Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

830

Genre Romance

166

Genre Folklore

166

Genre Horror

166

Genre Fantasy

166

Genre Teen

166

Reset
Jeda Cerita
Teen
04 Jan 2026

Jeda Cerita

Dia Qilla, lengkapnya Valerie Syaqilla. Cewek tomboy penyuka jengkol garis keras. Anak bapak Baim dan momi Paula. 'Badgirl' julukan yang dia dapat di sekolah, pasti dipikiran kalian sekarang menggambarkan sosok cewek dengan seragam ketat, rambut warna -warni kek anak ayam depan SD. Terus songong, seenaknya sendiri. Tapi Qila jauh dari semua itu, baju yang dia kenakan gak ketat gak kebesaran, pas dan nyaman. Rambutnya warna hitam lumayan lebat yang selalu dia kuncir asal menggunakan jarinya. Terus kalo di sekolah dia juga diem terkesan dingin. Tapi itu sama yang gak dikenal sih, kalo sama yang dikenal mah keluar sifat aslinya.Jail, petakilan, banyaklah pokoknya. Kata Qila sih gini 'Sifatku tergantung fikiranmu' azekkkk.Karena gini, disaat kita berbuat baik tapi difikiran orang lain kita terkesan sok baik, terus bisa apa? sama aja, disaat kita berbuat suatu 'kejahatan' dan langsung dipandang hina, tanpa tau sebabnya kita bisa apa? tau memang gak ada api kalo gak ada asap. Tapi fikiran orang kan mana tau? Paham 'kan? kalo gak paham yaudah, dadah.Qilla punya satu orang sahabat teman-teman, dia Cavan Hadrian. Anak dari bapak Rey dan ibu Dinda. Sahabat Qilla dari kelas 1 Sd sampai sekarang kelas 11. Hadrian itu gans parah, Qilla akui itu tapi jangan bilang doi kalo Qilla bilang ganteng. Entar gede palanya bahaya. Sifatnya kalem, tenang, murah senyum.Softboy-softboy gitulah dia (mohon maaf kalo salah tulisanya ye), hampir semua cewek disekolah kelepek-klepek kalo depan dia. Dia itu kalo sama Qilla, perhatian sama manjanya masya allah. Suka jail tapi gagal karna selalu balik dia yang dijailin.Hadrian itu penyuka daging, gak bisa makan kalo gak ada daging. Udah gitu aja jangan banyak banyak. Mottonya gini 'Hidupku ya sakarep-ku."Tak jarang banyak yang mengira bahwa mereka itu sepasang ayang beb, padahal mah cuma sahabat. Masa kalo cewek-cowok 'selalu bareng' dikira pacaran. Malah mereka mendapatkan banyak julukan zone dari temen-temen mereka. Dari friendzone, adikkakakzone, itu zone, anu zone, banyaklah pokoknya.Tapi bener sih emang, kebanyakan cewek sama cowok kalo sahabatan itu akan menimbulkan sebuah rasa, asek kek judul lagu. Kalo gak si cowok yang suka duluan ya si cewek. Terus melabui rasa itu dengan sebutan 'Kita Sahabat' hilihh gede gengsi. Bener gak sih? meski mereka sama-sama ada rasa tapi gengsi ngungkapinnya, takut ngerusak 'persahabatan' mereka terus akhirnya dipendem sendiri. Buset sok tau saya.Hadrian memasuki rumah sederhana milik Qilla, sore-sore gini emang enak kalo gangguin sahabatnya itu."Assalamualaikum," salamnya lalu menutup pintu.Cowok tampan itu berjalan menuju dapur,"Assalamualaikum, bun." Hadrian menyalami bunda Qilla yang sedang berkutat di dapur."Waalaikumusalam, eh kamu!" jawab bunda yang nampaknya sedikit terkejut."Serius amat bun, aku dateng sampek gak tau." ucap Hadrian sambil mencomot kue yang dibuat bunda."Biasa bunda lagi nyobain resep baru, gimana enak gak?" Hadrian merespon dengan menunjukan kedua jempolnya, pertanda enak.Bunda tersenyum dan mengacak rambut Hadrian gemas."Yaudah sana ke Qilla, habis entar kuenya kamu cemilin terus," ucap bunda bercanda.Hadrian mengecup pipi bunda lalu tanganya kembali mencomot kue dan langsung melesat sebelum diomelin bunda.Saat udah didepan kamar Qilla, Hadrian membuka pintu dan melihat sang empu sedang terlentang sambil membaca buku dikasurnya.Hadrian menempatkan diri duduk disamping Qilla yang terlentang dengan satu tangan ke atas membawa novel yang sedang dibacanya."Baca yang bener!" ucapnya setelah menyenggol tangan Qilla yang sedang membawa novel, alhasil novel itu jatuh mengenai wajah Qilla.Qilla berdecak sebal lalu memindahkan kepalanya pada pangkuan Hadrian dan kembali membaca. Sedangkan Hadrian terkekeh melihat ekspresi Qilla.Ingat kalo dia membawa kue coklat yang dia ambil tadi, lalu dia menyuapkannya pada Qilla. Sedangkan Qilla menerima dengan senang hati.***Bel pulang sekolah berbunyi dengan nyaring, sorak gembira memenuhi koridor sekolah. Akhirnya mereka bisa bebas dari segala macam materi yang bikin otak nyut-nyutan.Qilla keluar kelas dengan Hadrian dibelakangnya yang sedang mendorong kedua bahunya."Sya," ucap Hadrian yang sekarang merangkul leher Qilla."Hmm," jawab Qilla acuh."Besok jam 6.""Ogah, sekejul gua padet!""Gaya lo!""Bodo amat.""Terserah, pokoknya jam 6 lo harus siap. Kalo gua dateng lo belom siap, gua seret lo!""Gua teriaklah!""Gak ngurus lah!""Ck, kemana sih? weekend-weekend tuh waktunya santaii... tidur... mimpi indah... bisa rebahan sepuasnya... gagal rencana gua gara-gara lu!""Entar juga tau,""Cih, sok misterius."Entah kenapa, Hadrian jadi rada aneh. Biasanya kalo mau kemana gitu dia pasti bilang tempatnya. Kalo weekend juga jarang ngajakin keluar, pasti dia yang kerumah mengganggu sleeping beauty Qilla, setelah itu seharian kita bermain perminan konyol, abis itu curhat-curhat, eksperimen buat sesuatu yang endingnya dimarahin bunda soalnya rumah jadi kek kapal pecah.Hmmm... Qilla jadi penasaran.Esoknya Hadrian beneran ke rumah Qilla, Qilla yang masih tidur langsung diseret paksa ke kamar mandi, gak berperasaan emang. Karna tidak mendengar gemricik air, Hadrian inisiatif membuka pintu kamu. Benar saja, dengan kurang ajarnya Qilla malah melanjutkan tidurnya diatas kloset.Dengan santai Hadrian mengambil air segayung dan menyiramkan diatas kepala Qilla dengan muka lempeng. Sontak Qilla membuka matanya terkejut, mulutnya yang hendak mengomel urung setelah mendengar ucapan Hedrian."Cepet mandi, lima menit belom selesai gua yang mandiin."Mendelik, Qilla lansung mendorong Hadrian keluar. Masalahnya Hadrian kalo ngomong gak main-main.Sekarang mereka sudah berada di taman, yap Hadrian membawa Qilla ke taman saat weekend yang otomatis rame banyak orang pacaran. Pagi-pagi udah sepet mata Qilla."Sya," ucap Hadrian di sela keheningan."Apa?!" jawab Qilla sewot, abisnya tadi dia diseret dipaksa ikut lari. Mana nariknya gak ada lembut-lembutnya lagi.Eh iya, for your information gaes. Hadrian kalo manggil Qilla itu 'Syasa' sedangkan Qilla kalo manggil Hadrian itu 'Afan'. Itu panggilan kesayangan mereka sih."Kok sewot.""Habisnya lo, bikin kesel.""Lo kalo gak di gituin gak gerak.""Ya ... bisa pakek cara halus 'kan? gak usah diseret-seret kek gitu! berasa kambing gua.""Emang nurut?""Nggaklah!""Dasar,"Hadrian terkekeh mendengar jawaban sahabatnya itu, jadi makin-makin cinta deh. Abis nge-gemesin dia tuh. Eh?!Hadrian menghembuskan nafas sebelum melanjutkan ucapannya, " Pendapat lo tentang 'LDR' gimana, Sya?" tanyanya tiba-tiba."Lah, kesambet apaan lu nanya begituan?" Qilla terkekeh mendengar pertanyaan yang menurutnya konyol jika Hadrian yang ucap."Tanya aja," jawab Hadrian santai."Hemm... menurut gua ya Fan, LDR itu susah-susah gampang." Qilla menatap langit seperti menerawang."Disaat dua insan yang saling mencintai terpisah oleh jarak, tempat dan waktu... mereka yang awalnya bersama menjadi berjarak.""Peresentase nya ni ya, fifty-fifty. Seimbang gitu, masalahnya LDR gak segampang itu. Kita harus memberikan kepercayaan sama pasangan, kalo gak bisa percaya ya bakal nimbul pikiran-pikiran negatif yang berimbas pada hubungan. Sebaliknya kepercayaan yang dikasih juga harus dijaga. Kalo percaya pasti jujur, terus sama komunikasi sih. Kalo mereka yang bisa mengerti itu sih gampang aja, tapi gak tau yang gak bisa.""Mereka yang berhasil dalam LDR itu karna punya 'kepercayaan' yang kuat, dan mereka yang gagal itu yang tidak mempu menahan kesabaran, kepercayaan dan kerinduan. Gitu sih menurut gua, gua gak seberapa paham soalnya belom ngalamin sendiri." Hadrian mengangguk mendengar pendapat Qilla. Dia paling seneng melihat Qilla yang banyak bicara seperti ini, perempuan itu terlihat semakin... cantik?"Menurut lo, saat mengalami LDR itu lo di pihak gagal atau berhasil?" celetuk Hadrian tanpa mengalihkan tatapan dari wajah ayu Qilla yang terpapar sinar matahari."Kalo gua... gua gak tau," jawab Qilla pelan."Percaya gak, kalo rasa sayang untuk sahabat ini berubah jadi rasa cinta," ucap Hadrian lembut."Hmm?" Qilla spontan menoleh,Untuk sesaat tatapan mereks terkunci, Hadrian mendekatkan wajahnya."Mau tau rahasia nggak?" wajah mereka hanya berjarak satu dengkal."Apa?""I love you, Valerie Syaqilla." bisik Hadrian ditelinga Qilla.Qilla menerjapkan matanya, tadi Hadrian bilang apa? Qilla sedikit terkejut, asli.Hadrian menjauhkan kembali wajah nya, "Besok gua pergi ke Aussie, nyokap sakit. Dan kayaknya gua... agak lama disana."What?!Ni bocah ngeselin ya,Tadi bilang cinta, sekarang pamit mau pergi."Jadi karna ini lo basa-basi tentang LDR." Qilla terkekeh."Apa kita bisa dalam pihak LDR yang berhasil, Sya?"Qilla diam tak merespon, dia masih bingung dengan perasaanya. Dan keadaan kembali hening."Huhh..." Qilla menghembuskan nafas panjang."Gue masih gak tau Fan, lo pinter banget kalo ngomong dadakan. Ya sih gua juga punya persaan yang sama kayak lo. Tapi ... gua ragu. 10 tahun lebih kita bareng dan mesti pisah kek gini. Gua gak bakal ngelarang kepergian lo, tapi kenapa gua gak rela? menurut gue ... biar waktu yang jawab. Karna kita gak tau kedepannya gimana. Dan ... see you. "Qilla tidak tahu jawabanya karna ini sebuah jeda dari cerita mereka. Kepergian Hadrian adalah sebuah jeda. Bukan akhir, ini baru awalan dan cerita mereka akan dimulai dari sekarang. Kita tidak tau apakah nanti akhir cerita mereka akan bersama kembali atau tidak. Karna kita boleh berekspetasi, namun jangan lupakan takdir.[ E N D ]

Hujan & Bintang
Teen
04 Jan 2026

Hujan & Bintang

Malam semakin larut, disertai dengan hawa dingin angin malam yang kian menusuk kulit, tak ada bulan dan bintang yang menyinari langit malam hanya ada awan hujan yang sewaktu waktu akan menumpahkan tangisnya kebumi."Hujannya sebentar lagi turun," ucapku menatap langit mendung yang banyak menyimpan kenangan disetiap rintik hujannya, jika semua orang banyak membenci hujan tidak dengan Arcel Dirgantara gadis penyuka hujan ini akan selalu menunggu hujan meski dirinya sering mengeluh tapi rasa suka terhadap hujan tak menyurutkan semangatnya. Hingga hujan yang ia tunggu datang membuyarkan lamunanku dan sebaliknya rasa kantukku yang kian memberatkan mata."Selamat pagi Anak anak, siapkan kertas dan alat tulis yang diperlukan dan masukkan semua buku kita akan ulangan materi minggu lalu," titah bu Erika. Seketika semua siswa kalang kabut mendengar kata ulangan mendadak dari guru fisikaku.Sampai ketukan pintu kelas mengalihkan fokus siswa, bu Erika segera melihat siapa gerangan yang mencarinya. Cukup lama Bu Erika berada diluar kelas, entah apa yang mereka bicarakan sepertinya sangat penting, hingga Bu Erika datang bersama seorang siswa yang aku tak tau siapa siswa itu."Anak anak kita kedatangan teman baru pindahan dari Bandung, silakan perkenalan diri," ucap Bu Erika. Seisi kelas menjadi riuh, apalagi siswi perempuan, mereka terus saja berbisik bisik membuat kelas semakin tidak kondusif, aku hanya berdecak sebal karena mereka diriku tak fokus pada soal yang ada dihadapanku."Seganteng apasih dia, paling kalo emang ganteng, tajir, udah fiks playboy dah lah bodo amat," gumamku acuh.Selang beberapa detik, "Perkenalan nama saya Yudha Mega pindahan dari Bandung," ucapnya dengan senyum khasnya. Saat itu puka suasana kelas yang sudah tak terkontrol menambah semakin kacau."Arcel.. Cel woi coba liat, dia ganteng banget," ujar Anya teman sebangkuku sambil berdecak kagum pada siswa baru itu."Terserah kamu," ucapku memberikan sedikit senyum tipis, sambil terus berfokus pada lembar jawaban."Arcel liat itu cel nanti kamu nyesel," ujar Melly dengan muka tak sabaran untuk menyampaikan sesuatu, ia merebut paksa lembar jawaban yang tengah ku isi."Jangan gini dong, itu ulangan yang harus dikerjain ah, kamu mah," tanpa sengaja manik mataku bertemu dengan manik mata milik siswa itu.Jam istirahat kehabiskan hanya diperpustakaan meski perutku terus berbunyi tak mengurangi tekadku untuk menghabiskan bacaanku, sampai seorang siswa berdiri dihadapanku, aku mendongkah tuk melihat siapa siswa tersebut dan benar saja itu Yudha dengan senyum ramahnya."Boleh duduk disini?" tanyanya."Boleh," ucapku canggung. Tak ada obrolan sedikit pun kecanggungan terasa sangat pekat diantara kami. Sampai Yudha-lah yang membuka obrolan."Mm btw kamu suka hujan ya?" tanyanya sambil melirik buku novel yang ku baca."Iya suka, emang kenapa?""Enggak papa, heran aja sih kebanyakan orang suka hal hal yang lagi populer," jelasnya pada ku."Karena setiap berbeda, jadi jika kamu nanya kenapa aku suka hujan. Karena hujan bagiku, ia selalu membawa kenangan disetiap hal yang kita alami, selain itu juga hujan sangat penting kalo ga hujan bisa kekeringan jadi menurutku hujan itu penting," ucapku panjang lebar pada Yudha."Btw kamu suka hal yang berbau astronomi?" tanyaku pada Yudha yang membawa buku astonomi dan tata surya."Owh ini?, iya aku suka hal yang berbau astonomi apalagi bintang, cahaya pijarnya menyatakan bahwa banyak hal yang terjadi di atas langit sana yang belum diketahui semua orang awam termasuk aku hehe," ucapnya sambil tertawa.Semenjak kejadian diperpustakaan hubungan pertemanan ku dengan Yudha sudah hampir 6 bulan. Aku dan Yudha semakin akrab, dugaanku tentang dirinya seorang playboy salah besar ternyata dia orang yang humoris, perhatian dan suka melawak terkadang lawakannya terdengar jayus haha lucu sekali dia saat menampilkan tinggkah imutnya, tetapi akhir akhir ini ia terlihat sedikit menjauh entahlah ini perasaanku saja atau bukan.Dan selama 6 bulan ini pula, Cellina menatapku dengan tatapan membenci, aku tak tau apa ada masalah diantara kami atau tidak, dia seperti muak melihatku tapi aku tak terlalu mananggapinya mungkin saja ia salah paham.Siang ini adalah persiapan camping yang diadakan pihak Osis, semua siswa dipulangkan lebih awal untuk menyiapkan keperluan camping. Saat aku berjalan dikoridor, tanpa sengaja aku melihat Yudha tengah mengobrol dengan Vio, aku mendengar beberapa percakapan mereka yang seperti menyebutkan namaku hal tersebut membuat ku penasaran."Yud, lo kayaknya makin hari makin deket sma cel itu, lo suka sma dia?""Hah, mana mungkin gue suka sama dia, gue hanya nganggap dia temen aja ga lebih, lagian dia bukan tipe gue," seperti petir menyambar disiang hari, air mataku langsung jatuh tanpa ijin, sakit memang sangat sakit aku berlari meninggalkan sekolah setelah mendengar hal tersebut.Camping berjalan dengan penuh canda tawa dan kebahagiaan dari semua siswa tapi tidak denganku, pikiran ku terus berkecamuk mendengar pernyataan Yudha siang itu. Aku duduk didepan tenda sambil menatap langit tanpa sadar air mataku kembali jatuh. Seseorang memberiku saput tangannya dan segera ku ambil tanpa melihat yang memberinya."Kamu kenapa nangis?" tanyanya padaku."Aku tak papa" alibiku terus menunduk."Hey, liat aku kamu kanapa? Cerita sama aku Arcel," ucap Yudha mengguncang bahuku."Aku tau kamu denger percakapanku dengan Vio siang tadi tapi itu terjadi secara kebetulan," lanjutnya."Ah.. mm a-aku ngga denger apa," alibiku."Denger aku dulu Arcel""Ngga ada yang perlu dijelaskan lagi kok hehe aku tau semuanya jika kamu butuh bantuan aku akan membantumu," ucapku tersenyum tapi air mataku terus jatuh. Yudha menghapus jejak air mataku."Arcel jangan nangis lagi aku sakit liat kamu nangis, kamu salah paham yang aku bicarain itu bukan kamu tapi Cellina, aku tau dia suka aku, tapi aku takut kamu bakalan disakitin sama Cellina makanya aku menjauh untuk sementara agar Cellina tak menyakitimu, dan aku ga suka sama Cellina yang aku suka sekarang ada didepanku," ucapnya tersenyum sambil memelukku dan aku tak menolak pelukan hangatnya."Arcel kamu mau jadi pacarku?" Tanyanya padaku yang masih menangis dipelukannya sesekali ia mengusap lembut rambutku untuk menyalurkan sedikit energi, aku hanya mengangguk sebagai jawaban.Dibawah Bintang dan Rembulan merekalah yang menjadi saksi bisuku dan Yudha.[ E N D ]

Gozu
Horror
04 Jan 2026

Gozu

Menurut legenda urban yang berkembang di Negara Jepang, memang ada sebuah cerita pendek yang dikenal dengan Gozu. Dalam bahasa Jepang Gozu adalah "Cow Head" atau kepala sapi. Konon kabarnya, kisah tersebut berasal dari abad ke-17. Meskipun demikian, cerita asli dari Gozu sendiri sampai saat ini masih tetap menjadi misteri dan belum dapat ditemukan di mana pun. Pasalnya ada kepercayaan siapa yang menceritakan atau bahkan hanya mendengarkan kisah asli Gozu, akan mati.Beberapa tulisan di era tersebut mengungkapkan bahwa Gozu adalah sebuah kisah yang amat mengerikan. Namun tulisan-tulisan tersebut hanya berani menuliskan judulnya saja dan tidak berani untuk menulis ceritanya secara keseluruhan. Bahkan saking menakutkannya cerita tersebut, beberapa tulisan termasuk salinan yang menceritakan kisah tersebut sudah dibakar habis. Sejumlah salinan yang berhasil diselamatkan dari pemusnahan tersebut dipecah menjadi beberapa bagian, setelah itu disebar ke seluruh penjuru negeri sakura.Menurut rumor yang berkembang, jika kisah ini diceritakan, pada pendengar kisah Gozu akan mendapatkan teror yang sangat luar biasa. Demikian halnya dengan orang yang menceritakan atau membaca kisah-kisah tersebut bisa mati karena takut.Hal ini pada akhirnya membuat cerita Gozu hadir dalam berbagai versi dan mungkin saja tidak ada satu pun yang sama persis dengan kisah asli dari Gozu itu sendiri. Hasilnya munculah misteri Gozu, siapa yang menceritakan dan mendengarkan cerita ini akan mati.Gozu Versi Baik HatiSalah satu versi kisah Gozu menceritakan tentang seorang wanita yang bernama Oksana. Wanita tersebut pada malam hari didatangi oleh sosok kepala sapi. Kepala sapi yang tidak memiliki tubuh (versi lain menyebutkan kepalanya berbentuk kepala sapi sedangkan tubuhnya manusia) tersebut diduga merupakan jelmaan makhluk halus dan sapi tersebut berusaha untuk masuk ke dalam rumah wanita tersebut. Oksana pun mengijinkan kepala sapi itu masuk ke rumahnya. Kemudian kepala sapi itu meminta Oksana untuk memberinya makan dan juga selimut supaya ia tidak kedinginan. Tanpa rasa takut sedikit pun, Oksana pun kemudian melakukan apa yang diminta oleh kepala sapi itu. Pada pagi harinya, Oksana menyadari bahwa kepala sapi itu sudah menghilang. Namun ia sangat tercengang karena ia mendapati bongkahan berlian dan juga perhiasan. KisahOksana ini sama dengan cerita rakyat dari negara Ukraina. Kisah tersebut berjudul Kepala Sapi. Kisah ini juga menceritakan tentang seorang gadis yang mendapat keberuntungan setelah ia mempersembahkan makanan serta tempat tinggal untuk kepala sapi yang berkunjung di rumahnya pada suatu malam. Tetapi kisah ini tentu tidak mungkin dapat menyebabkan kepanikan atau bahkan ketakutan untuk para pendengarnya.-------Gozu Versi Sakyo KumatsuSelain kisah di atas, salah satu cerita yang paling terkenal tentang Gozu adalah kisah mengenai guru yang sedang berlibur bersama dengan para muridnya. Guru tersebut mempunyai kebiasaan bercerita tentang kisah-kisah yang seram tetapi hanya bertujuan untuk menghibur para muridnya. Salah satu kisah yang diceritakan oleh guru tersebut merupakan legenda tentang Gozu atau kepala sapi. Baru bercerita beberapa baris saja, para murid yang mendengarkan cerita itu sudah merasa sangat ketakutan. Bahkan murid-murid tersebut menutup telinga mereka dan sampai meminta guru tersebut agar berhenti bercerita. Namun entah mengapa guru mereka seolah tidak bisa menghentikannya dan saat itu pula konon guru mereka terlihat dirasuki oleh satu sosok makhluk gaib. Matanya tiba-tiba berubah menjadi putih dan lidahnya yang terus menjulur keluar. Saat si guru tetap membaca cerita tersebut, beberapa murid wajahnya menjadi pucat dan mereka berteriak-teriak. Tidak ada keterangan yang pasti terkait kejadian tersebut, namun menurut sumber saat guru tersebut sadar ia melihat semua muridnya pingsan termasuk supir bus sementara bus yang ia kendarai berada di dasar jurang.

Boneka Okiku
Horror
04 Jan 2026

Boneka Okiku

Boneka lucu dan cantik ini ternyata menyimpan kisah mistis. Okiku disebut-sebut sebagai boneka setan yang 'hidup'.Hampir seperti jenglot, boneka ini benar-benar di luar nalar. Seorang peneliti jepang mengungkapkan bahwa dari hasil uji forensik, rambut yang ditumbuhkan boneka ini sama persis dengan rambut pada anak usia 10 tahun.Nama Okiku ini diambil dari nama seorang anak yang sedang bermain dengan boneka dengan ukuran tinggi 40 sentimeter, berpakaian kimono dengan mata hitam seperti manik-manik dan rambut yang lebat. Boneka Okiku telah ada di kuil Mannenji di kota Iwamizawa (Prefektur Hokkaido) sejak tahun 1938.Awalnya boneka ini dibeli tahun 1918 oleh seorang pemuda bernama Eikichi Suzuki di Sapporo, Di sana ia melihat sebuah boneka cantik Jepang dengan Kimono. Boneka ini dibeli Eikichi untuk adiknya yang berumur 2 tahun yang bernama Okiku.Anak ini sangat menyenangi boneka itu dan memainkannya setiap hari. Tapi sayang, Okiku meninggal tak lama setelah itu karena demam. Kemudian pada saat pemakamannya, Keluarga ingin memasukkan boneka ke dalam peti matinya, tapi entah mengapa mereka lupa. Keluarga gadis tersebut kemudian menempatkan boneka itu di altar rumah tangga dan berdoa untuk setiap hari dalam rangka memperingati Okiku.Beberapa waktu kemudian, mereka melihat rambut mulai tumbuh pada boneka milik Okiku. Menurut cerita, ini merupakan roh dari gadis itu yang berlindung di dalam boneka itu. Tahun 1938 keluarga Suzuki pindah ke Shakalin, boneka Okiku akhirnya dititipkan di kuil Mannenji di Hokkaido.Menurut pendeta di kuil itu, boneka tradisional jepang selalu berambut pendek. Dia juga membenarkan kalau rambut boneka Okiku terus memanjang.Walaupun dipotong terus secara berkala, tapi rambutnya tumbuh terus. Menurut kuil, boneka tradisional awalnya memiliki rambut dengan potongan pendek. Tapi seiring waktu terus bertambah panjang sekitar 25 sentimeter, hingga ke lutut boneka. Meskipun rambut boneka ini dipotong secara berkala, namun menurut cerita rambut tersebut tumbuh lagi.Cerita ini telah menginspirasi berbagai macam film-film horor Jepang populer, salah satunya adalah film Haunted School.

Aka Manto
Folklore
04 Jan 2026

Aka Manto

Aka Manto (Red Cape) adalah salah satu hantu mengerikan yang membuat para wanita di Jepang harus berpikir dua kali sebelum menggunakan toilet. Aka Manto secara literal bisa diartikan sebagai Red Cape (Jubah Merah). Kenapa dijuluki demikian? Karena ia sering terlihat memakai jubah merah dan topeng putih.Hantu ini dapat ditemukan dalam toilet perempuan, bilik yang sering dijuluki "Bilik Keempat". Konon, hantu ini amat sangat mempesona sampai-sampai anak perempuan akan sulit untuk berpaling darinya. Tetapi, di balik pesonanya, ia memiliki jiwa yang sangat mengerikan. Bahkan selera humor yang buruk.Aka Manto sudah ada sejak zaman dulu. Berawal dari kehidupan seorang pria yang amat sangat tampan, membuat semua gadis yang melihatnya selalu jatuh hati padanya. Ketampanannya itu membuatnya pusing serta bingung akan apa yang harus diperbuatnya, sampai suatu saat dia memutuskan untuk mengenakan jubah merah serta menutupi wajahnya dengan topeng putih.Semua bertujuan untuk agar semua perempuan tidak mengganggunya lagi. Karena emosinya yang labil menyebabkan kelainan jiwa pada dirinya. Dari sini, bangkitlah jiwa kegelapan dari dalam dirinya dan mulailah kejadian-kejadian yang tragis.Pada suatu saat, ia menculik seorang gadis cantik yang kemudian gadis itu tidak akan pernah terlihat lagi. Setelah sekian lama, jiwa Aka Manto masih diselimuti oleh kegelapan dan hingga sekarang ia selalu mencari korban-korban baru sebagai pelampiasannya. Dimana lagi ia dapat menemukan gadis-gadis cantik yang sedang sendirian kalau bukan di toilet perempuan? Menunggu saat yang tepat, untuk melampiaskan kegelapan dalam dirinya.Saat seorang gadis cantik masuk ke dalam toilet dengan keadaan sepi dan sendirian, akan terdengar suara halus yang berkata, "Wahai wanita, mana yang kamu suka, jubah merah atau biru?"Sesaat setelah pertanyaan terdengar, AkaManto akan menampakkan wujudnya perlahan dari bilik paling ujung. Nasib si gadis ditentukan dari jawaban yang diberikan. Namun Aka Manto telah mempersiapkan semuanya sehingga tiap jawaban yang dipilih pasti akan berujung pada kematian di penjawab (si gadis).Jika menjawab "jubah merah", maka Aka Manto akan menebas leher gadis hingga darah mengucur membasahi tubuh si gadis, seolah-olah seperti memakai 'Jubah Merah'.Jika menjawab "jubah biru", maka Aka Manto akan meraih leher gadis kemudian mengangkatnya hingga dia tercekik sampai mati lemas, menyebabkan wajahnya menjadi biru.Jangan sekali-kali menjawab warna di luar pilihan yang ada, karena konsekuensinya lebih mengerikan. Jika begitu, akan muncul tangan-tangan pucat dari bilik tempat Aka Manto berasal, yang selanjutnya akan membawa gadis tersebut ke dunia lain.Kisah nyata yang melibatkan Aka Manto terjadi di sebuah sekolah. Gadis muda di sekolah itu mendengar suara, "Bisakan kita mulai pemakaian jubah merahnya?" dari bilik sebelahnya.Ia pun lari ketakutan melapor ke gurunya hingga polisi datang. Polisi menganggap masalah ini sebagai perlakuan orang gila biasa, dan itu merupakan kesalahan yang sangat besar.Ketika polisi tiba, seorang polisi wanita masuk ke dalam toilet ditemani dengan senjata api, sedang polisi pria berjaga menunggu perintah di depan pintu toilet (bukan di depan pintu bilik kamar mandi).Polwan tersebut akhirnya mendengar suara lembut yang berkata, "Bisakah kita mulai pemakaian jubah merahnya?"Tanpa basa-basi polwan tersebut berteriak, "Silakan saja pakaikan!"Dari luar pintu toilet, polisi pria hanya mendengar suara teriakan dengan suara jatuh yang lumayan keras. Ketika masuk, dia hanya melihat si polwan sudah tewas bersimbah darah di genangan darah dari polwan itu, seolah seperti telah dipakaikan jubah merah.Aka Manto adalah salah satu hantu Jepang yang paling mengerikan. Karena kebanyakan hantu Jepang lain masih memiliki cara untuk ditangkal dan dihindari. Tetapi untuk Aka Manto sendiri, satu-satunya cara adalah lari sebelum bertemu muka dengannya. Seperti yang dikatakan, akan sulit berpaling jika sudah berhadapan dengannya. Terlebih lagi, pilihan yang diberikannya adalah sebuah jalan buntu menuju kematian.

Himuro Mansion
Folklore
04 Jan 2026

Himuro Mansion

Himuro Mansion atau mungkin lebih dikenal dengan nama Himikyru Mansion terletak di daerah pegunungan tepat di pinggiran batas kota Tokyo, Jepang. Ada 3 buah rumah terpisah di sekeliling mansion ini dan semua mempunyai hubungan erat dengan masa lalu menyeramkan di mansion ini. Dan dibawah Himuro Mansion, terdapat sebuah jaringan terowongan bawah tanah yang kegunaannya masih menjadi misteri.Beberapa dekade yang lalu, mansion besarini dimiliki oleh keluarga Himuro yang masih memegang teguh ajaran Shinto dari zaman Jepang kuno. Dalam ajaran tersebut, ada sebuah ritual yang dinamakan ritual mencekik yang dilakukan 50 tahun sekali di bulan Desember (ada juga yang mengatakan ritual ini dilakukan tepat pada akhir tahun).Ritual ini termasuk ritual sadis dan tidak berprikemanusian, dimana seorang gadis dari keluarga Himuro ditelentangkan, kemudian masing-masing pergelangan tangan dan pergelangan kaki serta leher diikat seutas tali dengan arah yang berlawanan. Ujung tali tersebut kemudian diikat pada lembu/kerbau dan kerbau itu dicambuk supaya berlari ke arah yang berlawanan. Dapat dibayangkan apa yang terjadi, gadis itu pun kemudian tercabik menjadi 6 bagian.Tangan kiri, tangan kanan, kaki kiri, kaki kanan, serta kepala tercabut ke arah berlawanan dan hanya menyisakan tubuhnya tergeletak tanpa nyawa. Kemudian tali yang mengikat bagian-bagian tubuh gadis tersebut akan diambil, direndam lagi dengan darah gadis tersebut dan kemudian diikatkan pada pintu gerbang mansion ini. Mereka percaya dengan ritual ini, maka semua makhluk halus akan tersegel setidaknya untuk setengah abad sebelum ritual ini kembali diulangi lagi.Ritual ini berjalan lancar,sampai suatu saat gadis yang seharusnya dijadikan tumbal dalam ritual ini jatuh cinta kepada seorang pria yang berusaha menyelamatkan dirinya dari ritual gila ini. Kepala keluarga Himuro yang mengetahui hal itu kemudian murka. Gadis yang menjadi tumbal ritual ini harus perawan dan tidak boleh ada ketertarikan dengan apa pun di dunia ini. Gadis itu dikurung sejak kecil agar jiwanya benar-benar murni dan tidak ada nafsu akan apa pun di dunia ini. Namun pria itu telah merusak semua itu.Di ambang kemarahan dan kepanikan akan gagalnya ritual ini, kepala keluarga Himuro kemudian mengambil sebilah pedang samurai dan mulai membantai semua anggota keluarga besar Himuro lainnya yang tinggal dalam mansion ini. Dan tragedi ini kemudian diakhiri dengan bunuh dirinya kepala keluarga Himuro tersebut. Dia beranggapan ini akan memurnikan kesalahan dalam ritual tersebut, sehingga keluarganya akan terbebas dari kutukan iblis walaupun harus mengorbankan nyawa mereka semua.Sejak saat itu pula, manison ini terlantar tanpa ada yg mewarisi dan mengurusnya sampai sekarang. Tidak ada catatan pasti mengenai tahun terjadinya tragedi ini, dan hampir tidak ada saksi mata mengenai hal ini. Hanya ada beberapa rumor dari orang-orang yang mengaku nenek moyang mereka dulu pernah tinggal di daerah sekitar Himuro Mansion. Berdasar cerita mereka dari kesaksian nenek moyang mereka, banyak fenomena aneh yang terjadi di mansion itu, seperti bercak darah berbentuk tangan di seluruh bagian dalam rumah tersebut, dll.Karena ketidakpastian dan tidak adanya bukti kuat,maka Himuro Mansion ini kemudian dimasukkan dalam urban Legend Jepang. Dan apakah tragedi Himuro mansion benar-benar telah berakhir? Jawabannya adalah TIDAK!!!Sekelompok pemuda berjumlah 7 orang pernah mengunjungi mansion ini untuk melihat dan meneliti apakah rumor tentang mansion ini benar atau tidak. Dan dari 7 orang ini, tidak ada satu pun yang berhasil kembali pulang. Mereka ditemukan telah menjadi mayat dengan kondisi cukup menggenaskan. Bahkan gadis dalam rombongan tersebut ditemukan dalam kondisi tercabik-cabik. Kedua tangan dan kakinya beserta lehernya tercabut dari badannya, persis seperti apa yang digambarkan dalam ritual itu. Dan di semua mayat tersebut juga ditemukan bekas seperti ikatan tali di pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan leher mereka.Kematian ketujuh pemuda ini masih menjadi misteri sampai sekarang. Dan penyelidikan mansion ini kemudian ditutup dengan menyisakan seribu tanda tanya, karena jatuhnya korban jiwa.Banyak juga rumor yang mengatakan kalau Anda mengambil foto jendela-jendela mansion tersebut, maka kemungkinan besar anda akan mendapat foto dengan sesosok mahkluk halus di balik jendela tersebut. Dan diyakini bahwa semua korban kekejaman keluarga Himuro ini tetap tinggal dalam mansion ini walau dalam wujud hantu.

