sekali hentakan, tongkat itu sudah terangkat dari tanah. Byuuuuurrr!!!! Tiba-tiba dan bekas tancapan tongkat si nenek menyembur air yang sangat deras.“Bagendit! Inilah hukuman untukmu! Air ini adalah air mata Para penduduk yang sengsara karenamu. Kau dan seluruh hartamu akan tenggelam oleh air ini.”Setelah berkata demikian si nenek tiba-tiba menghilang entah kemana. Tinggal Nyai Endit yang panik melihat air yang meluap dengan deras. Dia berusaha berlari menyelamatkan hartanya, namun air bah lebih cepat menenggelamkannya beserta hartanya.Kini, di desa itu terbentuk sebuah danau kecil yang dinamakan ‘Situ Bagendit’ Situ artinya danau dan Bagendit berasal dari nama Bagendit. Beberapa orang percaya bahwa kadang-kadang kita bisa melihat lintah sebesar kasur di dasar danau. Katanya itu adalah penjelmaan Nyai Endit yang tidak berhasil kabur dari jebakan air bah.Pesan moral dari Cerita Legenda Situ Bagendit adalah kita tidak boleh menjadi orang yang sombong, kikir, serta angkuh terhadap orang lain. Bila diberi nikmat harta yang banyak berbagilah dengan sesama.

Cerita Rakyat Jawa Barat (Sunda) : Dongeng Ciung Wanara
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Jawa Barat (Sunda) : Dongeng Ciung Wanara

Pada zaman dahulu kala. Di sebuh daerah Jawa barat terdapat Kerajaan,yang bernama Kerajaan Galuh. Kerajaan Galuh di pimpin oleh seorang Raja yang bijaksana. Raja tersebut bernama Raden Barma Wijaya Kusuma. Sang Raja memiliki dua Permaisuri. Permaisuri pertama bernama Nyimas Dewi Naganingrum dan yang kedua Nyimas Dewi Pangrenyep. Dalam waktu bersamaan kedua Permaisuri tersebut dalam kedaan mengandung.Suatu hari, Permaisuri Nyimas Dewi Pangrenyep melahirkan terlebih dahulu. Ia melahirkan seorang Bayi Laki-laki yang sangat lucu dan tampan. Pangeran tersebut di beri nama Hariangbanga. Tidak lama kemudian Permaisuri Dewi Naganingrum pun akan segera melahirkan. Dewi Pangrenyep bergegas untuk membantunya. Akhirnya, Dewi Naganingrum melahirkan seorang Bayi Laki-laki yang tidak kalah lucu dan tampan dari kakaknya Hariangbanga.Di balik kesediaannya menolong persalinan Dewi Naganingrum. Ternyata Dewi Pangrenyep tidak menyukain Dewi Naganingrum menjadi pesaingnya. Karena ia ingin menguasai Kerajaan dan menjadikan Putranya sebagai Raja kelak. Ia pun merencanakan niat jahatnya yang sudah ia susun agar sesuai dengan harapannya.Tanpa sepengetahuan siapapun. Bayi Laki-laki yang baru saja di lahirkan Dewi Naganingrum di tukar dengan seekor anak Anjing. Bayi yang sebenarnya di masukkan ke dalam sebuah keranjang. Dewi Pangrenyep pun meletakkan sebutir telur ayam. Ia pun segera menghayutkan bayi tersebut ke sebuah sungai.Di Kerajaan terjadi sebuah kehebohan. Kabar yang sangat mengejutkan menggemparkan seluruh isi Istana dan rakyat. Mengetahui kenyataan ini menghancurkan harga dirinya sebagai Raja. Bagaimana tidak, Permaisuri yang selama ini ia cintai sudah melahirkan seekor anak Anjing.Dalam keadaan marah. Akhirnya, Raja segera memanggil Penasehat Raja yang bernama Ki Lengser. Namun, memanggil Ki Lengser bukan untuk meminta sebuah nasihat. Tapi, memerintahkan Ki Lengser untuk segera membunuh Dewi Naganingrum dan mayatnya di buang jauh-jauh. Raja memerintahkan Ki Lengser segera melakukan tugasnya.Dalam perjalanan, Ki Lengser berpikir untuk menyelamatkan Dewi Naganingrum tanpa sepengetahuan siapapun. Ki Lengser yakin kejadian yang menimpa Dewi Naganingrum adalah suatu kebohongan. Namun, ia tidak mempunyai bukti untuk membantu Dewi Naganingrum. Ki Lengser membawa Dewi Naganingrung masuk kedalam hutan belantara.Ki Lengser membuatkan sebuah gubug untuk tempat tinggal Dewi Naganingrum. Setelah gubug itu selesai di buatnya, dengan terpaksa Ki Lengser meninggalkan Naganingrum seorang diri. Sebelum ia pergi, ia pun berjanji akan mengunjunginya.Sementara, Naganingrum sangat berharap suatu hari nanti ia dapat bertemu dengan Putra kandungnya. Ia pun berharap dapat kembali ke Istana dan hidup bahagia bersama keluarganya. Ki Lengser pun segera kembali ke istana. Ia langsung mengahadap Raja dan melaporkan bahwa tugasnya untuk membunuh Dewi Naganingrum sudah di laksanakan dengan baik. Untuk membuktikan bahwa ia sudah melaksanakan tugasnya, ia membasahi senjatanya dengan darah binatang buruan yang ia temui di dalam hutan.Sementara di suatu tempat. Hiduplah sepasang suami istri yang sudah sangat tua. Namun, mereka tidak memiliki anak. Suatu hari, mereka berdua pergi ke sebuah sungai untuk menangkap Ikan. Namun, mereka di kejutkan dengan sebuah keranjang besar berisi seorang bayi Laki-laki yang sangat lucu dan tampan. Mereka sangat bahagia dan mereka berpikir bahwa inilah sebuah jawaban dari doanya.Sepasang suami istri sangat bersyukur. Satu butir Telur Ayam yang berada di samping Bayi Laki-laki tersebut. Di simpannya telur Ayam tersebut kepada seekor Naga yang bernama Nagawiru yang berada di Gunung Padang. Naga tersebut bukanlah Naga sembarangan. Namun, jelmaan seorang Dewa dan sudah menjadi tugasnya untuk mengerami satu butir Telur Ayam tersebut. Suatu saat nanti. Telur tersebut akan menetaskan seekor Ayam Jantan dan menjadi binatang kesayangan dari anak bayi yang di temukan sepasang suami istri tersebut.Waktu tanpa terasa terus berjalan. Bayi Laki-laki, sekarang tumbuh menjadi remaja yang sangat tampan, cerdas, gagah dan pemberani. Anak tersebut di beri nama Ciung Wanara. Aki dan Nini memberikan nama Ciung Wanara karena mereka melihat seekor Monyet yang aneh, Monyet tersebut bernama Wanara. Kemudian mereka pun melihat seekor Burung yang bernama Ciung. Akhirnya, keduanya sepakat. Nama dari ke dua binatang tersebut. Akhirnya, di jadikan sebagai nama anaknya.Ciung Wanara tumbuh menjadi seorang Pemuda yang sangat tampan. Suatu hari, ia ingin sekali pergi ke Galuh untuk mengembara. Awalnya, Aki dan Nini tidak menginjinkannya. Namun, karena anaknya terus memaksa. Sebelum ia berangkat ke Kerajaan Galuh, ia bertanya siapa Ayah dan Ibu kandungnya. Awalnya, Aki dan nini tidak mau menceritakan kebenarannya. Namun, Ciung Wanara terus bertanya. Aki menjelaskan bahwa Ayah kandungnya adalah seorang Raja dari Kerajaan Galuh. Dan Ibunya di asingkan di dalam hutan belantara. Mendengar penjelsan tersebut. Akhirnya, Ciung Wanara berangkat ke Kerajaan Galuh dengan membawa Ayam Jantan kesayangannya.Setibanya di kerajaan Galuh. Ia bertemu dengan dua orang Patih yang bernama Purawesi dan Puragading. Kedua Patih tersebut tertarik dengan Ciung Wanara, karena ia membawa seekor Ayam Jantan. Kedua Patih tersebut menghampiri dan mengajaknya untuk adu Ayam. Ciung Wanara menerima tantangan dari kedua Patih tersebut. Pertandingan sambung Ayam di lakukan di tengah alun-alun Kota Galuh. Akhirnya, nasib baik selalu berpihak kepada Ciung Wanara. Ayam Jantang kesayangannya menang dalam pertandingan.Kemenangan Ciung Wanara tersebut langsung tersebar ke Kerajaan. Kemenangan itu terdengar oleh Sag Raja, bahwa ada seorang Pemuda Tampan memiliki seekor Ayam Jantan yang sangat tangguh. Akhirnya, takdir mempertemukan Ayah dan anak yang sudah di pisahkan oleh perbuatan Dewi Pangrenyep.Ciung Wanara datang ke Istana untuk bertemu dengan Raja. Ia pun membuat kekacauan di depan Istana. Akhirnya, Baginda segera memerintahkan para pengawal agar Ciung Wanara menghadap. Setelah berhadapan dengan Sang Raja, Ciung Wanara pun menyembah.“Hai Anak Muda! Siapa namamu dan dari mana asalmu?”“Nama hamba Ciung Wanara, putra dari Aki dan Nini Balangantrang dari desa Geger Sunten,” jawab Ciung Wanara dengan lantang.“Apa maksud kedatanganmu kemari?”“Begini, Tuanku. Hamba mempunyai seekor Ayams yang aneh. Induknya mengandung selama setahun. Sarangnya sebuah kandaga. Lebih aneh lagi, sebelum menetas, telur ini pernah hanyut di sungai,” kata Ciung Wanara.Raja teringat pada Naganingrum yang mengandung selama setahun. Sedangkan Dewi Pangrenyep sudah mengira, bahwa yang sekarang berada di hadapannya adalah putra dari Naganingrum. Kedatangannya hendak membalas dendam.“Kau berniat untuk menyambung Ayam dengan milikku? Apa taruhannya?” tanya Raja Galuh.“Jika ayam hamba yang kalah, hamba bersedia menyerahkan nyawa hamba. Tapi sebaliknya, jika ayam baginda yang kalah, maka hamba mohon diberi separuh kerajaan Galih Pakuan,” kata Ciung Wanara.Karena raja Galih Pakuan merasa yakin, bahwa ayam jagonya akan menang, taruhan Ciung Wanara disetujui. Baginda segera membawa ayamnya ke halaman dan diikuti oleh Ciung Wanara.Pertandingan sabung Ayam pun berlangsung dengan seru. Awalnya, Ayam jantan milik Ciung Wanaralah yang menunjukkan kekalahan. Namun, tiba-tiba Ayam tersebut kembali segar dan kuat kembali. Akhirnya, dengan mudah Ayam milik sang Raja kalah terdesak. Ciung Wanara kembali memenangkan pertandingan sabung Ayam.Sesuai dengan perjanjian yang telah disetujui, Ciung Wanara mendapat negara sebelah Barat. Sedangkan sebelah Timur oleh baginda diserahkan kepada Hariangbanga. Masing-masing bergelar Prabu.Akhirnya, semua rahasia tentang Ciung Wanara terungkap dan segala kejahatan yang dilakukan Dewi Pangrenyep terbongkar dengan sendirinya. Ki Lengser pun menceritakan bahwa Ibu kandungnya masih hidup dan di asingkan di sebuah hutan. Ciung Wanara sangat bahagia dan segera menjemput ibunya, ia pun menjemput kedua angkatnya.Sementara itu Dewi Pangrenyep mulai hatinya ketar ketir setelah tahu kalau Ciung Wanara adalah anak bayi yang dibuangnya dulu. Hingga akhirnya kegelisahan dan ke khawatirannya itu pun segera terjawab dan terwujud. Prabu Ciung Wanara setelah tahu apa yang telah dilakukan oleh Dewi Pangrenyep terhadap ibunda dan dirinya sendiri, maka segera membentuk pasukan khusus untuk menangkap Dewi Pangrenyep. Tanpa menemui kesulitan yang berarti Dewi pangrenyep segera tertangkap dan di jebloskan kedalam penjara istana untuk membayar segala kejahatan dan kekejiannya.Sementara Raden Hariangbanga sangat kaget ketika mengetahui kalau ibundanya tercinta telah ditangkap oleh tentara prabu Ciung Wanara dan dijebloskan ke dalam penjara. Pertarungan antara dua orang adik kakak beda ibu itupun tak dapat terelakan lagi. Pertarungan sengit terus terjadi dan raden Hariangbanga harus berlaku satria dia kalah terdesak oleh adiknya Ciung Wanara.Setelah pertarungan itu kerajaan Galuh benar benar terbagi menjadi dua. Kerajaan Galuh terbagi dua karena dalam pertarungan tubuh Hariangbanga di lempar oleh Ciung Wanara hingga menyebrangi sungai Cipamali. Dari sejak itulah Kerajaan Galuh terbagi dua.Akhirnya, Ciung Wanara, Ibunya, dan orang tua angkatnya hidup berbahagia di dalam istananya yang kemudian bernama Pakuan Pajajaran.Pesan moral dari Cerita Rakyat Sunda : Dongeng Ciung Wanara adalah perbuatan buruk akan mendapatkan balasan dari keburukannya dimasa yang akan datang. Selalu berlaku baik akan membuatmu sukses dan bahagia.

