Temukan Cerita Inspiratif

Jelajahi kumpulan cerita menarik dari berbagai genre. Dari romance hingga horror, temukan cerita yang sesuai dengan selera Anda.

Total Cerita

830

Genre Romance

166

Genre Folklore

166

Genre Horror

166

Genre Fantasy

166

Genre Teen

166

Reset
Destiny
Romance
27 Dec 2025

Destiny

Takdir itu lucu ya. Kadang ada yang benci tapi tiba-tiba takdir mereka malah bersama. Ada yang sama-sama suka tapi takdir mereka malah berpisah. Kadang udah saling suka, saling mengerti satu sama lain, tapi takdirnya malah tidak bisa bersama.Aku juga tidak tahu takdirku akhirnya harus dibawa kemana. Aku sedang di fase mengikuti alur takdir.Namaku Asia. Ini kisahku...Saat ini aku duduk di bangku SMA, tempat yang kata kebanyakan orang adalah tempat terbaik menghabiskan masa remaja. Entahlah. Yang jelas di masa ini aku mempunyai 3 orang sahabat cowok. Kenalin, mereka Alva, Arya, dan Adam.Kami di kenal dengan Quadruple A, dan tentunya eksistensi kami tidak perlu di pertanyakan lagi. Alva terkenal tampan dan jago berbahasa asing. Dia menguasai 3 bahasa yang di pelajari di sekolah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Korea. Arya, di atlit perwakilan sekolah. Hampir menguasai semua olahraga, terutama basket dan berenang, tambahan juga Arya ini ketua ekskul basket di sekolah. Adam si ketua osis. Dan aku si peringkat pertama dalam satu angkatan.Kalo kalian pernah atau mungkin berteman dengan cowok, kalian sedikit banyak pernah merasakan selesai makan dan minum langsung pergi dari kantin, semua harus serba cepat, tidak boleh lemah.Itu yang aku rasakan."Arya sama Adam mana?" tanya Alva begitu bel masuk berbunyi."Dispen. Arya latihan basket, besok turnamen, kalo Adam rapat osis.""Oh. Peer fisika udah?"Tanpa menjawab pertanyaan Alva, aku langsung memberikan buku tulisku agar di salin olehnya.Tidak ada pertemanan murni antara cewek dan cowok. Hahaha, aku tertawa pastinya. Ada dong! Aku berteman murni tanpa perasaan apapun dengan Arya dan Adam. Tapi Alva...Aku terjebak!Bisa jadi karena selama ini hanya Alva yang tidak pernah absen makan di kantin saat jam istirahat. Tapi tidak sesimpel itu.Pertama kali melihat Alva, wajah tampannya saja sudah membuatku terpana. Tapi ternyata kami malah bersahabat, sampai sekarang.Kalau kami mau hangout di luar, kami selalu janji bertemu di tempat, kecuali Alva yang memang menjemputku ke rumah dan mengantarku pulang.Alva juga guru bahasa terbaikku. Dia pintar, wawasannya luas. Bukan hanya bahasanya yang dia kuasai, dia juga tahu berita terbaru tentang negara itu.Seperti saat ini, hari kelulusan kami. Dengan brutal kami mencoret-coret seragam kami. Dan akhirnya berkumpul di rumah Arya yang merupakan basecamp kami.Alva saat ini ada di hadapanku, dengan spidol di tangannya, terlihat celingak-celinguk mencari tempat yang masih kosong di seragamku yang sudah penuh dengan coretan.Aku tersenyum, membalikkan tubuhku, memunggunginya, lalu membuka kerah seragamku."Selalu ada tempat buat lo." ucapku.Tanpa suara, dia mulai mencoret seragamku.Dan kini aku yang gantian mencoret bajunya. Kulakukan dengan sama, mencoret serangkai kata di kerah bajunya. Tanpa bersuara.I love you.Tulisku.Dan sesampainya di rumah, aku buru-buru mengganti bajuku. Setelah selesai bersih-bersih, aku tersenyum melihat satu per satu tulisan di seragamku.Congratulation!Si rangking 1Jangan lupakan akuDan masih banyak lagi tulisan-tulisan klise di seragamku. Hingga aku membuka kerah seragamku. Tersentak dengan apa yang di tulis Alva di sana.I love you.Tulisnya.Aku buru-buru meneleponnya yang tak lama dijawab olehnya."Alva!""Asia!"Ucap kami berbarengan. Lalu kami berdua tertawa. Kami mulai mencurahkan perasaan kami masing-masing, dan mulai hari itu kami jadian.Setelah lulus, kami semua berpencar. Aku dan Alva masuk ke sebuah universitas negeri di Jakarta. Arya melanjutkan kuliah di Bandung, dan Adam melanjutkan kuliah di Surabaya.Hubungan kami selalu klik selama tiga tahun ini. Jarang sekali bertengkar, saling berbagi. Teman-teman kami iri. Couple goal katanya.Hingga akhirnya kami datang ke sebuah reuni SMA. Mereka tidak terlalu terkejut dengan hubunganku dan Alva. Tapi mereka iri setelah tahu kalau kami masih bersama selama 3 tahun ini.Dan saat ini hubunganku dan Alva ada di tahun kelima. Saat ini aku kerja di salah satu perusahaan sebagai auditor dan sedang lanjut kuliah s2 yang sebentar lagi sidang thesis, sedangkan Alva bekerja di pemerintahan yang berkaitan dengan Hubungan Internasional.Kami sudah sibuk masing-masing. Jarang sekali memberi kabar kalau di jam kerja. Bahkan kadang kamu lupa memberi kabar satu sama lain hari itu.Pertengkaran-pertengkaran kecil di mulai. Awalnya karena kami sama-sama lelah dengan urusan pekerjaan, tapi lama-lama pertengkaran itu membesar.Hubungan kami pernah berakhir. Namun setelah tidak bersama, kamu malah memikirkan satu sama lain. Dan setelah bertemu, kami menjalin hubungan kasih lagi."Asia. Aku rasa kita harus putus. Hubungan kita udah gak sehat gak sih?"Aku tersenyum. Ini sudah kesekian kalinya. Harus berapa kali lagi hubunganku dan Alva harus putus nyambung ketika kami bertengkar? Seolah pertengkaran ini selesai hanya dengan satu kata putus, dan kembali lagi dengan satu kalimat manis."Alva, kita udah hampir tujuh tahun. Dan usia kita saat ini jalan 25 tahun. Aku pikir semakin dewasa, kita makin bisa nyikapin perbedaan, bukan dikit-dikit putus. Seolah kata putus itu suatu gertakan buat aku.""Aku capek, Asia!""Kamu yakin mau putus?" tanyaku memastikan. Alva mengangguk yakin. "Yaudah kalo itu mau kamu." Aku menghela nafas kasarku. "Jaga diri kamu baik-baik ya. Aku gak menyesali semuanya. Dan aku mau kita tetep sahabatan, bareng Adam, bareng Arya."Alva mengangguk.Aku mengecup kening Alva. Aku pikir ini untuk terakhir kali."Bye, Al!"Aku meninggalkan Alva sendiri.Dan beberapa bulan kemudian, sesuai dugaanku, Alva menghubungiku dan mengajakku untuk bertemu. Aku tahu kemana arah pertemuan itu. Dan aku mengiyakan."Kita mau kemana?" tanya Alva lembut."Aku mau karoke.""... Sudah coba berbagai caraAgar kita tetap bersamaYang tersisa dari kisah iniHanya kau takut kuhilangPerdebatan apapun menuju kata pisahJangan paksakan genggamanmuIzinkan aku pergi duluYang berubah hanyaTak lagi kumilikmuKau masih bisa melihatkuKau harus percayaKutetap teman baikmu..."Alva tertegun."Al, sekarang kita, udah kayak lirik yang aku nyanyiin barusan. Im so sorry kalo aku gak bisa nerima ajakan balikan kamu. Aku harap kamu ngerti." kataku pelan. "Oh iya, minggu depan aku berangkat ke Seoul. Aku keterima di Kedubes Indonesia buat disana.""Aku... nyesel...""Maaf, Al. Aku bener-bener gak bisa lanjutin hubungan kita lebih dari ini."Alva memelukku. Erat. Menangis. Yang bisa aku lakukan saat ini hanya menepuk-nepuk punggungnya agar dia tenang.Dan saat ini aku di Seoul. Sudah hampir 2 tahun disini. Pria korea sama saja seperti pria Indonesia. Karena yang manis itu hanya di drama saja."Daem dare ballisomero yoheng gagiro heyo." ucap Kim Aera. Salah satu temanku. (Bulan depan saya mau piknik ke pulau Bali.)"Yohengi olma gollil goyeyo?" tanyaku. (Mau berapa lama disana?)"Sambak sairieyo." jawabnya. (4 hari 3 malam)."Haepi hollidei." ucapku. (Selamat berlibur.)"Gamsa haeyo." (Terima kasih.)Lalu tiba-tiba muncul Ririn. Temanku dari Indonesia yang juga bekerja disini."Mau makan siang apa?" tanyanya."Jajangmyeon!" sahut Aera.Kami berdua tertawa. Akhirnya aku menceritakan pada Ririn kalau bulan depan Aera ingin liburan ke Bali, dan dia sedang belajar bahasa Indonesia sedikit-sedikit."Asia, tau Lee Jun?""Tau. Kenapa?""Ganteng banget ya! Hahaha...""Lee Jun? Neohuideul Lee Jun yaegihaneungeoya?" sambar Aera. (Kalian membicarakan Lee Jun?)"Aniyo!" (Tidak!)"Neohuideul Lee Jun i malhaneun geol deul eosseo!" (Tadi aku mendengar kalian membicarakan Lee Jun!)"Aniyo!" (Tidak!)Aku hanya tertawa mendengar Aera yang tetap kekeuh dengan pendengarannya sementara Ririn tidak mau mengaku.Akhirnya aku hanya mengikuti takdir. Dan saat ini aku sedang berada disini. Dikelilingi oleh orang-orang yang membuat hariku menyenangkan. Oh iya, kami bertiga masih single.* * *SELESAI...

Perasaan Baru
Romance
27 Dec 2025

Perasaan Baru

POV WinaPada akhirnya gue disini, duduk bersama seorang pria yang gak gue kenal, baru kenalan hari ini tepatnya. Orangnya ganteng sih! Tapi terakhir kali gue putus sama seseorang, gue punya keinginan kalau gue gak akan pernah mau pacaran lagi. Kalo bisa gue gak usah nikah sekalian. Toh sekarang kayaknya gue hanya perlu menghabiskan waktu gue untuk bekerja supaya gue tetep hidup, lanjutin kuliah sampai selesai supaya bisa dapet pekerjaan yang gajinya lumayan.Semua ini gara-gara gue cerita sama Wulan, salah satu sahabat gue di kampus, kalo gue putus sama pacar gue kemarin karena gue udah gak punya apa-apa sejak orang tua gue meninggal kecelakaan. Lalu dia mulai mandang gue sebelah mata dan mulai bersikap kasar.Bener kata orang, kalo lo akan tahu sifat asli seseorang saat lo udah gak punya apa-apa. Lo akan tahu mana orang yang pura-pura baik dan mana yang baik beneran baik sama lo. Salah satu orang yang masih mau berteman sama gue adalah Wulan. Dan dengan sok ngide, dia malah memperkenalkan gue dengan temennya yang lain.Pria ganteng yang saat ini duduk di depan gue namanya Tara. Kuliah di salah satu Universitas yang terkenal orang-orang berada. Padahal Wulan tahu, ketika semuanya terjadi, gue jadi anti dengan orang-orang berada.Tanpa gue duga, obrolan gue dengan Tara cukup menarik. Menurut gue Tara adalah tipe orang yang peka. Karena pada awalnya dia membahas tentang kisah percintaan dan melihat gue gak tertarik, dia menggiring pembicaraan kita ke hal-hal yang menarik."Lo mendingan kerja aja di kafe gue, Win, kebetulan gue butuh orang untuk ngatur pembukuan di kafe gue. Terus lo juga bisa jadi kasir, kebetulan juga kasir gue resign kemarin. Karena lo double job, fee-nya juga lumayan. Jadi lo bisa bayar kuliah juga kan dari gaji lo." katanya.* * *POV TaraAda kalanya lo harus bersabar untuk mendapatkan seseorang yang benar-benar lo butuh dan lo ingin. Buat gue, orang itu adalah Wina. Sudah hampir 2 tahun dia kerja di kafe gue sebagai bagian keuangan merangkap kasir. Kerjanya rajin, dia juga tekun. Mungkin emang semangat berjuangnya tinggi. Padahal dulunya dia anak dari keluarga berada.Wina. Dari awal gue ngeliat dia, gue udah suka. Anaknya cantik, gak neko-neko. Tapi satu yang gue tahu, dia lagi anti banget sama hubungan percintaan sejak putus sama cowoknya yang katanya kasar itu. Jangan tanya gue tau darimana, yang jelas Wina gak pernah mau cerita tentang hubungan asmaranya. Wulan yang cerita sama gue di awal dia mau ngenalin gue sama Wina.Gue jadi penasaran, kira-kira cowok brengs*k kayak apa yang tega ke cewek secantik Wina. Ditambah Wina itu ternyata pinter. Dia selalu seneng banget kalo nilai dia itu bagus. Dan kalo dia udah seneng gitu, biasanya kerjanya jadi makin rajin. Katanya itu bentuk terima kasih ke gue karena gue udah banyak bantu dia. Padahal dia juga bantu gue.Dan kalo ditanya effort apa yang udah gue lakuin buat ngambil hati Wina? Sebenernya gue gak perlu effort apa-apa selain ngasih perhatian secukupnya ke dia. Karena dia juga terlihat risih kalo ada orang yang ngasih perhatian berlebihan ke dia.Kayak sekarang, gue baru aja sampe kafe dan gue ngeliat kalo di jam segini, Wina masih ngelayanin orang dengan senyum ramahnya seakan itu anak gak kenal capek. Itu alasan gue kenapa tiap gue pulang kerja, gue selalu sempetin diri untuk mampir ke kafe, supaya gue bisa belajar dari Wina kalo lo harus tetap bersyukur meskipun lo capek."Minum dulu, Bos!" kata Rio sambil meletakkan secangkir kopi di atas meja gue."Tengkyu, Yo! Gimana hari ini? Rame?""Lumayan, Bos!""Udah close kan ya? Yaudah lo lanjut beres-beres dulu deh. Nanti kalo udah beres, bilangin ke anak-anak ada yang mau gue omongin.""Oke, Bos!"Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Mereka semua beberes, sedangkan gue masih di tempat yang sama, duduk, baca pembukuan minggu lalu, sambil sesekali curi-curi pandang kea rah Wina yang masih sibuk nyocokin struk sama sistem. Dan sesekali juga mata kami bertemu, biasanya dia ngasih senyum duluan ke gue. Senyumnya itu bikin penat gue hilang."Jadi gini, besok rencana gue sama temen-temen gue mau kumpul. Di kafe ini. Mulainya malem sih, sekitar jam 7 gitu. Karena besok juga malem minggu, kemungkinan rame. Kalian besok pasti bakalan capek banget. Tapi yang gue harap kalian tetep hati-hati.""Baik, Mas Tara!""Oh iya, Win, besok lo ujian jam berapa?""Pagi sih, Mas, siang juga udah selesai kok!""Yaudah, lo juga jaga kondisi ya. Good luck ujiannya.""Makasih, Mas Tara."Meskipun interaksi gue dan Wina hanya sebatas itu di tempat kerja, tapi gue tetep bersyukur bisa denger suara dia hari ini. Setelah selesai, gue membiarkan mereka semua pulang. Dan seperti biasa, gue nganterin Wina pulang karena ini udah malem dan dia emang satu-satunya perempuan yang kerja di kafe gue.* * *POV WinaAkhirnya selesai juga ujian hari ini. Gue harus optimis kalo nilai gue bakalan bagus juga semester ini. Gue gak boleh ngecewain Tara yang udah banyak bantu gue.Sebenarnya salah satu motivasi gue adalah Tara. Dia semuda itu udah bisa ngembangin usahanya sendiri, orangnya juga gak sombong sama karyawan-karyawannya, dan dia selalu bantu karyawannya sebaik mungkin.Dan salah satu motivasi gue harus belajar sebaik mungkin adalah karena Tara emang udah niat bantuin gue dari awal. Supaya gue bisa kuliah dan bisa hidup lebih baik. Supaya gue gak di anggap sebelah mata sama orang lain. Dan dalam proses ini, Tara juga bener-bener gak anggap gue sebelah mata. Makanya gue selalu ngasih tau Tara nilai gue supaya dia merasa kalo bantuannya itu gak sia-sia.Hari ini mungkin gue harus kerja lebih ekstra dari sebelumnya. Benar kata Tara. Ketika gue baru aja sampai, kafe udah rame banget karena jam makan siang di tambah promo cashback karena Tara baru saja kerjasama dengan salah satu lembaga keuangan.Kami semua baru bisa agak lenggang setelah sore. Dan sore itu, Tara baru datang lagi setelah siang tadi dia pulang. Tara datang dengan setelan kemeja hitam lengan panjang yang di gulung, serta celana panjang berwarna cream. Dia masih ganteng seperti dulu. Wangi parfumnya mendominasi ruangan yang awalnya wangi kopi memang.Dia datang ke depan gue, tersenyum, dan"Gimana ujiannya?" tanyanya."Lancar, Mas Tara.""Syukur deh! Oh ya, Win, gue lupa kasih tau lo ya?""Soal apa?""Kalo gue udah suka sama lo dari awal. Tapi lo gak usah khawatir, gue gak akan maksa lo. Hari ini lo lakuin aja kerjaan kayak biasa, gak usah terbebani sama temen-temen gue. Kalo ada dari mereka nanya-nanya nomor hape lo, gak usah lo kasih ya. Inget, jangan lo kasih! Ini perintah!"Gue gak tahu kenapa gue deg-degan denger pernyataan Tara yang tiba-tiba itu. Mungkin aja gue terbawa suasana karena Tara hari ini lebih ganteng dari biasanya. Di tambah lagi sikap posesifnya itu. Tapi di balik itu, dia gak maksa atau minta jawaban ke gue, dan itu bikin gue merasa lega.* * *POV AuthorWaktu kini menunjukkan pukul 7, beberapa dari teman-teman Tara sudah datang. Meskipun teman-temannya, Tara meminta mereka untuk langsung pesan di kasir. Setiap ada salah satu temannya ke kasir, pandangan Tara selalu kesana. Memantau kalau temannya meminta nomor Wina. Benar saja, beberapa dari mereka memang meminta nomor Wina."Kasir lo oke juga! Minta nomornya dong!" ucap Angga, salah satu temannya. Tara hanya tersenyum."Tar, ini dari tadi gue selidikin, mata lo kayaknya selalu kesana tiap kali ada kita yang mau ke kasir. Jangan bilang lo naksir kan sama kasir lo. Siapa namanya tadi? Wina ya?" sahut Willy."Eh iya, gue juga sadar sebenernya. Bener kan, Tar? Ngaku lo!" Andri menimpali."Nah, ini dia! Bro kita yang suka telat dateng!" ujar Angga.Seorang pria yang baru saja datang langsung duduk di antara mereka semua. Wajahnya tidak kalah tampan dengan Tara."Kok gue gak di pesenin sih?" tanya pria itu. Namanya Byan."Nih, yang punya kafe bilang kalo kita harus pesen sendiri kesana." jawab Willy.Byan bangkit dan mendekati kasir. Seperti biasa pandangan Tara ke arah sana, membuat teman-temannya tambah yakin kalau Tara menyukai kasirnya.Tara mengerutkan kening melihat ekspresi wajah Wina yang pucat. Dia terlihat tegang."Hai, Win! Ternyata sekarang kerja jadi kasir! Capek ya? Pegel dong ya sekarang kerjanya berdiri! Masih mending jadi pacar gue kan?"Wina berusaha tersenyum meskipun saat ini kakinya lemas. Kenapa dirinya harus bertemu lagi dengan orang yang tidak ingin di temuinya, di tempat kerjanya, dan terlebih dia adalah salah satu teman Tara, pemilik kafe tempatnya bekerja."Halo, selamat malam, Kak, mau pesen apa?"Byan setengah tertawa, "Wah, masih bisa pura-pura, Win? Apa karena Bos lo ngeliatin dari sana?"Tara semakin yakin ada yang tidak beres disana."... Wina itu dulu putus sama pacarnya karena pacarnya udah semena-mena sama dia. Mungkin semakin kesini semakin kasar. Wina paling takut kalo suatu saat ketemu cowok itu lagi. Tapi lo cukup tau aja ya, Tar, jangan di konfirmasi lagi ke Wina. Soalnya ini rahasia dia. Tapi gue rasa, kalo lo emang mau ungkapin perasaan lo ke dia, minimal sedikit lo tau tentang masa lalunya." ujar Wulan mengingatkan tentang kisah percintaan Wina yang tidak indah itu semalam saat Tara bilang ingin menyatakan rasa pada Wina.Tara bangkit, mendekati Wina dan Byan."Ada apa ini? Win, you okay?""Gak apa-apa, Mas Tara." jawab Wina."Americano satu ya, Win!" ucap Byan."Bro, gue mau ngomong sebentar." kata Tara pada Byan.Tara membawa Byan ke balkon atas. Byan menyalakan sebatang rokoknya, dan menawarkan kepada Tara yang di tolak pria itu."Kenapa, Bro?" tanya Byan."Lo mantannya Wina?"Byan tersenyum, "Dia cerita?""Gue nebak aja. Karena dia sama sekali gak pernah cerita tentang kehidupan percintaannya ke gue." jawab Tara. "Wina, dia orangnya rajin, ceria, pinter. Tapi orang yang seperti itu bisa keliatan pucet waktu ngadepin lo tadi, gue yakin ada yang gak beres.""Iya, dia mantan gue.""Kenapa, Bro? kenapa putus?""Ya, karena udah gak suka aja, Bro.""Yaudah. Karena lo udah gak suka, dan lo udah gak ada hubungan apa-apa lagi, berarti gue boleh maju tanpa persetujuan lo kan? Lagian lo juga udah punya pacar baru kan?"Byan tersenyum, "Ambil aja, Bro! Lagian apa bagusnya Wina selain cantik?"Tara tersenyum, "Gue bersyukur karena lo gak tau apa bagusnya dia, Bro! Yaudah, lanjutin nyudutnya. Nanti kalo udah selesai ke bawah lagi ya, Bro!""Oke!""Oh iya, lo sekarang pacaran sama Kenny kan?""Iya, kenapa, Bro?""Cuma mau bilang ati-ati aja. Kalo lo mau tau watak asli Kenny, lo cukup nolak bayarin belanjaan dia, minimal tiga kali."Setelah turun, Tara meminta Wina untuk berbicara empat mata dengannya di belakang."Win, mungkin gue belum tau banyak soal masa lalu percintaan lo yang kelam itu. Karena lo selalu menghindar kalo gue udah mulai membahas sesuatu yang berurusan sama cinta. Tapi please, kali ini lo dengerin gue. Cukup satu kali. Gue udah suka sama lo dari awal. Semakin kesini gue ngerasa beruntung karena lo hadir di hidup gue. Mengenal lo itu membuat gue merasa kalo gue harus bersyukur dengan apa yang udah gue raih. Itu salah satu motivasi gue untuk bekerja lebih keras dan berusaha gak ngeluh. Dan dengan adanya lo, gue jadi tau kalo yang namanya usaha gak akan menghianati hasil. Lo kerja, lo belajar mati-matian supaya nilai lo bagus, dan waktu nilai lo bagus, gue adalah orang pertama yang lo kasih tau. Gue suka dengan kebersamaan kita yang sederhana seperti itu. Bersama lo gak harus mahal, tapi justru itu yang membuat nilai lo di mata gue jadi mahal. Gue menawarkan lo sebuah hubungan special atas dasar cinta. Kapanpun lo siap, lo bisa bilang ke gue. Gue gak ngasih batas waktu. Karena gue harap hubungan kita juga gak ada batas waktu.""Lo serius, Tar?" tanya Wina. Tara mengangguk yakin, "Tara, gue gak punya apa-apa, gue gak bisa buat lo bangga dengan punya gue. Gue gak...""Cukup lo pertimbangkan aja tawaran gue!" potong Tara."Kalo lo siap dengan konsekuensi itu, gue terima tawarannya."Tara tersenyum, dia langsung menggandeng Wina dan membawanya ke hadapan teman-temannya."Bro, kenalin! Wina, kasir dan bagian keuangan di kafe gue. Sekarang jadi pacar gue!"Tara tersenyum. Gue gak perlu orang-orang tahu tentang kelebihan Wina dari mulut gue. Cukup mereka melihat dan menilai Wina dengan sudut pandang mereka. Karena menurut gue, nilai Wina di mata gue sangat tinggi. Dan beruntungnya gue, sekarang dia ada di sisi gue . Batin Tara.* * *SELESAI ...

HOROR POJOK KAMAR MANDI
Horror
27 Dec 2025

HOROR POJOK KAMAR MANDI

Bian dan Ganda sudah berjalan menyusuri Gang Pinjul ini untuk mencri kost-kostan untuk mereka berdua yang dekat dengan kampus baru mereka, karena mereka hanya diberi uang sedikit oleh orang tua mereka masing-masing setiap bulan jadi mereka juga harus mencari kost-kostan yang tidak mahal.Hampir putus asa karena harga sewa kostan di atas satu juta perbulan semua, mereka pun mencari warung kecil untuk berisitirahat.Sambil menyeruput teh botol nya Bian iseng bertanya sama penjaga warung."Bu tahu ada kostan yang sewanya 500rban ga ya perbulan?"Ibu Warung : Rata-rata sih disini udah mahal mas, karena deket kampus"Bian : "Gapapa bu rumahnya kecil asal bayar kostnya juga murah" tanya Bian sekali lagi untuk meyakinkan.Ganda : "Iy bu kecil gapapa, kami sudah capek keliling dari tadi" ucapnya sambil mengelap keringatnya.Ibu warung pun diam sesaat"hmm sebenernya sih ada mas, tapi.........." ibu warung itu menghentikan jawabannya"Tapi apa bu?" tanya Bian"Tapi serem mas" ucap ibu warung itu dengan raut takut"Serem? seremnya gimana bu?" tanya ganda"Deket Kuburan Mas, Ga jauh sih dari sini, Kost an Pak Mijo" jawab Ibu Warung itu"Tapi bayarnya sebulan 500 ribuan bu?" tanya Bian sekali lagi"Tapi Bian, serem aku ga mau kalau deket kuburan" ucap Ganda"Aduh kamu masa penakut gitu sih Da, aku udah capek kelilig lagian ga ada lagi kostan murah begitu""Ya sudah bu saya minta alamatnya boleh?" tanya BianSetelah diberi alamatnya, meerka menuju ke kostan tersebut, dan benar saja untuk menuju kostan tersebut mereka melewati kuburan tetapi memang tidak jauh dari warung tadi."Assalamualaikum" Bian mmeberikan salam"waalaikumsalam" jawab Bapak tua keluar dari pintu rumah"Saya Bian pak dan ini teman saya Ganda, kami ingin menyewa kostan pak" ucap Bian"Oh boleh kebetulan kita hanya menyewakan dua kamar saja" ucap Bapak tua tadi mengajak Bian masuk dan berkeliling.Rumahnya kecil dan sederhana didalam rumah hanya ada 3 kamar dan Bapak tua tadi tinggal seorang diri."Baik pak berapa harga sewa kostnya perbulan?" tanya Bian"500 ribu perbulan saja mas" kata Bapa tadi " tapi saya minta fotokopi KTP kalian dan juga Uang Deposit 500 ribu masing-masing" ucapnya"Maaf pak itu kuburan apa ya?" tanya Ganda tiba-tiba"Oh itu kuburan keluarga besar saya kok mas, jadinya t idak menyeramkan" ucap Bapak tadi menyeringai"Oh kuburan keluarga ya" ucap Ganda sambil mengangguk.Dan akhirnya Ganda dan Bian pun resmi menjadi anak kost di rumah Pak Mijo.Pak Mijo orang yang baik, kadang suamembelikan sarapan untu Bian dan Ganda, rumahnya pun selalu rapih, tidak terasa beberapa bulan mereka sudah kost disana dan suasananya menyenangkan.Hari itu Bian pulag malam karena ada tugas tambahan dari kampus, Ganda sudah pulang lebih dahulu, melewati jalan gang ini tengah malam seperti ini memang ada perasaan aneh yang dirasakan Bian, terutama saat melewati kuburan, suasana terlalu hening sehingga patahan ranting kayu pun akan terdengar, Bianpun mengetuk pintu, tidak ada yang membukakan, perasaan takut mulai menyelimuti Bian, dan dia menjadi kebelet pipis, karena tidak tahan Bian pun mencari jalan untuk pipis didekat pohon rindang samping rumah pak Mijo.Tiba- tiba pintu rumah terbuka.Pak Mijo sudah bangun Bian menjadi lega dan masuk ke dalam rumah, tapi anehnya Bian tidak melihat Pak Mijo disana, tetapi karena mengantuk Bian langsung menuju kekamarnya dan tertidur.Beberapa jam kemudian Bian merasa kebelet lagi, dia pun menuju kamar mandi anehnya sepertinya kamar mandinya berubah, letaknya di pojok belakang rumah, apa fikiran Bian saja, karena sudah kebelet Bian pun masuk kedalam kamar mandi.Setelah selesi pipis Bian mencoba membuka pintu tetapi pintu terkonci tidak dapat terbuka, Bian menggedor pintu tetapi tidak ada yang mendengar, tiba-tiba Bian didekati oleh bayangan-bayangan menyeramkan, "Tidak,.... Tidak...." fikir Bian.Ketakutan Bian melihat penampakan-penampakan hantu tersebut membuatnya keringat dingin, sepertinya mereka adalah mahluk yang sangat menyeramkan dan ingin menyakiti Bian, akhirnya Bian berteriak sekencangnya, tetapi mahluk-mahluk itu semakin dekat.Dan Bian merasakan ada yang menyentu pundaknya, Bian merasa dirinya akan pingsan."Kamu ngapain ada disini malam malam" tanya suara yang tidak asing didengarnya yaitu Pak Mijo"Saya di toilet pak" jawab Bian "Dan hantu-hantu tadi mengejar saya" ucapnya ketakutan"Toilet apa? orang kamu daritadi disini" ucap Pak MijoBian pun baru menyadari dia memandang sekeliling hanya ada kuburan saja, bagaimana mungkin padahal tadi dia yakin ada di dalam rumah.Keesokan paginya Bian dan Ganda sarapan bersama Pak Mijo, dan Bian menceritakan semua kejadian malam itu"Kamu tahu pantangan untuk pipis sembarangan terutama di tempat-tempat yang dekat dengan dunia berbeda" ucap Pak Mijo"Kamu pun harus menghargai dunia mereka, jadi kta tidak akan saling mengganggu" ucap Pak Mijo bijaksana"Apa kita harus pindah kostan lagi Bian?" tanya Ganda"Tidak apa-apa Ganda, seperti yang Pak Mijo bilang aku akan belajar menghormati dunia kita masing-masing" ucap Bian kepada Ganda