My Disaster CEO
Romance
04 Jan 2026

My Disaster CEO

Lantunan lagu Without Me dari Halsey mengalun merdu melalui earphone yang tersemat di telinga Alicia. Ia ikut bersenandung kecil, sementara netranya sibuk membaca novel romansa karya John Green. Gadis bermata bulat itu datang lebih awal dari pada mahasiswa lainnya.Salahkan kebodohannya yang lupa mengganti baterai pada jam weker. Alicia mengira ia sudah terlambat datang, padahal jamnya sudah mati sejak kemarin pukul sepuluh malam.Alhasil beginilah nasib Alicia sekarang, sendirian di kelas.Alicia melepas earphone di telinga kirinya, merasa sedikit lelah mendengarkan lagu selama kurang lebih 45 menit. Ia merenggangkan kedua tangannya guna melepas penat. Netranya menjatuhkan perhatian ke luar jendela. Tidak seperti ketika Alicia tiba lebih awal, kampus sudah mulai ramai dipadati mahasiswa.Seharusnya Kina udah dateng, batin Alicia, atau jangan-jangan dia ngebo lagi gara-gara marathon drama Korea?Kina adalah sahabat Alicia sejak SMA. Meskipun bertolak cukup jauh, mereka sangat akrab. Alicia tidak pernah terlihat jauh dari Kina dalam waktu lama. Bahkan setelah lulus SMA, keduanya memutuskan mendaftar di Universitas yang sama.Sepuluh menit sebelum kelas dimulai, Kina datang dengan wajah mengantuk. Cewek berambut panjang itu menyapa Alicia sebelum duduk di sebelahnya.“Pasti nonton drama Korea, ‘kan?” tanya Alicia dengan senyuman kecil. Perutnya tergelitik melihat muka bantal Kina.Kina menyandarkan kepalanya di meja dengan malas. “Jangan bawel, deh.”“Nggak, tuh. Gue cuma tanya.”“Mending lo urusin beragam laporan keuangan yang numpuk di tas lo,” dumel Kina sebelum menguap lebar. “sumpek tahu. Lo kayak mau pindah rumah aja dengan tas segede gaban itu."“Ih, bawel lo.”***Kelas Alicia berakhir pada pukul sebelas siang. Ia punya janji untuk makan siang bersama Kina. Oleh karena itu, Alicia menunggu di kantin. Ditemani jus jeruk beserta novel, Alicia tenggelam ke dalam dunianya. Tidak peduli betapa ramainya mahasiswa yang berlalu lalang. Entah itu sedang makan siang, membolos mata kuliah, atau sekedar nongkrong bersama teman. Ada pula yang hanya duduk sendirian, seperti Alicia.Alicia hanyalah salah satu dari mahasiswa yang tidak ikut kegiatan apa pun. Alias, mahasiswa kupu-kupu. Tidak heran bila ia tidak memiliki banyak teman. Bedanya, hampir seluruh mahasiswa tahu siapa dirinya. Dari pada mengucilkan, mereka cenderung segan untuk mendekat.Ketika jam menunjuk pukul setengah dua belas, suasana kantin tiba-tiba berubah ricuh. Seolah ada bom waktu yang terpasang dan kini meledak. Seluruh perhatian mahasiswa berpusat pada satu objek yang sama, perempuan keturunan asing yang baru memasuki area kantin.Biasanya, Alicia tidak suka suasana semacam itu. Namun, ia tidak mau repot-repot pindah lokasi.“Itu yang namanya Lily?”“Wah, keren banget ya kalau dilihat langsung.”“Serius dia, nih? Cantik banget, dong.”Nama Lily yang dibisikkan seolah mempunyai magnet tersendiri. Alicia menoleh, segera mencari sosok Lily yang sukses menggemparkan kantin. Perempuan itu duduk tidak jauh darinya, sedang menyantap roti bakar sendirian. Tidak ada gen Indonesia pada dirinya.Pantas saja seisi kantin heboh, bule yang datang.“Eh, sorry kelamaan.” kata Kina yang baru selesai dari jadwal kelasnya.Alicia mengangguk. “Ayo. Kasihan Dava sama kak Fian nunggu lama.”“Ah, mereka mah nggak usah dipikirin. Pasti lagi asyik mabar.”“Tadi, sih, di-chat kak Fian. Katanya, mereka udah pesenin makanan,” Alicia merapikan poninya. “double cheese burger.”Setelah Alicia merapikan barang-barangnya, mereka bergegas ke parkiran. Kina tidak pernah bisa tahan terhadap terik matahari di siang hari. Oleh karena itu, ia segera menggeret Alicia menuju parkiran demi merasakan dinginnya AC mobil.Alicia yang merasa penasaran dengan Lily, ragu-ragu mencoba bertanya kepada Kina. Namun, belum sempat ia bersuara, tiba-tiba Kina bercetus. “Tadi ada Lily di kantin, ya? Heboh banget.”“Iya. Kenapa?”“Nggak heran kalau lihat orang Indonesia agak norak pas ketemu bule. Setahu gue, Lily itu anak DKV. Orangnya nggak neko-neko. Termasuk supel. Pengikutnya banyak di Instagram. Terus, keturunan Eropa. Kalau nggak salah, London.”Alicia semakin penasaran. “Dia emang sendirian, ya? Tadi dia makan sendirian di kantin.”“Kayaknya iya. Gosipnya, sih, dia belum lancar bahasa Indonesianya. Makanya, banyak yang belum berani ngomong sama dia. Entah benar atau nggak.”“Masa, sih?”“Gue nggak kenal dia secara personal. Tumben lo tanya-tanya beginian?”Alicia mendengus. “Gue cuma tanya.”“Lo merasa ada teman senasib, ya? ‘Kan lo termasuk blasteran juga. Eh, Lily bukan blasteran, ding.”“Orang cuma tanya, kok. Penasaran aja, kok orang terkenal seperti dia malah sendirian.”Sesampainya di mobil, tiba-tiba tercetus ide di kepala Kina. Sebelum mereka benar-benar meninggalkan area kampus, Kina bersuara. “Lo tertarik buat berteman sama Lily?”Awalnya, Alicia tidak menjawab. Ia fokus menyetir. Akan tetapi, ketika berhenti di lampu merah Alicia bergumam. “Mungkin.”***Dari sekian orang yang mendekati Alicia, hanya beberapa yang dianggap teman. Cewek berambut panjang itu cukup selektif dalam kehidupan sosial karena tak ingin dimanfaatkan oleh orang lain. Menjadi salah satu anggota keluarga Collins membuatnya terkenal di kalangan darah biru Eropa. Sudah pasti banyak yang ingin mendekatinya. Alicia tidak suka itu dan lebih memilih berteman dengan Kina. Satu-satunya perempuan yang menjadi sahabatnya.Alicia tidak menyesal. Justru ia senang karena bersama Kina sudah merasa cukup. Kina tidak pernah mengecewakannya dan selalu mengatakan hal yang seharusnya ia katakan.“Cia!”Selain Kina, Fian juga selalu menemani Alicia. Kakak sepupu tertua yang selalu menemani Alicia sejak kecil.Alicia menoleh. “Kenapa, kak?”“Lo yang kenapa, malah ngelamun,” Fian melirik arlojinya sekilas. “Tadi jalanan macet, ya?”Alicia mengangguk. “Iya. Ada perbaikan jalan berlubang di dekat kampus.”“NOT AGAIN!” seru Dava heboh sambil membanting ponselnya di meja. Sukses mengagetkan semua orang.Sontak, Fian melotot. “Apaan sih, bego?”“Kalah lagi,” Dava merengek. “Tim gue yang bego, bukan gue.”Kina menggelengkan kepala. Lelah. “Pantes nggak punya pacar.”Topik tentang asmara adalah topik sensitif bagi Dava. Entahlah, sejak melewati umur dua puluh, Dava sangat sensitif terkait percintaan.“Punya kaca tuh jangan buat dandan, doang.”Kina melirik kakaknya sinis. “Kata seseorang yang super menye sama masalah percintaan.”“Eh, lo juga jomblo. Dilarang menghina saudara umat lo sendiri.”“Mohon maaf, nih. Gue single. Lebih terhormat dari pada lo.”Dava segera mencubit pipi adik kembarnya dengan ganas. “Awas aja kalau gue punya cewek secakep Lisa Blackpink, gue katain status terhormat lo itu.”Selanjutnya diisi oleh keributan dan aksi saling mencubit di antara mereka. Bukan hal aneh lagi melihat Dava dan Kina ribut. Biasanya, Fian menjadi penengah dan Alicia sebagai penonton. Mungkin Fian sudah capek melerai keributan sepasang saudara kembar itu dan memilih cuek. Kalau sudah begitu, tidak ada yang bisa meredakan keributan mereka.“Rese banget, sih, lo!” Kina berseru kesal setelah Dava mencubit lengannya. Tapi Dava justru tidak menunjukkan rasa bersalah. Barulah setelah Kina menekuk bibirnya, Dava mulai melunak.“Bisa ngambek lo?” Dava menjawil pipi Kina, tapi cewek itu malah menyentakkan tangannya.“Ih, adek gue yang dikata kembaran Dara 2NE1 jangan ngambek mulu. Senyum dong.”“Gue nggak mempan sama traktiran.”“Masa, sih? Lagi ada varian es krim baru, lho.”“Bodo amat.”Secara tidak terduga, tiba-tiba Dava menggenggam segelas es krim bertopping saus strawberry dan dua biskuit oreo. Entah sejak kapan es krim itu hadir di meja, yang jelas Kina sangat terkejut melihatnya. Pasalnya, ia adalah pecinta strawberry dan tidak pernah bisa menolak apa pun yang berbahan strawberry.Bukan cuma Kina yang terkejut, Fian dan Alicia pun heran. Seingat Fian, Dava tidak memesan es krim strawberry. Kenyataan bahwa Dava terkadang bertindak ajaib itu sudah bukan hal baru lagi. Hanya saja mereka tidak pernah terbiasa ketika itu terjadi.“Masih mau nolak, nih, neng?” kata Dava menaik-turunkan alisnya usil.Cowok bermata hazelnut itu tahu persis adiknya tidak pernah bisa menolak strawberry.Meskipun tampak malu setengah mati, tangan Kina tetap menyambar es krim itu dari tangan Dava. Sambil menahan malu, cewek itu menyantap es krimnya tanpa mengucapkan apa pun. Sontak saja membuat Dava terkekeh kemudian melanjutkan game-nya di ponsel. Harus Kina akui terkadang Dava bisa sangat manis sebagai kakak.Terkadang, Alicia iri dengan Kina. Berbeda dari sahabatnya, ia merupakan anak tunggal.“Omong-omong, lo udah nyelesaiin revisian kemarin, Dav?” tanya Fian sembari menyeruput coke-nya. “Nggak bisa santai, sih, kalau dapat Pak Subagia. Suka bener bikin orang dikejar waktu.”Dava menghela napas. Tidak mengalihkan perhatian dari layar ponsel. “Kurang dikit, sih. Lampiran hasil penelitiannya belum gue cantumin. Terus belum gue translate ke bahasa Inggris. Mana grammar gue nggak sejago anak Sastra Inggris, eh, tuh orang nyuruh pake versi bahasa Inggris.”“Kenapa nggak minta bantu sama anak Sastra aja? Dari pada translate sendiri, malah salah semua.”“Maunya begitu. Tapi mereka juga pada sibuk ngerjain skripsi. Gue, ‘kan, jadi sungkan.”Alicia tidak bisa ikut campur jika Fian dan Dava sudah membahas soal skripsi. Saat ini, keduanya sedang dalam tahap pengerjaan skripsi. Rencananya mereka ingin sidang di tahun ini kemudian segera mencari pekerjaan. Dengan kemampuan otak mereka, sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun sayangnya, itu berarti perpisahan bagi Alicia. Sebab ia tidak bisa satu kampus lagi dengan mereka.“Kenapa nggak coba minta bantu sama Lily? Anak DKV itu?” cetus Kina setelah selesai melahap habis es krimnya.“Lily si bule itu?” tanya Dava dengan mata bulat. Anggukan dari Kina membuatnya berseru heboh. “Ya kali, woy. Dia aja nggak fasih bahasa Indonesia. Terus, gue yang ecek-ecek dalam persoalan grammar disuruh ngomong sama dia? Bunuh aja gue, Na!”Kina merengut kesal. “Yeee, lo kok percayaan banget sama gosip itu, sih? Belum juga dicoba udah fitnah duluan.”“Gini, ya, adekku tercinta. Dari pada tiba-tiba minta tolong ke dia padahal nggak kenal satu sama lain, mending gue minta tolong Cia,” kata Dava, kemudian melayangkan senyuman maut ke Alicia. “Ya, ‘kan, Ci?”Alicia mau muntah.“Dilarang ganjen ke adek sepupu gue,” sela Fian sedikit sewot. “Yang ada lo bukannya ngerjain translate malah ngegombalin Cia sampai bego.”“Deeek, Fiannya jahaaat. Masa Dava dimarahin.” Dava memasang tampang terluka, yang membuat Kina memutar bola matanya, sementara Fian dan Alicia mengerutkan kening jijik.“Na, tolong, dong, abang lo dikondisikan.” Alicia mendengus kesal seraya menggigit suapan terakhir burgernya.“Jadi, gimana urusan translate skripsi lo? Gue ada temen yang jago bahasa Inggrisnya. Mungkin lo mau.” Fian mengecek ponselnya sekilas. “Nanti sore kayaknya dia ada jadwal kelas. Mau, nggak?”Dava menoleh. Menatap Fian lekat-lekat. “Nggak usah, deh. Kan, ada ini.”“Kina?” tanya Alicia bingung.“Lo nggak tahu? Kina tuh adik paket lengkap. Selain cantik, rajin, nggak sombong, dia juga selalu mengabdikan diri buat membantu gue. Gue sayang adek gue.” Dava tersenyum lebar, tidak lain tidak bukan seluruh perkataan manisnya hanyalah karangan semata demi meluluhkan adiknya.Sementara Fian dan Alicia berharap mereka ditelan bumi saat itu juga.***Seperti biasa, Alicia akan segera berganti pakaian selepas pulang kuliah. Selesai membersihkan diri, ia mengenakan rok span selutut dan kemeja putih beserta jas hitam. Memulas make up tipis agar tampak segar kemudian memakai heels. Selepas menyemprotkan parfum, cewek itu langsung mengemasi barang-barang, lantas menuruni anak tangga.“Nggak makan siang dulu, Non?” tanya Mbok Ayu, pembantu yang sudah mengabdi sejak Alicia lahir.“Tadi sudah makan sama kak Fian, Mbok. Aku langsung berangkat aja,” jawab Alicia sembari merapikan penampilannya kembali di depan cermin lemari gelas di ruang tamu. Alicia selalu berusaha menjaga penampilannya di kantor, setidaknya ia harus memberi contoh yang baik terhadap karyawan lain. “Mobilnya sudah disiapkan Pak Budi?”“Sudah, Non.” Mbok Ayu segera berlari kecil kemudian membukakan pintu untuk Nona mudanya.Alicia masuk ke mobil. Ditemani oleh supir pribadi sejak kecil, Alicia duduk dengan tenang di jok belakang. Ia membuka map kertas berisi beberapa lembar perjanjian yang perlu ditandatangani. Sebelum akhirnya ia juga disibukkan oleh ponselnya yang mulai berdering.“Soal lembar perjanjian, saya masih mempelajari tiap butir kesepakatan yang tercantum.”“….”“Iya, Bapak. Bila perlu saya ingin kita bertemu secara personal untuk membahas kesepakatan ini lebih lanjut. Karena ini menyangkut perusahaan masing-masing, tentu kita ingin yang terbaik, bukan?”Perusahaan. Ya, seperti itu lah hidup Alicia. Bukan hanya sekadar mahasiswa biasa. Ia juga memiliki perusahaan yang harus diurus di usia terlalu muda. Bagi Alicia, menjadi salah satu anggota keluarga Collins dan seorang Direktur Utama di perusahaan Collins Group merupakan beban terberat. Terlebih ia menghadapinya seorang diri. Tanpa didampingi sosok orang tua."Ah, iya. Soal data pendaftar kepala HRD kemarin sudah direkap?""Sudah, Nona. Rencananya hari ini akan diadakan rapat lebih lanjut mengenai perekrutan HRD pada jam tiga sore."Alicia mengangguk. "Bagus. Lebih cepat lebih baik. Tahun ini sepertinya akan lebih banyak lagi yang melamar kerja. Kita harus cepat-cepat merekrut kepala HRD."Ody, sekretaris Alicia, merapikan berkas-berkas yang sudah ditandatangani oleh Alicia kemudian pamit. Kepergian Ody kembali membawa kesunyian di ruang kerja Alicia. Ruangan yang terlalu besar untuk ditempati satu orang. Di belakang kursi kerja Alicia, ia dapat melihat pemandangan kota Jakarta. Ia juga dapat melihat matahari terbenam setiap harinya. Jika sudah terbenam, Ody akan membawakan sepiring pudding dan teh. Namun sepertinya hari ini Alicia tidak berminat pada camilan favoritnya.Jujur saja, Alicia selalu lelah. Ia tidak bisa bersenang-senang seperti anak lain. Ia tidak bisa mengikuti UKM kampus. Padahal ada satu UKM yang menarik perhatiannya. Namun, Alicia terpaksa menjadi mahasiswa kupu-kupu karena memiliki tanggung jawab di kehidupan lain, Direktur Utama. Seringkali ia melupakan tugas-tugas kuliahnya karena terdesak oleh tugas kantor. Sering juga Alicia ketiduran di kelas karena lembur kerja.Ah, betapa susahnya.Alicia tidak boleh mengeluh. Ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya."Tumben banget lo tidur. Jangan-jangan kemarin lo marathon drama Korea juga, ya?"Alicia membuka matanya yang terpejam. Ada Kina yang duduk di sofa dengan membawa seplastik McDonalds. "Kok lo di sini? Kapan datangnya?""Baru aja. Lo aja yang nggak kedengeran.""Terus, kenapa tiba-tiba dateng?""Lo lupa, ya? Ada tugas dari Pak Rendra tahu.""Eh, sialan. Iya, ya. Lo mau ngerjain di sini?"Kina mengangguk. Alicia mendumal kesal.Gue bantu kerjain, deh. Udah gue duga lo bakal lupa sama tugas itu."Alicia nyengir. "Gue, kan, punya tugas double-double.""Banyak alasan lo, ah. Bilang aja lo juga bakal males ngerjain."Spontan, Alicia melempar penghapus yang kemudian telak ditangkap oleh Kina. "Jangan ngajak ribut, deh. Bentar lagi gue ada rapat. Panjang urusannya kalau urusan pribadi dibawa ke kantor."Kina menjulurkan lidahnya. "Sok perfeksionis. Udah ah, lo urus aja urusan kantor lo. Gue mau ngerjain, kurang dikit lagi."Alicia bangkit dari kursi kerja kemudian berlari kecil menghampiri Kina. Ia ingin membongkar isi plastik McDonalds milik Kina. Biasanya cewek galak itu membeli es krim atau beberapa burger dan kentang goreng. Ia selalu berbagi dengan Alicia. Akan tetapi sepertinya hari ini Kina tidak mau berbagi karena cewek itu mencekal tangan Alicia. Tangannya melindungi McDonalds-nya dengan posesif. Hal ini membuat Alicia cemberut setengah mati."Kok nggak boleh, sih?" tanya Alicia kesal."Gue tahu lo terakhir makan burger doang di Wendy's. Ini paket panas, gawat kalau lo habisin." kata Kina sambil mendelik."Gue juga laper tahu.""Oke, fine. Gue nggak laper, tuh," kilah Alicia cepat. Secepat ia berbohong, secepat itu pula perutnya berbunyi. Menimbulkan tawa kencang keluar dari bibir Kina."Oke, lo nggak laper. Cacing lo yang laper." ledek Kina di sela tawanya, tidak memedulikan teriakan kesal Alicia.***Selesai dengan urusan kantor, Alicia pergi ke rumah Fian untuk makan malam. Riska, Bunda Fian, mengundangnya kemarin. Katanya, sekalian kumpul bersama keluarga lain. Berhubung sebentar lagi hari Minggu, Bunda juga ingin seluruh keluarga berkumpul bersama. Oleh karena itu, Alicia juga diminta untuk menginap. Tetapi, ia menolak dan memilih ikut makan malam saja.Rumah Fian tidak begitu jauh dari kantor Alicia. Letaknya di area terdepan perumahan sehingga tidak perlu masuk lebih jauh. Di depan rumah, terlihat beberapa sepupu Alicia sedang bercengkrama. Kedatangan Alicia membuat mereka berhenti bernyanyi demi menyapa cewek itu."Incess Korea dateng! Bawa oleh-oleh, nggak?" tanya Aldi rusuh sambil merentangkan kedua tangan ke Alicia.Alicia menepis tubuh Aldi jauh-jauh. Bukan tanpa alasan, cowok itu penuh keringat hasil dari main basket dengan Fian. Alicia paling benci bau keringat cowok!"Eh, jauh-jauh lo, ya. Bau asem dilarang deket-deket gue!" seru Alicia dengan mata mendelik. Sayangnya, tidak digubris oleh Aldi. Cowok itu malah menyengir dan berderap mendekat. Spontan saja Alicia berteriak heboh. "ALDI! IH, RESE LO, YA!"Teriakan Alicia membuat Bunda dan Oma berlari keluar dari rumah. Raut panik Bunda segera sirna ketika melihat Aldi dan Alicia kejar-kejaran di halaman. Sedangkan, Oma menghela napas panjang. Seharusnya ia tidak perlu panik. Lama tidak berjumpa membuatnya lupa dengan kebiasaan para cucunya."Eh, ini anak dua masih aja kayak anak kecil," keluh Bunda. "Ayo masuk. Mumpung Cia udah datang. Keburu dingin ayam betutunya.""Iya, tuh, Bunda. Aldi makin gede makin rese!" Alicia mengadu seraya berhambur ke pelukan Bunda. Melindungi diri dari bau keringat Aldi yang memang super asem."Dasar tukang ngadu!" olok Aldi tidak terima."Bodo amat!"Bunda segera menggeret Alicia masuk ke dalam rumah sebelum terjadi keributan kembali. Kalau sudah kumpul keluarga begini Alicia dan Aldi memang selalu ribut. Ada saja yang diributkan. Namun, lebih seringnya adalah perkara bau keringat Aldi. Aldi yang suka bermain basket bersama Fian itu selalu menjahili Alicia. Dan selalu saja Bunda yang meleraikan.Kali ini Alicia akan menjaga jarak sejauh-jauhnya dari Aldi. Sehingga ia duduk di sebelah Bunda, demi perlindungan diri. Selain Bunda, ia juga didampingi oleh Fian, tentunya cowok itu selalu mandi setelah bermain basket. Bentuk meja makan yang bundar membuat Alicia tidak duduk berhadapan dengan cowok berambut acak-acakan itu.Makan malam dimulai setelah semua anggota keluarga hadir di meja makan.Mereka berdoa bersama sebelum kemudian mulai menyantap makanannya masing-masing. Terkadang diselingi oleh obrolan ringan dari Opa. Kali ini Opa mengajak Alicia berbicara. Ya, meskipun tiap bertemu Opa selalu menyempatkan. Namun rasanya kali ini berbeda."Bagaimana dengan perusahaan? Berjalan baik?" tanya Opa sembari mengaduk tehnya.Alicia mengangguk. "Iya, Opa. Baru-baru ini cuma ada agenda perekrutan kepala HRD sama perjanjian kerja sama dengan Peterson Corp.""Peterson Corp? Bukannya sejak dulu kita sudah bekerja sama dengan mereka?""Iya, Opa. Kali ini mereka memperbarui butir perjanjiannya saja."Opa mengangguk paham. "Kamu sudah bekerja keras."Sebelum Alicia menyahut, tiba-tiba Keyla bersuara. "Iya, Opa. Sampai-sampai kak Cia punya mata panda yang hitam banget."Keyla adalah adik Fian. Berbeda dari kakaknya, Keyla cenderung usil."Jangan kumat, deh, Key." Alicia meringis berusaha membujuk Keyla, tapi tentu saja Keyla tidak menggubrisnya."Ya, kan, kak Al? Katanya, sih, incess Korea. Kok, punya mata panda? Jangan-jangan incess Cina, tuh." Alih-alih menuruti permintaan Alicia, Keyla justru berceloteh lebar serta mengajak Aldi untuk ikut usil. "Eh, jangan, deng. Incess Cina juga kebagusan. Yang bener, sih, ngencess.""Lo mau mati, ya?" Alicia justru memukul Fian karena cowok itu yang paling dekat dengannya. Sedangkan Keyla duduk jauh darinya."Kok malah gue yang dipukul?" tanya Fian tak terima."Lo di sebelah gue. Lo juga kakaknya."Tidak hanya Fian yang protes, sikutan dari Bunda membuat Alicia diam. "Habisin dulu makannya. Kamu juga, Key.""Ih, Bunda. Padahal kak Fian yang mulai duluan," Alicia merengut. "jangan belain Keyla terus, dong, Bun.""Nggak ada yang belain Keyla, tuh." kilah Bunda seraya melirik galak pada Keyla."Ih, kok gitu, Ma!" Keyla sontak berseru. Namun, langsung merapatkan bibirnya kembali, tersadar di depannya acara makan malam belum usai. Oma hanya tertawa melihat kelakuan cucunya yang selalu manja."Jarang-jarang, lho, kita bisa kumpul begini. Harusnya kamu kurang-kurangi usilnya," Bunda mengelus kepala Alicia, lantas beralih pada Fian. "Kamu gimana proses skripsinya?""Zonk, Tante! Zonk sekali!" alih-alih Fian, justru Aldi yang menjawab. Cowok itu kembali menyeringai usil. "Fian aja main basket mulu. Gimana mau ngerjain skripsi? Udah dijamin mahasiswa aba-aw, sakit David!"Aldi mengerutkan keningnya, kesal. Namun tak dihiraukan oleh David karena ia tak mau ditegur oleh Opa maupun Bunda.Opa mengibaskan tangannya cuek. "Alicia, habis makan malam, ikut Opa sebentar, ya. Ada yang mau Opa bicarakan."Sepuluh menit kemudian, makan malam selesai. Bunda dan Oma sedang mencuci piring di dapur dibantu oleh Keyla. Fian beserta cowok lainnya memilih naik ke lantai untuk bermain PlayStation. Sementara Alicia duduk di ruang keluarga bersama Opa. Ia bermain bersama Nina sebelum kemudian Opa datang dengan membawa segelas teh tawar."Terkait Peterson Corp, kamu harus lebih berhati-hati dengan mereka," kata Opa tanpa menunggu Alicia bersuara.Alih-alih bertanya, Alicia mengangguk setuju. "Aku tahu, Opa. Karena mereka pemegang saham terbesar setelah aku, 'kan?"Opa menggeleng. "Bukan itu. Opa ingat, sebelum Andre dan Amanda meninggal, mereka sempat membuat semacam perjanjian dengan keluarga Peterson."Mendengar kedua orang tuanya disebut membuat Alicia terkejut. Ia tidak ingat, bahkan mungkin tidak tahu bila orang tuanya punya hal semacam itu. Bukannya jarang berkomunikasi, mereka pasti tidak sempat memberitahu.Atau mungkin saja, mereka sengaja tidak memberitahu.“Dia udah di kantin. Sendirian, sesuai dugaan gue,” Kina memberitahu di video call bersama Alicia dan Dava. Kemudian, Kina melirik ke arah Lily yang sedang berkutat pada laptop dan sandwich.Sejujurnya, Kina tidak yakin dengan rencana ini. Kina tidak mengenal Lily sama sekali. Begitu pula sebaliknya. Lalu, tanpa adanya hubungan saling kenal, Kina terpaksa berlagak sok kenal kepada Lily? Benar! Hanya untuk kepentingan skripsi kakaknya yang tidak tuntas!Semalam, Dava sudah berada di ujung usahanya. Perasaan putus asa sudah menggoyahkan semangatnya. Sehingga, Dava menyetujui saran Kina untuk meminta bantuan Lily. Meskipun saat itu ia berdalih bantuan Kina lebih baik, nyatanya Kina tidak mau membantunya. Cewek itu lebih memilih membantu Dava minta tolong kepada Lily, alih-alih dirinya sendiri yang membantu skripsi Dava.“Dav, lo di mana, sih? Buru cepetan ke kantin!” seru Kina setelah sepuluh menit Dava tidak kunjung datang. Ia takut Lily tiba-tiba pergi.“Sabar, elah. Gue udah jalan dari tadi.”“Jalan apa jalan lo? Lelet amat! Keburu pergi, ntar.”“Gimana kalau lo recokin sekarang aja, Na?” usul Alicia tiba-tiba. “Daripada tiba-tiba pergi, kan.”Tentu saja Kina melotot sempurna. Dari rencana keseluruhan, Kina mendapat posisi paling beresiko. “Ya, bener, sih. Tapi, hati gue masih belum siap.”“Lo tinggal duduk di sebelah atau di depan dia. Terus, lo recokin dan sok bersalah, ‘kan?”Kina mengangguk, wajah galaknya seketika berubah menjadi sedih. “Kedengarannya aja gampang, Cia. Lo coba di posisi gue, malunya itu lho setengah mampus.”“Demi gue, dek. Demi gue,” Dava menyahut, alih-alih Alicia. Cowok itu terlihat mengibaskan poninya dengan raut memelas. “Lo tega ngebiarin gue mundur sidang? Lo mau jadi adek dari mahasiswa abadi?”Kina tersenyum sinis. “Jadi, lo nggak mempermasalahkan harga diri gue di depan Lily?”“Ini serius pertama dan terakhir kalinya. Please.”Oke, Kina tidak harus memperpanjang perdebatan yang sia-sia ini. Mau tidak mau ia harus ke Lily. Mengganggu perempuan asing itu dan mengajaknya berteman untuk kemudian diminta membantu Dava.Oleh karena itu, Kina beranjak dari kursi. Tanpa mematikan video call, ia mendekati Lily. Perempuan itu sedang membaca buku. Sesekali matanya beralih pada layar laptop. Sesekali juga tangannya bergerak menyuapkan sandwich. Lily sangat tenggelam ke dalam dunianya sendiri. Hingga ia tidak menyadari kehadiran Kina di depannya. Bersiap menyenggol gelas air mineral yang berdiri tidak jauh dari kertas-kertas Lily.“Ups, I’m sorry,” kata Kina mendramatisir suasana tepat setelah tangannya menyenggol gelas tersebut. Dari raut terkejut Lily, perempuan itu pasti tidak mengendus unsur kesengajaan pada diri Kina. “I’m so sorry. I didn’t mean it.”Tangan Lily dengan sigap menyingkirkan kertas-kertas catatannya dari genangan air. Perempuan bermata biru itu mengelap cipratan air dengan tisu. Kemudian memeriksa kertasnya yang sedikit basah.“Kamu nggak perlu ngomong pakai bahasa inggris,” kata Lily tiba-tiba dengan fasihnya. Sukses mengejutkan Kina setengah mati. “Oh, ini nggak apa-apa, kok. Kertasnya nggak terlalu basah.”Kina dengan mulut melongonya duduk tegap di hadapan Lily. “Lo… lo bisa bahasa Indonesia?”Anggukan dari Lily membuat Kina semakin melongo. Tidak hanya Kina, baik Alicia dan Dava yang menyimak dari video call pun tidak jauh berbeda. Bagi Dava, ini sebuah keberuntungan. Ia tidak perlu susah-susah berbicara dengan Lily. Skripsi Dava sudah dipastikan aman!Kakak kembar Kina datang dengan senyum cerah. Cowok tinggi itu duduk di sebelah Kina setelah menyapa Lily. Bahkan ia tidak peduli betapa sok kenalnya dia di depan Lily. Pokoknya, skripsinya aman.“Gue Dava, hasil dari gen amoeba-nya Kina,” kata Dava berkelakar yang kemudian mendapat cubitan keras. “Maksudnya, gue kembarannya.”Lily mengangguk, cewek berambut cokelat itu terkekeh. “Pantes mirip.”“Gue minta maaf banget soal tadi. Itu pasti catatan, ya? Gue tulisin ulang, ya?” kata Kina bersalah. Ah, dirinya juga masih malu dengan insiden sok membully Lily. Kalau bukan karena Dava, Kina tak akan melakukannya.“Itu cuma coret-coretan saja, kok. Kalau lagi bosan, tanganku selalu mencoret apa pun di sekitarku.”“Berarti bisa gambar juga, dong?” celetuk Dava yang disambut gelengan kepala. “Kok gitu?”“Gambar absurd aja, kok. Bukan yang bagus banget.”“Benang wol gitu? Sama, dong. Jangan-jangan….”“Kenapa?”“Kita jo—aduh, sakit, bego!” Dava berseru sambil memegangi pinggangnya yang berkedut panas. Dava tidak akan pernah terbiasa dengan cubitan adiknya sendiri. Sakit! Tapi salahnya sendiri usil.Kina memasang senyum lebar terbaiknya. “Omong-omong, ini Dava pengen minta bantuan buat skripsinya. Tapi kalau lo nggak mau juga nggak apa-apa.”“Bantuan apa?” tanya Lily, menjatuhkan seluruh perhatiannya pada kakak beradik di depannya.“Translate-kan skripsinya ke versi bahasa inggris. Dava itu masih kacau di grammar-nya. Jadi, dia takut salah ejaan.”Dava mengangguk. “Gawat kalau gue bikin ulang lagi. Udah rugi di tenaga, di dompet juga.”Alicia yang mendengarkan percakapan mereka melalui video call itu tersenyum. Cewek berkulit putih itu memutuskan tidak datang ke kantin. Sebab, tiba-tiba ada meeting mendadak di kantor. Tentu saja Alicia tidak bisa meninggalkannya. Ia akan pamit pada Kina setelah obrolan mereka dengan Lily selesai.Firasat Alicia, sih, Lily akan setuju membantu Dava.***Alicia menyesap teh herbal sembari menyimak Ody membaca jadwal kerjanya hari ini. Tidak begitu banyak. Hanya sekadar rapat pembagian divisi beserta susunan divisi yang baru. Alicia bisa saja tidak usah mengurusnya, biar wakil direktur yang mengurus. Sayangnya, meeting dadakan dengan klien dari Peterson Corp membuatnya harus datang ke kantor. Otomatis, seluruh jadwal kerja sepele itu juga harus ia kerjakan.Tenangkan dirimu, Alicia Collins. Kau tidak boleh marah pada klien-mu sendiri.“Jadi, kapan meeting-nya bisa dimulai?” tanya Alicia setelah teh herbalnya habis.“Klien sudah datang sejak sepuluh menit yang lalu, Nona. Jadi, meeting sudah bisa dilakukan sekarang.”Secara spontan, mata Alicia melotot. “Sekarang?”Ody mengangguk. “Iya, Nona. Sepertinya beliau bawahan dari Tuan Randy yang ingin membahas butir kesepakatan kerja yang baru.”Alicia hampir tidak bisa percaya. Perusahaan besar itu mengirim pegawainya, alih-alih pemimpinnya. Seharusnya direktur utama yang turun tangan, bukan malah pegawainya!“Ya sudah, suruh masuk. Meeting aku adakan sekarang.” kata Alicia sembari menghela napas.Sesuai dengan permintaannya, klien tersebut masuk. Laki-laki muda, sepertinya di usia kepala dua. Perawakannya tinggi dan tampak berwibawa. Sangat berbanding terbalik dengan image karyawan biasa.“Nama saya Rian, hari ini saya yang bertugas mewakili bos saya dari Peterson Corp,” kata Rian membuka pembicaraan. “saya membawakan titipan dari bos saya. Saya titipkan kepada sekretaris anda. Semoga anda berkenan menerimanya.”Alicia tersenyum. “Tentu saja. Sebuah kehormatan bagi saya. Sampaikan rasa terima kasih saya kepada beliau.”“Tentu saja, Nona.”“Baiklah, mari kita mulai saja. Menurut Bapak Randy, bos anda, beliau ingin mengubah peraturan pada nomor satu sampai lima, benar?”Sore itu, dengan sedikit pusing, Alicia menyelesaikan meeting dengan lancar. Meskipun ada sedikit kendala, akhirnya ia mampu menyelesaikannya. Ketika Alicia mengantarkan kepergian Rian, jam sudah menunjuk pukul enam sore. Masih ada tugas lain yang perlu ia selesaikan. Alih-alih membawa tugasnya pulang, Alicia memilih untuk menyelesaikannya di kantor.Keadaan gedung kantor sudah sangat sepi. Hanya ada beberapa tugas kebersihan dan satpam yang berkeliling. Ruang kerja Alicia terletak di lantai tujuh, lantai tertinggi. Meskipun lampu sudah dinyalakan, tentu saja Alicia merasa was-was. Tanpa adanya Ody, Alicia benar-benar sendirian di lantai tujuh.Kina: Cia! Lo masih di kantor, ya? Cepet pulang, dong. Gue, Dava sama Fian ada di rumah lo.Alicia: Tumben. Ngapain?Kina: Makan malam bareng sama sekalian gue kerjain tugas lo yang kemarin.Alicia: Aduh, sorry. Gue pulang sekarang. Tunggu aja, gue bawa mobil sendiri kok.Kina: Sip, hati-hati!Alicia segera membereskan barang-barangnya setelah membaca chat terakhir Kina. Setelah memastikan semuanya tertata rapi, Alicia keluar dari ruangannya. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Alicia lembur. Tapi, bagaimana pun juga, ia tidak pernah bisa berdamai dengan kantor di malam hari. Benar-benar menakutkan.Begitu sampai di parkiran, Alicia kembali kalut. Jam sudah menunjuk pukul setengah sembilan. Untuk beberapa alasan, Alicia memiliki trauma tersendiri dengan menyetir di malam hari. Tapi, mau tidak mau ia harus melakukannya atau ia tidak akan sampai di rumah.Jadi, dengan perasaan kalut, Alicia memaksakan diri. “Okay, Alicia. Ini untuk pertama dan terakhir kalinya lo nyetir mobil larut malam. Tuhan bakal melindungi, jadi nggak perlu takut.”Jalanan ibu kota cenderung ramai tanpa timbul kemacetan. Hal ini membuat Alicia bernapas sedikit lega. Setelah melewati dua perlintasan lampu lalu lintas, ia akan sampai di rumahnya.Ketika Alicia bergerak setelah lampu menyala hijau, tiba-tiba sebuah mobil menghantam sisi kiri mobilnya begitu keras. Sontak, mobil Alicia terseret ke kanan hingga menabrak mobil lain. Kecelakaan beruntun itu terjadi dalam sekejap menimbulkan kehebohan.Alicia tidak percaya. Ketakutannya menjadi kenyataan.“Cia, lo bisa dengar suara gue?” tanya Fian ketika melihat kelopak mata Alicia bergerak terbuka perlahan. Meskipun samar dan sangat pelan, Fian sangat senang. Buru-buru ia memencet bel untuk memanggil dokter.Ketika dokter datang, kedua mata Alicia terbuka sempurna. Perempuan itu mengerjapkannya sejenak, beradaptasi dengan cahaya. Wajahnya tampak bingung selama diperiksa oleh suster. Meskipun masih terasa sulit untuk bersuara, Alicia berusaha menanggapi pertanyaan dokter.“Keadaannya sudah membaik dibandingkan semalam. Nona Collins hanya perlu beristirahat dan perawatan intensif untuk luka-lukanya. Bila ada yang kalian butuhkan, silahkan panggil saya.” kata dokter menyelesaikan pemeriksaannya.Fian mengangguk sebelum kemudian kembali duduk di sisi ranjang Alicia. Setelah tim medis keluar, keluarga Alicia kembali duduk di dekatnya. Wajah khawatir mereka telah berganti dengan wajah bahagia. Alicia akan sembuh.“Lo tahu kesalahan lo, ‘kan?” tanya Fian tanpa memandang wajah Alicia. Sibuk mengupas apel.“Iya, kak. Maaf.”Fian mengembuskan napas panjang. Alicia tahu betul gestur itu. Fian sedang berusaha meredam emosinya.“Dengar, gue berusaha nggak memperpanjang masalah ini. Selama mobil lo diperbaiki, lo harus diantar Pak Budi kemana pun. Paham?”Dari pada gue bantah, nanti makin runyam.Alicia mengangguk pelan. “Iya. Maaf, ya.”Tidak tega melihat Alicia dimarahi, Bunda menjewer telinga putranya. “Kamu, tuh, ya. Baru aja Cia sadar, kamu malah marah-marahin dia.”“Aduh, Bun. Mana ada, sih? Fian tuh kasih nasihat ke Cia biar nggak lembur-lembur lagi. Seenggaknya, kalau mau lembur tuh dianter pulangnya sama Pak Budi.” Fian meringis sambil mengelus telinganya yang perih bekas jeweran.“Bagus, Ma! Sekali-sekali kak Fian tuh dimarahi. Jangan Key mulu!” seru Keyla semangat.“Eh, berani-beraninya lo, ya. Awas aja, gue jejelin nih apel!”Keyla, haters apel, menjerit heboh. “Nggak mau! Oma, kak Fian jahat!”Dari sini, Alicia menyadari kesalahannya. Ia membuat keluarganya khawatir. Sama seperti dua tahun lalu, ketika kedua orang tuanya mengalami kecelakaan mobil. Alicia kembali mendatangkan trauma itu kepada mereka. Untung saja ia selamat. Tidak seperti kedua orang tuanya yang pergi dalam waktu satu malam.Alicia merasa bodoh atas perilakunya.“Gimana, nak? Sudah enakan?” tanya Opa yang baru datang. Lelaki renta itu segera duduk di kursi yang sebelumnya diduduki Fian.“Sudah, Opa. Tinggal lukanya saja yang masih agak perih.”“Lain kali berhati-hatilah. Opa takut sekali semalam.”“Maaf, Opa,” kata Alicia sendu. “Aku janji nggak akan ulangi lagi.”“Kamu punya sopir pribadi, ‘kan? Kalau terpaksa pulang malam, minta dijemput saja.”“Pak Budi kemarin sedang sakit. Aku suruh beliau istirahat saja.”“Sudahlah, yang lalu biarlah lalu. Sekarang kamu istirahat saja, ya.” cetus Bunda memutus obrolan. “Oh ya, katanya nanti Kina jenguk kamu.”Alicia hanya bisa mengangguk. Akibat kecelakaan semalam, seluruh badannya terasa remuk gara-gara benturan. Ditambah pula dengan luka-luka goresan di beberapa bagian membuat Alicia semakin lelah.Untuk sementara, Alicia akan beristirahat dari segala bebannya.***Malam harinya, Kina datang bersama Dava. Dengan membawa sekeranjang buah dan beberapa yoghurt kesukaan Alicia, mereka berjalan memasuki rumah sakit. Di tempat duduk dekat resepsionis, ada Fian sedang menunggu mereka. Berhubung ruang inap Alicia terjaga ketat, resepsionis tidak akan memberitahukan nomor ruangannya. Sehingga, Kina menyuruh Fian untuk mengantarkan.“Gimana keadaannya?” tanya Kina. “dia nggak kenapa-napa, ‘kan?”Fian mendesah pelan. “Ya, dia baik-baik aja. Tadi siang dia udah sadar.”Kina mengembuskan napas lega. “Syukurlah. Tuh anak emang, ya. Suka banget bikin orang khawatir.”Fian hanya tertawa seadanya.“Eh, ngomong-ngomong,” celetuk Dava ketika mereka sampai di depan lift. Usai Fian memencet tombol, ia melanjutkan. “Gimana pelakunya?”Seolah kesadaran bersama, Fian berdiri tegak. Selama ini ia hanya fokus pada Alicia. Ia tidak memikirkan pelakunya sama sekali. “Nggak tahu. Gue serahkan aja ke polisi. Gue lebih fokus ke Cia.”Dava berdecak kagum, mengiringi langkah mereka bertiga memasuki lift. “Wow, murah hati banget lo. Kalau gue, udah pasti potong anunya dulu sebelum diserahin ke polisi.”“Ih!” seru Kina kesal sambil memukul punggung Dava. Di dalam lift hanya ada mereka bertiga, tapi tetap saja ucapan Dava itu menjijikkan.“Apaan sih, dek?”“Lo tuh yang apa-apaan. Disaring dulu, kek!”“Padahal udah pake disamarkan, coba kalau gue frontal. Makin menjadi-jadi lo.”Kina melotot kesal. “Gue tonjok lo, ya.”Spontan, Dava bersembunyi di belakang Fian. Meskipun adiknya tidak mungkin bisa menonjoknya karena sedang membawa keranjang buah, tetap saja ia takut.“Ini di rumah sakit. Jangan ribut-ribut, ah.” Kata Fian melerai keributan. Bertepatan dengan pintu lift terbuka, mereka langsung berjalan keluar. Menyusuri lorong yang sepi.Kamar yang ditempati Alicia merupakan kamar kelas atas yang dikhususkan untuk kalangan penting. Wajar saja jika lorongnya tampak sepi pengunjung. Jika ada yang menempati salah satu kamar, maka akan terlihat bodyguard yang berjaga di depan pintunya. Selain itu, hanya ada suster dan dokter yang berlalu lalang.Sesampainya di kamar inap Alicia, Kina dan Dava disambut oleh Bunda. Kina cukup terkejut melihat hanya ada Bunda yang menemani Alicia. Ia pikir, ia akan bertemu dengan keluarga besarnya juga.Dari pintu masuk, tampak Alicia sedang duduk menikmati buah potong sambil menonton televisi. Perempuan itu mengalihkan perhatiannya pada Kina kemudian tersenyum lebar.Kina segera menghampiri Alicia lalu memeluknya cukup erat. “Lo bikin orang jantungan aja!”“Maaf, dong,” balas Alicia sambil terkekeh. “Gue nggak kenapa-napa, tuh. Jangan sedih.”Kina melepas pelukannya. “Tentu saja gue sedih, bego. Dava juga.”“Lo nggak tahu seberapa takutnya gue. Gue pikir lo bakal pergi secepat itu, tahu nggak!” isak Kina dengan sesenggukkan. Wajar saja jika Kina menangis. Perempuan itu hanya punya satu teman perempuan selama ini, Alicia.Alicia segera mengelus kepala Kina dan memasang senyum terbaiknya. “Gue nggak akan pergi, kok. Nih, gue baik-baik saja, ‘kan?”Kina mengangguk. Setelah merasa lega, Kina menghapus jejak air matanya dan duduk di samping Alicia.“Kina sama Dava sudah makan malam? Tante belikan makan, ya?” tawar Bunda tiba-tiba.Dava menoleh kaget. “Eh, nggak usah, Tante. Saya nggak lapar, serius.”Saat itu juga, perut Dava berbunyi nyaring. Wajah Dava memerah seketika. Ditambah pula ditertawakan oleh Alicia dan Kina, duh, double malu!Bunda terkekeh pelan. “Perut emang nggak bisa bohong, kok. Tante belikan saja, ya. Titip Alicia dulu.”“Hati-hati, Tante.” kata Kina mengantar kepergian Bunda. Setelah Bunda pergi, Kina menoleh pada Alicia. “Ceritanya gimana, sih? Kok bisa ketabrak? Termasuk parah, lho.”Alicia mendongak. Mencoba mengingat rentetan tragedi semalam. “Gue jalan seperti biasa. Waktu itu jalanan lancar-lancar aja, kok. Nggak macet juga. Di lampu merah itu, deh, tiba-tiba aja ketabrak. Kayaknya si pelaku melanggar lampu merah. Makanya, nabrak gue.”“Pelakunya juga masih belum jelas,” sahut Dava. “Serem emang. Dan kagetnya, kakak lo malah lebih memilih diserahkan sepenuhnya ke kepolisian. Murah hati sekali.”“Dari pada gue repot-repot ngurusin pelaku mending gue urusin adek gue kali,” balas Fian yang duduk di sofa. “Gue nggak secuek itu juga. Selalu gue pantau dari berita di TV.”Fian mengganti channel televisi ke tayangan berita. Seperti sebuah konspirasi, berita Alicia sedang ditayangkan. Menampilkan rekaman kondisi TKP saat ini yang masih ditelusuri oleh polisi. Kondisi lalu lintas pun tampak mengalami kemacetan karena polisi masih mengolah TKP.“Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di perempatan lampu lalu lintas ini melibatkan Alicia Fransisca Collins sebagai korban. Diduga pelaku mengendarai mobil BMW hitam melaju kencang saat lampu merah menyala. Akibatnya, pelaku menabrak mobil Jazz yang dikendarai oleh CEO Collins Group, Alicia Fransisca Collins. Kecelakaan ini mengakibatkan kemacetan di TKP sejak kecelakaan terjadi. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski polisi tampak masih mengolah TKP, diduga polisi akan menutup rapat identitas pelaku.”“Wah gila, gila. Kayaknya yang nabrak lo bukan orang sembarangan, deh,” celetuk Dava kesal. “Lo harus bertindak, Yan.”Fian menoleh, lantas mengedikkan bahu. “Nggak, ah. Males tahu.”“Demi adek sendiri pun lo nggak ada niatan gitu?”“Doain aja pelakunya kena karma setimpal atau lebih.”“Fian mah baik, nggak kayak lo, jahannam.” sahut Kina sadis. “Mending lo urus skripsi lo, gih. Minta bantuannya susah payah, jangan sampe lo sia-siain.”Dava cemberut. “Bawel. Weekend waktu gue bersama Lily. Jangan ada yang ganggu gue.”“Sok banget lo,” ledek Alicia dengan tawa. “Awas nanti malu-maluin di depan Lily. Nggak jago bahasa inggris.”“Yeee, enak aja. Gue cuma nggak ahli di grammar,” sahut Dava santai. “Lily nggak bakal kerepotan sama gue. Syukur-syukur kalau gue bisa jadian sama dia. Aw aw!”“Lily siapa, sih?” tanya Fian bingung. Satu-satunya yang belum pernah mendengar nama Lily.Kina melengos pelan. “Masa nggak tahu? Bule di fakultas desainer kampus.”Fian terdiam sejenak. Mengingat-ingat Lily yang dimaksud Kina. Seolah teringat sesuatu, Fian menyeletuk. “Oh, Lily yang itu. Itu, sih, temen gue yang gue bilang jago bahasa inggris. Lilyana Peterson.”Alicia spontan terkejut. Peterson? Peterson yang itu?“Ya iyalah jago, namanya juga bule,” kata Kina sinis. “tahu gitu mah harusnya lo bilang-bilang, kek. Biar gue nggak mempermalukan diri sendiri di depan dia.”“Yakin banget gue bakal bantuin?” tanya Fian iseng.Alih-alih Kina, Dava yang menjawab dengan aksen berlebihan. “Lo setega itu sama gue?”Sebelum keributan terjadi, pintu ruangan terbuka. Menampilkan bodyguard Alicia sedang membawa bucket bunga mawar merah. “Permisi, saya mengantarkan kiriman dari resepsionis untuk Nona Alicia.”“Dari siapa katanya?” tanya Alicia takjub. Sedikit grogi menerima kiriman bunga pertama dalam hidupnya.“Tanpa nama, Nona. Tapi resepsionis menjamin tidak ada bahaya di dalamnya.”“Cieee, dapat kiriman mawar!” seru Dava heboh. “Lo seterkenal itu, ya. Nggak kayak adek galak gue.”“Apa lo bilang?!”Alicia menjatuhkan perhatiannya pada bucket tersebut. Mawarnya sangat cantik dan segar. Pasti baru saja dipesan oleh pengirim. Dari ukurannya yang besar, pasti mahal. Selain bunga mawar, ada kartu ucapan yang terikat di tangkai bucket.Get well soon, my dear.

