Temukan Cerita Inspiratif
Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.
Total Cerita
830
Genre Romance
166
Genre Folklore
166
Genre Horror
166
Genre Fantasy
166
Genre Teen
166
Tears
Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya. Ah, apa yang aku lakukan? Kini aku sendirian. Rintik hujan memberiku nyanyian sebuah lagu sedih. Seharusnya aku tak melepaskannya. Melepaskan pelukan hangat dari seorang gadis sebaik dia."Aku harus ke London." Elena memelukku erat. Air matanya jatuh begitu saja."Lalu? Aku harus bagaimana? Melarangmu? Menahanmu? Aku tak bisa Elena." Mataku tak bisa menatap gadis ini. Seharusnya aku melepaskannya sejak dulu."Elena ingin terus bersama Jerry." Ia memelukku makin erat. Ada jutaan cinta disana."Pergilah." Aku melepaskan Elena. Gadis yang tak seharusnya menjadi milikku.Aku bisa melihat rasa sakit dimatanya. Air matanya berderai menatapku. Ia tarik kopernya semakin menjauh. Aku tau apa yang ia rasakan. Ia bukan gadisku lagi. Elena harus pergi.Pesawat itu menghilang dengan cepat. Lunglai, kukendarai mobilku menuju rumah. Apa aku salah melepas Elena? Aku tak bisa menahan lagi. Kuhentikan mobilku di sudut jalan taman. Sepi. Aku biasa bersama Elena. Aku terlalu terbiasa. Hingga aku sulit melepaskannya. Rintik hujan ini mengingatkanku pada awal pertemuanku dengan Elena.***Gadis baru di kelasku itu sangat ramah. Ia tak sungkan berkenalan dengan semua anak 1 kelas. Termasuk kepadaku."Jangan pria itu. Dia terlalu pendiam. Dia bisa menyakiti perasaanmu." Kata salah satu temannya."Benar, Elena. Sebaiknya kau menjauhi pria itu. Bahkan tak ada satupun dari kami yang pernah berbincang panjang dengannya. Ia lebih banyak diam." Kata temannya yang lain."Kalian tak usah khawatir." Kata Elena menampilkan senyum.Elena menghampiriku. Ia menunjukkan senyum termanis yang menurutku biasa saja. Aku tak terlalu memperdulikannya. Aku membaca komik ku kembali. Gadis ini terus menggangguku. Mencari cara untuk ngobrol denganku. Untuk terakhir kalinya, ia menyingkirkan komik ku. Meletakannya di balik tubuh kecilnya itu."Apa maumu?" Bentak ku. Elena malah memasang wajah tak perduli."Kembalikan komik ku sekarang!" Bentak ku. Ia masih diam."Sebaiknya kau pergi!" Kini ia mau menatapku."Seharusnya kau lebih banyak bersosialisasi dengan kami." Kata Elena. Ia mengembalikan komik ku."Untuk apa?" Tanyaku datar. Ku buka kembali lembaran yang kubaca tadi."Apa kau tidak tidak butuh teman?""Tidak.""Teman bisa mendengar seluruh masalahmu.""Dan membocorkannya pada yang lain?""Mmm, itu bukan teman. Tapi kau bisa percaya padaku.""Trima kasih." Kata ku bangkit.Gadis itu tak punya lelah. Setiap hari ia berusaha mendekatiku. Meski ia tau pasti bagaimana akhirnya. Aku akan meninggalkannya begitu saja. Dia punya lebih banyak akal dari yang pernah ku fikirkan. Bukan hanya mendekatiku di sekolah. Kini dia juga mencari tau alamat rumahku. Mengikutiku sepulang sekolah. Aku sangat terganggu. Tak pernah ada teman sekolahku yang tau alamatku sebelumnya.Istirahat sekolah, ia kembali mengikutiku. Aku sudah mencoba untuk diam. Tapi dia tak berhenti mengganggu. Aku berbaring di atas pohon belakang sekolah. Menutup wajahku dengan buku. Ah, gadis ini terus berteriak dari bawah."Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?" Tanyaku jengkel."Berkenalan." Jawabnya dengan penuh kebahgiaan."Kau Elena, dan aku Jerry. Puas?" Bentak ku dari atas."Bukan itu. Apa kita tak bisa lebih dekat lagi?" Tanyanya. Aku melompat dari pohon."Ah, bukan. Maksudku bukan dekat seperti ini. Maksudku, dekat layaknya teman, bisa kan?" Tanya Elena."Tidak." Jawabku memalingkan wajah."Kenapa?""Semakin banyak orang yang dekat denganku, semakin banyak orang yang akan menangis saat aku pergi." Aku menundukkan kepala."Jangan begitu. Aku bisa menjadi temanmu. Aku adalah orang yang kuat. Buktinya, 3 bulan aku mengejarmu, dan aku masih bertahan." Kata Elena menatap wajahku dari bawah.Aku hanya bisa tersenyum menatap wajahnya. Sudah lama, atau aku memang tak pernah menatap wajah seorang gadis. Elena memelukku seketika. Menenangkan. Aku membalas pelukannya.Beberapa bulan berlalu, dan aku masih bersama Elena. Tak ada yang lain. Karna aku memang tak suka bersosialisasi. Aku dan Elena selalu mengerjakan tugas bersama. Hanya dia lah satu satunya orang yang bisa membuatku tertawa. Termasuk pagi ini ketika ia mengajakku berlarian di taman. Tapi mendadak, dadaku sakit, sungguh sakit. Aku hampir tak bisa merasakan getaran jantungku. Tuhan, jangan selesaikan ini sekarang. Jangan di depan Elena. Aku masih ingin merasakan kebahagiaan. Tubuhku tumbang. Aku tak kuat. Ku pegang dadaku sangat erat.Elena menemukanku tengah terkapar. Aku bisa menatap air matanya. Ia terdiam. Aku tau apa yang ia rasakan. Ah, rasa sakit ini kian menghilang. Terima kasih Tuhan. Aku bisa tersenyum menatap Elena."Kenapa?" Tanyaku tersenyum."Kamu.. kamu sakit? Wajahmu pucat. Aku panggilkan ambulan ya?" Kata Elena. Ada kekhawatiran dalam nada bicaranya."Ayo kita bermain lagi!" Kataku bangkit, kemudian duduk di samping Elena."Jujurlah Jerry, aku tau kamu menyembunyikan sesuatu." Kata Elena. Air matanya tak hanya membasahi pipi. Tapi juga bajunya."Inilah alasanku, kenapa aku tak pernah mau punya teman. Aku tak ingin melihat orang lain menangis." Kata ku mengusap pipi Elena dengan ibu jari."Kau orang yang kuat bukan? Tolong jangan menangis di depanku. Aku membencinya. Atau aku akan benar benar meninggalkanmu." Kata ku bersila di depannya."Ah, kalau begitu, kau harus cerita." Kata Elena. Ia terus menatapku."1 thn yang lalu, aku sama sepertimu. Seorang anak baru. Kau tau kenapa aku pindah?" Aku menundukkan kepala."Kenapa?""Aku punya banyak teman di sekolah lama ku. Hingga kemudian, penyakit menyebalkan itu datang. Aku menceritakannya pada salah seorang teman. Dan hal itu, membuatnya terus menangis. Aku tau bagaimana perasaannya mendengar kabar dariku. Padahal, aku telah menyuruhnya untuk diam. Tapi, dia malah menceritakannya pada teman yang lain. Mereka semua. Teman 1 kelas. Mereka menangis. Setiap hari mereka bersandiwara di depanku. Mencoba tersenyum saat melihatku. Aku tak menyukainya. Aku tak suka dikasihani. Aku membencinya." Air mataku menetes."Maafkan aku. Aku tak mengetahuinya." Elena memelukku. Aku bisa merasakan hangat air matanya."Jangan menangis. Atau jantungku akan benar benar berhenti." Kata ku tak membalas pelukannya."Iya, iya. Aku berjanji. Aku tidak akan menangis di depanmu. Aku akan selalu di sampingmu." Kata Elena menyeka air matanya.***Dan kini, ia telah melanggar 2 janjinya padaku. Janji untuk tidak menangis di depanku dan janji untuk tidak meninggalkanku. Tapi, aku bisa apa? Elena hanya teman. Hanya seorang teman. Aku tak pernah memberinya status hubungan yang lebih. Karena lebih dari itu, aku akan lebih sering membuatnya menangis.Aku keluar dari mobil. Berdiri di depannya. Tubuhku kian rapuh. Dingin menusuk tulangku. Ah, jantungku. Rasa sakit itu hadir lagi. Aku tak kuat berdiri. Kaki ku tak kuat lagi menopang tubuh. Tuhan, aku merelakan ini sekarang. Kubiarkan raga ku terjatuh. Terkapar sendirian. Aku merelakannya. Kini aku tak perlu khawatir akan air mata Elena. Ia telah pergi. Tepat sebelum rasa sakit yang luar biasa ini datang. Ku rapatkan kelopak mataku. Mencoba tertidur di tengah hujan. Tidur yang lebih lama. Tuhan, aku telah siap."Jerry..." Seseorang mengelus pipiku lembut.Kehangatan air ini terus menetes. Bukan air hujan. Ini air mata. Orang ini memeluk tubuhku. Aku bisa merasakan kehangatan jaket bulu nya. Elena. Aku yakin ini dia. Tuhan, beri aku kesempatan. Sedikit saja. Aku ingin mengelus pipi lembut Elena untuk yang terakhir. Ku coba membuka mata. Perlahan. Ah, rasa sakit di jantungku kian berat. Sangat sakit."Ha... hai..." Kata ku lemah."Jerry. Maafkan aku. Seharusnya aku selalu berada di sampingmu. Ini janjiku." Air mata Elena mengalir sangat deras."Tapi ini takdirku. Jika ini saatnya, aku akan sangat bahagia telah mengenalmu." Kata ku tersenyum. Mengusap pipi Elena yang lembut."Jangan berbicara seperti itu. Aku panggilkan ambulan ya?" Elena akan beranjak. Namun, aku menahan lengannya."Nggak. Waktuku hanya sebentar. Aku hanya ingin menatap wajahmu. Jangan menangis. Apa kau lupa dengan janjimu?""Jerry, aku mencintaimu. Lebih dari teman. Jangan tinggalkan aku.""Ayolah, jangan menangis. Usap air matamu. Tidak cocok berada di sana.""Hhufft..." Elena menarik nafas dalam. Ia usap air matanya. "Jerry, ini tak akan bertahan lama.""Aku juga tak akan lama melihatmu. Sekarang, katakan. Apa maumu?""Nggak. Seharusnya aku yang bertanya. Apa maumu? Hal apa yang bisa aku lakukan untuk mempertahankanmu?""Nothing. Just... berjanjilah padaku. Saat aku benar benar menutup mata. Jangan berteriak. Aku akan sangat terganggu. Percayalah, ini takdirku.""Jerry..." Aku bisa melihat usaha Elena membendung air matanya."Trima kasih." Ku kecup kening Elena. Untuk yang pertama dan terakhir.Ah, Tuhan, ini sangat menyakitkan. Aku tak bisa merasakan kakiku. Ku genggam tangan Elena. Mencoba menetralisir rasa sakit. Terima kasih Tuhan. Aku melepaskan genggamanku perlahan. Bersamaan dengan kulepaskan raga ku. Bisikan terakhir Elena. Aku masih bisa mendengarnya."Kita akan bertemu di kehidupan berikutnya. Bersama kembali. Dan aku bisa menghilangkan air mataku tanpa bantuanmu lagi."
Letting go
Segelas air es dengan beberapa tetes gula diatasnya sedikit mendinginkan suhu tubuhku yang mulai meninggi. Kulingkarkan jemariku disekitarnya. Mengamati embun yang menetes sedikit demi sedikit meninggalkan kawannya yang lain. Kurebahkan kepalaku di atas meja hijau yang biasa kugunakan untuk membaca buku. Terlihat beberapa helai dedaunan kering yang gugur di luar jendela. Aku menarik nafas panjang, mencoba menenangkan diri. Hingga sesuatu memaksaku untuk mengistirahatkan kedua bola mata yang belum kutidurkan sejak semalam.Suara denting lonceng di atas pintu kamarku membuyarkan pikiran yang entah sejak kapan tak lagi berada di tempatnya. Kuarahkan pandanganku ke asal suara yang sedikit menganggu perhatianku. Seorang pria dengan surai hitamnya yang lancip tersenyum dari sana. Langkah kakinya membawanya mendekatiku. Kutepuk tepuk ujung tempat tidur lembut. Ia sangat mengerti tentang isyaratku dan mengistirahatkan kakinya sejenak di sana."Jadi bagaimana?" Ia melipat kedua kakinya sesaat setelah ia duduk."Kau bertanya tentang apa? Aku yang harus meninggalkan kota ini besok atau sesuatu yang menyakitkan namun harus kulakukan?" Lagi lagi Kurebahkan kepalaku. Sejujurnya aku malas harus membahas ini dengannya."Kudengar suhu tubuhmu tinggi hari ini, bagaimana kau akan pergi besok?" Ia menyentuh keningku sejenak, menyamakan suhunya dengan keningnya sendiri."Aku tak sakit, hanya terlalu banyak berfikir. Kau tau kan bagaimana perasaanku pada Elena? Apa yang harus kukatakan padanya nanti?" Mataku mulai menerawang, membayangkannya saja terasa menyakitkan."Oh, tentang itu. Kau hanya perlu mengatakan bahwa kau tak bisa bersamanya lagi. Suatu alasan yang tak bisa kau utarakan membuatmu harus memutuskan hubungan itu." Ia memperbaiki caranya duduk, membuatnya lebih santai dengan bersandar pada kedua lengannya."Pantas saja kau tak pernah memiliki kekasih. Aku penasaran bagaimana caranya aku bisa lahir setelah dirimu. Apalagi dari rahim yang sama." Kugeleng gelengkan kepalaku saat menatapnya. Pria itu benar benar tak mengerti tentang sebuah hubungan yang didasari oleh cinta."Dasar." Ia menjitak kepalaku lembut. Kakakku memang orang yang selalu membuatku tersenyum.***Sekarang aku mulai memikirkannya lagi. Udara di ice cream shop ini terasa semakin dingin. Kedua telapak tanganku terasa begitu dingin. Huh, seharusnya aku mendengarkan apa kata kakakku tadi. Seharusnya aku membawa jacket buluku tadi.2 jam telah berlalu. Langit yang tadinya biru cerah telah berubah mendung. Kusandarkan kepalaku di bibir jendela. Tetes demi tetes hujan mulai turun membasahi jalanan yang telah lengang sedari tadi. Kulihat seorang wanita bergaun merah berlarian menembus hujan. Bahkan tas tangan kecil yang ia gunakan untuk menutupi kepalanya telah ikut basah karenanya. Gadis itu berlari dengan senyum yang mengembang. Menggambarkan kebahagiaan di setiap sudut wajahnya. Aku teringat kembali tentang Elena. Apa yang akan terjadi padanya nanti jika hujan terus turun seperti ini?Kutekan beberapa tombol nomor milik Elena. Oh, tentang nomor Elena, aku telah lama menghapusnya. Sejak sebuah kabar gembira serta menyedihkan datang dari sekolah." Nomor yang anda tuju sedang..."Sial.. Ada apa dengan Elena? Apa ia tak ingin menemuiku untuk yang terakhir kali? Apa ia tau apa yang ingin kukatakan?Belum sempat aku berfikir terlalu jauh, sebuah tangan lembut menyentuh pundakku. Elena, ia tersenyum melihatku. Rambutnya yang kecoklatan dengan wangi apel yang khas seakan memberiku pertanda bahwa ia baik baik saja.Elena duduk di depanku. Pakaian, tas, sepatu serta jam tangannya adalah barang barang yang pernah ia beli bersamaku. Oh, ada apa dengannya hari ini?5 menit berlalu, suasana terasa begitu canggung. 10 menit berlalu, kami masih tercekat dalam diam. 15 menit kemudian.."Permisi tuan.. Ini es krimnya.. Selamat menikmati.." Seorang pelayan mengantar pesanan yang entah sudah sejak kapan aku memesannya.Suasana yang bodoh. Bagaimana bisa aku mengajak Elena ke tempat seperti ini saat hujan turun diluar sana? Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakannya. Aku tak mau mengatakannya, bukan, aku tak bisa mengatakannya. Elena.. Aku.."Kupikir kau ingin mengatakan sesuatu padaku." Elena mulai memasukkan sesendok es krim ke dalam mulutnya."Bisakah kita membahas itu nanti? Bagaimana tentang kabar orang tuamu?" Aku mencoba tersenyum ke arah Elena."Mereka baik baik saja. Dan kau tau, bisnis ayahku mulai berkembang pesat." Elena mengatakannya dengan penuh semangat. Dengan senyum yang memenuhi seluruh wajahnya. Bagaimana mungkin aku akan merusaknya sekarang?"Baguslah.." Aku mulai menggaruk tengkukku. Tak tau hal apa lagi yang bisa dibicarakan."Dan tentangmu.. Apa Jerman begitu menyenangkan?"Bagaikan disambar petir ditengah hujan yang teramat deras, seluruh tubuhku terasa amat sakit. Aku tak tau bagaimana aku bisa menjelaskannya pada Elena. Aku tak tau bagaimana cara untuk membuatnya mengerti."Jeremy.." Suara lembut Elena membuyarkan lamunanku."Oh.. Itu.. Tak semenyenangkan saat aku bersamamu." Aku memaksakan senyumku. Entah ia menyadarinya atau tidak."Kau pasti bohong kan? Ada banyak gadis cantik disana. Apalagi kita hanya bisa bertemu beberapa kali dalam sebulan. Kau pasti bosan denganku."Elena menatapku sendu. Aku tau ada kerinduan yang teramat dalam dimatanya.Aku tak tau lagi apa yang bisa kukatakan. Elena sangat mengerti tentangku. Mungkin dialah satu satunya gadis yang bisa mengerti tentang duniaku. 2 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah hubungan untuk dibangun. Apalagi Elena membangunnya dengan penuh kasih sayang dari sikapnya yang lembut. Aku tak akan kuasa untuk menghancurkannya. Aku tak bisa menghancurkannya."Oh iya.. Bagaimana tentang sekolahmu?" Aku mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.Elena sangat antusias bercerita. Gadis yang saat ini duduk di didepanku dengan matanya yang berbinar terlihat begitu bahagia. Apa aku harus merusak kebahagiaannya sekarang?"Elena.. Bisa aku bertanya tentang sesuatu?" Tanyaku mulai memberanikan diri."Tentang apa?""Apa kau bahagia bersamaku selama ini?"Aku bisa melihat keterkejutan di wajah Elena. Mungkin pertanyaanku memang terlalu mendadak untuk ditanyakan disaat yang seperti ini."Tentu saja aku bahagia. Kalau tidak, kenapa aku harus susah payah bertahan?""Jadi kau bersusah payah untuk bertahan denganku?""Eh, maksudku..""Akhiri perjuanganmu untuk terus bertahan denganku."Aku mengatakannya dengan cepat. Kalimat itu meluncur keluar dari bibirku begitu saja. Tak pernah terfikir olehku akan begini akhirnya.Elena kembali memasang ekspresi terkejutnya selama beberapa detik. Sesaat kemudian air mata pertamanya keluar tepat di depan mataku. Ia hanya diam. Elena menangis dalam diam. Aku tau bagaimana rasa sakitnya. Aku merasakan hal yang sama, atau bahkan lebih menyakitkan karna aku sendiri yang harus mengatakannya."Kenapa? Apa alasanmu menghentikanku?" Elena kembali meneteskan air matanya yang amat berharga."Karna aku ingin melihatmu bahagia bersama orang lain.""Jadi kau menemukan gadis yang lebih baik dariku di Jerman?"Air mata Elena turun semakin deras. Aku ingin memeluknya sekarang. Aku ingin mengusap kepalanya dan menenangkannya. Aku tak ingin melihatnya menangis lagi."Bukan tentang itu. Ini semua tentang.. Beasiswa yang kudapatkan."Tiba tiba saja berkembang senyum di bibir Elena. Ia tersenyum mendengar kejujuranku. Kupikir ia akan merengek dan memintaku untuk membawanya ikut. Tapi aku salah, Elena telah tumbuh dewasa sebelum aku menyadarinya."Selamat Jeremy.""Jadi.. Tentang hubungan kita..""Apa kita tak bisa jika hanya seperti ini?""Aku tak akan kembali kemari hingga aku lulus nanti.""Aku bisa menunggu."Aku tak mau kau menungguku lagi. Sudah cukup kau menyia nyiakan waktumu untuk terus menungguku selama 2 tahun belakangan ini.""Jeremy.. Aku..""Aku juga mencintaimu. Tapi aku tak bisa memberikanmu harapan yang kemungkinan besar tak bisa kutepati. Aku berharap kau akan bahagia bersama pria lain diluar sana. Sikapmu padaku sungguh baik, dan kau akan menemukan kekasih yang lebih baik dariku. Aku tau rasanya sangat menyakitkan sekarang. Tapi rasa sakitnya tak akan bertahan lama, kau akan menemukan pria yang lebih baik.""Bagaimana bisa kau.." Elena terus menangis. Bahkan ia tak mampu lagi meneruskan ucapannya."Aku harus pergi sekarang. Pesawatku terbang besok dan aku belum mengemasi barang barangku." Aku bangkit dari duduk.Aku tersenyum ke arah Elena sebelum akhirnya berbalik ke arah pintu. Bulir bulir bening mulai memenuhi seluruh ruang di dalam mataku. Pandanganku semakin buram di buatnya. Aku tak bisa melepaskan air mata ini sekarang. Masih ada Elena yang melihatku di belakang sana."Aku akan mengambil tes beasiswa ke Jerman semester depan." Suara teriakan Elena menghentikan langkahku.Aku tak bisa menahan kakiku untuk tak berjalan kembali ke arahnya. Aku berhenti tepat di depannya. Membuat wajah kami terlihat begitu jelas satu sama lain. Elena terus menangis sesenggukan. Rasanya teramat sakit melihatnya seperti ini."Kau bisa mengambil tes itu. Tapi jangan membuatku sebagai alasannya. Dan saat kau mendapatkan beasiswa itu dan bisa pergi ke Jerman, aku berharap kau tak akan mengingatku lagi. Jangan pernah mengingat namaku lagi."Kukecup kening Elena cukup lama. Setetes air mataku jatuh begitu saja tanpa kusadari. Perasaanku masih begitu berat untuk melepaskannya. Aku menatapnya sekali lagi. Menikmati keindahan yang mungkin tak akan pernah kudapatkan kembali.Aku beranjak dari hadapan Elena dengan senyuman serta tangis yang kusimpan dalam hati. Kulangkahkan kakiku ke arah pintu dengan air mata yang semakin deras mengalahkan hujan diluar sana. Kusapu semua tanda sakit ini dengan kasar. Aku hanya ingin menunjukkan pada Elena bahwa aku baik baik saja. Aku akan bahagia tanpanya begitupun dirinya tanpaku.***"Sudah kau selesaikan?"Kakakku menyodorkan secangkir kopi hangat kepadaku. Kuhirup aromanya dalam dalam. Setidaknya secangkir kopi ini bisa menghangatkan tubuhku untuk sejenak. Masih ada 30 menit sebelum pesawat kami diberangkatkan."Hhh.." Aku hanya bisa menarik nafas panjang dengan mata yang menerawang entah kemana."Hadiah dari Elena."Sebuah kotak kecil berhiaskan pita berwarna kuning yang diserahkan oleh kakakku kini telah berada di tanganku. Aku membukanya perlahan, tak ingin merusak setiap sudut kertas yang telah dibuat Elena dengan susah payah. Di dalamnya berisi sekotak vitamin dan selembar surat yang ditulis oleh Elena. Bukan surat, lebih tepatnya notes."Semoga lekas sembuh" Hanya itu yang tertulis di sana."Tau darimana dia tentangku yang sedang tak enak badan?" Aku menatap ke arah kakak."Saat kau mencium keningnya. Oh iya, aku yang mengantarkan Elena kemarin.""Hmm." Aku tak peduli dengan ucapan kakak karna memang ia sangat suka mencampuri urusanku."Lelaki mana yang membiarkan gadisnya menangis di depannya seperti kemarin." Kakakku menyilangkan tangannya di depan dada. Aku tau ia sedang mengejekku sekarang."Lelaki yang ada di sampingmu." Jawabku sekenanya."Seharusnya kau menghentikkan air matanya kemarin.""Kau ini benar benar tak mengerti tentang perempuan. Saat mereka menangis, kita tak bisa menghentikannya. Yang harus kita lakukan adalah membiarkannya menangis agar perasaannya lebih lega. Setidaknya harus ada 1 orang yang tau tentang masalahnya.""Bilang saja kau tak bisa menahan tangisannya.""Memang seperti itu." Kataku menahan tawa."Lalu, kenapa kau tak mau Elena mencarimu? Ia sudah susah payah belajar untuk bisa menyusulmu ke Jerman.""Tentang itu.." Aku menahan kalimatku. Mencoba memikirkannya kembali. "Aku melihat seorang gadis yang berlari di tengah hujan kemarin. Ia terlihat bahagia dengan senyumannya. Aku teringat tentang Elena saat itu.""Maksudmu?""Hubungan jarak jauh yang kami jalani 2 tahun belakangan ini, aku tau sangat berat untuk Elena, tapi ia terus tersenyum melawan hujan badai yang terus menentangnya. Orang yang dekat dengannya pasti bisa melihat senyum Elena. Tapi orang tak mengenal Elena dengan baik, pasti akan berfikir kalau dia sedang bersusah payah menjalani hubungan yang tak pasti denganku. Aku tak mau orang lain berfikiran buruk tentang hubungan kami jika dilanjutkan lagi.""Setidaknya biarkan dia mencarimu jika ia bisa sampai ke Jerman nanti.""Karna wanita harusnya dikejar, bukan mengejar. Aku hanya ingin menghargai kodrat Elena sebagai wanita. Jika aku bisa kembali kemari atau Elena yang akan menyusulku, akulah orang pertama yang menemuinya dan ia temui. Aku akan terus mengawasi Elena dari jauh dan tersenyum di atas kebahagiannya nanti. Aku berharap Elena tak akan mengingatku, jadi ia juga tak mengingat kejadian menyakitkan yang dialaminya kemarin, dan kita bisa memulai semuanya dari awal lagi."