Extraordinary Moment
Teen
25 Nov 2025

Extraordinary Moment

9 oktober 2019 Hujan meteor Draconid akan terjadi beberapa detik lagi. Orang-orang percaya….Berharap …Flo mematikan siaran radio kesayangannya. Rambut cokelat sebahunya dipermainkan angin, pandangannya jatuh pada langit malam kota Bandung. Terakhir kalinya bagi Flo memandang sebelum pergi ke negeri sakura besok. Menyusul kedua orangtuanya yang berangkat lebih dulu. Padahal hari ini spesial untuknya. Tidak ada yang tahu. Bahkan Papa dan mama. Wajar sih, Flo sudah menelan rasa sakitnya hampir tujuh belas tahun.Huh! Di Hari ulang tahunnya, dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk bahagia. Keluarga, teman-teman dan seorang cowok sekalipun tidak ada di takdir Flo. Huh! Seandainya saja!Flo berjalan keluar bandara. Di luar, semua terasa nyata; bintang bersaing paling terang ketika bulan menyembunyikan diri. Kedua tangan cewek itu saling terkait.“Aku ingin bahagia.”Detik itu juga, bola api dari debris Komet 21P/Giacobini-Zinner melesat dalam hitungan detik. Sebagian orang menganggapnya sebagai harapan.—Flo memandang sekitarnya dengan mulut menganga. Gaun pastel selutut dengan aksesoris brokat adalah pakaiannya untuk ke bandara. Bukannya pergi ke rumahnya sendiri. Bahkan, koper di genggamannya terasa semakin berat. Flo mungkin bermimpi berangkat ke bandara untuk pergi.“Flo!” Suara cempreng dengan nada riang mengingatkan Flo dengan cewek popular di sekolah ya, Mina. Cewek yang membenci Flo karena Ken, si cowok populer pernah membantu Flo membawa buku-buku ke kantor guru.Ngomong-ngomong, Ken adalah cowok populer dengan wajah kulkasnya. Kebaikan Ken itulah, Flo selalu jadi mangsa anak-anak. Flo si muka bantal, julukannya. Dua minggu di SMA Dior malahan membuat Flo kembali merasakan trauma. Dia benci selalu tidak disukai.“Mau ke mana? Yang lain udah pada nunggu lho,” Kali ini suara riang lainnya berhasil membuat Flo menutup mulut. Dua orang yang berdiri di depan Flo memanggilku Mina dan Adine. Kenapa mereka berbicara seolah Flo bukan musuh mereka? “Aku harus ke bandara,” ujar Flo terbata-bata.Ini mimpi! Flo mencubit pipinya sendiri. Rasa panas bekas cubitan membuat Flo yakin kalau kenyataan ini terlalu mustahil. Lagian, tidak mungkin mereka berdua tahu rumah Flo.“Bandara? Are you seriously?” Mina mengangkat bahunya seraya menggeleng. “Udah ayo.” Flo cuma bisa pasrah ketika Adine mendorong ya masuk. “Akhh. Tutup mata,” celetuk Adine seraya melapisi mata Flo dengan kain hitam.Flo dituntun Adine. Kepalanya masih berputar mencerna semuanya. Yakin kalau Flo sudah diantar ke bandara tinggal siap berangkat. Ya, sebelum itu Flo mendengarkan siaran radionya tentang hujan meteor. Seolah terhipnotis dengan semua orang lakukan, Flo mengikutinya tanpa sadar. Sebelah itu …“Mau dibawa ke mana?” Tanya Flo gugup. Jika benar ini mimpi, kenapa Flo merasakan debaran menyenangkan? “Sebentar lagi sampai,” bisik Mina pelan.Flo merasakan tangannya terlepas dari genggaman Adine. Cewek itu mengulurkan tangan, menggapai apa yang ada di jangkauannya. Berusaha keras, tidak menemukan apa pun. Flo mengendurkan ikatan kain yang menutup matanya.“Terlalu kencang,” runtuk Flo dengan suara serak. “Ada orang nggak?” teriak Flo keras. Mungkin ini salah satu ‘siksaan’ Flo Kali ini. Teman-temannya yang populer itu mendapatkan ide brillian untuk mengerjainya. Selamat kepada mereka, Flo ketakutan sekarang.Flo merasakan sesuatu yang dingin menempel pada lehernya. Gadis itu gemetaran. Dia ingin berteriak sebelum ikatan matanya terlepas, lalu teriakan orang-orang mengejutkan Flo sekali lagi. “Surprise!”Ada Papa, mama, Mina, Adine dan Jane. Jane! Jika kalian menonton drama picisan tentang geng, Jane adalah ketuanya, sangat membenci Flo. Berbeda sekali dengan senyum tulusnya kali ini yang ditujukan pada Flo.Flo tidak bisa bergerak bebas. Matanya melirik pisau kue yang menempel pada leher.“Happy birthday Flo,” bisikan itu pelan tetapi sangat dekat. Flo berbalik ketika lehernya sudah bebas. Kejutan lagi, Ken ada di sini dengan senyum jarangnya itu. Flo merasa semuanya seperti negeri impian. Suara nyanyian ulang tahun yang tidak pernah didengarnya, tawa kebahagiaan, teman-teman. Dan, juga Ken ada di sini.“Potongan kedua untuk …” Adine menghentikan ucapannya dengan nada menggoda.Potongan pertama untuk kedua orangtua Flo. Potongan kedua ini direbut paksa oleh Ken. Senyumnya lebar hingga matanya tinggal segaris.“Ken!” Sorak-sorai heboh entah siapa yang mengawalinya tidak dipedulikan Flo. “Ada hadiah buat kamu,” ujar Ken seraya mengulurkan tangannya. Flo menatap cowok itu dengan pandangan bertanya. Kemudian membalas uluran tangan Ken.Dari tangan Ken yang lain, sebuah mawar merah terulur di depan Flo. “Di ulang tahun kamu ini, aku harap bunga ini akan mengawali genggamannya kita untuk hari-hari selanjutnya. Flo, aku jatuh cinta, aku janji bikin kamu bahagia. Kamu mau jadi pacarku?”Ditembak Ken di hari ulang tahun Flo adalah kajaiban. Kebahagiaan ini terasa nyata. Berapa kali pun Flo menyangkal ini nyata. Flo berharap kejaiban hujan meteor itu selamanya.

Cerita Rakyat Tanah Sunda, Lutung Kasarung Dan Purbasari
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Tanah Sunda, Lutung Kasarung Dan Purbasari

Cerita rakyat yang paling terkenal di tanah Sunda adalah Lutung Kasarung dan Purbasari. Dongeng yang satu ini sangat melegenda, dan berkisahkan tentang perjalanan sanghyang Guruminda yang datang dari kayangan.irinya diturunkan ke bumi dan bertemu dengan sosok putri Purbasari yang cantik dan baik hati. Daripada penasaran, yuk simak kisahnya di sini!Purbasari Hendak Diangkat Sebagai RatuDahulu kala, hidupkah seroang puteri yang cantik dan baik hatu, bernama Purbasari. Dirinya adalah anak terakhir dari Prabu Tapa Agung yang merupakan penguasa di Kerajaan Pasir batang. Purbasari memiliki sifat yang lemah lembut dan suka menolong. Alasan itulah yang membuat sang putri sangat dicintai oleh rakyatnya.Suatu hari, Putri Purbasari hendak diangkat sebagai ratu. Akan tetapi, kakaknya yaitu purbararang marah berusaha mencelakai adiknya. Purbararang menghubungi tunangannya, yaitu Indrajaya untuk memberikan kutikan pada Purbasari. Si nenek sihir akhirnya membuat ramuan berupa zat berwarna hitam dan berpesan pada purbararang untuk menyiramkan ramuan itu di wajah purbasari.Purbasari Diasingkan dan Bertemu Lutung KasarungRencana jahat pun akhirnya dilaksanakan, ramuan tersebut membuat tubuh Purbasari dipenuhi dengan bercak hitam. Purbararang memerintahkan Uwak Batara yang merupakan penasehat kerajaan, untuk membawa Purbasari ke hutan. Saat purbasari diusir dari istananya, terjadi masalah pula di kayangan. Seorang pangeran bernama Guruminda menolak untuk menikah dengan bidadari.Pangeran tidak ingin menikah, jika kecantikan calon istrinya tidak setara dengan kecantikan sang ibu. Sunan Ambu pun mengatakan bahwa perempuan yang lebih cantik darinya hanyalah manusia. Oleh karena itu, Pangeran Guruminda bersedia untuk diturunkan ke bumi, dalam wujud kera. Suatu hari, lutung kasarung mendengar kejahatan Purbararang dan menyerang istana Pasir Batang.Purbararang dan pasukannya kuwalahan menghalau Lutung Kasarung. Hingga pada akhirnya, Purbararang meminta Uwak Batara untuk membuang lutung kasarung ke hutan, tempat purbasari diasingkan. Purbararang sengaja mengatakan hal tersebut, agar lutung kasarung menyerang Purbasari. Tidak disangka, keduanya malah berteman baik.Uwak Batara sebenarnya sudah merasa jika Lutung Kasarung bukanlah lutung biasa. Uwak Batara menitipkan pesan pada Lutung Kasarung untuk menjaga Purbasari. Suatu hari, Lutung kasarung meminta ibunya, yaitu Sunan Ambu Untuk membuat kolam penyembuhan untuk Purbasari. Tidak disangka, kulit purbasari pun bersih dan kecantikannya kembali seperti semua.Guruminda dan Purbasari Mengambil Tahta KerajaanKembalinya kecantikan purbasari menjadi gosip di tengah masyarakat. Purbararang pun mendengar cerita tersebut dan menjadi marah. Purbararang yang kesal menantang purbasari untuk menunjukkan tunangannya. Ternyata purbasari meminta Lutung Kasarung untuk menjadi calon suaminya. Purbararang pun tertawa karena Purbasari memiliki seekor lutung hitam.Tidak disangka, pangeran Guruminda kembali ke wujud semualany, semua orang terkesima, karena ketampanan dan kegagahan sang pangeran. Purbararang yang jahat pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada Purbasari. Akhirnya, tahta kerajaan kembali ke tangan Purbasari dan seluruh rakyat hidup dengan bahagia.Pesan MoralDi dalam cerita tadi, dapat ditarik nasehat bahwa kita semua tidak boleh merasa iri dan berusaha mencelakai orang lain. Sifat tersebut hanya akan membawa pelakunya ke dalam kesengsaraan. Kita semua harus bisa mencontoh Purbasari yang sabar, pemaaf, dan penyayang. Sifat itulah yang dapat membuat kita disukai oleh semua orang.Demikianlah cerita singkat dengan judul Lutung Kasarung dan Purbasari. Cerita rakyat terkait dengan kisah hidup seorang puteri bisa menjadi pilihan dongen yang cocok untuk anak. Contoh dongeng lain yang tidak kalah menarik untuk ditelisik adalah Putri Rose dan Burung Emas. Kisahnya sangat ringan dan layak sebagai pengantar tidur.

Seutas Kisah Dariku
Teen
25 Nov 2025

Seutas Kisah Dariku

Sore itu aku sedang membantu Mama memasak. Memotong-motong bawang merah dan kawan-kawannya. Aku melirik Mama yang sedang fokus mengaduk nasi di panci. Lalu berdehem, bersiap menanyakan sesuatu pada Mama. Sembari berdoa dalam hati semoga pertanyaan yang akan kuluncurkan tak membuat masalah di antara kami.“Ma, kapan aku dibelikan ponsel?”Aktivitas Mama terhenti. Mama menoleh ke arahku. “Kenapa menanyakan itu?” tanya Mama setelah menghela nafas. Aku menggelengkan kepala, kembali menunduk menyelesaikan tugasku. “Mama akan membelikan ponsel jika Mama punya uang lebih Fi. Tapi Mama tidak mempunyai itu.” jelas Mama. Aku menggigit bibir, “tapi aku butuh ponsel.” “Memangnya ponsel itu kenapa?” Telunjuk Mama mengarah pada ponsel Redmi Note 2 yang tergeletak di meja. “Aku butuh privasi Ma…” jawabku lirih. “Apa yang kamu maksud dengan privasi Fi?” Mama melemparkan tatapan curiga padaku. Membuatku menggeleng lagi. “Sebentar lagi aku SMK Ma. Aku pasti membawa ponsel ke sekolah. Mama pasti paham maksudku. Aku tidak akan macam-macam karena aku telah mengetahui batasan-batasan dalam Islam. Aku akan selalu membentengi diri agar tak tergerus pergaulan bebas remaja Ma…”Aku tak tau persis kapan aku meneteskan air mata, namun setelah mengucap kalimat itu aku menyadari pipiku telah basah. Aku mengusap pipiku dengan kasar sebelum ketauan Mama. Netraku melirik Mama yang terdiam. Aku paham dan mengerti akan kekhawatiran Mama. Aku juga peka bahwa keluarga kami itu sederhana. Meski jauh dari kata berada, setidaknya untuk makan dan kebutuhan sehari-hari dapat tercukupi.Bibirku kembali terbuka, ingin menyuarakan sesuatu. Namun aku mengurungkan niat. Mungkin sudah seharusnya aku pendam saja. Semua yang kurasakan. Aku hanya ingin Mama tahu, aku bukan menuntut karena egoku sendiri. Namun semestalah yang terus memojokkanku. Kalau tak begitu, aku akan ketinggalan informasi. Kamu tau maksudku kan?Ponsel yang tadi Mama tunjuk adalah milik bersama, walau memang aku yang lebih sering memegangnya untuk pembelajaran. Aku bisa membantu Mama dengan mengirimkan beberapa cerpen karanganku. Waktu itu, aku searching di Google, cerpen dibayar Rp. 300.000 sampai Rp 100.000 di beberapa blog. Belum juga puisi dan sebagainya. Nominal itu besar bagiku yang berumur 15 tahun ini. Tentunya, untuk bisa dimuat di blog tersebut terdapat S&K yang berlaku. Aku memang tak bisa menjamin bahwa karyaku baik, namun kita tak akan tau hasilnya jika tak mencoba bukan?Aku mendengus, sayangnya aku belum punya rekening bank sendiri. Aah… entahlah aku cuma berharap dari hobi menulisku itulah aku bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Ngomong-ngomong tentang hobi, orangtuaku tak pernah menyetujui, tak juga menentang. Terutama Mama, sedang Papa oke-oke saja. Mungkin karena dari Papa bakat menulisku itu ada. Papa selalu berucap bahwa aku akan menjadi seorang penulis hebat yang tentu saja kuamini.Tirai kamarku tersibak, memperlihatkan sosok Mama yang membawa sesuatu. Aah… tadi aku memang menangis diam-diam dengan wajah terbenam di bantal. Setelah melarikan diri dari Mama, tentu saja. Aku menoleh ke arah jendela kamar, memperlihatkan sang langit yang kini bercorak jingga kemerahan. Aku memutar pandangan ke arah Mama. Pantas saja Mama mengkhawatirkanku karena Mama tau aku belum makan sore. Aku memang jarang makan nasi.“Fi…” Aku mengerjab kemudian tersenyum pada Mama. “Mama minta maaf, tidak seharusnya Mama memarahimu.” Aku menggeleng, “tidak Ma. Aku juga minta maaf. Aku tadi terlalu memaksa.” ujarku lalu menundukkan kepala. “Mama akan mengijinkanmu Fi.” Aku menoleh bingung pada Mama. Tadi Mama bilang apa? “Mama akan mengijinkanmu mengirim cerpen pada blog berbayar itu. Setidaknya jika cerpen kamu lolos, kamu berarti memang memiliki bakat dan kamu punya pegangan uang sendiri.”Aku menatap tak percaya pada Mama. Tau darimana Mama soal blog atau media berbayar itu? Seakan paham dengan tatapanku, Mama menunjuk kertas sobekan buku yang tergeletak di kasurku. “Cerpen ini.”“Kamu bisa menabung lalu sisanya tambahan uang dari Mama Papa untuk membeli ponselmu. Mama tau bahwa kamu gadis yang peka. Kamu tak pernah meminta ini-itu pada Mama ataupun Papa.”Aku tersenyum pada Mama, melahap makan soreku -mungkin petang- dengan penuh rasa bahagia. Meminum teh apel yang dibawa Mama. “Aku bisa mulai hidup mandiri dari menulis.”Ini kisahku. Bukan akhir melainkan awal untuk langkahku selanjutnya. Semoga tak mengecewakan Mama jika hasil tulisanku kukirim ke blog. Juga tidak mengecewakan kamu, iya kamu!Untuk kamu, jadilah manusia yang peka terhadap sekitar. Jangan jadi egois serta terlalu menuntut. Jangan pernah kecewakan orangtuamu, terutama Mama. Sebab doa Mama adalah doa yang selalu didengar oleh Sang Maha Kuasa. Sampai sini dulu ya, seutas kisahku. Sampai jumpa di lain waktu.Cerpen Karangan: Da Azure Biasa dipanggil Da. Dapat ditemui di Wattpad: Daa_zure Btw, terimakasih buat cerpenmu yang ngebolehin ganti nama pena (/^-^(^ ^*)/ Saya memang plin-plan ;(Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 2 Agustus 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Dongeng Rakyat Aceh Ahmad Rhang Manyang
Folklore
25 Nov 2025