My Wife is a CEO
Romance
04 Jan 2026

My Wife is a CEO

orm berlari terburu-buru menuju kantornya sebelum, bos galaknya datang. waktu sudah menunjukan pukul 7:30 pagi dan beberapa menit lagi ia harus sudah sampai di kantor karana kalau tidak ia akan mendapati ceramah yang panjang kali lebar dari bosnya.'' huhhh... huhh...'' orm menghembuskan nafasnya dengan kasar.'' ehh orm lo kok baru datang?" tanya soya temannya.'' seperti bisa kayanya dia maraton nonton Drakor tadi malam" sahut becca temannya.'' heheh.. lo tau aja deh bec. eh si bos belum datang kan? tanya orm.'' kayanya belum deh, soalnya gue belum liat'' jawab soya.'' sukur deh, aman gue, kalo enggak bisa-bisa kena semprot.. hahah'' jawab orm.'' haha itu kan udah jadi kebiasaan lo orm.'' ucap becca.'' gue doain deh lo sama si bos jodoh soalnya kalian itu cocok tau'' ucap soya.''ehhhh jangan ya. amit-amit de gue berjodoh sama si muka tembok'' jawab orm kesal.'' tapi kan dia itu keren orm'' ucap soya sambil tersenyum halu.''ihh...apaan nora gitu di bilang keren, kerenan juga aries'' ucap orm membayangkan wajah aries orang yang di sukaianya.'' ni orang matanya burem kali ya, udah jelas kerenan mis lingling'' protes soya.'' ehh kalian ini bukanya kerja malah ngerumpi gue bilangin ya lo semua sama mis lingling, biar tau rasa lo semua'' ucap mei sekertaris lingling yang tiba-tiba datang.ya lingling. nama lengkapnya lingling kwong nama dari CEO sekaligus bos tempat mereka berkerja yang tentunya usianya masih muda. usinya 29 tahun, ya lingling menjabat sebagai CEO di perusahaan keluarganya yang bernama KWONG KOMPENY. ya perusahaan yang di pimpin lingling sangat terkenal apalagi dalam dunia ekonomi, kecantikan, passion, perhotelan dan masih banyak lagi.'' dasar nenek sihir, so cantik benget baru juga jadi sekertaris tapi gayanya udah songong banget'' ucap soya kesal pada sikap mei." udah deh mending kita kerja aja sekarang'' ajak ormmereka semua pun mengerjakan pekerjaan Mereka masing-masing dengan serius dan teliti seperti biasanya, tapi biasanya nya mereka jarang serius dalam berkerja karana kebanyakan menghabiskan waktu dengan mengobrol atau menikmati wifi kantor untuk main media sosial, dan bergosip tentang opa opa korea.****pukul menunjukkan jam 12 siang. jadwal istirahat kantor.'' duh,, capek banget gue, akhirnya selesai juga'' keluh soya dengan perasaan lega.'' iya nih kita makan siang yuu, laper banget nih gue'' ajak becca.'' yeyy yuuu... gue juga laper'' sahut orm dengan semangat.mereka bertiga beranjak dari kusi kerjanya masing-masing dan bersiap untuk makan siang bersama. dan saat mereka berbalik ada aries yang berdiri sambil tersenyum ke arah mereka, mungkin lebih tepatnya pada orm.'' hei aku boleh ikut makan siang bareng kalian gak?" anya aries.'' eh aries, boleh dong masa makan siang bareng gak boleh'' jawab orm dengan malu-malu.'' ehemm...ehemm.. keselek batu'' ucap soya sambil cengengesan.'' ihh... soya apaan sih'' tegur orm.tiba tiba sekertaris lingling datang menemui orm untuk menyampaikan sesuatu.'' orm lo di panggil sama mis lingling ke ruangannya'' ucap mei to the point.'' kok sekarang sih inikan waktu nya istirahat dan waktu makan siang gue'' jawab orm kesal.'' nama gue tau, udah deh mending lo keruangnya aja sekarang'' ucap mei sambi berjalan pergi.'' ihhh nyebelin to orang. ini juga ngapain sih si muka tembok manggil gue segala'' ucap orm jengkel karana ia malas kalau sudah berurusan dengan bosnya itu.'' udah mending kamu ke ruangannya sekarang, nanti aku beliin makan siang buat kamu'' ujar aries dengan lembut.'' cie cie... perhatian banget sih, jadi iri deh'' ucap becca.'' dasar jomblo'' ejek soya'' ehhhh llo juga jomblo ya.. masa jomblo teriak jomblo'' sindir becca.''hehe,, iya iya maaf'' jawab soya cengengesan.'' orm lo cepet pergi sana lo gak mau kan kalo nanti gaji lo dipotong sama mis lingling'' ucap becca.mendengar itu orm menghela nafasnya dengan kasar.'' iya gue pergi dulu ya'' jawab orm dengan malas.orm akhirnya pergi ke ruangan bosnya yang tukang menyuruhnya dengan seenak jidatnya, sebenarnya orm sangat malas menemui bosnya itu tapi ia juga tak mau sampai gajinya di potong karana itu kalimat yang paling orm takuti dan sangat di keramat,kan di kantor kwong Kompany. sesampai di depan pintu ruangan yang bertuliskan ceo orm tak lupa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.tok!.. tok!.. tok!..ceklek!'' permisi mis . mis manggil saya?'' tanya orm basa basi.mendengar sura orm lingling berbalik dari kursi kebesaran nya yang tadinya membelakangi pintu dan sekarang berbalik dan menghadap orm.'' kamu ini kebiasaan. saya itu udah 15 menit tau nungguin kamu, dan waktu saya terbuang dengan sia sia'' ucap lingling datar.'' tuh kan si muka tembok mulai marah, pasti sekarang sudah mulai muncul tuh dua tanduk di kepalanya,,hihihi'' ucap orm dalam hati sambil terkikik.ya muka tembok adalah panggilan husus yang di buat orm untuk bosnya itu. kenapa orm menamainya muka tembok ya pasti kalian tau, muka bosnya itu selalu datar seperti tembok dan jarang tersenyum pada siapapun, saking jarangnya mungkin makluk yang bernama lingling kwong ini tersenyum hanya setahun sekali.'' kamu itu kalau saya tanya itu jawab.'' ucap lingling kesal karana melihat orm yang melamun.'' maaf mis'' ucap orm sambil menundukkan kepalanya.'' kamu masih mau bekerja gak di perusahan saya?'' tanya lingling.'' maksud mis?'' tanya orm bingung.'' kamu itu emang gak becus ya buat laporan. malah banyak typo nya lagi, pusing saya liatnya orm!'' keluh lingling.'' maaf mis'' ucap orm sambil menunduk lagi.'' maaf maaf saja terus, sekarang saya mau kamu perbaiki laporan ini dan harus detail, kalau tidak gaji kamu akan saya potong. mengerti'' ucap lingling datar dan tegas.orm mengambil laparnya di atas meja lingling untuk di perbaiki.'' ia mis, kalau begitu saya permisi'' pamit orm.orm keluar dari ruangan neraka. ya menurutnya ruangan lingling adalah neraka. dan tak henti-hentinya orm mengucapakan sumpah serapah untuk bosnya itu yang super-duper nyebelin dan membuatnya selalu naik darah.'' dasar muka tembok sialan, mentang mentang dia CEO, seenaknya aja nyuruh gue. gue doain lo makin tua dan gak laku seumur hidup'' gumam orm dengan kesal.orm menuju meja kerjanya untuk memperbaiki laporannya, jujur saja orm sangat kesal kalau bosnya sudah marah-marah dengan ceramahnya yang panjang kali lebar itu apalagi dengan ucapan potong gaji.orm... kita kembali'' ucap soya yang baru datang bersama becca dan aries.'' eh gimana?, lo tadi di apain sama mis lingling? " tanga soya kepo.'' gue di suruh memperbaiki hasil laporan. kata dia laporan gue salah lah, banyak typo lah, terus dia ngancem gaji gue bakal di potong. duhhh... pusing kepala gue'' jawab orm perustasi.''ya udah sini biara aku bantuin, kamu juga harus makan, nih aku udah beliin makan buat kamu'' ucap aries sambil memberikan pelastik berisi makan.melihat itu orm segera menerimanya dengan senyuman khasnya.'' makasih banyak ya aries'' ucapnya sambil tersenyum manis.'' iya sama-sama. ayo cepat kamu makan, aku gak mau loh liat kamu sakit nantinya'' ucap aries perhatian.''owww... sweet banget sih,'' ucap becca baper melihat adegan gratis di depan nya.orm yang mendengar itu hanya tersenyum malu. ya menurutnya aries adalah alasan ia bertahan di perusahan ini. Karana kalau tidak orm sudah jauh-jauh mengundurkan diri.orm kini tengah memperhatikan aries yang sedang memperbaiki laporan tadi. orm menganggap aries adalah penyelamatnya.'' ini orm aku udah selesaikan semuanya. dan aku yakin kamu pasti gak akan di marahin lagi sama mis lingling dan aku juga gak mau kamu selalu di marahin sama dia" ucap aries.'' makasih ya aries. kamu baik banget sama aku'' ucap orm senang.'' iya sama-sama. aku akan selau ada untuk kamu sampai kapanpun'' balas aries. adan orm yang mendengarnya hanya tersenyum malu.****setelah orm memperbaiki laporan yang lebih tepatnya di perbaiki oleh aries ia segera membawa laporan itu pada bos nya.sebelum orm mengetuk pintu ia menarik napas dalam-dalam dan berdoa supaya ia di beri kesabaran untuk menghadapi lingling. setelah siap lahir dan batin barulah ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan CEO itu.tok! tok! tok!'' permisi mis ini laporan yang sudah saya perbaiki'' ucap orm sopan walau terpaksa.'' Hmm... taruh saja di meja'' balas lingling datar.mendengar itu orm meletakan laporannya di meja sesuai perintah dari lingling. sesekali juga ia melirik muka lingling yang datar persisi kaya tembok, ya orm menjuluki bosnya itu si muka tembok.'' apa ada lagi yang bisa saya kerjakan mis?'' tanya orm.'' gak'' jawab lingling singkat padat dan jelas.'' ya sudah kalau begitu saya permisi mis'' pamit orm.'' ya'' ucap lingling tanpa melirik orm sama sekali dan lebih fokus ke laptopnya." dasar si muka tembok, bukannya bilang terimakasih ini malah cuma di balas hmm. dasar so cool .'' ucap orm dalam hati.orm pun keluar dengan kakinya yang di hentak-hentakan karana saking kesalnya. ya memang beginilah yang harus orm terima dan di tanggung kalau ia berkerja di perusahaan milik lingling. harus banyak-banyak bersabar.'' kenapa lo jalanya gitu orm? kayanya lo lagi bahagia'' ejek soya dengan usil.'' bahagia pala lo, gue lagi kesal tau'' ucap orm ketus sambil memanyunkan bibirnya itu.'' ketus amat biasa aja dong'' ucap soya.'' gimana gue bisa biasa aja. masa nih ya, gue udah ngomong baik-baik dan menyelesaikan laporan tepat waktu, dia hanya bilang hmm doang. kan sialan'' jelas orm dengan ekspresi di tekuk.'' lo kaya gak tau aja CEO kita itu orangnya kaya gimana" balas soya.'' ya tapikan gue udah cape ngerjainnya'' keluh orm.'' helloo... apa lo bilang? lo yang ngerjain? heh lo kira kita gak tau kalau yang ngerjain laporan lo itu si aries. hah?'' ujar soya ketus.''hehehe.... iya iya maaf.'' ucap orm sambil cengengesan.setelah itu mereka kembali melakukan tugasnya masing-masing. di kantor mereka lebih sering bergosip daripada kerja. tapi kalau di depan bosnya, mereka pura-pura sibuk dan rajin.waktu semakin berjalan dan sekarang waktu menunjukkan pukul tujuh malam yang berarti jam kantor telah selesai, ya hari ini semua karyawan sedang lembur makanya pulang nya malam. semua karyawan pun bersiap-siap untuk pulang.'' akhirnya selesai juga kerjaan hari ini, sekarang waktunya kita pulang'' ucap becca senang.'' ya ini gue juga udh cape banget, seharian kerja'' sahut soya.'' yaudah deh... kalau gitu see you tomorrow guys'' ucap orm pada kedua sahabatnya.'' see you beb'' balas soya dan becca.****orm berjalan keluar kantor menuju parkiran. dan saat ia sampai di parkiran ia tak sengaja bertemu lingling. yang mau tak mau ia harus menyapanya. yaa, itung-itung carper sama bosnya itu...'' malam mis'' sapa orm dengan senyum manis.lingling yang mendengar itu hanya melirik dengan datar tanpa membalas sapan dari orm. lingling malah langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan orm di parkiran.'' kayanya si lingling itu lagi diet ngomong kali ya? dasar muka tembok sialan. nyesel gue nyapa dia tadi .'' gumam orm dengan kesal sambil menaiki mobilnya dan bergegas pulang.'' HELLO.... PENGHUNI RUMAH... ORM YANG CANTIK DAN IMUT UDAH PULANG NIH...'' teriak orm menggelegar.'' berisik orm'' ucap Alex sang kakak.'' hehe... kirain gak ada orang, ternyata ada makluk misterius yang tengah duduk di sofa'' ucap orm dengan nada yang mengejek.'' orm! gue balikin ya lo ke perut mama'' ucap alex kesal.'' coba aja kalau bisa... wlee...'' ejek orm sambil menjulurkan lidahnya..'' kurang ajar ya lo orm. sini lo orm dasar adik durhaka'' ujar alex sambil berusaha mengejar orm, yang berlari seperti kucing dan tikus.'' duh.... ini kalian pada kenapa sih. berisik banget, kalian ini kerjaannya tiap hari berantem terus'' ucap mama koy yang tiba-tiba datang karna mendengar keributan.ya memang begitulah kehidupan alex dan orm yang setiap harinya selalu bertengkar dan saling mengejek satu sama lain. tapi kalau udah pisah, pasti orm akan menangis karana orm merindukan alex.orm dan Alex berhenti saling kejar ketika mendengar suara mama koy dan mereka tersenyum manis ketika melihat mama tercintanya seakan tidak ada kejadian apapun.''siapa yang berantem sih ma, kita itu cuma lagi belajar akting kok'' ujar alex beralasan demi menghindari amukan mama koy.'' akting-akting. emangnya kamu itu pemain film apa?'' tanya mama koy ketus.'' heheh.... calon ma. masa muka alex yang ganteng sedunia ini gak bisa jadi pemain film'' balas Alex dengan pedenya yang tingkat dewa.'' udah deh,, kamu itu halu aja'' ucap mama koy pusing melihat kelakuan putranya itu.'' oh ya papa mana?'' tanya orm sambil celingak-celinguk.'' belum pulang, paing sebentar lagi'' jawab mama koy.dan tak lama kemudian terdengar sura mobil dan klakson yang menandakan sang papa sudah pulang.''papa pulang...'' ucap sang papa saat masuk kedalam rumah.'' wahh,, papa pajang umur. baru aja kita ngomongin papa tau'' ujar mama koy.'' ouhh yaa... jadi kalian digosipin papa gitu?" tanya papa dengan nada bercanda.'' bukan digosipin pa, tadi orm cuma nanyain aja, papa udah pulang apa belum'' jelas orm.''ohh.. kirain apa. ya sudah yuk kita makan malam. papa udah lapar banget, dan rindu sama makan mamam tercinta.'' ujar papa sambil menggoda mama koy.'' papa ini gombal aja. ya sudah yuk kita makan malam'' ajak mama koy.papa, orm dan kakaknya mengangguk dan berjalan mengikuti mama koy ke arah meja makan untuk makan malam bersama.sebenarnya mereka jarang makan bersama seperti saat ini, karana mereka memiliki kesibukan masing masing.kelurga orm adalah keluarga yang harmonis dan bahagia. kelurga mereka juga merupakan keluarga sederhana dan tidak mau terlihat mewah. dalam kelurga mereka yang terpenting adalah saling menyayangi.'' ouh iya orm ada sesuatu yang ingin papa bicarakan sama kamu'' ujar sang papa.mendengar itu orm mengerutkan dahinya.'' bicara apa pa?'' tanya orm,''besok saja, dan kamu juga akan tau'' balas papa sambil tersenyum.mendengar itu perasaan orm jadi tidak enak, dan bergumam.'' kok perasaan gue tiba-tiba gak enak? kenapa ya? apa ada yang papa sembunyikan ya?''setelah selesai makan malam , mereka masuk kamar masing-masing utuk membersihkan diri dan beristirahat. dan orm masih kepikiran sama apa yang ingin papanya bicarakan besok karana yang ia lihat ada yang mencurigakan dan hal itu membuatnya tak bisa tidur, dan ia memutuskan untuk maraton drakor kesayangannya sampai puas.****di pagi hari yang cerah ini orm dan keluarganya berkumpul di ruang tamu untuk membahas tetang pembicaraan semalam.'' orm kamu punya pacar gak?'' tanya papa.orm menggeleng.'' gak ada pa, memangnya kenapa?''mendengar itu papa tersenyum senang.'' baguslah. kalau gitu nanti malam kamu ikut ya, untuk makan malam sama keluarga teman papa dan jangan lupa dandan yang cantik'' ujar sang papa.'' iya ikut ya, dan tenang aja mama udah siapin pakaian yang cantik buat kamu'' sahut mama koy.mendengar apa yang papa dan mamanya bicarakan membuat orm bingung, sebenarnya apa yang sedang di rencanakan orang tuanya.****malam pun tiba orm sedang bersiap-siap dan berdandan cantik dengan gaun berwarna merah muda, dan setelah selesai orm bergegas untuk turun kebawah, dan langsung berjalan menuju parkiran dan masuk kedalam mobil karna orang tuanya sudah menunggu di dalam mobil agar tidak telat.setelah orm masuk mobil hitam yang mereka tumpangi. Mobil itu berjalan menuju restoran mewah. dan setelah sampai mereka langsung masuk.'' hai kalian akhirnya datang juga'' ucap peria paruh baya.'' maaf ya juka kalian sudah menunggu lama.. bisa... namanya juga perempuan dandannya lama. ouh iya orm kenalin ini sahabat papa namanya om arthur'' ujar papa.Orm menyalami sahabat papanya itu , dan akhirnya matanya tertuju pada wanita yang seumuran dengan mama nya.'' ohh... jadi ini yang namanya orm. cantik sekali, kayanya kita emang gak salah pilih deh, kenalin nama tante ananya'' ucapnya tersenyum.'' ayo silahkan duduk semua'' ucap om arthur.'' oh iya anak kamu mana? kok dari tadi gak keliatan'' tanya papa orm.'' dia keluar sebentar karana ada telpon dari kliennya'' jawab om arthur.'' wahh... kayanya anak kamu orang sibuk ya..'' ucap papa orm dengan nada bercanda.'' iya dong kaya papinya.... hahah'' balas om arthur.mereka semua tertawa bahagia saling melempar canda atara papa dan om arthur, beda dengan orm ia tak tertawa sama sekali karana ia kini tengah bingung, dan merasa bosan dan ia ingin pulang.'' huh... tau gini... mending gue gak usah ikut tadi. lebih baik gue nonton drakor atau main game .'' gumam orm dalam hati.'' maaf semuanya saya terlambat'' ucap seseorang dengan sura berat di belakang orm.'' kaya gak asing deng sama nada sura ini '' gumam orm dalam hati.karena merasa panasaran dengan sura tersebut orm langsung membalikan badanya, dan saat ia berbalik bertapa terkejutnya ia melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang, orm benar-benar tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang, apa ini hanya mimpi? apa yang di depannya adalah mahluk jelmaan?.'' mis lingling'' ucap orm sambil melotot.sedangkan lingling sendiri hanya memasang muka datarnya saat ia menatap orm. lingling sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun, seperti memang gak salah orm Melaninya dengan si muka tembok.'' papa ko mis lingling ada di sini? '' tanya orm dengan nada sedikit kesal.'' jadi kamu kenal sama lingling?'' tanya papa terkejut.'' iya kenal lah pa, dia kan bos orm di kantor'' jawab orm.'' wah.... bagus dong. kalau gitu papa gak perlu repot-repot mengenalkan kamu sama calon istri kamu'' ucap sang papa santai, sementara Orm yang mendengar itu terkejut bukan main.'' apaa? calon istri? maksud papa gimana sih?'' taya orm bingung.'' jadi gini papa sama om arthur sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan lingling'' jelas papanya.mendengar itu orm lebih terkejut dan tidak menyangka papanya akan menjerumuskan anaknya ini kedalam neraka bersama lingling.'' apa orm boleh bicara sebentar sama mis lingling?'' tanya orm meminta izin pada papanya.'' ya boleh, tapi jangan lama-lama ya...'' jawab papa.orm beranjak dari duduknya dan mengajak lingling pergi ketaman yang ada di restoran yang jaraknya aga jauh dari meja mereka tadi.apa yang harus orm lakukan sekarang?kenapa takdirnya sangat-sangat buruk, apalagi ia di jodohkan dengan makluk menyebalkan di dunia.?'' kenapa mis tadi bisa aja dan ga ada raut wajah terkejut? dengan apa yang papa saya bicarakan'' tanya ormlingling mengerutkan dahinya.'' maksud kamu?''''kenapa mis lingling biasa aja? mukanya gak ada ekspresinya sedikitpun saat mis mendengar kalau kita akan di jodohkan? tunggu apa jangan-jangan mis tau kalau kita bakal di jodohin?'' tanya orm dengan curiga.'' ya gitu deh.'' jawab lingling santai.'' ini orang enteng banget jawabannya , gue buang juga ini orang sialan kelaut sekarang juga '' gumam orm kesal dalam hati.'' terus mis nerima perjodohan ini?'' tanya orm lagi.'' hmm'' jawab lingling berdehem.'' lama-lama gue cakar muka ni orang dari tadi ngomongnya irit banget'' gumam orm lagi dengan kesal'' kenapa mis menerima perjodohan ini?'' tanya orm yang benar benar tak terima kalau dia akan di jodohkan dengan bos galaknya.'' sebenarnya saya gak mau di jodohin sama cewek bar-bar kaya kamu'' jawab lingling santai dan membuat orm melebarkan matanya.'' wahhh..... songong banget... enak aja bilang gue cewek bar-bar. gue cantik kaya gini kaya orang barat dari pada dia muka datar kaya tembok '' gumam orm dalam hati lagi.'' maksud mis apa ya bilang saya cewek bar-bar'' protes orm tak terima.'' ya iya, di kantor kerjaan kamu itu ngerumpi mulu sama teman-teman kamu itu. di tambah kelakuan kamu kayak bocil. tapi kalau di depan saya kalian pura-pura sibuk berkerja. kamu pikir saya gak tau apa-apa'' jelas lingling.'' kok dia bisa tau sih? jangan-jangan dia sering memata-matai gue lagi'' gumam orm dalam hati.'' saya menerima perjodohan ini karana saya peduli dan sayang sama orang tua saya dan sebagai tanda bakti saya kepada mereka, jadi kamu jangan geer'' ucap lingling.'' ih siapa yang geer saya juga gak berharap sama mis'' jawab orm tak mau kalah.'' bagus deh'' balas lingling santai'' INI ORANG NYEBELIN BANGET SIH, LAMA-LAMA GUE SANTET JUGA LO'' gumam lagi orm dalam hati dengan kesal sekali.'' tapi kan saya gak mau di jodohin mis..... saya itu udah punya pacar'' ucap orm sedikit merengek.'' itu kan urusan kamu bukan urusan saya, lagi pula kalau kamu membatalkan perjodohan ini ya silahkan. paling nanti kamu di tendang dari kartu kelurga'' jawab lingling santai . malah kelewatan santai.'' ihh.... nyebelin banget sih... udah ah saya cape ngomong sama mis'' ucap orm jengkel dengan lingling.'' saya enggak tuh'' balas lingling.karna sakin kesalnya orm pada lingling ia langsung pergi meninggalkan lingling . bukanya ia menemukan solusi agar tidak jadi di jodohkan, ini malam semakin rumit, sekarang keputusan satu-satunya ada pada papa orm sendiri.'' akhirnya kalian datang juga. lama banget sih ngobrolnya. jadi gimana orm? kamu mau kan nerima perjodohan ini'' tanya sang papa.awalnya orm mau menolak tapi ketika ia melihat raut wajah papanya yang memelas yang berharap ia menerima perjodohan dan mengingat kata-kata lingling tadi orm sempat terdiam beberapa saat sambil memikirkan keputusannya matang-matang.'' mm iya pa, orm mau menerima perjodohan ini'' jawab orm terpaksa.semua keluarga pun tersenyum bahagia kecuali orm dan lingling.lingling sendiri hanya tersenyum remeh mendengar jawaban orm, dan sudah lingling duga kalau perkataannya tadi akan membuat orm takut.'' kalau bukan karana papa, gue gak bakal mau nerima perjodohan ini. ya tuhan berikan lah hambamu ini kekuatan utuk menghadapi nasib hamba bersama iblis di depan hamba '' gumamnya berdoa dan pasrah.hari senin adalah hari yang paling di benci semua orang, tak kecuali bagi orm sendiri. ia harus menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk dan harus selesai tepat waktu. kalau tidak bersiaplah untuk mendapat door prize dari lingling kwong yang terhormat.sementara itu di ruangan CEO lingling '' berpacaran'' dengan semua berkas-berkasnya. walaupun pekerjaannya menumpuk, lingling sudah terbiasa dengan semuanya sejak ia kecil. lingling mengenal dan belajar tentang dunia perusahaan dari kelurganya sendiri.'' hallo mis....? ada yang bisa saya bantu?'' tanya mei sekertaris lingling.'' tolong kamu panggilkan orm untuk keruangan saya sekarang'' perintah lingling.'' baik mis '' balas mei menutup telpon.'' kok tumben banget mis lingling manggil orm ke ruangannya di jam segini? '' gumam mei heran.Dan tanpa menunggu lama mei langsung pergi kemeja orm untuk menyampaikan perintah bosnya. ternyata mei melihat orm tengah sibuk dengan banyak sekali kertas numpuk di mejanya.'' orm lo di panggil sama mis lingling untuk kurangnya sekarang'' ujar meimendengar itu orm sedikit terkejut.''gue? kok tumben banget. ada apa emangnya?'' tanya orm''mana gue tau. udah deh cepetan lo keruangan mis lingling sekarang, nanti kena marah tau rasa lo'' jawab mei ngegas.'' ck, iya iya'' ucap orm dengan terpaksa.setelah menyampaikan pesan dari bosnya mei langsung pergi meninggalkan orm dan kembali ke meja kerjanya.orm dan keuda sahabatnya memang tidak pernah dekat atau pun akur dengan mei, karna menurut mereka mei adalah sekertaris ganjen, so cantik dan selalu cari perhatian lingling, di tambah lagi mei orangnya cerewet, makanya mereka memanggil mei dengan sebutan nenek sihir atau mak lampir.'' eh orm ada apa mak lapir datangin meja lo?'' tanya becca kepo.'' gue di panggil si muka tembok untuk ke ruangannya'' jawab orm.'' wahh,,, buat apa mis lingling manggil lo? di jam segini gak bisanya. apa jangan jangan kalian mau pacaran yaa? ''ejek soya.'' sembarangan lo. udah deh gue keruangan bos dulu, entar gue kena marah lagi kalau gue kelamaan datang ke ruangannya."orm berjalan menuju rungan lingling yang tukang nyuruh orang seenak jidatnya. dan sampai orm di depan pintu yang bertuliskan CEO ia mengetok pintu itu.tok! tok! tok!'' permisi mis. apa mis memanggil saya?'' tanya orm.''hm.'' jawab lingling singkat dan matanya tetap menatap leptop.'' emang sialan ya ini orang '' batin orm kesal.''ada apa ya mis? ''tanya orm dengan sabar.'' tolong kamu belikan saya jus yang ada di sebarang kantor'' perintah lingling.''hah?.. gak salah mis? mis kan bisa minta bantuan sama OB kantor kita'' balas orm protes.'' saya maunya kamu yang belikan'' jawab lingling.'' kenapa saya, mis kan bisa nyuruh sekertaris mis'' ujar orm'' saya tidak mau sekertaris saya yang beli. saya maunya kamu yang beliin'' ujar lingling dengan muka datarnya.'' ihhhhh... nyebelin banget si ni orang kaya bumil lagi ngidam aja '' batin orm semakin kesal.'' udah deh dari pada kamu bicara terus dan banyak bertanya mendingan kamu beliin saya jus sekarang juga'' perintah lingling.niatnya orm mau mengelak tapi lingling malah semakin ngegas agar permintaanya di turuti, mau tak mau orm harus menurutinya karana kalau tidak lingling pasti akan mengeluarkan kalimat keramatnya yaitu potong gaji.'' iya iya. mana duitnya mis?'' jawab Orm sambil menyodorkan kedua tangannya untuk meminta uang.lingling mengambil dompetnya di laci meja kerjanya. awalnya orm berpikir lingling akan memberikan uang yang berwarna merah karana mengingat bosnya itu kaya apalagi jabatannya CEO.''nih'' lingling memberikan nial uang yang tidak terduga apa lagi dengan warnanya yang tidak sesuai dengan yang orm pikirkan.''cuma sepuluh rubu mis?'' tanya orm terkejut.'' iya. emang berapa haraga jus di depan?'' tanya lingling.''enam ribu mis'' jawab orm.'' ya udah itukan cukup uangnya. emang kamu mau juga jusnya?'' tanya lingling.''enggak mis, ya sudah saya permisi mis" balas orm yang hanya bisa pasrah.orm ingin keluar ruangan lingling untuk membeli jus yang lingling inginkan tapi tiba-tiba lingling memanggilnya.'' eh sebentar. ingat ya saya ingin jus alpukat, gulanya jangan banyak-banyak alias jangan terlalu manis, dan airnya sedikit aja, jangan pake susu. emm satu lagi gak pake lama'' ujar lingling pajang kali lebar.''emang ni orang. udah nyuruh, peke minta yang ribet segala lagi. kalau bikan bos gue udah gue cekik dari tadi'' batin orm geram dan semakin kesal.'' iya mis, saya permisi mis'' ucap orm dengan senyum paksa.setelah orm keluar dari ruangan lingling yang seperti neraka itu, orm yang awalnya pura-pura tersenyum manis langsung merubah raut wajahnya jadi kecut.orm keluar dengan perasaan marah. kesal dan jengkel yang sudah bercampur menjadi satu karana bosnya yang super menyebalkan. setelah sampai di tempat jus sebarang kantor, orm langsung memesan jus yang di inginkan bosnya itu.'' mas jus alpukat satu ya.'' pesan orm.'' ok kak'' balas si penjual jus.'' oh ya mas jusnya jangan terlalu manis, airnya sedikit saja dan jangan pake susu ya'' pesan orm yang harus mengingat amanat dari bosnya tadi.'' yaa ampun kak ribet amat sih'' ujar penjual jus.'' hehehe.. maaf ya mas. soalnya yang mesan ini bukan saya, tapi bos saya'' jelas orm.''ohh,, gitu ya kak, kalau gitu saya buatin dulu ya'' balas penjual jus.''oh ya satu lagi mas jangan pake lama ya soalnya kalau lama nanti bos saya bis marah-marah'' tambah orm.'' siap kak'' balas penjual. orm pun menunggu pesanan nya sambil memain kan handphone dan setelah beberapa menit jus yang ia pesan sudah jadi.''ini uangnya mas'' ujar orm sambil memberikan uang itu.''iya kak,. dan ini kembaliannya'' balas si penjual.''makasih ya mas'' ujar orm'' iya sama-sama'' balas si penjual jus.setelah membeli pesanan lingling yang seperti bumil ngidam Orm segera kembali kekantor untuk mengantarkan pesanan bosnya itu.setelah sampai depan pintu ruangan bosnya, tak lupa ia mengetuk pintutok! tok! tok!orm membuka pintu itu dan masuk.'''ini mis jus pesanannya'' ujar orm sambil meletakan jus itu di meja kerja lingling.''hm'' balas lingling hanya berdehem.'' si tembok sialan bukannya bilang terimakasih, ini malah bilang hm aja, Syakur gak gue kasih racun tuh jus '' gumam orm pelan.orm masih berdiri di depan lingling sambil menatap lingling tajam sedangkan lingling sendiri hanya menatap orm dengan bingung.'' kenapa kamu masih disini?. sana cepat keluar dan selesaikan pekerjaan kamu'' perintah lingling.mendengar itu orm menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil bergumam "sabar" .''iya mis'' ucap orm sabil tersenyum kecut.saat orm hendak berbalik untuk pergi tiba -tiba lingling memanggil orm lagi.''eh sebentar mana uang kembalian beli jusnya'' tanya lingling.''what? uang kembalian empat ribu aja di tagih? dasar lingling kwong pelit'' batin orm''ini mis kembaliannya'' ucap orm sambil memberikan uang kembalian yang gak seberapa itu. tapi bagi lingling seberapapun itu uang tetap lah uang."ya sudah sana kamu pergi lanjutin kerjaan kamu lagi'' perintah lingling.'' iya mis permisi'' balas orm yang kali ini ia tak tersenyum sedikitpun ia hanya memasang muka datar karana sebenarnya orm sudah habis kesabaran menghadapi bosnya itu.'' dasar muka tembok gak atau diri, pelit, dan hobinya nyuruh orang'' batin orm kesal se kesal kesalnya.setelah keluar dari ruangan neraka, orm masih tetap kesal dengan sikap lingling yang gak tau diri itu. ia terus melangkah kan kakinya yang ia hentak hentakan menuju meja kerjanya.' woy..... kusut amat tuh muka'' tegur soya.'' iya kenapa lo orm? masa abis pacaran sama si bos tuh muka jadi kusut. ouh atau jangan-jangan lo gak dapat jatah ya. hahahah....'' ejek becca dengan tawa puas.ya kedua sahabatnya itu sangat senang menjahili orm. apalagi tentang menjodohkan orm sama lingling. ya mereka akan terus menerus mengejek orm dan mentertawakan orm dengan puas.'' berisik ya kalian, gue itu lagi kesal sama si muka tembok'' ujar orm mengeram kesal.'' lah emang kenapa?'' tanya becca.orm menghembuskan nafasnya kasar dan menjawab.'' masa tadi gue di suruh ke ruangannya hanya untuk membelikan dia jus alpukat yang ada di sebrang kantor. udah gitu dia gak bilang terimakasih sma gue.kan jadi kesal gue'''' gila ya si bos. ada ada aja permintaanya'' ujar soya.'' itu belum seberapa. Ada yang lebih parah lagi dia minta jusnya yang gak terlalu manis, air jangan banyak, jangan pake susu dan gak pake lama'' jelas orm.'wahhh..... kayanya si bos emang sengaja deh ngerjain lo, iyaa gak'' ucap becca.'' tau ah, pusing gue'' keluh orm.orm memijat jidat nya yang terasa pusing karana memikirkan lingling yang selalu aneh dan menyebalkan.dan tiba-tiba mei datang ke meja orm.'' eh orm, lo di panggil lagi sama mis lingling ke ruangannya sekarang'' ucap mei.'' aduh ada apa lagi sih'' ucap orm frustasi.baru saja orm bernapas lega tapi tiba-tiba lingling memanggilnya lagi untuk ke ruangannya. sebenarnya apa sih yang di inginkan lingling si mahluk menyebalkan itu? apa dia belum puas melihat orm sudah pusing tujuh keliling.'' kayanya si bos masih kangen deh sama lo'' goda soya.'' ciee.... ciee.. calon masa depan mis lingling'' tambah becca.''BERISIK'' ucap orm dengan nada sangat kesal.'' hahaha,,'''tawa kedua sahabatnya.orm pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang gak punya akhlak itu karana sakin kesalnya, ia langsung berjalan dan masuk keruangan lingling tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.'' orm kamu ini gak punya sopan santun sama sekali ya, main masuk aja tanpa ketuk pintu, sana keluar ulangi lagi'' ucap lingling dengan nada kesal.'' ihh ribet banget sih ini orang'' batin orm kesal.orm terpaksa keluar lagi untuk mengulang. perintah dari bosnya.orang seperti lingling memang susah untuk di ajak kerja sama apalagi kompromi.lihat aja sekarang. ya sebenarnya lingling tau orm sedang kesal padanya tapi hal itu yang di sukai lingling.tok! tok! tok!'' permisi mis, mis panggil saya?'' tanya orm dengan terpaksa.''sini kamu'' perintah lingling.''orm berjalan kearah meja lingling tapi ia tak duduk karna tidak di perintahkan. bagi siapa yang berani melanggar perintah lingling maka bersiaplah untuk mendapatkan ceramah dan siraman qalbu yang panjang kalai lebar dan tinggi.'' tolong kamu tulis nomer handphone kamu, di handphone saya sekarang'' perintah lingling.'' kenapa gak tadi aja sekalian sih mis'' ucap orm kesal.'' suka-suka saya lah. saya kan bosnya. apa kamu lupa sama peraturan perusahaan ini?'' tanya lingling'' gak mis'' jawab orm'' coba kamu sebutkan pasal satu'' perintah lingling.'' isi dari pasal adalah bos selalu benar sedangkan karyawan selalu salah, jadi karyawan harus menerimanya'' ucap orm dengan terpaksa.'' itu kamu tau, dadi kamu gak usah banyak komentar'' ketus lingling.'' nih orang lama-lama cerewet banget ya ? dulu irit banget kalau ngomong. sekarang cerewetnya luar biasa, kaya emak emak '' gumam orm pelan.orm menulis nomer handphone di handphone lingling dan sesekali ia mengumpat kata- kata yang manis untuk bosnya itu ia tak perduli dengan semua sumpah serapah untuk lingling walaupun itu calon istrinya. toh orm berpikir mereka hanya di jodohkan dan tidak saling mencintai.''udah saya simpan nomer saya di handphone mis'' ucap orm sambil menyerahkan handphone bos nya itu .''ya udah sana kamu kerja lagi'' ujar lingling dengan nada mengusir.'' apa agak ada yang lain mis?'' tanya orm untuk memastikan.'' gak'' jawab lingling'' benar nih?'' tanya orm''hm'''' kayin'' tanya orm lagi''hm'''' bagus deh. kalau gitu saya permisi mis'' pamit orm.setelah itu orm keluar dari ruangan lingling dengan mood yang lumayan baik karana lingling tidak menyuruhnya lagi untuk melakukan sesuatu.****kini waktu menunjukan jam 12 siang orm dan kedua sahabatnya bersiap utuk pergi makan siang bersama, tapi tiba-tiba ada pesan masuk di handphone orm.+ 62822++++++kamu makan siang bareng saya'' nomer siapa ini ?'' batin orm+ 62822++++++ini nomer saya, bos kamu orm'' mis lingling? dia tau aja apa yang baru gue bilang barusan, jangan-jangan dia cenayang?''maaf mis saya gak tau kalau ini nomer mis. kenapa mis tumben ngajakin saya makan siang?+ 62822++++++gak usah banyak tanya saya tunggu kamu di parkiran sekarangorm tak membalas lagi pesan nya'' emm.... lo semua duluan aja.. gue masih ada urusan '' ujar orm beralasan.'' gitu ya.. ya udah kita duluan ya'' balas becca.orm hanya mengangguk, dan setelah kedua sahabatnya pergi jauh dan mersa sedikit aman orm berjalan ke parkiran untuk menyusul lingling.''lama banget sih kamu'' protes lingling''maaf mis'' balas orm'' ya udah cepet masuk ke mobil'' perintah lingling.orm pun masuk ke mobil lingling dengan lingling yang mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, tidak ada percakapan diantara keduanya hingga akhirnya orm mem beranikan diri untuk bertanya pada lingling.'' mis sebenarnya kita mau kemana sih?'' tanya orm pada lingling yang hanya diam dan tetap fokus menyetir."Ni orang budeg kali ya? di tanya malah diam aja. dasar muka tembok '' batin orm.karana tidak mendapatkan respon orm langsung diam dan tidak lagi mau bertanya. lebih tepatnya ia sangat menyesal karana bertanya pada lingling si muka tembok.setelah beberapa menit lingling menghentikan mobilnya di sebuah toko perhiasan. sedangkan orm yang melihat itu bingung dan bertanya-tanya dalam hati. sebenarnya utuk apa lingling membawa dia ke sini.setelah memarkirkan mobilnya lingling dan orm turun dan berjalan menuju pintu masuk toko dengan orm mengekorinya.'' kamu jangan berjalan di belakang saya. kamu itu bukan pengawal saya'' ujar lingling.'' gapapa kok mis'' jawab orm.''terserah'' ucap lingling dan kembali berjalan hingga dia mendapati sebuah ide.lingling sengaja berhenti berjalan sehingga orm menabrak punggungnya.'' aduhh.... sakit banget'' ujar orm sambil memegang keningnya.'' makannya. udah saya bilang jangan berjalan di belakang saya, sini jalan di samping saya'' perintah linglingsementara orm hanya melotot. dan karna tidak ada respon dari orm. lingling menarik orm dan merangkulnya di depan umum.'' duhhh.... malu banget gue. si muka tembong pasti seneng ngerjain gue dan bikin gue malu'' batin orm.'' selamat datang apa ada yang bisa saya bantu?'' tanya salah satu karyawan yang ada di toko.''' saya mau cari cincin buat nikah '' balas lingling.''kamu milih orm'''' kok saya mis'' tanya orm bingung'' udah deh kamu pilih aja gak usah banyak tanya'' ujar lingling tegas.''huh.. iya iya,'' ucap orm pasrah.silakan di pilih kak cincinnya'' ujar sang karyawan.''mis suka yang mana?'' tanya orm.'' terserah'' jawab lingling'' kalau yang ini gimana?'' tanya orm sambil menunjuk cincin.''terserah''"dari tadi jawabannya terserah, terserah, gue kerjain lo '' batin orm.'' saya mau cincin yang paling bagus dan paling mahal ya'' ujar orm dengan santai.'' baik kak kebetulan kamui punya yang paling bagus dan paling mahal'' balas karyawan tersebut.'' ok saya mau ambil yang itu aja '' ucap orm'' siap kak, ini kak. Untuk harganya 100 juta ya''mendengar itu lingling terkejut dan melotot karana mendengar harga cincin yang di pilih orm, sedangkan orm sendiri hanya biasa-biasa aja dengan muka polosnya yang tak berdosa, ya iyalah kan yang bayar lingling.mau tak mau lingling harus membayar cin-cin itu dan langsung mengeluarkan black card. setelah selesai membayar orm dan lingling berjalan utuk kembali ke mobil dan pergi.'' bagus ya... gara gara kamu saya harus mengeluarkan uang sebanyak itu, hanya untuk dua cincin'' ujar lingling kesal.'' lah kan tadi mis sendiri yang bilang terserah. jadi ya terserah saya kan'' jawab orm santai.'' kamu ini ya.. kamu sengaja ya mau ngerjain saya?'' tanya lingling frustasi''enggak, buat apa saya ngerjain mis'' jawab orm dengan polos.''pokonya saya gak mau tau, mulai sekarang gaji kamu akan saya potong karana kau udah berani ngerjain saya'' ujar lingling.'' mis gak bisa gitu dong, mau sampai berapa bulan itu akan lunas kalau pake gaji saya, lagi pula kan itu cin-cin buat pernikahan kita'' jawab orm protes tak terima.'' bodo amat, saya gak peduli'' ucap lingling dan menjalankan mobilnya.''loh kok gitu mis, jangan gitu dong.. mis... mis...........? '' protes orm dan tak di indahkan oleh lingling .'' sial banget sih gue '' gumam orm kesal.

CEO TAMPAN TERNYATA SUAMIKU
Romance
03 Jan 2026

CEO TAMPAN TERNYATA SUAMIKU

Pagi itu, Parulian Group membuka lowongan sebagai sekretaris pribadi CEO. Banyak pelamar datang silih berganti, namun tak satu pun benar-benar sesuai dengan kriteria sang CEO. Hingga di hari yang sama, seorang gadis bernama Salbil Arunia Salsabila tanpa sengaja melewati gedung Parulian Group. Ia berhenti sejenak ketika melihat sebuah banner besar bertuliskan “Membuka Lowongan Sekretaris Pribadi”.Dengan langkah ragu, Salbil masuk ke dalam gedung dan menghampiri resepsionis.“Selamat pagi, Kak. Ada yang bisa kami bantu?” sapa Nita ramah.“Selamat pagi. Maaf, saya mau bertanya, apakah benar perusahaan ini sedang membutuhkan sekretaris?” tanya Salbil.“Iya, benar. Apakah Kakak berminat melamar?” jawab Nita.Salbil mengangguk. Ia menerima daftar persyaratan dan berjanji akan kembali setelah semuanya lengkap.Tak butuh waktu lama, Salbil melengkapi seluruh berkas yang diminta. Dengan map rapi di tangannya, ia kembali ke Parulian Group. Nita pun langsung mengantarnya ke ruangan CEO.Di dalam ruangan itu duduk seorang pria berwibawa bernama Roly Adi Lian, CEO Parulian Group yang membangun perusahaannya dari nol. Wawancara berlangsung singkat namun mendalam. Roly membaca setiap berkas dengan teliti sebelum akhirnya menatap Salbil.“Mulai hari ini kamu bekerja. Ruanganmu di sebelah ruangan saya,” ucapnya tegas.Salbil terkejut, namun rasa syukur lebih besar daripada keterkejutannya.Hari-hari kerja berjalan padat. Salbil membuktikan dirinya sebagai sekretaris yang cekatan, teliti, dan bertanggung jawab. Jadwal rapat, perjalanan bisnis, hingga pertemuan klien besar ia tangani dengan sangat baik. Roly mulai melihat Salbil bukan hanya sebagai karyawan, melainkan sebagai seseorang yang membawa ketenangan dalam kesibukannya.Namun di kantor, mereka tetap profesional. Tidak ada yang tahu perasaan apa yang perlahan tumbuh.Suatu hari, setelah rapat panjang, Roly mengetahui Salbil belum memiliki tempat tinggal tetap di Jakarta.“Kalau mau, ada apartemen kosong dekat tempatku. Fasilitas kantor juga,” tawar Roly dengan nada hati-hati.Salbil ragu, tetapi akhirnya menerima. Keputusan itu membuat mereka semakin dekat. Makan bersama, berdiskusi ringan, dan saling mengenal lebih dalam. Rasa nyaman berubah menjadi perhatian, lalu perlahan menjadi cinta.Beberapa bulan kemudian, setelah hari kerja yang melelahkan, Roly mengajak Salbil ke sebuah tempat. Dengan mata tertutup, Salbil berdiri gugup. Saat penutup matanya dilepas, ia terdiam melihat tulisan besar di depannya.Will You Marry Me, Salbil Arunia Salsabila?Air mata bahagia jatuh tanpa bisa ditahan.“Iya… aku mau,” jawab Salbil lirih.Roly tersenyum lega dan memakaikan cincin di jari manis Salbil.Tak lama kemudian, Roly datang bersama keluarganya menemui orang tua Salbil. Dengan penuh hormat, ia menyampaikan niat baiknya. Keputusan diserahkan kepada Salbil.“Iya, Pah, Mah. Salbil siap,” jawabnya mantap.Restu diberikan dengan doa dan haru.Hari pernikahan pun tiba. Dengan suara lantang dan satu tarikan napas, Roly mengucapkan ijab kabul.“Sah.”Satu kata itu mengubah segalanya. Salbil kini bukan lagi sekretaris CEO, melainkan istri Roly Adi Lian.Malam pertama mereka lalui dengan penuh kehangatan, saling menjaga, dan rasa syukur. Bukan tentang nafsu, melainkan tentang cinta, komitmen, dan awal perjalanan baru sebagai suami istri. Subuh pertama mereka jalani bersama, berdiri sejajar dalam doa, memohon rumah tangga yang sakinah.Hari-hari berikutnya diisi tawa, kerja keras, dan kebersamaan. Di kantor, mereka tetap profesional. Di luar kantor, mereka adalah pasangan yang saling menguatkan.Salbil menemukan rumah dalam diri Roly. Roly menemukan ketenangan dalam diri Salbil. Bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena mereka selalu memilih untuk pulang satu sama lain.Tamat.