Chizuko Mifune
Salah satu figur tersohor yang tercatat dalam sejarah kewaskitaan adalah seorang wanita Jepang bernama Chizuko Mifune. Perempuan kelahiran 17 Juni 1886 ini punya kemampuan supranatural melihat sesuatu dari jarak jauh.Chizuko Mifune adalah gadis yang terlahir di tengah keluarga tabib. Pada usianya yang ke-22, tepatnya tahun 1908 ia menikah dengan seorang angkatan darat. Namun tak lama setelah pernikahan, suaminya harus bertugas di medan perang. Chizuko pun tinggal bersama kedua mertuanya. Suatu kali, tanpa sengaja ia mendengar mertua lelakinya kehilangan uang 50 yen yang tersimpan dalam dompet.Dengan kemampuan yang ia miliki, Chizuko berhasil mengetahui jika uang tersebut tidaklah hilang, melainkan berada di laci mereka. Ia pun memberitahu kedua orangtua suaminya itu, namun niat baiknya justru berbuah tuduhan pencurian yang ditudingkan padanya. Perempuan malang tersebut pun dipulangkan ke rumah orangtuanya setelah dipaksa bercerai dengan sang suami.Kehidupan rumah tangga yang seumur jagung itu rupanya tak membuatnya putus asa. Di rumah orangtua sendiri, ia membantu meracik obat dan mengobati pasien. Memanfaatkan kemampuannya, Chizuko bisa melihat letak penyakit dan mengobati dengan cara cepat dan tepat. Namanya pun kian dikenal orang sebagai tabib yang manjur.Pasien pun terus berdatangan, dan kehidupan keluarganya makin sejahtera. Tak lama, kemampuan Chizuko diketahui oleh Kiyohara, kakak iparnya yang kemudian menyarankan agar ia mendalami ilmu hipnosis. Menuruti saran dari saudaranya, bakat Chizuko pun makin berkembang dengan bantuan Kiyohara. Daya terawang jauhnya juga makin dikenal banyak orang.Namanya yang makin dikenal publik rupanya membuat Chizuko berada dalam masalah. Kehidupan keluarganya tak lagi tentram. Terlebih kakak iparnya menuntut 50% dari hasil yang diterima Chizuko karena merasa turut andil mengembangkan kemampuan itu. Di saat yang sama, media cetak menyebarkan berita tentang penerawangannya.Berita kehebatan perempuan muda tersebut rupanya mengguncang para ilmuan Jepang. Akhirnya, Chizuko pun diundang ke Universitas Teiyo, Tokyo. Orang-orang jenius dari Jepang berkumpul untuk menyaksikan kemampuannya. Pengujian dilakukan menggunakan tabung kecil terbuat dari logam. Panitia meletakkan 3 huruf kanji yang sebelumnya disegel rapat.Chizuko diminta menunjukkan huruf apa yang tertulis dalam tabung tanpa membukanya. Dengan berkonsentrasi sesaat, ia mampu menulis 3 huruf tersebut di kertas lain. Tapi, keberhasilan itu tidak dipercayai panitia dan para ilmuan. Mereka justru menuduh Chizuku melakukan penipuan dan meminta diadakan pengujian ulang. Tes kedua pun dilakukan dengan lebih ketat, namun Chizuko lagi-lagi mampu menebak tulisan kanji itu.Meski sudah menyaksikan kehebatan penerawangan, para ilmuwan masih berusaha menyangkalnya. Bahkan di sebuah wawancara yang diadakan oleh media, orang yang merasa jenius itu tetap tidak mau mengakui kemampuan Chizuko. Kesalahan berikutnya dilakukan oleh media yang turut menyampaikan pandangan dari para ilmuan.Media menuliskan jika kewaskitaannya tidak terbukti dan dianggap penipu. Berita itu membuat Chizuko sakit hati dan akhirnya meninggalkan Tokyo untuk pulang ke kampung halaman. Dampak negatif dari pemberitaan media rupanya membuat masyarakat sekitar juga mencaci makinya. Tak tahan dengan penderitaan itu, Chizuko akhirnya memilih untuk mengahiri hidupnya di usia 25 tahun.
Wendigo Psychosis
Wendigo Psychosis merupakan salah satu Penyakit langka yang masih penuh misteri. Penyakit ini bukan berbentuk fisik melainkan semacam kelainan kejiwaan di mana bisa mengubah seseorang menjadi kanibal. Ya, ketika dijangkiti Wendigo Psychosis, orang tersebut akan berusaha untuk memakan manusia lainnya.Penyakit langka ini juga begitu membingungkan. Pasalnya, sama sekali tak diketahui sebabnya apalagi cara mengatasinya. Dipandang dari sisi logis pun juga sangat mustahil.Penyakit ini diyakini berasal dari daerah-daerah terpencil di Amerika Utara dan Kanada. Diketahui suku-suku di sana mengidap Wendigo Psychosis kemudian seketika menjadi kanibal. Istilah Wendigo Psychosis sendiri asalnya berasal dari Wendigo, semacam makhluk mitos buas yang dipercaya oleh orang-orang sana.Wendigo ini sering digambarkan sebagai monster ganas yang suka memangsa manusia. Saking sukanya, makhluk ini bisa menyantap beberapa orang sekaligus tiap kali berburu. Tak hanya digambarkan sebagai monster, Wendigo juga sering dikatakan berwujud arwah yang merasuki orang-orang untuk memakan sesamanya.Tidak pernah diketahui kenapa seseorang bisa terkena Wendigo Psychosis. Namun yang jelas, ketika terkena sindrom atau penyakit ini, maka ia akan berubah menjadi monster. Ibaratnya seperti Warewolf di mana ia langsung berubah ganas saat melihat bulan purnama. Walaupun Wendigo Psychosis sendiri tidak memiliki sebab tertentu.Ketika terjangkit Wendigo Psychosis, maka seseorang praktis akan menjadi kanibal. Mereka akan dengan ganasnya memangsa manusia kemudian memakannya sedikit demi sedikit. Wendigo Psychosis katanya tidak akan memakan daging dari mayat melainkan manusia yang masih hidup.Tanpa sebab kemudian tiba-tiba jadi monster, tentu adalah hal yang sangat janggal. Oleh karenanya, kemudian banyak orang yang meyakini jika Wendigo Psychosis tak lain adalah perbuatan roh jahat. Jadi, obsesi untuk memakan manusia sejatinya berasal dari mereka.Teori ini cukup sesuai kalau merujuk pada kisah asli Wendigo, di mana ia bisa merasuki seseorang untuk menjadi kanibal. Hal ini juga sesuai jika dilihat dari fenomena kesurupan di mana seseorang bisa berbuat hal-hal di luar akal begitu dirasuki oleh makhluk halus.Seaneh-anehnya penyakit di dunia, pasti ada cara penanggulangannya. Meskipun tidak untuk menuntaskan, tapi setidaknya ada penanganan untuk mencegah hal-hal buruk terjadi. Lazimnya seperti itu, tapi untuk yang satu ini, hal demikian tidak terjadi pada Wendigo Psychosis. Ya, hampir tidak diketahui bagaimana cara mengobati atau menanggulangi penyakit ini.Penyakit ini dulu pernah jadi semacam horor di Kanada dan Amerika Utara. Namun, seiring dengan berjalannya waktu Wendigo Psychosis seolah menghilang begitu saja. Tak pernah ada lagi laporan tentang orang-orang yang ketahuan jadi kanibal secara instan gara-gara penyakit ini.Meskipun demikian, beberapa orang di daerah sana cukup waspada terhadap penyakit ini. Lantaran hilang secara tiba-tiba, maka memang bukan hal yang tidak mungkin bagi penyakit ini untuk muncul secara tak terduga pula.
Cermin Ungu
Murasaki Kagami (Cermin Ungu) merupakan salah satu legenda minor di Jepang, yang berarti legenda ini ada namun kurang dikenal. Ada banyak variasi legenda cermin ungu tergantung dari daerahnya masing-masing, baik yang melibatkan wujud fisik dari cermin berwarna ungu maupun sekedar melibatkan frase “cermin ungu” saja. Namun inti kisahnya hampir sama, yaitu siapa yang tidak bisa melupakan frase “cermin ungu” sebelum ulang tahun ke-20, maka orang itu akan mati.Berikut salah satu versi legenda cermin ungu yang paling populer:Kata “cermin ungu” sangat terkutuk. Jika orang muda mengingatnya hingga berusia 20 tahun, mereka akan mati. Ada rumor legenda ini disebabkan oleh sebuah cermin ungu dan gadis pemiliknya.Konon, seorang gadis merasa sangat bahagia saat mendapat hadiah cermin dari ibunya. Suatu ketika dia mewarnainya dengan warna ungu. Dia hanya ingin menghiasnya seperti yang biasa dilakukan oleh para gadis terhadap barang-barang kesukaannya.Namun ternyata, cermin tersebut tak lagi terlihat indah. Walaupun dia berusaha untuk menghapus warna ungu tersebut, cermin itu tak pernah lagi sama indahnya dengan sebelumnya.Beberapa waktu kemudian dia meninggal karena sakit pada usia 20 tahun (kesehatannya memang kurang bagus sejak anak-anak).Dengan penyesalan mendalam karena telah merusak cermin tersebut, dia bergumam “cermin ungu, cermin ungu, cermin ungu…” hingga saat terakhirnya tiba. Sejak saat itu, kata “cermin ungu” menjadi terkutuk dan jadi momok bagi mereka yang berusia di bawah 20 tahun.Versi lainnya adalah ungaikyo yang juga bisa diterjemahkan sebagai cermin ungu. Legenda tersebut bercerita tentang cermin tangan berwarna ungu yang mengutuk anak-anak yang melihat kedalamnya.Ungaikyo ini hanya mengutuk anak-anak berusia dibawah 13 tahun. Itu karena ungaikyo adalah yokai dan angka 13 tahun merupakan usia dewasa untuk yokai, membuat mereka yang berusia 13 tahun boleh dijadikan korban untuk ritual ungaikyo.Bentuk asli ungaikyo adalah kaca bulat yang dihiasi oleh api ungu. Ketika targetnya mencapai usia 13 tahun, ungaikyo akan menjebak mereka dalam dunia cermin dimana orang tersebut takkan pernah bisa keluar dari sana.Cermin ungu ini juga pernah diangkat dalam sebuah film horor berjudul Murasaki Kagami (2010). Kisahnya bertutur tentang dendam seorang gadis muda kesepian yang secara bertahap tumbuh di dalam sebuah cermin selama bertahun-tahun.Minako adalah seorang anggota klub tenis di sekolahnya. Klub tersebut membutuhkan penginapan untuk training camp mendatang, jadi mereka memutuskan untuk menggunakan gedung sekolah lama yang sudah ditinggalkan.Didalamnya, terdapat cermin besar yang menjadi subyek dari sebuah legenda urban sepanjang yang bisa diingat oleh mereka. 10 tahun lalu, 2 gadis memutuskan untuk mencoba kebenaran legenda cermin ungu dengan mengucapkan kata “cermin ungu” sambil melihat kedalamnya.Segera setelah momen tersebut, satu orang gadis berakhir dengan kulit muka yang robek, sementara gadis lainnya menjadi sepenuhnya gila.
Hutan Aokigahara
Aokigahara adalah hutan yang terletak di sebelah Barat Laut Gunung Fuji, membentang dari kota Kawaguchiko hingga desa Narizawa, Prefektur Yamanashi. Aokigahara disebut juga “hutan lautan pohon” dan “Lautan pohon gunung Fuji”. Disebut demikian karena jika angin meniup pepohonan di sana terlihat seperti keadaan ombak di laut. Usia hutan ini diperkirakan sekitar 1200 tahun. Hutan ini dikenal sebagai tempat bunuh diri populer di Jepang.Hutan tersebut dilaporkan sebagai tempat bunuh diri yang paling populer di seluruh Jepang dan masuk peringkat dua di dunia sebagai destinasi bunuh diri setelah Jembatan Golden Gate di San Francisco. Angka kasus bunuh diri bervariasi, namun dari yang sejauh ini didokumentasikan sejak tahun 1988, sekurang-kurangnya ada 100 peristiwa bunuh diri terjadi tiap tahun di sana.Berbeda dengan kawasan-kawasan hutan wisata lain yang sering dikunjungi orang-orang, di pintu masuk Aokigahara akan ditemui papan besar yang berisi nasihat-nasihat dan kalimat persuasif untuk membatalkan niat bunuh diri. Jepang, menurut data WHO, adalah salah satu di antara sepuluh negara yang warganya gemar memilih bunuh diri. Tradisi itu bahkan ada sejak era keshogunan.Namun dibalik itu semua, hutan ini merupakan salah satu tempat wisata favorit di Jepang. Ada satu persyaratan jika para wisatawan ingin mengunjungi hutan ini yang amat wajib ditaati. Yaitu Pengunjung tidak boleh sama sekali berjalan sendirian ketika di Aokigahara.Bagi yang belum mengenal betul daerah ini, Aokigahara menyediakan pemandu wisata dengan beragam paket wisata. Disarankan memang wajib dan harus menggunakan pemandu wisata, yang sudah benar-benar mengenal seluk beluk hutan Aokigahara ini.Hutan Aokigahara memiliki bebatuan yang indah dan gua-gua es yang tak heran beberapa diantaranya jadi destinasi wisata populer.Popularitas Hutan Aokigahara menjadi tempat bunuh diri diperkuat sebuah novel top ‘Koroi Jukai’ karya Seicho Matsumoto. Novel yang terbut 1960 menceritakan tentang dua orang yang dimabuk cinta berkomitmen menakhiri nyawa demi cinta di hutan tersebut.Namun, sejarah Aokigahara sebagai tempat bunuh diri jauh sebelum novel itu beredar. Aura kematian sudah lama tercium dari hutan tersebut. Ritual ubasute (menyepi hingga ajal) dilakukan di hutan itu sejak abad ke 19.Aokigahara bahkan disebut-sebut punya kaitan historis dengan setan atau hantu dalam mitologi Jepang. Sejak tahun 1950, lebih dari 500 orang mengakhiri nyawanya di hutan ini, atau rata-rata 30 orang tiap tahun. Pada tahun 2002, 78 mayat ditemukan gantung diri dan membusuk di hutan ini. Jumlah itu mengalahkan rekor sebelumnya, yakni 73 mayat pada 1998.Pada 2003, jumlah bunuh diri naik menjadi 100, di tahun itulah pemerintah memutuskan menutup rapat-rapat informasi jumlah orang bunuh diri, untuk menurunkan popularitas Aokigahara sebagai lokasi bunuh diri.Sejak tahun 1970, dibentuk tim yang terdiri dari polisi, relawan, dan jurnalis yang bertugas menyusur hutan mencari mayat-mayat. Namun, kerja tim tersebut kalah berat ketimbang pekerja hutan. Merekalah yang bertugas membawa mayat dari hutan ke pos penjagaan hutan.Tubuh-tubuh mayat yang sudah membusuk biasanya ditempatkan di kamar khusus bagi para korban bunuh diri. Setelah itu dengan akan ditunjuk satu dari petugas untuk menemani jenazah di kamar tersebut. Biasanya pengundian itu dilakukan dengan cara hom pim pa, atau dengan cara lain.Sebab, diyakini akan berakibat buruk jika jenazah ditinggalkan sendirian. Arwah penasaran jenazah itu, ‘yurei’ akan menjerit-jerit sepanjang malam. Tak hanya itu, jenazah itu akan berpindah dengan sendirinya. Kenapa mereka sangat berani ya melakukan pekerjaan ini? Hebat dah..Sudah banyak sekali upaya demi menekan angka bunuh diri di hutan ini, selain memasang papan peringatan dan nasehat. Pemerintah juga memasang CCTV demi mengawasi orang-orang yang masuk ke wilayah ini.Di hutan Aokigahara terdapat dua gua misterius yang menjadi ciri khusus dari hutan ini yaitu Wind Cave dan Ice Cave. Gua ini menganga di permukaan tanah menyambut siapa saja orang yang datang ke hutan. Hutan ini juga menarik beberapa orang yang penasaran akan keunikan dan misterinya.Menapakan kaki di hutan ini Anda akan disambut dengan suasana yang sangat tenang dan sunyi dengan pemandangan pepohonan yang lebat dan mulut gua yang terbuka lebar menyambut kedatangan kita.Kepopuleran hutan Aokigaraha kembali mencuat setelah rilisnya film karangan sutradara Takimoto Tomoyuki. Dengan judul Jyukai – The Sea of Trees Behind (樹の海). Film ini bercerita tentang cerita empat orang yang memutuskan untuk melakukan bunuh diri di hutan ini.Sang sutradara sendiri pernah menemukan uang yang angkanya cukup fantastis yaitu US$3.760 dari sebuah dompet yang diyakini milik salah seorang yang bunuh diri. Tak heran jika selain jadi tempat wisata, tempat ini juga jadi surga bagi para pemulung yang memunguti harta yang ditinggalkan dari orang yang melakukan bunuh diri. Beberapa orang dalam pernyataannya pernah mengklaim menemukan kartu kredit, tiket kereta api berlangganan, hingga surat izin mengemudi.Hal ini juga menjadi alasan bahwa hutan Aokigahara merupakan tempat bunuh diri orang-orang yang tak biasa-biasa saja dalam bidang ekonimi. Kebanyakan dari mereka melakukan bunuh diri diduga karena tak kuat menghadapi tekanan dari realita hidup.Di Jepang sendiri, angka kematian akibat bunuh diri terus menunjukan peningkatan, bisa dibilang luar biasa untuk negara yang maju ini. Terutama semenjak kondisi ekonomi di negara ini mengalami penurunan dari sebelumnya.