HOROR BAJU NENEK
Horror
27 Dec 2025

HOROR BAJU NENEK

Delisa, Amel dan Reina adalah kakak beradik berusia dua puluh tahunan dengan selisih umur yang tidak terlalu jauh, saat ini mereka sedang menuju ke Desa Hasta tempat kampung halaman orang tua mereka, karena ibu mendapat kabar salah satu kerabatnya meninggal dunia, dan harus mengikuti upacara pemakamannya.Perjalanan menuju Desa Hasta lumayan jauh dari tempat tinggal mereka, melewati bukit-bukit yang curam dan juga banyak jurang di pinggir jalannya, tidak menyangka kampung halaman ibu mereka begitu terpencil. Bahkand seumur hidup mereka baru kali ini mereka pulang kampung kesana.Akhirmya setelah hampir satu hari perjalanan, mereka pun sampai, ayah terlihat sangat lelah karena menyetir begitu jauh dan konsetrasi yang sangat tinggi melihat area jalan yang mereka lewati, Mereka mengina di rumah keluarga disana sudah ada Bude Desti Kakak tertua ibu yang menyambut, dan mempersiapkan untuk kami menginap.Suasana rumah kampung yang luas dengan ruangan yang lapang membuat Delisa kagum betapa rumah ini sangat menarik perhatiannya, tidak membayangkan disinilan ibu waktu masa kecil dan remaja tinggal.Amel dan Reina sudah membereskan semua baju mereka di kamar yang di sediakan.Tetapi Delisa memilih memngelilingi rumah, dia melihat suasana sekitar yang penuh dengan Pohon Jati dan juga bambu menambah keaasrian rumah di desa ini.Saat berjalan di Pohon Jati Delisa melihat seorang pemuda sedang menebang bambu, dan melihat ke arahnya."Hai" sapa pemuda ituDelisa tersenyum " Hai" balasnya"Pasti kamu keluarga Bule Arum yang dari kota, kenalkan saya Anjar anak Mbo Hesti, dan ternyata dia adalah sepuu Delisa.Akhirnya Delisa ngobrol panjang dengan Anjr tenatng slsilah keluarga mereka."Delisa ayo makan, makanan sudah matang, kamu juga Jar ayo masuk" ucap Bude HestiMasakan Bude Hesti sangat enak dan hangat, tidak menyangka ternyata suasana di desa ini membuat Delisa merasa seperti lburan yang diimpikannya.Amel mengajak Delisa dan Reina untuk keluar melihat keadaan sekitar, tetapi karena Delisa sudah berkeliling tadi dia pun menolaknyaAkhirnya Amel dan Reina diantar ayah dan ibu keliling untuk bersilutarahmi dengan tetangga sekitar bersama Anjar dan Bude Hesti.Dan Delisa ditinggal sendiri di rumah.Karena mengantuk maka Delisa masuk kekamar yang sudah disediakan, dan sepertinya ingin langsung tidur dkasur, tetapi ada salah satu lemari dengan hiasan warna warni menarik perhatiannya, Delisa pun membuka lemari tersebut, dan melihat ada baju tidur tua dengan warna kuning disana, Delisa belum membuka kpernya dan merasa perlu segera tidur maka Delisa pun mengambil baju tersebut dan mengenakannya.Ternyata sangat pas dengan tubuh Delisa. Dia pun segera ke kasur dan tertidur lelap.Entah berapa lama Delisa telah tertidur lelap, dia pun membuka matanya karena mencium aroma masakan yang sagat sedap dari dapur, Delisa senang karena perutnya sangat lapar.Saat Delisa ke dapur ruangan sangat sepi tapi dia melihat ada seorang wanita memakai kebaya sedang memasak dan wanita itu sangat cantik sekali."Maaf, saya Delisa" memperkenalkan diriwanita itu melihat ke arah Delisa dan tersenyum menambah kecantikannya."Saya Endang, tapi kamu boleh panggil saya Yang Endang" jwab wanita cantik itu memperkenalkan dirinya juga."Masakannya harum sekali Yang" ucap Delisa dengan ramah"Khusus Yang masakin buat kamu" ucap wanita itu sambil membelai rambut Delisa di meja makan."Yang ga makan juga?" tanya Delisa melihat meja penuh dengan masakan yang nikmat"Sudah kamu habiskan saja, Yang khusus buatkan untuk kamu" lalu Yang pun duduk samping Delisa"Kamu mirip sekali dengan Yang ndok" ucapnya sambil memandang Delisa"tidak Yang, Yang lebh cantik" ucap DelisaYang Endang pun tersenyum sambil meihat ke arah DelisaEntah apa yang merasuki Delisa tapi Delisa berhasil menghabiskan seluruh masakan yang dibuat Yang Endang.Lalu Delisa pun diajak ke Kebun Jati duduk disana dan Yang Endang menceritakan betapa kangennya dia dengan Ibu."Nanti kalau balik kek kota suruh ibu tengok ke rumah sekali-kali, hampir 20 tahun ibumu tidak kesini ndok" ucap Yang Endang merautkan kesedihan "bahkan Yang tidak bisa melihat kalian, aru kali ini Ynag bis aketemu kamu Ndok" ucapnya Lirih."Iya yang nanti saya sampaikan sama Ibu, Yang pasti adiknya ibu yang terakhir ya Yang masih muda dan cantik sekali" ucap Delisa kagum dengan kecantikan Yang Endang.Yang Endang pun tersenyum "kamu mewarisi kecantikan ku Ndok" ucapnya sambil membelai rambut Delisa.Tiba-tiba ada suara Amel memanggil, Delisa pun senang mendengarnya"Itu ibu dan yang lain sudah datang ayo kita masuk kerumah Yang" Ajak DelisaYang Endang pun tersenyum"Delisa kamu ga ikut sih, lihat nih kita setiap berunjung ke rumah tetangga pasti dibawakan buah tangan, ada buah dan sayuran yang lezat, nanti Bude Hesti akan masak masakan enak seperti tadi" Ucap Amel"Iya mel tapi aku sudah kenyang, tadi Yang Endang juga masak masakan yang enak dan banyak, tapi karena aku lapar aku habiskan semuanya" ucap delisa malu"Yang Endang?" Tanya Bude Hesti"Yang Endang? tanya Ibu juga tidak kalah kaget dengan Bude HestiAnjar melihat ke arah Delisa dengan aneh"Kamu pakai baju tidur siapa?" tanya Anjar"Aku tidak tahu tadi ada di lemari kamar" ucap delisa poos sambil melihat ke arah bajunya"Itu Baju Ibu" ucap Bude Hesti "Kamu tahu siapa Yang Endang itu?" tanya Bude Hesti"saudara ibu kan?" jawab Delisa"Bukan Del, tetapi itu Eyang Kamu, Ibu dari Ibu kamu" jawab Bude Hesti " Yang kamu pakai itu baju kesayangannya" ucap Bude Hesti"Tidak mungkin Bude, Yang Endang itu masih muda dan cantik sekali" ucap Delisa mengelakLalu Bude Hesti ke kamar dan mengambil sebuah Foto album lama."Ini kan yang kamu lihat tadi?" tanya Bude HestiDelisa pun melihat dengan seksama, foto htam putih tu ini menampilkan wajah seorang gadis cantik, dnegan rambut panjang terurai, persisi seperti Yang Endang tadi."Iya Bude ini Yang Endang" ucap Delisa"Eyang kangen dengan cucunya" ucap Bude Hesti "Kamu tidak pernh pulang kesini Rum, bahkan Eyang tidak sempat melihat anak-anakmu, dia selalu saja mengigau memanggilmu Rum"Ibu menunduk tersedih "Iya Mbak, aku malu untuk pulang kesini karena kondisiku saat itu masih sangat kekurangan aku membantu suamiku bekerja supaya bisa menata rumah tangga kami, tidak terasa aku jadi lupa untuk pulang" ucap Ibu menitikkan air mata.Aku melihat kesedihan ibu "Bu tadi Yang Endang ngobrol sama aku dia sayang sama ibu, dia berharap ibu mulai sekarang sering- kesini untuk menemui nya disini" ucapku sambil memeluk ibu."Iya maafkan ibu ya anak-anak, nanti saat ibu tua, ibu tidak mengahrap apaun dari kalian, hanya datang dan berkunjung saja tu sudah lebih dari ukup" ucap ibu menagis tersedu.Saat aku memeluk Ibu aku melihat Yang Endang di Jendela dianatar peppohonan Jati sedang tersenyum ke arahku.Sore itu pun kami menyekar ke kuburannya, dan ternyata kuburannya persis diantara phon jati tadi tempat dia berdiri.Apapun Kondsi dan masalah kita aku tidak akan pernah melupakan leluhurku, ucap Delisa dalam hatinya.

April dan Desember
Teen
27 Dec 2025

April dan Desember

Kilatan lampu dan suara jepretan kamera wartawan menghiasi salah satu ruangan gedung di kawasan Jakarta Selatan siang itu. Tak lama kemudian, sesosok wanita cantik berumur 35 tahun duduk di salah satu kursi yang telah di sediakan. Dia masih membiarkan para wartawan untuk memotret, hingga frekuensi kilatan lampu dan suara jepretan pun berkurang.Setelah menjelaskan sedikit tentang karyanya yang berjudul "Dark Desember Suggestion", wanita bernama April itu mempersilahkan sesi tanya jawab untuk para wartawan."Mengapa anda memberi judul Dark Desember Suggestion? Apakah ini terinpirasi dari kisah hidup anda?" tanya salah satu wartawan.April tersenyum, matanya menerawang jauh.Dia cukup ingat bagaimana dahulu dirinya melewati bulan Desember yang sangat ingin ia hindari itu.Semua bermula dari satu kejadian itu, waktu itu umurnya baru menginjak 5 tahun.Flashback...April berlari kegirangan karena dirinya berhasil mendapatkan piala juara menulis di TK-nya. Namun langkahnya terhenti di depan pagar rumahnya, mendengar suara keributan dari dalam, bahkan bunyi pecahan piring dan gelas itu cukup membuat hatinya sakit.Masih berdiri mematung dan air mata yang sedikit demi sedikit keluar dari matanya, Ibunya keluar dari rumah, membuka pagar, dan terkejut melihat putri semata wayangnya ada disitu sambil menangis.April melihat Ibunya yang berantakan, dengan menenteng tas kecil dan koper di kedua tangannya.Ibunya berjongkok, mensejajarkan tinggi mereka, melihat wajah April yang terluka, dia ikut menangis."April, Ibu minta maaf. April jaga diri ya, yang nurut sama Bapak. Ibu pamit pergi. Maafin Ibu ya, Nak."Pesan singkat itu, dan kepergian sosok Ibunya membuat tangis April makin menjadi. Kakinya benar-benar berat untuk mengejar kepergian Ibunya. Karena pertengkaran kedua orang tuanya memang terlalu sering akhir-akhir ini.Dan di tahun berikutnya, bulan Desember saat dirinya berumur 6 tahun, tiba-tiba saja Ibunya mendatanginya di Sekolah Dasar, mengajak April untuk tinggal bersamanya.April dilema. Dia sadar bahwa dia sangat rindu Ibunya. Disaat teman-temannya yang lain di antar Ibunya berangkat sekolah di hari pertama, April di antar Bapaknya. Kadang mereka bertanya "April, Ibunya mana?" dan April tidak tahu harus menjawab apa.April menolak ajakan Ibunya, dan disaat yang sama, Bapaknya yang baru datang ingin menjemputnya, murka melihat Ibunya datang sembunyi-sembunyi untuk membawa April pergi. Ibunya yang panik langsung lari dan tertabrak sebuah truk besar.Di depan matanya, Ibunya yang sangat dia rindukan itu, meninggal di depan matanya.Flashback off..."... saat itu, saya baru sadar kalau bulan Desember itu tidak ramah untuk saya. Karena di bulan-bulan Desember berikutnya, ada saja kejadian yang menimpa saya. Tangan saya tiba-tiba patah saat saya terpilih menjadi perwakilan sekolah untuk ikut lomba menulis, dan masih banyak hal lain yang membuat saya cukup menghindari bulan itu. Rasanya untuk satu bulan itu saya hanya ingin di kamar dan meringkuk sambil menunggu bulan itu berlalu." ucapan April diselingi candaan itu sukses membuat para wartawan dan orang-orang yang berada disitu tertawa kecil."Namun ada satu waktu, saya mengikuti salah satu seminar. Waktu itu temanya adalah sugesti. Saya mendalami kalimat itu, dan mulai mengimplementasikannya ke diri saya. Saya berpikir mungkin selama ini saya terlalu takut pada bulan itu, padahal selama ini mungkin saja itu ketentuan dari Tuhan yang memang tidak dapat saya ubah. Akhirnya saya beranikan diri terus menerus, melewati satu bulan Desember itu dengan sugesti kalau semuanya akan baik-baik saja, saya hanya harus berhati-hati dan berpikir positif. Dan saya baru sadar, kalau bulan itu, adalah hari lahir Bapak saya dan hari pernikahan kedua orang tua saya."Flashback...April menaruh kue sederhana di atas meja di depan Bapaknya. Melihat Bapaknya yang kian hari kian menua. April melihat kedua mata Bapaknya menerawang jauh melihat kue di depan matanya itu, lalu menangis."Bapak gak pernah menyesal menikah sama Ibu. Ibu adalah wanita terbaik menurut Bapak. Ibu adalah wanita paling sabar yang pernah Bapak temuin. Ibu adalah wanita paling cantik yang pernah Bapak milikin. Makanya kamu yang cantik ini mirip Ibu. Bapak yang salah, waktu itu Bapak yang gelap mata. Ibu sudah tahu kalau Bapak suka berjudi dan pernah main perempuan. Ibu sudah sering meminta Bapak untuk berubah, tapi Bapak gak terima. Hari itu, Bapak yang usir dia. Kamu jangan nyalahin Ibu kenapa gak bawa kamu pergi, karena Bapak tahu Ibu tidak punya apa-apa saat keluar dari rumah, jadi Ibu tidak ingin kamu ikut susah. Bapak yang salah, Bapak gagal jadi kepala rumah tangga yang baik buat kalian."Entah kenapa hati April sangat terluka mendengar pengakuan Bapaknya. April tidak bisa menghakimi siapapun saat ini, karena dia tahu hati Bapaknya juga terluka.Bapaknya yang selalu menang berjudi, hingga uangnya banyak dan di lirik perempuan, tidak meninggalkan hutang apapun.Setelah Ibunya pergi dari rumah dan sadar, Bapaknya berhenti berjudi dan meninggalkan dunia kelamnya, itu pilihan terbaiknya. Namun rumah tangga mereka memang sudah tidak bisa di selamatkan.Flashback off..."...karena untuk pertama kalinya, tidak ada hal buruk di bulan Desember. Bapak saya meninggal, tak lama dari itu, bulan Februari. Dan setiap bulan itu saya selalu mensugesti diri saya. Hingga pada bulan Desember, saya bertemu dengan suami saya. Dan bulan Desember berikutnya kami menikah. Lalu bulan Desember berikutnya anak pertama kami lahir. Dan dari situ saya berpikir, tidak selamanya bulan Desember itu kelam. Karena saya selalu ingin membuat kenangan indah di bulan Desember.""Apakah ada kesulitan saat menulis karya anda?" tanya wartawan lainnya."Kesulitan pasti ada. Tapi karena ada keluarga saya yang membuat saya termotivasi, saya tidak terlalu ingin mengingat hal sulit itu. Karena untuk menghasilkan sebuah karya, ada hal sulit tersendiri yang dirasakan si pembuat karyanya.""Lalu kepada siapa anda ingin mempersembahkan karya anda?" sahut wartawan lainnya.April tersenyum, "Saya ingin mempersembahkan karya saya untuk orang-orang yang saat ini tidak percaya dengan dirinya sendiri. Bahwa kalian harus mensugesti diri kalian kalau kalian pasti bisa. Tidak ada yang tidak mungkin selama kalian ada kemauan."Semua memberi tepuk tangan meriah. Sesi tanya jawab pun di tutup, lanjut ke sesi foto dan salam sapa untuk menggemar karya-karya April.Ibu, Bapak, April yakin, dari sana kalian melihat April sambil tersenyum. April bangga punya orang tua seperti kalian. Semoga kalian juga bangga punya anak seperti April. April hanya ingin memberitahu kalian kalau disini April bahagia. Batin April.Masih dengan bibir tersenyum dan menyapa penggemarnya.* * *SELESAI...

Possessive Senior
Teen
27 Dec 2025

Possessive Senior

Jam pelajaran Matematika hari ini telah berakhir setelah terdengar suara bel tanda waktu istirahat di mulai. Nayra masih sibuk membereskan buku dan alat tulisnya, serta peralatan jangkar yang memang tempatnya terpisah dari kotak pensil.Tiba-tiba saja, seorang siswa berlari tergesa-gesa dan berhenti di ambang pintu kelas Nayra."Nay, cowok lu berantem di kantin!" adunya.Tanpa berpikir panjang, Nayra langsung bangkit dan berlari secepat mungkin ke kantin.Sesampainya di kantin, benar saja. Dia melihat Attar, kekasihnya sedang terlibat adu jotos dengan Reno, dari kelas sebelah. Wajah Reno sudah terlihat babak belur sementara Attar hanya terlihat berantakan. Dia memang pandai berkelahi."Kak Attar, berenti!" perintah Nayra.Teriakan Nayra membuat seisi kantin hening. Karena Attar yang baru saja ingin memukul Reno untuk kesekian kalinya tiba-tiba saja berhenti. Dia melepaskan cengkramannya di kerah baju Reno lalu mendorongnya.Sial! Batin Attar. Siapa yang ngadu ke Nayra? Tanyanya dalam hati."Gue peringatin sekali lagi, jangan ganggu cewek gue!" ucap Attar penuh penekanan. "Bubar! Tontonan selesai!"Beberapa siswa lain membantu Reno bangkit, dan sisanya mengikuti perintah Attar karena memang pertunjukkannya sudah selesai. Sementara Attar berjalan santai ke arah Nayra yang masih berdiri di tempat yang sama.Attar tersenyum dan menggandeng Nayra pergi dari kantin seolah tidak terjadi apa-apa."Kak!"Attar berhenti lalu membalikan tubuhnya, menatap Nayra yang kini di depannya. Dia tahu Nayra marah."Kenapa, Nay?" tanyanya lembut."Kenapa? Kenapa mukul Reno?""Kamu gak tau? Atau pura-pura gak tau?" pertanyaan balik Attar yang penuh penekanan sukses membuat Nayra mengerutkan kening. "Kamu beneran gak tau?" Attar bertanya lagi memastikan."Kenapa?""Dia itu lagi ngincer kamu.""Ngincer apa?""Ya ngincer, mau deketin kamu.""Kak Attar salah paham.""Nay, aku cowok, aku tau gerak-gerik cowok yang lagi suka sama cewek. Minggu lalu, dia liatin kamu terus di perpus, abis itu dia tiba-tiba dapet nomor kamu, terus dia chat kamu. Iya, kan?""Tapi dia itu cuma nanya kisi-kisi ulangan matematika, Kak!""Kamu bener-bener polos, Nay! Itu cuma akal-akalan dia aja.""Kak Attar selalu gitu, curigaan. Kak Attar sadar gak sih kalo Kakak tuh posesif banget ke aku? Kalo kayak gini terus lama-lama aku gak punya temen, Kak! Gak ada yang mau temenan sama aku karena takut sama Kakak!"Attar mengambil handphonenya di saku bajunya, lalu menunjukkan bukti chat.Nayra membaca chat itu lalu mengerutkan kening, tidak mengerti."Kemarin dia chat kamu, ngajak jalan." kata Attar santai. "Kebetulan kamu kemarin lagi ambil minum buat aku, aku langsung buka terus langsung aku apus.""Kak, itu kan privasi aku!"Dengan kesal, Nayra meninggalkan Attar menuju kelasnya. Sejujurnya dia sudah lelah dengan Attar. Terlalu mengekang, terlalu posesif.Attar adalah cowok paling tampan di sekolahnya sekaligus Kakak Kelasnya. Nayra yang saat ini kelas 2 sedangkan Attar kelas 3. Selama ini yang Nayra tahu, banyak siswi di sekolahnya yang ingin menjadi pacar Attar. Gimana tidak, Attar pintar, ketua basket, dan misterius. Diantara para siswi yang ingin Attar menjadi pacarnya, Nayra ada disitu.Nayra juga tidak menyangka kalau Attar memilihnya untuk menjadi pacarnya. Saat itu Nayra menjadi cewek populer di sekolahnya. Dan tak jarang banyak cowok yang ingin mengenalnya. Dari situ perkara di mulai.Attar berubah menjadi brutal tiap kali dia mendapati cowok yang ingin mendekati pacarnya. Tanpa basa-basi, Attar melabraknya dengan pukulan. Tak jarang juga Nayra yang harus melerai perkelahian pacarnya itu, karena Attar hanya berhenti kalau ada Nayra.Beberapa kali Nayra mendapati Attar babak belur setelah berhasil menjatuhkan cowok yang mendekati Nayra dan semua teman yang membantunya.Dan karena sudah terkenal seantero sekolah, Nayra tidak punya teman.Telinga Nayra sudah berteman dengan kalimat aduan "Nay, cowok lu berantem!"Karena itu terlalu sering akhir-akhir ini.Sore ini terjadi lagi."Mau pulang, Nay?" tanya seorang siswa yang Nayra tahu itu adalah Kakak Kelasnya, satu angkatan dengan Attar."Iya, Kak.""Gak sama Attar?""Hehehe, enggak, Kak."Gimana mau pulang bareng, tadi abis berantem! Dumalnya dalam hati."Pulang naik apa?""Pesen ojek online, Kak.""Yaudah, gue temenin sampe depan ya. Takut ada cowok-cowok nongkrong yang suka godain cewek lewat."Nayra mengangguk pelan. Beberapa kali memang Nayra mendapati gerombolan cowok, merokok, kadang memalak siswa, kadang menggoda cewek lewat, di depan sekolah mereka."Oh iya, tahun depan lo udah kelas 3 ya, Nay? Udah ada rencana mau lanjut kuliah dimana?""Uhm, rencananya sih di..."Kalimat Nayra terhenti begitu Kakak Kelas di sebelahnya tiba-tiba terjatuh karena seseorang yang menariknya dari belakang. Dan yang menariknya tidak lain dan tidak bukan adalah Attar.Di depan matanya, Nayra melihat Attar memukulnya."Kak, Kak Attar, berenti, Kak!" ucap Nayra sambil berusaha menghentikan tangan Attar yang sudah meninju cowok yang sedang ada di bawahnya."Attar, berenti! Aku udah muak sama kamu!" teriak Nayra. Beberapa siswa yang masih ada di sekolah menoleh, seakan mereka mendapat tontonan bagus.Attar berhenti, lalu bangkit. Menatap Nayra tajam."Apa kamu bilang barusan?!""Aku udah gak sanggup lagi pacaran sama kamu! Kita putus!""Tarik kata-kata kamu sekarang, Nay!""Gak mau! Aku udah capek pacaran sama kamu, Kak! Aku udah gak mau nerusin lagi. Aku takut!" tutur Nayra. Attar terdiam. "Kamu berubah, Kak, aku gak bisa." lanjutnya dengan nada yang lebih rendah. Air matanya menetes. "Mulai sekarang, jangan ganggu aku!" pintanya."Kak, maaf ya. Harusnya tadi Kakak gak usah nemenin aku. Aku bener-bener minta maaf." kali ini ucapan Nayra pada Kakak Kelasnya yang menjadi korban amukan Attar. Setelah itu Nayra berlalu.* * *Beberapa bulan berlalu. Attar yang sudah kelas 3 sibuk mempersiapkan ujian kelulusan. Dan setelah pengumuman kelulusan, mereka mencoret-coret seragam.Attar terdiam. Padahal dari dulu dia menunggu hari ini datang dengan Nayra di sisinya. Sekarang tidak ada Nayra lagi. Gadis itu sudah tidak peduli lagi padanya.Padahal beberapa hari setelah putus dengan Nayra, Attar sengaja memacari teman sekelasnya untuk membuat Nayra cemburu, namun ternyata gadis itu tidak peduli.Attar juga sempat berpikir kalau Nayra akan berpacaran dengan cowok lain, dan membuat dadanya sesak. Namun beberapa kali Attar memergoki Nayra menolak cowok itu dengan sopan.Nayra selalu sendiri semenjak putus dengan Attar. Dia tidak mau ambil resiko untuk berteman selama masih ada Attar di sekolah ini.Saat Nayra tahu Attar sudah mempunyai pacar setelah beberapa hari putus dengannya, hatinya jelas sakit. Tapi mungkin ini adalah konsekuensi yang harus ia ambil agar semuanya lebih tentram. Dia tidak mau ada keributan lagi di depan matanya.Masa-masa libur sekolah. Sebentar lagi dia harus melewati ujian kenaikan kelas, lalu mempersiapkan dirinya untuk lulus. Ujung bibir Nayra tersenyum membayangkan lulus dari sekolah dan memasuki kehidupan barunya.Setelah hari demi hari berlalu, Nayra yang sudah lulus sekolah dan diterima di Universitas Negeri impiannya, hari ini saatnya masa orientasi di mulai. Nayra harus bangun sangat pagi karena jam 6 dirinya sudah harus ada di kampus.Kampusku tercinta. Ucapnya dalam hati ketika melihat suasana kampus di hari pertamanya.Senior perempuan menyuruhnya masuk ke dalam aula dimana semua di kumpulkan. Aula yang besar dan megah."Ada 30 kelompok, 1 kelompok terdiri dari 4 orang, kalian berhitung 1 sampai 30, nanti kelompoknya berdasarkan angka yang kalian sebut. Mulai berhitung." ucap senior dengan lantang.Dan disinilah Nayra dengan ketiga orang lainnya. Saling berkenalan. Mereka cowok semua. Namun tidak terlalu canggung."Selamat pagi, gue mentor kalian untuk hari ini dan seterusnya sampai masa orientasi ini selesai. Perkenalkan nama gue Attar Chatra, biasa di panggil Attar. Kalian bisa manggil gue Kak Attar, atau Bang Attar, senyamannya aja, khusus untuk Nayra, panggil Kak Attar, seperti dulu. Dan karena dia cewek sendiri di kelompok ini, sorry to say gue harus memperlakukan dia dengan khusus."Seperti tersambar petir, Nayra tidak menyangka kalau harus bertemu Attar lagi di kampus yang sangat dia impikan.Attar tersenyum. Selama mereka berpacaran dulu, Nayra memang berulang kali ingin masuk di kampus Negeri, jurusan Manajemen. Dan dengan kepintaran yang dimiliki Attar, cukup mudah buatnya untuk tetap menjadi senior Nayra di kampusnya.Attar mencengkram lengan Nayra agar sedikit menjauh dari ketiga anggotanya lalu berbisik sesuatu."Nay, aku akan bikin kamu tetep jadi milik aku. Aku gak janji akan berubah, tapi aku janji akan lebih mengontrol emosi aku." ucap Attar penuh penekanan.Nayra tidak bisa membayangkan akan seperti apa hari-harinya di kampus yang sudah ia impikan dari dulu. Padahal dia awalnya selalu menginginkan kedamaian tanpa sosok Attar sisinya. Namun sepertinya dia harus memangkas harapannya di hari pertama.Attar, seorang senior yang posesif.* * *SELESAI...