Dongeng Rakyat Aceh Ahmad Rhang Manyang

Tersebutlah sebuah desa yang berada di sekitar Krueng (Sungai) Peusangan, desa yang menyimpan ribuan misteri dan cerita yang menjadi tauladan dalam hidup. Cerita yang akan terus dikenang oleh masyarakat disana dan diceritakan kepada masyarakat lainnya juga. Desa yang berjejer rumah – rumah gubuk di sepanjang jalan dalam desa ini terkenal dengan seorang pemuda yang tampan, bijak, pandai, rajin dan berbakti kepada orang tua.Amat (Ahmad) Rhang Manyang, itulah nama pemuda yang mulai menginjak usia remaja ini. Remaja yang biasa disapa Amad ini menyibukkan diri dalam kesehariannya sebagai buruh tani di desa. Hanya menamatkan pendidikan dasar di dayah desa seberang, dia menggali ilmu – ilmu yang terpendam di Iingkungannya, belajar pada alam dan bertanya pada Tuhan. Tak ada keputusasaan dalam menjalani hidup meski terkadang harus makan nasi 2 kali sehari, baginya itulah rezeki yang sudah ditentukan setelah berusaha dan berdoa.Waktu yang terus berputar telah membawa Amat sebagai pemuda yang di sanjung di desa. Pergaulan yang telah luas mengajari Amat untuk hidup Iebih mandiri lagi. Apalagi sekarang dia hanya tinggal di sebuah gubuk bambu dengan ibunya yang telah renta. Penghasilan dari buruh tani mulai terasa kurang dan ini harus diatasi oleh Amat.“Mak, bukan Amad tidak lagi bisa bersyukur atas rezeki yang telah diberikan Allah, tetapi alangkah baiknya jika Amad mencari kerja ke luar desa”, Kata Amad pada suatu sore pada Mamaknya sambil menikmati ubi rebus dengan duduk beralaskan tikar tua.“Tapi kita masih bisa mencari rezeki disini Nyak”, Jawab Mamak“Betul Mak, bukan pula aku bosan bekerja seperti ini di desa, tetapi bukankah berusaha itu wajib? Bukankah bekerja itu juga ibadah? Jadi apa salahnya jika Amad pergi merantau?”, Ahmad berbicara datar sambil menyandarkan kepalanya ke lutut Mamaknya yang melukiskan dekatnya dua insan ini dalam kemanjaan Ibu dan Anak.Sambil membelai lembut rambut ikal di kepala Amad dan memandang dalam – dalam ke anaknya, Mak Minah berujar “Haruskah Ananda merantau meninggalkan Emakmu disini sendiri, dalam kesepian dan dalam kepapaan?”.Amad tersentak dengan kata – kata yang keluar dari bibir perempuan yang sedang mengusap lengan legamnya itu.“Mak, bukan begitu maksud Amad, anak mana yang tega meninggalkan ibunya jika kepergiannya itu tidak mendesak dan untuk kepentingan Emaknya juga? Mak, Amad merantau untuk membahagiakan Emak, untuk hidup seperti hidup orang lain. Bahagia dunia akhirat”. seakan hendak bersimpuh dengan meneteskan airmata ketulusan Amad berujar dengan terbata-bata takut hati Emaknya sedih.Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya Mak Minah tak bisa menahan lagi keinginannya anak satu – satunya dan penyangga hidupnya selama ini. Tempat dia bercerita dan menyunggingkan senyum.Hari terus berlalu hingga tibalah saatnya Amad berangkat dengan perlengkapan seadanya. Dia hendak merantau ke negeri seberang dan perjalanan akan dilalui dengan Kapal air dari Krueng Peusangan.“Nyak, rajinlah beribadah disana, rajinlah berdoa dan tegarlah dalam berusaha. Hidup di negeri orang harus membawa bekal ilmu dan akhlak asalmu. Janganlah mereka mengubahmu tapi tularkan kebaikan pada mereka”. ujar Mak Mina.“Mak, akan Amad ingat pesan Mak sebagai pendamping dalam bekerja. Amad hanya akan pergi beberapa tahun dan akan kembali untuk bersama Emak. Jaga diri Emak baik-baik”.Mereka saling melemparkan kata-kata perpisahan hingga suara sirine kapal mulai terdengar. Memegang tangan Mak Minah, memeluk dan mencium kening penuh rona tua dan akhirnya berlutut mencium kaki Emaknya, Ahmad pamitan dan berangkat merantau. Mak Minah masih berdiri di dermaga menatap hilangnya kapal yang ditelan berlikunya Krueng Peusangan. Airmata bercucuran karena inilah pertama mereka berpisah setelah hidup belasan tahun bersama-lama. Ketika hari beranjak senja, Mak Minah pun melangkahkan kaki-kaki gontainya menuju gubuk tua.Kapal terus berlayar menyusuri sungai yang jernih dengan lompatan ikan-ikan didalamnya. Amad terpesona dengan keindahan panorama sungai dan hutan disekelilingnya yang rimbun, hijau dan anggun. Kini kapal telah membelah laut menuju negeri seberang, negeri idaman Amad, negeri yang akan mewujudkan cita-citanya.Singkat cerita akhirnya Amad tiba dinegeri seberang dan bekerja pada seorang saudagar kaya. Dia diterima sebagai tukang pikul barang-barang di dermaga. Amad bekerja dengan tekun, berdoa dengan ikhlas dan mendoakan kedua orang tuanya.Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tak terasa Iebih sepuluh almanak Ahmad telah hidup di rantau orang. Negeri yang kini telah ditaklukan dengan ilmu dan nasehat yang pernah diajarkan Mak Minah. Ahmad telah menjadi orang terpandang disana, dan kini juga telah menjadi bangsawan setelah mempersunting anak saudagar tempatnya bekerja. Tuan Amad kini harus mengurus usaha mertuanya dan itu sangat menyita waktu. Tak ada lagi waktu beribadah dan tak dibutuhkan lagi berdoa. Semua terkikis tergores batu kemewahan dan kenikmatan dunia.“Kanda, Dinda rindu akan kampung halaman Kanda!” istri Amad berkata dengan kejujuran ketika mereka berjalan di taman yang mewah.“Tapi Kanda sibuk sayang, tak ada waktu untuk bisa meninggalkan ini semua” Amad berkilah“Bukankah Kanda pernah berjanji akan membawa Dinda berkunjung ke Negri Kanda dan bertemu lbunda disana? Bukankah janji harus ditepati?” Istri Amad mulai merayu dengan kata – kata manis sehingga Iuluhlah hati Amad.Dalam kesendirian Amad juga merindukan kampung halamannya, Krueng Peusangan, Emaknya, dan sahabat-sahabatnya.Setelah semua dipersiapkan, berangkatlah sebuah kapal mewah untuk mengarungi lautan menuju ke Tanah Rencong, tanah kelahiran Tuanku Ahmad Rahmanyang. Perlengkapan yang berkecukupan dan pengawal yang gagah berani turut menyertai pelayaran ini.“Kanda, inikah tanah yang pernah Kanda ceritakan? Inikah hutan dan sungai yang indah itu?” ujar Istri Amad dengan takjubnya.“Iya Dinda. Dan sebentar lagi kita akan sampai di Istana Kakanda.” Amad menceritakn kisah bahwa dia adalah anak saudagar dari bandar Peusangan.Setibanya di dermaga Krueng Peusangan semua kru dan pengawal turun dan melihat keindahan alam Peusangan.Mak Minah yang mendengar kepulangan Amad bergegas menuju dermaga, tak lupa juga dia membungkuskan makanan kesukaaan anaknya. Hatinya berbunga — bunga dan rasa sakit yang selama ini di deritanya seakan sembuh total.“Alhamdulilah Ya Allah, Engkau telah kabulkan doa hamba ini…!” bisik lirih hati Mak Minah sambil melangkah lamban ke dermaga.Amad sedang bercanda dengan sahabat — sahabat lamanya, dengan penduduk yang masih mengenalnya dan suara wibawanya ketika Mak Minah juga tiba disana.“Amad„ Amad„ Amad anakkur,” panggil Mak Minah sambil menyeruak dalam kerumanan manusia yang sedang meneriman bingkisan dari Amad.“Amad, lihatlah Emakmu ini Nyak. Amad…!!” Mak Minah terus berteriak tapi Amad seakan tak mendengar sehingga istrinya berbisik.“Kanda, ada ibu tua yang memanggil Kanda. Dia memanggil “anak” kepada Kanda, siapakah dia?” Bisik Istrinya“Kanda tak kenal Dinda, mungkin penduduk baru disini..!”, kata Amad dengan suara yang terdengar oleh Emaknya.“Amad, ini Emakmu Nyak!” kata Mak Minah lagi ketika mereka sudah berhadap hadapan.“Emak, aku tak punya Emak seperti kamu, Orang tuaku adalah saudagar bukan fakir sepertimu”, Amad berontak dalam dirinya dan demi menjaga wibawa dihadapan lstri dan pengawalnya dia rela tak mengakui Emaknya.“Amad, ini Emakmu, lupakah kamu kepada Emak?”, tanya Mak Minah sambil menangis.“Aku tak lupa, tapi karena kau bukan Emakku maka aku tak kenal. Pengawal, tangkap perempuan ini dan seret dia jauh dari hadapanku,” perintah Amad kepada pengawal.Lalu beberapa pengawal menyeret Mak Minah, dengan muka basah airmata Mak Minah berdiri, melemparkan tongkat dan berujar“Ya Allah, jika benar saudagar yang berdiri di depanku ini adalah Amad maka kutuklah dia bersama pengawal dan harta bendanya menjadi bukit …!”, doa Mak Minah terhenti ketika petir mulai menyambar. Ahmad tersentak tapi semua sudah terlambat, doa ibu renta begitu cepat dikabulkan terhadap anaknya yang durhaka tak mengakui Emaknya. Dalam sekajap Ahmad, Istrinya, Pengawalnya dan seluruh harta bendanya termasuk Kapalnya berubah dan menyatu menjadi sebuah Bukit.Sampai sekarang di desa tersebut masih terlihat sebuah Bukit berbentuk kapal yang dinamai “Glee Kapai” atau Bukit Kapal.Pesan Moral dari adalah Jangan pernah durhaka pada orangtuamu. Sebaiknya selalu cintaidan kasihi mereka hingga akhir hayatmu.

Sang Penunggu Pohon
Teen
25 Nov 2025

Sang Penunggu Pohon

Pada sore hari tepatnya pukul 16.27 aku dan rizky temanku berjalan pulang menuju rumah masing-masing sehabis main di kampung sebelah. Tak sengaja aku melewati sebuah pohon mangga yang terkenal angker di kampung ini. Tapi aku tak percaya, aku mengira itu hanya sebuah mitos. Saat aku melewati tepat di samping pohon itu, aku merasa merinding seperti ada hal yang aneh berada di sini.Tepat di pertigaan, Rizky pulang duluan karena rumahnya dekat di pertigaan ini. Sedangkan rumahku masih jauh sekitar 10 meter lagi. Kali ini aku hanya berjalan sendirian, dan aku kesal kenapa di saat seperti ini tubuhku meminta membuang air kecil. Kalau aku berlari pasti sudah keluar kemana-mana, dan aku memutuskan untuk menahannya, tetapi semakin kutahan semakin tidak tertahan. Terpaksa aku mengeluarkan cairan ini di pohon mangga itu. Bodohnya aku, kenapa aku membuangnya disini, padahal masih banyak tempat yang cocok, tapi ya sudah terlanjur.Tiba-tiba aku merasa ada yang melihat aku dari atas pohon, gemetar kakiku dan tanganku. Saat sudah selesai mengeluarkan cairan ini, aku langsung bergegas pergi dari pohon itu.Sesampainya di rumah, aku langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhku ini yang sangat lelah di kasur yang lembut, aku memejamkan mata sebentar berharap lelahku ini hilang.Tiba-tiba aku terbangun dan terkejut melihat jam yang sudah mengarahkan pukul 18.18, suara adzan pun sudah terdengar berkumandang di berbagai penjuru. Saat ingin berdiri, telingaku tiba tiba mendengar suara tangisan di balik pintu kamarku, semakin fokus didengar semakin jelas suara tangisan itu. Detak jantungku berdetak sangat cepat, tubuhku merinding, kakiku gemetar, bulu kudukku juga mulai berdiri. Aku beranikan diriku ini untuk memastikan ada siapa di balik pintu kamar itu. Aku berdiri dan melangkah, mendekati pintu itu. Semakin jelas dan terasa, benar benar tidak beres. Aku tarik engsel pintu kamarku dan…“Huuuh, hanya halusinasiku saja”Aku melihat ke kanan dan ke kiri, tidak ada seorang pun ada di sini. Langsung aku mengambil handuk dan melangkah ke kamar mandi, saat aku melewati ruang makan aku merasa ada bayangan hitam berlari di sampingku, kali ini aku tidak perduli, mungkin itu hanya halusinasi aku saja. Kali ini rasa takutku melebih saat aku melihat sosok hitam sedang berdiri di sudut dapur. Aku sangat kaget dan hampir pingsan, tapi aku tahan dan langsung bergegas masuk ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi ini, aku merasa lega dan aku langsung membersihkan diriku ini.Setelah semua sudah siap, aku melangkah keluar, dan melihat kanan kiri untuk memastikan tidak ada seorang pun berada disini, aku mengambil sebuah alat penggorengan di dapur untuk berjaga jaga jika ada orang yang iseng menakut-nakutiku. Saat aku berada kembali di ruang makan, aku merasa ada yang mengikuti dari belakang, aku ga peduli. Aku melangkah ke arah kamar, semakin aku melangkah maju semakin terasa ada yang mengikutiku dari belakang. Aku beranikan diri untuk membalikkan badanku untuk memastikan, dan…Lagi lagi ini hanya halusinasi, aku langsung masuk kamar dan mengunci pintu kamar. Di dalam kamar aku merasa lega, aku pun langsung memakai baju dan bersiap untuk beribadah. Aku tak mungkin sholat di masjid, mungkin jamaah udah pada pulang, lebih baik aku sholat di rumah saja.Saat tanganku mengangkat, tiba tiba seperti ada yang berbisik di telingaku, sehingga yang membuatku tidak fokus. Aku harus bagaimana lagi, tidak ada orang di sini yang bisa menolongku. Yang aku harapkan hanya kedatangan ayah dan ibu yang melindungi diriku. Tapi itu tidak mungkin, karena ayah dan ibu baru saja pergi tadi pagi. Tapi sudahlah, aku ini laki-laki dan aku harus berani. Aku pun memberanikan diri dan langsung fokus untuk menunaikan ibadah.Alhamdulillah aku sudah selesai dan aku berdoa meminta pertolongan kepada Allah agar aku dilindungi setiap langkahku. Aku melihat ke arah jam yang sudah mengarahkan pukul 18.36, aku merasa takut disini. Mungkin aku tidak akan keluar dari kamar ini, tetapi tiba tiba ada ketukan pintu di luar, mungkin itu ayah dan ibuku. Langsung ku membuka pintu dan…Tidak ada seorang pun di sini, aku berfikir mumpung aku berada di halaman, mungkin aku pergi saja keluar dan pergi ke tempat ramai. Aku pun langsung ke luar dan ke rumah teman agar bisa menenangkan diriku ini.Sesampainya di rumah teman, aku melihat rumah temanku ini sangat sepi dan gelap. Aku memanggilnya tetapi tidak ada yang menyaut, tiba tiba ada seorang pak satpam yang mendekat yang bilang bahwa pemilik rumah ini sedang keluar kota. “Aneeh perasaan tadi sore Rizky baru saja main bersamaku”. Tapi sudahlah, aku ke tempat yang ramai saja, saat aku sedang berjalan tidak sengaja aku melewati pohon mangga itu lagi, gemetar kakiku sampai mengeluarkan air kecil yang membasahi celanaku. Saat aku ingin berbalik badan tiba-tiba…“Aaaaaaaaaaaa” Aku pun langsung kabur dari tempat itu dan menemukan Rizky di persimpangan jalan.“Kamu kenapa?” “Eee aku abis aja melihat sosok perempuan yang berambut panjang, matanya besar dan merah, mempunyai taring yang begitu tajam serta mukanya yang begitu hancur”. “Tolong aku riz” “Ee-maaf aku bukan nya tidak mau menolong tapi aku harus pergi ke rumah Edi” “Aku boleh ikut ga?” “Ya enggak lah ini urusan pribadi aku” “Hmm yaudah deh” Saut aku.Aku pun bergegas pergi ke rumah, saat aku ingin membuka pintu… “Aaaaaaaa” sosok itu pun muncul kembali, aku pun masuk kamar dan menguncinya, aku degdegan, nafas yang begitu terengah-engah.Lalu saat aku membaringkan tubuh ini dan mengejamkan mata yang begitu lelah. Tiba-tiba..“Hei bangun, maghrib maghrib kok tidur” “Aaaaaaaaaa”. Aku pun terbangun, ternyata ini cuma sebuah mimpi, lega sekali aku. Melihat ibu yang membangun kanku, aku terkejut.. “Kok mama sudah pulang, cepat sekali” “Iya tadi ayahmu tidak jadi ke luar kota karena ada urusan mendadak di kantornya, jadi mama pulang deh” “Ohh begitu” “Yaudah cepat sana mandi, maghrib maghrib kok tidur” “Baik mah”Saat aku mengambil handuk di sangkutan…“Aaaaaaaaaaa” Sosok itu lagi muncul sedang menatap wajahku dan berkata.. “Bersihkan kotoranmu di rumahku cepat”Tiba tiba aku pun pingsan, ayah dan ibuku panik dan segera menolangku.Tamat