Pulau Hashima Yang Tak Berpenghuni
Jepang tak hanya terkenal dengan hutan misterius Aokigaharanya saja, tetapi juga punya satu pulau bersejarah yakni Pulau Hashima. Pulau Hashima bisa dikatakan menjadi salah satu Pulau mati yang terkenal di Jepang karena berbagai kisah misteri di dalamnya. Pulau ini merupakan pulau tak berpenghuni yang berada di lepas pantai di Jepang.Dahulu, pulau ini dihuni oleh puluhan ribu orang yang mayoritasnya adalah kaum pria, para pekerja batu bara. Sekitar satu abad lamanya sejak tahun 1887 hingga 1974 pulau ini dihuni. Selain dihuni sekitar ribuan pekerja tambang batu bara, dulunya Hashima juga menjadi salah satu pulau dengan jumlah penduduk cukup padat. Pulau ini dihuni 5.259 warga dan didominasi kaum pria.Pada 1890, sebuah perusahaan besar bernama 'Mitsubihi' membeli Pulau Hashima ini untuk membangun proyek batu bara di dasar laut. Bahkan, di tahun 1916 pihak Mitsubishi membangun apartemen dengan sembilan lantai yang dibangun untuk tempat tinggal para pekerja agar terhindar dari terpaan angin topan di sekitar pantai.Namun di tahun 1974, pulau seluas 6,3 hektar tersebut resmi ditutup dan proyek pengerjaan batu bara pun dihentikan karena tak ada lagi batu bara yang tersisa di dasar laut. Kemudian para penduduk pun mulai pergi meninggalkan Pulau Hashima hingga akhirnya pulau ini menjadi seperti pulau mati karena tak berpenghuni.Meskipun telah resmi ditutup sekitar tahun 2000-ann, ketertarikan para wisatawan yang datang ke Jepang untuk melihat lokasi bekas penambangan batu bara tersebut baru mulai muncul setelah 9 tahun berlalu.Hingga akhirnya lokasi ini pun kembali dibuka untuk umum, khususnya para wisatawan yang datang ke Jepang.Tepat di tahun 2015 lalu, UNESCO menobatkan gelar pada pulau tak berpenghuni ini sebagai warisan sejarah dunia. Tapi sayangnya, penobatan tersebut menuai kontroversi bagi negara Tiongkok dan Korea. Pasalnya saat Perang Dunia II banyak kabar yang beredar bahwa banyak sekali para pekerja batu bara asal Tiongkok dan Korea yang menjadi tawanan.Empat dari lima pekerja paksa tewas setiap bulannya di pulau tersebut akibat kecelakaan saat bekerja, karena tidak adanya prosedur keamanan yang mumpuni untuk para pekerja. Hal itu diungkapkan Suh Jung Woo, salah seorang mantan pekerja batu bara di Pulau Hashima, dalam sebuah wawancara pada 1983. Namun, pemerintah Jepang tetap mengelak jika disinggung soal nasib para pekerja paksa tersebut.Setelah tak berpenghuni lagi, pulau ini menjadi salah satu pulau yang memiliki sejarah cerita menyeramkan tentang para pekerja batu bara yang dipaksa bekerja hingga akhirnya banyak yang meninggal dunia. Kemudian mulai ditinggal para penduduk lainnya dan menjadi pulau mati.Seluruh bangunan di Pulau Hashima ini dibiarkan begitu saja, hingga akhirnya bangunan disana pun mulai runtuh seiring dengan berjalannya waktu. Bangunan-bangunan tua di Pulau Hashima tersebut menjadi angker dan menyeramkan. Banyak penduduk yang datang berkunjung ke pulau tersebut mengatakan pernah mendengar suara-suara misterius yang membuat merinding.Meskipun sudah terkenal dengan berbagai kisah menyeramkannya, Pulau Hashima ini tetap masih dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin menguji nyali di tempat bersejarah ini. Selain itu, Pulau Hashima yang menyeramkan ini juga sempat dijadikan lokasi syuting film Hollywood “Skyfall” yang dibintangi oleh James Bond.Demikianlah cerita singkat mengenai sejarah pulau menyeramkan di Jepang, yakni Pulau Hashima.Sementara itu, cerita mengenai para pekerja paksa asal Korea di Pulau Hashima ini juga diangkat menjadi sebuah film yang dibintangi sederet aktor kenamaan Korea Selatan yakni Song Joong Ki dan So Ji Sub.
HOROR KONTES KECANTIKAN
Delia adalah gadis cantik berusia 17 tahun, sejak SMP Delia sudah sering mengikuti kontes modelling, didukung dengan postyr badan yangbtinggi dan wajah cantik menawan, membuat Delia dengan mudah memenangkan kejuaraan modelling tersebut. Bahkan sudah banyak agensi model yang mengajaknya untuk bergabung dengan mereka. Tapi karena Delia tetap menomor satukan sekolahnya sehingga dia hanya menjarikan modelling aebagai kegiatan tambahan dan tidak membuatnya menjadi pekerjaan utama.Sore ini Delia sedang bermain di rumah Agnes, kawannya dari kecil, Delia sedang asyik membaca buku novel yang dimiliki Agnes, sambil terbaring di ranjang, tiba-tiba suara Agnes mengagetkannya."Del... lihat deh ada iklan kontes kecantikan My Girl" ucap Agnes"Oh ya? Kayanya ga dulu deh nes, kan benta lagi mau ujian" ucap Delia Acuh sambil tetap membaca buku."Hadiahnya gede Del, seratus juta rupiah plus mobil seri terbaru" ucap Agnes memaksa Delia untuk melihatnya."Apaan sih nes?" Jawab Delia risih dengan pemaksaan yang dilakukan Agnes"Lihat dulu Del" paksa AgnesAkhirnya Delia pun melihatnya, "untuk pendaftarannya paling lambat besok nes" ucap Delia"Ya udah besok aku anterin, tapi jangan lupa kalau kamu menang, aku minta 10 persen dr hadiahnya ya" ucap Agnes sambil tersenyum licik."Apaan sih, ga usah kalau ga ikhlas" jawab Delia kesal"Bercanda Del, kamu harus ikut pokoknya"Akhirnya Delia pun menyerah, dia setuju dengan Agnes untuk mengikuti kontes kecantikan ini.Keesokan harinya, Delia dan Agnes ke tempat pendaftaran kontes kecantikan tersebut, saat sampai mereka melihat sudah banyak antrian gadis gadis mida yang berparas cantik.dan juga modis."Maaf pak saya mau mendaftar kontes" ucap Delia kepada penjaga keamanan"Silahkan ikut antri dulu" jawab bapak tadiSetelang setengah jam mengantri akhirnya Delia sampai juga ke petigas pendaftaran, Delia disuruh masuk ke dalam untuk sesi foto dan wawancara.Delia pun masuk ke ruangan tertutup, saat masuk.dia disambut fotografer dan mulai untuk sesi foto.Dan setelah itu fotografer menyuruh Delia untuk.masuk ke ruangan lain untuk sesi wawancara, Delia pun berjalan ke belakang gedung untuk mencari ruangan wawancara, dia melihat ada pintu berwarna hitam dipojok, Delia.pun segera membukanya.Saat pintu terbuka, Delia melihat ruangan yang sangat gelap, tidak ada lampu hanya cahaya dari luar saja, ada satu meja kecil dengan seorang wanita berbaju putoh yang duduk menatap Delia."Selamat siang saya Delia, salah satu kontestan model" ucap DeliaWanita itu hanya diam dan tangannya mempersilahkan Delia untuk duduk.Delia pun menurutinya, duduk didepan wanita tadi.Kesunyian sangat terasa diruangan iniTiba-tiba wanita itu berbicara"Nama kamu Delia?" Tanyanya"Iya betul.bu" jawab Delia"Kenapa kamu suka modelling?" Tanyanya"Karena saya merasa ini adalah pekerjaan yag menarik bu, dan bisa menghasilkan uang" jawab Delia jujur"Apakah kamu akan selamanya menjadi model?" Tanyanya"Saya tidak tahu bu" jawab Delia jujur"Kamu tahu resiko menjadi model itu apa?""Harus selalu menjaga penampilan bu" jawab Delia yakin"Bagaimana caramu menjaga penampilan agar tetap disukai?""Dengan makan yang aehat dan olahraga bu" jawabnya lancarSetelah itu suasana sunyi kembali, wajah ibu pewawancara yang selalu menunduk, membuat Delia tidak dapat jelas melihat wajahnya ditambah suasana ruangan yang gelap."Baiklah menurut saya kamu kandidat yang cocok untuk menjadi model kami" ucapnyaDengan wajah lega Delia tersenyun"Tapi ada satu syarat lagi" ucapnya"Syarat apa ya bu?" Tanya DeliaTiba-tiba wanita itu berdiri dan memperlihatlan wajhnya yang penuh luka dan sayatan serta robekan kulit dengan belatung belatungDelia melihatnya dan sangat ketakutan badannya gemetar dan tidak sanggup lagi.berkata kata"Syaratnya kamu harus mati" ucapanya sambil tertawa cekikikanSaat tersadar Delia segera berlari ke arah pintu, tapi pintunya macet, dia melihat hantu tersebut mendatanginy, Delia berteriak kencang dan hampir pingsan sesaat setelah hantu tersebut semakin dekat.Tiba-tiba pintu terbuka"Del" suara yang tak asing ditelinganya"Agnes... " ucap Delia segera memeluknya dan setelah itu Delia tidak sadarkan diriSaat membuk mata dan terbangun, Delia melihat sekeliling, beberapa orang sedang memberinya minyak kayu putih di hidungnya."Alhamdulillah kamu sudah sadar Del" ucap Agnes"Aku dimana?" Tanya Delia"Kamu pingsan Del, tadi setelah sesi foto, panitia yang akan mewawancaraimu menunggu hampir setengah jam, dan mereka mencai karena kamu.belum datang" cerita Agnes"Fotografer itu memberitahu aku, bahwa kamu tadi ke belakang, dan tetnyata kamu ada di ruang kosong belakang gedung, saat aku mendengar kamu berteriak" cerita Agnes lagiDelia merasa sangat ketakutan, wajahnya pucat dan dia tidak.memiliki tenaga untuk bersuara."Maaf ya nes, aku rasa aku ga mau ikut kontes kecantikan lagi" ucap Delia"Iya gapapa, kita pulang aja" ucap.Agnes menenangkanSaat taksi membawa mereka pergi dari tempat kontes, tiba-tiba mata Delia tertuju pada spanduk kontes, wanita berbaju putih dispanduk itu adalah hantu yang ditemui Delia.
HOROR BULAN MADU DI PULAU SEIZA
Hari ini menjadi hari yang paling ditunggu oleh Briane karena sebentar lagi dia akan memulai hidup barunya bersama Damian, dengan kebaya merah dan kain emasnya, Briane menjadi gadis yang paling cantik dihari pernikahannya, setelah menggelar akad dan resepsi mereka pun pulang kerumah dan masuk kamar."Akhirnya kamu resmi menjadi Istriku Bri" ucap Damian"Iya, masih ga percaya kamu sudah jadi suamiku mas" jawab Briane tersenyumMereka sudah mengenal hampir 2 tahun lebih, Damian manager perbankan yang sukses dengan karirnya, dan Briane menjadi guru di sekolah swasta, merupakan pasangan yang sangat ideal, mereka berdua memiliki paras yang rupawan."Aku punya hadiah untukmu Bri" ucap Damian sambil mengeluarkan amplop putih dari tangannya."Apa ini mas?" Tanyanya"Kado untukmu untuk pernikahan kita" ucap Damian melihat ke arah Briane dengan tersenyum.Brianepun membuka amplop tersebut, ternyata ada 2 lembar tiket pesawat dan voucher hotel untuk menginap."Bulan Madu di Pulau Seiza, Intim dan Hangat" tagline voucher hotel tersebut"Kamu mau ajak aku bulan madu?" Ucap Briane senang"Iya Bri, semoga disana kita akan merasakaan bulan madu impian kita" jawab Damian."Pulau Seiza dimana?" Tanya Briane"Salah satu pulau kecil di dekat pantai Jawa dan karena kecilnya hanya bisa menerima maksimal 2 tamu saja, jadi bulan madu kita akan sangat ekslusif tidak ada yang mengganggu."Terimakasih ya mas, aku sangat bahagia".Keesokan harinya mereka berangkat menaiki pesawat yang sudah dipesan, mereka berdua sangat antusias dengan perjalanan kali ini.Setelah sampai di Bandara ada mobil hotel yang menjemput mereka berdua,membawanya ke ujung laut dan disana sudah ada kapal ferry yang menunggu mereka, perjalanan dikapal ferry kurang lebih 3 jam mereka akan sampai dipagi hari, tapi dalam perjalanan dini hari selain dingin, awan terlihat sangat mendung dan gelap.Dan tibalah mereka di pulau Seiza, tidak jauh dari pelabuhan ada penginapan sederhana berwarna biru muda, dan mereka segera menuju ke lobby hotel tersebut."Selamat datang dihotel Seiza perkenalkan nama saya Indah saya akan membantu anda selama berada di pulau Seiza" ucap seorang ibu paruh baya dengan pakaian kemeja hitam dan celana kulot hitam menyambutnya."Iya bu saya Damian dan ini istri saya Briane, apakah kamar kami sudah siap?" Tanya Damian"Sudah pak Damian, semua kebutuhan bapak sudah kami siapkan dikamar, dan bapak tidak perlu khawatir dipulau ini hanya ada saya, jadi jika kalian perlu apa apa hanya tinggal telepon ke operator saja.Mereka berdua, Briane dan Damian saling melihat dengan bahagia, ini benar benar akan menjadi bulan madu yang sempurna, fikir Briane.Kamar dengan pemandangan laut yang indah, dan dekorasi eksotis menambah keromantisan bulan madu mereka.Tanpa terasa mereka menghabiskan waktu dikamar sampai malam.Dan waktunya mereka makan malam romantis dipinggir laut berdua."Silahkan, saya sudah siapkan makan malam romantis untuk kalian berdua" ucap Ibu Indah.Semua aneka makanan seafood ada disana dengan lampu lampu melilit dipohon pohon menambah kesan keromantisan malam ini, mereka berdua tertawa dengan penuh kebahagiaan sambil mendengar deburan ombak.Tiba-tiba dari pelabuhan terlihat kapal ferry datang ke pelabuhan, laki-laki itu membawa dua oramg tamu ke hotel.Damian mengajak Briane untuk ke lobi hotel dan protes, karenq dalam perjanjian hanya ada dua orang tamu ekslusif saja."Selamat malam bu Indah, saya mau protes kenapa ada tamu yang datang malam malam ke hotel ini, bukankah saya sudah membooking 3 hari di hotel ini" ucap Damian dengan nada marah."Sebentar pak Damian pasti ada salah paham" ucap bu Indah bingung."Malam bu Indah, saya membawa tamu untuk hotel ini,perkenalkan ini Nyonya Clara dan Bapak Januardi" ucap Bastian dari Biro perjalanan."Maaf pak Bastian, ini pasti ada kesalahpahaman, sampai 3 hari ke depan hotel ini sudah dibooking oleh Pak Damian" jawab bu Indah masih dengan nada kebingungan."Pak Damian? Ibu pasti sudah menerima pesan fax saya kan? Bahwa kemarin malam kapal ferry Pak Damian kecelakaan, dan tenggelam, dan tiga orang dinyatakan tewas termasuk nahkoda kapal bahkan mayatnya sudah dievakuasi oleh kepolisian setempat.Oleh karena itu saya memasukan Pak Januardi yang sudah waiting list untuk booking di hotel ini.Tiba-tiba Damian dan Briane hanya bisa berpandangan, bu Indah menatap mereka dengan penuh ketakutan."Tapi apakah bapak tidak bisa melihat mereka berdua disana?" Ucap bu Indah kepada pak Bastian"Siapa?" Tanya pak BastianPak Januardi dan Ibu Clara juga terlihat kebingungan.Pak Bastian mengajak Bu Indah ke dalam ruangan kantor, dan ibu Indah menceritakan kejadian bahwa pak Damian datang dengan ibu Briane, tidak mau membuat tamunya ketakutan pak Bastian menyuruh bu Indah segera membereskan kamar dan bersikap seolah tidak ada yang terjadi, bu Indah pun terpaksa menurutinya.Saat keluar dari kantor dengan pak Bastian bu Indah sudah tidak melihat Damian dan Briane di lobi, saat bu Indah kekamar, bu Indah juga melihat kamar dalam keadaan rapih.Dan bu Indah pergi ke tempat makan malam, disana ada piring makanan yang sudah dihabiskan, dan bu Indah melihat ke arah kapal ferry pak Bastian yang mau berangkat kembali kekota,disana bu Indah melihat Damian dan Briane tersenyum sambil melambaikan tangan mereka.