El Dorado
Fantasy
26 Dec 2025

El Dorado

El Dorado merupakan salah satu kota hilang yang paling dicari, karena konon katanya banyak sekali emas yang terdapat di kota ini. Maka dari itulah, El darado dikenal sebagai kota emas dari sebuah kerajaan mistis yang ditemukan di hutan Amerika Selatan.Rakit emas El Dorado ditemukan pada tahun 1969 di gua dekat Bogota, Kolombia. Adanya harta karun yang tersimpan di kawasan El Dorado di Amerika Selatan, hingga kini masih menjadi sebuah legenda bagi rakyat Amerika dan dunia.Sejumlah penelitian sejarah atau penelitian pribadi dilakukan untuk mengungkap misteri yang meliputinya. Bayangan tentang emas dan permata berharga yang terkubur di suatu tempat di pedalaman Amerika Selatan itu, masih tetap hangat dibicarakan.Satu-satunya pijakan untuk mengungkap rahasia besar itu adalah legenda yang tersiar sejak lima ratus tahun lalu. Tentang suku Chibcha, sub suku Indian Amerika Selatan yang sangat memuja Dewa Matahari.Mitologi kuno mereka yang dilansir orang-orang Spanyol menyebutkan, bahwa pemujaan ini berkaitan dengan sejumlah persembahan harta berharga seperti emas dan batu permata. Orang-orang Chibcha menganggap emas adalah anugerah dari Dewa Matahari dan selayaknya dipersembahkan kembali kepada sang Dewa.Lalu kisah yang menyeruak dari mulut ke mulut menyebutkan, pemujaan tersebut membuat suku-suku Chibcha melebur emas sebagai perisai bagi bangunannya. Sehingga, kuil-kuil pemujaan mereka disebut dilapisi oleh lempeng emas. Namun, tak ada bukti yang tersisa dari perkiraan ini.Kisah ini mirip dengan legenda dalam bahasa Omagua yang diketahui sebagai Indian Tupi-Guyana di teritori antara Brasil dan Guyana. Mereka percaya pada legenda El Dorado berkaitan dengan emas. Namun, penjelajah sering menafsir El Dorado mengacu pada sebuah kota emas. Dan dalam peta kuno mereka, terdapat sebuah nama El Dorado yang lokasi persisnya tidak jelas.Sebuah mitologi dalam kepercayaan kuno Chibcha ada disebutkan soal Dewi penunggu danau suci. Selain pemujaan terhadap Dewa Matahari, pemujaan dewi air suci ini juga sangat populer di kalangan Indian itu di masa lalu.Kisah tentang Dewi ini bermula dari mitologi tentang seorang istri kepala suku Chibcha di masa awal. Karena dituduh melakukan suatu pelanggaran "hukum", perempuan yang merasa benar itu kemudian bunuh diri dengan melompat ke dalam sebuah danau.Kemurnian hatinya ternyata terbukti dan ia pun bertransfromasi menjadi seorang dewi. Maka sang Dewi ini akhirnya menjadi penunggu danau suci yang dalam perkamen tua dikenal sebagai Danau Guatavita.Pemujaan terhadap Dewi Guatavita ini kemudian menjadi ceremoni satu tahun sekali. Di puncak upacara tersebut, seluruh tubuh kepala suku Chibcha akan dilabur dengan getah, kemudian dilapisi dengan serbuk emas, dari kepala hingga ujung jari kaki. Lewat ritual tertentu, kepala suku kemudian diarak menuju danau. Dari sana ia akan dinaikkan ke rakit hingga ke tengah danau.Tiba di tengah danau kepala suku akan terjun ke air dan membasuh tubuhnya, hingga bersih. Saat ritual ini dilakukan, barisan upacara yang mengiringinya akan melemparkan sejumlah persembahan emas dan permata ke dalam danau.Inilah yang disebut sebagai upacara orang emas yang dalam bahasa Muisca (Chibcha) disebut sebagai El Dorado.Apakah benar legenda ini?Sebuah laporan bertahun 1962 menyebutkan, tentang penemuan spektakuler dua petani. Di suatu desa dekat Bogota (ibukota Colombia sekarang), mereka menemukan sebuah liang gua yang sangat kecil.Penasaran, kedua petani ini kemudian masuk ke dalamnya dan mereka menemukan emas. Emas temuan mereka ini berupa artefak berbentuk rakit miniatur dengan delapan pendayung dan seorang kepala suku yang terbuat dari emas.Kedelapan pendayung ini duduk membelakangi sang kepala suku. Inilah salah satu bukti kuat tentang legenda El Dorado yang berhasil ditemukan. Namun, impian tentang emas yang melimpah di El Dorado, tak pernah ditemukan hingga kini. Walau Danau Guatavita tercantum di peta, deskripsinya itu tidak sesuai dengan perkamen kuno tentang danau suci Guatavita yang sesungguhnya.Konon, danau suci itu terdapat di antara pegunungan Andes, di dalam sebuah gua yang kini sudah tertutup di dekat Bogota. Seluruh upaya pencarian tidak membuahkan hasil. Terkadang misteri memang bukan untuk diungkap.Memburu Emas El Dorado, semua berawal dari legenda. Dikisahkan dari mulut ke mulut oleh penjelajah Spanyol, tentang sebuah kota yang berlapis emas bernama El Dorado. Legenda ini menarik minat beratus-ratus pemburu harta karun. Namun, sebagian besar akhirnya menemui ajal, tewas di pedalaman belantara Amerika Selatan di gugus pegunungan Andes.Sejak penjelajah Spanyol, Juan Ponce de Leon pada 1513 menemukan Puerto Rico di Karibia, Ia mendengar kisah tentang emas di sana namun tak menemukannya. Sampai akhirnya, orang-orang Indian menyebut bahwa di Pulau Bimini (sekarang Bahama) ada sumber air awet muda. Ia kemudian lebih tertarik mencari air awet muda. Dalam pencarian tersebut, ia berlayar sampai ke semenanjung Florida.Dalam sebuah ekspedisi militer tahun 1521, Ponce de León mendarat di Charlotte Harbor (Florida) bersama 200 tentara yang menumpang 2 kapal. Saat itu pasukan ekspedisi militer Spanyol ini dihadang pejuang Indian Seminole. Pertempuran pun pecah. Ponce de Leon terkena panah dan segera dievakuasi. Namun, ia akhirnya menemui ajal setibanya di Kuba.Pasca de Leon, kisah tentang emas suku-suku Indian ternyata menarik bagi penjelajah Spanyol lain bernama Gonzalo Jiménez de Quesada. Dengan menggunakan kekuatan senjata pada 1530-an, Quesada bersama pasukan ekpedisi merangsek ke pedalaman Amerika Selatan.Ia kemudian mendarat di wilayah kerajaan Bogota (sekarang columbia) dan untuk pertama kali bertemu dengan suku Indian Chibcha (Sering disebut Muisca) di tahun 1537. Indian yang menghuni dataran tinggi yang erat dengan kisah emas tersembunyi.Lalu ekspedisi lain yang dipimpin Sebastian de Belalcazar mendengar legenda El Dorado. Dalam bayangannya El Dorado adalah sebuah kota atau wilayah dengan emas yang melimpah ruah. Namun, pencarian itu tak pernah membuahkan hasil.Kegilaan pada emas terus menghantui para penjelajah. Orellana and Gonzalo Pizarro pada 1541 menyusul memasuki teritori Indian melalui perairan Amazon dengan melakukan pembantaian Indian dan pencarian emas yang paling brutal.Para penjelajah tak pernah mengetahui pasti apakah El Dorado yang sesungguhnya. Kecuali, cerita rakyat dan legenda yang membaur bahwa El Dorado berhubungan dengan emas dan harta karun paling berharga milik suku-suku Indian Amerika Selatan.Padahal sesungguhnya, arti kata El Dorado lebih mendekati pengertian "Orang Emas" (Golden Man) ketimbang sebuah tempat emas (Golden Place). Yang dalam penyebutan suku Indian lokal sebagai El Rey Dorado yang artinya raja emas. Karena katanya, kota ini dipimpin oleh seorang raja yang kuat dan dengan kekayaan emas yang tak terhingga.Penyalahartian El Dorado sebagai suatu tempat dengan emas dan permata yang melimpah, ternyata telah membutakan para penjajah dan penjelajah Eropa. Konsepsi El Dorado yang tak pernah jelas asal-muasal aslinya, ditangkap orang-orang Eropa sebagai misteri tentang harta karun terpendam.Maka sejak isu tentang kota emas itu merebak, para pencari harta dan penjelajah berupaya mati-matian mencari lokasinya. Ternyata setiap ekspedisi yang dikirim selalu mengalamai kebuntuan. Total korban tewas dalam upaya pencarian emas ini mencapai ribuan.Mereka tewas dalam pertempuran dengan suku-suku Indian, terjebak keganasan alam hutan hujan tropis, tewas dalam kecelakaan di medan jelajah pegunungan dan lembah, namun tidak menemukan titik terang tentang harta karun, emas atau pun permata.Lalu, apakah sesunguhnya El Dorado itu?Chibcha adalah satu suku yang mendiami dataran tinggi di wilayah gugus pegunungan Andes teritori Columbia. Dalam sebuah catatan tentang mitologi suku ini, kemungkinan El Dorado merupakan lambang dari sebuah energi besar yang mengandung kekuatan trinitas dari Chiminigagua. Sebuah kekuatan penciptaan semesta.Namun, kemudian El Dorado digunakan secara metaforis untuk merujuk pada tempat benda berharga yang bisa ditemukan. Karena itulah, nama El Dorado bisa ditemukan di dalam peta Amerika, terutama sebuah tempat di California dan beberapa tempat lain.El Dorado juga digunakan untuk merujuk pada pengertian cinta, surgawi, kebahagiaan, atau kesuksesan. Bisa juga dipakai untuk menyatakan sesuatu harapan yang tidak terwujud atau ilusi yang tak nyata. Pemaknaan ini berkaitan dengan banyak upaya menguak misteri emas di balik El Dorado.Dan Sir Walter Raleight pernah menduga, El Dorado sebagai sebuah kota di tepian Danau Parima tak jauh dari Orinoco, Guyana (sekarang Venezuela). Dan beberapa penjelajah yang putus asa pernah berencana mengeringkan Danau Guatavita yang diduga menjadi kuburan harta karun suku Chibcha.Karena di tepian danau di wilayah Sesquile, Provinsi Almeidas itu pernah ditemukan sejumput hiasan emas dan batu zamrud. Namun, upaya itu tak pernah diwujudkan.

The Pied Piper of Hamelin
Folklore
26 Dec 2025

The Pied Piper of Hamelin

Kebenaran di balik Pied PiperSebagian besar dari kita pasti pernah mendengar tentang Pied Piper of Hamelin, pemain pipa yang penangkap tikus dari dongeng populer yang mengambil anak-anak kota sebagai tindakan balas dendam ketika tidak membayar iurannya. Pernahkah bertanya-tanya apakah ada sejarah di baliknya?Asal usul kisahPied Piper of Hamelin, awalnya bernama 'The Children of Hameln', adalah kisah dari buku Children's and Household Tales (Bahasa Jerman: Kinder-und Hausmrchen) yang ditulis pada tahun 1812 oleh Grimm- bersaudara, Jacob dan Wilhelm. Koleksi dongeng Jerman umumnya dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Grimm's Fairy Tales.Kisah-kisah itu awalnya tidak dimaksudkan untuk anak-anak. Itu adalah dokumentasi cerita rakyat Jerman berusia berabad-abad yang sampai saat itu telah menyebar secara lisan. Kisah-kisah yang menarik mengungkapkan banyak tentang budaya dan tradisi Jerman kuno. Dengan demikian, itu bukan jenis cerita bahagia selamanya yang mungkin Anda harapkan, tetapi kadang-kadang, cukup gelap.Karena banyak cerita membawa unsur-unsur magis dan membawa moral, mereka menjadi populer di kalangan anak-anak dan dilunakkan agar sesuai dengan penonton muda. Potongan-potongan peristiwa sejarah yang aneh tersisip dari dongeng asli dan yang ada di Pied Piper tidaklah berbeda. Kisah ini menunjukkan pentingnya tata pemerintahan yang baik dan memperingatkan kita terhadap transaksi yang tidak jujur.Bagaimana ceritanya?Pied Piper of Hamelin bermain di kota Hamelin, di Jerman (sekarang disebut Hameln) pada tahun 1284. Kota ini menderita wabah tikus yang parah ketika seorang pria datang membawa pipa musik dan mengenakan pakaian 'pied' atau warna-warni. Dia berjanji kepada walikota untuk membersihkan kota dari tikus-tikus itu dengan imbalan biaya.Musik yang ia mainkan di pipanya menarik semua tikus kota ke arahnya, setelah itu, ia membawa hewan-hewan yang terpesona ke Sungai Weser di dekatnya, di mana mereka semua terjun dan tenggelam.Namun, walikota menolak untuk membayar piper dan dia pergi merencanakan balas dendam. Pada tanggal 26 Juni, hari Santo Yohanes dan juga Santo Paulus, piper kembali, berpakaian sebagai pemburu dan mengenakan topi merah. Dia memainkan nada yang berbeda dengan alatnya.Kali ini, semua anak kota mengikuti terhipnotisnya. Piper membawa mereka ke gua di sebuah gunung, dan anak-anak tidak pernah terdengar lagi setelahnya. Cerita itu mencatat bahwa anak perempuan walikota yang sudah dewasa ada di antara anak-anak yang hilang.Bukti atau peninggalan sejarah1. Tulisan di jendela gereja:Kisah Grimm mencatat bahwa untuk memperingati peristiwa mengerikan itu, penduduk kota memasang prasasti berikut di balai kota:Pada tahun 1284 setelah kelahiran Kristus, dari Hameln dibawa pergi seratus tiga puluh anak, lahir di tempat ini dipimpin oleh seorang piper ke gunung.Cerita itu juga mencatat bahwa "Pada tahun 1572 walikota memiliki cerita yang digambarkan di jendela gereja. Prasasti yang menyertainya telah menjadi sangat tidak terbaca. Selain itu, sebuah koin dicetak untuk mengenang acara tersebut."Tulisan yang dipasang oleh orang-orang di jendela gereja yang terbuat dari kaca di kota itu berbunyi, "Pada hari John dan Paul, 130 anak-anak di Hamelin pergi ke Kalvari dan dibawa melalui segala macam bahaya ke gunung Koppen dan menghilang."Meskipun jendela kaca patri menggambarkan sekelompok anak-anak bersama seorang lelaki berbusana beraneka ragam, tulisan itu tidak mengatakan apa-apa tentang seorang tukang pipa. Jendela tampaknya telah dihancurkan sekarang, meskipun akun itu masih ada.2. Tulisan di gerbang:Selain itu, menurut cerita, sebuah gerbang dibangun di kota "272 tahun setelah penyihir memimpin 130 anak-anak dari kota", di mana tertulis: "Cento ter denos cum magus ab urbe puellos duxerat ante annos CCLXXII condita porta fuit . "3. Tulisan di sebuah rumah:Catatan kaki yang disertakan dalam edisi selanjutnya dari dongeng Grimm yang asli mengatakan:Prasasti, dalam surat-surat emas, di sebuah rumah di Hameln: "Pada tahun 1284 pada Hari Yohanes dan Paulus, 26 Juni, seorang tukang pipa yang mengenakan pakaian berbagai warna menculik 130 anak-anak, lahir di Hameln dan hilang di Kalvari di atas Koppen. "Rumah yang dibicarakan oleh catatan kaki ini sekarang dikenal sebagai Rumah Pied Piper. Disebut demikian karena tulisan di samping dan bukan karena piper tinggal di sini. Prasasti ini mirip dengan yang diletakkan di jendela gereja tetapi yang ini menyebutkan keberadaan piper. Fasad batu rumah tanggal sekitar 1602, tetapi rumah itu sendiri dikatakan lebih tua usianya.4. The Lneburg Manuscript (c. 1440-50):Heinrich dari Herferd, seorang bhikkhu, menulis tentang kejadian ini dalam Naskah Lneburg lebih dari seabad setelah jendela itu dibangun. Dia berbicara tentang seorang lelaki berusia sekitar 30 yang datang ke kota bermain seruling dan membawa pergi anak-anaknya.Kisah-kisah lain tentang peristiwa mengerikan ituPara sarjana dan peneliti percaya bahwa sesuatu yang tragis pasti terjadi di kota Hamelin agar kisah ini muncul:Sebuah teori umum adalah bahwa anak-anak di kota menderita semacam epidemi. Telah disarankan oleh para sejarawan bahwa kuburan massal untuk anak-anak telah dilambangkan sebagai situs penghilangan mereka.Karena infestasi tikus adalah cerita umum di abad ke-13, anak-anak bisa saja terkena plak bubonic atau bahkan strain awal Black Death. Pakaian 'pied' piper bisa menjadi indikasi lesi kulit bercak yang menyertai penyakit. Teori yang paling didukung, argumen pasca sejarah dan epidemiologi, disajikan dalam mendukung murine tifus sebagai epidemi Hamelin dominanNamun teori lain mengatakan bahwa anak-anak yang menari menunjukkan gejala penyakit Huntington, yang mengganggu berjalan, kiprah, dan menyebabkan gerakan menyentak yang tidak disengaja.Jadi, mengapa orang dewasa tidak terinfeksi? Ini dapat dijelaskan oleh teori yang mengatakan insiden itu terjadi beberapa dekade sebelumnya dan anak-anak benar-benar pergi ke perang salib anak-anak yang ditakdirkan. Orang Eropa akan berpartisipasi dalam perang salib pada saat itu, mengikuti seorang anak dengan "visi dari Tuhan" untuk pergi ke 'tanah suci' dan memenangkannya untuk Susunan Kristen.Dalam teori kolonisasi, dikatakan bahwa anak-anak pergi ke gua dan keluar di sisi lain di Transylvania, yaitu mereka pergi ke timur untuk membentuk koloni mereka sendiri. Jack David Zipes, seorang sarjana dongeng, mendukung teori ini dengan dokumen-dokumen yang menunjukkan bahwa seseorang telah datang ke Hamelin pada waktu itu untuk menerima orang baru untuk menjajah bagian Eropa Timur.William Manchester, dalam bukunya, A World Lit Only by Fire, berteori bahwa si tukang pipa adalah seorang pedofil dan pembunuh yang menyambar anak-anak, membunuh dan menyebarkan tubuh mereka yang dimutilasi walau teori ini tidak banyak pendukungnya.

Russian Sleep Eksperimen
Folklore
26 Dec 2025

Russian Sleep Eksperimen

Pada akhir tahun 1940-an, beberapa peneliti Rusia membuat sebuah eksperimen yang melibatkan 5 orang tahanan sebagai subjeknya.Subjek uji yang merupakan tahanan politik yang dianggap musuh negara selama Perang Dunia II. Kelima orang tersebut yang merupakan subjek dibuat tetap terjaga selama lima hari menggunakan stimulan berbasis gas eksperimental.Mereka ditempatkan di lingkungan tertutup untuk memonitor asupan oksigen mereka dengan hati-hati agar gas tidak membunuh mereka karena bisa beracun jika dalam konsentrasi tinggi.Di dalamnya ditempatkan kamera sirkuit tertutup sehingga mereka hanya memiliki mikrofon dan jendela berukuran lubang kaca lima inci tebal ke dalam ruangan untuk memantau mereka. Kamar dipenuhi dengan buku-buku, dipan untuk tidur, tetapi tidak ada tempat tidur, air mengalir dari keran, toilet dan makanan kering yang cukup untuk semua berlima selama lebih dari sebulan.Semuanya terlihat baik-baik saja selama lima hari pertama. Subjek hampir tidak mengeluh dijanjikan (dengan salah) bahwa mereka akan dibebaskan jika mereka mengikuti tes dan tidak tidur selama 30 hari. Percakapan dan kegiatan mereka dipantau dan dicatat bahwa mereka terus berbicara tentang insiden yang semakin traumatis di masa lalu mereka, dan nada umum dari percakapan mengambil aspek yang lebih gelap setelah tanda empat hari.Setelah lima hari mereka mulai mengeluh tentang keadaan dan peristiwa yang membawa mereka ke tempat mereka berada dan mulai menunjukkan paranoia yang parah.Mereka berhenti berbicara satu sama lain dan mulai berbisik-bisik secara bergantian ke mikrofon dan jendela intip cermin satu arah. Anehnya, mereka semua tampaknya berpikir bahwa mereka bisa mendapatkan kepercayaan dari para peneliti dengan menyerahkan kawan-kawan mereka, subjek-subjek lain dalam penawanan dengan mereka.Pada awalnya para peneliti menduga ini adalah efek dari gas itu sendiri ...Setelah sembilan hari, yang pertama mulai berteriak. Dia berlari sepanjang kamar berulang kali berteriak di bagian atas paru-parunya selama tiga jam berturut-turut, dia terus berusaha berteriak tetapi hanya mampu menghasilkan sesekali mencicit.Para peneliti mendalilkan bahwa ia secara fisik merobek pita suaranya. Hal yang paling mengejutkan tentang perilaku ini adalah bagaimana para tahanan lainnya bereaksi terhadapnya ... atau lebih tepatnya tidak bereaksi terhadapnya.Mereka terus berbisik ke mikrofon sampai tawanan kedua mulai menjerit. Kedua tawanan yang tidak berteriak itu memisahkan buku-buku itu, diolesi halaman demi halaman dengan kotoran mereka sendiri dan menempelkannya dengan tenang di atas jendela kaca. Teriakan itu segera berhenti. Begitu pula bisikan ke mikrofon.Setelah tiga hari berlalu. Para peneliti memeriksa mikrofon setiap jam untuk memastikan mereka bekerja, karena mereka pikir tidak mungkin tidak ada suara yang masuk dengan lima orang di dalam. Konsumsi oksigen di kamar menunjukkan bahwa kelima masih harus hidup. Faktanya, jumlah oksigen yang dikonsumsi lima orang pada tingkat olahraga yang sangat berat.Pada pagi hari tanggal 14 para peneliti melakukan sesuatu yang mereka katakan tidak akan lakukan untuk mendapatkan reaksi dari para tawanan, mereka menggunakan interkom di dalam kamar, berharap untuk memancing tanggapan dari tawanan yang mereka khawatir mati atau layu.Mereka mengumumkan: "Kami membuka ruang untuk menguji mikrofon; menjauh dari pintu dan berbaringlah di lantai atau Anda akan ditembak. Kepatuhan akan memberi Anda kebebasan langsung kepada salah satu dari Anda."Yang mengejutkan mereka, mereka mendengar satu frasa dalam respons suara yang tenang: "Kami tidak lagi ingin dibebaskan."Debat muncul di antara para peneliti dan pasukan militer yang mendanai penelitian. Tidak dapat memancing respons lagi menggunakan interkom, akhirnya diputuskan untuk membuka kamar pada tengah malam pada hari kelima belas.Ruangan itu memerah gas stimulan dan diisi dengan udara segar dan segera suara-suara dari mikrofon mulai keberatan. 3 suara yang berbeda mulai mengemis, seolah memohon agar kehidupan orang-orang yang dicintai untuk menyalakan gas kembali. Ruangan itu dibuka dan tentara dikirim untuk mengambil mata pelajaran uji.Mereka mulai berteriak lebih keras dari sebelumnya, dan begitu pula para prajurit ketika mereka melihat apa yang ada di dalamnya. Empat dari lima subjek masih hidup, meskipun tidak ada yang bisa dengan tepat menyebut negara yang ada di antara mereka dalam 'kehidupan'.Ransum makanan melewati hari ke lima belum begitu tersentuh. Ada potongan-potongan daging dari paha dan dada subjek uji yang mati dijejalkan ke saluran di tengah ruangan, menghalangi saluran dan memungkinkan empat inci air menumpuk di lantai. Tepatnya berapa banyak air yang ada di lantai itu sebenarnya darah tidak pernah ditentukan.Keempat subjek uji 'yang masih hidup' juga memiliki sebagian besar otot dan kulit terkoyak dari tubuh mereka. Kehancuran daging dan tulang yang terpapar di ujung jari mereka mengindikasikan bahwa luka itu ditimbulkan oleh tangan, bukan dengan gigi seperti yang dipikirkan oleh para peneliti.Pemeriksaan lebih dekat dari posisi dan sudut luka menunjukkan bahwa sebagian besar itu tidak semua dari mereka yang ditimbulkan oleh diri sendiri.Organ-organ perut di bawah tulang rusuk dari keempat subjek uji telah diangkat. Sementara jantung, paru-paru dan diafragma tetap di tempatnya, kulit dan sebagian besar otot yang melekat pada tulang rusuk telah terkelupas, mengekspos paru-paru melalui tulang rusuk. Semua pembuluh darah dan organ tetap utuh, mereka baru saja diambil dan diletakkan di lantai, mengepul di sekitar tubuh subyek yang dikeluarkan namun masih hidup. Saluran pencernaan dari keempatnya bisa dilihat berfungsi, mencerna makanan. Dengan cepat menjadi jelas bahwa apa yang mereka cerna adalah daging mereka sendiri yang telah mereka rampas dan makan selama berhari-hari.Sebagian besar prajurit adalah operasi khusus Rusia di fasilitas itu, tetapi masih banyak yang menolak untuk kembali ke kamar untuk mengeluarkan subyek tes. Mereka terus berteriak agar ditinggalkan di kamar dan bergantian memohon dan menuntut agar gas dinyalakan kembali, supaya mereka tidak tertidur ...Yang mengejutkan semua orang, subjek tes melakukan pertarungan sengit dalam proses dikeluarkan dari kamar. Salah satu tentara Rusia tewas karena tenggorokannya robek, yang lain terluka parah karena testisnya robek dan arteri di kakinya terputus oleh salah satu gigitan oleh subjek. Lima tentara lainnya kehilangan nyawa jika Anda menghitung tentara yang bunuh diri pada minggu-minggu setelah insiden tersebut.Dalam pergulatan itu, salah satu dari empat subyek yang masih hidup mengalami limpa dan ia segera keluar. Para peneliti medis berusaha membiusnya tetapi ini terbukti mustahil. Dia disuntik dengan lebih dari sepuluh kali dosis manusia dari turunan morfin dan masih bertarung seperti binatang terpojok, mematahkan tulang rusuk dan lengan seorang dokter. Ketika jantung terlihat berdetak selama dua menit penuh setelah dia mengucur sampai pada titik dimana ada lebih banyak udara dalam sistem pembuluh darahnya daripada darah. Bahkan setelah itu berhenti, dia terus berteriak dan meronta-ronta selama tiga menit, berjuang untuk menyerang siapa pun dalam jangkauan dan hanya mengulangi kata "LEBIH" berulang-ulang, semakin lemah dan semakin lemah, sampai akhirnya dia terdiam.Tiga subjek uji yang masih hidup ditahan dengan ketat dan dipindahkan ke fasilitas medis, keduanya dengan pita suara yang utuh terus-menerus memohon agar gas yang diminta untuk tetap terjaga.Yang paling terluka dari ketiganya dibawa ke satu-satunya ruang operasi bedah yang dimiliki fasilitas itu. Dalam proses mempersiapkan subjek untuk menempatkan organ-organnya kembali ke dalam tubuhnya, ditemukan bahwa ia secara efektif kebal terhadap obat penenang yang telah mereka berikan kepadanya untuk mempersiapkannya menjalani operasi.Dia berjuang keras melawan pengekangannya ketika gas anestesi dikeluarkan untuk menekannya. Dia berhasil merobek sebagian besar jalan melalui tali kulit selebar empat inci pada satu pergelangan tangan, bahkan melalui beban seorang prajurit seberat 200 pon yang memegang pergelangan tangan itu juga. Hanya butuh sedikit obat bius dari biasanya untuk menekannya, dan begitu kelopak matanya berkibar dan tertutup, jantungnya berhenti.Dalam otopsi subjek uji yang meninggal di meja operasi ditemukan bahwa darahnya memiliki tiga kali lipat tingkat oksigen normal. Otot-ototnya yang masih menempel pada tulangnya sobek parah dan dia telah mematahkan 9 tulang dalam usahanya untuk tidak ditundukkan. Sebagian besar dari mereka berasal dari kekuatan yang diberikan otot-ototnya itu sendiri pada mereka.Yang selamat kedua adalah yang pertama dari kelompok lima yang mulai berteriak. Pita suaranya hancur dia tidak bisa mengemis atau keberatan untuk operasi, dan dia hanya bereaksi dengan menggelengkan kepalanya dengan keras dalam ketidaksetujuan ketika gas anestesi dibawa di dekatnya. Dia menggelengkan kepalanya ya ketika seseorang menyarankan, dengan enggan, mereka mencoba operasi tanpa anestesi, dan tidak bereaksi selama enam jam seluruh prosedur untuk mengganti organ perutnya dan berusaha untuk menutupinya dengan apa yang tersisa dari kulitnya. Ketua ahli bedah menyatakan berulang kali bahwa secara medis pasien mungkin masih hidup. Seorang perawat yang ketakutan membantu operasi menyatakan bahwa dia telah melihat mulut pasien meringkuk menjadi senyuman beberapa kali, setiap kali matanya bertemu miliknya.Ketika operasi berakhir, subjek menatap ahli bedah dan mulai bersiul keras, berusaha berbicara sambil berjuang. Dengan asumsi ini pasti sesuatu yang sangat penting, ahli bedah mengambil pena dan buku catatan agar pasien dapat menulis pesannya. Sederhana saja. "Teruslah memotong."Dua subjek uji lainnya diberi operasi yang sama, keduanya tanpa anestesi juga. Meskipun mereka harus disuntik dengan lumpuh selama operasi. Dokter bedah mendapati tidak mungkin melakukan operasi sementara pasien tertawa terus menerus. Setelah lumpuh, subjek hanya bisa mengikuti peneliti yang hadir dengan mata mereka. Kelumpuhan menyapu sistem mereka dalam waktu singkat yang tidak normal dan mereka segera berusaha melepaskan diri dari ikatan mereka. Saat mereka dapat berbicara, mereka kembali meminta gas stimulan. Para peneliti mencoba bertanya mengapa mereka melukai diri mereka sendiri, mengapa mereka merobek nyali mereka sendiri dan mengapa mereka ingin diberi gas lagi.Hanya satu tanggapan yang diberikan: "Saya harus tetap terjaga."Pengekangan ketiga subjek diperkuat dan mereka ditempatkan kembali ke dalam kamar menunggu tekad untuk apa yang harus dilakukan dengan mereka. Para peneliti, menghadapi kemarahan 'dermawan' militer mereka karena telah gagal mencapai tujuan proyek mereka yang dianggap menidurkan subyek yang masih hidup. Komandan perwira, mantan KGB melihat potensi, dan ingin melihat apa yang akan terjadi jika mereka dimasukkan kembali ke gas. Para peneliti sangat menentang, tetapi ditolak.Dalam persiapan untuk disegel di dalam ruangan lagi, subjek dihubungkan ke monitor EEG dan bantalannya dikunci untuk kurungan jangka panjang. Yang mengejutkan semua orang ketiganya berhenti berjuang pada saat mereka dibiarkan kembali ke gas. Tampak jelas bahwa pada titik ini ketiganya berusaha keras untuk tetap terjaga. Salah satu subjek yang bisa berbicara bersenandung keras dan terus menerus, subjek bisu itu menggerakkan kakinya ke ikatan kulit dengan sekuat tenaga, pertama kiri, lalu kanan, lalu pergi lagi untuk fokus.Subjek yang tersisa memegang kepalanya dari bantal dan berkedip dengan cepat. Setelah menjadi yang pertama terhubung ke EEG, sebagian besar peneliti memantau gelombang otaknya karena terkejut. Mereka normal sebagian besar waktu tetapi kadang-kadang datar berjajar tak dapat dijelaskan. Sepertinya dia berulang kali menderita kematian otak, sebelum kembali normal. Ketika mereka fokus pada kertas yang bergulir keluar dari monitor gelombang otak, hanya satu perawat yang melihat matanya terpejam pada saat yang sama kepalanya mengenai bantal. Gelombang otaknya langsung berubah menjadi tidur nyenyak, lalu datar untuk terakhir kalinya ketika jantungnya serentak berhenti.Satu-satunya subjek yang tersisa yang bisa berbicara mulai berteriak untuk disegel sekarang. Gelombang otaknya menunjukkan garis datar yang sama dengan seseorang yang baru saja meninggal karena tertidur. Komandan memberi perintah untuk menutup ruangan dengan kedua subjek di dalamnya, serta tiga peneliti. Salah satu dari tiga yang disebutkan itu segera mengeluarkan senjatanya dan menembakkan komandan pada titik kosong di antara mata, kemudian mengarahkan pistol pada subjek bisu dan meniup otaknya juga.Dia mengarahkan senjatanya ke subjek yang tersisa, masih tertahan di ranjang ketika anggota tim medis dan penelitian yang tersisa melarikan diri dari kamar. "Aku tidak akan terkunci di sini dengan hal-hal ini! Tidak denganmu!" dia berteriak pada pria yang diikat di meja. "APAKAH KAMU?" dia bertanya "Aku harus tahu!" Subjek tersenyum."Apakah kamu sudah lupa begitu mudah?" subjek bertanya. "Kami adalah kamu. Kami adalah kegilaan yang bersembunyi di dalam diri kalian semua, memohon untuk bebas setiap saat dalam pikiran hewan terdalam Anda. Kami adalah apa yang Anda sembunyikan di tempat tidur Anda setiap malam. Kami adalah apa yang Anda sadari dalam keheningan dan kelumpuhan ketika Anda pergi ke surga malam di mana kita tidak bisa melangkah."Peneliti itu berhenti. Kemudian diarahkan ke jantung subjek dan dipecat. EEG datar saat subjek dengan lemah tersedak, "Jadi ... hampir … bebas ..."Sampai sekarang kisah ini tidak tercatat (secara detail) dalam sejarah dan dianggap sebagai mitos belaka. Dilihat kembali dari tragedinya, bahkan jika kisah ini nyata, akankah pihak terkait akan diam saja jika ekperimen gagal mereka terekspos, kalaupun terekspos bukan tidak mungkin itu akan diada-adakan atau ditutupi seperti layaknya Fairy Tale yang telah lama dikenal sebagai dongen sebelum tidur dalam masyarakat.