Legenda Rawa Pening Asal Semarang
Folklore
25 Nov 2025

Legenda Rawa Pening Asal Semarang

Legenda Rawa Pening bermula dari kisah seorang manusia naga yang bernama Baru Klinting. Baru Klinting ini merupakan putera dari Nyai Selakanta.Nyai Selakanta merupakan putri kepala desa Ngasem yang kemudian menikah dengan seorang petapa sakti mandraguna bernama KI Hajar. Baik Nyai Selakanta dan Ki Hajar merupakan orang yang ramah karena itu mereka disukai tetangganya.cerita rakyat Rawa PeningHidup mereka juga cukup makmur. Hanya saja ada sesuatu yang kurang dari kehidupan Nyai Selakanta dan Ki Hajar yaitu mereka masih belum dikaruniai anak.Karena itu, untuk mewujudkan keinginan sang istri agar segera mendapat momongan, Ki Hajar bertapa. Ia bertapa di Gunung Telemoyo. Selama Ki Hajar bertapa, Nyai Selakanta menunggu kabar dari sang suami dengan sabar.Hanya saja beberapa bulan sudah berlalu namun sang suami tak kunjung pulang. Hingga suatu hari, Nyai Selakanta merasa mual dan muntah. Ia pun berpikir bahwa dirinya hamil dan ternyata benar. Nyai Selakanta memang hamil.Semakin hari, perutnya pun semakin membesar dan hingga suatu hari Nyai Selakanta pun melahirkan. Hanya saja, bayi yang dilahirkan bukan bayi sebagaimana mestinya karena Nyai Selakanta melahirkan seekor naga.Lama kelamaan, Baru Klinting yang semakin besar selalu mempertanyakan siapa ayahnya. Hingga kemudian Nyai Selakanta pun mengutus Baru Klinting menjemput ayahnya yang bertapa di Gunung Telemoyo. Ia pun memberikan pedang sakti milik ayahnya.“Anakku, mungkin ayahmu tidak mengenali siapa kamu. Jika kamu bertemu dengannya, berikan pedang ini kepadanya karena ini adalah pedang miliknya dan katakana bahwa aku mengutusmu menghadapnya”.Dengan bekal pedang tersebut, Baru Klinting pun berangkat ke Gunung Telemoyo menjemput sang ayah.cerita rakyat Rawa PeningDi sana ia bertemu ayahnya dan menjelaskan pesan yang disampaikan Nyai Selakanta, ibunya. Baru Klinting juga mengatakan maksud dan tujuannya menemui sang ayah. Ia ingin berubah menjadi manusia.Ki Hajar pun meminta Baru Klinting untuk bertapa di Bukit Tugur. Namun untuk pergi ke Bukit Tugur, Baru Klinting harus melewati sebuah desa yang bernama desa Pathok. Desa Pathok terkenal sebagai desa yang makmur, hanya saja penduduk desanya sangat egois dan angkuh.Suatu hari, penduduk desa Pathok berniat mengadakan pesat sedekah bumi. Pesta tersebut sangat ramai dan menampilkan berbagai pertunjukan seni serta tari. Aneka ragam jamuan lezat juga akan dihidangkan.Salah satu menu yang akan dihidangkan juga berkaitan dengan masakan dari hewan. Karena itu penduduk desa mulai berburu. Mereka pergi ke Bukit Tugur, tempat dimana Baru Klinting melakukan semedi.Hanya saja, di sana mereka tak kunjung menemukan binatang yang bisa diburu. Namun mereka melihat naga yang melilit – lilit di pohon Bukit Tugur. Warga pun memotongnya untuk dijadikan santapan.Ketika hari pesta tiba, ada seorang anak laki – laki penuh darah yang meminta bagian makanan ke warga namun diusir begitu saja. Ia pun meninggalkan desa. Anak laki – laki yang berdarah tersebut ternyata adalah jelmaan naga Baru Klinting yang telah berubah menjadi manusia.Di perjalanan, Baru Klinting yang sudah berubah menjadi manusia bertemu janda tua bernama Nyi Latung. Ia pun meminta tolong kepada Nyi Latung untuk memberi warga pelajaran. Nyi Latung setuju untuk membantu.Nyi Latung membekali Baru Klinting dengan sebatang lidi. Baru Klinting kembali ke pesta membawa sebatang lidi tersebut. Ia menancapkan lidi tersebut ke tanah dan membuat sayembara.Warga pun beramai – ramai mencabut lidi namun satu pun tak ada yang berhasil. Sementara Baru Klinting dengan kesaktiannya, bisa mencabut lidi yang ditancapkan tersebut dengan mudah. Begitu lidi berhasil dicabut, suara gemuruh pun terdengar.Cerita rakyat Rawa PeningDari bekas tercabutnya lidi, air keluar menjadi semakin besar, memporak porandakan desa dan menjadi sebuah rawa. Rawa itulah yang dikenal sebagai Rawa Pening.

Cerita Rakyat Si Pitung : Jagoan Dari Betawi
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Si Pitung : Jagoan Dari Betawi

Hati si Pitung geram sekali. Sore ini ia kembali melihat kesewenang-wenangan para centeng Babah Liem. Babah Liem atau Liem Tjeng adalah tuan tanah di daerah tempat tinggal si Pitung. Babah Liem menjadi tuan tanah dengan memberikan sejumlah uang pada pemerintah Belanda, Selain itu, ia juga bersedia membayar pajak yang tinggi pada pemerintah Belanda. Itulah sebabnya, Babah Liem mempekerjakan centeng-centengnya untuk merampas harta rakyat dan menarik pajak yang jumlahnya mencekik Ieher.Si Pitung bertekad, ia harus melawan para centeng Babah Liem. Untuk itu ia berguru pada Haji Naipin, seorang ulama terhormat dan terkenal berilmu tinggi. Haji Naipin berkenan untuk mendidik si Pitung karena beliau tahu wataknya. Ya, si Pitung memang terkenal rajin dan taat beragama. Tutur katanya sopan dan ia selalu patuh pada kedua orangtuanya, Pak Piun dan Bu Pinah.Beberapa bulan kemudian, si Pitung telah menguasai segala ilmu yang diajarkan oleh Haji Naipin. Haji Naipin berpesan, “Pitung, aku yakin kau bukan orang yang sombong. Gunakan ilmumu untuk membela orang-orang yang tertindas. Jangan sekali-kali kau menggunakannya untuk menindas orang lain.” Si Pitung mencium tangan Haji Naipin lalu pamit. Ia akan berjuang melawan Babah Liem dan centeng-centengnya.“Lepaskan mereka!” teriak si Pitung ketika melihat centeng Babah Liem sedang memukuli seorang pria yang melawan mereka.Cerita Rakyat Si PitungCerita Rakyat Si Pitung“Hai Anak Muda, siapa kau berani menghentikan kami?” tanya salah satu centeng itu.“Kalian tak perlu tahu siapa aku, tapi aku tahu siapa kalian. Kalian adalah para pengecut yang bisanya hanya menindas orang yang lemah!” jawab si Pitung.Pemimpin centeng itu tersinggung mendengar perkataan si Pitung. Dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk menyerang si Pitung. Namun semua centeng itu roboh terkena jurus-jurus si Pitung. Mereka bukanlah lawan yang seimbang baginya. Mereka Ian terbirit-birit, termasuk pemimpinnya.Sejak saat itu, si Pitung menjadi terkenal. Meskipun demikian ia tetaplah si Pitung yang rendah hati dan tidak sombong.Sejak kejadian dengan para centeng Babah Liem, si Pitung memutuskan untuk mengabdikan hidupnya bagi rakyat jelata. Ia tak tahan menyaksikan kemiskinan mereka, dan ia muak melihat kekayaan para tuan tanah yang berpihak pada Belanda.Suatu saat ia mengajak beberapa orang untuk bergabung dengannya. Mereka merampok rumah orang-orang kaya dan membagikan hasil rampokan tersebut pada rakyat jelata. Sedikit pun ia tak pernah menikmati hasil rampokan itu secara pribadi.Rakyat jelata memuji-muji kebaikan hati si Pitung. Sebaliknya, pemerintah Belanda dan para tuan tanah mulai geram.Legenda Cerita Rakyat Si Pitung dari BetawiLegenda Cerita Rakyat Si Pitung dari BetawiApalagi banyak perampok lain yang bertindak atas nama si Pitung, padahal mereka bukanlah anggota si Pitung. Pemerintah Belanda kemudian mengeluarkan perintah untuk menangkap si Pitung. Meskipun menjadi buronan, si Pitung tak gentar. Ia tetap merampok orang-orang kaya, dengan cara berpindah tempat agar tak mudah tertangkap.Kesal karena tak bisa menangkap si Pitung, pemerintah Belanda menggunakan cara yang licik. Mereka menangkap Pak Piun dan Haji Naipin. Salah satu pejabat pemerintah Belanda yang bernama Schout Heyne mengumumkan bahwa kedua orang tersebut akan dihukum mati jika si Pitung tak menyerah. Berita itu sampai juga ke telinga si Pitung. Ia tak ingin ayah dan gurunya mati sia-sia. Ia lalu mengirim pesan pada Schout Heyne. Si Pitung bersedia menyerahkan diri jika ayah dan gurunya dibebaskan. Schout Heyne menyetujui permintaan si Pitung. Pak Piun dibebaskan, tapi Haji Naipin tetap disandera sampai si Pitung menyerahkan diri. Akhirnya si Pitung muncul. “Lepaskan Haji Naipin, dan kau bebas menangkapku,” kata si Pitung. Schout Heyne menuruti permintaan tersebut. Haji Naipin pun dilepaskan.“Pitung, kau telah meresahkan banyak orang dengan kelakuanmu itu. Untuk itu, kau harus dihukum mati,” kata Schout Heyne.“Kau tidak keliru? Bukannya kau dan para tuan tanah itu yang meresahkan orang banyak? Aku tidak takut dengan ancamanmu,” jawab si Pitung.“Huh, sudah mau mati masih sombong juga. Pasukan, tembak dia!” perintah Schout Heyne pada pasukannya.Pak Piun dan Haji Naipin berteriak memprotes keputusan Schout Heyne. “Bukankah anakku sudah menyerahkan diri? Mengapa harus dihukum mati?” ratap Pak Piun. Namun Schout Heyne tak perduli, baginya si Pitung telah mengancam jabatannya.Suara rentetan peluru pun memecahkan kesunyian, tubuh si Pitung roboh bersimbah darah terkena peluru para prajurit Belanda. Pak Piun dan Haji Naipin sangat berduka. Mereka membawa pulang jenazah si Pitung kemudian menguburkannya. Berkat jasa-jasanga, bangak sekali orang yang mengiringi pemakamannga dan mendoakannga. Meskipun ia telah tiada, si Pitung tetap dikenang sebagai pahlawan bagi rakyat jelata.Pesan moral dari Cerita Rakyat Si Pitung Dari Betawi untukmu adalah Jadilah orang yang rendah hati dan berani membela kebenaran

Dongeng Pendek Terbaik : Asal Usul Negeri Jambi
Folklore
25 Nov 2025

Dongeng Pendek Terbaik : Asal Usul Negeri Jambi

Pada zaman dahulu, Negeri Jambi terdiri atas lima desa dan belum memiliki raja. Suatu hari, para sesepuh desa berkumpul di Desa Batin Duo Belas, terletak di kaki Bukit Siguntang, untuk bermusyawarah. Mereka akan menunjuk raja yang disegani dan memiliki kelebihan. Untuk itu, calon raja harus melewati empat ujian, yaitu dibakar, direndam air mendidih, dijadikan peluru meriam, serta digiling menggunakan kilang besi.Setelah dilakukan serangkaian ujian, tidak ada calon yang bisa melewati tantangan terakhir, yaitu digiling. Akhirnya, para sesepuh mencari calon raja dari negeri lain. Berangkatlah para sesepuh ke India. Mereka menemui seseorang yang terkenal memiliki kesaktian tinggi. Setelah bertemu, para sesepuh mengutarakan niatnya. Orang sakti itu pun sanggup mengikuti ujian.Keesokan harinya, orang sakti tersebut diuji. Ia dibakar, direndam, dan dijadikan peluru, namun tetap tidak apa-apa. Terakhir, orang itu menjalani ujian digiling. Dan yang terjadi, justru kilang besinya hancur. Para penduduk gembira. Akhirnya, mereka menemukan raja yang sesuai persyaratan.