HOROR TEMPAT WISATA KAMPUNG CERIA
Widi senang sekali saat mengetahui kalau liburan sekolah kali ini mereka akan berlibur ke Bandung, mama sudah mempersiapkan semuanya untuk perjalanan. Adik kecil Widi yang bernama Niko juga sudah tidak sabaran untuk segera berangkat sore ini menunggu ayah pulang.Tidak lama, suara mobil ayah terdengar, merekapun segera menyambut Ayah dengan gembira.Mama mengambikan ayah secangkir kopi."Kita mau jalan jam berapa yah?" Tanya mama"Sehabis maghrib ya, ayah mau istirahat sebentar" jawab ayah."Hotelnya udah ayah pesan?" Tanya mama"Belum sempat mah, nanti aja sekalian pas disana, mungkin harganya malah lebih murah" jawab ayah dengan santainya."Bagaimana si ayah, kalau nanti susah dapet hotelnya bagaimana?" Tanya mama sedikit kecewa."Ini kan Bandung mah, hotel ada dimana mana" jawab ayah dengan santainya.Akhirnya setelah sholat maghrib mereka semua berangkat dari Jakarta menuju ke Bandung.Mereka tidak menyangka jalanan menuju ke Bandung sangat padat, bahkan dari tol saja sudah tidak bergerak, mereka lupa bahwa ini libur sekolah, pasti banyak yang berpergian atau pulang kekampungnya.Sudah hampir jam 12 malam mereka baru bisa keluar dari pintu tol dan jalanan pun tersendat sendat.Akhirnya ayah memilih untuk masuk ke jalan kecil dan menyalakan Google MAP mencari hotel terdekat.Saat diperjalanan Widi merasa ada yang aneh karena jalanan yang mereka lewati semakin mengecil."Ayah yakin bisa jalan lewat sini?" Tanya Widi"Ayah kan ikutin map saja sayang, kalau menurut map ini sekitar 20 menit lagi ada hotel terdekat, kita bisa menginap disana dulu untuk beristjrahat, ayah sudah merasa lelah menyetir" jawab ayah."Lagian ayah juga, mama kan sudah bilang booking hotel dari jauh hari" ucap mama kesal."Kamu lihat saja jalanan macet begitu, bagaimana juga kalau kita booking hotel, entah kapan sampainya" jawab ayah.Tiba tiba di depan jalan semua lampu mati, jalanan sangat gelap hanya terlihat lampu dari mobil yang membantu mereka melihat kondisi jalanan.Didepan ayah mengerem, sepertinya ayah menabrak sesuatu karena jalanan yang sangat gelap."Duk" suaranya cukup kencangAyah pun menghentikan mobilnya, dan berusaha melihat dari dekat apa yang menabraknya.Ternyata ada seorang pemuda sedang merintih kesakitan."Maaf kang, saya tidak lihat soalnya jalanannya gelap sekali" ucap ayah merasa bersalah"Iya tidak apa apa pak, memang sedang mati lampu" ucap pemuda itu sambil memegang kakinya."Apa ada yang terluka? Saya bantu kerumah sakit ya?" Ucap ayah"Tidak usah pak, saya mau masuk.kerja" jawab lelaki itu"Ya sudah saya antar ya, kerja dimana?" Tanya ayah."Di hotel ceria pak" jawab pemuda itu"Hotel? Apakah dekat dari sini?" Tanya ayah."Kurang lebih 10 menit lagi pak kalau naik mobil" jawab lelaki tadi"Baguslah kami memang sedang mencari hotel, kamu bisa antarkan kami kesana? Ucap AyahAkhirnya lelaki itu ikut bersama di mobil kami, dan dia memperkenalkan dirinya bernama Yadi, dia pun menunjukkan jalan untuk menuju ke hotel.Diujung jalan sempit itu terlihat cahaya lampu yang menyorot tajam, setelah lebih dekat ternyata itu adalah papan signage yang terpampang besar didepan pintu masuk "TAMAN WISATA KAMPUNG CERIA" padahal ini sudah lewat tengah malam.tetapi saat masuk ke dalam suasana lampu, orang dan hingar bingar musik dari mainan anak masih terlihat jelas, ternyata ini adalah tempat wisata yang sangat besar di Bandung, banyak orang menggunakan kostum, ada badut, ada banyak.atraksi yang menarik."Ini kan sudah tengah malam, kenapa ramai sekali?" Tanya Widi"Oh kalau lagi liburan sekolah begini taman wisata kami buka 24 jam" jawab Yadi"Wah seru banget, aku mau main" ujar Niko"Besok pagi ya Niko, ayah sudah capek sekali" jawab ayah dengan wajah lelah.Akhirnya mereka sampai di hotel ceria, terdiri dari beberapa kabin terpisah, setelah mendaftar ke resepsionis diantar Yadi, mereka pun akhirnya berpisah dan masuk ke dalam kamar."Aduh seneng banget lihat kasur, badanku pegel banget mah" ucap ayah."Iya pah aku juga" jawab mamaDan setelah mencuci muka mereka akhirnya langsung tertidur lelap.Begitupun Niko saat merebahkan badannya dikasur juga langsung tertidur.Widi melihat mereka sangat kelelahan, Widi pun mencuci muka, tapi anehnya dia tidak merasakan kantuk.Widi membuka jendela, melihat cahaya lampu dan kemeriahan diluar yang penuh warna."Aneh" fikir Widi tempat wisata buka 24 jam.Tidak lama ternyata Widipun tertidur pulas.Cahaya matahari yang masuk kekamar membangunkan Widi.Dia melihat Ayah, ibu dan Niko sudah siap dan sudah mandi."Ayo kak, cepat aku mau sarapan habis itu mau berenang, terus mau main di wahana" ujar Niko."Cepat kamu ganti baju, ga usah mandi dulu" ayah menyuruh Widi bergegas.Mereka menuju restauran hotel untuk sarapan, dengan aneka masakan khas sunda dan roti rotian, mereka sarapan sambil menikmati hari tersebut suasana sarapan kali ini sangat sepi tidak seramai malam kemarin.Akhirnya mereka menuju kolam renang, dengan area yang luas dan wahana yang menarik, Niko langsung menyebur kekolam tersebut, Widi sedang bersiap siap berganti baju, dia mencari ruang ganti, tetapi dia tidak ketemu, tiba tiba dia bertemu lagi dengan Yadi."Mencari apa teh" ucap Yadi"Eh kamu Yadi, aku lagi cari ruang ganti" jawab Widi"Ayu saya antar" ucap YadiWidi mengikuti Yadi naik ke tebingan jalan dan lumayan jauh dari area kolam renang dan dia menemukan pintu seperti gua."Ini ruang gantinya" ucap Yadi"Ini seperti Goa" jawab Widi dan setelah masuk.memang sangat gelap"Temanya memang tentang alam" jawab Yadi keluar ruangan setelah mengantarkan Widi.Akhirnya Widi dan Niko bersenang senang, walaupun hanya mereka berdua dikolam renang itu, Widi hanya berfikir mungkin mereka datang terlalu pagi.Setelah berenang mereka memainkan semua atraksi wahana, tetapi anehnya Widi.merasa orang-orang bertopeng itu selalu melihat ke arah mereka, dan sekali lagi hanya merekalah yang ada disini.Tidak terasa mereka bermain seharian sampai malam, begitu mereka merasa lelah dan ingin kembali ke hotel, suasana lampu dan orang orang mulai ramai lagi seperti semalam, oh mungkin ini memang ramai dimalam hari seperti suasana pasar malam, fikir Widi kembali.Akhirnya mereka sampai di hotel, ayah, ibu dan Niko langsung tertidur lelap.Tapi Widi sama.sekali tidak bisa memejamkan matanya, akhirmya Widi memutuskan untuk keluar, melihat keramaian tengah malam.di Taman Wisata Kampung Ceria ini.Anehnya saat melintasi.keramaian bulu kuduk Widi berdiri, mereka semua seperti tidak menghiraukan kehadiran Widi, sampai akhirnya Widi ke area kolam renang tadi, sangat ramai orang berenang tidak seperti pagi tadi, tiba-tiba Widi dikejutkan dengan laki-laki tua dengan rambut penuh uban memanggilnya."Neng..neng.." ucapnya sambil melambai ke arah WidiWidi berlari ketakutan, menuju ke arah hotel.Tiba-tiba laki laki tua itu sudah berada didepannya."Apa.yang kamu lakukan?" Tanyanya"Jangan macam-macam pak, saya akan teriak kalau bapak.mengganggu saya" ucap Widi"Neng jangan takut, saya justru mau menolong neng, neng tersesat?" Tanya bapak itu"Tidak pak, saya ingin kembali ke hotel" ucap Widi"Hotel apa neng?" Tanya bapak tua tadi"Ya hotel ceria lah" jawab Widi masih dengan nada ketakutan"Neng tahu sekarang neng dimana?" Tanya bapak tua tadi"Di taman wisata kampung ceria lah pak" jawab Widi"Neng coba lihat sekali lagi sekeliling" jawab bapak tua tadiTiba-tiba Widi menyadari bahwa suasana sepi tidak ada orang sama sekali, tidak ada lampu, tidak ada wahana bermain, semua yang dia lihat adalah taman bermain tua yang sudah tidak berpenghuni ditumbuhi tanaman rambat dan tidak ada orang sama sekali."Tadi ramai pak" jawab Widi ketakutan"Kamu sama siapa kesini?" Tanya bapak tua tadi"Sama keluarga saya pak" jawab Widi"Ayo antar bapak ke kekeluargamu" jawab bapak tua tadi.Widi berjalan dengan bapak tua tadi menuju ke arah kamar, betapa kaget Widi, ternyata dia melihat ayah, ibu dan Niko sedang tertidur pulas di rumput dibawah pohon beringin yamg besar."Ayah, ibu, Niko bangun kita harus segera pergi dari sini" ucap WidiMereka akhirnya membuka mata mereka, dan menyadari bahwa sekeliling mereka hanyalah kebun kosong, didekat mereka seperti ada kantor hotel yang sudah tua dan tidak terurus."Kenapa jadi begini tempatnya" ujar Niko kebingungan"Kamu siapa?" Tanya ayah kepada lelaki tua itu" Saya Jajang pak, penduduk sini, rumah saya dekat dengan taman wisata ini, tadi pas saya mau pulang kerumah, saya lihat anak bapak tengah malam jalan sendirian, saya yakin pasti ada yang aneh, makanya saya menghampirinya pak" jawab JajangTanpa berfikir lama mereka segera menuju mobil dan pergi meninggalkan taman wisata tersebut, dan Jajang menawarkan mereka untuk menginap dirumahnya sambil menunggu pagi.Disitulah Jajang bercerita kalau taman wisata kampung ceria ini, dua puluh tahun yang lalu adalah taman wisata terbesar di wilayah Bandung, ramai dan penuh atraksi. Sampai pemiliknya mengalami kebangkrutan bisnis dan tidak bisa mengelola taman wisata ini lagi, dan akhirnya taman wisata ini menjadi terbengkalai dan menjadi penuh misteri."Bagaimana kalian bisa sampai kesini?" Tanya JajangDiceritakan oleh ayah pertemuan mereka dengan Yadi dan dialah yang mengantarkan mereka ke taman wisata kampung ceria."Yadi ciri-cirinya seperti apa? Tanya Jajang penasaranSetelah ayah jawab, Jajang pun memberitahu kalau Yadi dulu adalah penjaga kolam renang di kampung ceria, dan dia ditemukan meninggal dikolam renang tersebut sekitar 15 tahun yang lalu, bersamaan dengan mulai ditutupnya kampung ceria ini,dan mayatnya dikuburkan di atas tebing dekat kolam renang, Widi jadi teringat tempat Yadi mengajaknya ke ruang ganti, jangan-jangan itu adalah tempat kuburannya Yadi.Widi tidak menyangka dengan kejadian yang dialaminya, semua tampak terasa nyata.Pagi hari saat mereka berpamitan, mereka melewati gerbang taman wisata kampung ceria, disitu mereka lihat gerbang sudah ditumbuhi daun jalar dengan kondisi rusak dan menyeramkan.Tiba tiba Widi melihat sosok wajah yadi di pos gerbang melihat ke arah mereka.
HOROR TERSESAT DI GUNUNG ABADI
Rinto, Dendi, Ricky dan Hendra adalah grup pecinta alam di kampusnya, mereka sudah beberapa kali naik gunung didaerah puau Jawa, dan mereka merencanakan bahwa di bulan ini setelah puasa mereka akan naik lagike Gunung Abadi, gunung paling tinggi yang ada dipulau tersebut, tetapi banyak juga yang tidak menyetujui rencana untuk naik ke gunung Abadi, karena banyak kisah-kisah menyeramkan yang beredar tentang gunung tersebut."Sudahlah gunung yang lain saja, jangan gunung Abadi" ucap Hendra"Tapi kita tinggal ke sana saja yang belum, gunung yang lain hapir smeua sudah kita daki" ucap Rinto"Menurut kamu bagaimana Rik?" tanya Dendi"menurutku semua gunung sama saja" ucap Riki"Ya sudahlah kita tetap lanjutkan pendakiannya, kalau kamu adarasa raghu lebih baik kamu tidak ikut dra" jawab Dendi bijakasana"Bukan takut, aku hanya merasa gunung Abadi itu terlalu tinggi untuk kita daki" uap Hendra tidak terima dibilang takut"Berarti sudah bulat kita akan tetap mendaki kesana minggu depan" ucap Dendiakhirnya semua pun menyetujuinya.Saat mau berangkat mereka semua berjanji akan bertemu di terminal, Dendi, Ricky dan Hendra sudah datang dan mereka masih menunggu Rinto.Tiba-tiba Rinto menuruni angkot dan dia tidak sendiri, dia bersama Anya pacarnya di kampus."Maaf ya teman-teman menunggu lama, maaf Anya sedang ditinggal Orang tuanya keluar ota, dan dia memaksa mau ikut kita naik gunung" ucap Rinto merasa bersalah dengan raut wajah teman-temannya yang tidak menyukai hal tersebut."Kamu ada-ada saja sih Rin, kamu tahu gunung Abadi ini pendakian kita yang paling sulit malah kamu ajak perempuan lagi, nanti cuma ngerepotin kita saja Rin" ucap Hendra kesal"Kenapa sih dra, Anya ini pacar aku, nanti aku yang tanggung jawab sama dia, aku kan gaminta tolong kamu juga buat jaga dia" ucap Rinto kesal"Rinto kan memang bucin sejak pacaran sma Anya" ucap dendi kepada Ricky yang mengangguk berarti diapun menyetujuinya.Karena sudah merencanakan lama, akhirnya merekapun tetap berangkat ke gunung Abadi pagi itu.diawal pendakian semua berjalan mulus dan tidak ada yang mengkhawatirkan, sampai mereka sore itu di pos 3 tempat mereka akan mendirikan tenda, ternyata kehadiran Anya lumayan membantu terutama karena Anya membawa bekal logistik yang enak dan memasaknya untuk anak-anak.Anya masak mie bakso dan juga daging bakar yang dibawanya, mungkin inilah pendakian dengan makanan terenak, fikir Ricky.Karena waktu sudah malam, mereka pun setelah makan memutuskan untuk tidur di tenda masing-masing, tenda besar diisi oleh Rinto, Anya dan Ricky dan tenda satunya untuk Hendra dan Dendi.Entah mengapa Ricky kebangunan malam itu untuk pipis, dia pun keluar untuk mencari tempat untuk membuang hajatnya tersebut, sekitar lima belas menit Ricky mau masuk ke tendanya lagi, dia mendengar ada suara kecupan didalam tendanya, fikrian Ricky tidak salah suaranya semakin jelas pasti Rinto dan Anya sedang bermesraan. Mendengar hal tersebut Ricky sampai tidak enak untuk masuk ke dalam tenda lagi tiba-tiba Ricky melihat di balik pohon ada macan putih melihat ke arahnya, tetapi hanya beberapa detik saja macan putih itu langsung menghilang, seketika itu juga Ricky merasa ada yang tidak enak di pendakian kali ini.Ricky sengaja tidak menceritakan hal kejadian kemarin kepada teman-temannya yang lain, karena itu adalah etika selama berada di pegunungan. Dia pun sungkan untuk menegur Rinto dan Anya takut nanti Rinto tidak terima dengan perkataannya.Jam 3 Pagi itu akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat lagi ke Puncak agar mereka bisa melihat sunrise di waktu yang tepat, cuaca malam itu sangat dingin, dan juga sangat gelap ketika mereka dalam perjalanan ke puncak tiba-tiba Ricky melihat macan putih itu lagi dibalik pepohonan, Ricky menepuk pundak Hendra."Dra coba kamu lihat dipohon itu ada macan" ucap RickyHendrapun menoleh dan melihat tidak ada apa-apa"gak ada apa-apa kok Rick" ucap Hendra merasa aneh dengan kelakuan RickyTiba-tiba ada angin yang kencang menerpa mereka, sampai mereka pun terjatuh karena angin tersebutDan saat itu juga mereka sudah ada didepan pohon yang sangat besar, yang sebelumnya tidak terlihat."Aduh ini dimana?"tanya Dendi"Perasaan Rute pendakian tidak ada pohon besar seperti ini" ujar Hendradan jalanan pendakian pun sudah tidak terlihat lagiMereka pun berusaha untuk tetap jalan untuk mencapai ke puncak, tetapi anehnya mereka akn kembali ke pohon besar itu lagi, dan itu terjadi berkalikali, sampai Dendi untuk meyakinkan meninggalkan slaernya di pohon Besar itu, dan mereka berjalan lagi, dan ternyata benar mereka akan kembali ke pohon tadi dengan slayer yang Dendi tinggalkan."Sepertinya ada yang tidak beres" ujar Hendra kita hanya berputar-putar saja"Ini salahmu Rin" ucap Ricky kesal"Kenapa kamu nyalahkan aku?" tanya Rinto marah dan tidak terima"kamu melanggar pantangan mendaki Rin, kamu membawa pacar kamu dan bermesraan kan kemarin malam" ujarRicky dengan wajah ketakutan"Apa?" ujar Dendi marah"kamu gila ya Rin" ucap hendra kesalAnya hanya terdiam menunduk dan malu"Maaf teman-teman aku khilaf" ucap Rinto mengakui dan merasa bersalah"Waduh pasti penunggu gunung ini yang membuat kita tersesat karena marah Rin" ucap Hendra hampipr mau mencekik Rinto dan dihalangi oleh Dendi"Berhenti jangan malah berkelahi, kita harus memikirkan bagaimana cara kita keluar dari sini" ucap Dendimereka pun akhirnya menenangkan diri."Bagaimana kalau kita menunggu pagi, lalu kita mulai berjalan lagi" ucap DendiDan akhirnya mereka setujuTetapi anehnya suasana bertambah gelap seperti malam, seharusnya dengan waktu perjalanan mereka seharusnya akan mulai terlihat matahari.Dan ternyata betul, mereka akhirnya tidak menemukan matahari lagi, hanya kegelapan, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan, tiba-tiba mereka melihat sebuah bangunan besar seperti istana, warna kuning keemasan, mereka semua mau masuk ke dalam istana tersebut tiba-tiba macan putuh yang dilihat dicky berada dihadapan mereka dan tiba-tiba berubah menjadi kakek-kakek tua."kalian tidak boleh pulang, kalian telah melanggar dan kalian semua harus menjadi tawanan kami" ucapnyaMulut kami semu aseperti tidak dapat mengeluarkan suara, tiba-tiba berpuluh-puluh prajurit dengan pakaian prajurit kerajaan mendekati mereka semua dan menangkap mereka memasuki kerajaan megah tersebut.mereka pun betemu dengan Raja Abadi, bertubuh kekar dengan paras tampan dan memakai pakaian raja kerajaan zaman dahulu kala, tetapi wajah raja Abadi sangat marah dan memelototi mereka."Kalian memang manusia tidak tahu diri" ucap Raja marahmereka semua sangat ketakutan"Tidak memiliki etika dan melanggarketentuan yang sudah ditetapkan oleh sang pencipta" ucap sang raja dengan suara menggelegar.Kalian harus menerima hukumannya, jiwa kalian akan kami tahan disini.lalu rajurit membawa mereka ke sebuah ruangan yang sangat gelap.mereka semua ketakutan tetapi anehnya mereka tidak dapat mengeluarkan suara satu katapun.tanpa makan dan minum mereka sudah merasa lemas, tetapi mereka tidak dapat melakukan sesuatu, sepertinya sudah berhari-hari yang mereka lalui.tiba-tiba disuatu malam mereka melihat cahaya."Dendi... Bismillah Dendi Ibu berhara kamu dalam keadaan baik-baik saja nak" dan suara itu menikuti cahaya tersebutTiba-Tiba mereka melihat cahaya kedua kali ini warnanya lebih terang dari sebelumnya"Hendra raung suara wanita tua menatap foto anaknya, Bismillah ibu kirimkan doa untuk kamu nak, semoga Allah selalu menjagamu" ucap Ibu Hendrabegitupun Ibu-ibu lainnya, doa mereka memeberikan cahaya bagi anak-anak tadisampai akhirnya datang macan putih menghampiri mereka"Itulah doa-doa ibu kalian yang didengr oleh Allah, dan kami tidak boleh lagi untuk menawan kalian disini" ikutilah cahaya itu dan pulang.Akhirnya mereka mengikuti ucapan macan putih mengikuti cahaya yang tadi sudah berkumpul dan menjadi satu, saat mereka melewati cahaya itu, tiba-tiba mereka sudah kembali ke jalan dakian pos 3 terakhir tempt mereka mendirikan tenda.Mereka pun segera turun ke gunung dan pulang ke rumah msing-masing.Seakan akan keluarga mereka tidak percaya anak-anak yang hilang mendaki itu sudah kembali setelah 3 bulan hilang sebelumnya dan mereka kaget karena hanya merasakan berada di istana jin tersebut beberapa hari saja. Keluarga mereka amat senang bukan kepalang terutama anak-anak itu mereka langsung menangis ke ibu masing-masing karena doa mereka lah yang menyeamatkan hingga bisa kembali ke dunia manusia lagi.Ini menjadi pelajaran buat mereka semua untu menjaga kesopanan saat berada dimanapun, terutama untuk Rinto dan Anya.