Konsekuensi
Fantasy
03 Jan 2026

Konsekuensi

Apa yang mesti kulakukan?Setiap ujian, ketimbang menghafal Dalil Menelaus dan Hukum Avogadro, Amer memilih memikirkan apa yang mesti ia lakukan. Sudah bukan rahasia lagi jika budaya menyontek telah mengakar di kalangan pelajar; masalahnya adalah bagaimana kau beradaptasi dengan teman-teman yang saling berbisik; buku dan ponsel yang disembunyikan dari lingkup pandangan guru; tangan-tangan yang mencolek bahumu.Awalnya, Amer mengatasinya dengan baik (ia tersenyum dan menolak permintaan mereka). Namun, masa SMA menuntut kebebasan berlebih. Tahu-tahu, keramaian saat ulangan harian menjadi hal yang familiar, dan Amer hanya bisa diam di meja terdepan bersama Fikha, teman seperjuangannya sejak SMP."Mer, apa yang harus kita lakukan?""Udahlah, jalani saja seperti waktu SMP."Wajah-wajah berharap itu masih datang, tetapi lamat-lamat kian kentara lelah, marah, muak ... sampai pada satu titik, pandangan mereka berubah amat sinis pun dingin. Intensitas pertanyaan saat ujian menurun—terus, terus—sampai akhirnya lenyap; lalu, tiba-tiba, keadaan menjadi amat sunyi bagi mereka berdua.( Apa yang mesti kulakukan? )"Kita harus dinamis, Amer. Apa salahnya, sih, memberikan satu-dua jawaban pada mereka?" putus Fikha suatu hari. Amer ingin mengatakan banyak hal pada gadis berkerudung putih tersebut, tetapi manik sendu Fikha membuatnya gamang. "Toh, niat kita, 'kan, untuk mendapat teman... bukan untuk berbuat dosa. Niat kita baik, 'kan?"Apa itu kesepian? Apa itu makhluk sosial? Sains mengatakan bahwa spesies terkuat adalah mereka yang dapat beradaptasi dengan lingkungan; tetapi apakah ikut serta dalam kecurangan adalah sebuah "kebenaran"? Apakah menjadi "makhluk sosial" adalah salah satu bentuk kemanusiaan?Salahkah ... jika manusia menjadi jahat hanya untuk mempunyai teman?"Siapa yang tidak mengerjakan Uji Kompetensi 1?""Amer, Bu!"Apa yang mesti kulakukan? —Amer memendam pertanyaan itu dalam-dalam, kemudian tertawa dalam hati lantaran tahu ia selalu kembali pada jawaban serupa: bahwa ketimbang beradaptasi, ia memilih menjadi spesies yang punah.Amer bangkit, tersenyum miris, lantas begitu ke luar kelas, ia ingat ketika teman-teman nya memilih untuk tidak memberitahukan tugas ketika ia sakit atau dispen olimpiade; saat ia dipaksa menyelesaikan tugas kelompok sendirian; tatkala ia didepak dari grup dan harus bersusah payah bertanya pada Fikha (yang masih sudi berkomunikasi dengannya)—dan, ketika semua ingatan itu terangkum dan dikaji secara menyeluruh, ia menemukan sosok dirinya yang lain... yang terlihat amatlah kesepian.*Lorong lengang; Amer menatap tiang bendera yang kentara jelas dari jendela besar di lantai dua. Ia kini sendirian, selalu demikian, dan ia paham mengapa bisa terjadi: bahwa mereka yang menentang bakal dikucilkan. Itulah hukum absolut di kelas mereka.Amer tertawa keras, menertawakan dirinya yang menyedihkan—ortodoks: yang memuja kejujuran alih-alih mencari kawan. Semua orang paham bahwa tidak ada manusia yang memilih sendirian; tetapi, barangkali, tidak akan ada yang mengerti bahwa ujian melawan diri dan ego sendiri lebih mengerikan ketimbang menghadapi sesuatu bernama "nilai" dan "peringkat"."Aku kesepian, Sialan." (*)

Matahari di Pangkal Samudra
Fantasy
03 Jan 2026

Matahari di Pangkal Samudra

Perempuan itu telah bersuami-cucunya genap balita beberapa tahun lalu-tetapi ia selalu tepekur di sana, memilin kenangan, sembari memandang senja yang mengambil paksa pria itu ... yang berjanji akan membawanya mengarungi samudra.Ri-Matoari-sama seperti kebanyakan pemuda Mentawai: berkulit hitam terbakar matahari. Ia yatim piatu dan sesekali mencuri hasil ladang orang-orang untuk bertahan hidup. Ketika Manua memergoki Ri mencuri hasil ladang bapaknya, Manua langsung tahu pemuda itu punya mata yang berbeda. Tidak seperti kebanyakan penduduk Mentawai yang bekerja di ladang serta berburu di hutan, Ri sering mengunjungi pesisir Mapadegat untuk melihat laut serta para turis. Ia badung; tetapi dari kebadungannya itulah Manua tersihir untuk terus duduk di sampingnya, mendengar betapa semangatnya Ri dalam menceritakan mimpinya.Ri ingin mengarungi dunia, pergi ke Dataran Sumatera, menjadi nahkoda ke Gujarat, bahkan mampir ke Tanjung Harapan. Katanya, ia ingin melihat dunia .Manua mempelajarinya di sekolah, tetapi Ri menceritakannya dengan bergairah ... dengan semangat meletup di manik arangnya. Manua tidak jemu mendengarkan di sampingnya, dengan khidmat pun setia, setiap hari, setiap sore."Saya akan membawamu mengarungi samudra," ucapnya suatu hari; dan gadis bergigi tajam itu tertawa meremehkan, bertanya alasannya. Ri menjawab sembari memandang senja di lepas pantai Mapadegat, pantai kebanggaan mereka, "Karena kamu istimewa."" Kamu orang pertama yang mau menerima saya-setelah laut, pasir putih ini. Kamu seperti matahari. Jadi, kamu sangat istimewa ."Senja melahap wajah bersemu Manua ketika Ri mengatakan hal itu.Mereka tumbuh dengan tawa di bawah sinar matahari serta di rerimbunan pohon bakau. Mereka menebar impian di perairan Hindia sembari menggambarkan banyak mimpi indah. Mereka menunggu Tuhan memberikan satu kesempatan itu sehingga Ri dapat berlayar ke Daratan Sumatra; lalu Manua akan ikut bersamanya mengarungi dunia."Saya akan memastikan bahwa laut menerima kehadiran kamu," kata Ri saat kesempatan pertama datang. Manua tertawa; Ri tertawa; takdir tertawa terbahak.Sore itu, badai menghantam, memporakporandakan ruang kecilnya, membawa serta Ri dalam dekapan Ibu Laut; selamanya. Orang-orang mengatakan ia telah kandas dihantam ombak; beberapa mengatakan ia menemukan pekerjaan menarik dan akhirnya menetap di suatu kota, menikah, lantas melupakan semua-tetapi telinga Manua mendenging. Ia tidak mendengar apa-apa dan memilih tidak mendengar apa-apa. Perlahan, ia menjadi karang di sudut Mapadegat; menunggu sembari memilin kenangan yang berubah menjadi fosil tak kasat mata. Menunggu seseorang datang dari pangkal samudra dan mengajaknya mengelilingi dunia.*Perempuan itu telah habis dimakan usia; kulitnya telah bergelambir pun keriput, tetapi ia tidak pernah lelah duduk di atas karang: menghabiskan waktu, menunggu Ibu Laut melumatnya ke dasar Hindia dan ia dapat melupakan semua kenangan itu.Tidak ada yang tahu ia terus menerus menunggu; dan memang tidak ada yang perlu tahu.Sore itu, laut bergemuruh; matahari mengirim seseorang dalam perahu. Seorang remaja laki-laki. Kulitnya hitam terbakar matahari. Gigi putihnya bersinar mengalahkan semburat jingga yang menelusup lewat tubuh kokohnya di usia muda. Dan, Manua tidak kuasa menahan senyum. Telapak kakinya telah pecah-pecah oleh panas, tetapi ia tetap berdiri dengan gemetar, mengeja: sudah lama, Ri, sudah sangat lama.Remaja itu mengulurkan tangan, tertawa jenaka. "Halo, Manua! Saya tahu ini terlambat, tetapi masih ada waktu untuk mengarungi samudra, bukan?" (*)

Belajar Kelompok Persiapan Presentasi
Teen
03 Jan 2026

Belajar Kelompok Persiapan Presentasi

Hari ini, ada sekitar 4 orang remaja yang sedang mendiskusikan sesuatu untuk sebuah masalah yang sedang mereka berempat hadapi.Mereka berempat adalah Erlang, Rafa, Bintang, dan Bulan. Dilihat dari ekspresi keempatnya, sepertinya mereka sedang benar-benar mendiskusikan sebuah masalah yang lumayan rumit untuk dipecahkan.Ada juga beberapa dari mereka yang sempat beradu argumen satu sama lain karena perbedaan pendapat, namun salah satu diantara mereka pun melerai keduanya yang sedang beradu argumen."Jika kita menggunakan susunan kalimat tersebut dalam presentasi nanti, itu tidak akan terlihat atau kelihatan 'Wow '," ujar Rafa berujar dengan serius.Ck.Terdengar sebuah decakan dari bibir Bulan, karena sudah jengah dengan semua alasan yang diberikan oleh cowok yang bernama Rafa itu. Kesabarannya sudah benar-benar habis."Rafa, kita sudah mendiskusikan untuk menggunakan beberapa kalimat yang pantas untuk presentasi besok, tapi pilihan beberapa kalimat yang kami ajukan seakan semuanya tidak pas di pemikiranmu." Bulan pun mengeluarkan semua unek-unek yang sedari tadi ia tahan."Benar apa yang dikatakan Bulan, Rafa! Sekarang gue mau nanya sama lo? Lo mau apa sekarang? Sekarang mau lo apa? Karena presentasinya tinggal besok," timpal Erlang."Hm, bukan begitu maksud gue teman-teman. Tapi gue ada keinginan di presentasi kita kali ini, kita menggunakan bahasa atau kalimat yang benar-benar berbeda dari yang lain," jawab Rafa.Bintang, si gadis pendiam itu pun akhirnya angkat suara. "Kalau seperti ini terus, masalah ini tidak akan selesai-selesai," ujarnya."Oke! Gue ada solusinya." Erlang, Rafa, Bulan pun sontak mengalihkan pandangannya kepada Bintang sepenuhnya, si gadis pendiam."Apa?" tanya mereka serempak.Bintang menghela napasnya sebelum benar-benar kembali membuka suaranya."Jadi, beberapa pilihan kalimat tadi kita gabung jadi satu, terus kita ambil kalimat yang penting-penting aja gimana? Setuju?" tanya Bintang.Mereka bertiga diam sejenak. Mereka berpikir, kenapa sedari tadi mereka tidak berpikir sampai kesitu ya. Wah! Gadis pendiam seperti Bintang, sekali mengeluarkan pendapatnya selalu tepat sasaran dan memberikan solusi."Oke! Kita setujuuu!" jawab mereka bertiga kompak.Setelah mendapatkan solusi dari Bintang, mereka ber-empat pun kembali akhirnya mereka pun menyusun beberapa gabungan kalimat tadi dan diambil yang penting-penting saja, kemudian kalimat yang penting-penting itu pun mereka susun agar menjadi kalimat yang baik dan bagus.Setelah selesai dengan gaya kalimatnya, sekarang giliran mereka ber-empat untuk melakukan pembagian tugas dalam presentasi."Jadi sekarang, kita membutuhkan penanggung jawab, moderator, dan Narasumber 1 dan 2," kata Bintang."Siapa yang mau jadi moderator?" tanya Erlang."Gue aja." Bulan pun mengajukan diri."Narasumber 1?" tanya Erlang lagi."Gue." Bintang pun menimpali."Narasumber dua?" tanya Erlang lagi."Gue." Rafa pun menimpali."Oke, jadi gue yang jadi penanggung jawabnya,""Terus, bahan materi apa yang akan kita sampaikan dalam presentasi? Kan temanya kepenulisan, jadi kita harus ngambil bahan materi sesuai tema." Rafa pun berkata."Hm, gimana kalau kita membawakan bahan materi dengan judul 'Dialog Tag'?" usul Bulan."Oke," jawab mereka serempak.Setelah menentukan semuanya, mereka pun menyusun sedikit demi sedikit bahan materi mereka. Semuanya nampak bekerja sama, tidak ada yang bersantai-santai diantara mereka. Semuanya terlibat dalam presentasi ini.Setelah semuanya selesai, mereka pun akhirnya memutuskan untuk berbincang-bincang, karena hari ternyata masih siang."Guys, gue mau nanya dong!" seru Bulan."Apa?" tanya Rafa mewakili yang lain."Diantara kalian ada yang suka nulis sama baca nggak?" tanya Bulan."Gue suka," jawab Erlang dan Bintang bersamaan."Kalau lo, Raf?" tanya Bulan."Kalau gue lebih suka main basket, karena itu menjadi sebuah hobi tersendiri buat gue, kalau lo sendiri?""Kalau gue lebih suka nge-batik sih," jawab Bulan."Eh iya, lo sama Erlang kenapa bisa suka nulis dan baca?" tanya Rafa penasaran."Kalau gue pribadi sih, gue dari kecil udah suka nulis sama baca, kalau lagi ada waktu luang, gue suka nulis atau baca, kadang kalo gue lagi bingung mau ngapain, gue suka nulis puisi, quotes, cerpen, atau apapun itu, terus semua buku gue baca, termasuk buku pelajaran sih," jawab Bintang."Kalau gue sendiri sih, gue suka nulis itu karena gue kalau lagi marah atau kesel, gue selalu melampiaskan semuanya sama buku, gue nulis apa aja yang penting rasa marah atau kesel gue ilang. Kalo masalah gue suka baca itu, karena emang gue suka baca dari kecil, jadi gue suka baca buku apapun itu dari kecil," timpal Erlang."Kalau lo sendiri? Kenapa bisa suka banget sama basket?" tanya Bintang."Karena, dari kecil gue selalu dilatih untuk terus bisa menguasai yang namanya permainan basket. Gue disuruh orang tua gue, awalnya gue nolak, tapi semakin kesini, akhirnya gue jadi suka basket dan gue menjadikan basket sebagai hobi gue," kata Rafa."Kalau lo sendiri, Bul? Kenapa bisa suka ama nge-batik?" tanya Erlang."Dulu itu Mama gue suka banget nge-batik, sampai gue penasaran, kenapa mama gue bisa buat batik dengan mudah. Akhirnya gue minta mama gue buat ajarin gue nge-batik, awalnya sih susah banget, tapi gue terus nyoba hingga akhirnya bisa ngehasilin satu batik. Terus gue ingin buat batik terus, ya jadinya itu menjadi hobi gue sekarang," kata Bulan.Wah! Ternyata itu alasan mereka menyukai hobi yang mereka suka.Tak terasa mereka sudah berbincang-bincang banyak hal, dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan akan bertemu esok hari.[ E N D ]

Penghujung Kata
Teen
03 Jan 2026

Penghujung Kata

Hingar bingar dentingkan suara- suara tak beraturan menghantam gendang telinga tanpa aba-aba, rasanya jika aku sudah kehilangan kewarasan mungkin yang ku lakukan sekarang adalah berjalan mengelilingi kelas dan mengetok satu persatu kepala teman-temanku yang umpati handphone sedemikian rupa, menjerit hampir seperti orang gila hanya karena game online yang tidak membuat kepintaran bertambah.Dan jangan lupa sekempulan cowok berseragam putih abu yang kegerahan sibuk memukul kaca jendela agar pecah, mereka selalu ingin menjadi trending topik sekolah. Jujur aku kesal sekali Saat ini, tapi malas juga untuk membuat masalah karena eksistensi ku tidak lebih seperti butiran pasir di padang gurun, aku pendiam, dan hanya miliki, mungkin satu teman yang benar-benar bisa kusebut teman, padahal jumlah seluruh siswa di sekolah ini hampir lima ribuan.Aku bukannya tidak mau berteman tapi agaknya semua orang enggan duluan untuk mengajak berteman karena banyak yang bilang aku itu bau badan. Entahlah siapa yang membuat rumor seperti itu.Rasanya aku tidak dianggap ada entah itu di kelas atau se-SMA. Aku hanya segelintir dari jutaan orang bernama yang seolah tidak pernah dianggap ada, entah dari mana hukum good looking itu ada membuat orang-orang sepertiku hanya dianggap seperti barang gagal yang tercipta.Sulit mendapat teman setia, sulit mendapat eksintensi di depan semuanya. Aku menghela nafas pelan kenapa juga aku memusingkan hal semacam itu buang-buang waktu saja, aku memilih melanjutkan mencacat meski fokus sulit sekali terjaga."Weii, lo yang lagi nyetet."Mungkin aku perlu memasang name tag sebesar papan tulis agar mereka bisa tahu namaku. Aku bahkan tidak habis pikir sebenarnya apa yang mereka tahu dariku jika selama satu tahun ini mereka tidak bisa menyebutkan satu kata lima huruf yang kelewat singkat itu, dan aku tidak perlu repot-repot menoleh atau menjawab panggilan tadi lagi pula mereka hanya ingin membuat guyonan dengan cara merendahkan orang lain.Asap rokok, dari bangku paling belakang membuat ruangan kelas penuh dengan aroma nikotin, kadang aku heran teman-temanku yang kelewat brandal apa guru-guru yang tidak andal. Ah entahlah.Jika semenit aku bisa tenang diruangan kelas itu adalah sebuah kemustahilan, jelas sekali karena baru saja aku ingin kembali fokus dentingan kaca-kaca jendela yang dipukul sudah mendengung nyaring di gendang telingaku, lengkingan suara gadis-gadis kurang kerjaan di sudut kelas dengan berbagai macam pembicaraan, gosip misalnya, seolah masa depan bukanlah hal yang perlu dipikirkan.Aku memilih untuk beranjak dari bangku kayu yang segala sisinya penuh dengan karya coretan tipe x. Aku lapar, tapi tujuan ku bukan kantin bukan karena aku tidak membawa uang jajan, aku lebih memilih menyimpannya untuk hal yang lebih ku butuhkan. Lagi pula mengganjal perut dengan roti hijau penuh coklat harga seribuan dengan botol air mineral yang ku bawa dari rumah juga sudah sangat membuat perut kenyang.Aku duduk didepan kelas, suara bising tidak terlalu memekakakn telinga disini, dan lagi aku tidak ingin tersedak roti dan berakhir jadi bahan tertawaan seisi kelas. Itu pernah terjadi, aku bahkan tidak hanya tersedak bukannya malah membaik saat meminum air mineral aku malah memuntahkan makanan yang sudah bersemayam semalaman diperut dan mengotori lantai kelas, ah memalukan sekali."Assalamu'alaikum, Put. Mau aku temenin gak?"Roti yang hampir ku gigit kutarik kembali lantas aku mengangguk dan tersenyum, Ah aku hampir lupa bahwa masih ada orang yang begitu baik, namamya Mentari. Gadis berhijab lebar dan dia satu dari orang yang kusebut teman dia juga teman sekelasku."Waalaikumussalam," jawabku ketika Tari sudah duduk tepat disebelahku."Besok kamu ikut kemah akbar, gak?"Aku sedang mengunyah saat Tari bertanya cepat-cepat aku menelan roti sebelum berkata, "Ah mungkin gak deh, lagian biayanya mahal." Sebenarnya aku punya uang dan itu mencukupi untuk ikut kemah besok, jika aku pikir lagi uang 250 ribu itu mending ku gunakan untuk membeli beras.Walaupun aku harus tertinggal acara tahunan yang katanya sangat menyenangkan. Kemah juga diadakan tiga hari pasti menguras banyak tenaga sedangkan aku mudah sekali merasa lelah, nanti malah menyusahkan.Tari mengangguk mengerti, ia berkata lagi setelah aku menghabiskan rotiku."Kalau kamu mau ikut, gak apa-apa nanti aku bantu bayar, gimana?" Tari terlihat begitu berharap aku pergi tapi entah kenapa perasaanku tidak enak yah. Beberapa saat aku hanya terdiam sampai Tari kembali mengulang perkataan yang sama membuatku hanya bisa mengangguk patah-patah, ini titik dimana aku ingin mengutuk ketidak singkronan otak dan hatiku, otakku memikirkan bagaimana keadaanku nantinya sedangkan hati tidak ingin melewatkan acara tahunan.Malam harinya setelah memberanikan diri untuk memberitahu Ibu, aku menyiapkan barang dan baju yang nanti aku butuhkan saat berkemah nanti, mungkin kegiatan berkemasku agak berisik sampai membangunkan adik kecilku yang baru menginjak empat tahun."Kak Putli ngapain," ucapnya sembari mengusak matanya perlahan, ia bahkan masih memejamkan mata saat mendekat kearahku."Lagi lipat baju, Nara keganggu yah?" Aku terkekeh saat Nara mengangguk pelan lalu memelukku dengan lengan mungilnya."Kak putli mau pelgi kemana, jauh yah, belapa lama, nanti Nala tidul sama siapa?" Ah, rasanya aku tidak tega meninggalkan Nara namun aku juga merasa tidak enak kepada Tari."Gak lama kok, kan ada Ibu sama Bang Tama." Tidak kunjung mendapat respon, aku melirik kearah Nara yang ternyata kembali terlelap dengan keadaan memeluk pinggang ku, ia bahkan mendengkur pelan. Aku membiarkan Nara terlelap dengan keadaaan seperti itu, sedangkan aku melanjutkan mengemas barang yang akan aku bawa, sebenarnya tidak banyak hanya ada empat buah baju dan rok dan sebuah sweater milik Kak Tama.Setelah semuanya selesai aku melirik jam kecil yang sudah retak di segala sisinya dan untugnya jam itu masih bisa memberitahuku bahwa aku harus tidur sekarang.Dengan hati-hati aku mengangkat Nara ke atas karpet dan aku ikut berbaring di dekatnya, ada kebiasaan yang kulakukan setiap kali ingin tidur, semasa Ayah masih hidup ia selalu ingatkan bahwa aku harus melalukannya. Aku mulai berzikir dengan mata yang berkelana memperhatikan setiap inci rumahku, tidak ada sekat berarti antara ruangan dan barang yang bisa membuat mata menjadi berbinar karena semuanya barang bekas.Keadaan dimana seberapa kuat apapun Ibu dan Bang Tama bekerja keras, keadaan kami tidak pernah beranjak dari titik kemiskinan, sedangkan yang aku lihat orang diluaran sana hanya memangku tangan malah bergelimang kekayaan. Tapi ibu selalu berkata bahwa tidak apa-apa hidup seperti ini, harta juga tidak dibawa mati. Bisa makan sama ibu selalu menjarkan untuk bersyukur.Tidak sadar aku terlelap dan rotasi bumi mungkin sangat cepat hingga tidak terasa aku sudah berdiri di depan gerbang dimana banyak sekali siswa-siswi yang menenteng barang bawaan mereka. Semua mengenakan baju bebas hari dan membuatku mengerti kenapa baju seragam itu sangat perlu untuk meredam kesenjangan sosial. Bagaimana tidak hari ini saja perbedaan stratat hidup dibedakan hanya dengan jenis pakaian apa yang digunakan.Aku menghembuskan nafas pelan, bersamaan dengan Tari yang melambai kearahku setelah turun dari mobil yang membawanya, aku tersenyum kecil kearahnya."Udah banyak orang ternyata, oh iya Put, kita sebangku yah di bus." Tari berkata demikian setelah benar-benar berada didepanku aku hanya mengangguk, bukanya ingin terlihat irit bicara namun aku tidak tahu ingin merespon apa.Satu jam kemudian bus datang dan aku hampir saja meloloskan satu pekikan karena tertabrak kerumunan siswi kelas 12 yang berlari ke arah bus pertama. Jika saja Tari tidak sigap menariku untuk menepi mungkin aku akan menjadi bahan tertawaan lagi."Istigfar dulu Put, kamu ngelamun mulu sih," ucap Tari sambil terkekeh.Lagi-lagi aku hanya merespon dengan senyuman.Kami akhirnya berjalan kearah bus kedua yang baru tiba, bus wisata yang sangat besar yang bisa menampung mungkin tiga puluhan siswa. Aku dan Tari mengambil tempat paling depan dekat sopir. Agar mudah menunrunkan barang nantinya.Saat semua siswa kelas 11 ips sudah dipastikan menenuhi bus. Bus akhirnya melaju dan entah kenapa sepanjang perjalanan perasaanku tidak enak. Perjalanan yang ditempuh rasanya sangat jauh sampai semua yang ada di bus terlelap kecuali aku dan Tari dan tentu saja pak sopir.Setelah menutup mushaf kecil yang Tari baca seoanjang jalan, ia menatapku lekat, lantas berkata satu hal yang membuat perasaanku makin tidak enak. "Rasanya seperti akhir hari yah Put," ucapnya tersenyum, aku hanya mengangguk.Tepat satu jam setelah perkataan Tari dibelokan menuju tanjakan sebuah mobil truk bermuatan kayu menghantam bagian depan bus sangat kencang, sampai membuat bus tergelincir kearah jurang.Ya Allah jika ini menjadi akhir kisahku, semoga kekuargaku hidup dengan baik. Nara maaf kakak ternyata pergi jauh.Suara pekikan dimana-mana, terakhir aku hanya merasakan genggaman tangan Tari yang begitu erat padaku serta satu ucapan terbata-bata yang sangat sulit aku ikuti darinya sebelum semuanya mati rasa.La ilaha illallah .[ E N D ]

Teke Teke
Folklore
03 Jan 2026

Teke Teke

Kisah ini terjadi di Jepang. Alkisah di tengah salju yang tengah turun, dua orang masinis menjalankan sebuah lokomotif ke stasiun kereta terdekat. Saat mereka tiba di bawah suatu jembatan di daerah yang cukup terpencil, tiba-tiba saja ..."Braaak ...""Kreeek..."Dua masinis itu melihat sesosok bayangan jatuh tepat di depan mereka. Kedua masinis ini cukup berpengalaman untuk merasakan bahwa kereta yang mereka kendalikan telah menggilas sesuatu. Sang masinis berusaha keras menghentikan keretanya dan lokomotif itu berhenti kira-kira beberapa ratus meter dari tempat kejadian, salah satu masinis memutuskan turun untuk memastikan apa yang telah terjadi.Ia berjalan susah payah di atas gumpalan salju dan tepat di bawah jembatan yang tadi mereka lewati, ia menemukan sesuatu yang mengerikan. Terdapat tubuh seorang wanita di tengah rel. Tubuhnya terpotong menjadi dua karena terlindas kereta. Satu bagian adalah bagian atas tubuh wanita itu, mulai dari kepala hingga ke pinggang. Bagian satunya adalah bagian pinggang hingga kaki wanita itu. Ia tak bisa melihat wajah wanita itu karena wajahnya tertutup oleh rambut hitam panjangnya. Darah wanita itu membasahi salju yang berada di bawahnya. Warna merah itu mengingatkan masinis itu akan es serut dengan sirup merah yang biasa ia makan saat kecil. Sang masinis buru-buru menghapus pikiran mengerikan itu dan segera kembali pada temannya."Ada apa?" tanya sang masinis satunya saat melihat temannya kembali."Ada... ada wanita tertabrak. Kondisinya sangat mengerikan. Kemungkinan ia melompat dari atas jembatan. Aku akan memanggil bantuan ke pos polisi terdekat. Kau tetap di sini ya?"Pada zaman itu, komunikasi belumlah secanggih sekarang. Apalagi saat itu cuaca sedang buruk. Sang masinis tadi akhirnya meninggalkan temannya untuk mencari bantuan. Sang masinis satunya dengan sabar menunggu di dalam lokomotif. Ia tahu tak ada jadwal kereta melewati daerah itu, jadi ia tenang saja meletakkan lokomotifnya di situ. Selain itu, lokasi ini amat terpencil. Bahkan tak ada satupun rumah di sana.Hujan salju telah berhenti, meninggalkan tumpukan salju yang tebal di luar. Hanya ada lampu-lampu jalan dari tiang listrik yang menemani lokomotif itu di tengah kegelapan malam. Beberapa saat berlalu dan sang masinis mulai mendengar suara di luar lokomotif."Sreeeek...sreeeek..." Terdengar seperti suara sesuatu tengah diseret."Soichi?" masinis itu memanggil nama temannya tadi.Namun mana mungkin ia kembali secepat itu. Masinis itu mendekat pintu."Halo, ada orang di situ?"Tiba-tiba pintu lokomotif terbuka, "Braaaaaak!!!"Diikuti jeritan masinis itu di tengah kegelapan malam.Beberapa jam kemudian barulah sang masinis kembali bersama sejumlah polisi. Mereka harus melewati jalanan yang penuh dengan tumpukan salju sehingga perlu waktu lama untuk kembali. Namun begitu sampai di TKP, masinis itu ngeri melihat hanya satu bagian tubuh saja yang terlihat di situ. Hanya ada bagian bawah wanita itu, sementara bagian atasnya lenyap. Masih ada ceceran darah di situ dan bekas seretan. Apa ada yang memindahkan tubuh wanita itu, pikir sang masinis.Namun mana mungkin? Apa tujuannya? Sang masinis dan para polisi pun menuju lokomotif yang ia tinggalkan tadi."Sato!" panggil sang masinis.Ia heran melihat pintu lokomotif terbuka. Ia masuk dan tak melihat siapa pun di dalam lokomotif, hanya ada tumpukan salju yang masuk melalui pintu yang terbuka. Masinis itu sangat sangat heran. Temannya adalah orang yang sangat bertanggung jawab. Mana mungkin ia meninggalkan lokomotif ini begitu saja saat ia diminta menjaganya? Soichi dan polisi lainnya mencari-cari sang masinis satunya. Namun sepertinya ia seperti lenyap ditelan malam. Tak ada jejak di tanah. Semua jejak sudah tertimbun oleh salju yang kembali turun.Beberapa jam mereka mencari namun tak ada hasil. Saat sang masinis mulai putus asa, ia mendongak ke atas. Napasnya seakan terhenti. Dengan ketakutan ia menunjuk ke atas. Para polisi pun ikut memandang ke atas. Mereka semua ketakutan melihat pemandangan yang tersaji di hadapan mereka. Bahkan pengalaman para polisi itu selama puluhan tahun menangani kasus kejahatan seperti tak ada apa-apanya. Mereka belum pernah melihat sesuatu semengerikan ini. Di atas tiang listrik, tubuh sang masinis sudah kaku karena membeku.Wajahnya tampak ketakutan setengah mati. Entah apa yang telah membunuhnya, suhu yang di bawah nol ataukah rasa takutnya. Sementara di pinggang sang masinis melingkar bagian tubuh wanita yang tertabrak itu. Bagian pinggang ke atas, memeluk erat sang masinis yang telah tewas.

Kuchisake-Onna
Folklore
03 Jan 2026

Kuchisake-Onna

Kuchisake-onna (wanita bermulut robek) adalah sejenis hantu dalam mitologi dan legenda urban Jepang. Ia berwujud seorang wanita yang bermulut robek.Dalam legenda urban Jepang, ia menutupi mulutnya dengan masker operasi dan sering muncul di jalan-jalan yang sepi. Ia bertanya pada orang yang ditemuinya, apakah dirinya cantik.Bahkan pada akhir 1970-an, beberapa sekolah menyarankan agar murid-muridnya pulang secara berkelompok atau ditemani guru agar selamat.(Legenda Kuchisake-onna versi 1)Kuchisake-onna tadinya adalah seorang wanita muda yang hidup di zaman Heian. Kemungkinan ia adalah seorang istri atau selir samurai. Ia dikaruniai wajah yang sangat cantik namun sombong. Ia juga sering berselingkuh di belakang suaminya. Suaminya merasa sangat cemburu dan dikhianati sehingga menyerang dan membelah mulutnya dari kuping ke kuping."Sekarang siapa yang akan berkata kau cantik?" ejek suaminya.(Legenda Kuchisake-onna versi 2)Kuchisake-onna adalah seorang wanita korban operasi wajah yang gagal. Konon dokter yang mengoperasi wajahnya memakai pomade (jenis minyak rambut) dengan bau yang menusuk. Ketika sedang dioperasi ia tidak bisa tenang karena bau itu sehingga si dokter secara tidak sengaja memotong mulutnya hingga robek. Wanita itu menjadi histeris dan marah lalu membunuh dokter itu. Belakangan ia dibunuh oleh para penduduk kota dan menjadi hantu penasaran.Ada beberapa versi lain mengenai asal-usulnya namun kurang populer, misalnya:* Korban kecelakaan lalu-lintas yang wajahnya rusak.* Seorang wanita yang mengalami gangguan kejiwaan sehingga merobek mulutnya dengan benda tajam.* Seorang wanita korban pemerkosaan yang mulutnya dirobek oleh si pemerkosanya atau ia sendiri yang melakukannya setelah menjadi gila karena perkosaan itu.* Seorang wanita yang leluhurnya memperoleh uang haram dengan menyembah siluman anjing sehingga anak cucunya dikutuk bermulut robek dan bila mati akan menjadi siluman.Kuchisake-onna menutupi mulutnya yang robek dengan masker operasi dan sering bergentayangan di kota pada waktu malam, terutama ketika sedang berkabut.Bila bertemu seseorang (terutama anak-anak atau mahasiswa) di jalan yang sepi, ia akan bertanya, "Apakah saya cantik?" ( Wata shi ki rei? ).Bila menjawab "ya", ia akan membuka maskernya dan bertanya lagi."Bahkan bila seperti ini?"Pada saat itu, bila si korban menjawab tidak, maka ia akan dibunuh dengan gunting, golok, sabit, atau senjata tajam lainnya. Bila si korban tetap menjawab ya, Kuchisake-onna akan gembira dan membebaskannya, namun ada juga yang mengatakan bahwa walaupun korban melakukan itu, Kuchisake-onna akan mengikuti korbannya sampai ke rumah dan membunuh korbannya di depan pintu rumah si korban.Bila korbannya wanita, Kuchisake-onna akan merobek mulut korbannya hingga serupa dengannya. Bila korbannya anak-anak, ia akan memakannya.Legenda urban yang populer pada tahun 1970-an mengatakan bahwa korban akan selamat bila ia menjawab "biasa saja". Sementara versi tahun 2000-an mengatakan bahwa korban akan selamat bila menjawab, "lumayan" sehingga Kuchisake-onna bingung dan berpikir dulu apa yang akan ia lakukan, saat sedang bingung itulah korban mempunyai kesempatan untuk kabur.Versi lain menyatakan bahwa korban dapat balik bertanya kepada Kuchisake-onna, "Apakah saya juga cantik?"Sehingga Kuchisake-onna akan bingung lalu pergi.Cara lain untuk lolos dari Kuchisake-onna adalah dengan menawarkannya permen keras berwarna kuning tua karena ia menyukainya. Namun tidak bisa menikmatinya sehingga mengingatkannya lagi pada penderitaannya.Selain itu bisa juga dengan mengucapkan "pomade" sebanyak tiga kali, ada yang menyebutkan enam kali. Ucapan itu akan membuatnya takut dan kabur karena mengingatkannya kembali pada ahli bedah yang merusak wajahnya. Korban juga bisa memakai pomade untuk mencegahnya mengikutinya.Kononnya juga ketika di asrama perempuan dan laki-laki, mereka tidak dibenarkan pergi ke toilet pada lewat malam. Kuchisake Onna kabarnya sering menjebak pelajar di toilet untuk membalas dendam masa lalunya. Kuchisake Onna juga keluar dengan seruan 10 kali di hadapan pintu toilet yang tertutup. Kejadian-kejadian aneh yang terjadi di toilet asrama pada waktu malam menyebabkan pelajar disarankan untuk pergi ke toilet secara beriringan.Kuchisake-onna dikatakan akan membunuh pembuli. Penyebabnya dia pernah dibuli ketika masih muda sebelum meninggal dunia. Dia akan mengiris leher si pembuli tanpa belas kasihan.