Gelang Menghilang
Teen
25 Nov 2025

Gelang Menghilang

Siang beranjak sebentar lagi senja. Kedua pemuda tengah duduk saling berhadapan di warung emak Miul. Warung ini tempat favorit Gempi dan Jaka. Setiap mereka mengadakan rapat paripurna untuk berkumpul, merapatkan barisan. Pasti ada hal penting yang akan dibahas. Pemuda yang bernama Gempi gemar mengoleksi benda-benda mistis. Bukan cuma itu, dia percaya kalau benda mistis bisa membawa kehidupan yang lebih berarti, terutama. Saat cintanya ditolak oleh perempuan yang dia sematkan di dada kirinya.“Heran! Gue enggak habis pikir sama Pi’i” Jaka membuka percakapan. “kenapa lagi sih?!” Gempi menimpali dengan raut wajah datar. “elo tahu enggak?” Jaka memasang wajah serius. “ya enggak lah, secara elo aja belum cerita.” Gempi masih digempur dengan rasa penasaran sembari meneguk teh manis.“Pi’i … Punya benda ajaib.” Mendengar kalimat itu Gempi tersedak. “APAAA?!!! BENDA AJAIB?!” Tegas Gempi. “iya, lebih tepatnya gelang ajaib.” “Siapapun orang yang memakai gelang itu, dia bisa menghilang.” Jaka menegaskan seluk beluk gelang menghilang. “Wah, boleh dong gue pinjam. Buat ngintipin Najmi kalau lagi mandi. HEHE” “Cabul pikiran lo. Gimana bisa keinginan elo terkabul.” “Enggak, enggak. Gue bercanda, dia dapat gelangnya darimana?!” “katanya dari dukun, tapi gue gak tahu juga benar atau enggak.” “Dukun! Dukun apa?” Gempi kepingin tahu lebih dalam tentang gelang menghilang, namun Jaka menjawabnya dengan sikap nyeleneh. “DUKUN BERANAK!!!” “HAHAHA. Mangknya kalau punya darah tinggi jangan makan danging kambing.” “Jangan salahin kambingnya, elo yang bikin gue kesel melulu. Udah jelas, gue bilang kurang tahu.” “Daripada marah-marah mending telepon Pi’i” “gue udah telepon. Kita tunggu aja, dia lagi one the way.”Di menit berikutnya. Tiba-tiba mereka tercengang bukan main bahkan didalam posisi duduk. Mereka nyaris kejengkang. Kedua pemuda dikagetkan dengan kedatangan sebentuk sosok Pi’i sudah terduduk di samping Gempi. Mereka menganga, dan semakin yakin kalau-kalau Pi’i punya kekuatan mutan dari gelang yang melingkari lengannya.“eee … Elo kok bisa ada disamping gue?!” Sergah Gempi suaranya terbata-bata. “Gelang yang gue pakai menunjukkan kuasanya.” jawab Pi’i dengan santai sembari meletakkan gelangnya di atas meja.“Boleh gue pinjem gelang lo? Sebagai gantinya elo minta apapun gue kasih.” “Gimana ya?!” Pi’i melempar tatapannya ke arah Jaka, kemudian Jaka mengangguk pelan. “Please, gue mohon sama lo.” Gempi merengek seperti bocah meminta dibelikan balon tiup. “Oke, sebagai gantinya. Gue minta semua barang yang elo anggap jimat.” “Gue setuju.” seraya Gempi mengeluarkan jimat yang berada di ransel mini. Di atas meja kayu persegi empat mereka saling bertukaran azimat. Gempi merelakan kedua benda mistis ditukar dengan gelang menghilang.“elo ikhlas enggak kalau benda ini gue bakar?!” “Gue ikhlas, benda itu udah jadi milik lo sekarang.” Kata Gempi, seraya memilin-milin temali benda ajiab itu. “Deal.” Pi’i berdiri terpancang kemudian mengayunkan kakinya 2 langkah. Di pelataran tanah merah, Pi’i membakar azimat hingga menjadi partikel debu.Pi’i melempar pandang ke arah Gempi. Tatapan Pi’i mengurung gelagat Gempi tengah memakai gelang ajaib dan, kemudian Gempi pun menghilang.Keesokan harinya. Bertepatan malam jumat keliwon, ia ingin membuktikan sesuatu Keajaiban temali gelang yang sudah melingkar di lenggannya. Gempi jalan melenggang menuju ke suatu tempat, entah apa yang ingin ia buktikan dengan gelang menghilang itu.10 menit berlalu. Ternyata tujuan Gempi. Tak lain tentang seorang perempuan pujaannya.Sesampainya Gempi di depan gerbang kediaman rumah Najmi. Hati Gempi seperti ditancap ribuan anak panah. Sebab, perempuan berwajah cantik dan kulit putih berseri. Kerap menolak perasaan Gempi. Hingga 15 kali berturut-turut bahkan ilmu pelet pun tak mampu memutar balikan hati Najmi.Gempi membulatkan tekatnya untuk menerobos masuk ke dalam kamar Najmi, dia hanya ingin mengucapkan selamat malam pada saat Najmi terlelap, Dan ehm! mengecup keningnya. Itupun sudah terasa cukup baginya.Terlihat Gempi tengah merapal sebuah mantra. Entah mantra apa yang membuat ia bisa percaya diri. Setelah doanya terpanjat ia membasuh mukanya dengan telapak tangan.Gempi memulai aksinya, terutama ia memanjat pagar rumah yang tingginya hanya satu menter. Itu tidak membuat dia gentar sama sekali. Taap … Suara kaki Gempi menjejak ubin bebatu. Dia berhasil melewati gerbang. Gempi memulai lagi aksinya berjalan mendekati pintu rumah. Tiba-tiba bola mata Gempi membulat kencang melihat pintu rumah Najmi terbuka lebar. Seperti ada sesuatu yang tidak beres. Gempi semakin penasaran!Tanpa pikir panjang dia mengayunkan kakinya lebih gesit!. Tidak masalah jika di ruang utama ada keluarga besar Najmi, Gelang menghilang menunjukkan kuasanya. Membuat dirinya tidak terlihat oleh dua bola indra penglihatan.Di detik berikutnya kaki Gempi tertancap di depan pintu, Ia terbelalak. Hatinya kalut-marut, lututnya terasa lemas. Gempi nyaris pipis di celana. Di ruang utama. Dia melihat dua orang perampok tengah menggeratak barang-barang yang ada di situ. Tanpa komando, tanpa aba-aba Gempi berteriak sekuat tenaga.“MALINGGGGGG!!! MALINGGGG!!” teriakan Gempi memecahkan kesunyian. Kedua perampok itu tersentak kaget. Teriakan Gempi pun mengundang empunya rumah. Para perampok lari tunggang langgang, namun saat dihadapan Gempi. Mata perampok itu memerah darah seperti menyimpan segunung murka, lalu salah satu dari perampok itu mengayunkan sebilah pisau dan … tertancap tepat di bagian perut Gempi. “AAAKKKKK!” Gempi meringis seraya tubuhnya jatuh di lantai … Dan Najmi yang melihat tragedi memilukan itu hanya bisa menjerit histeris. “GEMPIIIIIIIIII” suaranya mendengung di dalam kepala Gempi yang hampir tak sadarkan diri.Tiga hari setelah tragedi memilukan. Alhamdulillah nyawa Gempi tertolong. Dia mendapatkan perawan. Baca: perawatan. Intensif di RSUD yang berada di tengah-tengah kota. Sekarang jendela hati Gempi sudah terbuka. Dia merasakan cahaya masuk kedalam batinnya. Bahwasanya percaya dengan benda mistis menyeretnya pada tragedi kelam bahkan mengorbankan nyawanya sendiri.“DITUSUK SAKIT TAU. GUE KAPOK!!” kata Gempi.Di sisi lain. Tindakan terpujinya bak seorang pahlawan menggagalkan sekelompok perampok mampu meluluhkan hati Najmi. Hingga perempuan yang sudah menolak perasaan Gempi, kini ia miliki seutuhnya.Closing Story…Pada saat Gempi dan Jaka di warung Emak Miul. Pi’i sembunyi di kolong meja. Itu adalah rencana Jaka dan Pi’i. Agar Gempi membuka matanya lebar-lebar. Jika percaya dengan barang mistik. Musyrik!

Cerita Dongeng Anak Pendek : Asal Mula Dusun Senaning dan Dusun Selat
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Dongeng Anak Pendek : Asal Mula Dusun Senaning dan Dusun Selat

Pada zaman dahulu kala di daerah Jambi ada sebuah negeri yang diperintah oleh Sutan Mambang Matahari. Sutan mempunyai seorang anak bernama Tuan Muda Selat dan anak perempuan bernama Putri Cermin Cina. Tuan Muda Selat sangat tampan, namun ceroboh. Putri Cermin Cina sangat cantik dan penyayang.Suatu hari, datang seorang saudagar bernama Tuan Muda Senaning. Setelah bertemu Putri Cermin Cina, saudagar itu jatuh hati. Tuan Muda Senaning segera mengungkapkan isi hatinya. Gayung bersambut, sang Putri menerima ungkapan hatinya.Tuan Muda Senaning segera menghadap Sutan Mambang. Sutan Mambang Matahari menerima lamaran tersebut. Tapi, Sutan Mambang Matahari tidak bisa segera melangsungkan pernikahan mereka karena harus berlayar selama tiga bulan.Suatu hari, Tuan Muda Senaning dan Tuan Muda Selat asyik bermain gasing di halaman istana.Putri Cermin Cina melihat keasyikan tersebut. Kehadiran Putri Cermin Cina terlihat oleh kedua orang itu. Suatu ketika, gasing mereka beradu keras. Akibatnya, kedua gasing itu mengenai kening Putri Cermin Cina. Tak lama setelah itu, sang Putri meninggal dunia. Tuan Muda Senaning merasa bersalah atas kematian Putri Cermin. Ia pun jatuh sakit, tak lama kemudian ikut meninggal.Hati Tuan Muda Selat kacau balau. Ia segera memakamkan Putri Cermin Cina di tepi sungai, sedangkan Tuan Muda Senaning di seberang sungai. Sekarang, tempat itu dikenal dengan nama Dusun Senaning.Karena merasa bersalah, Tuan Muda Selat pergi meninggalkan negerinya. Ia pun tinggal di suatu tempat dan sekarang dikenal sebagai Kampung Selat.

Cerita Betawi : Legenda Si Jampang
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Betawi : Legenda Si Jampang

Jampang adalah lelaki Betawi yang hidup pada masa Indonesia masih dijajah Belanda. Ia dikenal tinggi ilmu silatnya. Piawai pula memainkan golok untuk senjata. Sejak masih muda usianya, Si Jampang suka merampok. Hingga kemudian ia menikah, tetap juga kebiasaannya merampok itu dilakukannya. Bahkan ketika istrinya meninggal dunia dan anaknya telah beranjak remaja.Meski dikenal sebagai perampok, Si Jampang tidak ingin anaknya itu mengikuti jejaknya. Ia menghendaki anaknya menjadi ahli agama. Maka, hendak dimasukkannya anaknya itu ke pesantren. Anak Si Jampang bersedia masuk pesantren dengan syarat ayahnya itu menghentikan tindakan buruknya. “Masak anaknya mengaji di pesantren tapi babehnya kerjaannya merampok? Apa kata orang nanti, Be?”Si Jampang hanya tertawa mendengar ucapan anaknya. Pada suatu hari Si Jampang mengunjungi Sarba, sahabat Iamanya. Ia telah lama tidak berkunjung. Sama sekali tidak disangkanya jika sahabatnya itu telah meninggal dunia.Ia ditemui Mayangsari, istri mendiang Sarba. Mayangsari bercerita, ia dan suaminya itu dahulu berziarah ke Gunung Kepuh Batu. Mereka berdoa di tempat itu dan memohon agar dikaruniai anak. Sarba berjanji,jika doanya dikabulkan, ia akan menyumbang dua ekor kerbau. Doa mereka akhirnya dikabulkan Tuhan. Mayangsari hamil dan akhirnya melahirkan seorang anak lelaki yang mereka beri nama Abdih. Ketika Abdih beranjak remaja, Sarba meninggal dunia. “Kata orang, suami aye’ itu meninggal karena lupa pada janjinya yang akan menyumbang dua ekor kerbau.”Mendapati Mayangsari telah menjanda sementara dirinya juga telah menduda, Si Jampang lantas melamar Mayangsari. Namun, Mayangsari menolak dengan kasar pinangan Si Jampang. Si Jampang yang sakit hati lalu mencari dukun untuk mengguna-gunai Mayangsari. Dengan bantuan keponakannya yang bernama Sarpin, didapatkannya dukun itu. Pak Dul namanya, seorang dukun dari kampung Gabus. Si Jampang lantas mengguna-gunai Mayangsari dengan guna-guna dari Pak Dul.Mayangsari jadi gila setelah terkena guna-guna. Ia sering berbicara dan tertawa sendiri. Abdih yang sangat prihatin pun berusaha mencari cara untuk menyembuhkan kegilaan yang dialami ibunya. Abdih lantas mencari dukun. Kebetulan dukun yang ditemuinya adalah Pak Dul dari kampung Gabus hingga Pak Dul dapat dengan mudah melepaskan gunaguna yang mengena pada diri Mayangsari.Si Jampang lantas menemui Abdih dan menyatakan minatnya untuk memperistri ibu Abdih itu.“Aye tidak menolak pinangan Mang’ Jampang untuk ibu aye, tapi aye minta syarat, Mang,” jawab Abdih.“Syarat apa yang kamu minta?”“Aye minta sepasang kerbau untuk mas kawinnya, Mang,”Si Jampang menyanggupi, meski sepasang kerbau bukan perkara yang gampang untuk didapatkan Si Jampang. Si Jampang berusaha memikirkan cara untuk mendapatkan sepasang kerbau. Teringatlah ia pada Haji Saud yang tinggal di Tambuh. Haji Saud sangat kaya, namun sangat kikir. Si Jampang lantas menghubungi Sarpin dan mengajak keponakannya itu merampok rumah Haji Saud.Rupanya, rencana perampokan itu telah diketahui Haji Saud. Haji Saud telah menghubungi polisi. Para polisi segera bersiaga di sekitar rumah Haji Saud. Maka, ketika Si Jampang dan Sarpin yang mengenakan baju hitam-hitam itu datang hendak merampok, para polisi segera mengepungnya. Si Jampang ditangkap dan dipenjarakan. Ia kemudian dijatuhi hukuman mati.Kematian Si Jampang disambut gembira para tauke dan tuan tanah karena merasa terbebas dari keonaran yang dilakukan Si Jampang. Namun, kematian Si Jampang ditangisi rakyat miskin. Meski dikenal selaku perampok, namun Si Jampang banyak memberikan bantuannya kepada mereka. Kebanyakan Si Jampang membagi-bagikan hasil rampokannya itu kepada mereka yang membutuhkan. Bagi rakyat miskin, Si Jampang adalah sosok pahlawan.Pesan moral dari kumpulan cerita betawi : legenda si jampang adalah menegakkan kebenaran memang berat. Meski demikian hendaklah kita senantiasa menegakkan kebenaran karena kebenaran adalah sesuatu yang akan dikenang sepanjang zaman.

Cerita Dongeng Menjelang Tidur dari Jambi : Legenda Puti Kusumba
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Dongeng Menjelang Tidur dari Jambi : Legenda Puti Kusumba