Find me jpg
Ada sebuah Urban Legends yang cukup terkenal di Dunia Maya pada tahun 2003. Sebuah foto gadis hilang tersebar luas di internet. Tidak ada info yang jelas mengenai gadis tersebut, semua informasi yang bisa anda dapatkan hanya isi foto tersebut.Foto tersebut bisa dicari di internet menggunakan kata kunci “Find_me.jpg”Foto itu menunjukan seorang gadis kecil berumur sekitar 8-9 tahun sedang tersenyum manis, berdiri sendirian di depan ayunan, mengenakan pakaian ungunya dengan bunga berwarna putih terpajang cantik di rambutnya.Namun tidak ada catatan maupun petunjuk mengenaik nama gadis tersebut atau dimana terakhir kali dia terlihat.Melalui e-mail dan iklan pop-up , foto tersebut tersebar di internet. Puluhan juta orang sudah melihat foto tersebut namun dia tidak pernah ditemukan.Satu tahun kemudian.. foto tersebut kembali muncul tetapi kali ini terdapat tambahan tulisan “Find Me” disana, dan foto tersebut telah berubah.Ayunan yang sebelumnya terdapat di foto tersebut kini tampak usang dan berkarat disertai rantai ayunan yang terputus satu. Sang gadis tampak lebih tua dari sebelumnya dan bunga putih di rambutnya mulai layu seraya senyumannya yang mulai menghilang.Di tahun berikutnya.. foto tersebut kembali muncul. Ayunannya semakin rusak, rantai serta dudukan ayunan tersebut sekarang tergeletak di tanah, dan kemudian gadis tersebut lagi-lagi bertambah tua serta dalam keadaan menangis.Pakaian yang ia kenakan pun tampak kotor dan compang-camping, bunganya pun sekarang sudah mati, dan tulisan “Find Me” sekarang berubah menjadi warna merah dan berada di bawah foto.Di tahun ketiga kemunculan foto tersebut.. muncul seorang pria asing yang memandang gadis tersebut disebelahnya, menggantikan ayunan yang sudah tidak tampak di foto tersebut.Usia gadis itu bertambah dan kesedihan yang sebelumnya terlihat berubah menjadi amarah. Tulisan “Find Me” semakin besar terlihat di foto tersebut.Tahun Keempat kemunculan foto gadis tersebut.. tampak dia sudah berubah menjadi seorang remaja dengan pria asing berdiri tepat dibelakangnya sambil memegang kamera. Gadis tersebut terlihat sangat kacau sekali, banyak darah diwajahnya dan memar dimana-mana.Dengan pakaian yang tak lebih dari sekedar kain, pandangannya sekarang terlihat kosong. Dan tulisan di foto tersebut sekarang bertuliskan “Please Find Me”.Tahun kelima, foto tersebut muncul kembali tetapi sekarang gadis tersebut telah meninggal. Tubuhnya terlentang ditanah dengan setangkai bunga putih di genggamannya. Tulisan di foto tersebut berubah menjadi “Why Didn’t You Find Me ?”Di Tahun Ke-enam foto terbut muncul kembali, namun sekarang tidak ada siapapun di foto tersebut. Hanya sebuah ayunan patah yang terlihat seperti telah diduduki seseorang, kali ini tulisan di foto tersebut menjadi “I Found You”Setelah itu tidak ada foto lain yang muncul, namun tidak lama muncul kasus kematian dimana-mana. dan korbannya selalu seorang pria yang kebetulan setelah diselidiki pria tersebut telah atau pernah mengakses foto (Find_me.jpg).Semua korban ditemukan mati dengan posisi yang sama dengan sang gadis di foto tersebut, terlentang dengan sebuah bunga putih ditangannya.Tulisan “I Found You” tertulis dengan darah di sebelah wajah korban yang diduga meninggal karena dipukul terus-menerus sampai mati.
Putroe Neng
Berbicara tentang sosok wanita Aceh, tentu kita bakal langsung ingat dengan tokoh-tokoh hebat macam Cut Nyak Dien sampai Laksamana Malahayati. Tidak mengherankan kenapa demikian, mengingat kiprah para tokoh ini luar biasa. Membahas tentang tokoh wanita Aceh tentu tidak hanya nama yang sudah disebutkan tadi, tapi masih ada beberapa lagi yang tak kalah fenomenal. Salah satunya adalah Putroe Neng.Tak banyak orang Indonesia yang tahu sosok ini, tapi di Aceh, nama seorang Putroe Neng jadi legenda. Ia diceritakan macam-macam, namun yang paling terkenal adalah kisahnya dan 99 suami yang semuanya tewas.Menurut cerita Neng memiliki semacam sihir dan racun sehingga bisa membuat semua suaminya tak bernyawa. Uniknya, semua pria ini meninggal dengan cara yang sama yakni terkena kelamin Neng.Versi lain dari cerita Putroe Neng adalah 99 pria itu merupakan musuh Aceh yang berhasil dibabat habis oleh si wanita tangguh itu. Namun, cerita yang paling kuat adalah legenda Putroe Neng yang membunuh suami-suaminya.Asal Usul Putroe NengDari beberapa sumber artikel yang ada, Putroe Neng merupakan wanita berdarah Aceh- Tiongkok. Setelah pemimpin Kerajaan Lamiri Meninggal, Putroe Neng melanjutkan misi sang ayah untuk melawan serdadu musuh di Sumatra. Sosok bernama asli Niang Lion Khie ini merupakan wanita berpangkat Jenderal dan beragama Buddha pada masa ituMeurah Johan, suami pertama Putroe yang tewasPada masa itu pasukan kerajaan Indra Purba berhasil mengalahkan Putroe Neng. Sejak saat itulah Sultan Meurah Johan menikahi Putroe Neng. Putroe Neng kemudian bersedia dan mulai memeluk Agama Islam.Pada abad ke-16 itu, akhirnya Putroe Neng dan Meurah Johan menikah. Namun, kejadian nahas menimpa Sultan Meurah Johan. Ia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Tubuhnya kaku dan bibirnya membiru usai melakukan malam pertama dengan Putroe Neng.Kejadian mengenaskan ini bukanlah kemauan Putroe Neng. Wanita itu sedih dan kebingungan saat suaminya tewas usai melakukan malam pertama. Kejadian ini terus berlangsung setiap kali ia menikah sehingga banyak laki-laki yang tewas setelah menikahinya.Putroe Neng memiki racun magisDiketahui bahwa Putroe Neng memiliki racun yang sudah ditanam pada alat kelaminnya. Racun tersebut ditanam oleh neneknya saat ia masih remaja. Sedangkan mantra ilmu hitam yang terkandung dalam racun itu telah dimasukkan ke dalam bambu. Bambu tersebut dibelah menjadi dua bagian. Satu bagian dilempar ke gunung dan potongan lainnya dibuang ke lautan.Syekh Syiah Hudam merupakan satu-satunya lelaki yang selamatMenurut informasi lain, dikisahkan bahwa Syekh Syiah Hudam merupakan sosok guru Putroe yang sudah lama mengajari dan mendidiknya. Tak lama kemudian, Syekh Syiah Hudam melamarnya. Akhirnya, Putroe Neng dan Syekh Syiah Hudam menikah. Yang lebih mengejutkan, Syekh Syiah Hudam mampu menetralisir racun yang ada di kelamin Putroe Neng.Suami Putroe yang ke-100 itu pun akhirnya dapat melewatkan malam pertamanya dengan selamat. Syekh Syiah Hudam mampu mengangkat semua mantra ilmu hitam pada istrinya. Walaupun begitu, aura kecantikan Putroe mulai meredup. Selain itu, Syekh Syiah Hudam tidak juga dikarunai keturunan hingga Putroe Neng menjemput ajalnySanggahan mengenai kisah Putroe NengKebenaran kisah Putroe Neng ini menjadi misteri. Hanya sedikit yang berusaha menggali kebenarannya. Syamsuddin Djalil, budayawan Aceh menyebutkan kisah kematian 99 suami Putroe Neng hanyalah legenda.Walaupun begitu, ia tetap meyakini bahwa sosok Putroe Neng memang ada. Namun kenyataannya, sulit mendapatkan bukti bahwa Putroe Neng memang sempat ditanami ilmu hitam. Kisah Putroe Neng akhirnya ditulis Ayi Jufridar dalam bentuk novel .Dari kejadian itu, banyak budayawan yang menafsirkan bahwa yang dimaksud 99 suami bukan suami yang sebenarnya. 99 suami tersebut bisa jadi merupakan pasukan musuh yang tewas saat berperang melawan Putroe Neng.Secara logis, ia berpendapat bahwa Putroe Neng tidak mungkin melakukan pernikahan 99 kali dengan rentang waktu yang singkat. Tentunya, hal ini tidak sebanding dengan usianya.
Harus Pergi
Namaku Carisa. Umurku 22 tahun. Aku baru saja lulus sarjana dan baru saja memulai kerja di salah satu perusahaan BUMN. Aku punya pacar, namanya Daniel. Dia seumuran denganku. Sama-sama baru lulus sarjana dan sama-sama baru memulai kerja. Bedanya dia kerja di sebuah perusahaan swasta.Hubunganku dan Daniel baik-baik saja. Kami sudah berpacaran sekitar 3 tahun. Kami bertemu di kampus, kenal, dekat, lalu pacaran. Sesimpel itu. Kami saling mengerti satu sama lain, menurutku. Kami juga jarang bertengkar. Banyak orang menyebut kami couple goal. Siapa sih yang tidak senang dengan sebutan itu?Aku juga sudah kenal dengan keluarga Daniel. Keluarganya harmonis, seperti keluargaku. Mama dan Papanya juga welcome terhadapku. Kadang aku juga sering jalan hanya berdua dengan Mamanya. Mamanya sudah menganggapku seperti anaknya sendiri.Tapi...Aku mulai merasa semua berubah. Daniel jauh lebih sibuk dari biasanya. Bahkan kadang sekedar membalas pesanku saja dia tidak sempat. Seperti saat ini. Aku baru saja pulang kerja, kembali mengecek kembali ponselku untuk memastikan Daniel sudah membalas pesanku atau belum.Me : Pagi sayangMe : Kamu udah sarapan?Me : Kamu nanti pulang jam berapa?Me : Pulang kerja kita nonton yuk, bisa gak?Beberapa hari ini aku memang terlihat mengantuk di kantor karena tidur cukup larut untuk menunggu balasan pesan dari Daniel yang kadang di balas pada malam hari. Aku membaca chat terakhir dia.Mine : Maaf aku ketiduranHanya itu.Seperti pagi ini. Bangun tidur, aku buru-buru mengambil ponsel untuk memastikan apakah Daniel membalas pesanku. Jam 1 malam.Mine : Aku abis nobar bola sama anak2Lalu kembali aku membalas pesannya dengan semangat.Me : Kok gak ngabarin?Yang tentu saja tidak langsung di baca apalagi di balas. Aku juga sambil siap-siap untuk berangkat ke kantor.Hari ini ternyata aku harus lembur. Kembali aku mengambil ponselku dan berniat memberi kabar pada Daniel. Aku membaca pesan-pesanku dari pagi sampai sore yang tidak di baca sekalipun olehnya.Me : Kok gak ngabarin?Me : Selamat makan siangMe : Kamu pulang kerja ada rencana kemana?Me : Sayang, hari ini aku lembur, kamu pulang bisa tolong jemput aku?Aku tersenyum setelah mengirim pesan. Aku berharap apa? Dia datang tiba-tiba? Menjemputku? Tanpa membaca pesanku sebelumnya? Ajaib sekali! Itu hanya ada dalam anganku."Ris, lo pulang sendiri? Gue anter aja ya? Udah malem!" tawar Mario, rekan kerjaku."Eh, gak usah, Yo, gue naik taksi online aja.""Udah malem, Ris, bahaya! Pokoknya gue anter!"Karena Mario setengah memaksa, akhirnya aku pulang di anter Mario. Selama perjalanan kami diam. Tiba-tiba Mario buka suara, mengajakku berbincang. Obrolan kami mendalam."Lo pacaran 3 tahun sama cowok lo, pernah ngerasa bosen gak sih, Ris?"Dari obrolan kami, akhirnya aku sadar, kalau Daniel saat ini sedang bosan. Tidak pernah sekalipun aku berpikir kalau Daniel akhirnya akan merasa bosan dengan hubungan ini. Namun aku memang harus bertemu dan membicarakan hal ini berdua dengan Daniel agar semuanya jelas.Me : Kamu besok ada waktu?Aku menunggu hampir setengah jam dan berharap Daniel menbaca pesanku dan membalasnya. Sambil menunggu membalas pesannya, aku membuka sosial media, melihat akun Daniel, dan melihat foto-foto yang di tandai oleh temannya. Ternyata ada beberapa foto terbaru yang ditandai oleh sebuah akun bernama Miranda. Seminggu yang lalu dia foto bersama Miranda di sebuah kafe, besoknya kumpul bersama teman-teman, sampai ternyata Miranda ikut nonton bola bareng bersama teman-teman Daniel. Yang membuat Carisa kesal adalah Carisa tidak tahu dan tidak kenal dengan perempuan bernama Miranda ini, namun dia memang cantik.Me : Kamu besok ada waktu?Me : Aku mau kamu luangin waktu besok, ada hal penting yang mau aku omonginMine : Oke, dimana?Me : Kafe biasaPulang kerja, aku langsung buru-buru dateng ke kafe tempat kami biasa bertemu. Disitu sudah ada Daniel dengan pakaian kerjanya yang sudah sedikit berantakan. Kami hanya memesan minuman untuk kami saja."Aku langsung ke intinya aja ya, Ris, aku rasa hubungan kita udah hambar gak sih? Aku ngerasa monoton, gini-gini aja. Udah gak ada hal-hal baru di hubungan kita. Kita udah sama-sama sibuk, buat ketemu aja susah kan? Kamu sependapat gak?""Sependapat."Daniel cukup terkejut melihat reaksiku. Panjang lebar dia berbicara, namun aku hanya mengeluarkan satu kata. Lalu aku tersenyum."Karena gak ada yang namanya sibuk untuk sekedar membalas pesan kalo kita adalah prioritas. Jadi pertanyaannya adalah apakah aku masih prioritas kamu atau engga?" tanyaku pelan.Daniel terdiam. Menunduk."Kamu mau kita gimana? Putus?" lanjutku."Ya aku rasa baiknya gitu. Aku yakin kamu bakalan dapet yang lebih baik dari aku.""Aamiin.""Atau memang udah ada penggantinya?"Aku tersenyum. Mengapa pertanyaannya seolah-olah penyebab hubungan ini kandas adalah aku?"Syukurlah kalo gitu." ucapnya."Makasih ya, Niel, buat 3 tahunnya. Sama kamu aku bahagia. Kamu banyak ngasih tau aku hal baru. Maaf kalo aku banyak kurangnya selama 3 tahun ini. Aku berdoa supaya kamu selalu bahagia. Aku pamit ya, Niel. Salam buat keluarga kamu, dan Miranda."Ada raut wajah terkejut saat aku menyebut nama perempuan itu. Namun aku hanya tersenyum dan meninggalkan tempat itu setelah aku pamit.Memang rasanya sakit, begitu banyak kenangan yang kami ukir selama itu. Suka duka kami lewati. Kalau ditanya obat paling ampuh untuk patah hati adalah jatuh cinta lagi, aku belum siap untuk itu.Bagiku, saat kamu siap untuk jatuh cinta lagi adalah saat kamu sudah memaafkan dirimu dan masa lalumu agar kamu bisa jatuh cinta dengan orang yang baru, bersama dirimu yang baru."Ris, gue sebenernya udah lama merhatiin lo, suka sama lo." kata Mario."Maaf, Yo, gue belum siap nerima orang baru, gue gak mau lo cuma jadi pelampiasan."Mario tersenyum, "Oke, gue tunggu kapanpun itu."Beberapa bulan setelah kabarku dan Daniel putus, Mario datang membawakan cinta yang baru. Aku sudah menolaknya dengan halus dan dia terima. Dia bilang akan menunggu sampai aku siap menerima orang baru.Setahun kemudian, aku melihat foto Mario bersama kekasihnya."Selamat ya, Yo." ucapku sungguh-sungguh."Makasih ya, Ris, semoga lo bisa ketemu orang yang tepat buat lo.""Makasih ya, Yo."Benar kata, Mario. Aku tidak harus menjadi terburu-buru untuk menemukan seseorang yang tepat, tapi seseorang yang tepat akan bertemu denganku di waktu yang tepat.* * *END
Kata Terakhir
"Bali yuk!"Salah satu temen kantor gue mencetuskan ajakan itu. Gue dan temen-temen gue yang lain langsung mengiyakan, dan akhir pekan ini kami semua berangkat ke Bali. Nama gue Alvaro, biasa di panggil Alva, kecuali... ah, udahlah! Kenapa gue inget-inget dia terus?!Pesawat yang kami tumpangi mendarat di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Waktu kini menunjukkan pukul 13.00 WITA, satu jam lebih cepat dari Jakarta. Gue dan temen-temen kantor gue langsung makan di salah satu restaurant cepat saji di Bandara sambil menunggu pegawai rental mobil sampai untuk memberikan kunci mobil.Gue dan temen-temen kantor gue yang ikut kesini bersembilan, empat orang cowok dan lima orang cewek, tapi gue janjian sama cewek gue, yang kebetulan lagi dinas luar di Bali, jadi total kami bersepuluh.Setelah mengisi perut, dan pegawai rental datang untuk memberikan kunci mobil, kami bersama-sama menuju villa yang terletak di daerah Gianyar.Gue gak ngerti kenapa mereka iya-iya aja waktu gue rekomendasiin villa di daerah Gianyar. Padahal biasanya orang-orang pasti akan lebih suka ke daerah Kuta atau Nusa Dua."Serius nih, Al, belok sini? Jalannya sempit gini?" tanya Rio yang duduk di sebelah gue."Iyee, bawel!""Lu tau ada villa masuk plosok gini darimana sih?"Gue hanya terdiam, tanpa sadar bibir gue tersenyum. Terngingat masa lalu." Ay, serius belok sini? Gak nyasar?" tanya gue tidak yakin pada perempuan di sebelah gue, Ailin namanya. Panggilannya Ay.Waktu itu gue dan Ailin yang baru saja lulus SMA memutuskan untuk ke Bali bersama teman-teman satu geng. Kami sahabatan bertujuh, dari kelas 1 SMA.Ailin tersenyum, "Engga, Var, bener disini kok! Kata si peta begitu soalnya." jawab sekenanya.Dan benar saja, setelah jalan sempit hanya muat satu mobil, kita memasuki pelataran luas. Sebuah villa nyaman, jauh dari peradaban, lengkap dengan restaurant cozy dan kekinian.Benar saja, ekspresi temen-temen gue saat ini persis dengan yang gue rasakan waktu itu.Setelah selesai parkir, gue melakukan check in di resepsionis dan kami semua di antar ke salah satu villa.Gue mensejajarkan jalan gue di samping Tasya, pacar gue yang langsung gue jemput sebelum kesini."Suasananya enak banget, Al, untung aku ikut kesini." ucapnya.Gue tersenyum sambil mengelus puncak kepalanya lembut. "Oh iya, gimana sosialisasinya? Lancar?" tanya gue membuka obrolan."Wah, lumayan seru! Soalnya audiencenya antusias semua, jadi aku ngasih materi ada timbal baliknya dari mereka. Seksi acaranya juga ramah-ramah.""Bagus dong!"Sebelum masuk ke villa, Tasya sempat melirik ke salah sebuah arah, sebuah rumput luas dengan banyak batu tinggi disana."Itu apa, Al?""Disitu kan restaurant. Namanya Standing Stone. Konsepnya ya batu berdiri gitu. Makanannya juga enak-enak kok! Dulu sih aku makan disitu sistemnya per voucer. Nanti kita coba ya.""Oke!"Tempat ini gak berubah. Tetap masih seperti dulu waktu gue kesini. Villanya juga masih tetap bersih.Sore itu, Tasya menagih janji gue untuk mencoba restaurant. Dia antusias banget karena banyak spot foto bagus, dan seperti biasa, gue satu-satunya photographer andalannya wajib fotoin dia di tempat yang dia mau.Pas dia lagi asik-asiknya liat-liat foto, mata gue menyapu pemandangan sekeliling. Gue ngeliat ada seorang Ayah muda, kira-kira usianya 30 tahunan, sedang mengejar anak perempuannya yang kelihatannya umur setahunan dan baru bisa berjalan. Sekilas gue ngeliat anak itu, kenapa mirip Ailin? Mungkin cuma perasaan gue aja karena gue lagi ada disini, jadi kadang de ja vu." Varo, coba lo berdiri disitu, nanti gue fotoin!" ucap Ailin.Saat itu, gue hanya bisa pasrah oleh ucapan perempuan menggemaskan yang pernah gue temuin. Dia memang suka foto. Objek fotonya bisa pemandangan, benda mati, atau manusia. Hasil fotonya selalu bagus. Hasil fotonya itu bahkan gue jadiin wallpaper ponsel dan baru gue ganti setahun belakangan, sebelum gue jadian sama Tasya.Gue dan Ailin temenan udah cukup lama, dari kelas 1 SMA, dan dari saat itu juga gue udah naksir sama dia. Dia cantik, dia juga pinter matematika, dan dia terlalu menggemaskan. Tapi waktu itu Ailin punya pacar, dan memasuki kelas 3, dia putus karena pacarnya sibuk kuliah.Gue melihat bola mata indahnya yang melihat gue dengan sedikit terkejut. Dari ekspresi wajahnya gue bisa membaca dia sedang menimbang-nimbang kira-kira kalimat apa yang pas untuk menjawab pertanyaan gue barusan. Iya, barusan! Barusan gue nembak dia!" Gue juga suka lo, Var! Tapi kan kita berdua tau, lo bakal kuliah di Yogya, sementara gue disini. Kita bakal LDR, terus nanti...""Ay, kita gak akan pernah tau hasilnya sebelum mencoba. Iya kan? Yang