My Digisexual CEO
Romance
03 Jan 2026

My Digisexual CEO

"Blackpink!!Ah yeah...Ay yeah...Blackpink!!chakan eolgure geureochi mothan taedo..."nada dering favoritnya lagu Kpop girl membuat Jolie terperanjat.Tangannya berusaha menggapai telepon genggam OPPO F9 di meja dekat tempat tidurnya.Dia mendekatkan telepon genggam ke telinganya dalam keadaan setengah sadar.Kepalanya berat dan pusing karena baru malam ini dia bisa tidur agak nyenyak setelah beberapa hari kumat penyakit insomnianya."Halo..."suara Jolie pelan sekali"Lie...Lie..tolong..tolong..Akhh...Hentikan !!!"terdengar suara parau si penelepon"Halo..Halo.."(hening..tidak ada jawaban..namun terdengar barang pecah dibanting dan samar-samar terdengar tangisan bocah lelaki).Lalu tutt...tuttt...telepon terputus.Jolie memicingkan matanya untuk memeriksa nomor dan waktu si penelepon."Haissshh...nomor tak dikenal..jam 1 dini hari" gerutunyaDia meletakkan kembali telepon genggamnya,menarik selimutnya karena kedinginan dan kembali tidur.Sudah sepekan ini hujan terus mengguyur kota Bandung saat menjelang magrib hingga pagi hari,membuat udara jadi adem dan banjir di beberapa daerah.Orang-orang jadi ogah untuk keluar rumah jika tak ada urusan penting ataupun mendadak.Nada dering berjudul Ddu..Ddu..Ddu..Du milik grupband Blackpink kembali melantun memecah keheningan malam.Terus berulang dan cukup lama hingga Jolie tidak tahan lagi,dia bangun dan segera meraih telepon genggamnya."Sapa ni..saya akan lapor polisi."Jolie menjawab ketus."Kak Jolie...tolong ibu,kak..."suara parau bocah lelaki si penelepon."Plakkkk......!!!"terdengar suara tamparan keras"Bruk...."terdengar suara ponsel jatuh"Brakkkk....mati kau...perempuan tua tak tau diri"terdengar samar-samar bunyi seperti sesuatu dibenturkan ke bidang yang keras."Tidak...tidak.....hentikan...jangan pukul ibuku....." terdengar suara tangis bocah lelaki yang meraung-raung."Halo...halo...Rudy.....kamu kah itu,dek?" sahut Jolie yang semakin penasaran.Dia mengernyitkan dahi lalu matanya membelalak,dadanya sesak,berkeringat dingin,tangan dan tubuhnya gemetar,otaknya kacau seketika karena teringat kelakuan bejat ayah tirinya kalau sedang mabuk ataupun kalah judi."Ha..ha..ha..."tawa keras lelaki bersuara bas."Kirimkan 20 juta besok kalau kamu masih ingin melihat ibu dan adikmu"ancam lelaki ituTut..tut...jaringan terputusJolie menggertakkan gerahamnya,menggepalkan tangan kanannya.Kini mata dipenuhi api kemarahan."Saya akan membunuhmu hari ini juga..dasar pria jahanam."umpat Jolie dalam hati.Dia sudah geram dan tidak tahan lagi melihat ibu dan adiknya berulang kali disiksa lelaki itu.Jolie bergegas meraih kunci motor,jaket dan jas hujan turun ke lantai pertama kosan nya.Diselipkannya sebilah pisau kecil dibalut koran ke dalam jaketnya,pisau yang biasa dipakainya untuk memotong buah-buahan.Saat itu,hujan masih cukup deras dan petir bersahutan,namun tak dihiraukannya.Diterjangnya hujan itu,dipacu sekencang-kencangnya sepeda motor matic Vario merah menuju ke rumah ayah tirinya.Jalanan sepi,gelap,sedikit banjir dan licin namun dia tak peduli karena saat itu yang terbesit benaknya hanyalah keinginan untuk segera menyelamatkan nyawa ibu dan adiknya.Jarak tempat kos Jolie lumayan jauh dari rumah ayah tirinya.Biasanya perlu sekitar 1 jam bagi Jolie untuk sampai kalau jalanan tidak begitu macet,terkadang hampir 2 jam kalau jalanan macet sekali.Dan itu juga yang menjadi alasan utama dirinya sering berdebat dengan ibunya dan memilih untuk tinggal di kos dekat kantornya.Awalnya ibunya menolak mentah-mentah,tapi seiring dengan seringnya terjadi perdebatan dan bujuk rayu Jolie akhirnya dirinya diizinkan pindah.Alasan paling mendasar ibunya mengizinkan karena tidak tega melihat putri semata wayangnya yang selalu terburu-buru berangkat kerja dan pulang kerja larut malam.Namun malam ini,dalam waktu 30 menit saja Jolie sudah tiba di tujuan.Bergegas dia turun dari motornya,dibuang jas hujannya,membuka pagar rumah ayah tirinya yang selalu tak pernah dikunci dan berlari ke teras.Digedornya sekuat tenaga pintu rumah ayah tirinya sambil berteriak histeris,"Ibu....Rudy....cepat buka pintu...Ibu..."Tidak ada jawaban.Sayup-sayup Jolie mendengar suara barang-barang pecah dari balik pintu dan tangis pilu wanita tua.Itu semakin membuat darahnya mendidih,dia berusaha mendobrak pintu tapi malahan tubuhnya yang mungil itu terpelanting ke belakang.Jolie tak habis akal,dia berjalan menjauhi pintu dan berlari kencang menabrak pintu dengan bahu kanannya.Dia terus mengulanginya sampai....Brakkkk....Brakkkk....Akhirnyapintu ruang tamu terbuka,Jolie tersungkur jatuh meluncur masuk kedalamnya.Jolie semakin panik melihat adiknya yang terkulai lemas pingsan didekat lemari kaca di sudut ruangan.Pipinya semakin basah akibat air mata yangtak berhenti turun dan semakin deras saat melihat dahi ibunya yang bercucurandarah,leher dicekik,wajah bengkak,memar dan pucat,mulutnya menganga,nafas tersenggal-senggal berusaha bersuara untuk meminta tolong.Jolie segera bangun dan sekuat tenaga menarik tangan ayah tirinya agar ibunya bisa terlepas dari cekikannya.Emosi ayah tirinya semakin tinggi,dikibaskan tangan kanannya dan tubuh mungil Jolie terhempas jatuh terpelanting membentur meja.Ayah tirinya dulunya seorang tentara pasukan khusus,berbadan tinggi,besar,kekar dan kuat.Setelah pensiun,dengan dana pensiunan,ayah tirinya membuka toko menjual seragam dan berbagai aksesoris tentara bersama beberapa teman sejawatnya.Tapi usaha itu tidak berjalan mulus dan tutup.Sejak saat itu lah ayah tirinya sering bermabuk-mabukkan dan menganiaya mereka bila kehabisan uang.Ibunya membuka warung kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Jolie selalu membantu ibunya sepulang sekolah.Belum lagi sempat Jolie bangkit.Lelaki itu menghampirinya.Mata Jolie membulat,jantungnya berdegup kencang tak karuan.Perasaan takut kini membalut hatinya.Seseorang yang sangat ditakuti dan dibencinya berdiri di hadapannya.Jolie mundur saat pria paruh baya itu mendekatinya.Wajah Jolie tampak pucatAyah tirinya menatap Jolie dengan tatapan beringas.Tiba-tiba.....Plakkk!!!Plakkk!!!Tamparan keras beruntun itu mendarat di pipi kanan dan kiri Jolie hingga menimbulkan bekas merah dan membuat tepi bibir Jolie berdarah.Jolie memegang pipinya yang terasa panas."Mana uangnya??.."tanya lelaki itu dengan nada suara tinggi."Kamu pikir bisa menyelamatkan ibu dan adikmu??jangan mimpi !!!"lanjutnyaJolie hanya diam membisu menahan rasa sakit dengan kepala tertunduk dalam.Dan pastinya hal itu membuat Jolie semakin kesal dan marahTanpa terduga pria itu menjambak rambut Jolie dan membuat dirinya memandang ke wajahnya secara paksa."ARRGGGG!!!"Jolie mengerang kesakitan akibat jambakan ayah tirinya yang begitu kuat menarik rambutnya"Ampun yah,sa—kittt."Ucap Jolie lirihJolie berusaha melepaskan tangan ayah tirinya yang menjambak rambutnya begitu kuat,namun sia-sia.Dia tidak bisa menandingi kekuatan fisik ayah tirinya"Mana uangnya???"lelaki itu mengulangi kalimat itu dengan bentakan keras.Jolie menggeleng pelan.Karena tidak puas dengan jawaban Jolie,emosi ayah tirinya semakin melonjak.Pria itu menggepalkan tangannya dengan kuat.Lalu tanpa berfikir,dia menghempaskan tubuh Jolie terbentur sudut lemari TV dengan keras"Arrggghh !!!"Jolie kembali mengerang kesakitan.Rasa nyeri merambat cepat ke seluruh tulang punggung dan membuat nafasnya menjadi sesakBelum lagi rasa nyeri di punggung Jolie.Pria itu kembali menendang tubuh Jolie hingga posisi tubuh Jolie yang duduk menjadi tersungkur di lantai.Tapi ayah tirinya belum puas.Pria paruh baya itu mengambil pemukul bola kasti yang tergeletak di samping lemari TV yang berada di belakang Jolie,lalu memukuli tubuh Jolie dengan membabi buta."Ampun,Yah..."pekik Jolie sembari meringis menahan sakit"Sakitttt,Yah...jangan pukul lagi."mohon Jolie tak berdaya,tapi ayah tirinya seperti tuli dan tak mendengar ucapan Jolie.Dia masih memukuli Jolie tanpa ampun.Tubuh Jolie meringkuk sempurna.Dapat ditebak bahwa kini tubuh yang ada di balik jaket itu sudah sudah tercetak banyak memar biru akibat pukulan ayah tirinya.Jolie tak mampu melawan.Dia sudah tak berdaya.Rasa sakit yang menyerang kepalanya dan sekujur tubuhnya sudah cukup untuk melumpuhkan gerakan Jolie.Tapi Jolie masih tak menyerah,dia kembali melancarkan serangan.Bug!Pria itu mengayunkan lagi pemukul bola kasti ke tubuh JoliePukulan pertamaPukulan keduaBercak darah bercucuran mengalir tercetak di jaket Jolie.Jolie memejamkan mata dengan kerutan di kening.Menahan rasa sakit luar biasa yang terus menyerang.Air mata mengalir deras di pipinya.Tak ada yang bisa dia lakukan saat seperti ini,hanya pasrah dan menerima semua hingga ayah tirinya puas memukulnya.Ini bukan pertama kalinya dia dipukuli oleh ayah tirinya,dulu sewaktu Jolie masih SMA sangat sering disiksa oleh ayah tirinya.Jadi Jolie tahu benar,bahwa melawan bukanlah hal yang terbaik.Karena itu hanya akan membuat ayah tirinya semakin kalap dan menyiksanya semakin brutal......Sementara di samping rumah,Pak Darwin yang sedang terlelap di kamar terbangun akibat suara gaduh di dini hari.Dahinyaberkerut dan berusaha menajamkan pendengarannya untuk mencari asal usul suara gaduh.Namun tiga detik kemudian matanya membelalak saat tiba-tiba terlintas di kepalanya "Pak Jacky"Firasat buruk muncul di hatinya.Spontan,pria itu berlari ke luar rumah.Meyakinkan hatinya hal buruk di benaknya tidak benar-benar terjadi.Tapi kenyataan memang tragis.Di depannya,Pak Darwin melihat Jolie disiksa ayahnya menggunakan pemukul bola kasti.Ibu Jolie yang tergeletak bersimbah darah di lantai,adik Jolie yang pingsan di dekat lemari kaca di sudut ruangan.Melihat pemandangan itu,Pak Darwin dengan tangan gemetaran merogoh ponsel saku piyama dan menekan tombol ponsel untuk menghubungi polisi setempat."CUKUP,PAK JACKY!!!"teriak Pak Darwin dengan suara lantang"Kamu bisa membunuhnya."pinta Pak Darwin dengan suara bergetarNamun,ntah setan apa yang merasuki Jolie saat itu.Jolie mencabut pisau kecil dari jaketnya dan menyerang ayah tirinya yang sedang lengah.Serangan itu mengenai tangan ayah tirinya"AUCHHH"ayah tirinya merintih kesakitan"Plang..."pemukul bola kasti terjatuhJolie melanjutkan serangan tapi berhasil di tahan oleh ayah tirinya.Kedua tangan Jolie ditangkap,ditahan dan digenggam erat oleh ayahnya.Mereka saling mengadu kekuatan.Tangan mereka mengayun ke kanan ke kiri terus bergantian berulang kali.Jolie berusaha menarik tangan ayah tirinya sekuat tenaga dan mengarahkan pisau itu ke dada ayah tirinya.Tapi usahanya sia-siaTiba-tiba..pisau itu berbalik arah"Jleb....."pisau itu tertancap tepat di perut kiri Jolie.Darah mengucur deras dari perut kirinyaAyah tirinya melepas genggaman tangannya.Mundur beberapa langkah.Matanya membelalak.Mulutnya ternganga.Kedua tangannya berlumuran darah.Muka terkejut serasa tak percaya kalau Jolie secara sengaja menarik dan menancapkan pisau itu ke arah perutnya sendiri.Jolie terhuyung-huyung jatuh ke belakang sambil memegang pisau yang masih tertancap di perut kirinya.Kedua tangannya berlumuran darah menetes ke lantai.Pandanganya kabur,tubuhnya terkulai lemas di lantaiSeulas senyum di sudut bibir Jolie.Senyum puas.Jauh di relung hati Jolie bersyukur kepada Tuhan,karena rencananya berhasil.Tuhan telah memberinya jalan dan penyelamat terbaik walaupun rencana itu hampir merenggut nyawanya.Mungkin terkesan gila karena Jolie sengaja menancapkan pisau ke perutnya,tapi Jolie berpikiran lain.Dia sengaja membuat dirinya terkesan sebagai korban pembunuhan ayah tirinya.Dengan demikian ayah tirinya akan ditangkap dan dipenjara.Jolie,ibu dan adiknya dapat bebas dari siksaan dan amukan ayah tirinya.Perlahan pandangan Jolie mulai gelap,menutup mata,samar-samar dia masih mendengar bunyi sirine mobil polisi sebelum dirinya sepenuhnya kehilangan kesadaran.Pak Darwin memegang tubuhnya,mengguncangnya dan berteriak histeris,"Nak Jolie...bangun,Nak.....panggilkan ambulans...cepatttt."Malam itu menjadi malam panjang tak terlupakan bagi Jolie.Betapa tidak,Jolie gadis bertubuh mungil langsing dan lemah lembut nekat bertarung dengan ayah tirinya yang bertubuh kekar,kuat,mantan tentara itu dan yang paling penting dan membuatnya tersenyum puas dan lega adalah jebakannya berhasil.Kini mereka bertiga dapat hidup dengan aman dan damai"Ughhh...."suara pelan Jolie kesakitan pun terdengar.Gadis itu telah sadar.Namun tubuhnya masih sangat lemah dan tak berdaya.Membuatnya tak bisa menggerakkan tubuhnya.Bahkan untuk membuka kelopak mata saja terasa begitu berat.Orang yang tengah mengendap melangkah perlahan ke arah pintu keluar ruangan berhenti dan mematung.Dia mendengar suara Jolie mengerang kesakitan.Lalu dia berbalik dan berjalan cepat menghampirinya.Aroma obat-obatan yang menyengat dan mengusik indra penciuman Jolie.Membuat tidurnya terganggu dan dengan sangat perlahan sekali kelopak matanya bergerak terbuka.Biasan cahaya matahari yang menembus tirai tipis jendela yang bermotif bunga-bunga terasa begitu menyilaukan,membuat Jolie mengerjapkan matanya perlahan,menyesuaikan dengan pencahayaan di dalam ruangan ber AC dan tertata apik itu."Jol,kau sudah sadar?"Amanda bertanya,menatap Jolie penuh semangat.Jolie hanya menatap Amanda dengan tatapan datar."Apa ada yang terasa sakit" tanya Amanda penuh kekhawatiranJolie menggeleng pelan membuat Amanda lega."Apa kau tau betapa kaget dan paniknya diriku ketika mendengar kabar kau masuk rumah sakit?Astaga,Jolie!!"kata Amanda sambil memegang lembut bahu sahabatnya itu."Siapa?"ucap Jolie pelan.Gadis itu baru berhasil menyadari kalau bukanlah sahabatnya itu yang membawanya ke rumah sakit."Hah..."Amanda melongo sambil mengerlingkan mata nya."Ah...maksudmu,siapa yang membawamu ke rumah sakit?"lanjutnyaJolie mengangguk pelan.Dia masih lemah dan sepertinya gadis itu harus beristirahat total di rumah sakit selama beberapa hari lagiPerlahan pintu ruang VIP terbuka,menampilkan sosok pria paruh baya seusia ayah tirinya yang berjalan cepat menghampiri saat menyadari Jolie sudah sadar dari pingsannya"Bagaimana keadaanmu,Nak Jolie?"Masih merasakan sakit?Di mana?"todong pak Darwin dengan berbagai pertanyaan yang menunjukkan keprihatinannya sembari memeriksa tubuh Jolie perlahan.Pria itu adalah Pak Darwin,pria paruh baya yang tinggal di sebelah rumah ayah tirinya.Pak Darwin sangat menyayanginya dan menganggapnya sebagai putri kandungnya.Dia sering bercerita kalau saja putri semata wayangnya tidak meninggal saat itu karena penyakit leukimia yang merenggut nyawanya,maka sekarang putrinya sudah sebaya dengan Jolie.Pak Darwin tinggal sendirian.Istrinya sudah lama meninggal saat putrinya masih balita karena penyakit TBC yang diidapnya,sedangkan putranya bekerja sebagai TKI di Malaysia.Dua tahun sekali,putranya pulang mengunjungi ayahnya.Itupun hanya selama seminggu saja,setelah itu dia harus kembali bekerja.Putranya sebulan sekali videocall dengan ayahnya untuk melepas rindu dan mengabari keadaan terbarunyaSaat masih sekolah dulu,Jolie dan Amanda sering bermain ke rumah pak Darwin.Pak Darwin jago main catur.Jolie dan Amanda belajar banyak trik main catur darinya.Terbukti dari koleksi piala dan medali di lemari kaca rumah ayah tirinya.Jolie berhasil menyabet medali emas dalam pertandingan catur se-Indonesia.Dan pria ini jugalah yang melapor polisi dan membawa Jolie,ibunya,dan adiknya ke rumah sakit."Dia penyelamat hidup mereka yang diutus Tuhan."pikirnyaSedangkan Amanda adalah sahabat karibnya sejak SMP hingga sekarang.Gadis berparas blasteran Indo-Belanda,cantik beralis tebal dan berbulu mata lentik,hidung mancung,bertubuh tinggi langsing padat pujaan para pria.Jolie masih ingat kalau dulunya sering menjadi dokter cintanya saat mereka masih di bangku sekolah.Banyak pria yang berusaha berkencan dengan sahabatnya,namun tak satupun yang berhasil menaklukkan hatinya. Amanda dari keluarga berada.Ayahnya seorang pengusaha salah satu travel yang lumayan terkenal di kota Bandung.Walaupun begitu,sahabatnya ini sama sekali tidak pernah menyombongkan diri.Saat ini,dia bekerja membantu usaha ayahnya itu baik menjadi penjual tiket online ataupun menjadi tur leader sekalipun memang diperlukan.Memang sudah sejak di bangku sekolah,Amanda hobi berpetualang baik itu menjelejah wisata lokal ataupun mancanegara.Mereka berdua sering bertukar cerita,saling berbagi suka dan duka.Keduanya sudah seperti saudara kandung.Jolie merasa sangat bersyukur,bahagia dan beruntung disayangi dan dicintai sahabatnya dan Pak Darwin"Apa Nak Jolie masih merasa pusing?"suara Pak Darwin membuyarkan lamunan Jolie."Sedikit,Pak...,"balas Jolie pelan.Dia seakan tersadar,spontan langsung menyentuh perut bagian kirinya pelan.Meraba perutnya dan memeriksa luka tusukannya."Sudah dioperasi dan dijahit lukamu sama dokter,Nak."kata Pak DarwinJolie hanya diam,tak menanggapi perkataan Pak DarwinJolie berusaha bangkit,tapi usahanya sia-sia.Tubuhnya masih terlalu lemah,nyeri di punggungnya masih terasa,sakit di jahitan akibat luka tusukkan juga masih sangat terasa."Dengar,Nak...Bapak tak ingin luka jahitanmu terbuka kembali.Jadi kau harus beristirahat penuh selama tiga hari ke depan.""Tidak.Aku tidak mau"bantah Jolie"Astaga,Jol.Berhentilah bersikap keras kepala.Itu bukan keinginan Pak Darwin semata.Itu memang perintah dari dokter yang merawatmu.Jika kau terus memaksakan dirimu,kau hanya akan memperlambat proses penyembuhan lukamu itu.Apa kau ingin ibumu bersedih lagi melihatmu?"Amanda membantu Pak Darwin meyakinkan Jolie"Tidak..Tidak.."balas Jolie"Aku tak ingin dirawat di rumah sakit.Aku benci rumah sakit.Aku ingin pulang.Aku ingin bertemu ibu dan Rudy."Jolie mulai terisak"Di mana ibuku?Di mana Rudy?Apakah mereka baik-baik saja?"tanya Jolie kebingungan"Mereka sudah pulang dua hari yang lalu.Sementara ini mereka tinggal bersamaku.Rumah ayahmu masih dibatasi garis pita kuning polisi."jawab Pak Darwin"Sudah berapa lama saya dirawat?"Jolie kembali bertanya"Sekitar empat hari,Jol."balas Amanda"Uda...uda...yang paling penting sekarang kamu fokus pulihkan dirimu,jangan buat ibumu semakin khawatir.Kasihan ibumu,Nak."Pak Darwin berusaha menenangkan Jolie"Kamu tenang saja,Nak....hal-hal lain biar bapak dan Nak manda yang mengurusnya."imbuhnyaJolie menghela nafas lega saat mengetahui kalau ibu dan adiknya dalam keadaan aman.Penuturan Pak Darwin benar-benar menenangkan hati,jiwa dan pikirannya."Sekarang misinya utamanya adalah harus bisa cepat pulih,keluar dari rumah sakit,dan kembali bekerja"pikir Jolie dalam hati"Mulai saat ini,saya akan melindungi,berusaha membahagiakan dan tidak pernah akan membiarkan siapapun mencelakai ibu dan adikku lagi."sumpah Jolie dalam hati"Maaf Pak...Jol...saya pamit pulang dulu."Amanda kembali membuka pembicaraan"Koq cepat..."Jolie menoleh ke arah Amanda yang sedang duduk di sofa"Iya,nih..kerjaanku masih banyak dan numpuk.Besok saat rehat makan siang saya akan mampir lagi,Jol."tambahnya"Hati-hati yah,Nak Manda...semoga harimu lancar dan diberikan rejeki melimpah."kata Pak DarwinAmanda memeluk,mencium pelan pipi kanan dan kiri Jolie.Berjalan ke arah Pak Darwin dan minta pamit,sungkem,kemudian berlalu dan keluar ruanganPak Darwin kembali menoleh ke arahku dan dengan mata yang teduh dia berkata,"Mungkin dalam 2 hari ini polisi akan datang mengunjungimu.Mereka akan mengintrogasimu bila keadaanmu sudah membaik.""Bapak akan pulang dulu dan membiarkanmu beristirahat....Ada urusan yang masih harus bapak selesaikan.Nanti malam bapak akan mampir lagi bersama ibu dan adikmu setelah selesai makan malam."sambungnyaPak Darwin meninggalkan Jolie sendirian.Jolie menatapi langit-langit ruangan.Pikirannya melayang.Hatinya kembali berkecamuk mengingat biaya rumah sakit dan pengobatan yang harus dibayarnya dengan tabungannya yang sudah pasti jauh dari kata cukup,bagaimana rencana hidup selanjutnya,mampukah dia membiayai sekolah adiknya,sanggupkah dia menjadi tulang punggung bagi keluarganya dengan gajinya yang masih tak begitu tinggi,akankah ayah tirinya kembali membalas dendam,beragam pertanyaan muncul di benaknya membuat pikirannya kembali kacau."Ahhh..persetan dengan semua itu."umpat Jolie dalam hati sambil mengacak-acak rambutnya"Yang pasti saya harus cepat keluar dari rumah sakit ini sebelum tagihan rumah sakitnya semakin bengkak."tekad JolieJolie menarik selimut hingga menutupi seluruh bagian tubuhnya,menggerutu tak jelas dibalik selimut dan kembali tidur.........Srek....srek...kening Jolie berkerut,mata masih terpejam erat saat mendengar suara jelas krasak krusuk di dekatnya."Eisshhh....apaan sih???mengganggu jah..." gerutu JolieKarena masih pusing sehabis bangun tidur,Jolie melirik malas jam dinding di ruangan dan baru menyadari kalau sudah waktunya makan malam dan ternyata adiknya Rudy yang tiba-tiba duduk di atas ranjang tempatnya berbaring penyebab suara krasak krusuk itu."Dasar bocah pengganggu...awas lu..." bereng si JolieRudy tertunduk memainkan jari-jarinya dan meminta maaf"Buuuu....Kak Jolie sudah bangun." lapornya.Rudy turun dari ranjang dan berhambur ke arah ibunyaTampak Ibunya yang tengah berbincang serius dengan Pak Darwin.Laporan Rudy tak ditanggapi keduanya.Rudy yang merasa dicuekin,mengulangi laporannya sambil memeluk ibunya."Nak,gimana perasaanmu?sudah baikkan?" ibu menghampiri Jolie"Ibu ada bawain bubur,telur dan ikan.Ayuk..dimakan...perutmu perlu diisi biar cepat sehat,Nak." bujuk ibuJolie menatap lekat-lekat wajah ibunya.Di sekitar matanya yang masih lebam,keningnya yang masih dioles obat,pipinya yang masih sedikit bengkak dan bekas luka di sudut bibir kanannya yang masih jelas.Jolie iba melihat ibunya yang malang.Paras ibunya yang molek menurun ke Jolie,begitu juga dengan sifat ayunya.Tapi sepertinya ibu selalu kurang beruntung dalam pernikahan.Dengan ayah tirinya,ini sudah merupakan pernikahannya yang ketiga.Pernikahan pertama terjadi karena desakan perjodohan yang diatur nenek pupus di tengah jalan,suami pertama menceraikannya karena ketahuan selingkuh dengan rekan kerjanya.Pernikahan pertamanya tidak bertahan sampai 1 tahun,hanya 8 bulan saja.Dari pernikahan pertama,ibu belum sempat dikarunia anak.Pernikahan kedua adalah pernikahan dengan ayah Jolie.Dari pernikahan ini,ibu melahirkan Jolie dan Rudy.Namun nasib berkata lain,ayah Jolie menghadap yang Kuasa karena kecelakaan saat bekerja.Sejak saat itu,ibunya bekerja keras membesarkan mereka hingga bertemu dengan ayah tirinya.Awalnya pernikahan dengan ayah tirinya baik-baik saja hingga saat dana pensiun ludes dan ayah tirinya mulai pulang larut dalam keadaan mabuk dan berkelakuan kasar.Sungguh tragis kisah cinta ibunya itu.Itulah yang dirasakan Jolie saat ini"Betul kata ibumu,Nak Jolie,makan sesuap dua suap juga tak apa,jangan biarkan perutmu kosong."sahut Pak Darwin dari seberang ranjang JolieTiba-tiba Jolie teringat dengan kata-kata Pak Darwin tadi siang"Apakah benar lusa polisi akan datang mengintrogasiku?" ada nada khawatir di pertanyaan itu"Ya..polisi butuh keteranganmu selaku korban." jelas Pak Darwin"Dia masih syok dan lemah,pak..mungkin beberapa hari nanti dia baru bisa dimintai keterangan." ibu membela Jolie"Sudah tenanglah...,bapak akan mendampingimu melewati proses yang mungkin akan melelahkan sampai putusan untuk ayahmu ditetapkan sepadan dengan apa yang telah diperbuatnya terhadap kalian." ucap Pak Darwin"Bapak akan datang lagi kapan pun bila tiba-tiba polisi datang ke sini meminta keteranganku sebagai korban." Jolie berusaha memastikan"Ceritakan saja apa yang sebenarnya terjadi,Nak." jawab Pak Darwin santai"Aku tulus meminta maaf dan berterima kasih karena sudah merepotkan Bapak.Bapak jadi ikut terseret ke dalam masalah keluarga kami." ucap Jolie tertunduk,matanya berkaca-kaca"Makanlah..."ucap Pak Darwin.Jolie mendongakkan kepala menatap Pak Darwin.Pak Darwin menghapus air mata Jolie"Tolong beritahu polisi besok jam makan siang,saya siap diintrogasi." ucap Jolie dengan senyum..........Tok..tok..tok...suara pintu ruangan VIP tempat Jolie dirawat diketukSerentak seluruh penghuni ruangan itu menoleh ke arah datangnya bunyi ketukanTok..tok...tok..."Assalamualaikum.."terdengar suara ketukan lagi namun kali ini disertai salam"Kami polisi dari divisi tindak kriminal ingin mengintrogasi Nona Jolie Marthawati."terdengar suara lantang tegas dari balik