MIDNIGHT SALE HOROR
Horror
26 Dec 2025

MIDNIGHT SALE HOROR

Bianca seorang artis ternama berusia 25 tahun, dengan kulit putih, tinggi dan memiliki tubuh yang proporsional untuk dilihat, saat ini Bianca sedang berada di puncak karirnya, semua fans myengaguminya, stasiun Televisi pun hampir semua mengundang Bianca untuk datang ke dalam program acara mereka, bisa di bilang Bianca adalah Super Star dan Bianca sangat senang berbelanja, terutama Midnight Sale, karena menurut Bianca berbelanja di malam hari memiliki sensasi yang luar biasa, dibandingkan jika Bianca ke tempat hiburan malam atau tempat makan.Hari ini Bianca selesai melakukan syuting video klipnya sampai jam sepuluh malam, dan Bianca pun bersiap - siap untuk pulang ke apartemennya yang berada di bilangan Jakarta Selatan, Bianca menyetir sendiri kendaraan SUV miliknya, tetapi kondisi jalanan hari itu sangat melelahkan, Macet dan tidak bergerak sama sekali.Saat Bianca merasa putus asa, Bianca melihat ada gang sempit yang tidak terlihat oleh kendaraan lainnya, tetapi gang tersebut cukup untuk jalan dengan kondisi kendaraan yang dimilikinya, merasa frustasi dengan kondisi jalan saat itu, Bianca pun langsung membelokkan setir masuk ke dalam gang tersebut, setidaknya mobil tetap bergerak tidak statis seperti kondisi jalanan tadi, fikir Bianca.Tidak berapa lama Bianca menemukan jalan keluar dari gang dengan jalan yang lebih besar, "Akhirnya" fikir Bianca, kondisi jalan ini sangat sepi berbeda dengan jalan utama tadi, tetapi Bianca belum pernah melewati jalan ini, fikir Bianca tapi Bianca terus menginjak gas kendaraannya, ini Jakarta tidak mungkin a.ku tersasar, fikir Bianca.Tiba - Tiba Bianca melihat sebuah tempat besar dengan lampu yang bersinar terang, setelah Bianca dekati ternyata itu adalah Mall, besar dan mewah terlihat lebih seperti istana di bandingkan dengan Mall biasa, nama Mall tersebut adalah MALL DARKLAND dan anehnya Bianca belum pernah ke Mall ini sebelumnya.HAmpir Bianca menginjak gas mobilnya kembali, tiba - tiba Bianca melihat media promosi yang besar untuk Mall tersebut, "MIDNIGHT SALE if your lucky you get all Item Free".Bianca langsung menyetir mobilnya untuk masuk ke dalam parkiran Mall tersebut.Parkir mobil di Mall tersebut cukup ramai, hanya saja yang membuat Bianca bingung kenapa semua mobil yang terparkir adalah mobil - mobil klasik seperti di era lima puluhan, tapi ya sudahlah fikir Bianca, kalangan yang ada di Mall ini pasti kalangan yang mewah dan menyukai hal - hal yang antik, fikir Bianca sambil mencari tempat untuk memarkir mobilnya.Setelah turun dari mobil, Bianca disambut oleh petugas di Mall tersebut, dengan seragam tempo dulu seperti prajurit kerajaan, "Oke" fikir Bianca mungkin ada tema untuk midnight sale kali ini, yaitu dengan memakai kostum Zaman dulu.Memasuki Lobby Mall tersebut sangat mewah, bahkan seperti istana yang mewah, semua lampu kristal, bangunan yang besar, dan semua dihias dengan dekorasi istana, tidak ada tangga jalan atau lift, yang terlihat tangga - tangga tinggi seperti di kastil - kastil kerajaan.Setiap Toko memajang sepatu dan baju yang mewah dan menarik,banyak pengunjung wanita yang datang di acara tersebut tetapi barang yang dijual dan baju yang mereka pakai seperti Zaman di era lima puluhan."Baik untuk pengunjung di Mall DARK LAND, segera bersiap - siap untuk berbelanja sepuasnya" ucap MC yang ada didalam Mall tersebut, dengan kostum baju satria yang dipakainya"semakin banyak berbelanja, semakin banyak kesempatan untuk mendapatkan hadiah yang menarik" seru MC tersebutBianca senang sekali membeli sepatu, dan dia melihat ada sepatu berwarna emas, yang pasti akan cocok dengan kostum baru yang dibelinya saat di New York kemarin, Waktu berjalan cepat dan Bianca tanpa sadar sudah membeli banyak sekali barang malam itu, Sepatu, baju, Tas, dan Aksesoris, karena menurut Bianca semua barang - barang tersebut terlihat menarik dan vintage, pasti akan sangat keren kalau aku pakai fikir Bianca.Tetapi anehnya setiap pengunjung yang datang, berbelanja dengan kesunyian, tetapi mereka juga sama seperti Bianca membeli banyak barang.Akhirnya waktu Midnight Sale telah berakhir, dan MC tadi pun sudah menutup acara hari itu, Bianca segera pergi ke parkiran, dan menuju mobil untuk kembali melanjutkan perjalanannya ke rumah, saat Bianca sudah keluar dari area Mall tersebut, sekitar seratus meter, ada Bapak - bapak tua mengahadang mobil Bianca.Bianca ketakutan, tetapi Bapak tua tadi menghadang mobilnya dan meminta Bianca membuka jendela mobilnya, akhirnya Bianca pun membuka jendela mobil."Maaf pak ada yang bisa saya bantu?" ucap Bianca sopan"Justru saya yang ingin bertanya kepada ibu, ada yang bisa saya bantu? karena sepertinya ibu tersesat""Tersesat? tidak pak saya ingin pulang ke rumah" jawab Bianca"apa yang ibu lakukan disini?" tanya bapak tua tadi"saya hanya habis berbelanja sebentar pak, sekarang saya sudah mau pulang" jawab Bianca bingung"Belanja? dimana ibu belanja?" tanya bapak tua itu lagi"di Mall......" sambil Bianca menunjukkan arah Mall tadiBianca sangat kaget dengan apa yang dilihatnya,,,, ternyata tidak ada Mall yang tadi dia masuki, yang ada hanya lahan kuburan belanda dengan ornamen khas eropa yang luas dan sepi...Tiba - tiba Bianca merasa merinding, dia melihat hasil belanjaannya di belakang kursi mobilnya, dan semua masih ada, utuh, tidak ada yang hilang....."Hati - hati mba" ucap bapak tua tadi"Ini Malam Jum'at Kliwon........"

HANTU AMBULAN
Horror
26 Dec 2025

HANTU AMBULAN

Sandi hari ini merasa sangat lelah dengan tugas kuliah yang harus dikerjakannya, bahkan tidak terasa sudah hampir jam 1 malam dia mengerjakan tugas itu, akhirnya Sandi bisa menyelesaikan bersama teman-temannya.Sandi : "Mir kamu nginep dirumah aku saja yuk, temenin aku pulang" ucap SandiMira "Soory San, nanti Robbi mau jemput, dia mau ajak aku makan duluSandi : "Kalau kamu gimana Dit? Mau temenin aku pulang ga?"Dita : "Sorry San aku juga sudah dijemput sama papahku, atau kamu ikut aku aja nginep dirumahku?"Sandi : "Ga bisa Dit, papahku galak banget ga bolehin aku nginep"Mira : "Tapi kan kamu pulang malam begini lebih bahaya San"Dita : "Iya San, rumah kamu juga jauh lagi"Sandi : "Ya udah gapapa deh, aku nanti naik taksi saja"Akhirnya Sandi pun bergegas menuju ke halte, suasana halte yang sepi dengan pedagang kaki lima yang menjual sate disebelahnya, membuat Sandi merasa lapar, akhirnya dia memtuskan untuk makan sate lebih dahulu.Beberapa jam kemudian, Sandi masih menunggu di halte, tidak ada satu tajsi pun yang lewat. Tiba-Tiba Sandi melihat ada wanita berbaju merah menyebrang ke arah halte, Sandi senang setidaknya dia tidak sendirian.Tapi tiba-tiba ada mobil yang melaju sangat kencang dan menabraknya.Sandi sangat kaget menyaksikan hal tersebut, dia meminta bantuan dan berteriak tetapi tidak ada yang mendengarnya.Sandi pun menghamiri wanita tersebut dengan luka di seluruh tubuhnya. Sandi bingun apa yang harus dilakukannya, tiba-tiba ada suara ambulan datang, beberapa petugas mengangkat tubuh wanita itu dan mengajak Sandi masuk untuk mendengar kesaksiannya.Sandi pun masuk ke ambulan tersbut, hanya ada Sandi, wanita korban kecelakaan itu dan satu lagi petugas wanita berpakaian seragam rumah sakit, yang ada didepannya.Suster : "Bagaimana kejadiannya?" tanya suster tersebutSandi " "Saya tidak tahu bu, kejadiannya sangat cepat, saat wanita ini ingin menyebrang tiba-tiba mobil itu berlari kencang dan saya melihat wanita ini terkapar, bahkan mobil tadi pun langsung meninggalkannya seolah-olah dia tidak merasa bersalah dan lari secepat mungkin".Keadaan didalam ambulan kembali tenang semua hanya terdiam.Suara Sirene Ambulan sajalah yang terdengar oleh Sandi, dia sangat ketakutan apalagi melihat wanita tersebut juga tidak sadar-sadar.Entah mengapa mereka juga tidak sampai ke rumah sakit, bahkan sudah beberapa jam masih dalam kondisi di jalanan sandi khawatir takut wanita ini tidak tertolong lagi.Sandi : "Apakah Rumah sakitnya masih jauh?" tanyanyaSuster tadi hanya diam dan tidak menajwab peertanayaan Sandi.Akhirnya karena kelelahan dan rasa kantuknya Sand pun tertidur di Ambulan tersebut.Dan tiba-tiba dia merasa kaget saat ada orang yang menyentuhnya, Sandi membuka mata perlahan dan melihat sinar matahari sudah memancarkan cahayanya."Kamu kenapa tidur disini?" tanya seorang Bapak tua yang memakai seragam security.Sandi : "Saya kemarin dibawa ambulan pak, mengantarkan koban kecelakaan, apakah korabnnya sudah ditolong pak?" tanyanya bingung"Ambulan? Korban Apa?" tanya Bapak tua tadi bingung"Iya pak, saya sedang di ambulan" ucap Sandi sekali lagiCoba kamu lihat sekeliling, dulu memang ini adalah rumah sakit, tetapi sekarang hanya menajdi gedung tua, dan ambulan yang ada di sana juga sudah tidak pernah digunakan, sudah rusak dan sudah tidak bisa dipakai lagi" tunjuk bapak tua tadi.Lalu Sandi melihat sekelilingnya, betul betul menyeramkan, saya sekarang berada di mana ya? tanya Sandi bingung."Ini daerah Sudong Sawir mba, di Jawa Tengah" ucap bapak tadiSandi : "Jawa Tengah??""Iya kenapa kamu bingung?" tanya Bapak tua lagiSandi menceritakan semua kejadiannya kepada bapak tua tadi, bagaiana dia selesai tugas di Jakarta pada jam tengah malam, dan tidak mungkin dia bisa berada di Jawa Tengah hanya dalam waktu beberapa jam saja."Oalah kamu itu sudah masuk ke dunia mereka, tidak ada jarak dan waktu yang pasti disana" ucap Baoak tua tadi.Lebih baik kamu tenangkan diri dulu di kantor kecamatan tempat saya bekerja, tidak jauh dari sini. Disana kamu bisa telepon orang tuamu dan pulang kemabli ke Jakarta.Orang Tua Sandi sangat khawatir dengan kejadian yang dialami puterinya, mereka pun bergegas menjemput Sandi.Dalam perjalanan pulang Sandi masih bingung memilirkan apa yang dialaminya, masuk ke dunia lain, dan sampai di kota yang jau jaraknya, saat sedang termenung tiba-tiba Sandi mendengar suara Ambulan yang kencang tepat disamping mobilnya, dan dia melihat suster kemarin sedang melihatnya dri jendela dengan tersenyum begitu juga dengan wanita berbaju merah yang kemarin bersamanya.

Jadikanku yang Terbaik
Romance
26 Dec 2025

Jadikanku yang Terbaik

Siang itu matahari tampak malu-malu menyinari bumi karena tertutup awan yang siap menitikkan air. Gue berjalan gontai karena kelelahan berjalan dari sekolah. Ini adalah hari tersial dalam hidup gue karena motor gue tiba-tiba saja mogok di tengah jalan sehingga gue terpaksa berjalan kaki sampai rumah yang jaraknya lumayan jauh."Desi kamu kok baru pulang. Terus motor kamu mana kok pulangnya jalan kaki?" tanya mama panik ketika gue sampai di depan pintu."Motor aku mogok di tengah jalan ma makanya aku terpaksa jalan kaki." Jawab gue dengan malas."Kenapa kamu gak telpon mama? Mama kan bisa jemput kamu sayang.""Hp aku mati ma. Jadi gak bisa ngabarin pulang." Gue mekangkah menuju kamar dengan langkah yang dipaksakan karena kaki gue sudah terasa pegal kalau harus berjalan lagi."Ya sudah kamu ganti baju dulu lalu makan. Mama udah siapin makanan kesukaan kamu." Kata mama.gue bergegas ke kamar dan mengganti pakaian beberapa menit kemudian gue sudah berada di meja makan di temani oleh mama."Ma mas Afin kapan pulang sih?" gue menanyakan kakak sematawayang gue yang beberapa hari lalu pergi berkemah untuk acara kampusnya."Mama juga belum tau tuh. Kenapa kamu kangen ya di jahilin sama kakak kamu itu?" tanya mama."Ah mama bisa aja. Aku kan Cuma pengen tau.""Ya sudah kamu makan dulu keburu dingin tuh makananya kalau kamu ngomong terus.""Iya deh ma. Tapi mama temanin aku makan ya."Mama menemani gue makan siang sambil mengobrol kecil."Assalamualaikum" terdengar salam dari pintu."Waalaikumsalam." jawab gue dan mama hampir bersamaan. Gue bergegas menuju pintu dan membukakan pintu untuk tamu itu."Mas Afin. Kok baru pulang sih aku kan kangen." Gue langsung menghambur ke dalam pelukan kakak kesayangan gue ini walaupun terkadang dia sangat menyebalkan."Duh so sweetnya ternyata ada yang kangen toh." Canda mas Afin. Gue buru-buru melepaskan pelukan gue dari mas Afin."Ah mas Afin aku serius tauk." gue memasang wajah sok imut gue."Mas Afin juga serius dedek bahkan dua rius." Jawab mas Afin."Sudah sudah, Desi jangan ganggu masmu dulu dia pasti capek baru pulang udah diberondong dengan seribu pertanyaan." Kata mama melerai perdebatan kami."Ya udah masku tersayang mandi dulu sana udah bau asam kayak gitu untung tadi aku gak pingsan." Ujar gue pada mas Afin."Ah tadi aja dipeluk-peluk sekarang malah dikatain bau dasar kamu." Kecam mas Afin geram."Udah buruan sana mandi." Kata gue sambil menutup hidung."Iya bawel." Jawab mas Afin berlalu. Mama hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah gue sama mas Afin yang gak ada ubahnya kayak anak kecil.Pagi ini gue harus berangkat sekolah dengan angkutan umum karena motor gue masih belum selesai diperbaiki dan mas Afin tidak dapat mengantar gue karena sekolah gue dan kampus mas Afin berlawanan arah.Sampai di sekolah gue langsung menuju kelas. Hari masih terlalu pagi saat gue sampai di sekolah."Tumben Lo datang cepat." Suara itu adalah suara yang amat gue kenali. Itu adalah suara Bintang anak sok cool dan tengil di sekolah ini dan dia selalu tidak menyukai gue entah apa dosa gue padanya hingga dia begitu membenci gue."Maksud Lo apa?" kecam gue."Alah gue tau pasti Lo mau dibilang anak rajin kan. Heh julukan itu Cuma pantas buat gue dan gak ada yang bisa ngambil julukan itu dari gue." Sumpah nih anak selalu terobsesi buat jadi nomor satu di sekolahan."Gue gak ngerti maksud Lo apa.""Ah udah lah Lo itu selalu pengen bersaing sama gue dan gue gak akan biarin Lo ngalahin gue."Gue benar-benar gak ngerti sama makhluk satu ini. Padahal gue gak pernah pengen bermusuhan dengan siapaun di dunia ini. Tapi dia selalu mandang gue sebagai musuhnya yang harus dia kalahkan. Mungkin itu karena nilai gue yang lebih tinggi dari dia hingga membuat dia tambah membenci gue. Memang Bintang adalah sosok yang dibangga- banggakan di sekolah ini. Dia selalu menjadi yang terbaik dalam segala bidang baik akademik maupun non akademik tapi itu sebelum gue pindah ke sekolah ini. Setelah gue pindah ke sekolah ini dia merasa gue menyaingi dia untuk menjadi yang terbaik di bidang akademik karena nilai-nilai gue lebih tinggi dari nilainya."Udah deh. Gue udah jelasinkan sama Lo kalau gue gak pengen musuhan sama siapapun.""Tapi sekarang Lo adalah musuh gue.""Plis deh Bin. Gue sekolah bukan buat nyari musuh tapi buat nyari ilmu." Jelas gue walaupun sebenarnya gue tau gak ada gunanya gue ngejelasin ini sama makhluk yang bernama Bintang karena sampai seribu kalipun gue jelasin dia akan tetap musuhin gue tapi gue gak akan nyerah gitu aja buat jelasin sama dia."Gue gak percaya sama Lo." Dia berlalu pergi meninggalkan gue yang kini terpaku.Seharusnya gue sadar yang akan terjadi. Dia memang tak pernah suka gue sekolah di sini karena gue bisa mengancam juara umumnya di sekolah itulah kata teman-teman gue."Lo kenapa Des?" suara itu mengagetkan gue."Lo Din, gue bingung harus gimana sama Bintang Din.""Udah lah Des gak usah Lo pikirin tuh anak.""Tapi dia kayaknya benci banget sama gue Din.""Dia emang kayak gitu jadi Lo gak usah pikirin lagi ok?" Dinda adalah sahabat terbaik gue. Dia selalu kasih gue semangat dan selalu dukung gue dalam kondisi apapun."Tapi kenapa dia selalu terobsesi buat jadi nomor satu Din? Gue benar-benar gak ngerti apa hebatnya jadi nomor satu kalau gak punya teman yang ngertiin kita?" Dinda tersenyum mendengar pertanyaan gue."Bintang itu orang tuanya kurang mampu itu sebabnya dia ingin jadi yang terbaik di sekolah supaya dia bisa mendapatkan beasiswa ke universitas yang bagus agar dia bisa ngerubah kehidupan keluarganya." Jelas Dinda. Sungguh mulia hati anak itu dia ingin membahagiakan keluarganya gue jadi malu karena selama ini berpikir dia ingin menjadi yang terbaik hanya untuk ongeh-ongehan.Seketika pandangan gue terhadap Bintang berubah. Gue pengen banget bantu dia, dia selalu lemah di nilai kimia mungkin karena terlalu banyak rumus yang harus dihafalkannya belum lagi dia harus mengurus banyak hal. Gue bertekad akan membantu Bintang agar dia bisa meraih impian mulianya itu. Kalau dia berhasil gue pasti akan ikut bahagia."Bintang tunggu." Gue menghentikan langkah Bintang sepulang sekolah. Dia membalikkan badan tapi setelah melihat gue dia kembali berjalan menjauhi gue bahkan mempercepat langkahnya."Bintang tunggu." Gue mengejar Bintang dan menghadang langkahnya hingga dia tak punya pilihan lain selain menanggapi gue."Lo mau apa?" dia bicara setengah membentak."Gue mau bantuin Lo." Dia terlihat kaget mendengar perkataan gue barusan. Gue sendiri aja kaget kenapa gue ngomong gitu."Seingat gue, gue gak pernah minta bantuan sama Lo.""Memang gak pernah tapi ini adalah inisiatif gue sendiri buat bantuin Lo." Dia tambah heran dengan jawaban gue."Bantuin apa ya?" dia bertanya serius banget sambil mandang lekat mata gue bikin gue salting aja nih anak."Gue pengen bantuin Lo buat jadi nomor satu di sekolah." Jawab gue. Dia kembali memandang gue lekat kemudian dia tertawa."Lo mau ngejek gue. Mau buktiin kalau gue udah kalah dari Lo?""Gak. gak gue sama sekali gak bermaksud kayak gitu Bin. Gue serius pengen bantuin Lo.""Kenapa. Gue kan saingan Lo.""Gue kan udah pernah bilang sama Lo kalau gue gak pernah nganggap Lo saingan gue. Jadi izinin gue buat buktiin kata-kata gue itu.""Ok. Tapi gimana cara Lo buat bantuin gue?""Nilai Lo selalu dibawah gue ketika pelajaran kimia dan bahasa inggris jadi gue akan bantuin Lo dalam dua pelajaran itu.""Maksud Lo, Lo mau ngajarin gue?" tanya nya."Yap." Jawab gue mantap."Ok gue akan lihat kemampuan Lo kenapa gue bisa kalah dari Lo dalam pelajaran itu dan sehebat apakah Lo sebagai seorang guru." Tantang Bintang."OK gue akan buktiian sama Lo semuanya hingga rasa penasaran Lo terhadap gue hilang."Bintang tersenyum melihat kepercayaan diri gue. Dan entah kenapa gue jadi gugup bukan karena tantangan dari Bintang tapi karena pemuda ini tersenyum sangat indah.Ini adalah hari pertama gue bantuin Bintang dan kebetulan jam pertama pagi ini adalah kimia. Setelah pelajaran kimia selesai dan semua anak berlarian pergi ke kantin Bintang menghampiri gue. Gue jadi gugup sendiri dan gak tau apa penyebabnya."Kenapa?" tanya gue pada pemuda tampan di hadapan gue."Tadi ada yang belum gue pahami. Lo bisa jelasin lagi gak sama gue?" tanya Bintang."Oh ok. Yang mana yang Lo kurang paham?" tanya gue. Bintang langsung duduk di sebelah gue dan gue menjelaskan materi yang belum di pahaminya tersebut. Dinda yang melihat kejadian itu heran kenapa Bintang bisa beda banget sama gue hari ini. Setelah Bintang pergi Dinda mewaancarai gue. Ya apa lagi namanya kalau bukan wawancara."Kenapa Bintang bisa baik sama Lo gitu?" tanya Dinda memulai wawancaranya."Jadi ceritanya gue lagi di wawancara nih." Canda gue pada sahabat gue itu."Udah jawab aja kenapa sih. mau wawancara kek mau introgasi terserah Lo yang jelas jawab pertanyaan gue." Dia malah marahin gue."Iya deh. Pertanyaannya apa barusan?""Kenapa Bintang bisa baik gitu sama Lo. Lo guna-gunain dia ya karena Lo sakit hati sama dia?" dia malah nuduh gue. Wah parah nih anak."Tega amat sih Lo nuduh sahabat Lo sendiri kayak gitu Din.""Ya trus kenapa Lo pasti ada apa-apakan sama dia?""Gak ada apa-apa kok. Tadi dia Cuma nanya sama gue karena dia belum paham sama penjelasan Buk Ani." Jelas gue."Kok gue ngerasa aneh ya. Kemaren-kemaren kan dia benci banget sama Lo.""Mana gue tau Dinda sayang. Lo tanya langsung aja sama orangnya. Kenapa Lo malah nanya sama gue?"Entah kenapa gue jadi sering mikirin Bintang apa jangan-jangan gue udah jatuh cinta kali ya sama Bintang. Duh mikir apaan sih gue, gue mukul jidat sendiri."Kenapa Dek lagi galau yah?" mas Afin datang ngagetin gue."Apaan sih mas. Kalau mau masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu jangan nyelonong aja kayak maling." Omel gue pada mas Afin."Kayaknya ada yang beneran galau nih." Mas Afin malah ledekin gue bikin gue geram aja."Siapa lagi yang galau? Gak tuh aku mah biasa aja. Ada apa mas tumben kesini pasti mau curhat yah?" gue segera mengalihkan pembicaraan kalau gak bisa sampai pagi mas Afin ledekin gue."Tau aja sih." jawab mas Afin cengengesan."Ada apa?" tanya gue. Mas Afin memang sering banget curhat sama gue kalau dia lagi ada masalah sama teman ataupun pacarnya. Gue juga gak tau kenapa dia milih curhat sama gue tapi karena hal itu gue sama mas Afin jadi sangat dekat.***Ada perasaan aneh yang menyelimuti hati gue saat gue dengan Bintang tapi gue gak bisa memahami hati gue sendiri. Gue merasa senang saat di dekat Bintang dan kalau jauh darinya gue merasa rindu. Entah ini hanya karena akhir-akhir ini gue sering ngabisin waktu bareng Bintang atau gue udah jatuh cinta sama Bintang. Entahlah yang jelas gue selalu kepikiran Bintang dimanapun gue berada. Gue akui sejak awal gue emang udah merasakan getaran tertentu pada Bintang bahkan saat pertama kali gue ngeliat dia di sekolah ini tapi saat itu Bintang masih membenci gue dan menganggap gue adalah musuhnya tidak seperti sekarang."Bin Lo pernah jatuh cinta gak?" tiba-tiba saja gue punya keberanian buat menanyakan pertanyaan itu sama Bintang gak tau keberanian dari mana. Gue udah nahan napas sejenak karena belum siap menerima jawabannya nanti."hmm.. jatuh cinta?" dia seperti tengah berpikir."Iya." jawab gue cepat, gak sabar ingin segera mendengar pendapatnya. Apakah dia juga merasakan getaran aneh yang gue rasakan atau malah dia gak merasa apa-apa."Kalau menurut gue jatuh cinta itu gak ada gunanya. Gak penting. Jatuh cinta hanya akan membuat kita gak fokus sama belajar dan malah mikirin hal-hal gak penting seperti malam mingguan fungsinya apa coba? Cuma buang-buang waktu lebih baik belajar dirumah lebih bermanfaat." Ujar Bintang. Gue tertegun mendengar penuturan Bintang. Itu artinya dia gak ngerasain hal yang sama kayak yang gue rasa dan hal itu membuat gue sedih. Entah kenapa gue merasa hati gue perih mendengar penuturan Bintang."Kenapa Lo tiba-tiba nanya kayak gitu? Apa mungkin Lo sedang jatuh cinta?" Bintang menatap gue curiga."Apaan sih Lo." Gue mengelak, gue gak mau dia sampai sadar kalau gue emang lagi jatuh cinta dan itu padanya."Sama siapa sih?" tanya Bintang. Gue jadi bingung harus menjawab apa, gak mungkin gue jujur dan bilang kalau gue lagi jatuh cinta sama dia kan? Orang dia aja gak ngerasain apa-apa."Ada deh. Gue rasa Lo juga kenal sama orangnya." hanya jawaban ini lah yang terpikirkan di otak gue."Kenapa Lo bisa suka sama dia?" gue berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan itu."Karena dia tampan?""Gue udah tau lo akan jawab gitu.""Karena dia baik, dia lucu dia juga pintar dan anaknya rajin banget lagi. Pokoknya dia perfect di mata gue.""Kayaknya dia tipe ideal Lo ya?""Yap." Gue gak tau kenapa hati gue sakit kalau harus mengetahui bahwa Bintang gak memiliki perasaan apa-apa sama gue. Tapi gue gak bisa memperlihatkan kekecewaan gue karena dia gak salah, di sini hanya gue sendiri yang salah karena menaruh hati pada tempat yang salah."Dari gue umur 10 tahun gue udah buat prioritas hidup kalau gue gak akan jatuh cinta sampai gue jadi orang yang berhasil dan bahagiain orang tua gue." Lirih Bintang, gue hanya mendengarkan dalam diam."Kenapa Lo gak mau jatuh cinta?" pertanyaan itu spontan keluar dari mulut gue."Karena itu akan ngerusak prioritas hidup yang selama ini gue pegang teguh. Jatuh cinta hanya akan membuat kita lemah dan membuat gak fokus sama pelajaran.""Lo salah Bin, cinta gak membuat seseorang menjadi lemah tapi membuat seseorang menjadi kuat membuat kita semangat dalam menjalani kehidupan.""Tapi jatuh cinta gak akan membuat gue jadi yang terbaik di sekolah kan?" tanya Bintang."Apa gunanya menjadi yang terbaik kalau gak punya seseorang yang menyayangi kita dengan tulus. Apa gunanya menjadi yang terbaik kalau gak punya teman yang selalu ada buat Lo dalam segala situasi?""Gue gak butuh semua itu yang gue butuh hanya menjadi yang terbaik." Gue kecewa mendengar jawaban Bintang.Bukan, gue kecewa bukan karena perasaan gue gak sama seperti yang dia rasa tapi karena pemikiran sempitnya mengenai cinta, dalam hidup gak segalanya akan berjalan seperti harapan kita dan saat itulah kita butuh sosok seseorang yang mendukung kita untuk terus maju.Gue hanya tertegun mendengar penuturan Bintang, gue gak bisa bicara apa-apa lagi. Bahkan untuk menangis pun gue gak punya hak karena disini hanya gue seorang yang salah dan pantas untuk di salahkan.Dua minggu yang lalu kepala sekolah minta gue buat jadi perwakilan sekolah dalam olimpiade kimia tingkat provinsi tapi gue belum cerita sama Bintang. Gue takut Bintang akan marah saat tau hal itu. Tapi sekarang gue gak berminat buat ikut olimpiade itu Lagi. Gue bahkan gak berminat lagi buat bersaing sama Bintang, biarlah dia mencapai tujuannya yang sudah ia rencanakan sejak awal dan gue tau betul gue gak termasuk dalam rencana hidupnya itu."Maaf pak sepertinya saya gak bisa mewakili sekolah kita untuk olimpiade kimia." Jelas gue pada kepala sekolah. Dia hanya manggut-manggut dengan penolakan gue."Tapi sekolah kita membutuhkan kamu Desi." Kata kepala sekolah."Sekali lagi saya minta maaf pak. Saya benar-benar gak bisa karena alasan tertentu. Tapi sebagai gantinya bapak bisa ngirim Bintang untuk mewakili sekolah kita.""Baiklah kalau begitu keputusan kamu." Kepala sekolah menurut apa yang gue sarankan dengan mengirim Bintang untuk mewakili sekolah dalam olimpiade kimia.Beberapa hari terahkir gue sengaja ngindarin Bintang. Gue udah gak marah sama dia mana tahan sih gue marah lama-lama sama dia, gue hanya belum siap aja ketemu lagi sama dia karena gue belum bisa ngelupain dia."Desi Lo bisa ngajarin gue lagi gak?" Tanya Bintang."Sorry ya Bin tapi gue mau ke kantin sama Dinda." Itu hanya alasan gue aja."Kalau gitu Lo bisa ngajarin gue di kantin kok. Kita ke kanting bareng aja.""Tapi gue mau ngomongin sesuatu sama Dinda dan ini hanya antara gue dan Dinda." Jelas gue."ok gue ngerti." Kata Bintang kemudian."Lo lagi marahan ya sama Bintang?" tanya Dinda saat di kantin."Gak kok." Elak gue."Yakin lagi gak marah sama dia terus kenapa Lo pakai alasan mau ngomong penting sama gue segala? Emangnya Lo mau ngomong apa?" tanya Dinda."Itu Din. Sebenarnya mas Afin minta nomer hp Lo boleh gak gue kasih?" beberapa hari lalu mas Afin nanyain Dinda sama gue dan bilang kalau dia suka sama Dinda."Hah. Lo bilang mas Afin?" gue hanya mengangguk."Trus Lo udah kasih?" tanya Dinda semangat banget."Belum makanya gue tanya dulu sama Lo boleh gak?""Boleh. Boleh banget malah." Gue tersenyum melihat reaksi sahabat gue ini."Jangan-jangan Lo naksir yah sama kakak gue?" tanya gue menyelidik. Yang ditanya malah senyum penuh arti dan gue membalas senyuman itu dengan sedikit ejekan tapi gue senang kalau sampai mas Afin jadian sama Dinda.Hari ini mas Afin yang ngantar gue sekolah gue tau itu pasti Cuma modus biar bisa ketemuan sama Dinda. Saat sampai di depan gerbang sekolah gue ngeliat Bintang yang melihat gue dengan tatapan tajam yang gak bisa gue artikan. Gue pura-pura gak tau aja kalau dia dari tadi mandangin gue dan mas Afin. Gue segera turun dari motor mas Afin dan berjalan memasuki gerbang sekolah."Dek nanti pulang sekolah mas jemput ya." Teriak mas Afin."Iya mas." Jawab gue lalu melanjutkan langkah gue menuju kelas. Mas Afin bilang kalau nanti pulang sekolah dia ingin ketemuan sama Dinda makanya dia bikin alasan buat jemput gue padahal mah ada udang dibalik bakwan. Hehehe...Di kelas gue terus memperhatikan Bintang yang dari tadi terus melamun dan tak memperhatikan penjelasan Pak Hamdan. Gue belum pernah liat Bintang kacau seperi hari ini. Biasanya dia selalu fokus belajar sebesar apapun masalah yang dihadapinya tapi hari ini dia benar-benar tak memperhatikan penjelasan Pak Hamdan sedikitpun. Pikirannya terus menerawang memandang ke luar kelas ke arah gerbang sekolah entah apa yang menarik disana yang mampu mengalihkan perhatiannya.Saat istirahat berlangsung gue hendak pergi ke perpustakaan dan melewati lapangan basket namun langkah gue terhenti di dekat lapangan basket ada yang menarik perhatian gue di sana."Kamu harus fokus, kita bermain sebagai sebuah tim bukan perorangan." Seseorang disana sedang dimarahi oleh pelatih Basket sekolah ini, Pak Samuel."Maaf pak." Terdengar sahutan dari anak itu. Suara itu gak asing di telinga gue. Gue mencoba lebih dekat agar bisa melihat siapa yang tengah di tegur oleh pak Sam."Apa kamu ada masalah Bintang?" tanya Pak Sam lagi.Bintang? Barusan pak Sam menyebut nama Bintang? Apa mungkin gue salah dengar ya? Bintang selalu melakukan sesuatu dengan hati-hati mana mungkin dia melakukan sebuah kesalahan. Gue mengintip dari balik dinding dan ternyata orang yang sedang di tegur oleh pak Sam adalah Bintang. Dia benar-benar Bintang. Masalah macam apa yang tengah dihadapi oleh Bintang sehingga dia membuat kesalahan? Dan tadi di kelas dia juga gak memperhatikan pelajaran. Gue ingin mendekati Bintang dan menayakan padanya tapi gue belum siap harus berhadapan lagi dengan pria ini."Din Lo tau gak barusan Bintang habis di tegur sama Pak Sam karena dia main gak fokus." Gue langsung cerita sama Dinda saat sampai di kelas."Ya terus?""Lo coba pikir deh apa mungkin seorang Bintang melakukan kesalahan dia kan selalu terobsesi buat jadi yang terbaik di sekolah. Trus kenapa dia bisa bikin kesalahan dan tadi pagi dia gak dengerin penjelasan Pak Hamdan Din. Pasti dia lagi ada masalah.""Ciee... perhatian banget sih sama Bintang." Dinda malah ledekin gue. Bukannya ngasih solusi malah bikin gue tambah pusing."Bukan gitu Din. Gue Cuma penasaran aja masalah macam apa yang tengah di hadapinya hingga membuat semangatnya jadi hilang gitu?" gue berpikir keras tapi gue tetap gak nemuin jawabanya."Mungkin dia lagi patah hati Des. Cuma orang yang lagi galau yang kehilangan semangat hidup." Jawaban Dinda sungguh membuat gue terkejut. Galau? Apa mungkin Bintang lagi galau yah."Udahlah ngapain sih mikirin hal itu. Mas Afin gimana kabarnya?" tanya Dinda bersemangat."Dia mau jemput gue pulang sekolah. Tapi gue yakin itu Cuma modus biar bisa ngeliat Lo.""Ya udah nanti kita keluar bareng ya?""Siap bos."Gue masih memikirkan Bintang. Apa benar dia lagi patah hati tapi sama siapa bukankan dia bilang dia gak mau jatuh cinta karena hanya akan membuat kita gak fokus belajar? Tapi kenapa dia galau sekarang. Siapa wanita yang berhasil membuat dia gak fokus belajar. Huh lihat saja gue gak akan maafin tuh anak karena udah bikin Bintang sedih dan kacau hari ini."Desi!" terdengar suara memanggil nama gue, gue mengentikan langkah gue sejenak dan orang yang tadi manggil gue mensejajari langkah gue dan berjalan beriringan dengan gue. Orang itu adalah Bintang."Ada apa?" tanya gue tanpa menoleh pada lawan bicara gue."Lo berhutang maaf sama gue." Gue menghentikan langkah gue mendengar kata-kata itu."Hutang maaf? Maksud Lo?" gue heran apa kesalahan yang gue lakukan sama Bintang sampai di bilang kalau gue berhutang maaf sama dia."Iya sekarang Lo harus ikut sama gue kalau Lo mau gue maafin.""Tapi gue udah di jemput." Gue melihat mas Afin yang melambaikan tangan ke arah gue."Ok itu artinya gue gak akan maafin Lo." Bintang berjalan menjauhi gue tapi entah kenapa gue gak rela dia pergi."Bintang tunggu. Gue akan ikut sama Lo." Gue berjalan mendekati mas Afin dan bilang kalau gue akan pergi dengan Bintang. Untung mas Afin ngerti dan gue nyuruh dia jalan-jalan dulu sama Dinda tentu saja mereka setuju.Bintang membawa gue ke sebuah taman di tepi danau tempat ini sungguh indah dan sejuk. Gue duduk di kursi kayu yang berada di bawah sebuah pohon."Kenapa Lo bawa gue kesini?" gue membuka pembicaraan."Bukankah gue udah bilang. Gue bawa Lo kesini karena Lo berhutang maaf sama gue?""Kesalahan apa yang udah gue perbuat sama Lo sehingga gue harus minta maaf?""Lo gak sadar udah ngelakuin kesalahan?" Dia malah balik bertanya sama gue. Gue menggelengkan kepala gue karena gue benar-benar gak tau salah gue dimana."Memang ya cewek itu gak peka." Dia berbicara setengah berbisik tapi gue mendengar cukup jelas."Maksud Lo?""Tadi pagi Lo berangkat sekolah sama siapa?" gue heran kenapa dia malah balik bertanya sama gue."Lo belum jawab pertanyaan gue." Ujar gue."Sebelum Lo jawab pertanyaan gue maka gue gak akan jawab pertanyaan Lo." Gue hanya bisa geleng-geleng kepala karena tingkah Bintang hari ini."Ok gue jawab. Tadi pagi gue sekolah sama mas Afin." Jawab gue."Kenapa?""Tadi mas Afin nawarin buat nganterin gue yah gue mau mau aja. Emang kenapa sih?""Trus Afin itu siapa?" gue udah muak sama semua pertanyaan Bintang. Tapi gue tetap bersikap baik karena gue ingin tau kesalahan apa yang udah gue perbuat sama dia."Dia kakak gue. Memangnya ada apa sih Bin? Gue udah jawab pertanyaan Lo sekarang Lo juga harus jawab pertanyaan gue." Sikap anak ini lama-lama bikin gue panas.Bukannya menjawab pertanyaan gue Bintang malah menyeringai gak jelas sambil memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Dia memandang gue dengan tatapan seperti seorang anak kecil yang habis melakukan kesalahan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang gue yakin gak gatal."Jawab Bin. Apa kesalahan gue?" Gue berbicara dengan nada yang keras membuat Bintang terlonjak kaget."Karena hari ini Lo udah bikin gue kacau." Dia berujar lirih tanpa memandang wajah gue."Gue? Memangnya apa yang udah gue perbuat?"Bintang diam tak menjawab pertanyaan gue. Dia terus memandang gumpalan awan yang berarak menuju suatu tempat untuk menumpahkan segala beban yang di bawanya. Bintang sama sekali tak melihat gue membuat gue jadi risih. Kenapa gue membuat harinya jadi kacau? Hal apa yang telah gue perbuat hari ini? Gue coba mengingat hal yang gue lakukan yang mungkin membuat Bintang jadi merasa kacau tapi gue gak menemukan jawabannya."Bintang apa yang sudah gue lakukan Bin. Hal apa yang gue lakukan sehingga membuat hari Lo jadi kacau?" Bintang memandang wajah gue dipandangi seperti itu membuat gue jadi gugup."Kesalahan Lo adalah Lo udah bikin gue jatuh Des." Gue benar-benar gak ngerti seingat gue, gue gak pernah tuh bikin dia jatuh. Kapan dan dimana? Gue benar-benar gak bisa ngungat itu."Lo itu udah bikin gue jatuh cinta sama Lo." Kini mulut gue benar-benar terkunci mendengar kata-kata Bintang. Gue gak percaya Bintang bilang hal ini sama gue."Hari ini gue kacau karena gue ngeliat Lo di boncengin sama cowok dan itu bikin hati gue sakit kayak di tusuk pakai panah beracun. Gue cemburu ngeliat Lo sama orang itu. Maaf ya gue udah salah sangka sama Lo. Gue kira dia adalah pacar baru Lo taunya kakak Lo." Dia cengengesan dan garuk-garuk kepala yang gak gatal.Gue masih diam bagai patung. Tak sepatah katapun yang berhasil keluar dari mulut gue meskipun gue udah berusaha keras. Kini tangan Bintang menggenggam tangan gue hasilnya tubuh gue gemetar karena genggaman itu."Gue gak tau sejak kapan tepatnya gue ngerasain hal ini. Tapi sejak Lo ngejauhin gue seperti ada yang hilang dari hati gue. Separuh dari hati gue terbawa sama Lo Des. Gue jatuh cinta sama Lo. Lo mau gak jadi kekasih gue. Lo mau gak jadiin gue yang terbaik di hati Lo?" tak terasa pipi gue udah panas dan merasakan cairan hangat membanjiri pipi gue."Bukankah Lo harus jadi yang terbaik di sekolah? Dan jatuh cinta hanya akan membuat Lo gak fokus belajar." tanya gue"Buat apa jadi yang terbaik kalau gak memiliki seseorang yang akan menyayangi kita dan mendampingi kita saat senang dan susah? Gue udah sadar Des kalau yang terbaik buat gue itu Lo." Gue udah gak peduli lagi air mata yang membanjiri pipi gue. Gue langsung menghambur ke pelukan Bintang."Gue juga tau kalau orang yang Lo ceritain waktu itu adalah gue. Karena ciri-ciri yang Lo bilang persis kayak gue." Bisik Bintang tepat di telinga gue yang membuat gue melepaskan pelukan gue."Kok dilepas sih?" Bintang menarik gue kembali ke pelukannya."Biarin aja kayak gini. Aku sayanggg banget sama kamu Desi." Bintang kembali berbisik di telinga gue namun kali ini gue tak akan melepaskannya lagi untuk selamanya.Selesai.