jelas saat ini gue bener-bener gak bisa mundur."Ailin menimbang-nimbang lagi, lalu akhirnya dia menatap mata gue dan tersenyum. Dan hari itu kita jadian. Di Bali. Kurang romantis apa gue coba?Kata siapa LDR itu keras? Buktinya gue sama Ailin baik-baik aja. Kuliah tahun pertama kita lewatin dengan enjoy. Setiap libur semester gue selalu balik ke Jakarta dan kita selalu ketemu. Kadang Ailin ke Yogya buat nemuin gue.Tahun kedua kami juga masih oke-oke aja. Malah kami berdua makin ngerasa kalo ngejalanin LDR itu asik, jadi kita bakal menghargai waktu pertemuan kita yang singkat itu.Memasuki tahun ketiga, kami mulai sibuk masing-masing. Waktu liburan kami pakai untuk magang, jadi tidak sempat bertemu, tapi kami tetap video call dan menceritakan kegiatan kami masing-masing.Tiba saatnya wisuda, Ailin datang waktu gue wisuda, sedangkan gue datang juga sih, tapi gue bener-bener telat. Gue dateng di saat acaranya udah selesai. Lo tau apa yang saat itu gue tangkep dari wajahnya Ailin? Dia kecewa, bener-bener kecewa. Pesawat gue delay. Dan gue bener-bener nyesel kenapa gue gak ambil flight semalem. Tapi saat itu dia masih berusaha senyum buat nutupin rasa kecewanya itu.Waktu usia kami 22 tahun, gue dapet kerja di salah satu perusahaan gas terbesar di Indonesia, penempatan Jakarta, sedangkan Ailin dapet kerja di salah satu perusahaan minyak terbesar di Indonesia, penempatan Bali. Kami kembali LDR.Dari situ masalah mulai bermunculan. Di mulai dari masalah kecil yang bisa di maklumi hingga akhirnya kami malah lebih sering bertengkar, bahkan karena masalah kecil. Akhirnya Ailin mutusin gue. Dan gue yang merasa di putusin sepihak akhirnya memblokir komunikasi gue dengan Ailin. Persahabatan kami rusak.Di umur 24, gue dapet kabar Ailin nikah, di Jakarta, karena saat itu gue lagi dinas di Manado, gue gak bisa datang, dan Ailin juga gak ngundang gue. Setelah di pikir-pikir lagi, gimana dia mau ngundang, kan dia gak punya kontak gue sama sekali.Sesekali gue tau kabar Ailin dari postingan sahabat-sahabat gue dan Ailin. Tahun lalu, Ailin baru melahirkan. Anaknya perempuan. Cuma sampai situ yang gue tau."Al, kita foto berdua yuk!" ajak Tasya. Lamunan gue buyar. Gue mengiyakan. "Tapi siapa yang fotoin ya? Minta tolong pelayannya aja apa ya?"Sambil celingukan cari pegawai restaurant, mata gue tertuju pada sosok perempuan, mengenakan kemeja putih, celana jeans biru dongker, rambutnya ikal panjang di kuncir, dan menggunakan kacamata. Dia cantik."Mba!" Tasya memanggil perempuan itu, dia menoleh ke arah kami. Wajahnya juga terkejut. Tasya mendekatinya, berbicara sedikit yang langsung di angguki perempuan itu, Tasya memberikan ponselnya.Setelah perempuan itu mengambil foto beberapa kali, gue menahan lengan Tasya yang ingin mendekati perempuan itu untuk mengambil ponselnya."Kenapa?" tanyanya."Coba kamu cek, makanannya udah dateng belum?""Oh, oke!"Tasya masuk ke dalam restaurant untuk mengecek pesanan kami, sementara gue melangkah, mendekati perempuan itu. Iya, Ailin.Dia tersenyum, "Gak nyangka ketemu disini.""Iya," jawab gue sekenanya, "by the way, thanks ya.""Sama-sama.""Itu anak sama suami lo, Ay?""Iya.""Mirip banget sama lo.""Masa sih?""Iya." kami kehabisan topik pembicaraan karena sama-sama canggung. "Yaudah, Ay, gue ke dalem dulu ya.""Oh ya, Var,""Ya?""Selamat ya.""Selamat apa?"Pandangan Ailin melihat ke dalam restaurant, gue paham."Dan selamat tinggal, Var." lanjutnya. Nada bicaranya yang lirih itu entah kenapa mengoyak kembali luka di hati gue yang dengan susah payah gue obati itu.Ekspresi Ailin yang tersenyum dengan tatapan mata sedih itu bener-bener gak bisa gue lupain. Mungkin hati gue sakit waktu itu, tapi gue juga gak pernah mikir gimana perasaan Ailin waktu itu.Gue masuk ke dalam restaurant dengan ekspresi bingung, campur sedih."Al, ini makanannya udah dateng. Ini onion ringnya enak loh, cobain deh." ucap Tasya.Tasya memperhatikan gue yang benar-benar gak fokus. Dia meraih tangan gue, mengelusnya pelan."Al, liat aku!" pinta Tasya, gue menuruti pintanya. "Yang tadi Ailin kan?" tebaknya. Melihat gue terkejut, sepertinya tebakannya gak salah. "Aku pernah cari tau foto Ailin, aku pernah stalker dia. Dia cantik, aku tau. Aku juga tau gak mudah buat kamu lewatin semuanya. Tapi sekarang dia udah bahagia sama keluarganya, dia udah bahagia sama pilihannya. Dan kamu juga harus bahagia sama hidup kamu, sama pilihan kamu. I am your first support system. Always."Tatapan mata Tasya, kata-katanya yang ngebuat gue percaya kalo gue harus bahagia sama hidup gue dan pilihan gue, membuat gue yakin kalo Tasya adalah perempuan yang diciptakan memang buat gue.Mungkin selama ini gue selalu mikirin Ailin karena perpisahan kita terlalu tiba-tiba sehingga gue ngerasa gak siap buat kehilangan Ailin. Padahal kita bisa kehilangan seseorang kapan aja, atau bahkan bisa bertemu dengan orang baru yang memang ditakdirkan untuk kita di waktu tertentu. Kita gak akan pernah tau.* * *END
Jinmenken
Di Jepang telah lama terdengar kisah urban legend mengenai seekor anjing yang mengerikan. Mereka serig terlihat saat hari mulai malam di sudut-sudut perkotaan di Negeri Sakura tersebut.Orang-orang yang pernah bertemu dengan anjing itu akan mengira itu adalah anjing-anjing biasa, namun saat berbalik dan melihatnya dengan saksama, mereka melihat dengan jelas anjing itu berwajah manusia. Itulah Jinmenken, anjing berwajah manusia dan bisa bicara.Banyak sekali laporan yang datang dari orang-orang yang ketakutan setelah melihat Jinmenken. Ada yang pernah melihatnya ketika berada di luar rumah, ada yang bertemu saat anjing itu sedang mengais-ngais sampah di jalanan kota.Laporan juga pernah diberikan oleh seseorang pengendara mobil yang ketakutan saat berada pada Expressway.Lewat spion, ia dapat melihat ada seekor hewan yang berlari mengejar mobilnya. Padahal saat itu sang pengendara sedang melaju kencang sekitar 100 mil per jam. Makhluk itu berlari begitu cepat hingga pada saat tertentu ia berdampingan dengan mobil orang tersebut. Saat sang sopir berusaha mengamati makhluk apakah itu, ia melihat jelas anjing berwarna gelap kecoklatan dengan kepala manusia.Anjing itu berkata, “Jangan lihat aku!”Kejadian itu membuat si sopir tidak fokus sehingga menyimpang dari lajur jalan dan mengalami kecelakaan mengerikan.Dalam kisah lain, ada suatu restoran yang buka hingga tengah malam dan sampah-sampahnya di buang di pintu belakang.Suatu malam, sang koki mendapati seekor anjing yang mengobrak-abrik sampah untuk mencari makan. Koki pun berusaha mengusir anjing itu.Saat anjing itu sedikit berlari menjauh, ia berbalik lagi dan berkata, “Tinggalkan aku sendiri!” Koki tersebut juga melihat dengan jelas wajah manusia pada hewan itu.Di Jepang, Jinmenken dianggap sebagai suatu pertanda buruk mengenai datangnya bencana atau kecelakaan.Pada tahun-tahun 1989 dan 1990, orang-orang di Jepang sangat heboh dengan penampakan Jinmenken. Orang-orang yang khawatir dan ketakutan seringkali memanggil polisi agar menyingkirkan Jinmenken dari lingkungan mereka. Berbagai kecelakaan mobil yang terjadi disebut-sebut akibat adanya penampakan Jinmenken. Pihak kepolisian pun kesulitan untuk mengatasi tuduhan itu, karena harus dibuktikan bahwa makhluk aneh itu benar-benar ada.Ada berbagai macam spekulasi atas hebohnya penampakan Jinmenken di Jepang.Pertama, orang-orang beranggapan bahwa Jinmenken adalah roh-roh dari korban kecelakaan lalu lintas yang bereinkarnasi sebagai anjing.Kedua, ada yang beranggapan anjing berwajah manusia itu adalah peliharaan roh-roh jahat.Sementara yang terakhir lebih berkaitan dengan teori konspirasi mengenai percobaan biologi rahasia untuk menghasilkan hibrida manusia-anjing namun mereka berhasil melarikan diri dari laboratorium eksp
Black Eyed Children
Ada sebuah kisah menyeramkan mengenai kemunculan sosok anak-anak misterius dengan bola mata berwarna hitam.Kisah ini terdengar seperti mitos/urban legend biasa karena memang kisahnya mulai ramai dan marak di internet. Meski demikian banyak laporan diterima dari berbagai tempat mengenai penampakan sosok misterius ini..Black Eyed Children (Anak-Anak Bermata Hitam) adalah legenda urban yang merujuk pada makhluk paranormal (beberapa percaya bahwa mereka alien) yang berbentuk anak-anak berusia 6 hingga 16 tahun, memiliki kulit pucat, dan memiliki bola mata yang seluruhnya berwarna hitam sehingga akan terlihat seperti mata berongga atau berlubang. Singkatnya sosok ini digambarkan begitu menyeramkan.Anak-anak bermata hitam ini seringkali diceritakan muncul secara tiba-tiba di tempat sepi misalnya saja di jalanan yang jarang dilalui kendaraan. Mereka biasanya berdiri di sisi jalan dan mengangkat tangan ketika ada kendaraan yang melintas. Mereka lalu meminta tumpangan pada sang pengendara.Beberapa kisah juga menceritakan bahwa anak-anak ini kadang muncul seorang diri, terkadang juga berdua atau berkelompok. Mereka juga biasanya mendatangi rumah-rumah penduduk yang kebetulan berada di wilayah sepi. Mengetuk pintu rumah seakan bertamu. Lalu ketika pemilik rumah membukakan pintu, mereka akan memaksa masuk ke dalam.Awal mula kisah anak-anak bermata hitam ini dimulai dari sebuah tulisan "ghost related mailing list" yang ditulis oleh seorang jurnalis dan reporter bernama Brian Bethel pada tahun 1996. Pada tulisannya itu, Bethel menceritakan pengalamannya bertemu dengan dua orang anak laki-laki misterius di Abilene, Texas dan di Portland Oregon.Diceritakan saat itu Bethel sedang mengendarai mobilnya seorang diri saat tiba-tiba di belokan jalan yang sepi, dua orang anak laki-laki menghentikan kendaraannya meminta tumpangan. Saat itu Bethel tidak memperhatikan bola mata anak-anak itu. Ia pun mempersilahkan mereka masuk ke dalam mobil.Menurut ceritanya, anak-anak ini minta diantarkan ke teater. Namun begitu melihat bola mata yang mengerikan dari anak-anak ini, Bethel langsung mengeluarkan mereka dari mobil dan langsung tancap gas pergi.Setelah cerita Brian Bethel menyebar, mulai banyak laporan mengenai munculnya anak-anak bermata hitam ini. Awalnya kisah-kisah itu dianggap cerita karangan dan hanya sebuah histeria massa mengingat kisah mengenai perjumpaan dengan anak-anak misterius ini dilaporkan terjadi di banyak wilayah.Meskipun beberapa meyakini cerita ini hanyalah legenda urban (urban legend) yang mulai ramai pada akhir tahun 1990an. Namun ternyata ada beberapa kisah yang diyakini memang benar-benar terjadi dan terkonfirmasi.Berikut adalah beberapa kisah mengenai kemunculan anak-anak bermata hitam ini bahkan beberapa di antaranya terjadi sebelum tahun 1996.Pada tahun 1974, dua orang pria bernama Alan G dan Patrick V sedang mengendarai mobil berkeliling kota Asne, Prancis. Mereka lalu berhenti sejenak di sebuah tikungan dan memarkirkan kendaraan mereka di depan halaman sebuah rumah. Ketika itulah mereka dikejutkan dengan kemunculan sosok 5 anak yang memiliki tinggi sekitar 1,3 meter memakai baju terusan dengan bola mata hitam.Seorang wanita bernama Kerrie Kisner baru saja kembali dari kampusnya di Raleigh, California Utara. Ia lalu mampir di sebuah supermarket tak jauh dari sana. Saat akan pulang dan menuju parkiran dirinya melihat abak perempuan berusia sekitar 12 tahun bersama dengan seorang nenek. Anak perempuan ini mengejutkan Kisner karena kedua matanya berwarna hitam.Pada November tahun 2009, seorang perwira Angkatan Laut di Carolina Utara sedang bersantai menonton TV di dalam rumahnya ketika tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seseorang. Karena berpikir itu adalah temannya yang baru pulang, ia lantas langsung membukakan pintu. Namun yang ia dapati adalah dua anak bermata hitam yang kemudian memaksa masuk ke dalam rumahnya. Perwira ini yang terkejut langsung menyambar pintu dan menutupnya.Pada September 2014 di Cannock Chase, Staffordshire seorang wanita melaporkan telah bertemu dengan seorang anak perempuan bermata hitam. Ia sedang bersama putrinya tiba-tiba mendengar teriakan anak kecil. Wanita ini langsung mencari sumber suara. Saat ia bertemu dengan anak tersebut, awalnya ia tidak mengetahui anak tersebut bermata hitam. Anak ini terus saja menutup kedua matanya. Saat ia meminta mata anak itu agar dibuka, ia kaget setengah mati mendapati anak itu memiliki mata hitam yang mengerikan.Laporan terbaru datang dari sebuah pom bensin di Louisiana. Dua orang anak mendatangi pom bensin pada pukul 3 dini hari. Saat itu cuaca sedang buruk dan listrik padam. Penjaga pom bensin awalnya tidak menaruh curiga karena anak-anak ini bertutur sopan dan hendak meminjam ponsel. Namun ternyata ia segera menydari anak-anak tersebut bukanlah anak-anak biasa.
Tentang Luka
Luka. Seberapa sering kamu terluka? Seberapa dalam luka yang pernah kamu terima? Seberapa sering kamu melukai orang lain? Seberapa sering kamu melukai orang yang bahkan kamu cintai dan sayangi?Dulu sepertinya duniaku hanya ada warna putih. Aku tidak pernah mengkhawatirkan apapun kecuali nilai akademik di sekolah, karena ketika nilaiku tidak bagus, Bapak akan marah, dan aku seperti di sidang seharian.Dulu kalaupun aku butuh sesuatu, atau kalau aku butuh temen untuk sekedar jalan-jalan, Bapak selalu menjadi orang yang pertama ada. Kasih sayang yang dia berikan sangat cukup. Aku suka mempunyai banyak teman. Aku tidak pilih-pilih teman. Perempuan, laki-laki, kaya, miskin, dan sebagainya bisa menjadi temanku, dan Bapak tidak masalah dengan itu.Pacar? Jelas punya. Dulu kalaupun aku punya pacar, Bapak tahu. Karena tiap di antar pulang aku selalu minta sampai depan rumah, dan ku persilahkan masuk untuk menghadapi Bapakku. Bapakku menilai sendiri. Dulu aku menganggap apa yang dikatakan Bapak tentang mereka, baik dan buruk hanya berdasarkan suka atau ketidaksukaan Bapak saja, ternyata karena Bapak lebih dulu ada dan lebih dulu mengenal karakter banyak orang.Aku merasa tidak kekurangan. Aku punya keluarga utuh, aku peringkat pertama di kelas, temanku banyak, dan yang suka padaku banyak, mungkin itu menjadikanku pribadi egois dan tanpa sadar melukai orang-orang disekitarku.Dan hari itu, sore menjelang magrib, banyak tetangga tiba-tiba datang kerumahku, sibuk memindahkan kursi yang ada di dalam rumah, menggelar karpet, memasang bendera kuning, mereka terlalu sibuk untuk aku yang masih duduk terdiam, mencerna kenyataan, menerima luka yang aku tahu itu tidak akan pernah sembuh. Duniaku seakan hancur, separuh nyawaku serasa hilang. Bapak meninggalkanku selamanya.Semenjak kejadian itu, tidak tahu mengapa, aku merubah hidupku. Tidak tahu disebut "mandiri" atau "dipaksa sendiri". Aku yang saat itu masih kuliah, memaksa mengambil banyak pekerjaan sampingan untuk mengisi waktu luang disaat tidak ada jadwal kuliah. Bukan karena butuh uang, Ibuku masih sanggup membiayai semua kebutuhanku. Tapi karena di saat aku sendiri, luka itu muncul lagi. Ibuku adalah wanita karir yang berangkat pagi, pulang malam. Saat itu aku tidak ingin membebani segala hal yang membuatnya sedih, karena aku tahu Ibu juga sedang berjuang menata kesedihannya, hatinya, dan hidupnya.Kisah cintaku setelah Bapak pergi tidak berjalan mulus. Tidak ada lagi saran dan peringatan yang membuatku waspada. Aku tidak bisa menangkap sinyal-sinyal aneh. Sekali lagi, aku terluka. Membuat sifatku keras terhadap diri sendiri.Setelah menikah dan memiliki anak, aku baru mengerti tentang semuanya. Dulu, aku selalu menceritakan kepada teman-teman kalau kehidupan setelah menikah itu indah. Mereka ingin segera menikah, memiliki keluarga utuh dan bahagia. Namun sekarang, aku lebih memilih untuk memberi saran.Menikah itu adalah ibadah terpanjang. Butuh semua aspek dalam hidup yang harus kalian pertaruhkan. Jangan buru-buru menikah kalau memang belum siap, terutama siap secara mental. Karena menikah itu akan indah apabila bertemu orang yang tepat.Menikah itu benar-benar membutuhkan keikhlasan. Ikhlas apabila tidak semua rencana indah yang kita persiapkan, akan mendapat hasil yang indah juga. Ikhlas memaafkan, meskipun kadang kita sendiri belum mendengar kata maaf. Belajar menerima apapun hal baru yang masuk ke dalam hidupmu entah itu hal yang tidak kamu sukai sekalipun.Kepercayaanku hancur. Batinku berperang, isi kepalaku pun berisik. Dan sekali lagi, aku terluka.Bagaimana aku menggabungkan rasa ikhlas dengan segala ketidakpercayaanku? Itu yang sampai saat ini masih aku pelajari.Apapun yang saat ini sedang kalian lalui, masalah yang kalian hadapi, luka yang belum terobati, selalu ingat untuk menghargai diri kalian sendiri terlebih dahulu. Dan kalau kalian sudah sampai di tahap itu, selanjutnya hargailah orang yang kalian sayangi.Dari aku, tentang luka.* * *SELESAI
Yang Tidak Bisa Dimiliki