pintuJolie dan Pak Darwin saling menatap dalam kebingungan"Koq jadi sekarang,Pak?" Jolie berbisik panik"Benahi dan tenangkan dirimu,Nak."perintah Pak Darwin sambil menggenggam kedua tangan Jolie"Wa'alaikumsalam..." sahut Pak Darwin sambil bergegas berjalan ke arah pintu"Silahkan masuk,bapak-bapak." Pak Darwin mempersilahkan mereka masuk"Selamat malam,ibu dan Nona Jolie.Perkenalkan kami dari divisi tindak kriminal ditugaskan untuk mewawancarai Nona Jolie Marthawati selaku korban penikaman dan kekerasan rumah tangga." kata salah satu polisi tinggi besar berkumis lebat dengan seragam dinas yang lengkap"iy..iya,Pak...saya Jolie Marthawati." ucap Jolie terbata-bata.Jolie merasa sangat gugup sekali sebab baru ini pertama kalinya dalam sejarah hidupnya didatangi dan diintrogasai polisi.Tapi untung ada ibu dan Pak Darwin yang menemaninya.Terutama Pak Darwin yang terlihat selalu siaga membantu dan mengarahkannya.Introgasi berlangsung cukup lama.Hampir dua jam."Baiklah...hanya ini saja keterangan yang kami perlukan.Segala ucapan dan pengakuanmu dalam rekaman ini akan dijadikan bukti dalam pengadilan nantinya." kata polisi berkumis lebat sambil menunjuk alat perekam yang dipegang rekannya itu."Terima kasih atas kerjasamanya.Selamat malam dan selamat beristirahat." sambungnyaPak Darwin dan ibu mengantar kedua polisi itu.Jolie hanya menyaksikan mereka berlalu dari ruangan dari tempat tidurnya.Lega rasanya"Kak Jolie keren," puji Rudy"Keren apaan...diem lu.." celetuk JoliePadahal dalam hatinya senang tak kepalang dipuji keren oleh adiknya.Pura-pura jutek biar disegani disegani adiknya dan terkesan berwibawa.Hari sudah semakin sore.Matahari sudah mulai beranjak dari peraduan hingga langit di sebelah Barat terlihat mulai gelap.Ratusan lampu mulai dinyalakan.Jolie mempercepat langkah di antara keramaian orang lalu lalang.Hari ini akhir pekan di awal bulan,jalanan ramai kenderaan lalu lalang,kemacetan parah,kafe,restoran,toko ramai dikunjungi orang untuk melepas kepenatan setelah seminggu penuh beraktivitas rutin.Swalayan ramai dikerumunin orang.Para pengunjung sudah tidak sabar lagi memborong barang berdiskon besar.Wajah-wajah asing yang berseri membuat Jolie ikut merasakan kebahagiaan mereka.Maklum pada baru gajian.Jolie tiba-tiba teringat ibu,adiknya dan Pak Darwin.Sudah dua minggu sejak kejadian itu,Jolie belum sempat mengunjungi ibu,adik dan Pak Darwin.Kerjaan di kantornya tertunda dan menumpuk,juga banyak hal yang harus diurus dan diselesaikannya.Salah satunya adalah asuransi kesehatannya.Jolie merasa sangat terselamatkan finansialnya saat dirinya dirawat di rumah sakit saat itu.Proteksi dan jaminan yang diberikan asuransi Manulifenya itu benar-benar perlu diacungkan dua jempol dan tidak perlu diragukan lagi manfaat yang diterimanya.Hal itu terbukti dari seluruh tagihan rumah sakitnya dibayar penuh oleh asuransi ini.Jolie merasa bangga telah membuat keputusan yang tepat dua tahun yang lalu untuk menitipkan 20% dari gajinya di lembaga keuangan yang bukan bank ini.Kini dia tinggal memetik hasil dan merasakan faedahnya.Jolie tak berani membayangkan apa jadinya jika saat itu tidak ada asuransi yang mencover dirinya itu.Jolie berencana mengunjungi ibu,adik dan Pak Darwin malam ini.Jolie menyebrang dan berjalan cepat menuju ke swalayan yang tak begitu jauh dari kantornya.Dia akan mampir ke swalayan tersebut terlebih dahulu sebelum berangkat ke rumah pak Darwin"Astagaaa !!!" Jolie memekik kaget.Jolie memegang dadanya yang berdegup kencang.Sedari tadi dia sibuk memilih dan memilah sayuran dan buah-buahan yang akan dibawanya untuk ibu,adiknya dan Pak Darwin,hingga seseorang menepuk bahunya cukup kerasJolie menoleh ke belakang dan dilihatnya sosok pria kurus jangkung berkacamata berseragam kantor sedang tersenyum manis padanya."Eh...hai,Ted.." sapa Jolie singkat"Aku sedang ada urusan di sekitar sini.Aku melihatmu masuk ke sini.Jadi aku ikut masuk." terang TeddyTeddy adalah mantan Jolie saat SMA dulu.Mereka pernah dekat dan menjalin hubungan cinta yang singkat.Hanya sekitar 1 bulan.Saat itu Jolie yang memutuskan hubungan sepihak karena dirinya benar-benar sedang ingin fokus dengan sekolahnya.Mereka kehilangan kontek saat lulus SMA dan Teddy diharuskan melanjutkan studinya di Singapura.Langkah Teddy tak henti mengikuti Jolie yang sekarang menuju ke kasir."Sini...aku yang bawain.." ucap Teddy"Gak usah...kecil-kecil gini aku dulu sabuk hitam di taekwando loh." pamer Jolie"ihhh...si mungil sombong." balas Teddy tak mau kalah dan ikut antri dibelakang JolieSetelah menyelesaikan semua transaksi di kasir.Mereka berjalan keluar swalayan"Parkir di mana motormu,Jol ?" tanya Teddy"Tadi pagi saya naek gojek pergi kerja,terus dari kantorku jalan kaki ke sini." bala Jolie sambil menunjuk ke gedung kantornya yang ada di seberang swalayan."Yuk...saya anterin...Sini belanjaanmu." Teddy meraih kantung belanjaan dan berjalan ke arah parkiran.Jolie mengikuti langkah Teddy dari belakang.Dia sama sekali tidak menolak tawaran Teddy kali ini karena dia juga ingin cepat-cepat bertemuSetelah menggantung barang belanjaan Jolie,Teddy memastikan Jolie sudah memakai helm dan posisi duduk gadis di belakangnya sudah aman.Teddy melajukan motor Honda CBR250RR hitamnya cepat membelah jalan raya.Pohon-pohon seperti berlarian lalu tertinggal.Teddy melihat ke arah spion dan melihat Jolie berpegangan pada jok besi belakang."Pegangan yang bener.Nanti kalo jatuh,saya juga yang repot." terdengar samar-samar suara teddy yang bersaing dengan hiruk pikuk lalu lintas jalan raya dan deru angin"Uda pegangan koq" Jolie berteriak dari belakang"Pegangan saya aja,biar lebih aman." balas Teddy"Okei..." kedua lengan Jolie mencengkram kuat pundak TeddyTeddy tergelak ,"Hello....saya berasa jadi tukang ojek."Jolie hanya diam,tidak bereaksi sama sekali.Lalu Teddy menarik tangan kiri Jolie dan ditaruh di perutnya"Saya akan ngebut biar cepat sampai.Pegangan kuat di sini." teriak Teddy dari balik helm hitamnya ituSeolah terhipnotis,Jolie lalu memeluk Teddy erat .Pipi kanannya disandarkan di punggung Teddy.Terhirup aroma parfum Teddy yang maskulin.Punggungnya hangat.Tanpa sadar Jolie tersenyum.Teddy mencuri pandang dari spion dan dilihatnya Jolie tersenyum manis.Dia pun menambah laju motor dan kembali memfokuskan pandangan ke jalan raya dan tersenyum.Begitu motor mereka hampir tiba di tujuan.Jolie menarik tubuhnya dan mengarahkan Teddy agar tidak salah arah ataupun kelewatan.Teddy pun mengurangi kecepatan motornya."Kamu kenapa? Malu kepergok tetangga kalo lagi peluk saya?" tanya Teddy sambil memarkirkan motornya.Jolie melepaskan helm yang ia kenakan dan mengembalikannya ke Teddy. Teddy menyerahkan semua barang belajaan Jolie."Ya...iyalah...lu aja yang gak tau kalo warga sini tukang gosip semua." balas Jolie"Emang kenapa kalo kita keliatan mesra? Apa urusannya sama mereka?...Toh dulunya kita pernah dekat dan berpacaran walaupun tak bertahan lama.Wajar-wajar saja,bukan ???" goda TeddyPertanyaan polos Teddy membuat Jolie terperanjat."Ya..ngakk gitu juga.Kita kan juga uda lama putus dan tidak ada apa-apa lagi.Ngakk enak dong kalo orang mikir kita balekkan.Padahal kan kenyataannya enggakk !!!" Jolie berusaha memberi penjelasan"Lho?Jadi kamu maksudmu maunya kita balekkan gitu?" Teddy kembali menggodaWajah Jolie berubah frustasi."Ya..bukan itu...aduh kamu tuh...eh..maksudku..lo itu....!Lo jangan mikir yang aneh-aneh yaaa.." terang Jolie sambil mengusap malu wajahnya yang mulai terasa panas"Hahaha...kamu gemesin deh kalo lagi salah tingkah." Teddy tertawa cekikikkanJolie berbalik dan berlari masuk ke rumah Pak Darwin.Dia meninggalkan Teddy yang masih tertawa terkekeh-kekeh melihat kelakuannya tanpa mengucapkan terima kasih.Teddy menggeleng-gelengkan kepala dan bergumam," dia tidak berubah sama sekali....tetap imut dan lucu"Lalu dia pun menstarter motornya dan pulang dengan perasaan yang sangat bahagia.............Kunjungan Jolie disambut hangat.Begitu dirinya menggeser pagar rumah Pak Darwin,terdengar suara teriakan"Ibu...kak Jolie datang." teriak Rudy dari dalam dan berlari berhamburan ke arah Jolie,memeluknya erat-erat"Rindu kakak yah..." Jolie mengelus pelan kepala adiknya dan mengacak-acak rambutnya"Iya,kak.." Rudy mengangguk-anggukkan kepalanyaIbu muncul dari balik dapur dan memeluk Jolie."Bagaimana kabarmu,Nak?" tanya ibu sembari mencium pipi kiri dan kanan Jolie"Baik,Bu." Jawab Jolie sambil membalas pelukan dan ciuman ibunya"Pak....Jolie datang." ibu menarik diri dari pelukan Jolie dan mengalihkan pandangan ke arah Pak DarwinPak Darwin mengangkat kepalanya dan meletakkan koran.Tersenyum tanpa berkata apa-apa lalu kembali menundukkan kepala ke atas koranIbu kembali ke dapur.Rudy mengikutinya dari belakang.Jolie menghampiri Pak Darwin dan sungkemPak Darwin mengelus lembut kepala Jolie"Bagaimana kabarmu,Nak Jolie?""Pekerjaanmu lancar?""Gimana motormu?masih di bengkel?""Naek apa ke sini?" Pak Darwin angkat bicaraBelum juga Jolie sempat menjawab"Ayahmu akan dipenjara selama dua tahun." lanjutnya"Oh....." Jolie manggut- manggut"Hakim sudah memutuskan hukumannya.Kasus ini sudah selesai." Pak Darwin melepaskan kacamata rabun tua nya dan meletakkan di pangkuannya"Kapan,Pak...maksudku kasusnya selesai?" tanya Jolie penasaran"Minggu lalu.Berita juga sudah diturunkan sesaat setelah putusan ditetapkan.""Semoga di penjara ayahmu dapat merenungkan,menyadari dan memperbaiki perbuatannya.""Semoga Allah menunjukkan jalan terbaik buat ayahmu." kata Pak Darwin"Iya..bener,Pak...Semoga ayah bisa insaf." Jolie mengiyakan perkataan Pak Darwin"Pak....Kak Jolie..." teriak Rudy membuat pembicaraan mereka terhenti dan menoreh ke arah pemilik suara nyaring itu"Ada apa,dek...?" tanya Jolie"Disuruh ibu tuh makan malam." jawab Rudy dan kembali berjalan masuk ke ruang dapurPak Darwin dan Jolie mengikutinya.Jolie menenteng barang belanjaan dan menatanya di kulkasDi meja makan tersaji tiga macam lauk,4 piring nasi dan sepiring besar kuah bakso ikanPak Darwin meminpin doa sabelum makan.Jolie duduk disampingnya.Ibu dan Rudy duduk di seberang mereka"Mari makan." Pak Darwin menyilahkan"Ini rendang jengkol kesukaanmu,Nak." Ibu meletakkan beberapa biji jengkol di atas nasi Jolie dan berkata lagi," Makanlah yang banyak."Ibu paling tahu makanan favorit mutlak Jolie.Jolie bisa menghabiskan tiga piring nasi hanya dengan hidangan jengkol saja.Jolie juga heran dengan tubuhnya yang tetap mungil langsing walaupun nafsu makannya besar.Di sisi lain dia juga bersyukur tidak usah repot dan menderita ikut program diet yang seperti digandrungi para gadis seusianya."Tapi..kemana yah lari gizinya pergi? ke otak? atau apa mungkin dirinya cacingan?" Jolie tersenyum sendiri,geli dengan pikirannya sendiriMereka berbicara panjang lebar,dari timur ke barat sesekali diselingi seloroh-seloroh intim.Memang demikian lah setiap kali acara makan malam di rumah Pak Darwin.Pak Darwin gemar makan sambil bercakap-cakap.Mereka bisa duduk sampai dua atau tiga jam di meja makan.Setelah selesai makan utama,tibalah giliran menikmati buah-buahan segar,ataupun penutup apa saja yang kebetulan dibuat ibu.Ini pun biasa diselingi dengan percakapan-percakapan,candaan.gelak tawa yang memenuhi seluruh ruangan makanHari semakin larut.Semua penghuni rumah itu sudah masuk ke kamar tidur masing-masing.Hanya Jolie yang terlihat masih sibuk mencuci piring,gelas,menyusunnya di rak.Lalu mengelap dan merapikan meja makan"Akhirnya selesai juga.." Jolie memandangi bak cucian,meja dan berdecak kagum.Puas dengan hasil kerjaannya.Bahagia dengan hari-harinyaDiliriknya arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.Hampir pukul sepuluh malam.Jolie menutup lampu ruang dapur,berjalan melewati ruang tamu dan masuk ke kamar tidurnya.Jolie merebahkan tubuh di atas kasur empuknya.Melupakan kewajiban untuk membersihkan diri,matanya mulai terpejam.Bunyi dan getaran ponsel di saku celanya memaksa Jolie membuka mata kembali,merutuk kesal si penelepon yang berani-beraninya mengganggu waktu istirahatnya."Teddy...!!!Apa mulai sekarang kau punya aktivitas rutin menghubungiku larut malam?" sembur Jolie yang sudah melihat nama dan foto penelepon terlebih dahulu.Orang yang diseberang whatsapp tertawa terkekeh-kekeh"Mandi dulu,baru tidur." kata TeddyJolie menghela nafas panjang.Dia juga sudah menduga apa yang akan dikatakan mantan pacarnya ini."Kau paling kenal aku yah !!! ""Ya sudah,bentar lagi deh...""Aku tutup yah."Tanpa mendengar balasan Teddy lagi,Jolie langsung mengakhiri hubungan telepon dan membawa tubuh mungilnya menuju ke kamar mandiTubuh Jolie jadi segar sehabis mandi dan dia kembali masuk ke kamar tidurnya.Kamar tidurnya ini dulunya merupakan kamar tidur anak perempuan Pak Darwin.Kamarnya tidak begitu luas,namun nyaman untuk ditempati.Tata ruangan dan perabotannya tertata apik dan masih sama persis seperti saat putrinya masih hidup.Pak Darwin sengaja tidak merenovasi ataupun merubah tata letak perabotannya.Wallpaper bermotif mini teddy bear berwarna lembut menambah kenyamanan kamar tidurnya.Meja belajar di samping tempat tidur,AC Panasonic putih yang masih terpasang di atas pintu kamar.Tirai jendela biru polos menutupi jendela.Jam dinding petak yang bergantung tepat di atas meja belajar.Foto wisuda Tk putrinya dalam bingkai emas,foto keluarga Pak Darwin yang dimuat dalam bingkai kecil unik,foto Pak Darwin yang memeluk putrinya saat mereka berwisata ditempel di bagian atas lemari meja belajarnya,foto putrinya bersama teman-temannya ditempel di bagian bawah lemari meja belajarnya.Koleksi boneka kecil teddy bearnya yang berjejer tersusun rapi dan bersih di lemari kaca meja belajarnya.Sedangkan kamar tidur yang ditempati Ibu dan Rudy dulunya merupakan kamar tidur putranya.Lebih luas sedikit daripada kamar tidur putranya itu.kamar itu juga sudah lama tak ditempati karena jika putranya berkunjung,dia menemani ayahnya tidur di kamar tidur utama.Kamar yang paling luas di antara ketiganya.Desain nya juga bedaSudah hampir satu jam Jolie berbaring di atas kasur.Golek kanan.Golek kiri.Matanya terpejam,namun dia benar-benar tidak bisa tidur.Bahkan suara detik-detik jarum jam yang berdetak terdengar sangat jelas.Jolie bangun.Dia menghidupkan lampu kamar.Mengambil remote AC dan menurunkan suhu ruangannya.Dia berjalan mondar-mandir mengelilingi kamar.Gadis itu kelihatan gelisah.Otaknya mencari-cari ide agar dirinya bisa lebih cepat terlelap.Berulang kali dia melirik ponsel yang ada di atas kasur,tapi tak ada satupun chattingan masuk yang tampak di ponsel ituJolie kembali ke atas kasur.Mengambil ponsel dan menarik selimut menyelimuti separuh tubuhnya.Jolie mulai melihat aplikasi game yang sudah pernah di download nya.Matanya tertuju pada "Candy Crush".Game yang paling digandrunginya.Tak heran jika level game Candy Crushnya sudah mencapai level 500.Saat insomnia nya kumat dan melanda dirinya,game inilah penghibur dan teman bermainnya"Beep....." ponsel Jolie berbunyi dan bergetar.Tanda ada chattingan Whatsapp yang masuk.Jolie membiarkannya,dia terus bermain"Paling-paling si Teddy lagi kurang kerjaan..." umpat Jolie dalam hati"Beep...Beepppp...Beepp..." ponsel Jolie berbunyi dan bergetar lebih lama.Apalikasi game Candy Crush terhenti.Terpaksa dia keluar dari aplikasi itu"Ihh....sapa sih???" geramnyaJolie memeriksa chattingan Whatsapp yang masuk.Rupanya broadcast dari salah satu temannya di grup Whatsapp.Mereka menamai grup itu "Avengers".Isinya personil personil alumni teman sekolah Jolie pecinta film dan karakter tokoh Avengers saat masih SMABroadcast Whatsapp grup Avengers dari Sabrina tentang lowongan pekerjaan sebagai sekretaris direksi di Jakarta Pusat.Berikut isi broadcastnyaLowongan Kerja Sekretaris DireksiKualifikasi :-Wanita single,berpenampilan menarik,usia max 30 tahun-Bersedia ditempatkan di Jakarta,bekerja lembur dan dinas luar kota/luar negeri-Pendidikan minimal D3 jurusan Sekretaris-Jujur,disiplin dan teliti-Mampu berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim-Dapat mengoperasikan Microsoft Office (Word,Excel dan Power Point)-Dapat membuat materi presentasi-Berpengalaman di bidangnya min 1 tahunKirim lamaran kerja dan CV ke gmail hrd_SBRteamJolie menelusuri satu persatu kualifikasinya.Dia merasa dirinya memenuhi semua kriteria yang diminta dan tertarik untuk mencoba mengirim lamaran.Tapi,dia ragu untuk langsung japri ke Sabrina karena sudah larut malam"Tidak ada salahnya saya coba,Toh..kalaupun uda tidur...dia bisa balas keesokkan harinya chattinganku." pikirnyaTelepon saya.Chattingan Jolie dibalas singkat dalam sekejap.Jolie menyentuh logo bergambar telepon di sudut kanan aplikasi Whatsapp dan..."Halo,Jol...apa kabar? lama tak jumpa?" suara Sabrina diseberang telepon"Halo,Rin...baik dan sehat...Maaf yah,telepon larut malam.Ganguin jam istirahatmu." balas Jolie"oh...gak pa pa.Saya masih belum tidur koq.." jawab Sabrina"Saya mau tanya.......""Kamu langsung kirim lamaran dan CV mu via email saja.Nanti saya akan bantu proses." potong Sabrina"Tapi bagaimana dengan tempat tinggal? Apakah perusahaan menyediakannya." Jolie kembali bertanya"Mengenai gaji,bonus,transpor,jamsostek dan fasilitas lain dapat kamu tanyakan saat interview online nantinya setelah ada panggilan resmi melalui email perusahaan." terang Sabrina"Setauku perusahaan tidak menyediakan tempat tinggal bagi karyawan baru.Tapi kamu bisa tinggal di apartemen lamaku untuk sementara." lanjutnya"Oh gitu...,bagusan saya sewa saja apartemenmu itu." tukas Jolie"tenang...itu bisa diatur." jawab Sabrina dengan nada santai"Baik,Rin...terima kasih.Selamat malam dan selamat tidur." balas Jolie"OK..." lalu telepon pun ditutup"ceklek..." lampu kamar Jolie di padamkannya.......Jam menunjukkan pukul setengah lima sore,namun pekerjaan Jolie di kantor sudah rampung semua.Masih ada setengah jam lagi waktu pulang kerja.Beberapa rekan kerja Jolie berkumpul di satu meja,saling bercerita,bergosip dan tertawa sambil makan rujak.Jolie tidak ikut nimbrung.Dia menyalakan kembali laptop di meja kerjanya.Setengah jam itu digunakannya untuk membuat surat lamaran dan CV untuk perusahaan barunya dan juga membuat surat pengunduran diri untuk perusahaan tempatnya bekerja sekarang iniJolie memutuskan untuk mencoba mengirim lamaran dengan harapan dapat diterima sehingga dia dapat mengembangkan karier dan menjadi sukses seperti Sabrina.Dia ingin ibunya bangga dan hidup mereka lebih sejahtera.Namun di sisi lain ternyata banyak hal yang harus dipertimbangkannya mulai dari tempat tinggalnya di Jakarta nantinya,transpor,mencemaskan ibu dan adiknya yang bakalan jauh darinya hingga hal-hal sekecil apapun dipikirkannnya matang-matang."Semoga diterima." gumam Sabrina setelah selesai membuat surat lamaran dan surat pengunduran diri.Dia menutup laptop nya,menyimpannya,meraih tas kerjanya dan beranjak dari tempat duduknya"Fighting,Jolie.." dia mengepalkan semua jemarinya,menariknya kedua tangannya ke arah rusuk dan mengatupkan kedua bibirnya rapat-rapat,berjalan keluar dari kantornya, terus mngulangi kalimat itu berkali-kali dan pulang.Dalam perjalanan pulang,otaknya terus berputar,mencari dan memikirkan cara yang tepat untuk menyampaikan keinginannya pindah kerja ke kota Jakarta kepada ibunya,Pak Darwin dan direktur tempatnya bekerja bila nantinya dia telah diterima bekerja di perusahaan baru itu.Jolie memutuskan untuk mengunjungi dan memberitahukan keinginannya saat makan malam nantinya kepada ibunya dan Pak Darwin terlebih dahulu dan berdiskusi dengan mereka.Dia ingin tahu pendapat ibu dan Pak Darwin.Jolie tahu pasti kalau pak Darwin orang yang bijaksana dan selalu memberikan pendapat dan solusi terbaik baginya.Jolie berubah pikiran,lalu dipacu motornya pulang ke kosan nya."Saya akan memberitahukan kabar gembira setelah positif diterima di perusahaan itu." pikirnya dalam hati......."Wooohoooo......." Jolie berteriak keras,mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi sambil berlari kecil mengelilingi kamar kosan nya.Jolie kegirangan tak karuanDia senang sekali akhirnya ada balasan email perusahan itu setelah dirinya menunggu tiga hari.Isi emailnya tentang waktu dan sesi wawancara online yang harus dijalani pelamar.Ada tiga sesi yaitu sesi pertama berupa ujian online,sesi kedua berupa tes psikologi online dan sesi ketiga berupa interview online dengan kepala Hrd perusahaan itu.Jolie mengikuti ketiga sesi tersebut dan melalui nya dengan sempurna,tinggal menunggu email selanjutnya tentang informasi diterima tidaknya menjadi karyawan perusahaan tersebut,informasi peraturan perusahaan dan lampiran surat kontrak yang akan ditandatangani nantinya.Kepastian diterima tidaknya menjadi karyawan akan dikirim sore nanti.Dia sangat yakin dan percaya diri kalau dirinya pasti diterima.Jolie tidak sabar lagi menunggu email tersebut.Dia terus berdoa dalam hati agar keinginannya dapat terkabul.Gadis ini kelihatan gelisah.Sepanjang hari sibuk memeriksa ponselnya kalau-kalau ada email baru yang masuk.Pikiran tidak fokus pada kerjaan dan hatinya tidak tenang."Beep.." ponsel Jolie berdering diikuti getaran halus dirasakan di saku jas hitamnya saat dia baru akan keluar kantor dan pulang.Jolie merogoh saku dan memeriksa ponselnya"Yassss.....yasss....saya diterima." jerit Jolie.Dia berlari kecil ke parkiran motor dan bergegas ke rumah pak Darwin untuk memberitahukan kabar baik ini saat makan malam nantiSaat sampai di rumah pak Darwin,terlihat ibu yang sedang berdiri mengawasi Rudy bermain bersama anak-anak tetangga lain.Jolie memarkirkan motornya,berlari ke arah ibu dan memeluknya erat-erat"Ada apa ini?" kata ibu berusaha melepaskan pelukan JolieRudy dan anak lain tertawa melihat kelakuan Jolie dan mengejeknya.Jolie tidak menghiraukannya"Saya diterima,bu.." kata Jolie"Apaan...apa maksudmu,Nak??" tanya ibu kebingungan"Kerjaan baru...mana..mana Pak Darwin?" tanyanya tanpa menunggu jawaban ibu,Jolie langsung berlari masuk ke ruang tamu.Di ruang tamu tampak pak Darwin yang sedang fokus menonton dan mendengarkan berita TransTV.Perhatian Pak Darwin teralih dengan suara gaduh lari nya Jolie.Dia berpaling dan berkata," Ada apa,Nak Jolie?""Saya...saya diterima,Pak." jawabnya dengan nafas terengah-engah"Diterima apa maksudmu,Nak?" balasnya sambil mengernyitkan keningnya"Saya diterima di perusahaan manufaktur ternama di Jakarta Pusat,Pak." jelas Jolie"Wahhh...bagus sekali,Nak""Tapi bagaimana dengan kerjaanmu yang sekarang? Atasanmu uda tau?Sudah mengundurkan diri?uda bicarakan dengan ibumu?Kapan mulai kerja?Apa saja fasilitas yang ditawarkan perusahaan" todong Pak Darwin dengan segudang pertanyaan"Iya,Pak...Saya akan segera mengurus semua itu segera." jawab Jolie"Selamat,Nak Jolie.Doa bapak menyertaimu.Semoga kerjaan barumu dapat mengantarmu ke gerbang kesuksesan." kata Pak Darwin"Selamat,Nak." kata ibu sambil menggandeng Rudy berjalan menghampiri Jolie dan Pak Darwin"Apapun keputusanmu ibu akan dukung.Tapi ingat jaga diri.Kesehatanmu yang paling utama." imbuh ibu"Makan yuk,bu....Rudy lapar" Rudy menarik tangan ibu dan merengek"Yuk...sekalian makan,Pak,Jolie." ajak ibu........."Tok...Tok....Tok...." Jolie mengetuk pelan pintu ruangan Direktur"Masuk." terdengar suara dari dalam ruanganJolie membuka pintu dan masuk ke ruangan dengan membawa surat pengunduran diri yang telah dipersiapkannya dan jadwal rapat direktur"Silakan letakkan di atas meja jadwal rapatnya." kata direkturDirektur terlihat sibuk menandatangani dokumen-dokumen di meja kerjanya,sama sekali tidak mengangkat kepalanya"Ini..Pak...Ada yang perlu saya sampaikan." Kata Jolie sambil meletakkan surat pengunduran dirinya di hadapan dokumen yang sedang ditandatangani direkturnya ituDirekturnya menghentikan gerakan tangannya dan mengangkat kepala,mengambil surat tersebut dan membacanya.Lalu berkata," apa alasanmu? kenapa tiba-tiba?""Saya mendapat pekerjaan yang lebih berprospek.Saya ingin mencoba mengembangkan karier." jawab Jolie"Sudah kamu pertimbangkan baik-baik." tanya direktur"Kapan kerjaan barumu dimulai?" imbuhnya"Iya,Pak.Saya sudah yakin.Sekitar dua minggu lagi." balas Jolie"Baiklah,Saya tidak akan menentang keputusanmu.""Segera cari penggantimu""Buat serah terima jabatan dan pekerjaanmu secara jelas dan rinci." perintah direktur"Beres,Pak...Saya akan segera urus semuanya." jawab Jolie