Terima Kasih, Teman!
Romance
26 Dec 2025

Terima Kasih, Teman!

Pagi ini tampak cerah, sang raja siang nampak bersemangat menyinari bumi sebagaiman semangatku yang membara hari ini. Lagi asyik-asyiknya nyatat catatan di papan tulis dari luar terlihat pak Zul, wali kelas kami memasuki kelas bersama seseorang yang tak ku kenal. Aku belum pernah melihatnya di sekolah ini sebelumnya, mungkin saja anak baru."Assalamu'alaikum." Suara pak Zul ketika sampai di dapan pintu."Wa'alaikumsalam" jawab kami serentak."Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru dan kebetulan di tempatkan di kelas ini. Bapak berharap kalian bisa menerimanya dengan baik."jelas pak Zul."Ya Pak" jawab kami hampir bersamaan."Sekarang silahkan perkenalkan diri kamu pada teman-temanmu" kata pak Zul pada anak baru."Baik pak. Teman-teman perkenalkan nama saya Indah Syafitri, saya pindahan dari Bandung. Saya harap bisa menjadi teman baik teman-teman semua. Demikian perkenalan saya, terima kasih." Katanya menyudahi perkenalan."Ya sudah anak-anak, kalau begitu kalian lanjutkan belajarnya. Bapak masih ada urusan di kantor, bapak permisi." Pamit pak Zul.Awalnya aku berpikir aku tidak akan bisa dekat dengan indah karena kelihatanya dia berasal dari keluarka yang bisa dibilang mapan, bagaimana tidak dia adalah anak tunggal dari orang tua yang sama-sama menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah yang berbeda. Sedangkan diriku hanya seorang anak dari keluarga yang kurang mampu, kedua orang tuaku haris bekerja membanting tulang untuk membiayai sekolahku dan untuk hehidupan sehari-hari.Namun ternyata semua yang kupikirkan meleset dari kenyataannya. Indah adalah anak yang baik, dia tak pernah membeda-bedakan teman seperti kebanyakan anak orang kaya. Indah tak pernah membedakan status sosial seseorang. Semakin lama berteman dengan Indah aku semakin menyayanginya. Banyak sekali hal yang ku lalui bersamanya.Dia adalah sosok sahabat yang sangat baik, yang mampu membuatku tersenyum dalam kesedihanku, yang memelukku saatku menangis dan selalu ada di sisiku. Aku tak tau apa masih ada orang sebaik dia didunia ini, entahlah. Yang pasti Indah adalah sahabat terbaik dalam hidupku.Senin depan kelas VII-4 ditugaskan sebagai pelaksana upacara bendera dan Indah menjadi salah seorang penggerek bendera, sedangkan aku cukup menjadi anggota upacara bendera saja. Hari ini aku dan Indah piket kelas."Des hari ini kamu piket sendiri dulu ya" kata Indah sepulang sekolah."Memangnya kamu kenapa Ndah? Kamu sakit?" tanyaku heran tak biasanya Indah seperti ini."Gak kok. Hari ini aku mau latihan buat upacara bendera untuk hari senin jadi aku harus buru-buru kumpul di lapangan tapi kamu gak apa-apakan piket sendiri?" tanya Indah."Oo gitu, ya gak masalah kok. Kamu buruan ke lapangan urusan piket mah biar aku yang beresin" ujarku sambil memamerkan ibu jari ke arahnya pertanda OK."Kalau gitu makasih ya Des" katanya sambil meninggalkanku di kelas."Beres" ucapku lagi-lagi memamerkan ibu jariku padannya.Hari sabtu kali ini sikap Indah memang sedikit berbeda dari biasanya, dia tampak sangat bahagia dan jadi sering tersenyum, ah mungkin itu karena dia akan menjadi anggota upacara bendera makanya dia terlihat sangat bersemangat untuk latihan. Indah sangat antusias latihan upacara sabtu itu aku jadi bingung sendiri melihat semangatnya yang mengebu-gebu.Sore itu hujan turun dengan semangat. Awan hitam tak memberi celah pada sang surya bahkan untuk mengucapkan 'selamat sore'. Aku bingung apa yang tengah terjadi padahal ini bukanlah musim penghujan tapi beribu tetesan air itu seperti tak mau berhenti membasahi bumi. Ditengah guyuran hujan yang sangat lebat di selingi oleh teriakan petir yang sahut-sahutan sebuah ambulanc lewat dengan kecepatan tinggi. Mungkin inilah penyebab hujan ini, bisikku dalam hati.Minggu sore selesai mandi aku bergabung dengan keluargaku yang tengah serius membicarakan sesuatu. Dan ternyata mereka tengah membicarakan perihal ambulanc yang lewat dibawah guyuran hujan kemarin."Kasihan ya?" kata tanteku. Disana ada tante, ibuku dan kakak sulungku."Lagi ngomongin apaan sih? aku kepo nih?" kataku mendekat pada mereka."Itu loh, ambulanc yang kemarin lewat, ternyata orangnya meninggal." Jelas tanteku."Meninggal kenapa? Sakit?" tanyaku lagi."Bukan. Kecelakaan, seorang wanita dan anak gadisnya yang baru duduk di kelas 1 SMP meninggal akibat kecelakaan itu." Tanteku menjelaskan."Innalillah..." bisikku lirih prihatin mendengar cerita itu."Padahal itu adalah anak satu-satunya, kamu kenal gak Des? Kalau gak salah dia juga sekolah di sekolah kamu." Kata kakakku."Mhh... siapa ya?" aku mencoba berfikir."Katanya dia baru pindah ke sana beberapa bulan yang lalu. Mungkin kamu belum kenal Des." Kata ibuku kemudian.Aku terkejut mendengar itu. Mungkinkah itu Indah? Kata ku dalam hati. Jantungku berdetak sangat cepat kakiku terasa lemas dan tak kuat menyangga tubuhku."Kamu kenapa Des?" tanya kakakku."Mungkinkah itu?" aku tak kuat lagi menyangga tubuhku. Aku terduduk di lantai dengan air mata yang siap untuk keluar."Des kamu kenapa? Ada apa?" tanya ibuku melihat kondisiku seperti itu."Kamu mengenalnya Des?" tanya Kakakku lagi."Dia adalah sahabat sekaligus teman sebangku ku." Kini aku benar-benar menangis. Aku berlari menuju kamarku dan menangis sejadi-jadinya.Aku mencoba menenangkan hatiku. Bisa saja itu bukan Indah, mungkin saja itu orang lain aku terus menolak kalau itu adalah Indah. Tapi ternyata itu benar-benar Indah. Duniaku terasa hancur, bumi yang kupijaki terasa runtuh. Aku tak bisa menerima kenyataan bahwa sahabatku telah pergi untuk selamanya. 'Aku mohon jangan pergi Ndah, kembalilah' tangisku pilu.Aku benar-benar tak menyangka sahabat yang baru ku dapati kini telah pergi meninggalkanku dan takkan pernah kembali lagi. Aku bagai dalam mimpi buruk yang panjang, dan aku terperangkap dalam mimpi itu dan tak tau jalan untuk terjaga."Ya Allah kenapa secepat ini Kau ambil lagi hak-Mu? Kenapa harus Indah sahabatku? Kenapa Ya Allah? Padahal aku baru merasa bahagia karena memiliki sahabat sepertinya dan sekarang dia sudah pergi meninggalkan ku untuk selamanya." Isakku tak sanggup membendung air mata ini.Sampai di sekolah aku masih tak percaya bahwa Indah benar-benar telah pergi. Aku tak sanggup lagi menahan kepiluan yang menyesakkan dada ini. Aku menangis, ya aku menangis tepat di kursi dimana biasanya Indah duduk.Aku tak peduli lagi semua anak memandangiku dengan tatapan sedih dan kasihan. Aku hanya merasa sedih kehilangan sahabatku dan sekarang saat aku menangis takkan ada lagi yang akan memelukku dan membuatku tersenyum. Masih kental di ingatanku saat pertama kali Indah datang ke sekolah ini dan sekarang dia telah pergi.Senin ini kelasku tetap melaksanakan upacara bendera. Upacara berlangsung sangat kacau kami semua larut dalam kesedihan dan rasa kehilangan. Saat penggerekan sang merah putih yang seharusnya di gerek oleh Indah aku tak sanggup lagi menahan tangisku.Aku mulai tersedu di tengah barisanku. Duka ini sungguh sangat menyisakan kepiluan yang mendalam, aku merasa hancur atas kepergian Indah. Tapi aku mencoba ikhlas, aku ingin Indah damai di sana. Aku tak mau dia sedih melihatku terus menangisi kepergiannya."Ndah aku ikhlas jika ini memang yang terbaik. Aku juga ikhlas persahabatan kita didunia berakhir sampai di sini tapi aku janji kamu akan selalu menjadi sahabat terbaik di hatiku Ndah." Do'aku ikhlasNdah aku sayang banget sama kamu, akankah aku bisa dapat sahabat sebaik kamu selain dirimu Ndah?=Selesai=

Mine
Teen
26 Dec 2025

Mine

POV Mario"Hari ini, saya dan keluarga datang kesini dengan niatan untuk melamar anak Ibu dan Bapak, Putri Kiara Feryal. Apakah Bapak dan Ibu dan juga Kiara bersedia menerima lamaran saya?"Nama gue Mario. Damario Abrisam. Umur 29 tahun. Profesi Dokter. Hari ini, gue membawa keluarga gue untuk melamar orang yang gue cintai, Kiara.Hubungan gue dengan Kiara sudah berjalan ya kira-kira setahunan. Menurut gue, Kiara adalah perempuan paling anggun, paling menawan, cerdas, dan sempurna versi gue. Dan gue ngerasa gue adalah orang yang paling beruntung bisa terus ada di sisi Kiara.Gimana gue kenal Kiara?Flashback...Nama gue Mario, umur 26 tahun. Saat ini gue adalah seorang Dokter Umum di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta. Sedang mengambil spesialis organ dalam. Saat ini gue baru saja selesai memeriksa seorang pasien. Tak lama datang seorang pasien lagi. Seorang perempuan muda, cantik, dia senyum ke gue, senyuman yang paling cantik yang pernah gue temuin. Dan saat itu juga, gue yakin gue jatuh cinta para pandangan pertama."Siang, Dok," sapanya."Siang, Bu Laras." gue dengan sok tahu langsung menyebut namanya sesuai dengan berkas yang diberikan suster ke gue."Siang, Dokter." seseorang dibelakangnya menyapa gue. Seorang Ibu paruh baya.Dan ternyata pasien gue ini adalah Ibunya. Dengan tetep menjaga wibawa gue, gue mempersilahkan mereka berdua duduk di depan gue."Ada keluhan apa, Bu Laras?""Saya agak demam, Dok, terus tenggorokannya gak enak."Sambil tetap fokus mendengarkan keluhan Bu Laras, mata gue sesekali curi pandang ke anaknya yang terlihat khawatir itu. Setelah gue selesai memeriksa, dan mereka berlalu, gue agak menyesal gak memberanikan diri untuk ngajak kenalan. Tapi gue harus tetep menjaga integritas gue, mungkin kalau jodoh pasti bertemu. Yaelah, apaan sih lo!Flashback off...Minggu pagi yang cukup cerah ini gue habiskan untuk menjemput Kiara karena hari ini kami berencana untuk melihat desain undangan. Kebetulan gue punya temen yang punya usaha percetakan, oke punya sih hasilnya!Kiara membuka pintu rumahnya. Seperti biasa, wajah cantiknya, rambut sebahunya, dan kulit putihnya itu sukses membuat gue jatuh cinta lagi. Terlebih dia hari ini tambah bersinar dengan baju putih kasualnya."Yuk!" ajaknya.Gue dengan sigap membukakan pintu penumpang untuknya, dan dia tersenyum menatap gue, "Thank you, My Fiance." ucapnya lembut. Gimana gue gak tambah meleleh."Kamu udah sarapan?" tanyanya sewaktu gue sudah menjalankan mobilnya."Belum.""Kita sarapan dulu yuk! Tapi sebelumnya, boleh gak mampir dulu ke makam Aries?"Permintaannya itu sukses membuat gue terkejut. Tapi tatapannya yang memohon itu tidak bisa gue tolak. Akhirnya gue mengiyakan.Siapa Aries? Dia adalah sahabat gue, sekaligus mantan pacarnya Kiara. Mungkin gue akan flashback lebih panjang kalau harus cerita tentang Aries.Flashback..." Bro!" suara Aries yang mengejutkan itu berhasil membuat gue membuka mata gue yang hampir rapat itu. Padahal gue ngantuk banget, tapi bisa-bisanya ini orang dateng gak diundang dan ganggu waktu tidur gue yang gak seberapa itu."Hmmm?""Gue lupa bilang, minggu lalu cewek gue kesini ya?""Mana gue tau!""Seriusan lo? Orang dia bilang ke Dokter Damario.""Gue gak inget, pasien gue banyak!""Hmm, sombong! Yaudah kalo gak inget. Pagi ini dia mau kesini. Ngajak sarapan bareng. Lo ikut lah! Nanti gue kenalin!""Lo aja lah! Lagian dia kan kesini mau ketemu lo, kenapa lo bawa temen?""Mau ngasih tau kalo gue punya cewek, cantik lagi! Siapa tau Kiara punya temen cewek yang bisa dikenalin ke lo.""Hm, yah, terserah lo deh! Tapi kalo dia bete, gue gak ikutan ya.""Oke! Jangan lupa, sarapan bareng!"Saat itu gue hanya mengiyakan permintaannya supaya dia cepat pergi dan gue bisa tidur di waktu tidur gue yang cuma beberapa jam itu. Sampai akhirnya..."Yo, kenalin, cewek gue, Kiara." ucapan Aries itu membuat gue terkejut. Ternyata perempuan anaknya Bu Laras itu pacarnya Aries.Kiara tersenyum ke gue sambil mengulurkan tangannya. Gue menyambut tangannya yang halus itu."Kiara.""Mario.""Ehm, udah! Lama amat pegang tangan cewek gue!" kata Aries sambil melerai jabatan tangan kami.Kiara hanya tersenyum, akhirnya gue juga senyum sekenanya. Kenapa itu anak feelingnya kuat banget ya?Saat itu gue sadar, kalau Kiara bukan cuma cantik dan anggun, tapi dia pintar. Dia adalah sekretaris direktur utama di sebuah perusahaan besar. Dia di pilih menjadi sekertaris karena menguasai dua bahasa, Inggris dan Mandarin, berarti tiga sama bahasa Indonesia. Wawasannya juga luas."Bi, kamu tau gak, Mario ini masa seneng banget sama film Final Destinition. Sumpah ya, itu film!""Serius, Yo? Aku juga suka film itu, tapi sekarang susah nyarinya.""Coba cari di netflix deh, terakhir gue liat masih ada. Tapi kalo gak ada gue masih ada link buat nontonnya.""Wah, serius? Mau dong!""Simpen nomor gue aja, nanti gue kirim.""Hmm, modus bener! Lewat gue aja share linknya." Aries mencegah."Lo percaya kalo Aries akan ngasih link nya ke lo?" tanya gue pada Kiara setengah berbisik. Kiara setengah tertawa lalu menggeleng.Flashback off...Hingga akhirnya waktu itu gue jadi punya nomor Kiara dan Kiara punya nomor gue. Kadang di sela-sela istirahat, gue chat Kiara untuk membahas teori tentang beberapa film. Ternyata gue dan Kiara satu selera genre film.Kiara menaruh bucket bunga di atas makam Aries. Wajahnya yang cantik itu langsung sedih melihat tumpukan rumput rapi dengan nisan bertuliskan Aries Deronino Bin Ahmad Deronino."Hai, Aries, apa kabar kamu disana? Semoga kamu bahagia ya, karena aku disini juga bahagia." tutur Kiara sebagai kalimat pembukanya. Dia menekankan suaranya, menahan nangisnya. Matanya sudah berkaca-kaca. Padahal sudah 2 tahun Aries pergi, tapi Kiara tetep nangis kalo ke makam Aries. "Aries, aku mau nikah, sama Mario. Kamu pasti ngerestuin kan?" tanyanya yang sudah pasti tidak dijawab.Gue maju selangkah, meraih pundaknya, berusaha menguatkan. "Makasih ya, berkat kamu, aku bisa kenal Mario. Dia baik, sama baiknya kayak kamu."Masih terngiang di ingatan gue gimana Aries meninggal di depan mata gue. Kecelakaan motor waktu kita touring dan meninggal di tempat. Saat itu, posisi motor Aries adalah di depan motor Satria, salah satu teman touring kami. Dan motor gue di belakang motor Satria.Gue juga masih ingat, gimana kedua orang tua Aries dan Kiara datang tergesa-gesa ke rumah sakit karena mendapat kabar duka. Mamanya Aries histeris begitu Dokter memberitahu kalau anak semata wayangnya meninggal di tempat kejadian, sementara Kiara yang ikut mendengarnya hanya terdiam, matanya menerawang jauh, dan langsung terjatuh duduk karena kakinya lemas, kemudian air matanya keluar dengan sendirinya. Saat itu, yang bisa gue lakukan adalah memeluk Kiara yang rapuh dan syok karena pacarnya yang kemarin ditemuinya, sekarang sudah tidak ada lagi di dunia.Hari demi hari berlalu. Dengan gue yang selalu berusaha untuk ada di samping Kiara. Dia serapuh itu tanpa Aries. Dan gue semakin yakin dengan perasaan gue ke dia. Gue mendekati dia dengan perlahan, berusaha memberikan dia perhatian kecil.Seperti waktu ituGue jemput dia untuk pergi ke kantor. Dia buru-buru turun dari mobil dan meninggalkan ponselnya. Gue harus turun dan ngejar dia."Thank you ya, Yo, tumpangannya. Ngebantu banget loh! Soalnya kebetulan aku harus nyiapin dokumen untuk rapat nanti siang. Makasih juga hapenya. Sampe repot-repot turun."Gue menatap dia lalu tersenyum, "Sama-sama. Selamat bekerja, tetap semangat, dan jangan lupa makan, minum juga jangan lupa. Kalo butuh apa-apa jangan segan telfon gue." ujar gue sambil mengacak-acak rambutnya ringan.Dia tersenyum salah tingkah lalu mengangguk. Gue pamit pergi setelah dia mengiyakan ucapan gue barusan.Atau seperti waktu ituDia memberikan sebuah surat yang gue sudah tahu isi di dalam suratnya. Karena surat itu memang dari gue yang dengan sengaja gue selipkan di buku novel thriller yang suka dia baca."Makasih, Yo. Aku suka tulisannya."Tulisan berisi kata-kata motivasi yang gue tulis buat dia. Dan gue seneng karena dia menyukai tulisan motivasi gue buat dia.Atau juga sepertiSetelah gue lulus ambil spesialis, gue datang ke acara yang diselenggarakan jurusan gue. Dan gue memberanikan diri mengajak Kiara dan dia bersedia untuk datang menjadi pendamping gue. Disitu gue terpaksa meninggalkan Kiara sebentar karena temen-temen gue mengajak gue ngobrol. Mata gue gak lepas dari Kiara yang sedang mengambil minum. Kiara yang sadar kalau mata gue gak lepas dari dia kini memandang gue. Dia benar-benar cantik malam ini dengan dress putih, sesuai dengan penampilannya yang anggun. Mata kamu beradu. Gue melempar senyum ke arah dia dan langsung di balas dengan senyuman cantiknya itu.Dan tak lama setelah itu Kiara bersedia menjadi kekasih gue. Dia ada di sisi gue, mendengarkan cerita gue tentang pasien-pasien gue, mendengarkan keluh kesah gue, dan antusias saat gue bercerita tentang sesuatu yang membuat gue senang. Hingga gue memutuskan untuk menjadikan dia seutuhnya milik gue.Setelah selesai menyampaikan maksud dia di makam Aries, dia mengajak gue untuk pergi karena memang kita akan melihat desain undangan.Sambil berjalan ke arah mobil, gue menoleh, melihat makam Aries yang semakin jauh di belakang. Gue tersenyum.* * *POV Author"Ris, lo liat cewek yang pake baju pink itu? Cantik kan? Gue naksir dia dari SMA." ucap Mario sambil melihat gadis cantik berbaju pink dengan penampilan modis. Saat itu mereka sedang makan di kantin kampus."Wih, boleh juga selera lo. Sampe sekarang masih suka?" sahut Aries dengan mulut setengah mengunyah makannya."Masih sih! Tapi udah gak suka-suka banget. Biasa aja. Sekarang gue semacam mengagumi aja. Gak berani mimpu dia mau jadi pacar gue."Aries tertawa, "Kalo gue gaet lo marah gak?" tanyanya setengah bercanda."Kalo dia mau, pacarin aja."Beberapa bulan kemudian...Aries yang tidak pernah absen bermain basket tiba-tiba membatalkan janjinya. Dan dengan terang-terangan dia merangkul Rany, gadis yang disukai Mario dari SMA. Dan entah mengapa kejadian ini terus berlanjut sampai Mario bertemu dengan Kiara.Awalnya Mario hanya suka pada pandangan pertama, namun siapa sangka ternyata gadis yang dia suka pada pandangan pertama pun milik Aries. Dia sadar dia tidak bisa seperti ini terus.Dia harus mencari celah untuk mendapat perhatian Kiara. Dan suatu hari dia menemukan celah itu. Mereka pun semakin dekat. Tentu saja Mario tahu kalau Kiara hanya menganggapnya sebagai temannya Aries. Mario tahu, dari sekian banyak gadis yang pernah di pacari Aries, Kiara adalah gadis yang paling di cintai Aries. Hubungan mereka mulus, tanpa drama, mungkin karena Kiara tidak pernah menuntut apapun dengan Aries.Suatu ketika, ketika mereka sedang touring ke puncak, Aries yang sedang mendahului sebuah mobil di tikungan, menabrak truk dari arah berlawanan. Satria, salah satu teman mereka yang berada tepat di belakang Aries berhasil selamat karena dia menunggu Aries mendahului mobil, baru di belakang Satria adalah motor yang dikendarai Mario.Mario saat itu hanya terkejut melihat tubuh sahabatnya tergeletak, bersimbah darah, dan tidak sadar. Bahkan tanpa sadar di balik masker yang dia pakai, dia tersenyum.Di rumah sakit, Mario melihat kedua orang tua Aries histeris karena anaknya sudah meninggal di tempat. Bahkan Kiara yang saat itu datang, hanya terdiam. Pandangannya kosong, seketika dia jatuh. Kakinya lemas. Tangisnya pecah ketika Mario memeluknya.Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Sejak saat ini, Mario selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik di sisi Kiara. Awalnya sebagai teman. Tapi dengan melihat ketulusan Mario, Kiara yakin kalau Mario benar-benar mencintainya.* * *POV MarioSambil berjalan ke arah mobil, gue menoleh, melihat makam Aries yang semakin jauh di belakang. Gue tersenyum.Dan sekarang giliran lo yang ngeliat gue dengan Kiara. Perempuan yang paling gue cintai. Semoga lo tenang disana dan jangan pernah ganggu hidup gue dengan Kiara. Karena sekarang dia benar-benar jadi milik gue."Jadi kita mau sarapan apa?"Lamunan gue buyar, "Ya?""Jadi kita mau sarapan apa?""Kamu lagi mau sarapan apa? Aku ikut aja.""Bubur depan situ enak loh!""Boleh."* * *SELESAI...