Alkisah pada masa lampau di Jambi, hiduplah sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak.Perkawinan mereka yang telah berlangsung cukup lama belum juga mendapat tanda tanda akan hadirnya seorang anak. Meski demikian, pasangan suami istri itu tak putus asa. Mereka terus berupaya dan berdoa.Cerita Dongeng Menjelang Tidur dari Jambi Puti KusumbaCerita Dongeng Menjelang Tidur dari Jambi Puti KusumbaPada suatu malam, pasangan suami istri itu mengalami mimpi yang sama. Mereka bermimpi didatangi seorang kakek yang tak mereka kenal.“Bila kalian ingin memiliki anak, carilah rebung yang dililit ular sawah”, kata si kakek. “Masaklah rebung itu dan makanlah. Niscaya apa yang kalian dambakan akan segera terwujud”, tambahnya lagi. Setelah berkata demikian si kakek itupun pergi.Keesokan harinya pasangan suami istri itu saling menceritakan mimpinya masing masing. Mereka merasa aneh, mengapa bisa mengalami mimpi yang sama. Mereka pikir pastilah ini pertanda baik. Mereka memutuskan untuk mengikuti petunjuk si kakek.Ketika hari mulai terang, berangkatlah mereka menuju ke pinggir hutan yang banyak ditumbuhi pohon bambu. Rebung merupakan tunas bambu yang masih muda dan biasa dijadikan sayur sebagai pelengkap makan nasi.Begitu sampai, mereka segera mengamati satu persatu rebung yang ada sambil berjalan menunduk. Mereka terus mencari rebung yang dililit ular sawah.Tak berapa lama kemudian, pasangan suami istri itu menemukan seekor ular sawah yang sedang melilitikan tubuhnya pada serumpun rebung. Hati mereka melonjak kegirangan karena menemukan apa yang cari.“Sebaiknya kita bicara saja pada ular sawah ini apa tujuan kita kesini”, kata sang suami pada istrinya. Sang istri mengangguk setuju.Sang suami segera menceritakan mimpinya kepada ular sawah. Tak disangka, ular sawah itu ternyata bisa bicara layaknya seorang manusia.“Bila kau membutuhkan rebung itu, ambilah”, kata ular sawah. “Tapi aku ingin membuat perjanjian terlebih dulu denganmu”, tambah si ular sawah sambil mulai merenggangkan lilitannya pada rebung.“Perjanjian apa yang kau maksud ?”, tanya sang suami penasaran. Ular sawah itu mulai merayap mendekatinya.“Aku ingin kau berjanji untuk menyerahkan anakmu padaku jika ia perempuan. Jika anakmu laki laki maka kau berhak memilikinya”, kata ular sawah itu sambil mengangkat kepalanya menatap sang suami.Sepasang suami istri itu terkejut mendengar apa yang dikatakan ular sawah. Mereka tak menyangka ular sawah itu mengajukan syarat yang sungguh berat. Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya sang suami menyetujui kesepakatan yang diajukan ular sawah.“Baiklah, kami akan menyerahkan anak kami padamu jika ia perempuan..”, kata sang suami pelan. “Kami akan menyerahkannya ketika ia berumur tujuh tahun”, tambahnya sambil menatap ular sawah.Meski terasa sangat berat, keinginan memiliki anak yang begitu kuat membuatnya memutuskan untuk setuju. Sang istripun tak punya pilihan. Ia sependapat dengan suaminya.Pulanglah sepasang suami istri itu membawa rebung seperti yang dimaksud si kakek. Begitu tiba di rumah sang istri langsung memasaknya dan menyantapnya bersama sang suami. Waktu terus berjalan, hari berlalu. Pada suatu pagi sang istri merasakan ada perubahan pada dirinya. Ia mulai mengandung.Tak terasa tibalah saatnya sang istri melahirkan jabang bayi. Kegembiraan mereka akan kehadiran anak yang ditunggu mendatangkan kebahagiaan dan kesedihan sekaligus.Mereka gembira karena harapan untuk memiliki seorang anak telah terwujud. Namun demikian pasangan suami istri itu juga merasakan kesedihan manakala mengetahui anak mereka perempuan. Mereka teringat akan kesepakatan yang telah dibuat dengan ular sawah tempo hari.Bayi perempuan itu diberi nama Puti Kusumba. Ia tumbuh menjadi seorang anak perempuan yang lucu dan menggemaskan. Ayah dan ibunya semakin resah karena kini Puti Kusumba telah berumur tujuh tahun. Tibalah saatnya anak itu diserahkan kepada ular sawah.Karena tak sanggup memenuhi janjinya, sepasang suami istri itu bermaksud mengingkarinya. Mereka mengurung Puti Kusumba di dalam rumah dan tak pernah ditinggalkan seorang diri. Mereka takut sekali jika ular sawah datang dan membawa pergi putri yang sangat mereka cintai.Pada suatu ketika, sang suami hendak pergi berlayar meninggalkan pulau tempat tinggal mereka. Sebelum berangkat sang suami berpesan pada istrinya agar tak membawa Puti Kusumba keluar rumah walau sekejap.“Jagalah Puti baik baik. Jangan sampai ular sawah itu punya kesempatan untuk mengambilnya”, kata sang suami dengan nada khawatir. Sang suami sebenarnya enggan meninggalkan istri dan anaknya sendirian, namun apa daya, ia harus mencari nafkah.Beberapa hari setelah kepergian suaminya, sang istri membawa Puti Kusumba mandi ke sungai. Sang istri lupa akan pesan suaminya. Ketika keduanya tengah asyik bermain air sungai, tiba tiba datang ular sawah dan mengangkat Puti Kusumba.“Tolong bu…. tolong…”, teriak Puti Kusumba panik. Sang ibu tak kalah paniknya. Ia segera menjerit jerit minta pertolongan. Namun sayang, tak ada seorangpun di dekat mereka. Ular sawah itu membawa Puti Kusumba pergi dengan cepatnya.Ular sawah membawa Puti Kusumba ke sebuah tebing yang menjorok ke laut. Puti Kusumba tak dapat berbuat apa apa. Gadis kecil itu hanya duduk menangis sambil menatap perahu perahu nelayan yang lalu lalang dibawah tebing. Ingin sekali ia berteriak minta tolong, namun bayangan dimakan ular sawah membuatnya mengurungkan niatnya. Ia hanya bisa berharap ayahnya lewat disitu dan menolongnya.Sehari hari Puti makan buah buahan yang dibawakan ular sawah untuknya. Suatu hari ular sawah datang menghampiri Puti Kusumba dan bertanya,“sebesar apakah hatimu gadis kecil ?”, tanyanya suatu kali. “Sebesar jeruk..”, jawab Puti Kusumba sambil menahan tangis.Beberapa hari kemudian ular sawah datang lagi dan bertanya padanya,“sebesar apa hatimu sekarang gadis kecil ?”tanyanya sambil membawakan Puti Kusumba buah buahan.“Sebesar mangga..”, jawab Puti Kusumba. Ia berharap ular sawah itu segera pergi meninggalkannya. Ia sungguh ketakutan berdekatan dengan ular itu.Setiap hari Puti Kusumba senantiasa memandang kebawah tebing. Ia berharap ayahnya lewat disitu. Suatu hari ketika tengah melamun, Puti Kusumba dikejutkan oleh suara ular sawah yang tiba tiba sudah berada dikampingnya.“Hai gadis kecil, sudah sebesar apa hatimu sekarang ?”, tanya ular sawah dengan suara keras. Puti Kusumba kembali menangis ketakutan.“Sebesar kelapa ”, jawabnya di tengah isak tangisnya.Ular sawah gembira sekali mendengar jawaban Puti Kusumba.“Hhhmmmm…sudah saatnya berpesta nanti malam..”, pikirnya senang. Ular sawah berniat mengundang kesepuluh ekor ular temannya untuk beramai ramai menyantap Puti Kusumba. Melihat ular sawah yang menyeringai ke arahnya, Puti Kusumba menangis semakin keras. Ia tahu kalau tak lama lagi dirinya akan disantap ular sawah.Hari mulai senja ketika Puti Kusumba melihat sebuah perahu yang berada tak jauh dari tebing. Ia mengamati sosok laki laki di atasnya dengan seksama. Ia merasa mengenali sosok yang tengah mendayung di atas perahu itu. Dugaannya benar. Ayahnya yang tengah melaju di atas perahu itu sebentar lagi lewat di dekatnya.Puti Kusumba berteriak sekeras kerasnya.“Ayah….ayah…tolong Puti…”, teriaknya berkali kali. Sang ayah terkejut mendengar suara anak perempuannya berteriak minta tolong. Setelah memperhatikan keadaan sekeliling, sang ayah akhirnya menemukan tempat anaknya berada. Ia melihat Puti Kusumba tengah melambai lambaikan tangannya dari atas tebing sambil berteriak teriak.Sang ayah terkesiap. Ia memastikan bahwa anaknya itu tengah disandera ular sawah. Tak mau membuang waktu, ia langsung mendayung ke bawah tebing hendak menjemput anaknya.“Melompatlah kau kesini, nak…”, teriak sang ayah. “Ayah akan menangkapmu..”, tambahnya dengan suara tergesa.Meski takut, Puti Kusumba menuruti perintah ayahnya. Ia segera melompat dari atas tebing yang rupanya tak terlalu tinggi itu. Sekejap kemudian ia merasakan tubuhnya telah sampai dalam gendongan ayahnya.Ular sawah yang baru datang bersama kesepuluh temannya sangat terkejut melihat Puti Kusumba tak ada di tempatnya. Setelah mencari cari, matanya menangkap sebuah perahu nelayan berisi seorang laki laki dan seorang anak kecil di kejauhan.“Aaaaargggg…..santapanku lepas…”, teriaknya marah. Ia tahu bahwa anak kecil dalam perahu itu adalah Puti Kusumba yang telah dibawa pergi ayahnya.Kesepuluh teman ular sawah marah besar. Mereka merasa ditipu. Bayangan lezatnya menyantap daging manusia membuat mereka semakin murka. Entah siapa yang memulai, kesepuluh ekor ular yang tengah kelaparan itu akhirnya menyerang si ular sawah. Mereka mengoyak tubuhnya dan menyantap dagingnya bersama sama.Kini Puti Kusumba telah kembali ke rumah dengan selamat. Sejak matinya si ular sawah, Puti Kusumba hidup tenang bersama ayah ibunya. Ketakutan akan kejaran si ular sawah telah sirna selamanya.

Legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan
Folklore
25 Nov 2025

Legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan

Jaka Tarub adalah pemuda yang tampan. Dia sangat populer di desanya.Banyak gadis muda jatuh cinta padanya. Namun Jaka Tarub berpikir bahwa mereka tidak cukup cantik untuk menjadi istrinya.Itu sebabnya dia masih lajang.Dia ingin memiliki istri yang sangat cantik.Seperti biasa Jaka Tarub pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu. Tiba-tiba dia mendengar suara dari air terjun.Dia penasaran.Suara itu terdengar seperti banyak gadis sedang mandi di air terjun didalam hutan.Agak mengendap-endap, Jaka Tarub berjalan ke arah air terjun. Ketika dia tiba di sana, dia melihat tujuh gadis sangat cantik sedang mandi.Dia benar-benar terpesona dengan kecantikan mereka.Setelah mereka selesai mandi, gadis-gadis itu perlahan mengambil selendang mereka.Hebatnya setelah mereka mengenakan selendang, mereka terbang ke langit.“Mereka bukan manusia. Mereka Bidadari dari Kahyangan!” kata Jaka Tarub terkesima.Setelah itu Jaka Tarub pulang.Dia sangat gelisah.Dia terus memikirkan tujuh gadis cantik itu.Pada hari berikutnya, Jaka Tarub kemudian memutuskan untuk kembali ke air terjun.Ketika para Bidadari itu mandi, dia mencuri salah satu selendangnya.Legenda Jaka Tarub dan Nawang WulanLegenda Jaka Tarub dan Nawang WulanDan itu membuat satu peri tidak bisa terbang kembali ke langit.Dia menangis.Jaka Tarub kemudian mendekatinya. “Ada apa? Kenapa kamu menangis?”“Aku kehilangan selendangku. Aku tidak bisa kembali ke rumah. Semua saudariku telah meninggalkanku. Namaku Nawang Wulan. Aku akan memberimu apa pun jika kamu dapat menemukan syalku.” kata peri itu.“Aku akan membantumu. Tetapi jika kita tidak dapat menemukannya, kamu bisa tinggal di rumahku. Kamu bisa menjadi istriku,” kata Jaka Tarub.Kemudian Jaka Tarub berpura-pura mencari selendang. Dan tentu saja mereka tidak dapat menemukannya.Setelah itu mereka pergi ke rumah Jaka Tarub.Kemudian mereka menikah. Mereka punya bayi perempuan.Mereka memiliki kehidupan yang bahagia.Mereka selalu punya cukup nasi untuk dimakan.Mereka tidak harus bekerja keras seperti tetangga mereka yang lain.Itu karena Nawang Wulan menggunakan sihirnya untuk memasak.Suatu hari, Jaka Tarub bertanya kepada istrinya mengenai keanehan beras mereka yang tidak pernah habis.Nawang Wulan tidak memberitahunya rahasia itu dan memintanya untuk jangan pernah membuka tutup panci saat memasak.Dia mengatakan bahwa jika Jaka Tarub membuka tutupnya, mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan banyak nasi untuk dimasak.Suatu hari, Jaka Tarub benar-benar ingin tahu. Dia kemudian membuka tutup panci memasak.Dia terjekut ketika melihat hanya ada beberapa butir beras untuk dimasak.Ketika Nawang Wulan sampai di rumah, dia tahu bahwa Jaka Tarub telah membuka tutupnya.Dia marah karena dia sudah kehilangan keajaiban dalam memasak.Sekarang dia harus mengambil nasi dalam porsi besar untuk dimasak.Perlahan-lahan cadangan beras mereka di tempat penyimpanan semakin berkurang.Dan ketika Nawang Wulan ingin mengambil beras terakhir, dia menemukan selendangnya.Jaka Tarub menyembunyikan selendangnya di tempat penyimpanan beras.Nawang Wulan sangat senang, sekaligus sedih. Dia kemudian berkata, “Aku akan pulang sekarang. Jaga putri kita. Ketika ada bulan purnama, bawa dia keluar dari rumah dan aku akan datang untuk menjemputnya.”Nawang Wulan kemudian terbang ke langit.Jaka Tarub sangat sedih.Dan untuk menepati janji, Jaka Tarub selalu pergi keluar rumah bersama putrinya saat bulan purnama. Namun Nawang Wulan tidak pernah kembali.Pernikahan Nawangsih, Putri dari Jaka Tarub dan Nawang WulanNawang Wulan yang marah karena mengetahui bahwa suaminya adalah pencuri selendang miliknya akhirnya meninggalkan Jaka Tarub.Walaupun Jaka Tarub memohon istrinya agar tidak pulang ke kahyangan. Namun tekad Nawang Wulan sudah bulat.Hanya saja, pada waktu-waktu tertentu ia rela datang ke marcapada untuk menyusui bayi Nawangsih.Setelah sekian lama Jaka Tarub kemudian menjadi pemuka desa bergelar Ki Ageng Tarub, dan bersahabat dengan Brawijaya raja Majapahit.Pada suatu hari Brawijaya mengirimkan keris pusaka Kyai Mahesa Nular supaya dirawat oleh Ki Ageng Tarub.Utusan Brawijaya yang menyampaikan keris tersebut bernama Ki Buyut Masahar dan Bondan Kejawan, anak angkatnya. Ki Ageng Tarub mengetahui kalau Bondan Kejawan sebenarnya putra kandung Brawijaya. Maka, pemuda itu pun diminta agar tinggal bersama di desa Tarub.Sejak saat itu Bondan Kejawan menjadi anak angkat Ki Ageng Tarub, dan diganti namanya menjadi Lembu Peteng. Ketika Nawangsih tumbuh dewasa, keduanya pun dinikahkan.Setelah Jaka Tarub meninggal dunia, Lembu Peteng alias Bondan Kejawan menggantikannya sebagai Ki Ageng Tarub yang baru. Nawangsih sendiri melahirkan seorang putra, yang setelah dewasa bernama Ki Getas Pandawa.Ki Ageng Getas Pandawa kemudian memiliki putra bergelar Ki Ageng Sela, yang merupakan kakek buyut Panembahan Senapati, pendiri Kesultanan Mataram.

Cerita Rakyat Betawi : Keberanian Murtado
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Betawi : Keberanian Murtado

Murtado tinggal di daerah Kemayoran. Parasnya cukup tampan, tapi yang terpenting adalah sikapnya yang santun dan berani membela orang yang lemah. Saat itu, keadaan di daerah Kemayoran kurang aman. Selain karena masih dijajah oleh Belanda, banyak pula gangguan dari jagoan-jagoan Kemayoran yang jahat. Mereka memeras rakyat kecil dan merampas hasil pertaniannya.Sejak kecil, Murtado dididik dengan baik oleh ayahnya. Tak hanya ilmu agama dan pelajaran sekolah, tapi juga ilmu bela diri. Meskipun menguasai ilmu bela diri dengan baik, Murtado tak pernah sekali pun menyalahgunakan kemampuannya itu.Semakin hari keadaan di daerah Kemagoran semakin tak aman. Penguasa Belanda semakin merajalela. Pemimpin daerah Kemagoran pun dijadikan kaki tangan mereka. Pemimpin yang disebut dengan Bek itu sebenarnya orang pribumi, namanya Bek Lihun.Ia dibantu oleh Mandor Bacon. Meskipun pribumi, mereka lebih membela kepentingan Belanda dari pada kepentingan penduduk Kemayoran.Murtado sebenarnya tak tahan melihat perilaku Bek Lihun dan Mandor Bacan yang semena-mena, namun ia berusaha menahan diri. Suatu hari, kemarahannya memuncak, karena melihat Mandor Bacan yang berani menggoda kekasih Murtado pada acara derapan padi. Saat itu, Mandor Bacon ditunjuk sebagai pengawas jalannya acara itu.“Hei Mandor Bacan, berani sekali kau mengganggu kekasihku,” teriaknya sambil menghadang Iangkah Mandor Bacan.Mandor Bacan menanggapinya dengan sinis, “Memangnya kenapa? Aku bebas mengukai wanita mana pun yang aku mau,” jawabnya.Kumpulan Cerita Rakyat Betawi Macan KemayoranKumpulan Cerita Rakyat Betawi Macan KemayoranMurtado segera mengeluarkan jurus-jurus bela dirinya. Mandor Bacan tak mau kalah, tapi Murtado dengan mudah mengalahkannya. Mereka bukanlah lawan yang seimbang. Tak terima dengan perlakuan Murtado, Mandor Bacan melaporkan kejadian itu pada Bek Lihun. Bek Lihun merasa tersinggung dengan tingkah laku Murtado, ia pun mencari cara untuk mencelakai Murtado. Berbagai cara telah dilakukan untuk menjebak dan mengalahkan Murtado, tapi semuanya gagal. Akhirnga Bek Lihun menyerah, ia pun mengakui kehebatan Murtado dan memilih untuk bersahabat dengannya.Sebagai seorang kesatria, Murtado menerima tawaran persahabatan dari Bek Lihun. Ia tak menyimpan dendam sedikit pun, bahkan bersedia membantu Bek Lihun memberantas kawanan perampok yang dipimpin oleh Warsa.“Murtado, Belanda sudah menegurku berkali-kali. Aku dianggap tak mampu menjaga keamanan daerah kita ini. Gara-gara Warsa, penduduk kampung kita semakin miskin dan tak mampu membayar pajak. Kau mau, kan membantuku?” pinta Bek Lihun.Murtado berpikir sejenak. Sebenarnya ia bimbang, membantu Bek Li hun berarti membantu Belanda juga.“Bek Lihun, camkan kata-kataku. Aku mau membantumu untuk meIawan Warsa, tapi bukan untuk kepentingan Belanda. Aku merasa wajib melindungi penduduk kampung dari kekejian Warsa dan anak buahnya,” kata Murtado.“Terima kasih, Murtado. Aku tahu, hatimu pasti tak tega melihat penderitaan teman-teman kita ini,” jawab Bek Lihun.Murtado mulai menyusun strategi. Bersama Saomin dan Sarpin, ia pergi ke markas Warsa dan anak buahnya. Biasanya, Warsa dan anak buahnya berkumpul di daerah Tambun dan Bekasi, tapi malam itu mereka tak ada di sana.Cerita Rakyat Betawi si Macan KemayoranCerita Rakyat Betawi si Macan KemayoranMurtado dan teman-temannya tak kehabisan akal, mereka bertanya pada setiap orang yang mereka jumpai. Akhirnya mereka mendapat informasi kalau Warsa dan anak buahnya sedang berada di daerah Karawang. Tanpa buang-buang waktu lagi, Murtado dan teman-temannya menyusul ke Karawang. Dan terjadilah pertempuran hebat.Warsa adalah Iawan yang tangguh, ilmu bela dirinya juga hebat. Tak heran jika orang-orang takut padanya.“Ha… ha… anak ingusan macam kau hendak melawanku? Rasakan jurusku ini!” kata Warsa sambil melayangkan tinju. Namun Murtado tak kalah hebat. Dikerahkannya semua ilmu bela diri yang ia kuasai. Saomin dan 5arpin juga bertarung melawan anak buah Warsa.Akhirnya kemenangan berpihak pada Murtado. Warsa tewas di tangannya, sementara anak buahnya menyerah kalah.“Ampuni kami Tuan, kami akan melakukan apa saja yang Tuan pinta, tapi jangan bunuh kami,” kata mereka mengiba-iba.“Tunjukkan di mana hasil rampokan itu kalian simpan, setelah itu kalian akan aku ampuni,” kata Murtado tegas.Murtado dan teman-temannya membawa pulang hasil rampokan Warsa ke Kemayoran. Mereka mengembalikannya pada pemiliknya masing-masing. Penduduk Kemayoran sangat gembira. Begitu juga dengan Bek Lihun, ia bahkan melaporkan keberhasilan Murtado pada Belanda.Penguasa Belanda kagum pada kegigihan dan keberanian Murtado. Atas usul Bek Lihun, penguasa Belanda menawarkan Murtado untuk menjadi pemimpin daerah Kemayoran menggantikan Bek Lihun.“Maaf Tuan, tapi saya lebih senang menjadi rakyat biasa. Biarkan saya berjuang di jalan saya sendiri,” tolak Murtado dengan halus.Ya, Murtado tak mau menjadi kaki tangan Belanda. Ia merasa Iebih baik hidup sebagai rakyat biasa dan membantu menjaga keamanan penduduk Kemayoran dengan caranya sendiri. Karena keberaniannya itu, penduduk Kemayoran dan penguasa Belanda menjulukinya “Macan Kemayoran”.Pesan moral dari Cerita Rakyat Betawi : Murtado Macan Kemayoran untukmu adalah semua orang pasti memiliki kemampuan dan bakat. Karena itu gunakanlah kemampuan dan bakatmu untuk membantu orang-orang di sekitarmu.