The Accident
Horror
03 Jan 2026

The Accident

Aku adalah peramal terkenal di kotaku. Dengan melihat masa depan maupun lampau, aku jadi bisa seterkenal ini, wajahku dipajang dimana-mana. Mulai dari reklame, poster, spanduk, majalah. Sungguh mereka semua percaya pada kemampuanku. Dan Akupun bangga dengan hal itu.--Hari ini, aku dipanggil oleh seorang kerabat yang ingin kuramal. Walaupun rumahnya sangat jauh, tapi aku tak mau menyusahkannya dengan menyuruhnya datang kerumah-ku. Karena aku tahu, ia orang yang sangat sibuk. Jadi, kuputuskan, aku yang datang kerumahnya. Aku tidak mengharapkan imbalan, tetapi lebih kepada ingin membantu.Aku mulai mempersiapkan segala barang yang ingin ku-bawa, dan segera, aku berangkat menuju halte bis. Mobil yang terdiam manis di bagasiku, ku-hiraukan. Aku lebih memilih bis. Mungkin aku melakukan kesalahan besar dengan tidak melihat masa depan...Setelah sampai di halte, aku menunggu kurang lebih 15 menit. Dan... "Pip-pip! " suara klakson bis terdengar lantang mengagetkan lamunanku. Aku segera naik dan tak lupa menyelipkan selembar uang ke kotak. Ku-lihat keadaan bis yang lenggang. Dan aku langsung duduk di kursi paling belakang. Tiba-tiba saja semua menjadi gelap... Kurasa, aku tertidur."PIIPPP... ! " suara klakson bis membuatku terbangun dari tidurku. Segera ku-buka mataku, dan ternyata bis yang ku-tumpangi ini hilang kendali, ku-dapati semua orang yang ada di bis ini ketakutan, menjerit, dan bahkan menangis. "BRRAKK... !". Bis menabrak sebuah truk pengangkut minyak, lalu meledak. Kurasakan sekujur tubuhku panas, sakit, dan semua terasa sangat nyata."Pak... Pak... Bisa minggir sedikit? ", suara seorang pemuda membangunkan-ku dari tidur. "Oh... Ya... Tentu ", kataku sambil duduk sedikit merapat. Kudapati aman-aman saja keadaan bis ini, walaupun perbedaannya adalah, bis ini terasa lebih sesak dengan bertambahnya penumpang.Tapi setelah kusadari... Mimpi itu... Seperti nyata!. Kurasa ini adalah sebuah pengelihatan yang akan terjadi pada bis ini. Aku yakin, ramalanku tak akan pernah meleset. Aku harus memberitahu yang lain. Tentunya mereka akan percaya.Namun setelah kuceritakan semuanya. Mereka hanya diam, terpaku. Apa mereka takut atau tak peduli?. Tiba-tiba pemuda yang duduk disampingku tadi tertawa sambil berkata "Kupikir kau seorang peramal hebat. Ternyata tak sehebat itu. Dengar ya... Kejadian yang kau katakan tadi sudah terjadi 5 menit sebelum kau bangun tadi... Hah " orang itu tertawa kecil, lalu melanjutkan kata-katanya "dan... Lihat kebelakang... Orang-orang sedang mengevakuasi mayat kita... " katanya dengan senyum bangga

Because, I Love You
Horror
03 Jan 2026

Because, I Love You

Aku punya teman bernama Karin, Ia tinggal di apartemen sebelahku. Sudah lama aku menyukainya karena Ia adalah gadis yang baik dan juga ramah terhadap semua orang termasuk aku. Dia bekerja disebuah perusahaan percetakan koran. Ia bertugas untuk mencari berbagai macam berita untuk dimuat dalam koran. Namun ia sering mengeluh padaku tentang pekerjaanya, dikarenakan Ia sering dimarahi atasannya karena berita yang dimuat itu-itu saja. Sungguh aku ingin sekali membantunya.*****Aku terbangun di pagi hari, ketika matahari menyeruak masuk melalui celah-celah gorden berwarna Biru. Aku langsung memeriksa Handphoneku siapa tahu ada pesan. Mataku terbelalak ketika melihat nama Karin terpampang di layar Handphoneku langsung saja ku buka pesan darinya."Dave, kita bertemu di kafe sebelah taman pagi ini jam 7.30, ada kabar menggembirakan." itu pesan singkat dari Karin untukku. Yah, tentu saja aku akan datang dengan senang hati. Aku penasaran... kira-kira kabar menggembirakan apa... kulirik jam yang berada di meja. "Ah... sudah jam 7. aku harus bergegas!"... langsung saja kuambil handuk yang tergantung manis di belakang pintu dan dengan sigap langsung berlari menuju kamar mandi."Hmm... kira-kira parfum apa yang cocok ya?" pikirku sambil mengangkat beberapa botol parfum, dan akhirnya pilihanku tertuju pada parfum beraroma aigner, ku semprotkan parfum itu keseluruh tubuh"Kurasa tidak terlalu menyengat... " pikirku dalam hati. setelah itu aku langsung mengambil sepatu dari rak, saking sigapnya tumpukan sepatuku berantakan semua hingga membuatku kesal."Siapa peduli dengan tumpukan sepatu usang!" keluhku sambil memasang sepatu di kaki. semoga saja tidak telat.segera saja kuhentikan taksi yang sedang melaju tanpa penumpang itu. lalu membuka pintu belakang dan segera duduk disana sambil menyebutkan tujuanku. Dengan sigap taksi melaju... ku lirik jam tangan yang ternyata sudah menunjukan jam 7.20... aku tidak mau membuat Karin kecewa dengan datang terlambat... dan akhirnya aku sampai di kafeKulihat seorang gadis melambaikan tangan kearahku dengan memasang senyuman di wajahnya.Ya, itu Karin, dengan 2 cangkir kopi hangat di mejanya."Berita bagus apa?" tanyaku padanya sambil mengaduk kopi hangat yang tertera diatas mejaku."Belakangan ini banyak terjadi kasus pembunuhan, itu membuat koranku semakin laris terjual!! aku gembira sekali karena berkat kasus-kasus itu, atasanku memujiku... " kata Karin dengan ekspresi ceria."Benarkah?? baguslah... aku turut gembira mendengarnya. Apa kau berharap agar kasus-kasus seperti itu terus terjadi?" tanyaku padanya."Sebenarnya aku turut prihatin terhadap korban. Tapi, kalau itu membuatku untung kenapa tidak?" jawab Karin seperti tanpa beban."Mau jalan-jalan?" tanyaku"tentu... " jawab Karin sambil menghabiskan secangkir kopi di tangannya, begitu pula denganku. Lalu setelah itu, kami pergi.***Aku berjalan keluar dengan menggunakan jaket tebal untuk menghangatkanku dari dinginnya udara malam ini. Aku tahu, Seharusnya aku tak Keluar rumah di jam segini, mengingat ini sudah lewat tengah malam. Tapi, apa peduliku...Aku langsung menghentikan langkah kakiku di depan sebuah rumah tua yang tak terpakai lagi, mungkin karena keadaannya yang sudah buruk sehingga orang-orang tak mau membelinya. Aku langsung memasukinya.kubuka perlahan-lahan pintunya diiringi suara decit pintu yang memecah keheningan malam."Tolong..!!! jangan bunuh aku..!!!" teriakan dari dalam rumah membuat langkah kakiku semakin cepat memasuki ruangan lebih dalam. hingga akhirnya aku menemukan sebuah pintu usang menuju kamar, kubuka pintu kamar itu, dan kulihat seorang pria dengan keadaan luka parah terikat di dinding kamar."JANGAN MENDEKATT..!!! TOLONGGG..!!! KUMOHONNNN.." teriaknya padaku.Aliran darahku mulai Tak beraturan seiring teriakannya, membuat aku tak tahan untuk mengambil pisau yang terletak diatas meja. Ku dekati pria itu dengan menggenggam pisau di tangan kananku... tangan kiriku mulai menarik kepalanya keatas dengan keras. Dan dengan sigap ku gorok lehernya dengan pisau. Darah merembes keluar melalui celah-celah tenggorokannya. Ku tusuk perutnya berkali-kali dan ku robek perutnya hingga memuntahkan isi perutnya. tidak cukup itu saja, aku langsung memotong pergelangan tangannya yang terikat rantai. sekarang Ia sudah mati... Aku langsung memasukkannya dalam karung dan membawanya ke jalanan. Kuletakan mayatnya di atas tumpukan karung bekas dan langsung pergi meninggalkannya.***"KRIINGGGG...!!" dering Handphoneku membangunkanku di pagi hari... lagi-lagi, nama Karin terpampang di dalamnya... aku segera mengangkatnya."Halo...?" kata Karin."Iya, ada apa?" jawabku."Ada kabar bahagia lagi nih... aku dapat berita mengenai pembunuhan... ""Pembunuhan apa?""Pembunuhan seorang pria, mayatnya ditemukan di atas tumpukan karung dekat rumah kosong... terlebih lagi, mayat itu tewas secara tragis... ini pasti berita yang sangat bagus... ya kan, Dave?""Ohh... Tentu saja... selamat ya!!! kamu harus lebih giat lagi bekerja OK?... ""OK, Dave, dah dulu ya... aku mau lanjut kerja... sampai jumpa... "Karin-pun mematikan teleponnya... Entah kapan ku sampaikan perasaanku ini padanya, yang pasti aku akan terus membuatnya bahagia... pasti.-The End-

 Kegelapan yang Membebaskan
Fantasy
02 Jan 2026

Kegelapan yang Membebaskan

Tidurlah, bukankah kau sudah lelah menangisinya?Lihatlah! Ada laba-laba yang merangkak di sudut dinding yang catnya mengelupas. Ada tirai jendela yang berkibar ketika udara di sekitarmu semakin dingin. Lalu, barangkali, ada sosok yang mengintip dari balik jendela.Dengarkan! Keheningan yang merambat teramat ganjil; tetes air dari kamar mandi yang sedang tidak dipakai; laju kendaraan yang kian jarang, kemudian menghilang; desah napasmu yang semakin tidak beraturan. (Kamu ketakutan oleh semua itu, 'kan?)Selimut hangat itu membuatmu gerah. Aku tidak dapat menahan tawa melihat matamu yang memerah, persis anak kecil. Elta, kalau dipikir, kau masihlah anak kecil yang berbinar ketika mendapat surat dariku. Aku masih ingat, dulu, kau lekas memberikannya pada Bunda sembari menceritakan diriku dengan bersemangat—aku pun masih ingat wajah kebingungan Bunda ketika membacanya (ia memandangmu sembari mengulang namaku, "Rea?"). Kau tidak pernah melihatku, tetapi surat-suratku cukup untuk mendorongmu berdoa agar dapat bertemu dan bermain denganku.Aku ingat, itulah hari terakhir aku merasakan kebahagiaan.Beberapa minggu kemudian, kau menangis karena diganggu bocah sialan dari kelas sebelah. Tas sekolahmu basah karena masuk selokan. Kau menangis seharian, mengabaikan suratku, karena takut tidak dapat mengikuti pelajaran.Saat itulah, Elta, aku meminta izin pada Tuhan agar bisa memelukmu, tetapi Dia melarang. Kata-Nya, kita tidak bisa bertemu. Kata-Nya, dunia kita berbeda ... dan kini aku paham maksud itu semua; karena itulah kita melakukan permainan ini, 'kan?"Kau itu cahaya dan selamanya cahaya, jadi jangan pernah takut padaku." Matamu mulai mengerjap, berusaha menahan kantuk, padahal ketakutanmu telah sampai di ubun-ubun. Ini pukul tiga dini hari, saatnya "mereka" bangkit buat menakuti, saatmu untuk tidur setelah terjaga tiga hari penuh, menangisi dia yang tidak mungkin kembali."Saatnya kamu berhenti berjuang untuk dia yang tidak lagi memikirkanmu, Elta."Kamu orang baik, Elta, anak kecil polos yang berpikiran positif pada semua orang. Aku tidak bisa mengubahnya, tetapi aku akan berusaha agar kau tidak dipandang sebelah mata.Pejamkanlah mata ... dan rasakanlah esensi diriku yang meluap-luap dalam tubuhmu. Lalu, di satu waktu, ketika kau tidak dapat menahan kantuk dan mulai mendengar suaraku di kamarmu yang sangat hening, menyerahlah, dan serahkan kebebasanmu untuk kupakai sebagai kegelapan... beberapa jam saja. Kau tahu bahwa aku hanya ingin membantu. Jadi, mengertilah di detik-detik ketika kesadaran kita nyaris bertemu."Mengapa kau sangat keras kepala? Kita sudah bermain hal ini sejak berumur tujuh tahun dan kau tahu akulah pemenangnya, 'kan?" Matamu mulai tertutup. "Aku masih anak yang sama, yang sangat menyayangimu, jadi mengalahlah demi aku, ya? Elta?""Dia selingkuh, 'kan? Mereka yang dalam cahaya tidak akan bisa balik menyakiti, tetapi aku berbeda ... Aku adalah kegelapan. "Akhirnya, kau tertidur, sedangkan aku tersenyum.Aku bangkit. Meluruskan badan. Memandang tubuhmu yang terlihat amat kuyu.Tenanglah, aku tidak akan melukainya seperti mantan pacarmu yang terakhir ... hanya ingin memberikan peringatan bahwa gadis yang ia putuskan punya sisi gelap... yang sangatlah gelap. "Jadi, biarkan aku kembali jadi penjahat, ya? Elta?" (*)