Setelah terdengar pluit wasit berbunyi, dengan santai gue berjalan ke kursi penonton, dimana banyak temen-temen gue duduk. Gue mengambil botol minum dan meneguk airnya, setelah selesai gue seka dengan punggung tangan gue.Gue melirik rombongan anak-anak cewek yang juga masih satu sekolah dengan gue. Gue kenal dengan beberapa di antata mereka. Ada satu geng yang isinya cantik semua, mereka berempat, dan gue tertarik dengan salah satu dari mereka. Gue melihatnya cukup lama, dia sedang berbincang dengan teman-temannya, senyumnya mampu membuat bibir gue ikutan tersenyum.Sampai akhirnya salah seorang temen gue menepuk pundak gue, "Yang mana, Bas?" tanyanya. Gue hanya menunjuk ke arahnya dengan dagu gue. "Kenny?""Namanya Kenny?"gue memastikan."Iya, dia emang imut sih, ngegemesin."Namanya Kenny, CATET!Keesokan harinya, pas jam istirahat, seperti biasa, gue dan temen-temen gue makan di kantin, tiba-tiba anak basket tim cewek minta ikut gabung satu meja dengan kami. Di depan gue duduk seorang cewek, cantik memang, salah satu dari geng yang isinya cewek cantik yang gue ceritain itu."Hallo, Bas!" sapanya."Hallo." balas gue sekenanya."Kemarin Bastian ini ngeliatin lo terus, Ken, sampe gak kedip, sampe senyum-senyum sendiri." sahut Ian, temen basket gue.Ken? Kenny? Jadi yang namanya Kenny bukan cewek yang gue taksir? SHIT! Salah orang!"Serius, Bas?" tanya Kenny memastikan.Posisi gue sekarang? Kikuk lah! Gue kan harus menjaga harga diri dia. Masa iya gue harus bilang 'Kenny, si Ian salah orang' itu bukan ide yang bagus."Ri! Riri!"Si Kenny ini setengah teriak memanggil nama seseorang, karena cukup mengganggu, gue ikutan nengok kan!Dia! Dia! Itu dia! Riri!"Sini, Ri!" panggil Kenny lagi. Cewek bernama Riri ini datang mendekat. Entah kenapa jantung gue yang biasanya anteng ini mendadak brutal."Apa, Ken?""Kok sendiri?""Yang lain OSIS.""Gabung aja." gue melontarkan saran yang ada di hati gue tanpa sempat di saring otak gue."Eh iya, gabung aja sini, Ri. Daripada sendirian."Setelah mendapat persetujuan dari banyak pihak, Riri setuju untuk gabung. Kenny menggeser posisi duduknya, hingga sekarang Riri duduk di depan gue. Entah kenapa senyaman itu cuma duduk depan-depanan sama Riri.Waktu pun berlalu, setiap hari gue selalu mencari informasi soal Riri. Namanya Arinda, di panggil Riri, anaknya ramah banget, ke semua orang tepatnya. Banyak fansnya, baru putus sama cowoknya, lagi deket sama Kakak Kelas, dan ternyata banyak anak-anak basket yang naksir sama dia termasuk Ian."Ya sebenernya gue udah feeling kalo lo bakalan naksirnya sama Riri, cuma dari pada nambah-nambahin saingan ya gue belokin aja ke Kenny. Tapi gue pikir lo emang sukanya sama Kenny, soalnya selain suka sama Riri, gue juga suka sama Kenny, dia imut banget, tapi kalo gue salah ya maaf, lagian kan sekarang lo jadi deket sama Kenny."Iya, gue emang jadi deket sama Kenny, tapi supaya Riri ngeliat adanya gue di hidup dia. Karena kalo gak karena Kenny, mungkin dia bisa secuek itu ke gue. Sekarang kita sering tegur sapa kalo ketemu, kadang dia juga ketawa kalo gue ajak becanda. Sederhana, tapi bikin bahagia.Malem ini malem minggu, gue dateng ke ulang tahun Megan, anggota tim basket cewek. Penampilan udah gue bikin sekeren mungkin karena gue tau pasti ada Riri. Dan bener aja, dia dateng, sekarang lagi ngobrol sama anak-anak cewek. Seperti biasa, jantung gue selalu brutal tiap ngeliat dia.Pandangan gue yang melihat Riri dari jauh, terhalang Kenny yang sekarang berdiri di depan gue. Dia cantik. Dan tersenyum."Bas, boleh ngomong sebentar?" pintanya pelan. Gue mengangguk. Riri melihat ke arah gue dan melempar senyum, temen-temennya juga.Coba tebak apa yang mau di omongin Kenny ke gue? DIA NEMBAK GUE!Gue terjebak! Dari awal gue emang udah salah langkah!"Tengkyu ya, Ken, udah suka sama gue, udah berani nyatain perasaan, tapi sorry, Ken, gue suka sama cewek lain. Sorryyyy banget gak bisa terima perasaan lo." Gue berusaha untuk mengatur nada bicara gue selembut mungkin supaya Kenny gak marah.Dia diam sesaat. Ekspresinta agak kaget, lalu berusaha tersenyum, matanya berkaca-kaca."Oh? Ya? Uhm, it's okay! Gak apa-apa, Bas, gue ngerti. Yaudah kalo gitu gue gabung sama yang lain dulu ya. Daaah"Kenny berlari ke arah cewek-cewek dimana disitu ada Riri, tanpa di kasih tau, gue yakin mereka sekarang ngeliat ke arah gue dengan tatapan kesal. Gak lama Kenny pergi meninggalkan kumpulan itu, hanya tersisa Riri dan Vina.Acara pesta ulang tahun Megan selesai. Ian mengajak gue nginep di rumahnya, kebetulan kami membawa kendaraan masing-masing, Ian pergi duluan karena gue harus pamit dengan Megan. Ketika gue pamit, masih ada Riri dan Vina."Kebetulan masih ada lo! Bas, anterin Riri pulang ya. Tadi dia kesini bareng Kenny, tapi Kenny pulang duluan. Vina mau nginep di rumah gue""Oh? Ririnya mau?""Ngerepotin gak, Bas?""Engga kok, Ri, santai. Lagian udah malem juga kan."Yes! Akhirnya kesempatan itu datang! Gue bisa berduaan sama Riri. Gue sengaja membawa mobil gue pelan-pelan, supaya bisa lama sama Riri.Awalnya kami berbincang asik. Membahas basket, pelajaran, masa kecil, dan masih banyak. Sampai akhirnya."Kenapa, Bas?""Apanya?""Kenapa nolak Kenny?"Gue diam sesaat, "Karena emang bukan Kenny yang gue suka, Ri.""Bukannya waktu itu lo nitip salam buat Kenny?"SHIT! Pasti Ian!"Sebenernya salah paham, Ri,""Salah paham gimana?""Cewek yang gue suka itu..." kalimat gue terputus, gue takut. Gue takut Riri jadi benci sama gue. Gue menghela nafas, memberanikan diri, "cewek yang gue suka itu lo, Ri!"Riri menoleh. Gue membalas pandangannya, untuk menyakinkan kalau gue gak bohong. Riri mengalihkan pandangannya."Waktu itu yang gue liat lo, tapi Ian mikirnya gue ngeliatin Kenny! Gue bener-bener suka sama lo, Ri!"Riri terdiam. Sejak saat itu, suasana kami menjadi hening. Sampai akhirnya kita sampai di depan rumah Riri."Makasih ya, Bas, udah repot nganterin gue." ucap Riri. Gue mengangguk sambil tersenyum. Riri terlihat kikuk, seperti ingin membicarakan sesuatu, "Uhm, Bas, gue tau situasinya salah paham, gue juga tau lo gak bermaksud untuk nyakitin Kenny, tapi Kenny itu sahabat gue, Bas! Gue sayang sama Kenny!"Kalimat tersirat Riri barusan sudah cukup menjelaskan kalau gue harus memupus harapan gue untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Riri. Ternyata sesakit ini rasanya di tolak meskipun gue tidak meminta apapun dari dia.Dia yang tidak bisa dimiliki, bukan karena gue tidak berusaha, tapi langkah gue yang udah salah di awal. Ternyata bener-bener sesakit ini.Dan sejak malam itu, gue cuma bisa mandangin Riri yang tertawa dengan teman-temannya, sampai terakhir gue melihat dia waktu kami lulus SMA, setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi.Sampai akhirnya, setelah hampir 15 tahun tidak pernah ada kabar tentang dia, Vina merepost postingan Riri...END....* * *
HOROR KOMPLEK MAWAR
"Selamat siang Ibu Brigita, saya Mia agen perumahan yang akan membantu anda memilih rumah di komplek Mawar ini" ucap Mia dengan blazer merah maroonnya"Iya senang bertemu anda" jawab Brigita"Ini adalah salah satu rumah dengan luas terbesar dan kondisi rumah yang masih sangat baik" ucap MiaBrigita adalah gadis muda berusia 27 tahun dengan pekerjaan pelukis yang melihat iklan dikoran tentang rumah di komplek mawar tersebut."Kenapa komplek ini sangat sepi ya Mia?" Tanya Brigita penih keheranan"Hampir semua komplek ini masuk dalam agen penjualan kami, dikarenakan orang tua mereka sudah meninggal dan anak anak atau ahli waris mereka tidak mau tinggal dirumah ini lagi jadi memuuskan untuk dijual" ucap Mia"Semua rumah?" Tanya Brigita bingung"Iya, karena usia mereka hampir sama, kamu lihat rumah cat merah disana?" Mia menunjuk rumah di pojok"Iya" jawab Brigita"Itu rumah nyonya Helen, usia dia 94 tahun dan dia tinggal sendirian dengan kucing kucingnya, hanya dialah penghuni lama yang masih hidup" ucap Mia"Oh begitu, untuk rumah lainnya bagaimana?" Tanya Brigita"Tenang saja, komplek ini sudah di tangani oleh agen penjualan kami dan sudah 80 persen terjual, bahkan unit rumah yang kita lihat ini sudah ada beberapa yang menawar, jadi kalau kamu tidak cepat, kamu tidak akan mendapatkan harga sebagus ini dengan luas rumah seperti ini" ucap Mia meyakinkanSetelah tiba dikantor Mia, Brigita akhirnya sepakat untuk membeli rumah tersebutKarena kontrakan Brigita habis bulan ini, maka Brigita pun mempersiapkan kepindahannya dikomplek Mawar tersebut.Dan akhirnya hari ini Brigita sudah memindahkan semua barangnya ke rumah barunya, dan mulai hari ini dia akan pindah ke komplek Mawar.Suasana komplek masih sepi, Mia bilang banyak yang hanya mau investasi karena harganya yang murah.Sore itu Brigita berjalan jalan mengitari komplek, dia melihat rumah rumah tua dengan pondasi yang kokoh, sepi tidak berpenghuni.Akhirnya Brigita melihat ny. Helen sedang menyiram tanaman di depan rumahnya."Selamat sore, perkenalkan saya Brigita penghuni baru disini" ucapnya ramahNy. Helen melihat Brigita dengan pandangan menakutkan lalu dia segera pergi kedalam tumah tanpa bersuara sedikit pun.Brigita bingung dengan kelakuan Ny Helen yang menurut Brigita kurang sopan, akhitnya Brigita pun memutuskan pulang ke rumah.Suasana malam yang sepi, membuat Brigita merasa mudah mengerjakan lukisannya, dan akhirnya Brigita pun mengantuk.Waktu menunjukkan pukul 12 malam, saat Brigita mendengar suara anak anak kecil ramai tertawa.Kebetulan rumah Brigita didepan taman komplek, Brigitapun melihat dr jendela kamarnya disana ramai dengan orang orang berkumpul dan anak anak bermain.Aneh... fikir Brigita kalau siang tadi dia keliling komplek ini hampir sebagian rumah tidak berpenghuni, mana mungkin ada orang sebanyak ini.Brigita pun turun kebawah dan membuka pintu rumahnya untuk keluar dan bertanya kepada salah satu dari mereka.Ketika pintu terbuka, Brigita sangat kaget ternyata taman itu sepi, sama sekali tidak ada orang orang yang Brigita lihat tadi, mungkin tadi aku berhalusinasi, fikir Brigita.Dia pun naik kembali ke kamarnya, tiba tiba suara itu terdengar lagi, suara tawa anak anak dan suara kerumunan orang berbicara.Brigita kembali melihat jendela dan terlihat kembali suasana yang ramai.Brigita ketakutan, dia menyelimuti tubuhnya di kamar, ini adalah malam pertama dia tinggal dikomplek mawar ini dan dia sudah mengalami hal yang aneh.Akhirnya Brigitapun ketiduran, dan dia melihat matahari sudah bersinar cukup tinggi.Brigita mandi setelah dia memakai pakaian olahraga dia keluar untuk berlari mengitari komplek, Brigita penasaran apakah penghuni lain mendengar suara malam hari tersebut, saat sampai ke rumah Nyonya Helen, Brigita melihat Nyonya Helen menyiram tanaman sambil melihat tajam ke dirinya."Halo nyonya Helen, saya Brigita" sapanya ramah"Aku minta kamu pergi, jangan pernah berada disini" ucap Nyonya Helen dengan tatapan sinisnya"Maaf, saya ingin bertanya, apakah anda mendengar suara berisik tengah malam kemarin?" Tanya BrigitaNyonya Helen hanya tetap menatapnya sinis dan tidak menjawab sama sekali.Sore ini setelah maghrib Brigita baru saja selesai mandi saat keluar dari pintu kamar mandi, dia mendengar suara berisik itu kembali, saat dia melihat dari jendela kamar, suasana seperti kemarin malam kembali terlihat, di taman banyak anak anak dan orang dewasa berkumpul, Brigita segera menuruni tangga dan menuju ke arah taman didepan rumah, saat Brigita membuka pintu rumah, suasana hening dan sangat sepi, Brigita merasa tidak mungkin berhalusinasi hal yang sama secara kebetulan, dia naik kembali ke atas kamar, saat tiba dikamar suara itu terdengar lagi dan saat Brigita melihat ke jendela suasana ramai kembali terlihat dan Brigita kembali ke bawah dan saat membuka pintu suasana yamg sepi dan tidak ada orang sama sekali.Brigita tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia yakin ini sesuatu hal yang sangat mengganggunya bahkan dia tidak bisa tidur dengan suara berisik sepanjang malam.Pagi itu tiba-tiba bel berbunyi"Tingtong"Brigita segera turun dan membuka pintu, ternyata itu adalah Nyonya Helen."Saya bawakan kamu kue bolu pandan, maafkan jika saya tidak hangat kepada kamu kemarin" ucap Nyonya Helen."Terima kasih" jawab BrigitaSaat Nyonya Helen ingin pergi, Brigita menahannya"Maaf, Nyonya Helen, kalau tidak keberatan boleh menemani saya minum teh pagi ini?"Nyonya Helen melihat ke aeah Brigita diam sejenak dan akhirnya mengangguk ajakan Brigita.Brigitapun mengajaknya ke ruang tamu.Suasana minum teh yang hening terjadi beberapa menit, sampai akhirnya Brigita berani menanyakan."Maaf Nyonya Helen, kenapa komplek ini sangat sepi sekali ya, padahal rumahnya masih dalam kondisi yang sangat bagus dan asri?""Karena estate perumahan ini sangat menjaga lingkungan dengan baik, dan semua rumah ini kebanyakan pemiliknya tidak tinggal disini tetapi tetap membayar iuran lingkungan dan memaintain rumah mereka dengan baik" jawab Nyonya Helen dengan anggun."Kenapa mereka tidak tinggal disini saja?" Tanya Brigita lagiNyonya Helen memandangi Brigita dengat raut wajah yang sedih"Pertama kali saya pindah di Komplek Mawar ini pada tahun 1970, saya termasuk penghuni awal dikomplek ini, saat developer menjual komplek ini mungkin ini adalah satu satunya perumahan mewah pada saat itu, akhirnya semua rumah pun terisi dengan keluarga kecil biasanya yang baru menikah dan memiliki anak masih kecil, saya tumbuh bersama semua keluarga di komplek ini, kebersamaan kami sangat erat, bahkan setiap malam kami mengadakan acara didepan taman, anak anak akan berkumpul dan bermain dan kami para otang tua akan ngobrol dengan semua tetangga yang ada disini, para suami biasanya akan memanggang aneka makanan bakaran untuk semua" Nyonya Helen tersenyum mengingat masa indah dia di komplek ini."Tiba tiba waktu cepat berlalu, anak anak tumbuh begitu cepat mereka sekolah dan kuliah, hampir rata rata kami sekolahkan mereka di luar negeri, lambat laun mereka semua sudah tidak berada dikomplek ini, pertemuan kami hanya sebatas orang tua tanpa kehadiran dan tawa anak anak kami lagi" Nyonya Helen berhenti sebentar dengan raut wajah yang sangat sedih"Kami berharap mereka akan segera menikah dan kembali ke komplek ini dengan membawa cucu cucu kami, agar suasana keceriaan anak anak akan kembali lagi, tetapi..." Nyonya Helen kali ini mengeluarkan air matanya"Tidak ada satupun dari mereka yang kembali, bahkan menjenguk kami orang tuanya saja tidak pernah lagi, mereka semua menjadi anak anak yang sukses dan sibuk dengan dunia mereka sendiri, bahkan mereka memilih tinggal jauh dari kami" raut wajah Nyonya Helen terlihat sangat kecewa"Akhirnya satu persatu tetangga yang tinggal dikomplek ini perlahan lahan tidak bersemangat untuk berkumpul.bersama lagi, satu persatu mereka meninggal dan hanya meninggalkan rumah yang kosong ini, hanya saya saja yang masih bertahan sampai saat ini, bahkan setiap orang yang membeli rumah disini hanya akan bertahan 2 sampai 3 hari, setelah itu mereka tidak akan pernah datang lagi" cerita Nyonya Helenpun berakhirBrigita jadi mengerti apa yang dilihatnya 2 hari ini tentang suasana yang ramai dan orang yamg berkumpul adalah kenangan di komplek ini, mereka semua sudah meninggal tetapi kenangan itu tetap bertahan.Awalnya Brigita merasa takut dengan kejadian kemarin, tetapi setelah mendengar cerita Nyonya Helen, setiap malam saat suara itu mulai terdengar Brigita akan melihat ke jendela, melihat anak anak bermain, orang tua berkumpul ini adalah suasana hangat yang mengingatkannya waktu dia masih kecil, dan Brigita sadar cepat atau lambat dia akan memiliki keluarga dan akan membawa suara anak anak itu kembali ke taman ini.Tiba tiba dia melihat seorang wanita muda cantik berambut sebahu melihat kepadanya dan tersenyum"Nyonya Helen" ucap Brigita sambil tersenyum dari jendela.
Harionago
Harionago adalah cerita urban legend dari Jepang tentang seorang wanita hantu yang mengintai korbannya, dia akan memikat dengan senyumnya sebagai wanita cantik.Ketika anda berjalan menyusuri jalan yang sepi di malam hari ketika sesuatu dalam bayangan menarik perhatian Anda. Seorang gadis cantik dengan rambut panjang memandang Anda dan memberi Anda senyum penyambutan. Haruskah anda balas tersenyum?Rupanya, menurut legenda Harionago, mungkin Anda harus tetap berjalan.HarionagoHarionago, dia seorang wanita yang sangat menarik dengan rambut panjang. Nama singkatannya "hook woman", dan dia juga dikenal sebagai Hari-onna. Rambutnya mungkin tampak normal, tetapi setelah diperiksa lebih dekat, ujung-ujungnya membentuk kait dan duri yang tajam. Dia memiliki kemampuan untuk memanipulasi rambutnya ke dalam tentakel yang menggeliat seperti ular dan menyerang korban yang diinginkannya.Dia mengintai di malam hari, mencari korban. Dia biasanya berburu laki-laki muda lebih ketimbang perempuan, mungkin karena lebih mudah dirayu dan ditipu oleh dia. Dia biasanya bepergian di antara jalan-jalan kosong dan jalan-jalan belakang di Jepang sehingga tidak ada yang bisa mengetahui rencananya.Dia tinggal di sekitar area itu atau hanya lewat saja, begitu dia melihat seorang pria muda sendirian, Harionago hanya akan tersenyum pada mereka. Pria itu biasanya akan balas tersenyum, bersikap ramah kepada wanita cantik itu - tetapi begitulah cara Harionago agar mereka jatuh ke dalam perangkapnya.Jika mereka tidak tersenyum, dia akan memalingkan muka dan tidak mengatakan apa-apa, membiarkan pria itu berada di jalannya. Tapi, jika dia tersenyum kembali, dia akan memulai serangan ganas. Rambutnya yang berduri mencambuk dengan kecepatan luar biasa dan menembus jauh ke dalam pakaian dan daging korbannya. Dia kemudian akan merobek korban menggunakan kait, dan menghilang dari tempat kejadian untuk meninggalkan mayat yang hancur. Dalam beberapa kasus, dia melahap tubuh untuk mencegah intervensi polisi.Ada peluang kecil untuk melarikan diri, tetapi itu mungkin. Jika anda seseorang pelari yang baik, anda mungkin bisa lari ke rumah dan menutup pintu sebelum dia mengejar. Pintu atau gerbang yang kokoh akan menjaga Harionago tetap di luar dari rumah. Mereka menghilang di pagi hari, jadi yang harus dilakukan adalah tetap di rumah sampai pagi.Sebuah kisah tentang pengalaman Harionago :Ada seorang anak lelaki yang tinggal di sebuah desa kecil bernama Yamada. Dia berjalan melalui jalan-jalan untuk sampai ke rumahnya, Dia sendirian, dan fakta bahwa itu malam hari dia tidak merasa lebih baik. Bahkan dengan kegelapan dan kesepian, dia yakin bahwa dia akan aman karena tidak pernah terjadi apa pun di jalan-jalan ini. Bagaimanapun, jalan itu selalu kosong pada malam seperti ini.Tiba-tiba, dia melihat seorang wanita muda yang cantik mendekatinya perlahan. Rambutnya yang panjang dan hitam tampak memikatnya, berayun lembut di angin sepoi-sepoi. Dia memberinya senyum hangat, mengundangnya untuk tersenyum kembali. Dia merasa seolah ada yang aneh, tetapi dia begitu tertarik pada gadis misterius ini sehingga dia balas tersenyum.Begitu dia menyeringai ramah padanya, rambutnya tiba-tiba melesat ke arahnya, seolah-olah itu adalah tentakel. Kait itu menggali dalam kemejanya dengan kecepatan tinggi, tetapi untungnya tidak mengenai dagingnya.Sebelum Harionago bisa menerkamnya, dia merobek bajunya dan berlari menjauh dari Harionago. Karena dekat rumahnya, dia hanya perlu berlari sekitar dua puluh detik. Tetapi bahkan dengan jarak sesingkat itu, dia bisa mendengar Harionago bergegas di belakangnya, rambutnya terangkat ke udara dengan kecepatan luar biasa.Dia masuk ke rumahnya dan menutup pintu, menguncinya di belakangnya. Dengan gemetar ketakutan, dia duduk di belakang pintu dan menunggu sampai subuh. Dia bisa mendengar Harionago berteriak dan menerkam pintu, berusaha melewati pintu.Ketika pagi, dia akhirnya mendapatkan cukup keberanian untuk membuka pintu. Ketika pintu berderit terbuka, Harionago hilang ... tetapi di pintu sekarang ada ratusan goresan yang dalam.Jadi, jika Anda melihat gadis naksir Anda menyeringai atau tersenyum, haruskah Anda balas tersenyum? Tentu, lakukan saja, cobalah untuk tidak menakuti mereka.Namun, jika Anda melihat seorang wanita berjalan keluar dari bayang-bayang di malam hari, mungkin Anda tidak boleh tersenyum. Mungkin hanya akan mengambil nyawa Anda.