Cerita Rakyat Singkat : Bujang Katak
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Singkat : Bujang Katak

Alkisah, di daerah Bangka ada seorang perempuan tua yang sangat miskin. Ia mempunyai anak yang memiliki bentuk dan kulit seperti katak. Masyarakat sekitar memanggil anak tersebut Bujang Katak.Bujang Katak tumbuh menjadi pemuda yang rajin. Suatu hari, Bujang Katak mengutarakan keinginannya untuk menikahi putri raja kepada ibunya. Mereka pun berangkat ke kerajaan dan mengutarakan maksud kedatangannya.Sang Raja mempersilahkan ketujuh putrinya menentukan pilihannya. Semua putri Raja menolak, kecuali si Bungsu. Putri Bungsu bersedia menikah dengan Bujang Katak asal dibuatkan jembatan emas dari rumah Bujang Katak sampai istana.Bujang Katak segera bertapa. Pada malam ketujuh, keajaiban terjadi. Tubuh Bujang Katak memancarkan sinar berwarna kekuningan, kulit kataknya mengelupas. Ia menjadi pemuda yang tampan dan gagah. Bujang Katak membakar kulit kataknya. Kulit itu berubah menjadi tumpukan emas. Dengan emas itulah, ia membangun jembatan dalam waktu satu malam.Paginya, istana gempar dengan adanya jembatan emas. Sang Raja juga kaget melihat Bujang Katak yang sudah berubah. Ia pun dinikahkan dengan Putri Bungsu dan hidup di istana.

Pendakian Gunung Lawu
Teen
25 Nov 2025

Pendakian Gunung Lawu

Farel adalah seorang mahasiswa ITB yang mengambil jurusan teknik mesin. Suatu hari pada saat libur kuliah, Farel merencanakan untuk pergi mendaki ke gunung Lawu. Pada saat itu Farel masih berada di kosnya yang berada di Bandung sedangkan Gunung Lawu berada di Jawa Tengah. Pada saat itu Farel pulang terlebih dahulu ke kampung tempat tinggal kedua orangtuanya yang berada di Solo untuk bertemu mereka karena Farel sudah lama tidak bertemu langsung dengan kedua orangtuanya.Farel pun membeli tiket kereta untuk pulang ke Solo. Farel berangkat ke stasiun dan naik ke kereta, pada saat di kereta Farel telepon Dimas yang berada di Solo mengajak Dimas untuk mendaki. Dimas adalah seorang pendaki gunung yang handal sedangkan Farel adalah pendaki pemula dan ini adalah pendakian pertamanya.Farel pun sampai di Solo, perjalanan Farel dari Bandung ke Solo kira kira 8 jam. Farel menggambil hp dari celananya untuk menelepon Dimas agar segera dijemput.“Aku sudah sampai di Solo nih jemput aku di stasiun dong!” kata Farel. “Oke, aku jemput sekarang.” kata Dimas. “Aku tunggu didepan stasiun ya.” kata Farel.Dimas pun berangkat menjemput Farel dengan menggunakan mobil. Sekitar 45 menitan Dimas pun sampai di stasiun. Mereka pun bertemu di depan stasiun dan langsung kembali ke kampung Farel. Saat di perjalanan mereka berdua ngobrol tentang pendakian ke gunung lawu.“Tentang mendaki ke gunung Lawu kamu jadi ke sana.” kata Dimas. “jadi lah.” kata Farel. “Tapi kamu emangnya kuat sampai ke puncak, kamu kan baru pertama mendaki.” kata Dimas yang tidak yakin kalau Farel kuat untuk mendaki sampai ke puncak gunung Lawu. “Tenang pasti kuat kok.” kata Farel dengan sangat yakin kalau dia pasti bisa mendaki sampai ke puncak gunung Lawu.”Farel dan Dimas pun sampai di kampung kira kira 1,3 jam karena di perjalanannya macet. Farel pun sampai di rumah orangtuannya.“Assalamualaikum.” kata Farel dengan sangat bahagia karena sudah lama tidak bertemu ke dua orangtuannya. Kedua orangtua Farel kaget karena Farel pulang tanpa mengabari mereka berdua. “Loh kapan moleh kok gak dikabari se nak.” kata ibu Farel.” “Iyo kok gak ngabari se, sopo seng jemput.” kata bapak Farel. “Iku pak dimas teman waktu SMA dulu” kata Farel. “Yowes ndang istirahat sana!” suruh ibu karena ibu tau kalau Farel capek. “Buk aku besok mau ndaki ke gunung lawu ya.” kata Farel. “Iya-iya wes itirahat sana.” kata ibuk.Farel pun menuju kamar untuk beristirahat dan langsung tidur. sekitar jam 4 sore farel bangun dan menuju ke rumah Dimas untuk menanyakan pendakian besok.“Dim gimana pendakiannya apa aja alatnya yang dibutuhkan.” kata farel. “Tenang habis magrib kita ke basecamp temen temen gua yang sudah pengalaman mendaki termasuk gua.” kata Dimas. “Disana sudah ada alat alat untuk mendaki.” kata dimas.Habis magrib pun Farel dan Dimas ke bascam dan menginap di sana untuk membicarakan pendakiannya dan menyiapkan alat-alatnya. Mereka berdua sampai di basecamp disana, sudah ada alat alat untuk pendakiannya besok dan sudah disiapkan oleh teman temannya Dimas. Mereka berdua pun istirahat sambil minum teh hangat.“Jangan tidur malam-malam ya Rel!” kata Dimas. “Oke.” jawab Farel. “Soalnya kita harus berangkat pagi besok.” kata Dimas. “Habis minum teh langsug tidur aku kok.” jawab Farel.”Keesokkan harinnya Farel dan Dimas berangkat sekitar jam 7 pagi. Mereka berdua sampai di gunung lawu sekitar jam 10.00. “Target diatas itu kita akan ngcamp di pos 5 sekitar jam 17.00.” kata Dimas. “Ini sudah kedua kalinya aku mendaki ke gunung lawu.” kata Dimas. “Kamu sampai ke puncak Dim?” tanya Farel. “Aku tidak sampai puncak karena aku cidera dan kali ini pasti bisa sampai ke puncak.” jawab Dimas.Mereka berdua sampai di pos 1 sekitar jam 12. 00 dan sampai di pos 2 sekitar jam 12.30. Mereka berdua berjalan dimuali jam 10.30 Mereka berdua membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai di pos 2 harusnya bissa lebih cepat jika Farel dan Dimas beristirahat lama banget. Mereka berdua melanjutkan perjalanan ke pos 3. Tapi sudah 1 jam mereka berdua berjalan tapi tidak menemukan keberadaan pos 3.“Apakah mungkin pos 3 itu hanya mitos?” tanya Farel. “Nggak mungkin, tidak ada kata mitos di sini.” jawab Dimas supaya Farel tidak panik dalam perjalanan.Dan akhirnya pos 3 mulai terlihat sekitar 1 jam 30 menit baru sampai di pos 3. Farel dan Dimas sampai di pos 3 dan bertemu dengan kelompok pendaki lain. Di pos 3 ini ada sumber air bersih, yang langsung bisa diminum dan bisa untuk memasak. Dimas pun mengambil air dengan botol untuk persediaan air saat perjalanan ke puncak. Mereka berdua membuat kopi untuk menghangatkan badan mereka dan membuat mi instan untuk meraka berdua makan. Lumayan udah kerasa dingin tapi karena mereka sudah makan mi instan badan Farel dan Dimas pun terasa lebih hangat.Farel dan Dimas melanjutkan perjalanan mereka menuju pos 4. Sekitar jam 17. 00 mereka sampai di pos 4 target sampai pos lima jam 17. 00 pun gagal karena terlalu lama istirahat di pos 3. Di pos 3 mereka berdua meminum kopi dengan menikmati udara yang sejuk dan merokok terlebih dahulu sebelum ke pos 4 mungkin itu yang menyebabkan Farel dan Dimas sampai di pos 4 jam 17.00.Dimas memutuskan untuk ngecamp di pos 4. Tapi Farel Merasakan hal yang aneh di pos 4 ini. “Dim jangan ngecamp di sinil!” ucap Farel dengan ketakutan. “Emang kena Rel?” tanya Dimas. “Aku merasakan ada hal aneh di pos 4.” jawab Farel. “Tapi jika kita melanjutkan ke pos 5, sekitar jam 6 kita baru sampai di sana.” kata Dimas. “Gak papa yang penting jangan di sini.” Jawab Farel. Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan ke pos 5.Di tengah perjalanan Farel mulai capek dan takut. “Dim aku capek nih berhenti sebentar dong!” ucap Farel. Mereka pun berhenti sebentar untuk beristirahat dan minum air. Sepertinya Farel sudah gak kuat untuk melanjutkan. Tapi karena Farel tidak mau mengecewakan Dimas, Farel melanjutkan perjalanan dengan penuh semangat lagi.Kurang lebih 1 jam mereka berdua sampai di pos 5. Mereka berdua pun memesang tenda untuk mereka tidur. Farel dan Dimas memasak mi instan lagi karena itulah makanan paling praktis yang bisa dibawa untuk mendaki. Sesudah makan mereka langsung tidur karena besok harus melanjutkan perjalanan.Pagi pun tiba dan mereka bertemu dengan kelompok pendaki lainnya di pos. Sebelum mereka berangkat ke puncak mereka sarapan terlebih dahulu. Sesudah sarapan Farel dan Dimas beserta kelompok pendaki lain melanjutkan perjalanan dengan tidak membawa tas, karena jika membawa tas kemungkinan tas itu akan sangat berat karena perjalanannya lebih menukik, Mereka hanya membawa air minum dan memakai jaket, serta tidak lupa membawa jas hujan karena biasanya di gunung yang tadinya cerah tiba tiba hujan.1 jam perjalanan, mereka berjalan di tengah safana yang terbakar oleh api. Pada saat itu pula puncak gunung lawu mulai terlihat. sekitar 45 menit mereka berdua melewati safana yang sudah terbakar itu dan kurang lebih 1 jam mereka sampai di warung mbok yem. warung mbok yem sangat unik karena bangunannya tersusun dari botol bekas para pendaki. mereka pun membeli air minum karena air minum yang dibawa tadi sudah habis.Mereka beristirahat di warung mbok yem sekitar 1 jam. Sesudah itu mereka melanjutkan ke puncak gunung lawu. sekitar 1 jam mereka sampai di puncak dan tiba-tiba hujan datang untungnya mereka membawa jas hujan.“Akhirnya Dim kita sampai di puncak.” ucap Farel dengan sangat bahagia. “Iya akhirnya aku bisa menaklukkan puncak gunung lawu.” jawab Dimas.Mereka pun menikmati pemandangan dari puncak gunung lawu yang sangat indah dengan sangat bahagia.

Cerita Rakyat Betawi Pendek : Putri Keong Mas
Folklore
25 Nov 2025

Cerita Rakyat Betawi Pendek : Putri Keong Mas

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang janda dan anak laki-lakinya yang bernama Ceceng. Mereka tinggal di sebuah gubuk tua yang didirikan di atas tanah sewaan, dari seorang tuan tanah. Suatu hari, ibu Si Ceceng sakit. Semakin hari sakit ibu Si Ceceng bertambah parah. Akhirnya, ibu Si Ceceng mengembuskan napas terakhirnya. Kini, Si Ceceng tinggal sendirian.Keesokan harinya datanglah tuan tanah menagih uang sewa tanah. Si Ceceng memohon kepada tuan tanah untuk menangguhkan pembayarannya. Namun, tuan tanah sangat marah. Kemudian disuruhnya Si Ceceng mengerjakan sawahnya, sebagai ganti pembayaran sewa tanah. Permintaan tuan tanah disanggupinya sebagai pengganti utangnya.Pada suatu hari, ketika Si Ceceng sedang mencangkul di sawah. Ia melihat seekor keong emas. Ia mengambilnya dan membawanya pulang. Setibanya di rumah, keong itu diletakkan di dalam tempayan dan ditutupnya dengan rapi. Kemudian ia kembali lagi ke sawah, meneruskan pekerjaannya yang tertunda. Hingga sore hari, ia tetap berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.cerita rakyat betawi pendek : Putri Keong Mascerita rakyat betawi pendek : Putri Keong MasAlangkah terkejutnya Si Ceceng, ketika melihat rumahnya tampak rapi dan bersih. Tidak hanya itu, makanan dan minuman juga tersedia. Siapa gerangan yang telah memasak? Tanpa ragu, akhirnya Si Ceceng pun menghabiskan seluruh makanan dan minuman yang ada.Si Ceceng tidur lebih awal dari biasanya. Keesokannya, ia segera pergi ke sawah seperti biasanya. Ia pun kembali pulang di sore harinya. Rasa lelah segera musnah, makanan dan minuman kembali terhidang`, seperti hari kemarin. Ia pun tanpa ragu menyantapnya dengan lahap. Begitu seterusnya. Akhirnya, ia pun bertekad untuk menyelidikinya.Pada suatu hari, Si Ceceng melihat seorang gadis keluar dari tempayannya. Melihat hal itu, Si Ceceng segera mendekati si gadis tersebut. Si gadis sangat terkejut. Selanjutnya, gadis itu segera menceritakan riwayat hidupnya kepada Si Ceceng. Dia adalah seorang bidadari yang dikutuk menjadi seekor keong. Singkat cerita, mereka pun menikah dan hidup bahagia, sampai mendapatkan seorang putri yang bernama Sri Nawangsih.Kebahagiaan rumah tangga Si Ceceng tidak bertahan lama. Si istri dengan tak sengaja menemukan pakaian bidadarinya yang dulu hilang. Ia pun terbang ke kahyangan dan kembali ke tempat asalnya. Sudah menjadi takdir sang dewa, si Ceceng tak kuasa menahan istrinya lebih lama lagi di dunia. Semenjak kepergian istrinya, Si Ceceng hidup sendiri membesarkan seorang putri, buah hati yang ditinggalkan istri terkasih yang tak pernah kembali.Pesan moral dari cerita rakyat betawi pendek : Putri Keong Mas adalah dengan ketabahan dan ketulusan menerima takdir. membuat hidup menjadi tenang dan damai.