Bloodlust
Fantasy
02 Jan 2026

Bloodlust

Ada perasaan yang ganjil ketika gadis berambut hitam itu duduk di depannya: sebuah kengerian; hawa intimidasi yang amat pekat. Awalnya, Lee—pria berusia duapuluh lima tahun yang telah bergabung dengan tim interogasi kepolisian pusat—menganggapnya wajar, sebab psikopat selalu menghadirkan hawa tenang yang amat mencekam. Namun, semakin ia menyelami latar belakang gadis bertubuh kurus itu, semakin ketakutan menguncinya tanpa ampun."Kim, duapuluh enam tahun, terbukti melakukan pembunuhan berantai atas petinggi kota. Kau memutilasi dan menyebarkan bagian tubuh mereka ke sepanjang jalan menuju Gedung Pemerintahan." Lee merasakan bulu romanya meremang oleh sensasi aneh, terlebih ketika Kim menatapnya dalam (bukan sebagai predator; sesuatu yang lain ). "Kenapa melakukan hal itu?""Aku hanya menyukainya: ketika memotong tubuh-tubuh pendosa itu," Kim memilin rambut kusutnya, "teriakan mereka seperti suara Siren; tetapi itu belumlah cukup untuk menebus semua kebejatan mereka."Sesuai tugasnya, Lee menuliskan semua jawaban Kim di lembar putih di hadapannya ... sebelum perkataan Kim membuat membatu, "Dan, aku tahu siapa yang juga menyukai hiburan macam itu."Kim menyibak poninya. "Dulu, tetanggaku juga suka dengan darah ... hanya, dia lebih tidak pandang bulu," Ia mengalihkan pandangan pada kamera CCTV yang terpasang di sudut ruang kelam tersebut sembari tertawa mengejek. "Karena muak, aku mengajaknya untuk membungkam wanita sialan yang selalu pergi dengan pria berbrankas emas. Haha, kau takkan membayangkan betapa menyenangkannya bermain-main dengan darah dan daging seorang penghuni neraka."Kim tergelak, kentara puas dengan apa yang ia lakukan.Udara mendingin; dan, dari earphone yang ia kenakan, kepala tim tempatnya bernaung sudah menginstruksikan agar pembicaraan dikembalikan ke topik awal ... tetapi insting Lee memaksanya untuk memberontak. Ia tetap menunduk, berpura-pura menulis, padahal pikirannya telah dipenuhi berbagai prasangka.Sebuah ketakutan."Sialnya, aku lolos dan malah dia yang tertangkap. Sekarang, pastilah orang-orang keparat itu sudah mengubahnya menjadi boneka abnormal ... sampai-sampai ia tidak mengenali sahabatnya sendiri."Sekali lagi, Lee mengangkat wajah, memperhatikan betul-betul wajah tirus dengan mata cekung mengerikan tersebut; dan, pelan-pelan, ia menyadari betapa miripnya wajah itu dengan seseorang ... seorang bocah perempuan."Apa aku harus mengucapkan salam?"Lee bergetar hebat. Ingatan itu datang; mengacaukan semua omongan psikolog yang menanganinya sejak kejadian itu. Tiba-tiba, semua kenangan masa kecilnya berubah menjadi mengerikan: bagian tubuh laba-laba yang tercerai berai, anak ayam yang ia injak hingga dengan sengaja, desahan Ibu ketika jarinya tersayat saat memotong sayur mayur; gadis yang tersenyum padanya dengan wajah penuh cipratan darah. Sialnya, Lee merasakan darahnya berdesir dan adrenalinnya terpacu ketika mengingat semua itu.Keterlaluan... Perasaan macam apa ini?Suara-suara di intercome terdengar panik menyadari satu kecolongan besar di kepolisian mereka. Derap orang berlari lamat-lamat terdengar ketika Kim tertawa sembari mendekatkan diri pada Lee, "Jangan berpura-pura, Lee: kita ini sama, 'kan?" (*)

Teruntuk Sahabatku
Teen
02 Jan 2026

Teruntuk Sahabatku

Baru saja lima menit yang lalu gadis ini merasakan nyamannya tidur suara berisik menginterupsikan dirinya untuk bangun. Suara berisik itu berasal dari Ibu nya yang kini tengah memanggil namanya untuk segera turun ke bawah.Dengan malas gadis ini pun turun dari kasurnya dan beranjak untuk keluar dari kamarnya. Terlihat sang Ibu dan juga Ayahnya yang tengah duduk dengan wajah cemas. Dan lebih cemas lagi ketika melihat gadis itu keluar.Di sana juga terdapat sang Kakak yang tengah berdiri dan langsung berlari untuk memeluk gadis itu. "Ca, kamu harus kuat ya Ca!" seru sang Kakak yang sedang memeluk dirinya."Ada apa sih Kak? Aca baru bangun tidur ini," tanya gadis yang memanggil dirinya Aca itu."Khansa, Mama tau kamu anak yang kuat. Kita ke rumah sakit sekarang ya, " kata sang Ibu yang sudah berdiri di hadapan gadis bernama Khansa itu dan mengelus pelan tangan gadis itu."Tunggu, ke rumah sakit? Ngapain Ma?" Khansa semakin bingung. Untuk apa ke rumah sakit jika tidak ada yang sakit. Dirinya baik-baik saja. Dan jika di lihat semuanya juga baik-baik saja."Ayo Ca! Nanti kamu juga tau. Kakak gak tega jelasinnya sekarang." Sang Kakak dengan cepat menarik Khansa menuju mobil disusul oleh sang Ibu dan juga sang Ayah.Khansa pasrah. Gadis itu masih bingung dengan tingkah orang tua dan juga Kakaknya. Dan mengapa mereka harus ke rumah sakit? Ada apa dengan rumah sakit?Tak ada yang berbicara selama perjalanan hingga mereka sampai di rumah sakit bahkan tak ada yang berbicara. Mereka menuju ke ruang gawat darurat. Di sana sudah banyak teman-teman Khansa dengan wajah sedih. Bahkan sudah ada yang menangis.Sekarang jam menunjukkan pukul dua malam. Mata Khansa menelusuri semua orang yang ada di sana. Sepasang suami istri yang tengah bersedih. Dengan sang istri yang menangis tersedu-sedu. Itu orang yang paling Khansa kenal.Orang itu, kenapa? Tapi tunggu, ada apa maksudnya ini? Khansa tak melihat orang yang dua jam lalu ia telepon. Semua teman-temannya ada di sini. Kenapa dia tidak?"Bunda? Ayah?" Khansa mendekati sepasang suami istri itu.Melihat Khansa yang datang mendekati mereka sang istri langsung berlari menghampiri Khansa dan memeluk gadis itu. Menumpahkan semua kesedihannya kepada gadis itu.Khansa yang hampir paham dengan situasi ini belum ingin mempercayai dirinya sebelum ada kejelasan. Ia tak ingin menduga-duga."Aja mana Bun?" Pertanyaan gadis itu semakin membuat wanita yang sedang memeluk dirinya itu menangis tersedu-sedu."Lepasin Aca, Bun. Aca mau lihat Aja, mana Bun?!" tanya Gadis itu lagi. Ia memberontak untuk di lepaskan dari pelukan hingga ia hampir saja tersungkur dan untung ada sang Kakak yang sigap menahan dirinya.Dengan kasar gadis itu menatap temannya satu persatu. Air mata yang tak dapat ia tahan sejak tadi pun sudah tumpah mengalir membasahi pipinya."Gak mungkin kan?! AJA GAK MUNGKIN NINGGALIN GUE! Dia udah janji sama gue!" kata gadis itu karena tak ada satupun yang berani melihat tatapannya.Pintu terbuka, dan bersamaan seorang dokter juga beberapa perawat mendorong sebuah ranjang yang terdapat seseorang berbaring dengan seluruh badan tertutup oleh kain putih. Terdapat beberapa bercak darah di atas kasur dan juga baju putih sang dokter."Tunggu!" Khansa mendekati ranjang itu dan dengan ragu membuka kain yang menutupi wajah seseorang yang tengah berbaring itu.Sekujur tubuhnya membeku. Ia melihat seseorang dengan wajah pucat dengan wajah yang sudah babak belur. Tubuh orang itu sudah membeku dan dingin. Benar-benar sudah tidak ada detak jantung untuk di rasakan."Ja ... Aja ... AJA BANGUN!!!" Teriak Khansa sambil mengguncang-guncangkan tubuh orang yang di panggilnya Aja itu."JA ... LO BILANG GAK MAU NINGGALIN GUE JA! BANGUN JA, BUKA MATA LO SEKARANG!" Teriak gadis itu semakin menjadi dan akhirnya jatuh ke lantai karena tak sanggup lagi untuk berdiri. Kakinya sudah begitu lemas."Jaa ... KHANSA DIERA!" Teriak gadis itu sebelum akhirnya ia pingsan.***Matahari sudah mulai menampakkan wujudnya. Namun, gadis cantik ini masih saja tak berkutik dari kamarnya. Air matanya tak berhenti mengalir. Hanya ada bunyi gesekan kuku dan gigi.Di luar semua orang sibuk merapikan rumah. Membentang karpet dan juga meletakkan yasin. Sebentar lagi jenazah akan sampai. Semua warga sudah berkumpul untuk melakukan sholat, dan mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.Khansa Diera, laki-laki itu sudah tak ada lagi. Dengan begitu cepat. Tanpa firasat apapun. Tanpa ucapan terakhir sama sekali. Laki-laki itu pergi dengan tampang mengerikan. Dengan kejadian yang mengenaskan.Tak akan ada yang percaya tentang semua kejadian itu. Tapi, nyatanya begitu. Laki-laki itu benar-benar mati mengenaskan.Dengan wajah mengerikan Khansa, gadis itu keluar. Jempolnya dan juga bibirnya berdarah akibat gigitan dari jempolnya yang membuat kukunya patah.Mata sembab di tambah cekungan hitam membuat gadis itu tampak begitu mengerikan."Aja udah datang Bun?" tanya Khansa menghampiri wanita paruh baya yang tengah duduk bersebelahan dengan Mama gadis itu."Khansa, sini sayang." Wanita itu merentangkan tangannya hendak memeluk Khansa. Dan dengan cepat gadis itu berlari menjatuhkan dirinya di pelukan wanita paruh baya yang ia panggil Bunda itu.Tangisnya benar-benar pecah. Ia tak perduli dengan beberapa ibu-ibu yang tengah melihatnya kasihan. Gadis itu tak tahu harus bagaimana saat ini juga. Setengah dunianya telah hancur. Entah apa lagi yang harus ia lakukan tanpa setengah dari dirinya."Aja, Bun ... Aja ninggalin Aca, Bun," kata gadis itu dalam tangisnya.Wanita paruh baya itu hanya bisa mengelus-elus pelan punggung gadis itu yang bergetar hebat.Tak lama suara ambulance berbunyi diiringi dengan suara segerombolan motor mendekati area depan rumah. Laki-laki yang sejak tadi berjaga di luar mulai berdiri menghampiri mobil ambulance yang sudah memasuki area pekarangan rumah."Aca gak bisa anterin Aja, Bun. Aca mau ke kamar dulu." Gadis itu pun pergi meninggalkan ruangan tamu menuju kamar yang ia pakai tadi.Gadis itu, Khansa melihat dari jendela kerumunan orang yang tengah membawa keranda mayat menunju masuk ke dalam rumah."Tuhan jahat Ja, dia ambil kamu tepat di hari yang dulunya begitu spesial di hidup aku. Selamat jalan Aja dan selamat ulang tahun Aca."***Dear Khansa .Aku rindu, aku di sini baik. Sejak hari itu, aku berhenti untuk membuka diri. Aku masih mengikuti kata-kata mu. Menjadi bahagia. Dan aku bahagia saat ini. Tak banyak yang berubah dari diriku ini. Aku, tetaplah Khansa yang kamu kenal.Ada kalanya aku ingin pergi ke tempat kamu berada saat ini karena begitu merindukan mu. Namun, jika aku menemui artinya aku tak akan kembali lagi ke dunia ini. Dan aku tak akan bisa melanjutkan 1311 misi kita.Aku bertahan untuk itu. Walaupun sakit, aku akan bertahan Ja. Datang ke mimpiku. Aku akan bercerita banyak. Sungguh aku merindukan mu, Khansa.Khansa Muthiah.[ E N D ]

Ayana dan Mesir
Teen
02 Jan 2026

Ayana dan Mesir

Ayana adalah anak kedua dari keluarga yang terbilang sederhana. Ia tinggal bersama Ayah, Ibu dan Kakaknya. Ia anak yang cerdas dengan segudang pengetahuannya apalagi dalam ilmu agama.Bulan ini adalah bulan dimana ia harus mengkuti ujian nasional untuk menentukan kelulusan, Ayana harus belajar mati-matian demi mendapatkan nilai yang bagus.Ada satu hal yang Ayana inginkan setelah ia lulus SMA, ia ingin kuliah di Kairo, Mesir. Ayana memiliki keinginan itu karena ia pernah mendengar Bibinya bercerita bahwa kuliah di Kairo sangat berkesan apalagi disana mendalami ilmu agama. Bibinya bercerita seperti itu karena Bibinya juga seorang sarjana dari Universitas Al-Azhar di Kairo.“Ibu, boleh Ayana minta sesuatu?” Ia bertanya pada ibunya sebelum berangkat sekolah untuk mengikuti ujian nasional.“Boleh, memang Aya mau minta apa?” kata ibunya."Mm ... ga jadi deh Bu, nanti aja pulang sekolah Ayana kasih tau hehe. Sekarang Ayana berangkat dulu takut kesiangan.”Ayana rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan kenginannya, terlebih lagi harus berangkat sekolah rasanya tidak enak jika harus kesiangan di hari pertama Ujian Nasional. Soal ujian Ayana kerjakan dengan jujur dalam artian tidak mencotek, mungkin setelah pulang sekolah ia akan berbicara pada ibunya soal keiinginannya.***“Assalamualaikum Ibu, Ayana pulang,” seru Ayana setelah masuk dalam rumah."Sini Ibu sudah masak, makan dulu!”Ayana kira tidak ada siapa-siapa dirumah ternyata ada Ibunya. Setelah selesai makan, Ayana dan Ibunya menonton televisi diruang tamu, ini waktu yang tepat untuk memberitahu Ibu, pikir Ayana.“Bu, soal keinginan Ayana, umm ...Ayana ingin minta izin sama ibu dan Ayah untuk kuliah di Kairo, apa ibu mengizinkan?”Ayana berbicara sambil menunduk.“Punya uang dari mana ibu? Untuk makan saja sudah kurang.” Sepertinya Ibu Ayana tidak mengizinkan, Ibunya masuk ke kamar tanpa menghiraukan Maida.Ibu Maida keluar kamar setelah memikirkan keinginan anaknya, Ibunya pikir akan lebih baik jika mendengarkan dulu penjelasan Ayana. Ayana yang kini sedang menatap layar televisi tidak menyadari Ibunya keluar dari kamar, ia baru menyadari ketika ibunya memanggilnya."Ayana, untuk yang tadi coba jelaskan lebih lanjut pada Ibu," pinta ibunya.“Jadi begini Bu, Ayana ini minta izin sama Ibu dan Ayah untuk mengikuti beasiswa kuliah di universitas Al-Azhar seperti Bibi dulu,” jelas Ayana.“Ohhh.” Ibunya hanya ber oh ria.“Jadi gimana Bu? Ibu izinkan?”“Kalau begitu Ibu mengizinkan tapi Ibu tidak tahu Ayah mengizinkan atau tidak,” jelas ibunya. Ayana senang Ibunya mengizinkan, untuk Ayahnya Ayana akan bertanya setelah Ayahnya pulang bekerja.Ayah Ayana pulang bekerja sekitar pukul 19.00, setelah Ayahnya membersihkan badan dan makan, Ayana pun mengajak Ayahnya ke ruang tamu dan menjelaskan panjang lebar. Hingga akhirnya Ayahnya juga mengizinkan, tapi tidak segampang itu sebelumnya Ayahnya mempertimbangkan dulu.Sehari kemudian Ayana mengikuti tes beasiswa, Ayana tinggal menunggu hasilnya saja mungkin pengumumannya setelah kelulusan 3 hari lagi Ayana akan menerima apa pun itu hasilnya. Bibinya datang kerumah mengantarkan buku-buku bekas ia kuliah dulu.“Bi Meli ini untuk siapa?” Maida bingung kenapa Bibinya membawa buku bekas ke rumahnya.“Ih Mai, ini kan buat kamu! Ini buku bekas Bibi kuliah dulu,” jelas Bibinya.“Ya Allah Bibi aku kan belum tentu dapat beasiswanya,” Maida heran Bibinya antusias sekali.“Bibi yakin Mai, Mai pasti dapat beasiswanya.”“Yasudahlah.” Percuma mengelak Bibinya, Maida mengambil bukunya dan disimpan di dalam kamar.Setelah tiga hari kelulusan, Ayana dinyatakan lulus, pengumuman beasiswa hari ini Ayana datang bersama kakaknya yang bernama Hakim.Pengumumanya akan di sampaikan dan yang mendapatkan beasiswanya adalah tiga orang yang disebut pertama kali adalah Ayana, rasanya senang sekali, Ayana merasa terharu hingga Ayana menangis haru dan memeluk Kakaknya. Alangkah bahagianya saat ini.Ayana pulang membawa kabar gembira pada keluarganya yang menanti Ayana, semua keluarga Ayana senang mendengar Ayana berhasil mencapai keinginannya. Mungkin keberangkatannya sekitar dua hari lagi, waktu yang sangat singkat jika untuk menyiapkan barang-barang bawaannya.Hari selasa Ayana mengemas barang yang akan dibawa besok ia dibantu Bibi dan Kakaknya."Ay, buku yang bibi berikan disimpan dimana?” tanya Bi Meli.“Aya simpan di kamar Bi, ambil aja,”Ayana mengemas beberapa baju kedalam koper, tak terasa ia sudah dewasa dan akan meninggalkan orang tuanya untuk kuliah ditambah lagi bukan kuliah di tempat yang dekat dengan rumahnya.Hari ini hari keberangkatan Ayana ke Mesir."Ibu, Ayah..kakak..bibi..,terima kasih,berkat doa dan dukungan dari kalian,Ayana bisa sampe sejauh ini" ucap Ayana yang sudah tak kuasa membendung air matanya."Ini juga berkat usaha kamu nak,kamu harus bangga"lalu ibu Ayana memeluknya dengan sangat erat.Ayana pun masuk kedalam pesawat dan tak lupa melambaikan tangan nya.Berkat kesabaran dan ikhtiarnya akhirnya ia bisa menginjakan kakinya di negeri para nabi, Allah memang Maha Menghendaki segala sesuatu. Beberapa jam duduk didalam pesawat dan mendarat dengan selamat kini Ayana akan mulai menapa jejak di Kairo, Mesir. Ayah, ibu, kakak dan bibinya menyuruh Ayana mengabari mereka jika sudah sampai, lalu ayana mengabari dan memberitahu bahwa ia sudah sampai, Ayana berjanji akan belajar disini dengan sungguh-sungguh."Percayalah,usaha Takan pernah mengkhianati hasil, teruslah berikhtiar,berdoa dan memohon pada yang kuasa dengan sungguh-sungguh.Tanamkan niatan yang baik,rencana yang baik,dan hasilpun Takan kalah baik.Bersinarlah tanpa memadamkan sinar yang lain"[ E N D ]

Hyaku Monogatari (100 Cerita)
Folklore
02 Jan 2026

Hyaku Monogatari (100 Cerita)

Catatan: Hyaku Monogatari (Hyaku = 100, Monogatari = Cerita) merupakan sebuah permainan mistis yang dilakukan pada saat musim panas oleh remaja di Jepang.Permainan ini sebenarnya adalah permainan kuno yang dimainkan pada jaman dahulu. Namun, karena masyarakat Jepang terkenal menjaga kebudayaannya, maka permainan ini terkadang masih dilakukan. Meski menurut rumor, permainan ini bisa mengundang roh-roh halus dan dapat berakibat buruk kepada pemainnya.Asal mula adanya permainan ini memang belum diketahui dengan jelas. Biasanya, orang-orang yang memainkannya hanya ingin semacam pembuktian ada atau tidaknya roh halus.Cara bermainnya adalah para pemain menyiapkan seratus lilin (jika tidak mencapai seratus pencerita juga tidak masalah) dan tiga buah ruangan yang saling terhubung yang membentuk huruf L (apabila dilihat dari atas). Mereka kemudian duduk melingkar ditengah ruang pertama yang gelap gulita.Mereka meletakan lilin-lilin itu di dalam lingkaran. Secara bergiliran mereka menceritakan kejadian-kejadian menyeramkan, tidak hanya mengenai pengalaman mereka terhadap roh-roh halus, tetapi juga menceritakan mengenai legenda, mitologi Jepang, kutukan ataupun cerita rakyat.Apabila pencerita sudah selesai bercerita maka lilin yang ia pegang itu harus dimatikan. Setelah itu pencerita harus bejalan sendirian menuju ruangan ketiga. Di ruangan ketiga itu terdapat sebuah cermin yang diletakan di atas meja dan sebuah andon (lentera yang dibuat menggunakan kertas berwarna biru dan kayu).Pencerita yang sudah selesai bercerita harus bercermin sambil memegang andon tersebut, setelah itu kembali ke ruang pertama. Peserta lain tidak perlu menunggu pencerita selesai bercermin, mereka boleh langsung melanjutkan cerita selanjutnya. Begitulah seterusnya hingga lilin terakhir mati.Setelah permainan berakhir, biasanya akan muncul roh-roh halus disekitar mereka. Ada juga beberapa aturan di permainan tersebut, yaitu semua pemain harus menggunakan baju berwarna biru. Mereka juga tidak boleh membawa senjata tajam, meski pada jaman dahulu sering ada yang membawa senjata untuk melindungi diri dari roh halus.Selain itu, ada pengalaman seorang pemain yang menceritakan sebuah kejadian palsu, dia berbohong pernah melihat sesosok roh, setelah pencerita terakhir mematikan lilinnya, sosok roh yang diceritakan itu muncul. Setelah permainan benar-benar selesai, pemain itu baru mengakui bahwa ia telah berbohong.Maka, salah satu larangan utama dari permainan ini adalah jangan pernah berbohong.Pada Hyaku Monogatari , ada sesosok roh yang dipercayai selalu muncul diakhir cerita, yaitu Aoandon . Sosok itu merupakan sesosok perempuan yang menggunakan baju berwarna biru (biasanya kimono biru), dengan rambutnya panjang menjuntai, ada yang bilang Aoandon akan muncul membawa andon (lentera).Sebenarnya, jika diperhatikan, sosokA o andon lebih menyerupai seorang nenek-nenek. Tapi, karena ada yang melihat Aoandon sebagai seorang wanita muda (mirip seorang geisha berkimono biru), maka Aoandon hanya digambarkan sebagai seorang perempuan.Namun, jaman sekarang permainan ini memang sangat jarang dimainkan, berbeda dengan jaman dahulu. Selain karena semua persiapannya yang merepotkan, permainan ini juga dianggap membosankan karena harus mendengarkan seratus orang bercerita.Terdapat beberapa anime atau manga yang menampilkan adegan di saat bermain Hyaku Monogatari . Salah satunya adalah School Rumble .Permainan ini kini tidak sekedar dimainkan di Jepang. Di Indonesia juga ada perkumpulan pecinta Jepang yang sudah memainkannya, meski tidak benar-benar sama seperti cara bermain orang-orang Jepang di jaman dahulu.

Kutukan Sang Firaun
Folklore
02 Jan 2026

Kutukan Sang Firaun

Kutukan ini dikatakan paling melegenda di dunia. Hollywood memproduksi film-film bertajuk Curse of the Pharaohs (Kutukan Sang Fir’aun) dan Mummy. Film-film itu bertemabkutukan raja Thutankhamun yang terkenal.Kisah bermula saat makam Tuthankhamen pertama kali dibuka pada tahun 1922. Para jurnalis melaporkan semacam prasasti di dekat pintu makam yang berbunyi: "Kematian akan mendatangi mereka yang mengganggu tidur Firaun."Peringatan ini perlahan terbukti benar. Para arkeolog dan pekerja yang pernah menyentuh makam Tutankhemen dilaporkan telah meninggal secara misterius dalam tempo tidak lama setelah pembongkaran. Siapa Fir’aun Tutankhemen sebenarnya?Pemegang tahta Raja Mesir Kuno dari tahun 1347 SM sampai 1339 SM. Diangkat menjadi raja saat masih anak-anak, meninggal dunia pada usia 18 tahun. Tutankhamun adalah generasi terakhir dari dinasti ke-18.Dinasti Fir’aun memerintah Mesir dari tahun 1567 SM - 1339 SM. Termasuk ratu pejuang Hatshepsut (Fir’aun wanita selain Nefertiti dan Cleopatra) dan Thutmose III. Berhasil membawa mesir ke puncak kejayaan sekitar tahun 1400 SM.Raja Muda ini adalah putra Akhenaten yang membuat revolusi di mesir bersama ratu Nefertiti. Akhenaten adalah raja yang mengganti pemujaan dewa-dewa Mesir kuno ke pemujaan dewa tunggal dan memindahkan ibukota kerajaan ke Armarna. Istri Tutankhemen merupakan saudara tirinya, Ankhesenamun. Saat sang raja muda meninggal secara misterius (mungkin dibunuh), Ankhesenamun berada di bawah kekuasaan musuhnya, Ay dan Jendral HoremhebTopeng kematian inilah yang dipasangkan di kepala mumi Raja Tutankhemen .Ada empat “Raja-raja Amarna” pada Dinasti ke-18, raja Tutankhamun yang ketiga. Dinasti ke-19 tidak menyukai peraturan Dinasti ke-18, maka raja-raja Amarna dicoret dari daftar keluarga raja dan dilakukan di depan umum.Monumen raja Tutankhemen dihancurkan dan lokasi makam dilupakan. Keberadaan makam raja muda ini benar-benar terlupakan oleh Dinasti ke-20. Ketika kepala arsitek mulai memahat batu untuk membuat makam Ramses VI, ia tak tahu telah membuat puing-puing berjatuhan di atas makam Raja Tutankhamun. Sejak itu, makam raja muda ini dilupakan. Tapi, hal ini membawa keuntungan 3.300 tahun kemudian, kenapa?Karena makamnya tersembunyi hingga harta karunnya tidak tersentuh. Makan Raja muda Tutankhamun adalah satu-satunya makam raja Mesir kuno yang dikubur di Lembah Raja-raja Luxor yang tidak diacak oleh para perampok selama berabad-abad.Pada November 1922, seorang arkeolog bernama Howard Carter menghabiskan tujuh tahun dan merasa frustasi selama mencari makam Raja Tutankhamun di lembah raja-raja Luxor. Tapi, penantiannya berakhir setelah para pekerja menggali sedalam empat meter di bawah makam Ramses VI. Mereka menemukan pintu masuk pada dinding batu menuju sebuah lorong cukup besar dengan tinggi tiga meter dan lebar dua meter. Mereka membersihkan puing-puing dan saat langkah ke-20, menemukan bagian atas pintu batu tertutup.Howard Carter mengundang Lord Carnarvon yang mendanai proyeknya untuk datang ke situs itu di acara pembukaan makam. Carter dan Carnarvon datang sore hari tanggal 24 November. Semua puing-puing disingkirkan untuk menyingkap pintu batu dan memperlihatkan segel Raja Tutankhamun.Saat pintu terbuka, perlu dua hari kerja keras membersihkan puing-puing pada tangga yang lain. Mereka menemukan pintu kedua, yang memiliki dua segel, yaitu Royal Necropolis dan Tutankhamun. Para pekerja membuat lubang di pintu batu dan melihat dengan cahaya lilin. Carter melongok ke dalam. Lord Carnarvon bertanya, ”Dapatkah kau melihat semua?”.Carter menjawab, "Ya, barang-barang yang menakjubkan.” Di sana, di ruang depan, ada harta karun yang sungguh luar biasa. Bahkan ada lebih banyak lagi di ruang dalam, butuh waktu tiga bulan untuk memasukinya.Lord Carnarvon sendiri yang membuka pintu ini pada 17 Februari 1923. Mumi Raja Tutankhemen terbaring dalam tiga lapis peti mati. Dua peti mati yang berada paling luar terbuat dari emas dan dipasang pada rangka kayu. Sementara peti mati yang paling dalam terbuat dari 300 pound emas murni. Dalam peti emas terbaring sesuatu yang menakjubkan. Mumi ditutup topeng kematian seseorang raja anak lelaki. Mumi Tutankhamun terbaring di bawah 13 lapis kain linen.Setelah Carter melepasnya, dia menemukan seuntai kalung tersembunyi untuk mengusir iblis. Selama berabad-abad, damar dan minyak pada mumi telah berubah jadi lem yang merekatkan kain linen.Untuk melepaskan kalungnya, Carter melakukan tindakan radikal dengan memotong-motong mumi. Sungguh fatal. Selama 14 hari, 2 orang yang terlibat meninggal mendadak.Pada tahun 1929 ada 13 orang meninggal karena ”Kutukan”. Lord Carvarnon meninggal 6 April 1923 karena pneumonia, komplikasi gigitan nyamuk terinfeksi. Para jurnalis menemukan prasasti dekat pintu makam berisi peringatan kematian.Mereka mengatakan, “Kutukan Fir’aun Tutankhemen yang membunuh Lord Carvarnon”. Kemudian, Lady Carnarvon menyusul suaminya ke alam baka dengan sebab kematian misterius.Pada tahun yang sama, seorang meninggal mendadak setelah mengunjungi makam. Ia Pecky Callender yang membantu Carter memasuki makam. Kematian misterius juga dialami seorang pengusaha kaya yang berkunjung ke makam Tutankhemen, George Jay Gould. Untuk tour itu, Gould harus membayar mahal. Malam hari setelah mengunjungi makam, ia terkena demam dan esoknya meninggal dunia. Harta karun Raja muda ini dipamerkan di museum-museum di seantero dunia.Arthur C Mace dari Metropolitan Museum of Art di New York dan George Benedite dari Museum Louvre, Paris, ikut meninggal dunia secara misterius setelah memamerkan harta karun tersebut di Museum mereka! “Kutukan Tutankhemen” yang disalahkan atas meninggalnya dua orang itu.Kutukan kembali beraksi dan disalahkan atas kematian orang-orang yang terlibat dalam ekspedisi ini. Sekertaris pribadi Howard Carter yang bernama Robert Bathnell ikut meninggal dunia secara misterius. Tiga bulan kemudian, ayah Bathell, Lord Westbury melompat dari lantai 7 dan tewas. Ia meninggalkan pesan, menyalahkan kutukan Tutankhemen atas kematian anaknya.Saat perjalan ke makam, kereta jenazah Lord Westbury menabrak seorang anak 8 tahun hingga tewas seketika, begitu juga denga seorang pegawai British Museum dalam bidang Egyptology.Selama tiga dekade, kutukan tidak menyerang hingga tempat peristirahatan Tutankhemen diganggu. Sampai saat ini, kurang lebih 25 orang meninggal dunia dan dihubungkan dengan kutukan Tutankhamun. Kasus terakhir menimpa wisatawan, Sheryl Munson pada tahun 1995. Banyak ilmuwan mulai melihat kutukan fir’aun secara ilmiah.James Randi, seorang pemain sulap terkenal, dalam bukunya Encyclopedia of Claims, Fraunds and Hoaxes of the Occult and Supranatural, menuliskan nama-nama semua orang Eropa yang hadir saat makam itu dibuka dan kapan mereka meninggal dunia.Pernah mendengar “tabel aktuaria?” Tabel ini memberi nilai harapan hidup berdasar tempat tinggal, merokok atau tidak, dll. Randi memeriksa tabel aktuari yang relevan untuk semua orang yang terlibat di makam Raja Tutankhemen dan siapa korban berikutnya. Orang-orang yang hadir di pembukaan makam hidup satu tahun lebih lama dibanding ramalan tabel aktuaria. Howard Carter meninggal pada usia wajar, 66 tahun.Dr. Douglas Derry, pembedah mumi, meninggal pada usia lebih dari 80 tahun. Alfred Lucas, ahli kimia penganalisis jaringan tubuh mumi, meninggal pada usia 79 tahun. Penelitian lain menunjukkan tidak ada pengaruh nyata pada harapan hidup orang-orang yang terlibat pada penggalian tersebut.Dapat disimpulkan, kutukan itu sama sekali tidak pernah ada. Benarkan penelitian ilmiah berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya? Benar. Pelakunya sebenarnya terdapat di dinding makam. Para korban mungkin tidak sadar, dinding-dinding makam yang penuh ornamen-ornamen indah menyimpan pembunuh mematikan yang telah berumur 3000 tahun lamanya!Dinding-dinding itu diselimuti oleh jamur cokelat kecil. Bakteri mungkin berasal dari plester atau cat dan hidup dalam kelembaban plester setelah makam ditutup. Pembunuh sebenarnya adalah jamur patogen mematikan bernama Aspergillus niger . Menyerang sistim pernapasan dan bisa berkembang dalam makam yang hangat. Satu-satunya makhluk yang dapat bertahan hidup selama 3000 tahun di makam dalam bentuk spora.Sheryl Munso kembali dengan ketahanan tubuh yang rapuh, inang utama bagi jamur itu. Spora terhisap dan menyerang sel-sel lemah, menghancurkan selagi menyebar. Sheryl Munson kekurangan oksigen setelah 10 hari masuk rumah sakit, fungsi paru-parunya berhenti.Tim dokter berhasil menemukan jamur Aspergilpplus niger saat melakukan biopsi paru-paru Sheryl Munson. Jamur yang mematikan ini lebih banyak ditemukan di dalam makam Tutankhamun, terutama di dinding makam. Sheryl ternyata melakukan hal yang fatal saat mengunjungi makam Tutankhemen.Ia menyentuh dinding makam dan mengusapkan jemari tangannya ke beberapa lukisan cat, hibgga jamur patogen yang mematikan bermigrasi ke tubuhnya. Begitu juga orang-orang yang terlibat dalam pembongkaran makam.Bekerja dengan mumi bisa fatal bagi para peneliti. Tindakan gegabah Howard Carter yang memotong-motong tubuh mumi sangat fatal. Para peneliti bisa menghisap spora dari debu mumi. Sebaliknya, peneliti bisa memberi bakteri & kelembaban pada permukaan mumi yang memicu pembusukan.Walau sudah mati ribuan tahun, mumi hidup bersama bakteri. Beberapa sangat mematikan, terlebih jika tidak memakai pelindung saat bekerja dengan mumi. Sangat rentan terinfeksi spora jamur, itu yang terjadi pada Carter dan orang-orang di sekelilingnya. Otopsi gegabah mumi Tutankhamun melepas banyak pembunuh mengerikan yang kasat mata.Parahnya, saat otopsi, Carter dan rekannya tidak menggunakan pelindung, hanya pakaian sehari-hari. Mungkin terjadi persilangan kerusakan antara para peneliti dan mumi. Tapi, banyak orang yang beruntung seperti Carter tidak terinfeksi.Darima asal mula kutukan itu?Kutukan dipopulerkan film-film Hollywood, tampaknya berasal dari buku fiksi. Mungkin cerita pendek berjudul Lost in a Pyramid: The Mummy’s Curse , ditulis oleh Lousia May Alcott pada tahun 1860.Kemungkinan lain adalah cerita yang ditulis pelukis Amerika, Joseph Smith (1863 - 1950). Menceritakan kutukan pada mertua Tutankhamun, Raja Akhenaton. Saat Tutankhemen menikahi anak perempuan ketiganya, takhta kerajaan diberikan kepadanya.

Menampilkan 24 dari 830 cerita Halaman 9 dari 35
Menampilkan 24 cerita