Diantara Dua Pilihan
Teen
26 Dec 2025

Diantara Dua Pilihan

"Kak! Kak Rara! Ada undangan nih!"Saat itu aku yang sedang membaca sebuah novel mendengar suara teriakan Rere, Adik semata wayangku meneriakkan sebuah kalimat yang membuat semangatku menghilang. Sudah berapa undangan pernikahan yang aku hadiri. Nyatanya setiap kali aku menghadirinya, satu-persatu temanku akhirnya membawa Suami atau Istri mereka, atau pacar mereka. Tapi aku hanya datang dengan Rosy, salah satu sahabatku yang sudah mendapat status Janda anak satu karena Suaminya meninggal dua tahun yang lalu.Satu dari sahabatku yang lain Alya. Pribadinya lembut. Berbeda dengan Rosy. Sebenarnya dulu Rosy juga lembut, namun sekitar dua tahun yang lalu, sifatnya mulai berubah, lebih keras dengan dirinya sendiri, karena sadar bahwa dia harus menjadi kuat, agar tetap bisa menjadi seorang Ibu sekaligus Ayah untuk anaknya. Alya adalah seorang Istri dari seorang Tentara Angkatan Udara. Ibu dari dua anak itu sangat baik mengajarkan kedua anaknya, menurutku.Umurku saat ini 28 tahun, statusku masih single tanpa ada seorang pun yang sedang dekat denganku. Kenapa demikian? Karena sejujurnya aku masih belum bisa melupakan seseorang yang pernah menjadi spesial di hatiku, atau tepatnya masih menjadi spesial. Karena setelah selesai dengannya, Rosy mengenalkan beberapa Pria denganku, namun tidak ada yang bisa memperlakukan aku layaknya Dean memperlakukanku. Iya, dia Dean. Orang yang masih menjadi spesial di hatiku, belum ada sesuatu yang membuat dirinya keluar dari hatiku, kecuali satu, karena kita memang harus berpisah."Kak, gue panggilin juga. Ini ada undangan!" Rere tiba-tiba membuka pintu kamarku dan masih berdiri di ambang pintu, menggerutu."Iya, taro aja di meja. Nanti gue liat.""Bilang apa?""Tengkyu.""Udah solat belum?" tanya Rere."Solat apa?""Dzuhur, Kak!" Rere setengah teriak. "Jangan-jangan lo belum mandi ya? Ih, jorok! Ngapain sih lo, Kak? Mandi kek! Solat sana! Inget kata Mama, lo itu belum nikah, selama lo belum nikah, terus lo ninggalin solat, nanti Papa sedih. Lo masih inget kan sama Papa? Bisa kebayang gak kalo Papa sedih disana?"Hanya itu yang bisa membuat rasa malasku menghilang. Iya, Papa. Sosok itu! Sosok yang sudah meninggalkan kami semua dengan kesedihan yang mendalam. Sosok yang selalu mengajarkan kami tentang pentingnya agama di hidup kami. Sosok yang tidak pernah lupa memberi kasih sayangnya yang tak terhingga sehingga setelah kepergiannya yang sudah hampir 10 tahun itu, kata-katanya tetap melekat di ingatan kami.Aku melipat sajadah dan mukenaku setelah selesai solat dan membaca Al-quran dan menaruhnya di kursi. Aku melirik ke sebuah bingkai foto yang berdiri apik di meja kerjaku. Itu adalah foto keluargaku dan masih ada Papa yang tersenyum renyah di dalamnya. Ah, sepertinya aku mengingat sesuatu. Aku mengambil bingkai itu dan membukanya. Ternyata benar, masih ada foto Dean yang aku selipkan di belakang foto keluargaku di dalam bingkai itu. Foto Dean bersamaku waktu kami jalan di suatu akhir pekan.Flashback...Aku menatap sosok itu, Pria tampan yang saat ini duduk di depanku. Memesankan makanan kami. Aku tidak perlu mengkoreksi pesanannya karena dia sudah tahu apa yang aku suka dan yang tidak aku suka hanya dengan sekali ucap. Dean sangat memperhatikanku. Menurutku, dia sosok yang mendekati sempurna. Pria tampan, raut wajah ramah, pintar, dan selalu memperlakukan aku layaknya aku berharga dimatanya. Kalau aku melakukan kesalahan, dia menegur dengan hati-hati tanpa pernah menyinggung perasaanku. Aku tahu banyak Perempuan yang suka padanya, tapi Dean hanya melihat ke arahku. Bersamanya aku tak perlu memikirkan hal yang tidak perlu aku khawatirkan.Setelah selesai makan, kami masih aja jeda beberapa waktu untuk jadwal menonton. Dean menggandeng tanganku sambil tersenyum. Dan kami berhenti di sebuah mushola di dalam mall."Solat dulu gih! Nanti kalo selesai nonton film waktu solatnya udah abis. Aku tunggu sini. Mukenanya udah aku masukin di tas kamu, coba kamu cek!" tuturnya lembut.Dean tidak pernah lupa untuk mengingatkanku menjalankan kewajibanku. Bahkan dia membeli mukena untuk di taruh di mobilnya, khawatir aku tidak bisa solat karena tidak membawa mukena. Dia bahkan tidak lupa untuk menyisipkan mukena itu ke dalam tasku."Yaudah, aku solat dulu ya.""Sini, tasnya biar aku pegang."Setelah memberikan tasku padanya, aku masuk ke mushola dan menjalankan kewajibanku.Begitu aku selesai, aku melihatnya sedang duduk, sambil tersenyum melihat ponsel di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memeluk tasku. Senyumnya semakin mengembang ketika memergokiku yang sedang menatapnya tersenyum."Aku lagi liat-liat foto kita. Gak tau kenapa kamu cantik banget di setiap foto kita. Aku sampe bingung mau ganti wallpaper hape aku jadi yang mana."Aku tersenyum dan mengambil ponselnya. Aku mengunggah aplikasi untuk menyatukan semua foto yang dia suka, menggabungkannya, lalu mengganti wallpaper ponselnya."Aku gak kepikiran buat gabungan ini semua. Makasih ya, Sayang.""Sama-sama.""Yuk, kita langsung ke bioskop aja, kayaknya filmnya udah mau mulai. Kita beli popcorn dulu ya. Caramel aja kan? Minumnya teh java es sedikit." ujarnya. Aku mengangguk. Dia hanya memastikan kalau pesanan aku tidak berbeda dari yang sebelumnya.Flashback off...Andrew Dean Pratama. Anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya juga laki-laki, seumuran denganku. Dean kuliah di salah satu Universitas terkenal di Jakarta dan mengambil Jurusan Hukum. Setelah lulus, Dean mengambil Pascasarjana program studi Kenotariatan. Setelah lulus, dia membuka kantor Notaris sendiri.Kami berdua cocok satu sama lain. Itulah yang aku rasakan. Tidak ada tuntutan berlebih. Prinsip kami berdua menjalani hubungan ini adalah give and give. Saling berbagi. Sebenarnya ini adalah prinsip Dean, dan karena dia telah mengajarkannya padaku tanpa meminta lebih, mau tidak mau aku jadi senang berbagi padanya.Hanya satu. Kami berbeda keyakinan. Aku dan Dean sendiri sebenarnya tidak masalah dengan keyakinan kami masing-masing. Dean tidak masalah kalau aku menjalankan kewajibanku sehari lima kali dan begitu juga sebaliknya. Bahkan Dean pernah menawarkan masa depan bersamaku tanpa harus ada yang berkorban dari salah satunya. Kami bisa menikah di luar negeri, dan lain hal sebagainya, itu katanya.Tapi..."Ra, inget! Agama kita melarang menikah dengan Pria non muslim."Ucapan yang keluar dari Mamanya selalu terbayang di benakku. Ditambah lagi..."Kak, inget, kalo lo nikah gak seagama nanti jatuhnya zina. Coba lo bayangin nanti di akhirat Mama Papa yang udah baik mendidik anak tiba-tiba ada di neraka karena lo?" kata Rere."Ra, inget! Kalo lo mulai suatu hubungan dengan orang yang gak satu agama pilihannya cuma dua, ganti pacar atau ganti keyakinan." tutur Rosy.Dan aku melihat jelas dengan mata kepalaku sendiri. Tante Vee, tetangga depan rumahku, yang memiliki anak perempuan semata wayang, seumuran denganku, bahkan kami dulu pergi mengaji bersama, solat di masjid bersama, pindah agama karena mengikuti keyakinan Suaminya. Setiap hari Tante Vee hanya terdiam, termenung, memikirkan anaknya. Itu membuatku berpikir, apakah kalau aku seperti anaknya, Mama akan seperti Tante Vee? Rasanya aku tak sanggup membayangkannya.Pada akhirnya suatu hari itu, aku memutuskan hubunganku dengan Dean. Aku terpaksa. Aku tidak bisa menahan Dean lebih lama. Dia sudah mapan, dan kedua orang tuanya sudah menuntut Dean untuk segera menikah. Tapi aku yang tidak yakin untuk maju atau mundur malah mengajaknya jalan di tempat. Mungkin hari itu adalah hari yang benar-benar berat dalam hidupku setelah hari kepergian Papa. Entah kenapa hati ini kosong. Aku merasa tidak ada yang mengerti kekosongan ini, rasanya tidak enak, aku tidak mau.Bahkan hari itu, aku bertemu dengan Rosy dan Alya. Aku tidak tahu mereka membahas apa, ragaku bersama mereka tetapi tidak jiwaku. Aku merasa jiwaku sebagian pergi bersama sosok Dean yang tidak mungkin bisa aku gapai lagi. Bahkan sampai hari ini, rasa kosong itu masih terasa di hatiku. Belum pernah ada yang bisa menggantikan posisi Dean.Lamunanku buyar mendengar bunyi getaran ponselku. Dari Rosy yang buru-buru mengajakku bertemu. Penting katanya.Dan disinilah kami berada. Di sebuah kafe, duduk berhadapan. Rosy memberiku sebuah undangan pernikahan. Oh, tidak! Bukan Rosy yang ingin menikah, karena aku tahu sekilas desain dan warna undangan ini adalah undangan yang di taruh di atas meja siang tadi oleh Rere. Aku bahkan belum membukanya, baru sekedar meliriknya saja."Apa nih?" tanyaku."Undangan! Lo gak di undang? Atau belum di buka?"Aku nyengir sekenanya, "Belum di buka."Aku melirik Alya yang duduk di sebelahku. Raut wajahnya khawatir."Coba lo buka. Itu undangan pernikahan Fristy.""Fristy? Temen SMA?" tanyaku."Iya! Coba lo liat mempelai prianya!"Aku membuka undangan itu hati-hati. Entah kenapa perasaanku tidak enak. Undangan yang sangat cantik dan terkesan mahal. Aku mulai membuka isi dari undangan itu. Pernikahannya dilaksanakan minggu depan.Mempelai wanitanya Galenka Fristy dan mempelai prianya...Aku terus melihat nama mempelai prianya. Seketika pandanganku kosong. Dan tanpa sadar air mataku keluar. Akhirnya, hari yang aku takutkan tiba. Ketika orang yang kamu cintai, orang yang sangat kamu inginkan berada di sisimu, menjadi masa depanmu, tapi harus kamu relakan untuk bahagia bersama perempuan pilihannya, hari itu hari ini.Alya langsung memelukku yang masih mematung itu. Pelukan Alya itu malah membuatku menangis di pelukannya, tersedu-sedu. Kedua sahabatku hanya diam. Mereka tahu bagaimana selama dua tahun ini aku tidak menginginkan seorang pria pun ada di sisiku, karena Dean. Alya mengelus punggungku dengan sabar."Memang sakit, Ra, tapi gue tau, lo berkorban untuk banyak orang. Untuk orang tua lo, untuk keluarga lo, untuk Dean. Meskipun sekarang lo sakit, hampa. Gue yakin, suatu saat, Allah akan mempertemukan lo dengan orang yang bener-bener lo butuhin untuk ada di sisi lo, bukan orang yang lo inginkan. Lo cuma harus percaya dan yakin."Wejangan Alya, dengan nada bicaranya yang lembut, dan pemilihan kata yang tepat itu akhirnya membuatku berpikir, kalau aku memang harus memilih. Dan aku yakin, pilihan yang aku ambil ini adalah yang terbaik untuk semua. Waktu adalah obat penyembuh hati, suatu hari ini aku yakin kalau semua akan baik-baik saja kalau aku memikirkan apa yang terjadi hari ini.Sudah seharian ini, setiap habis solat, aku selalu berdoa agar ini semua baik-baik saja dan percaya kalau Allah punya rencana yang indah buatku, meskipun selalu menangis, tapi dengan berdoa dan menangis, membuat hatiku terasa lebih ringan."Ra, Mama mau ke rumah Tante Ratna sama Rere ya. Kamu bener gak mau ikut? Yaudah, nanti tolong belanja bulanan ya." pesan Mama sebelum berangkat ke rumah Tante Ratna.Waktu sudah siang dan perutku sudah minta diisi. Jadi aku bergegas keluar untuk makan siang dan belanja bulanan. Ketika selesai mengunci pintu rumah, aku terkejut dengan sosok pria yang sudah berdiri di depan pagar rumahku. Buru-buru aku berlaku membukakan pagar rumahku untuknya."Dean?""Hai, Ra. Apa kabar?""Baik. Kamu gimana?""Baik." jawabnya singkat. "Uhm, Ra, aku mau anter undangan, minggu depan aku mau nikah. Kalo kamu sempet, dateng ya."Aku menerima undangan dari tangannya. Undangan yang telah aku terima sehari sebelum Dean mengantarkannya padaku.Aku tersenyum, "Jadi, kamu akan nikah sama Fristy?" tanyaku pada Dean yang membuat pria itu terkejut. "Aku nerima dua undangan yang sama. Dari Fristy dan dari kamu. Fristy adalah temen SMA aku. Insya Allah aku dateng ke pernikahan kalian minggu depan. Selamat ya atas pernikahan kamu. Akhirnya kamu nemuin jodoh kamu duluan."Aku menangkap suatu sinyal di wajah Dean. Dia ingin berbicara sesuatu tapi tertahan."Bilang aja.""Hah?""Ada sesuatu yang mau kamu bilang kan? Gak apa-apa, bilang aja.""Boleh aku peluk kamu buat yang terakhir kali, Ra?"Aku terdiam. Cukup lama. Hatiku kembali bergejolak, tapi aku tahu aku harus menghadapinya. Dean menunggu jawabanku harap-harap cemas. Aku tersenyum dan memeluknya. Dean memelukku lebih erat. Tubuhnya bergetar. Dia menangis. Membuatku tanpa sengaja menangis juga. Biarlah. Aku harap ini tangisan terakhirku untuknya, karena setelah ini kami harus mulai hidup masing-masing. Dean dengan kebahagiaannya dan aku dengan kebahagiaanku."Aku harap kamu bahagia. Karena disini aku juga harus bahagia. Selamat atas pernikahan kamu. Aku tulus ngucapinnya."Kami melerai pelukan kami. Dean tersenyum dan menghapus sisa air matanya, begitu juga aku."Makasih banyak atas kenangan manis yang kamu tuai ke dalam hidup aku selama ini ya, Ra. Makasih banyak atas ucapan dan doa tulus kamu untuk pernikahan aku.""Sama-sama.""Aku pamit ya, Ra."Saat itu aku sadar, kalau kepergian Dean dari rumahku yang dulu aku pikir berpisah untuk datang kembali, saat ini sudah tidak ada lagi. Itu terakhir kalinya Dean menginjakkan kakinya di rumahku. Karena mulai dari minggu depan dan seterusnya, Dean sudah menjadi milik perempuan lain.* * *Satu tahun kemudian..."Bu, tim dari konsultan IT nya sudah datang dan duduk di ruang rapat. Pak Ganjar sudah meminta Ibu langsung ke ruang rapat.""Baik, makasih Lintang."Namaku Aira Maharani. Panggilan Rara. Hanya Dean yang memanggilku dengan sebutan Aira. Saat ini aku adalah kepala divisi IT di kantorku. Baru saja aku di panggil atasanku untuk rapat dengan tim konsultan IT rekanan perusahaan untuk membahas projek perkembangan digital di kantorku."Perkenalkan saya Ramadhan Prasetya, pimpinan tim konsultan IT..."Saat itu aku tidak tahu kalau tatapan kami yang beradu pertama kali itu akhirnya membawa kami ke suatu hubungan yang pernah Alya bilang sebelumnya. Rama adalah sosok yang Allah kirim untuk menjadi jodohku. Kami seagama, dia taat, baik, pintar, dan tampan. Rama adalah menantu idaman Mama. Rama tidak hanya mampu memimpin tim konsultan IT perusahaan kami, tapi mampu memimpin rumah tangga kami.Dan di umurku yang ke 30 tahun, akhirnya aku dan Rama dikaruniai satu orang anak laki-laki. Wajahnya perpaduan antara diriku dan Rama. Dan Rama adalah sosok Ayah yang mengingatkanku pada Papa.Sampai sini aku tahu, kalau ternyata apa yang menurutku baik belum tentu menurut Allah baik, apa yang menurutku bahagia belum tentu selamanya akan bahagia, tapi apa yang menurut Allah baik dan membuatku bahagia itu sudah pasti jalan terbaik.* * *SELESAI...

Ted Bundy
Fantasy
26 Dec 2025

Ted Bundy

Berapa waktu silam, US sedang banyak membicarakan salah satu pembunuh berantai paling berbahaya di Amerika bernama "Ted Bundy", yang dikategorikan sebagai seorang psikopat yang berbahaya. Netflix sendiri sampai membuat dokumenter khusus dirinya berjudul "Conversations with a Killer: The Ted Bundy Tapes" dan film yang di bintangi Zac Efron berjudul "Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile" .Ted Bundy adalah salah satu pembunuh berantai paling terkenal di Amerika Serikat. Hanya dalam waktu 4 tahun saja (1974-1978) dia berhasil membunuh 30 perempuan, bahkan polisi memperkirakan dirinya membunuh lebih banyak dari itu. Dia akan mengambil bagian tubuh dari korban sebagai trophi, bahkan polisi menemukan beberapa kepala korban di apartemennya. Selain mengambil bagian tubuh, dia juga menyetubuhi mayat yang sudah dia bunuh. Parahnya Bundy mampu lolos selama 2 kali ketika sudah di tahan.Pertama Bundy pernah ditahan di tahun 1975 karena menangkap seorang wanita bernama, Carol DaRonch, dan divonis 15 tahun penjara. Di tahun 1977 memloloskan diri dari penjara dengan melompat dari jendela perpustakaan penjara. Untungnya dia ditangkap lagi delapan hari setelah lolos, namun dia berhasil lolos lagi hingga ditangkap tahun 1978. Setelah penangkapan kedua kalinya Bundy mendapatkan penjagaan yang ketat hingga tahun 1989 ketika dirinya di eksekusi mati.Hal yang membuat Ted Bundy berbeda adalah kemampuannya untuk membuat para korbannya percaya dengan dirinya. Kadang kala dia beralasan mobilnya sedang mengalami masalah namun dia tidak bisa menyelesaikan masalah itu karena sedang cedera. Banyak orang juga merasa bahwa Ted mampu untuk mencari korban dengan cepat karena wajahnya yang ganteng dan memesona.Latar belakang kehidupan Ted BundyTed Bundy terlahir dengan nama Theodore Robert Cowel dari seorang single parent . Namun sang ibu yang masih muda tak mengakuinya sebagai anak, melainkan berperan sebagai kakak perempuannya dalam keluarga mereka saat itu.Mengetahui wanita yang diyakini sebagai kakak perempuan ternyata ibu kandungnya, Bundy mulai mengalami mental breakdown. Bundy mulai berubah menjadi pendiam dan mengisolasi diri. Upaya ayah tirinya untuk mendekatkan Bundy dengan keluarganya dimentahkan.Ted Bundy terlihat menonjol karena kecerdasan otaknya. Karenanya mudah saja bagi Bundy meraih sarjana psikologi di Universitas Washington pada 1972.Di universitas, Bundy jatuh cinta pada gadis populer dan kaya bernama Stephanie. Namun, Bundy dibuat kecewa lantaran perempuan itu mengakhiri hubungannya secara tiba-tiba dan menghilang begitu saja.Setelah putus cinta, Bundy lebih giat kuliah dalam rangka mengambil hati keluarga cinta pertamanya. Setelahnya, ia terjun ke dunia politik dan menjadi juru kampanye kharismatik untuk Partai Republik.Ketika kekayaan sudah dicapai, Bundy untuk kedua kalinya berkesempatan bertemu dengan Brooks dan menjalin cinta. Brooks pun yakin untuk menikah dengan Bundy. Namun di saat seperti itu, Bundy dengan sengaja meninggalkan Brooks seperti yang dilakukan wanita itu kepadanya.Dendamnya kepada kisah cinta pertamanya membuat dirinya diliputi amarah. Ia pun melampiaskan amarahnya kepada perempuan-perempuan yang memiliki ciri-ciri fisik yang sama dengan Brooks.Sebanyak 30 pembunuhan yang diakui oleh Bundy. Sebelum dibunuh semua korbannya dilecehkan dan diperkosa terlebih dulu. Beberapa di antaranya sengaja dipenggal untuk diambil kepalanya. Penggalan kepala itu disimpan Bundy sebagai kenang-kenangan.Kasus perkosaan dan pembunuhan berantai yang dilakuan Bundy susah diungkapkan. Kebanyakan polisi terkecoh oleh pesona ramah dan ketampanan Bundy.Polisi menganggap tidak mungkin sosok berlatarbelakang pendidikan psikologi menjadi tersangka pembunuhan berantai yang mengerikan. Kharismati dan ketampanan Bundy jugalah yang membuatnya mudah saja memperdaya korban.Identitas Bundy terungkap setelah ada seorang korban yang berhasil lolos dari tikamannya. Dan pada akhirnya, Bundy meninggal di atas kursi listrik di Penjara Raiford Florida.Kisah hidupnya berulangkali dibuatkan film, termasuk serial terbaru yang ditayangangkan di Netflix beberapa waktu lalu berjudul 'Extremely Wicked, Shockingly Evil and Vile.' Zac efron memerankan karakter psikopat kharismatik tersebut.Sekilas tentang psikopatDengan kepribadiannya yang dingin dan aksinya yang sangat brutal membuar profesor kriminologi, Scott A. Bonn Ph.D. mengelompokkan dirinya sebagai seorang psikopat.Hal yang paling mendasar dari seorang psikopat aadalah kurangnya empati karena tidak memahami emosi sama seperti orang lain rasakan. Mereka sangat sulit mengerti apa yang banyak orang rasakan, sehingga tidak terlalu memedulikan orang lain. Menjelaskan emosi pada psikopat seperti menjelaskan warna pada orang buta warna, mereka akan sangat susah memahaminya. Oleh karena itu semua hal yang mereka lakukan seringkali tidak mempertimbangkan nasib dan perasaan orang lain, mereka hanya peduli dengan diri sendiri dan kebutuhan apa yang harus dipenuhi.Psikopat juga sangat terkenal sebagai seorang pembohong, meski kondisi tidak memaksa mereka untuk berbohong. Disamping itu mereka kadang mampu memikat perhatian dari perkataan dan perilakunya, hal ini karena mereka bisa fokus untuk mendalami "apa yang orang lain mau" untuk kepentingan mereka sendiri. Beberapa ciri-ciri di atas juga terlihat pada Ted Bundy dalam menjalankan aksinya.Dia sendiri pernah mengatakan ketika dirinya di interogasi bahwa "aku adalah orang berdarah dingin yang paling berengsek yang pernah kalian temui".Setelah mendengar Ted Bundy dan beberapa ciri psikopat, pastinya banyak dari kita menilai bahwa seorang psikopat akan jadi pembunuh dan kriminal. Namun sebenarnya masih ada beberapa hal keliru, dan ternyata banyak sekali kondisi orang psikopat bisa menguntungkan dirinya.Paul Babiak, penulis buku berjudul “Snakes in suits: When Psychopaths go to work” , meneliti 203 pegawai perusahaan dan menemukan 4% dari mereka ditemukan skor yang tinggi sebagai orang yang condong memiliki kepribadian seorang psikopat.Namun mereka suka juga tidak memiliki catatan kriminal dan menjadi seorang kriminal. Mereka bekerja seperti orang kebanyakan, malah ada beberapa yang jauh lebih sukses dari yang lain. Hal itu dikarenakan kebanyakan psikopat mampu bekerja dengan angat cepat dan memiliki IQ yang jauh lebih tinggi dari yang lain, karena dia tidak banyak terpengaruh oleh pertimbangan moral dalam dirinya.Mereka juga hidup seperti yang lain, menikah, punya keturunan dan bisa berkarier dengan sangat baik. Jadi, masih menganggap psikopat pasti seorang pelaku kriminal?.