Amina
Amina adalah kisah menakutkan tentang seorang pria bernama Sidi Nouman. Dia menikahi seorang gadis arab bernama Amina. Ia menemukan, dengan ngeri, bahwa istrinya adalah seorang hantu. Hal ini didasarkan pada sebuah cerita rakyat Arab kuno yang disebut "The Tale of Sidi Nouman" dari Seribu Satu Malam.AMINAAda seorang pemuda bernama Sidi Nouman yang berasal dari keluarga Muslim kaya. Ia akan menikah, tapi dia tidak pernah bertemu istrinya. Menurut kebiasaan, pernikahan itu telah diatur oleh orang tuanya. Bahkan kustom seorang wanita wajahnya akan terus tersembunyi di balik kerudung sampai setelah pernikahan. Yang dia tahu tentang dia adalah bahwa namanya adalah Amina.Ketika pernikahan itu berakhir dan Sidi pulang dengan pengantin baru dalam pelukannya, dia bergetar dengan antisipasi. Dengan privasi kamar tidur mereka, Amina melepas kerudungnya. Sidi terkejut dan lega menemukan bahwa dia sangat cantik dan indah. Penuh dengan sukacita, ia memeluknya dan memeluknya erat-erat. Dan bulan madu dimulai.Namun, sehari setelah pernikahan, Sidi Nouman dan istri barunya duduk di meja makan. Para pelayan telah meletakkan berbagai makanan lezat di meja. Namun, sementara Sidi telah menelan makan malam, ia melihat bahwa istrinya tidak makan apa-apa.Saat ia melihat, istrinya menarik sebuah logam kecil dari sakunya dan meletakkannya membukanya. Dia mengambil pin panjang dan digunakan untuk mengambil beras, biji-bijian. Setelah hanya makan beberapa butir beras, Amina menempatkan pin kembali dan minta pergi dari meja.Selama beberapa hari ke depan, setiap kali mereka makan bersama-sama, Sidi memperhatikan bahwa istrinya hampir tidak makan sama sekali. Kadang-kadang, dia akan menelan beberapa remah-remah roti dan kemudian kembali, melihat perilakunya aneh khawatir.Suatu malam, ketika Amina pikir Sidi tertidur pulas, Amina pelan-pelan bangun dari tempat tidur. Sidi hanya pura-pura tidur dan ketika ia mendengar istrinya bangkit dari tempat tidur mereka, ia menjadi curiga. Menjaga matanya tertutup rapat, Sidi mendengarkan saat Amina diam-diam dan pergi dengan pelan keluar dari ruangan.Saat Sidi berbalik, ia bangkit, mengenakan gaun rias dan mengikutinya. Melirik ke luar jendela, ia melihat istrinya meninggalkan rumah dan berjalan-jalan. Dia berlari ke pintu depan dan mengikutinya dengan cahaya bulan yang menakutkan, istrinya pergi ke kuburan terdekat.Itu adalah tengah malam dan kuburan itu kosong. Sidi bersembunyi dan mengintip dari dinding kuburan. Yang mengejutkan, Amina berjalan ke pusat pemakaman di mana dia disambut seorang pria aneh yang sedang duduk di batu nisan runtuh. Sidi terlalu jauh untuk mendengar apa yang mereka katakan.Bersama-sama, Amina dan orang tersebut menggali kuburan segar dan menemukan peti mati. Sidi menyaksikan dengan ngeri saat mayat diseret keluar tubuh membusuk, mayat dipotong menjadi beberapa bagian dan mereka memakannya, dan air liur mereka dari pesta memuakkan mereka. Menonton dari tempat persembunyiannya, Sidi tidak bergidik saat melihat istrinya menjijikkan melahap daging tengik dari mayat.Ketika mereka telah selesai pesta di kuburan, Amina dan pria aneh santai melemparkan tulang kembali ke kuburan dan mengisinya dengan tanah. Muak melampaui keyakinan, Sidi melarikan diri dari pemakaman. Dia berlari kembali ke rumah dan melompat ke tempat tidur, pura-pura tidur ketika istrinya akhirnya kembali. Amina menyelinap diam-diam kembali ke tempat tidur, tidak menyadari bahwa rahasia celaka dia telah ditemukan.Sidi Nouman tidak bisa tidur mengedipkan mata sepanjang malam dan di pagi hari, ia meninggalkan rumah sebelum Amina bangun. Ia pergi ke kota untuk berkonsultasi dengan peramal dan mencari nasihat tentang apa yang harus ia lakukan. Dia bercerita tentang pernikahannya dengan Amina, kebiasaan makan Amina yang membuat penasaran dan pemandangan yang mengerikan yg ia saksikan di kuburan."Istri Anda adalah hantu," kata peramal. "Salah satu setan busuk yang berkeliaran pedesaan, mereka biasa tinggal di bangunan-bangunan kosong dan keluar untuk wisatawan yang tidak waspada untuk makan daging mereka. Jika mereka tidak dapat menemukan mangsa hidup, mereka akan pergi ke pemakaman dan makan mayat. ''"Apa yang bisa saya lakukan?" Sidi memohon dengan air mata di matanya. "Tolong beritahu aku."Peramal menyerahkan botol kecil, diisi dengan cairan keruh."Ambil ini dan segera pulang," katanya. "Ketika waktunya tepat, buang ramuan ini di mata dan kemudian Anda akan melihat apa yang akan Anda lihat ..."Ketika Sidi kembali ke rumah, sudah waktunya untuk makan malam dan istrinya ada di sana untuk menyambutnya. Mereka duduk di meja makan dan menunggu sebagai hamba yang akan ditempatkan piring makanan di depan mereka.Seperti biasa, Amina dan logam kecilnya, mengambil pin dan mulai mengambil butir beras, satu per satu, dan menempatkan mereka ke dalam mulutnya."Ada apa, Amina?" Kata Sidi tenang. "Apakah ada sesuatu yang salah dengan makanan?""Tidak, aku hanya tidak lapar," jawabnya."Mungkin ada sesuatu yang lain Anda akan memilih untuk makan," kata Sidi dengan senyum licik."Setelah semua, tidak ada selera manis dari daging busuk dari mayat ..."Tidak lama setelah ia mengucapkan kata-kata itu, Amina marah dengan kekerasan. Wajahnya menjadi ungu, matanya tampak seperti akan keluar dari kepalanya dan ia menggertakkan giginya marah. Dia melompat ke seberang meja dan marah mencoba untuk mengambil Sidi, tapi Sidi terlalu cepat baginya.Sidi membuka botol dan melemparkan ramuan di matanya. Segera, Amina yang cantik dan indah menjadi hitam di wajah, kulitnya mulai berasap dan daging layu dari tulang-tulangnya. Sidi menyaksikan teror sebagai wajah istrinya yang cantik itu mulai mencair. Aminah jatuh berlutut dan tubuhnya hancur di depan matanya.Ketika itu berakhir, semua yang tersisa adalah genangan tebal, lumpur gelap dimana Amina berada sebelumnya.
Anneliese Michel
Kisah tragis seorang gadis remaja asal Jerman, Anneliese Michel. Gadis berusia 23 tahun yang kerap mengalami kesurupan (kerasukan setan) selama sepuluh tahun hingga dia akhirnya meregang nyawa.Anneliese Michel yang lahir pada 12 September 1952 di Leiblfing, Bavaria, Jerman Barat ini berasal dari keluarga yang taat. Namun semenjak usia enam belas tahun, dia kerap mengalami kejang parah dan sering mengalami halusinasi yang biasanya terjadi saat memanjatkan doa.Puncak penderitaan Anneliese Michel terjadi pada tahun 1973, setelah dia mengalami depresi karena sering berhalusinasi saat berdoa. Dia juga mulai mendengar bisikan-bisikan gaib yang mengatakan dia adalah manusia yang terkutuk dan akan membusuk di dasar neraka.Diagnosa medis, dia dinyatakan menderita epilepsi. Selain itu dia juga dianggap mengalami gangguan jiwa dan harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa yang tidak disebutkan namanya untuk memulihkan kesehatan Anneliese Michel.Namun penanganan medis ini justru semakin memperdalam tingkat depresi Anneliese Michel dan memperparah kondisi kesehatannya. Perawatan medis jangka panjang menggunakan berbagai obat anti-psikotik terbukti tidak berhasil. Bahkan Anneliese Michel mengaku sering melihat wajah menyeramkan.Seorang ahli agama percaya Anneliese Michel tengah kerasukan setan. Apalagi saat sedang kerasukan, Anneliese Michel biasanya menjadi tidak bersahabat setiap mendatangani tempat peribadatan dan objek suci keagamaan. Fakta ini membuat keluarga Anneliese Michel berupaya menyembuhkan Anneliese Michel dengan ritual pengusiran setan.Seorang ahli agama yang tinggal di dekat kediaman Anneliese Michel, Ernst pun bersedia melakukan ritual pengusiran. Setelah menyaksikan kondisi Anneliese Michel, Ernst menganggap gejala kejang gadis tersebut bukan karena epilepsi tapi karena gangguan makhluk halus.Ritual pengusiran setan mulai dilakukan pada 24 September 1975. Sedikitnya telah dilakukan puluhan kali ritual pengusiran selama sepuluh bulan dalam rentang tahun 1975 hingga 1976. Setiap sesi pengusiran berlangsung selama 4 jam dan dilakukan satu atau dua kali setiap pekan.Dalam proses ini, Anneliese Michel kerap meracau tentang kematiannya yang sudah dekat. Tidak hanya itu, gadis berambut hitam itu juga mulai menolak untuk makan. Dalam proses ini, pihak keluarga dan Ernst tidak berkonsultasi dengan pihak medis.Anneliese Michel akhirnya meninggal pada 1 Juli 1976 di kediamannya. Hasil otopsi menyatakan penyebab kematian karena kekurangan gizi (malnutrisi) dan dehidrasi. Saat meninggal, berat badan Anneliese Michel diketahui telah menyusut menjadi hanya 31 Kg.Pihak medis menilai nyawa Anneliese Michel bisa saja diselamatkan jika dilakukan langkah pencegahan seminggu sebelum saat dia menghembuskan nafas terakhir. Tuduhan pun mengarah kepada keluarga Anneliese Michel dan Ernst Alt yang dianggap lalai dan mengakibatkan nyawa seseorang melayang.Sidang perdana kasus tewasnya Anneliese Michel dimulai pada tanggal 30 Maret 1978. Persidangan berlangsung sengit karena terjadi dua silang pendapat. Antara yang mempercayai fenomena kerasukan dan pihak yang tidak mempercayai fenomena tersebut.Namun pada akhirnya, majlis hakim memutuskan para terdakwa dinyatakan bersalah atas kelalaian yang membuat seseorang tewas. Mereka dijatuhi hukuman enam bulan penjara (yang kemudian ditangguhkan) dan tiga tahun masa percobaan.Kisah Anneliese Michel ini sendiri menjadi inspirasi bagi sejumlah sineas. Sedikitnya ada tiga film yang memiliki alur cerita berdasarkan kisah tragis Anneliese Michel. Yaitu "The Exorcism of Emily Rose (2005), Requiem (2006) dan The Asylum, Anneliese: The Exorcist Tapes (2011).Anneliese Michel Versi Cerita PanjangKisah nyata di balik "The Exorcism of Emily Rose," melibatkan seorang gadis muda Jerman bernama Anneliese Michel.Orang yang pertama kali mengetahui bahwa Anneliese Michel telah dirasuki oleh roh jahat adalah seorang wanita tua yang mendampingi Anneliese Michel ketika ia berziarah. Wanita itu menyadari keanehan pada diri Anneliese Michel ketika Anneliese Michel berulangkali menghindar ketika melewati lukisan Yesus. Anneliese Michel juga menolak ketika diberi air suci dari sumber mata air.Wanita itu juga mengatakan bahwa ia merasakan aura yang berbeda ketika berada didekat Anneliese Michel. Seorang dukun dari kota terdekat memeriksa Anneliese Michel. Ia menyimpulkan bahwa Anneliese Michel memang telah dirasuki oleh roh jahat. Orang tua Anneliese Michel meminta ritual pengusiran roh jahat kepada dukun itu, namun dukun itu menolak. Akhirnya, mereka meminta bantuan kepada Uskup setempat.Orang tua Anneliese Michel yang putus asa kemudian meminta bantuan seorang Uskup untuk menyembuhkan Anneliese Michel. Uskup yang bernama Joseph Stangl ini kemudian menugaskan dua orang pendeta, yaitu Pastor Arnold Renz dan Pendeta Ernst Alt. Keduanya ditugaskan oleh sang Uskup untuk melakukan ritual pengusiran besar terhadap Anneliese Michel.Ritual Exorcist yang dilakukan kedua pendeta ini berdasar pada "Rituale Romanum" sesuai dengan (Gereja Katolik) yang berlaku pada abad ke-17. Pastor Arnold Renz adalah mantan misionaris di China, sedangkan Pendeta Ernst adalah seorang Pendeta biasa di tempat asalnya.Mereka berdua melakukan ritual pengusiran roh jahat terhadap Anneliese Michel selama 10 bulan, yang terdiri dari 67 sesi. Setiap minggu, kadang dilakukan satu atau dua sesi ritual. Beberapa sesi bahkan berlangsung hingga 4 jamMenurut The Washington Post, Anneliese Michel mulai melihat sesosok setan pada setiap orang yang dilihatnya saat ia mulai mengalami gejala aneh diatas. Ini mungkin menjelaskan mengapa Anneliese Michel sering histeris secara tiba-tiba. Bahkan kedua pendeta itu yakin bahwa sejak mereka melakukan ritual pengusiran, roh yang merasuki Anneliese Michel malah semakin memperparah keadaan Anneliese Michel.Anneliese Michel sendiri mengatakan kepada dua pendeta itu, bahwa ada beberapa roh yang kini merasuki dirinya. Dia menyebutkan ada roh Judas Iscariot, Adolf Hitler, Nero, Cain, Fleischmann, dan yang paling kuat, yaitu Lucifer. Dia juga menyebutkan bahwa sisi gelap dari dirinya juga turut merasukinya.Kedua pendeta ini bahkan kerap berhadapan dengan roh Lucifer yang menolak untuk keluar dari tubuh Anneliese Michel. Mereka mengatakan bahwa roh ini adalah roh yang paling sulit untuk dihadapi.Anneliese Michel telah menjalani 67 sesi ritual pengusiran roh jahat selama 10 bulan. Selama itu pula, Anneliese Michel mengalami sejumlah kerusakan pada bagian tubuhnya. Ligamen di lututnya telah pecah, kakinya juga mengalami kelumpuhan.Belum ada keterangan pasti mengenai penyebab Anneliese Michel dirasuki oleh roh-roh itu. Dia adalah seorang yang religius, begitu juga dengan keluarganya. Hanya saja, 4 tahun sebelum Anneliese Michel lahir, ibunya melahirkan seorang anak hasil hubungan gelapnya yang bernama Martha.Ketika Anneliese Michel masih kecil, ibu Anneliese Michel mendorongnya untuk melakukan penebusan dosa atas dosa yang dilakukan oleh ibunya dahulu. Pendeta yakin, ini adalah sebab utama Anneliese Michel dirasuki oleh roh-roh itu. " Ini seharusnya tidak terjadi. Ini adalah pengorbanan seorang anak kepada ibunya ", kata Pendeta Ernst.Pada tanggal 1 Juli 1976, Anneliese Michel ditemukan telah meninggal. Menurut otopsi, Anneliese Michel meninggal akibat dehidrasi parah dan kekurangan gizi. Sebelum kematiannya, Anneliese Michel selalu menolak untuk makan. Dia percaya bahwa tindakannya itu akan mempercepat kematiannya, dan itu satu - satunya cara untuk mengusir roh-roh jahat yang tengah merasukinya.Tentunya, hal ini membuat kedua orang tuanya sangat sedih. Sebelum kematiannya, Anneliese Michel sempat mengutarakan kata-kata terakhirnya "Beg for Absolution", ini ditujukan kepada kedua pendeta yang telah berusaha menolongnya, dan untuk ibunya ia berkata " Mother, I'm Afraid."Dalam pengadilan setempat menjatuhkan hukuman 6 bulan masa percobaan hukuman terhadap kedua pendeta tadi dan keluarga Anneliese Michel. Tuduhannya adalah mereka dianggap menghalangi upaya medis untuk melakukan pertolongan terhadap Anneliese Michel. Namun, seorang pengacara membela mereka karena merasa apa yang dilakukan pihak keluarga dan pendeta tadi adalah upaya untuk menyembuhkan Anneliese Michel.Sekitar 32 tahun setelah kematian Anneliese Michel, dengan baik dan ayahnya juga tewas, Anneliese Michel masih dihormati oleh kelompok-kelompok kecil umat Katolik.
Castelul Iuliei Hasdeu
Castelul Iuliei Hasdeu atau Istana Iulia Hasdeu merupakan salah satu istana tertua di Romania. Berdiri di kota Campina, Romania, istana itu pertama kali dibangun di tahun 1893 hingga selesai pada tahun 1896. Konon istana ini merupakan tempat di mana hantu Iulia Hasdeu selalu bergentayangan.Catelul Iuliei Hasdeu yang menjadi tempat di mana urban legend tentang Iulia Hasdeu beredar, sebenarnya berawal dari cerita sedih yang melatarbelakangi pembangunan istana ini.Iulia Hasdeu merupakan seorang anak dari penulis, psikolog, sejarahwan, dan juga politisi yang bernama Bogdan Petriceicu Hasdeu. Lahir di tanggai 14 November 1869, Iulia merupakan seorang anak perempuan yang cerdas. Sejak kecil dia sudah pintar menulis, bahkan di usia yang ke 8 tahun dia sudah menulis tentang Mihai Viteazu – salah satu pahlawan nasional Romania – dan menguasai bahasa Perancis, Inggris, dan Jerman.Di usia yang ke-11, dia lulus sekolah tingkat menengahnya untuk pertama kali. Iulia Hasdeu juga merupakan satu-satunya perempuan Romania yang belajar di Universitas La Sorbonne di Perancis. Iulia Hasdeu dikenal dengan karya-karya seninya yang berupa tulisan, puisi, dan beberapa prosa.Dia juga sangat senang dengan bahasa asing, memainkan piano dan canto – itu semua dia pelajari sendiri. Namun menginjak usianya yang ke-18, Iulia menderita penyakit TBC (tuberculosis) dan membuatnya harus meninggal karena penyakitnya itu, di usia yang sangat muda.Bogdan Petriceicu Hasdeu, ayahnya yang sangat mencintai anak perempuannya ini, merasa sangat kehilangan dengan kematian anaknya. Dirundung duka yang mendalam, kehidupan B. P. Hasdeu kemudian perlahan berubah dari seorang politisi dan sejarahwan menjadi seorang praktisi spiritual.Itu dilakukannya sendiri agar bisa tetap berhubungan dengan Iulia, putri kesayangannya. Wujud rasa cinta seorang ayah kepada anaknya itu, kemudian mendorong B. P. Hasdeu membangun sebuah istana untuk putrinya itu, dan menamakannya Castelul Iuliei Hasdeu – Istana Iulia Hasdeu.Kendati membutuhkan beberapa kali perbaikan, Istana Iulia Hasdeu akhirnya didaftarkan menjadi salah satu monumen bersejarah rakyat Romania di tahun 1955, setelah bangunan itu melewati perang dunia pertama dan kedua. Tahun 1994, istana ini kemudian dijadikan museum kenang-kenangan B. P. Hasdeu, di mana di beberapa ruangannya menampilkan beberapa perabotan, barang-barang pribadi keluarga Hasdeu, foto-foto, dokumen, tulisan, dan lainnya.Di salah satu sisi di dalam bangunan tersebut, juga bisa ditemukan sebuah kamar di mana seluruh dindingnya berwarna hitam. Kabarnya di kamar inilah, Bogdan Hasdeu melakukan praktik spiritualnya untuk berkomunikasi dengan Iulia.Setelah kematian, B. P. Hasdeu, Istana Iulia Hasdeu itu kemudian berubah menjadi bangunan berhantu yang penuh dengan legenda keluarga Hasdeu. Beberapa orang mengatakan melihat penampakan hantu perempuan muda yang dipercaya sebagai wujud arwah Iulia Hasdeu di sekitar pekarangan istana itu.Dia sering muncul dengan mengenakan gaun putihnya dan serangkai bunga Daisy di tangannya. Konon, jika kamu melewati istana itu di malam hari – bahkan di tiap malamnya – kamu akan mendengar hantu Iulia memainkan pianonya, di dalam istana yang tak berpenghuni itu. Sebagian lagi mengatakan bahwa arwah B. P. Hasdeu, ayah Iulia juga sering terlihat di beberapa sudut bangunannya dan bercakap-cakap dengan putrinya. Bersatunya arwah B. P. Hasdeu dan putri kesayangannya, Iulia, menunjukkan rasa cinta yang dalam dari orangtua kepada anaknya yang tidak memiliki batas apa pun.Istana Iulia Hasdeu juga menjadi gambaran bagaimana kehilangan seseorang yang sangat dicintai bisa menghancurkan atau mengubah nasib seseorang yang masih hidup atau ditinggalkan.