Kisah Rakyat Perjuangan Pangeran Sarif
Folklore
25 Nov 2025

Kisah Rakyat Perjuangan Pangeran Sarif

Pangeran Sarif adalah salah seorang ulama di Betawi. Ia terpaksa menyingkir keluar dari Jayakarta setelah Jayakarta dikuasai Kompeni Belanda. Bersama para ulama dan kekuatan lain yang menentang Kompeni Belanda, Pangeran Sarif menyusun kekuatan secara sembunyi-sembunyi. Ia sangat membenci penjajahan manusia atas manusia lainnya seperti yang dilakukan Kompeni Belanda terhadap bangsanya. Pangeran Sarif yakin, suatu saat kekuatan Kompeni Belanda akan dapat diusir dari Jayakarta.Kumpulan Cerita Betawi Kisah Rakyat Perjuangan Pangeran SarifKumpulan Cerita Betawi Kisah Rakyat Perjuangan Pangeran SarifDalam pengungsiannya, Pangeran Sarif tetap aktif menyebarkan agama Islam. Ia memberikan pelajaran menulis huruf Arab dan membaca Al Qur’an. Dengan ketinggian ilmu agama yang dimilikinya, Pangeran Sarif juga menjelaskan makna dan tafsir ayat-ayat Al Qur’an tersebut. Penjelasannya disampaikannya dalam bahasa sederhana yang kerap diselingi dengan humor hingga dapat ditangkap dengan mudah oleh murid-muridnya. Kian bertambah hari kian banyak saja orang yang datang kepada Pangeran Sarif dan meminta menjadi muridnya.Pangeran Sarif kerap berkeliling dari daerah ke daerah lainnya untuk menyebarkan agama Islam dan juga menyusun kekuatan untuk menentang Kompeni Belanda. Pada suatu hari Pangeran Sarif menuju daerah Pasar Minggu. Ia hendak menuju desa Bendungan. Ketika sampai di pinggir kali Ciliwung, gerimis turun. Pangeran Sarif segera mengenakan kerudung di kepalanya untuk melindungi kepalanya dari air hujan. Mendadak Pangeran Sarif melihat sebuah perahu yang terlihat menuju arah kota.Sejenak berbincang-bincang, pemilik perahu menyatakan kepada Pangeran Sarif bahwa ia hendak menuju kota. Pangeran Sarif lalu meminta diri dan secepatnya menyelinap dijalan setapak di antara semak-semak. Pangeran Sarif perlu melakukan tindakan itu untuk menghilangkan jejak. Ia perlu berhati-hati, terutama kepada orang yang hendak menuju kota. Bisa jadi, orang itu akan melaporkan keberadaannya kepada Kompeni Belanda. Menurut kabar yang didengarnya, dirinya termasuk salah satu orang yang paling dicari oleh pernerintah Kompeni Belanda karena dianggap amat luas pengaruhnya untuk menentang pemerintah Kompeni Belanda.Seketika Pangeran Sarif menyelinap, si tukang perahu buru-buru mengarahkan perahunya untuk mengikuti Pangeran Sarif. Begitu pula ketika Pangeran Sarif berbelok arah dengan memasuki sebuah terowongan, si tukang perahu buru-buru pula mengikutinya. Terowongan itu tembus hingga ke sungai Sunter di dekat Pondok Gede. Hingga ke daerah itu si tukang perahu terus mengikuti.Si tukang perahu merasakan keanehan. Terowongan yang tadi dilewatinya terlihat sempit dan gelap. Hingga saat itu ia belum pernah melewatinya. Bahkan, ia belum pernah mendengar adanya terowongan itu. Ketika menyadari keanehan itu, ia pun bermaksud untuk kembali ke sungai Ciliwung dengan memasuki terowongan sempit lagi gelap itu. Benar-benar mengherankan, terowongan itu sudah tidak ada lagi!Si tukang perahu lantas menghampiri Pangeran Sarif. Katanya, “Ampunilah saya wahai Wan Haji. Sungguh, saya tidak bermaksud buruk dengan mengikuti Wan Haji.”“Jangan meminta ampun kepadaku,” jawab Pangeran Sarif “Mintalah ampun kepada Allah, karena hanya Allah yang pantas engkau mintai ampun.”Si tukang perahu lantas memohon ampun kepada Allah dengan cara mengikuti ucapan Pangeran Sarif. Katanya kemudian, “Saya ingin menjadi murid Wan Haji. Saya ingin mendapatkan ilmu dan pengetahuan agama Islam yang dapat saya terapkan dalam kehidupan saya:’Pangeran Sarif bersedia mengajarkan agama Islam kepada si tukang perahu. Sejak saat itu si tukang perahu menjadi murid sekaligus pengikut Pangeran Sarif yang sangat setia. Adapun terowongan gaib yang sempat dilewati si tukang perahu di kemudian hari disebut Lubang Buaya oleh penduduk yang mengetahui ceritanya.Pesan moral dari kumpulan cerita betawi : kisah rakyat perjuangan pangeran sarif adalah mendekat dan berbaktilah kepada Tuhan, niscaya Tuhan akan memberikan pertolongannya.

A Moment
Teen
25 Nov 2025

A Moment

Suatu hari aku mau berangkat sekolah dan menunggu bus sekolah menjemput untuk berangkat sekolah. Tetapi sudah jam 06:45 bus sekolah belum menjemput disitu aku bersama laki laki yang aku tidak kenal, setelah jam 06:48 syukurlah bus sekolah sudah menjemput dan aku langsung bergegas menaiki bus itu. Dan tiba-tiba aku merasa haus dan aku mengambil air dari tas.byurr… “Aduh tumpah lagi” air minumku tumpah ke seragam laki-laki disaat busnya mengerem mendadak. “Aduh maaf ya gak sengaja,” kata Ratu. “Emm ya,” jawabnya dengan dingin. “Ehh ini pake sapu tangan aku aja untuk mengeringkan seragammu,” kata Ratu. “Emm ga usah,” kata laki-laki itu dengan cuek. “Ehh tapi itu basah banget seragammu,” kata Ratu. “Yaudah deh mana,” kata laki-laki itu.Tak terasa bus sudah tiba didepan sekolah dan disitu turun hujan sangat lebat. Dan saat aku membuka tas untuk mengambil payung, ternyata payungku tertinggal di rumah.“Aduh gimana ini mana jam masuk sekolah mau bunyi, bisa-bisa aku dihukum kepala sekolah. Tuhan tolonglah aku kirimkan satu malaikat untuk menolongku,” kata Ratu. “Ayo sama aku aja deh,” kata si laki-laki itu. “Emangnya gapapa,” kata Ratu. “Udah gapapa ayoo nanti keburu telat masuk kelas,” kata laki-laki itu.Akhirnya mereka tiba di depan kelas, dan masih ada waktu 30 menit untuk pelajaran dimulai. “Oiya kenalin nama aku Ratu dari ips 1,” kata Ratu. “Emm iya kenalin juga namaku Levin dari ips 3,” kata laki-laki itu. “Ouh okee,” kata Ratu.“Eeh oiya aku belum berterima kasih sama kamu, makasih ya Levin,” lanjut Ratu. “Oke sama-sama,” kata Levin. “Iya bagaimana kalau kamu ikut aku ke wali kelas untuk mengumpulkan tugas,” kata Ratu. “Oke lah ayoo deh,” kata Levin sambil menggegam tangan Ratu. “Tapi harus gandengan kayak gini?” tanya Ratu. “Iyaa dong,” jawab Levin dengan senyumnya.Bell masuk telah berbunyi dan aku sama Levin segera bergegas masuk kelas. “Eeh bell masuk udah bunyi tuh,” kata Ratu. “Ha iya yaudah aku anterin kekelas kamu dulu ya Ratu,” kata Levin sambil menatap Ratu. “Eeh ga usah nanti kamu telat masuk kelas gimana?” kata Ratu. “Gapapa Ratu udah gih ayo aku anterin,” kata Levin sambil tersenyum ke Ratu. “Yaudah deh ayoo,” kata Ratu.Aku dan Levin sudah sampai di depan kelasku dan aku segera bergegas masuk kelas. “Ha udah sampai,” kata Ratu. “Yaudah cepet masuk kelas,” kata Levin. “Yaudah deh kamu cepet kembali ke kelas kamu,” kata Ratu. “Iyaa deh ratu semangat yee,” kata Levin sambil tersenyum ke Ratu. “Oke kamu juga ya dada,” kata Ratu. “Okey,” kata Levin.Jam pelajaran berakhir dan istirahat pun dimulai tiba-tiba pada saat aku keluar kelas. Levin sudah menungguku didepan kelas dan mengajakku makan di kantin. “Eeh kamu ngapain disini,” kata Ratu sambil terkejut. “Ya nungguin kamu lah,” kata Levin sambil ketawa. “Emang mau kemana Vin?” kata Ratu. “Ya ngajakin kamu makan sama aku di kantin emang ga boleh?” kata Levin. “Ya boleh lah yaudah ayokk,” kata Ratu sambil tersenyum ke Levin.“Eeh iya kamu mau makan apa Ratu?” kata Levin sambil senyum ke Ratu. “Eem mau makan kentang goreng sama jus buah naga aja deh soalnya masih kenyang,” kata Ratu sambil menatap Levin. “Oke lah aku pesenin,” kata Levin sambil senyum. “Okee aku tungguin ya ditempat duduk itu,” kata Ratu sambil ketawa.“Nih makanannya tuan putri,” kata Levin sambil ketawa ke Ratu. “Eehh apaan sih udah makasih ya Levin yang baik hahaha…,” kata Ratu sambil ketawa ke Levin. “Iyaa sama-sama Ratu,” kata Levin sambil tersenyum ke Ratu.“Eeh iya tadi kamu nungguin aku lama banget ya sorry ya Levin soalnya aku tadi sama ngumpuli tugasku,” kata Ratu sambil menatap Levin. “Eeh ngapain minta maaf udah santai aja gapapa Ratu,” kata Levin sambil senyum ke Ratu. “Okee lah makasih ya Levin,” kata Ratu. “Iyaa sama-sama Ratu,” kata Levin.Jam istirahat telah berakhir aku dan Levin segera bergegas ke kelas masing-masing. Dan jam pelajaran berikutnya dimulai sehingga pelajaran berakhir. Saat aku keluar kelas tiba-tiba sudah menunggu didepan kelas.“Eh Levin, ngapain di sini?” tanya Ratu. “Ya nungguin kamu lah soalnya mau pulang bareng,” jawab Levin. “Yaudah ayo pulang,” kata Ratu.Mereka berjalan menuju ke parkiran bus sekolah sambil berbincang-bincang. “Gimana tadi pelajaranya, susah atau enggak?” tanya Levin. “Enggak susah sama sekali,” jawab Ratu. “Ohh gitu yaa, aku tadi agak susah pelajaran matematika bingung,” kata Levin. “Wah, ditambah lagi ya semangat belajarnya,” kata Ratu. “Asiap hahaha…,” kata Levin. “Yaudah ayo masuk bus, itu busnya udah nunggu,” kata Ratu. “Iya ayo,” kata Levin.Saat mereka sudah masuk bus. “Ayo sini duduk sama aku aja,” kata Levin. “Emang gapapa?” tanya Ratu. “Ya gapapa lah,” jawab Levin sambil senyum ke Ratu. “Yaudah deh hehehe…,” kata Ratu. “Nanti ikut aku ya Ratu,” kata Levin. “Kemana Vin?” tanya Ratu. “Ya ngajakin kamu jalan-jalan lah, soalnya besok kan libur,” jawab Levin. “Boleh, emang mau jemput jam berapa?” tanya Ratu. “Sekitar jam 7 an lah aku jemput, jam segitu kamu senggang atau enggak,” jawab Levin. “Iya aku jam segitu senggang kok,” kata Ratu. “Yaudah deh nanti aku jemput ya,” kata Levin.Akhirnya bus sekolah sudah sampai ditujuannya. Ratu dan Levin turun dari bus sekolah. “Yaudah aku pulang dulu ya,” kata Ratu. “Iya aku juga pulang dulu ya,” kata Levin. “Oke kamu hati-hati ya,” kata Ratu “Siap nanti aku jemput kamu ya, hati-hati di jalan juga yaa,” kata Levin sambil mengelus kepala Ratu. “Oke daa…,” kata Ratu sambil melambaikan tangannya. “Daa…,” balas Levin.Mereka pun berjalan menuju rumah masing-masing dan mereka pun sudah sampai di rumah. Setelah sampai rumah Ratu langsung bergegas menuju kamar untuk mandi. Setelah beres mandi Ratu menuju kasur untuk beristirahat, Ratu meraih handphonenya untuk melihat pesan-pesan yang masuk.Tiba-tiba ada sebuah pesan dari Levin. “Halo Ratu sudah sampai rumah?” pesan Levin. “Iya udah sampai rumah nih,” balas Ratu. “Kamu lagi apa?” pesan Levin. “Lagi tiduran Vin, kalau kamu lagi apa Vin?” tanya Ratu. “Oh, aku lagi nyantai,” balas Levin. “Ohh iya kamu udah makan?” tanya Levin. “Belum, habis ini mau makan,” balas Ratu. “Oh okee habis ini aku juga mau makan,” pesan Levin. “Yaudah aku mau makan dulu terus mau tidur siang dulu,” jawab Ratu. “Okee siap,” kata Levin.Ratu pun sudah tertidur. Dan sore hari pun datang Ratu bergegas mandi dan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan. Jam 7 telah tiba Ratu menunggu Levin dipintu gerbang rumahnya. Levin akhirnya datang dan mereka berangkat jalan-jalan. Mereka berhenti di sebuah café untuk makan.“Kamu mau pesan apa?” tanya Levin. “Mau makan steak sama minum jus buah naga aja,” jawab Ratu. “Okee bentar ya aku pesanin dulu,” kata Levin. “Iya aku tunggu disini ya Vin,” kata Ratu. “Okee deh,” kata Levin.Setelah menunggu beberapa menit makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Dan mereka mulai memakan makanannya. “Makannya sudah selesai?” kata Levin. “Iya sudah,” kata Ratu “Yaudah ayo lanjut ke tempat lainnya,” kata Levin. “Iyaa ayo,” kata Ratu. Mereka pun keluar dari café dan menuju ke sebuah taman di tengah kota.Dan mereka akhirnya sampai. “Duduk sini Ratu,” kata Levin. “Iyaa, udaranya sejuk banget ya kalau malam,” kata Ratu.“Oh ya sebenarnya aku mau ngomong sesuatu ke kamu,” kata Levin. “Ngomong apa Vin?” tanya Ratu. “Sebenernya tu aku suka sama kamu Ratu,” jawab Levin. “Terus?” kata Ratu. “Mau gak kamu jadi pacarku?” Tanya Levin dengan serius. “Yaudah deh hehehe…,” jawab Ratu sambil malu-malu. “Jadi kamu beneran mau sama aku? Apa Cuma omong kosong?” tanya Levin. “Iyaa mau beneran,” jawab Ratu. Akhirnya mereka berdua bisa bersama dengan bahagia.Tidak perlu mencari seseorang yang sempurna cukup temukan dia yang bisa membuatmu bahagia ~Ratu.

Menampilkan 24 dari 830 cerita Halaman 27 dari 35
Menampilkan 24 cerita