Changelings
Folklore
25 Dec 2025

Changelings

Sosok anak-anak memang sangat lucu dan menggemaskan. Namun bagaimana ceritanya kalau sosok tersebut adalah hantu?Nama hantu ini adalah Changeling. Ia diketahui adalah sosok hantu yang memiliki wujud asli yang sangat menyeramkan. Namun dia justru 'menyamar' menjadi anak kecil yang lucu seperti pada umumnya.Sosok hantu yang satu ini kabarnya muncul sebagai "pengganti" -- yang menggantikan anak-anak yang diculik oleh makhluk gaib. Ia akan meniru wujud anak tersebut dan hidup bersama orang-orang terdekatnya.Karena wujudnya yang 100 persen sama dengan si anak, alhasil tak ada yang curiga kalau makhluk itu adalah Changeling.Meskipun memiliki wujud anak-anak yang lucu dan menggemaskan, kalau anda cermati dengan seksama -- maka ada perbedaan dari tindak tanduknya. Karena sosok aslinya yang bukan manusia, maka akan muncul keanehan-keanehan dari hantu berwujud anak-anak ini.Menurut kabar yang beredar, Changeling yang hidup bersama manusia -- lama kelamaan akan menimbulkan bencana bagi orang-orang terdekatnya. Bahkan, akan ada kematian yang menimpa bagi orang-orang di sekitarnya -- satu-persatu.Menurut legenda, sosok anak asli yang diculik -- akan disantap secara perlahan-lahan, bagian demi bagian oleh si makhluk gaib. Setelah si anak sudah "habis" di makan, maka Changeling akan menyelesaikan tugasnya untuk menghabisi semua orang terdekatnya. Setelah itu, dia akan menghilang dari dunia manusia.Versi berbeda didapat dari sumber lain. Menurut Cerita Rakyat di Skotlandia, Changeling diyakini adalah anak dari seorang peri yang 'ditukar' dengan anak manusia. Bukan tanpa alasan, pertukaran tersebut dilakukan -- karena si peri menginginkan anaknya dibesarkan oleh manusia. Menurut cerita, susu ibu manusia sangat bagus untuk pertumbuhan bayi Changeling.Sayangnya, bagi keluarga yang 'tanpa sadar' memelihara Changeling, biasanya akan tertimpa bencana dan kesialan. Alhasil, beberapa abad yang lalu -- sering terjadi pembunuhan terhadap bayi yang mereka perkirakan sebagai Changeling. Tujuannya, agar hidup mereka damai dan jauh dari bencana.Legenda Changeling telah berlangsung selama berabad-abad. Sehingga tak heran kadang diceritakan dengan latarbelakang yang sedikit berbeda.

PHILADELPHIA EXPERIMENT
Folklore
25 Dec 2025

PHILADELPHIA EXPERIMENT

Pada tanggal 28 Oktober 1943 sebuah percobaan rahasia dilakukan di atas kapal USS Eldridge yang sedang berlabuh di Philadelphia.Tujuan eksperimen ini tidak lain adalah Membuat kapal tersebut menghilang dari Radar dan pandangan mata.mereka melakukan eksperimen ini berdasarkan prinsip Unfied Field Theory,Prinsip di belakang kemungkinan ini adalah Unified Field Theory yang dikemukakan oleh Albert Einstein.Apabila teori ini dapat diaplikasikan bisa membuat sebuah objek menjadi tidak tampak (invisible).Saat dilakukan Percobaan,Percobaan ini Berhasil,Kapal itu disebut lenyap dari pandangan mata dan Radar,4 jam kapal tersebut menghilang lamanya,ternyata kapal tersebut telah berpindah tempat ke pelabuhan Norfolk yang berjarak lebih dari 200 mil dari Philadelphia.dengan kata lain kapal tersebut mengalami teleportasisaat diperiksa Di atas kapal, terlihat sebuah pemandangan yang mengerikan.Beberapa awak kapal berteriak karena tubuh mereka terbakar dan tubuhnya menyatu dengan Badan kapal.konon katanya kejadian tersebut disaksikan oleh banyak orangsetelah berita kejadian tersebut menyebar luas,Langsung saja angkatan laut Amerika menyangkal keberadaannya. Dengan kata lain, Philadelphia Experiment tidak pernah terjadi.dengan memberikan bukti dan penjelasan kuat,berita tersebut pun lenyap dan dianggap Hoax.namun salah satu orang yang menyebarkan kejadian ini yaitu Morris Jessup,selang beberapa tahun Pada tanggal 20 April 1959, ia mengakhiri nyawanya dengan mengunci diri di dalam mobil menyala dan mengalirkan karbon monoksida ke dalamnya.sebelum meninggal Jessup menjadi depresi dan lebih labil.saat Jessup meninggal mayat Jessup tidak pernah diotopsi. Ini bertentangan dengan hukum negara bagian saat itu. Sersan Obenclain, yang tiba di tempat kejadian bunuh diri Jessup mengatakan off the record:"Semuanya terlihat terlalu profesional".Apakah pemerintah Amerika telah membunuh Jessup?Selain kematian Jessup, ada teori lain yang berhubungan dengan teori konspirasi di balik Philadelphia Experiment, yaitu adanya kemungkinan kalau pemerintah Amerika telah berhasil menguasai teknologi yang berasal dari Unifield Field Theory.Einstein disebut tidak pernah memecahkan misteri Unified Field Theory. Namun, penulis bernama William Moore percaya kalau Einstein sebenarnya telah memecahkan persamaan matematikanya yang kemudian dihancurkan sendiri olehnya sebelum ia meninggal.Selain Einstein, Nikola Tesla disebut pernah mengaku kalau ia telah berhasil memecahkan misteri Unified Field Theory sebelum kematiannya di tahun 1943. Menurut anggota keluarga Tesla, FBI datang tidak lama setelah Tesla meninggal dan menyita seluruh catatan-catatan penelitiannya.Salah satu bukti yang menguatkannya adalah: eksperimen Philadelphia yang dilakukan tidak lama setelah Tesla meninggal.Peristiwa Philadelphia sampai saat ini masih misterius,bahkan dianggap hoax hanya sebuah karangan penggila science fiction.Tetapi,Jika Philadelphia Experiment adalah sebuah Hoax dan tidak pernah terjadi, mengapa pada tahun 1957, pihak angkatan laut Amerika sampai merasa perlu mengundang Morris Jessup.

Vampir di Pemakaman Highgate
Fantasy
25 Dec 2025

Vampir di Pemakaman Highgate

Sosok urban legend ini ramai dikabarkan bergentayangan disekitaran London Highgate Cemetery di akhir era 70’an. Kawasan tersebut merupakan pemakaman yang sudah lama tidak dipakai dan diabaikan. Ditempat tersebut juga beberapa orang termasuk Sean Mancester dan David Farrant, melihat sosok bayangan asing.Pada bulan Desember 1969, David Farrant mengatakan bahwa dirinya telah menyaksikan sesok bayangan mahluk berwarna abu-abu di pemakaman tersebut. Pernyataan David tersebut pun dibenarkan oleh penduduk sekitar Pemakaman London Highgate.Sosok bayangan tersebut semakin menguat eksistensinya ketika Sean Manchester mengatakan kepada Hampstead dan Highgate Express, bahwa sesosok vampire abadi bersemayam di pemakaman tersebut, sejak abad ke 18. Semenjak itulah sosok vampir tersebut menjadi urban legend seperti terlahir.Sean bahkan mengatakan vampir tersebut diagung-agungkan oleh para pemuja setan, sehingga atas dasar itu tubuhnya harus ditusuk, dipenggal dan dibakar. Sean dan David pun seperti saling membenarkan cerita versi masing-masing, hingga puncaknya yaitu pada 13 Maret tahun 1970, seorang pemburu vampir melihat sekumpulan orang berjalan memasuki kawasan pemakaman London Highgate, bahkan polisi pun berusaha menghadang mereka.Bahkan fenomena menjadi semakin aneh, David dalam websitenya selalu memiliki pemahaman yang berlawanan mengenai vampir sebagai fenomena supranatural yang terjadi di Highgate. David ditangkap oleh polisi pada Agustus 1970 atas kepemilikan salib dan kayu pancang.Sementara Sean bertindak lebih antisipatif dan tradisional, ia menaruh bawang putih dan air suci di dalam sebuah katakom yang ia klaim hasil penelusuran seorang gadis yang berjalan dalam tidurnya. Ia pun merencanakan untuk melakukan penusukan dengan kayu pancang terhadap salah satu jasad, namun dihalang-halangi oleh temannya.Aktifitas aneh yang dilakukan oleh Sean dan David ini telah menjadikan sosok vampir itu hidup dalam sebuah budaya tutur, dan menjadi legenda masyarakat setempat.

Robert The Doll
Fantasy
25 Dec 2025

Robert The Doll

Robert the doll. Begitulah panggilan untuk sebuah boneka yang berukuran seperti seorang bocah. Boneka ini sangat terkenal, bukan karena kelucuannya. Tetapi, boneka ini terkenal karena cerita horornya.Kisah ini berawal, pada tahun 1904, ketika seorang bocah bernama Robert Eugene Otto, menerima sebuah boneka dari seseorang, yang menurut legendanya, telah terampil dalam ilmu hitam atau voodoo. Orang tersebut memang senang akan keluarga Otto. Itu lah kenapa orang tersebut memberikan sebuah boneka berukuran seperti bocah ini kepada robert. Segera sesuatu berubah saat boneka tersebut, sudah berada ditangan robert. Robert mulai menamai boneka tersebut dengan namanya sendiri (Robert) sedangankan dia sendiri mengubah namanya menjadi Gene.Orang tua Gene mengatakan bahwa mereka sering mendengar Gene berbicara kepada bonekanya, dan boneka tersebut juga tampak berbicara kepadanya. Meskipun pada awalnya mereka mengira kalau Gene hanya menjawab dirinya sendiri dengan suara yang berbeda, tetapi kemudian mereka percaya bahwa sebenarnya boneka itu berbicara.Banyak tetangga yang mengaku bahwa mereka telah melihat boneka bergerak keluar dari jendela saat keluarga Otto sedang tidak dirumah. Keluarga Otto juga bersumpah, bahwa mereka sering mendengar suara tawa yang menakutkan, dan sering melihat dengan sekilas seseorang berjalan dari kamar ke kamar. Di malam hari, Geneakan menjerit ketakutan, dan ketika kedua orang tua nya berlari ke kamar gene. Mereka menemukan furnitur di kamar Gene berantakan, dan Gene berada di kasur sambil menjerit ketakutan, dan berteriak "Robert Melakukannya!!"Ketika Gene meninggal pada tahun 1974, boneka itu tertinggal di loteng rumah bekas keluarga Otto,sampai rumah tersebut di beli lagi. Keluarga baru termasuk seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun, yang menjadi pemilik baru Robert. Tidak lama kemudian, Setiap malam, gadis tersebut terus menjerit ketakutan, dan mengatakan bahwa Robert bergerak di sekitar kamar, dan bahkan berusaha untuk menyerangnya di beberapa kesempatan.Lebih dari tiga puluh tahun kemudian, Gadis tersebut (yang sudah dewasa) masih mengatakan kepada pewawancara bahwa boneka itu hidup dan ingin membunuhnya.Sekarang ini, Boneka tersebut sudah berada di musem East Martello, florida. Menurut cerita, jika ada yang ingin mengambil gambar Robert, orang tersebut harus bertanya kepadanya secara sopan.Jika kepala Robert bergerak menggelengkan kepala, itu berarti tidak diijikan untuk menggambil gambarnya. Apabila hal tersebut di langgar. Robert akan segera mengutuk orang dan keluarga orang tersebut.Note : Cerita Robert inilah yang sudah menginspirasi pembuatan film Child's Play, yang dibintangi oleh Chucky (boneka hidup yang berusaha untuk membunuh orang - orang).

HOROR GADIS PUJAAN
Horror
25 Dec 2025

HOROR GADIS PUJAAN

Ridwan seorang office boy dikantor PT Suryalaya, sudah hampir lima tahun dia bekerja di perusahaan ini, dan baru-baru ini dia mulai memperhatikan seorang resepsionis baru bernama Keke yang berusia sepuluh tahun lebih muda darinya. Keke merupakan gadis cantik berkulit putih bersih dan juga memiliki wajah yang rupawan, dan tentu saja dia langsung menjadi idola di kantor banyak pria-pria terutama yang berhidung belang mendekatinya, dan tidak sulit bagi Keke untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dari pria-pria tadi.Setiap Ridwan lewat didepan Keke, hampir tidak pernah Keke memperhatikannya, gosip yang beredar dikantor Keke itu matre, mana mau dia memperhatikan seorang Office Boy seperti Ridwan dengan wajah yang tidak tergolong tampan.Sampai suatu sore Ridwan memiliki kesempatan untuk mendekati Keke"maaf mba Keke, boleh tanya ga rumah mba Keke dimana?"dengan wajah cemberut, Keke melirik ke arah Ridwan dan langsung mengacuhkannya"Mba Keke kok ga jawab, siapa tahu saya bisa mengantar mba Keke pulang" jawab Ridwan dengan segenap keberaniannya"Apa-apaan sih lo, ngaca dulu dong, pake segala mau anterin gue, emang lo fikir lo siapa?" ucap Keke dengan nada tinggi dan merendahkan RidwanRidwan sangat kecewa dan sakit hati dengan gadis pujaannya tersebut, dia fikir Keke selama ini adalah bidadari yang memiliki hati yang cantik seperti wajahnya, tetapi omongan Keke tadi sangat keterlaluan, Ridwan akhirnya pulang dengan kegelisahan di hatinya dan rasa sakit hati yang tidak dapat terobati.Tiba-tiba dalam perjalanan, Ridwan teringat bahwa di kampungnya ada Mbah Gun yang memiliki ilmu untuk permasalahannya, dia pun membelokkan motornya dan menuju rumah Mbah Gun"Selamat malam Mbah" ucap Ridwan"Malam kamu ada masalah apa?" tanya Mbah GUn"Ada seorang wanita yang saya sukai Mbah, dia sangat cantik tapi sayang dia sombong, hari ini dia menghina saya, saya ingin agar dia menyesali kata-katanya dan mengejar-ngejar saya" ucap Ridwan"Baiklah itu udah, tapi harganya mahal" kata Mbah Gun"Saya siap Mbah" ucap Ridwan yang akan melakukan apapun untuk membalas dendam untuk rasa sakit hatinyaSetelah ada kesepakatan Mbah GUn memebrikan botol air putih kepada ridwan"Campurkan minuman ini ke gelasnya pagi dan sore, dan harus dilakukan di hari yang sama kamu harus mencampurkan rambutmu ke dalam gelas itu juga" ucap Mbah Gun"Baik Mbah" ucap RidwnKeesokan harinya Ridwan melakukan perintah Mbah Gun, dan saat dia menyediakan air untuk keke dia pun melakukan ritual itu.Sore ini, syarat terakhir untuk memberikan minum lagi ke Keke, dan tidak lama setelah Ridwan memberi minum Keke, tiba-tiba selang beberaa menit Keke memanggil ridwan"Mas Ridwan" ucap Keke"iya mba" ucap Ridwan ketautan"Aku hari ini tidak bawa motor, boleh gak saya pulang bareng kamu" ucap KekeRidwan sangat senang ternyata yang dia lakukan membuahan hasil, dan semenjak saat itu Keke selalu pulang bareng Ridwan, adakeanehan yang mengganjal bagi beberapa teman dekat Keke dengan kelakuannya tersebut.Tidak terasa sudah satu tahun Ridwan dekat dengan Keke, dan pada akhirnya merekapun menikah, dan tidak lama Keke pun mulai merasakan perasaan cinta yang berlebihan kepada Ridwan bahkan rasa cemburu Keke besar, dan Ridwan akan memeprlakukan Keke dengan kasar saat dia ingat rasa sakit hati akibat omongan Keke pada waktu itu.Suatu hari Winda sahabat Keke main ke rumahnya saat Ridwan sedang keluar kota, dan saat berbicara berdua tiba-tiba Winda melihat bayangan di pojok rumah Keke, sosok yang sangat menyeramkan, dan dia seperti menjaga Keke.bayangan yang menyeramkan itu membuat Winda tidak bisa tidur saat berada di rumah Keke, bahkan bagi Winda mahluk itu sangat menyeramkan.Dan saat Winda sedang tertidur saat mengnap di rumah Keke tiba-tiba dia melihat mahluk menyeramkan tadi, mahluk itu mendekati Winda dan seolah ingin mencekiknya, winda sangat ketakutan tetapi saat itu tubuhnya kaku dan tidak dapat bergerak, bahkan Winda melihat Keke sedang tertidur pulas.Dan tidak lama terdengar suara azan subuh, Mahluk itu tiba-tiba menghilang, karena tidak tahan dengan kejadian tadi malam akhirnya Winda pun menceritakannya kepada Keke."Apa kamu merasa ada yang tidak aneh Ke?" tanya Winda penasaranKeke terdiam, sebenarnya dia juga merasa ada yang aneh pada dirinya terutama rasa cintanya yang berlebihan kepada Ridwan, bahkan seingat Keke dia tidak pernah menyukai Ridwan sebelumnya."Sepertinya sejak aku mengenal suamiku Win, aku juga merasa ad yang aneh" ucap Keke JujurBagaiana kalau kamu dirukyah Ke, aku ada Ustad dekt rumah dan dia bisa melihat mahluk gaib seperti itu, tapi aku sarankan kamu jangan beritahu Ridwan tentang hal ini.Akhirnya Lusa mereka pun ke rumah Ustad Hari untuk menanyakan perihal mahluk gaib tadi, setelah menceritakan dan Ustad Hari pun mengangguk, dia akan berusaha membantu Keke untuk datang ke rumahnya malam itu bersama Winda."Astagfirullah" Ucap Ustad Gari saat memasuki pintu rumah"Kenapa Pak Ustad?" tanya Keke"Sepertinya suamimu memiliki banyak ilmu dan menjadi budak mahluk gaib tersebut, dan sepertinya dia memang mengguna-gunai kamu dengan ilmunya" ucap Ustad Hari jujurTiba-tiba Keke dan Winda sangat ketakutan bulu kudu mereka berdiri"Saya sarankan Nak Keke tinggal dirumah orang tua saja saat ini, banyak beribadah, dan memohon perlindungan kepada Allah, dan jangan bertemu dulu dengan suami Nak Keke selama 14 hari agar ilmu nya hilang.Keke dan Winda pun pergi ke tempat orang tua Keke dan menjelaskan semuanya, Ayah Winda sangat marah setelah tahu apa yang dilakukan Ridwan tapi dia merasa semua sudah terlanjur, dan dia harus menyelamatkan anaknya dari perbuatan Ridwan.Ridwan berusaha sekuat tenaga untuk mencarti Keke, bahkan mengancam orang tua Keke untuk dilaporkan ke pihak Kepolisian, tapi Orang tua Kekek tidak gentar.Malam itu, Ridwan merasa tidak berdaya dan sangat putus asa, tiba-tiba dia melihat ada tali didepan matanya, dan dia memutuskan untuk menggantung dirinya, semua mahluk tadi membisikinya agar Ridwan segera melakukannya.

HOROR PENJILAT BOS
Horror
25 Dec 2025

HOROR PENJILAT BOS

Bilqis hari ini sangat sebal dengan kelakuan Bodi rekan kerjanya dan sepertinya batas kesabaran dia sudah hilang, padahal mereka satu tim sudah hampir 1 tahun tapi kelakuan Bodi tidak pernah berubah selalu suka menjilat atasan dan berusaha untuk menjatukan Bilqis disetiap kesempatan.Berawal dari Pak Handoyo yang mengundurkan diri, dan digantikan dengan Pak Rendra, membuat kelakuan Bodi semakin menjadi-jadi, bagi Bodi saat bersama Pak Handoyo dia tidak bisa mengeluarkan jurus menjilatnya, karena Pak Handoyo orang yang cerdas dan dapat membaca karakter masing-masing anak buahnya, Pak Handoyo sangat mempercayai Bilqis dan membuat Bodi tidak bisa berkutik.Tapi dengan adanya bos baru Pak Rendra, Bodi langsung melancarkan gerak-geriknya, seolah-olah semua proyek yang berhasil, semua dilakukan olehnya, mendekati Pak Rendra saat dikantor, mengajaknya makan siang dan bahkan mentraktirnya. Pak Rendra sepertinya juga dekat dan mempercayainya.Bahkan semua tugas yang Pak Rendra suruh ke Bodi diserahkan kembali ke Bilqis untuk dikerjakan dengan kata sakti "disuruh Pak Rendra".Bahkan kali ini ada project yang ternyata Bodi lupa untuk menyelesaikannya dan dia dimarahi oleh Pak Rendra, alih-alih dia mengaku bersalah dia malah menyalahkan Bilqis, bilang ke Pak Rendra dia belum menyelesaikan project ini karena Bilqis belum menyelesaikan datanya, padahal menginformasikan ke Bilqis pun tidak."Kamu kenapa mukamu ditekuk gitu?" Tanya Hani saat makan siang"Kelakuan Bodi tuh udah kebangetan Han, Cari muka dan jilat ke Pak Rendranya itu lo bikin gue enek banget" jawab Bilqis"Iya emang, heran gue orang ga bisa kerja kaya gitu dipercaya" jawab Hani menimpali Bilqis"Ya itu dia ga bisa kerja, bisanya jilat doang" ungkap bilqis dengan wajah sewot"Kenapa ya Pak Rendra ga bisa kaya Pak Handoyo bisa baca karakter orang" tanya Hani"Entahlah, tapi yang pasti dia yang rugi, kerjaan dia pasti ga ada yang beres" ucal Bilqis"Iya sih, tapi kan nanti kamu yang di salahin ama Bodi terus" ucap Hani"Terserahlah Han, kalau gue ga bisa tolerir lagi, paling gue cari kerjaan baru" ucap Bilqis sambil menghela nafasSore itu Bilqis baru mau pulang, tetapi Bodi menghampirinya"Ini Qis lo disuruh kerjaan proyek ini, besok harus selesai" ucap Bodi"Lo gila ya, ini kan udah jam pulang, lagian setau gue Pak Rendra suruhnya lo deh" ucap Bilqis"Siapa bilang? tugas gue udah selesai kok, ini Pak Rendra yang suruh kasih lo" jawab Bodi membela diri.Dengan perasaan kesal, akhirnya Bilqis lembur dikantor, dengan sumpah serapah dalam hatinya ke Bodi dia merasa sangat kesal.Tidak terasa waktu menunjukkan jam 9 malam, Bilqis sudah hampir menyelesaikan pekerjaannya, tiba-tiba dia melihat bayangan mendekatinya, bulu kuduknya merinding, perasaan tidak ada orang lagi dikantor ini, dan setelah bayangan itu persis didepan matanya ternyata"Bodi?" ucap Bilqis kagetBodi melihat ke arah Bilqis dan hanya diam, tapi ada yang aneh, lidah Bodi menjulur ke depan dan cukup panjang, matanya seperti menangis mengeluarkan air mata tapi yang keluar berwarna merah seperti darah"Apa-apaan sih lo Bodi, lo mau nakutin gue ya" ucap Bilqis dengan kesalAkhirnya Bilqis merapihkan mejanya dan siap-siap untuk pulangSaat Bilqis mau Pulang, dia melihat sekali lagi ke arah Bodi, dia tetap menatap Bilqis dengan lidah yang menjulur dan air mata berwarna merah.Baginya Bodi selain penjilat memang orang yang menyebalkan, akhirnya setelah sampai rumah Bilqis berusaha untuk tidur tapi bayangan Bodi tadi selalu teringat difikirannya.Besok pagi dikantor, Bilqis melihat semua orang berkerumun"Bilqis lo dah denger belum?" tanya Hani"Denger apa?" tanya Bilqis bingung"Bodi kecelakaan kemarin sore di depan gang rumahnya, dia ditabrak mobil" ucap Hani sambil memperlihatkan foto Bodi saat kecelakaanLidah Bodi menjulur dan wajahnya dipenuhi dengan darah, sama persis dengan Bodi yang mendatanginya ke kantor.Tba-tiba Bilqis merasa seluruh tubuhnya bergetar, karena hantu Bodi lah yang mendatanginya kemarin, dia pun menceritakan kepada Hani kejadian itu."Itu mungkin karena Bodi suka menjilat bos, akhirnya dia berakhir seperti itu" ucap Hani dengan wajah takut"Kita doakan saja Han semoga dosa dia diampuni, aku sudah ikhlas juga kok memaafkannya, pelajarannya semoga kita jangan menjadi penjilat dan suka cari muka sama atasan ya Han" ucap Bilqis kepada Hani.

Pengirim Surat Misterius
Teen
25 Dec 2025

Pengirim Surat Misterius

Mencintaimu bagaikan berpegang pada akar yang berduri tajam,Memilih untuk jatuh ke jurang yang dalam,,Atau tetap bertahan dengan perih yang teramat sangat...Kata-kata Itulah yang aku rasakan setiap saat aku mengingatmu. Aku sadar aku takkan pernah bisa menggapaimu karna memang aku tak pantas berada di sebelahmu. Kau begitu sempurna untukku, tapi hatiku tak mampu memahami semua itu. Hatiku tak mampu untuk menyingkirkanmu dari sana, kau memiliki tempat yang sangat luas di dalamnya dan jika kau keluar dari hati ini maka hatiku pasti akan kosong.Namaku Wulandari, aku biasa dipanggil Wulan. Kini aku duduk di kelas 2 SMA favorit di kotaku. Sudah dua tahun belakangan ini aku jatuh cinta pada idola sekolah. namanya Ravid. Dia tampan, Ketua basket, peringkat dua di sekolah, serta status sosial tinggi, membuatnya terkenal di sekolah.Banyak wanita yang menyukainya, tentu saja termasuk aku. Tak sedikit pula yang memberikannya surat cinta atau hadiah karena Kak Ravid yang keren dan hebat. Aku tak tau sejak kapan tepatnya aku mulai menyukai Kak Ravid.Meskipun banyak wanita yang menyukainya tapi kak Ravid tak pernah menjadikan salah satu dari mereka sebagai pelabuhan hatinya. Padahal banyak wanita yang mengejar cintanya bahkan tak jarang mereka secara terang-terangan mengungkapkannya. Namun kak Ravid belum juga melabuhkan hatinya pada salah satu dari mereka.Aku merasa senang dengan semua itu meskipun aku sadar aku takkan pernah menjadi pelabuhan hatinya. Banyak cewek yang lebih cantik dan lebih pintar saja di tolak oleh Kak Ravid apalagi gadis biasa seperti diriku. Tak mungkin dia akan melirikku. Duh jangan mimpi ketinggian kali Lan.“Lan buruan ke lapangan.” Panggil Pak Doni.“Baik Pak.” Jawabku sambil berjalan menuju lapangan basket.Aku memang salah satu pengurus organisasi basket. Aku baru bergabung seminggu yang lalu. Alasanku bergabung dengan club basket sudah jelas karena Kak Ravid. Berada di club basket memang melelahkan apalagi aku adalah satu-satunya anggota perempuan di club ini. Apalagi pekerjaannya cukup berat, membawa bola-bola basket untuk anak-anak latihan dan setelah latihan harus menbereskan bola-bola itu untuk disimpan kembali serta mengurus konsumsi untuk seluruh anggota selama latihan berlangsung, aku juga bertanggung jawab jika ada bola basket yang hilang.“Sini Gue bantu.” Seseorang mengagetkanku. Aku terkejut mengetahui bahwa orang tersebut adalah Kak Ravid.Aku hanya diam karena tak percaya bahwa Kak Ravid mau membantuku. Aku jadi salah tingkah di hadapannya.“Gak usah Kak, ini udah tugas saya.” Kataku dan mengambil kembali keranjang berisi bola yang direbutnya dari tanganku barusan.“Udah biar Gue bantuin aja, lagian itu berat loh.” Lagi-lagi dia merebut keranjang itu.“Ya udah.” Aku berjalan menuju lapangan tanpa menghiraukan Kak Ravid lagi. Aku merasa sangat gugup di depannya barusan. Ku harap dia tak tau kalau aku tadi salting.Setelah club basket selesai latihan aku kembali memunguti bola-bola basket yang tadi mereka pakai untuk latihan dan memasukkan bola-bola itu kembali untuk di simpan di ruang penyimpanan.“Biar Gue aja yang nyimpam bola-bola itu.” Kata seseorang dan orang itu adalah Kak Ravid. Lagi? Ya Tuhan kuatkan lah jantung ini agar tak melompat ke luar.“Gak usah Kak, biar saya saja. Nanti malah ngerepotin Kakak.” Jawabku berusaha mati-matian meredam rasa gugupku.“Gak kok. Sama sekali gak repot. Kunci ruangannya sama kamu kan?” Tanya Kak Ravid.“Iya Kak!” Aku mengangguk, masih merasa gugup berhadapan dengan pemuda tampan yang setiap saat mengisi ruang hatiku.“Ya udah yuk.” Kak Ravid berjalan mendahuluiku. Aku hanya melangkah canggung di belakangnya, mengikutinya seperti anak ayam yang mengikuti induknya.“Nama Lo siapa?”Ya ampun Lan. Dia nanyain nama Lo? Mampus deh Lo sekarang. Apa mungkin Gue lagi mimpi ya sekarang? Makanya Kak Ravid lagi bareng Lo dan ngajak Lo kenalan. Aku mencubit tanganku sendiri sekuat mungkin, untuk memastikan ini mimpi atau bukan.“Aduhhh...” keluhku. Berarti Lo gak lagi mimpi Lan.“Lo kenapa?” Tanya Kak Ravid menyejajari langkahku, aku hanya menggeleng kikuk tak tau bagaimana harus menjelaskan padanya situasiku saat ini.“Oh, gak apa-apa kok Kak.” Jawabku makin gugup, menundukkan kepala dan aku langsung melangkah mendahului Kak Ravid.“Gue tadi tanya nama Lo. Kok gak dijawab sih?” Kak Ravid ikut mempercepat langkahnya mengimbangi langkahku, sehingga lagi-lagi langkah kakiku kalah oleh langkah lebarnya.“Wulan Kak, nama saya Wulandari.”“Oh Wulan, Gue Ravid” jawabnya singkat. Kembali aku mengangguk kikuk, tak menyangka akan mengalami momen seperti saat ini. Berasa lagi syuting sinetron tau gak.“Saya udah tau kok Kak.” Jawabku pelan, sebisa mungkin agar tak terdengar olehnya.“Lo tau dari mana nama gue?” Duh kok dia dengar sih? Padahal tadi aku sudah bicara sepelan mungkin ternyata kak Ravid malah mendengarnya.“Siapa sih Kak yang gak kenal sama kakak, kapten tim basket sekolah ini yang sudah menyumbangkan banyak penghargaan untuk sekolah. Semua orang juga kenal kali sama kakak.” Balasku mencoba tersenyum untuk sedikit menenangkan perasaanku yang gak karuan sejak tadi.“Gak juga lah. Banyak juga kok yang gak kenal sama gue. Lo gak usah muji ketinggian kayak gitu.” Ujarnya tersenyum manis, membuat debar di dadaku meningkat.Kalau tiap hari ngeliat senyum semanis itu bisa-bisa gue diabetes nanti. Terus gue jantungan karena jantung gue gak bisa berdetak normal. Duh mikir apaan sih gue sekarang. Nikmatin aja momen indah lo Lan, gak usah kebanyakan mikir. Nikmati aja.Aku benar-benar gak percaya dengan apa yang aku alami hari ini. Kalau tau akan seperti ini pasti aku akan bergabung dengan club basket sejak lama. Benar-benar berbeda dengan Ravid yang aku lihat selama ini dari kejauhan.Selama ini aku hanya tau bahwa kak Ravid itu orangnya dingin dan terkesan cuek. Bahkan Dara temanku, yang dulu anggota club basket sebelum aku menggantikannya seminggu yang lalu mengatakan bahwa dia sudah tak tahan lagi dengan sikap cuek kak Ravid. Tapi entah kenapa dia membantuku hari ini bahkan menanyakan namaku segala. Iih pokoknya aku merasa senang bangettt hari ini, ingin rasanya aku meneriakkan pada dunia bahwa aku bahagia.Waktu pun berlalu dengan cepat. Kak Ravid pun selalu membantuku setiap saat. Aku merasa senang karena hal itu. Dia selalu membantuku membawakan bola-bola basket. Hari ini dia bilang dia ingin curhat padaku. Dia ingin mengajakku ke kantin istirahat nanti. Aku tanpa pikir panjang langsung menyambut ajakan itu dengan senang hati.DI KANTIN...“Kak Ravid mau ngomong apa?” tanyaku langsung saking penasaran.“Gue mau curhat sama Lo Lan” Katanya.“Mau curhat? Tentang apa kak?” tanyaku penasaran.“Lan sebenarnya gue lagi naksir sama seseorang, tapi gue takut dia gak balas perasaan gue.”Deg!! Jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Apa maksudnya bilang gini sama aku? Kenapa aku jadi salting gini?“Sama siapa Kak? Siapa orang yang beruntung itu?” tanyaku pelan. Aku berharap jawabanya adalah aku. Hehe“Gue rasa Lo kenal kok sama dia. Gue udah suka sama dia sejak lama Lan, dan gue mau dia tau apa yang gue rasain” Jawabnya pelan sambil menyesap es teh manis yang tadi di pesannya.Pupus sudah harapanku untuk bersama kak Ravid. Sekarang dia sedang jatuh cinta pada seseorang, siapakah dia? apa mungkin kak Lysa teman sekelas kak Ravid yang mendapat peringkat pertama atau Dara yang sering ngejar-ngejar Kak Ravid. Tapi kenapa hatiku terasa sangat perih, seperti ada yang menusuk hatiku dengan jarum yang sangat banyak dan itu rasanya sangat menyakitkan.Aku mencoba menguatkan diri untuk tidak menangis di depan kak Ravid, aku tak ingin air mataku jatuh di hadapannya. Setidaknya aku harus terlihat baik-baik saja di depan Kak Ravid, aku tak ingin perasaanku malah akan merusak kebahagiaan yang tengah di rasakan Kak Ravid saat ini.Aku tak ingin Kak Ravid merasa bersalah jika ia tahu bahwa aku menyukainya, bukan! Aku mencintainya. Apalagi jika sampai ia menjauhiku, oh Tuhan jangan sampai hal itu terjadi. Aku sudah cukup bahagia berkesempatan dekat dengan Kak Ravid meski pun aku tak bisa memilikinya. Tak apa.“Kalau gitu selamat ya kak.” Aku berusaha tersenyum dan menahan air mata ini untuk tidak terjatuh di depan kak Ravid.“Apa nya yang selamat Lan? Gue juga belum jadian kok sama dia.” Jawabnya sambil tersenyum. Namun senyumnya itu hanya menambah perih di hatiku.Selera makanku langsung hilang seketika itu. Entah kenapa rasanya aku ingin segera meninggalkan tempat itu secepatnya. Aku tak kuat berlama-lama berada di situ karena mungkin saja air mata yang sejak tadi berusaha aku tahan akan jatuh bercucuran.“Good Luck ya kak. Aku selalu doain yang terbaik buat kakak.” Aku menguatkan diriku dan mencerna kata-kata yang kuucapkan barusan.“ Kalau gitu aku mau ke kelas dulu ya kak. Aku lupa tugasku belum siap.” Ujarku dan tanpa menunggu jawaban darinya aku segera berlari meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang sangat hancur.Lalu untuk apa semua kebaikan yang kamu berikan selama ini kalau hanya untuk mempermainkan perasaanku. Untuk apa kak? Aku menangis sejadi-jadinya, aku tak peduli semua mata telah tertuju kepadaku. Aku sedang merasa terluka dan aku tak peduli dengan orang di sekelilingku aku hanya ingin melepaskan kepedihan ini.Satu minggu kemudian‘ Mungkin bagi dunia kamu adalah seseorang, tapi bagi seseorang kamu adalah dunianya’ Temui aku di cafe ceria jam 4 sore ini.-G-Aku bingung saat menemukan surat itu di dalam tasku, terselip dalam buku catatanku. Bagaimana mungkin surat itu bisa sampai ke dalam tasku. Apa mungkin seseorang salah meletakkan surat ke dalam tasku? Lalu dari siapa surat itu.Siapa itu G? Apa mungkin Galih si cowok nakal adik kelasku itu atau Gilang anak kepala sekolah atau siapa? Aku sungguh dibuat bingung atau jangan-jangan ada yang pengen ngerjain aku. Kupandangi surat yang ditempel dengan huruf-huruf yang diketik sehingga menjadi beberapa kata dan bagaimana bisa masuk ke dalam tasku.Apa aku mendatangi cafe yang tertulis di dalam surat itu saja? tapi bagaimana kalau itu hanya orang iseng yang pengen ngerjain aku atau suratnya salah alamat.Akhirnya karena terlalu penasaran aku tak mempedulikannya dan mendatangi juga cafe itu. Tepat jam 4 sore aku sampai di cafe itu. Aku ngelirak-lirik kesana kemari tapi aku mata ku tak menemukan si pengirim surat misterius itu. Aku hanya mendapati Kak Ravid tengah duduk di kursi dekat pojokan. Dengan spontan aku memanggil namanya.“Kak Ravid?” Orang yang dipanggil menoleh.“Wulan? Kamu kok bisa ada di sini?” Tanya Kak Ravid.“Oh itu,.. aku lagi nunggu seseorang. Kalau Kak Ravid?”“Gue juga lagi nungguin seseorang.” Kak Ravid tersenyum sangat manis. Aku gak kuat, Oh aku gak boleh terperangkap oleh senyuman itu lagi.“Kalau gitu aku kesana ya kak.” Kataku menunjuk kursi yang masih kosong yang hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya sekarang.“Lan gimana kalau sambil nunggu mereka datang Lo temanin Gue duduk disini dulu.” Ujar Kak Ravid.Sebenarnya aku ingin menolak tapi gak enak harus ngomong gimana. Padahal kak Ravid gak pernah salah sama aku. Meskipun aku merasa kecewa padanya tapi itu semua bukanlah salah kak Ravid melainkan salahku sendiri yang mengira bahwa dia menyukaiku. Akunya saja yang begitu mengikuti perasaan hingga baper. Padahal kan kak Ravid biasa saja sama aku.Cukup lama kami menunggu tapi tak seorangpun yang aku kenal masuk ke dalam cafe baik seorang lelaki ataupun seorang wanita. Kalau dia seorang lelaki mungkin dialah sang pengirim surat misterius itu dan kalau dia seorang perempuan mungkin dialah yang sedang ditunggu kak Ravid yang katanya aku mengenal orang itu.“Sepertinya dia gak akan datang.” Kata kak Ravid perlahan lebih kepada dirinya sendiri.“Kayaknya yang aku tunggu juga gak akan datang.” Kataku.“Mungkin dia gak suka sama Gue Lan.” Dia senyum tipis lebih seperti dipaksakan.Aku sedikit tertawa mendengar kata-katanya. Hanya orang bodoh saja yang tidak menyukai seorang Ravid. Bahkan orang bodoh pun akan jatuh cinta padanya. Dan hanya orang gila yang akan menolak cintanya.“Kenapa ketawa?” Tanya kak Ravid.“Hanya orang yang tidak waras saja yang akan menolakmu kak.” Kataku masih tertawa kecil.“Memang apa alasan seseorang tidak akan menolakku Lan?” dia bertanya sungguh-sugguh sambil menatapku datar.“Kak Ravid ganteng, kapten basket, kak Ravid juga baik pintar lagi. Pokoknya gak akan ada alasan seorang wanita untuk menolak cinta kakak. Ya kecuali cewek itu gak waras.” Jawabku.Dia menatapku tajam. Aku jadi salah tingkah dibuat olehnya. Tiba-tiba dia menggenggam tanganku lembut. Dia menatap kedua mataku yang membuat aku tertunduk tak sanggup beradu pandang dengannya.Secepat kilat aku menarik tanganku dari genggamannya. Aku takut terjebak lagi oleh perasaanku yang saat ini pun aku sendiri belum bisa keluar dari perasaan itu.Kak Ravid terkekeh. Sungguh pemandangan yang langka dari seorang Ravid. Aku menatapnya tajam mendengar dia tertawa. Apanya yang lucu? Batinku.“Sekarang aku sudah tau siapa orang yang tidak waras itu.” Katanya sambil tertawa kecil.Aku bingung mendengar ucapannya, apa maksudnya? Tunggu barusan dia bilang aku bukan Gue? Masih dalam kebingunganku dia mengatakan sesuatu yang benar-benar membungkam mulutku tak mampu berkata-kata lagi.“Mungkin bagi dunia kamu adalah seseorang, tapi bagi seseorang kamulah dunianya.” Aku tersedak mendengar kata-kata itu. Jangan-jangan surat itu...?“Surat itu dari aku. Wulandari aku suka sama kamu. Aku harap kamu adalah orang waras.” Katanya lagi. Kurang ajar berarti selama ini Gue gak baper.Aku tak tau harus bicara apa. Mulutku benar-benar terkunci rapat. Apa mungkin aku masih mimpi? Aku menatap pemuda tampan di hadapanku, apa mungkin dia sedang bercanda. Tapi aku tak berhasil menemukan candaan dari dua mata indah itu.“Apa sekarang kita sudah bisa pacaran?” tanya kak Ravid.Aku lagi lagi tak menjawab pertanyaan itu. Aku masih belum mempercayai semua ini.“Aku tau kamu bingung dengan semua ini, tapi jujur sebenarnya aku sudah memperhatikanmu sejak lama. Aku juga tau kalau kamu sering memperhatikan aku kalau aku sedang main basket dari kejauhan.” Sekarang kedua pipiku sudah memerah mungkin lebih merah dari kepiting yang sedang ada di depanku mendengar ucapanya barusan.“Gimana apa kamu mau menerima aku jadi pacarmu?” kak Ravid tersenyum sangat manis semanis madu.Sekarang kedua mataku sudah berkaca-kaca dan siap menjatuhkan dua butir bening yang sejak tadi tertahan disana. Aku hanya mengangguk menanggapi pertanyaan barusan.Dia kembali tersenyum manis sekali dan mengacak rambut hitam milikku, dan aku membiarkan kejadian itu berlangsung. Hari ini adalah hari yang paling indah di dalam hidupku dan sampai mati aku takkan pernah melupakan hari ini.Aku merasa sangat senang hari ini. Tak kusangka kini mimpiku jadi kenyataan. Yah, awalnya aku hanya memiliki kak Ravid dalam mimpi-mimpi malamku tapi sekarang Ravid adalah pacarku. Dia adalah milikku. Dan aku takkan pernah melepaskannya. Ternyata -G- adalah Gusti Ravid, orang yang aku cintai sejak lama. Si pengirim surat misterius.Mungkin bagi dunia kamu adalah seseorang, tapi bagi seseorang kamu adalah dunianya. Dan sekarang duniaku adalah Gusti Ravidku.=TAMAT=

Ketika Senja Bertemu Fajar
Teen
25 Dec 2025

Ketika Senja Bertemu Fajar

Hari senin yang ceria yang mungkin saja menjadi bahagia, dimana tepat hari ini adalah hari pertamaku mengenakan seragam berwarna putih abu-abu, ya di SMA."Ibu, Senja berangkat dulu. Assalamu'alaikum." ucapku sambil mencium tangan ibu."Iya, Wa'alaikumsalam. Hati-hati di jalan." Jawab ibu sambil mengantarku sampai depan pintu.Setelah sampai di sekolah,kulangkahkan kakiku sembari melihat papan kelas, setelah cukup lama berjalan akhirnya aku melihat papan kelas bertuliskan "X.c". Ya itu kelasku.Aku memilih duduk paling depan nomor tiga dari barat tepat di depan papan tulis. Aku duduk bersama Pelangi, gadis cantik berambut lurus sebahu dan baik hati pula.Karena hari ini merupakan hari pertama jadi tidak ada pelajaran dan sebagai gantinya adalah perkenalan dan membentuk perangkat kelas.Aku dipercayakan sebagai sekretaris di kelas sedangkan sebagai ketua kelas adalah seorang laki-laki bernama Fajar, Fajar Mahendra.Sebenarnya aku kurang setuju Fajar jadi ketua kelas aku lebih suka pria pendiam yang duduk si belakangku namanya Andre. Tapi saat voting di laksanakan yang terpilih malah Fajar bukan Andre jadi apa boleh buat aku harus menerima keputusan musyawarah.Lagi pula banyak yang memilih Fajar karena wajahnya yang tampan, itu sih gak ngejamin sama sekali buat di jadiin kriteria ketua kelas bathinku.Satu bulan sudah aku sekolah di sekolah ini. Tak ada yang begitu istimewa dalam satu bulan itu. Aku menjalani hari-hari seperti remaja SMA kebanyakan, hanya saja aku lebih sibuk karena tugasku sebagai sekretaris kelas."Senja hari ini pak Lukman gak bisa datang karena beliau ada urusan, dia cuma nyuruh kita mengerjakan tugas. Jadi tolong kamu absen teman-teman kita ya." Perintah Fajar memberikan absen kelas padaku."Kamu aja yang ngabsen, kamu kan ketua kelas." Bantahku mengembalikan absen itu ke tangannya."Iya aku ketua. Kamu itu kan sekretaris jadi kamu harus dengarin kata ketua." Jelasnya membuatku menatap tajam ke arahnya.Enak saja dia main perintah seenaknya, memangnya dia pikir aku ini babunya apa? Trus aku bakal nurut aja gitu sama semua perintahnya? Gak akan."Aku itu sekretaris kelas bukan sekretaris pribadi kamu yang bisa kamu perintah seenaknya." Aku sangat kesal dengan dia yang sok ngebos itu. Padahal di sekolah ini kita sama, sama-sama siswa dan sama-sama nuntut ilmu bukan buat dia perintah seenak jidatnya aja."Ya udah." Dia merebut kembali absen tersebut dari tanganku dengan kasar dan berlalu ke meja guru untuk mengabsen kami satu persatu.Sejak saat itu Fajar tak pernah lagi menghargai aku sebagai sekretaris kelas. Dia mengerjakan semua tugas yang seharusnya aku lakukan tanpa bertanya terlebih dahulu padaku.Sikapnya itu tambah membuatku kesal dengan cowok sok satu itu. Dia menjalani peran ganda sebagai ketua sekaligus sekretaris, trus aku ini di anggap apa Makluk ghoib? Aku merasa sangat kesal terhadapnya. Hari ini aku akan melabrak anak itu, lihat saja nanti."Fajar!" dia menghentikan langkah mendengar panggilanku bahkan dia gak menoleh sedikitpun. Bikin gondok aja nih orang."Ada apa?" tanya Fajar datar seperti tak terjadi apa-apa."Kamu nganggap aku apa selama ini? Hah?" tanya ku dengan nada yang meninggi. Beberapa anak menoleh karena mendengar ucapanku."Maksud kamu?" dia tampak heran mendengar ucapanku. Tampang polosnya malah membuatku semakin dibakar emosi."Kamu ngerjain semua tugas aku sebagai sekretaris kelas maksud kamu apa? Kamu mau buktiin bahwa kamu hebat dan aku ini gak berguna gitu?" tantangku, aku tak menghiraukan lagi anak-anak tengah berbisik di sekeliling kami."Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu gak mau disuruh-suruh, ya jadi aku pikir aku akan ngerjain sendiri. Lagi pula aku hanya ingin membantu kamu.""Membantu?" aku tersenyum sinis. Aku tau ya nih anak cuma ingin cari perhatian aja, malah sok-sok an polos gak berdosa lagi."Bilang aja kamu mau dibilang hebat dan aku adalah orang yang gak bertanggung jawab. Iyakan?" aku benar-benar emosi berhadapan dengan pria ini. Dia merasa tak melakukan kesalahan apa-apa lagi. Sungguh menyebalkan."Oke oke. Aku minta maaf." Katanya dan berlalu "Dasar cewek pikirannya gak bisa ditebak." Bisik Fajar tapi aku mendengarnya dengan jelas, tentu saja emosiku yang baru mereda kini naik lagi sampai ubun-ubun."APA??"Tanyaku. Fajar terkejut dan membalikkan badannya."aku gak ngomong apa-apa kok." Jawabnya dengan wajah polos sambil tersenyum manis. Aku langsung beranjak meninggalkan tempat itu tanpa membalas senyuman ketua kelasku itu."Dia sangat menyebalkan." Gumamku menghenyakkan tubuhku di kursi."Senja kamu kenapa?" Pelangi menatap heran ke arahku.Beberapa bulan sekolah disini aku dan Pelangi sekarang sudah menjadi sahabat. Aku senang karena Pelangi adalah anak yang sangat baik dan juga perhatian padaku."Tuh ketua kelas nyebelin. Bikin gue kesal aja kerjaannya." Jawabku."Fajar? Kenapa lagi sama dia?""Iya, dia songong banget deh. Masa tugas gue sebagai sekretaris kelas diembat juga. Maunya apa coba? Mau nunjukin kalau dia itu hebat.""Itu tandanya dia perhatian sama kamu, dia gak mau kamu repot Senja sayang." Pelangi menatapku tajam."kenapa?" aku heran dengan tatapan Pelangi"Jangan-jangan Fajar suka sama kamu." Pelangi menyikutku pelan sambil tersenyum menggodaku.Aku menggeleng kuat, tak mungkin hal seperti itu terjadi. Memangnya ini ftv apa dimana dua orang yang saling membenci dan selalu bertengkar selalu berakhir dengan saling jatuh cinta satu sama lain? Ya gak lah. Ini adalah dunia nyata jadi mana ada hal seperti itu."Gak mungkin lah. Aku sama dia itu kayak kucing dan anjing, kayak siang dan malam. Gak mungkin ketemu. Sifat aku dan dia bertolak belakang." Jelasku menyakinkan Pelangi sekaligus diriku sendiri untuk tak terpengaruh oleh ucapan Pelangi barusan."Mungkin itu hanya pendapat kamu saja. Iya sih, dari nama kalian aja udah bertolak belakang. Mana mungkin senja bertemu fajar. Tapi kedua hal itu sama, Sama sama indah.""Sok puitis kamu." Cibirku. Pelangi hanya membalas dengan senyuman yang aku tak mengerti artinya apa.Hari-hari berikutnya aku tak bisa melupakan ucapan Pelangi beberapa waktu lalu, apa mungkin benar Fajar itu menyukaiku? Ah kenapa aku jadi begini sih? Ah Senja kamu gak mungkin suka sama dia kan. Sadar dong, ini bukan ftv.Sejak saat itu pula Fajar bersikap manis padaku seolah aku adalah seseorang yang spesial di kelas dari siswa lain. Hal itu pula lah yang mengawali rasa frustasiku akan hal aneh yang selalu aku rasakan saat sedang bersamanya.Aku sendiri bingung dengan sikap ketua kelasku itu tapi entah kenapa aku malah merasa senang. Malah sekarang aku bersahabat baik dengannya, dia yang awalnya tak aku sukai sekarang jadi temanku sendiri. Dia sangat pengertian melebihi teman perempuan, dia selalu tau apa yang aku suka dan tidak hal itu membuatku merasa nyaman."Senja!" panggil seseorang. aku menghentikan langkahku."Apa itu benar?" tanya Fajar setelah berada beberapa senti dariku."Apa?" tanyaku heran."Kamu jadian sama Tomi?" tanya Fajar serius dan menatap kedua bola mataku, entah kenapa aku jadi gugup dengan tatapan itu."Siapa yang bilang sama kamu?""Jadi benar?""Memang ada apa?" aku menatapnya heran."Tomi itu gak pantas buat kamu." Ujarnya sungguh- sungguh membuatku menundukkan wajah dalam-dalam."Lalu yang pantas siapa?" bisikku masih dengan kepala tertunduk namun tak ada jawaban dari lawan bicaraku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk menatapnya, dia hanya diam sambil terus menatapku."Kamu?" lanjutku kini disertai dengan senyuman tipis seperti mengejek.Aku juga bingung dengan apa yang baru saja aku ucapkan dan entah keberanian dari mana aku menatap kedua bola matanya dengan tatapan tak percaya dan menuntut penjelasan."Bukan itu maksudku, Tomi itu playboy dia hanya ingin maiinin kamu.""Lalu kenapa kalau dia memang playboy?" tanyaku masih setia menatap ke arahnya.Fajar menatapku tajam dan aku membalas tatapan itu, namun sesaat kemudian aku menurunkan pandanganku karena tak sanggup menatap tatapan Fajar yang tajam bagai elang. Jantungku tak bisa di ajak bekerja sama di saat seperti ini."Dia hanya ingin menjadikanmu barang taruhan dengan teman-temannya. Dia gak serius sayang sama kamu.""Kenapa kamu peduli Jar?" tanyaku memandangi wajah tampan milik Fajar."Aku gak mau liat kamu sedih Senja.""Kenapa?" aku masih tak mengalihkan pandanganku dari wajah tampannya."Itu karena..." ucapan Fajar terputus.Wajahnya tampak menegang namun aku tau dia mencoba merilekskannya kembali agar tak ketahuan bahwa dia sedang gugup. Aku masih menunggu lanjutan dari kalimat itu."karena, karena aku sayang sama kamu Senja." Fajar menghembuskan nafas lega, wajahnya yang tadi menegang kini kembali rileks."Itu sebabnya aku gak mau kalau kamu jadian sama Tomi, bukan karena aku cemburu tapi karena Tomi bukan lelaki yang tepat buat kamu." Lanjut Fajar.Aku tetap diam menatap pemuda di depanku tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkannya. Aku bingung harus bagaimana saat ini. Apa yang harus aku ucapkan sekarang."Sebenarnya aku udah suka sama kamu sejak lama Senja, tapi aku gak tau harus bagaimana di depan kamu, aku selalu saja menjadi gugup setiap kali dekat kamu." Aku masih belum bereaksi sama sekali aku sungguh tak percaya dengan yang diucapkan Fajar tentangku."Semuanya terserah kamu aja, aku gak bisa maksa kamu buat mutusin Tomi. Aku hanya ingin kamu mengetahui siapa Tomi sebenarnya. Dan aku minta maaf dengan ucapanku barusan anggap saja aku gak pernah bilang itu semua ke kamu. Dan ya kita akan tetap berteman seperti biasa kok jadi kamu gak perlu kawatir." Jelas Fajar dan beranjak pergi meninggalkanku.Aku masih berdiri di tempatku, aku belum beranjak sejak tadi. Bahkan aku tak sadar kalau Fajar sudah pergi dari tadi. Aku tak menyangka kalau Fajar menyukaiku, kenapa aku tak sadar selama ini? Kenapa aku tak menyadarinya dari awal? Dan Tomi?Oh astaga ternyata ide gila Tomi berhasil membuat Fajar mengungkapkan perasaannya. Tomi adalah sepupuku dan dia memang playboy kelas teri.Dan benar aku pura-pura jadi pacarnya, itu juga terpaksa karena orang tuanya ingin dia fokus pada pelajaran jadi dia mengumumkan bahwa aku adalah kekasihnya supaya tak ada cewek-cewek yang mengganggunya. Sekalian supaya aku bisa mengawasinya dan melaporkan pada ortunya.Aku sungguh tak menyangka rencana gila Tomi yang menjadikan aku pacar statusnya berujung dengan pengakuan cinta Fajar yang sangat tak terduga.Apa yang harus aku lakukan, haruskah aku mengejar Fajar dan menjelaskan semuanya padanya atau tetap membantu Tomi dengan mengorbankan perasaanku sendiri dan perasaan lelaki yang ku sayang?"Sayankkkk." Teriak Tomi dari kejauhan memecah keramaian."Jangan panggil aku sayang." Omelku setelah dia mendekat."kenapa Lo kan pacar gue." Aku melihat Fajar sekilas, dia hanya melewatiku dan Tomi."Apaan sih Tom." Ujarku menatap punggung Fajar yang berjalan menjauhi kami."Kamu lagi lihat siapa sih Say?""Tom aku mau ngomong sesuatu. Sini deh." Aku menarik tangan Tomi menjauh dari keramaian. Aku masih sempat melihat Fajar menatap aku dan Tomi dari kejauhan._"Beneran? Akhirnya tuh anak punya nyali juga." Kata Tomi setelah mendengar ceritaku."Kamu kenal ya sama Fajar Tom?""Gue pernah sekelas sama dia waktu SMP." Jawab Tomi.Aku hanya mengangguk kecil mendengar jawaban Tomi."Trus Lo jawab apa?" Tanya Tomi penasaran."Aku gak bilang apa apa Tom. Aku bingung mau bilang apa. Hehe." Aku cengengesan mengingat hal itu.Tomi memukul jidatnya sendiri, dia menatapku dengan raut kesal. Aku tau dia sangat kesal dengan sikapku yang lamban tapi aku hanya menampilkan senyuman polosku."Aduh pusing deh gue sama kalian berdua. Fajar udah punya nyali malah Lo nya yang bloon." Omel Tomi padaku."Itu semua juga karena lo Tom." Ujarku tak mau disalahkan begitu saja."Lah kok malah jadi salah gue?" tanya Tomi heran."Sekarangkan gue pacaran sama lo. Kalau gue jujur pada Fajar ketahuan dong kalau selama ini kita Cuma pacaran bohongan." Jawabku membela diri."Lo gak usah sok-sok an mikirin gue. Yang terpenting sekarang Lo bilang sama Fajar gimana perasaan Lo sama dia yang sebenarnya." Ujar Tomi. Aku terdiam mendengar saran Tomi barusan."Udah buruan sana cari Fajar sebelum dia makin salah paham sama Lo." Perintah Tomi.Dia memang kadang nyebelin tapi kadang bisa juga diharapkan. Makasih Tom kamu udah memberi aku saran yang berharga, aku janji gak akan melupakan kebaikan kamu hari ini."OKE." Kataku dan berlalu meninggalkan Tomi untuk mencari Fajar.Aku sudah keliling mencari Fajar tapi yang dicari tak kunjung ku temukan. Akhirnya aku berniat ke taman sekolah untuk melepas lelah setelah mengelilingi sekolah yang cukup luas.Namun langkahku terhenti saat aku melihat Fajar, dia tengah duduk di salah satu kursi di taman. Perlahan aku menghampiri pemuda itu, dia tampak sangat tidak bersemangat tidak seperti tadi pagi saat menghentikan aku."Fajar." Panggilku.Fajar menoleh ku lihat dia terkejut melihat kehadiranku di situ."Boleh aku duduk?" Tanyaku sekedar untuk basa basi sebelum memulai pembicaraan yang serius.Fajar mengangguk dan sedikit menggeser posisi duduknya untuk mempersilakan aku duduk di sampingnya."Ada apa Senja?" tanya Fajar tanpa melihat ke arahku."Ternyata kamu disini. Aku udah nyari kamu keliling sekolah." Ujarku.' bodoh kenapa aku malah mengatakan hal tidak penting itu .' Batinku."Kenapa kamu mencariku?" Fajar tetap tidak menoleh sedikitpun."Ada yang mau aku bicarain sama kamu.""Mengenai apa?""Ini tentang aku dan Tomi." Aku menjadi sangat gugup karena Fajar menatapku setelah aku menyebut nama Tomi."Tidak apa-apa Senja. Aku mengerti dan bisa memahami hubunganmu dan Tomi. Mungkin saja aku yang salah paham pada Tomi. Sebagai teman kamu aku dukung hubungan kamu kok asalkan itu bikin kamu bahagia" Ujarnya kembali mengalihkan pandangan."Iya kamu sudah salah paham Jar. Tapi bukan pada Tomi namun pada hubunganku dengan Tomi." Dia kembali menatapku sekilas namun kemudian mengalihkan pandangannya ke langit entah apa yang istimewa di atas sana."Maksud kamu?""Sebenarnya aku memang pacaran dengan Tomi..." Aku sengaja menggantung kalimatku karena melihat Fajar kini menatapku lekat."Tapi aku dan Tomi hanya pacaran pura-pura." Lanjutku.Wajah Fajar tampak heran dengan kalimatku barusan. Entah apa yang bergelut di pikirannya sekarang."Pura-pura?" tanya Fajar mengulang kata itu. Aku hanya mengangguk pasti."Aku benar-benar tak mengerti Senja. Apa kamu sedang bercanda?""Aku serius jar. Sebenarnya Tomi adalah sepupuku, kamu tau sendiri nilainya kayak gimana makanya orang tua Tomi minta aku buat pura-pura jadi pacar Tomi di sekolah supaya tak ada lagi cewek-cewek yang bakal ganggu dia dan Tomi bisa fokus sama sekolah." Jelasku.Wajah Fajar yang tadi murung kini berubah. Sebuah senyum menghiasi wajah tampan itu sehingga membuatku jadi gugup."Lalu kenapa kamu menceritakan semua ini padaku Senja?" tanya Fajar. Aku jadi bingung mau menjawab apa."Aku gak mau kamu salah paham Jar.""Kenapa?" Fajar menatap lekat kedua mataku membuatku jadi gemetar dan detak jantungku sudah tak karuan lagi."Itu karena... karena aku sayang sama kamu Jar. Aku gak mau liat kamu sedih kayak hari ini." Aku merasa lega menyalesaikan kalimat itu dengan sempurna.Fajar tersenyum sangat manis dan langsung memelukku erat. Aku bahagia berada di sini bersama seseorang yang aku sayangi. Memang benar senja dan fajar tak mungkin bertemu dan datang bersama-sama namun senja dan fajar itu sama, sama sama indah.Kini aku akan menyaksikan senja bersama Fajar dan menyaksikan fajar bersama Fajar. Seseorang yang lebih indah dari senja maupun fajar itu sendiri.THE END

Menampilkan 24 dari 830 cerita Halaman 12 dari 35
Menampilkan 24 cerita